Tag Archives: John Sung

1 Kor. 4:10

Bodoh oleh karena Kristus! Bersediakah?

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 4:10 [ITB])
10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus.
Kami lemah, tetapi kamu kuat.
Kamu mulia, tetapi kami hina.

Dengan kemarahan yang dalam keadilan kebenaran, gembala Paulus dengan sedih mencela arogansi orang-orang di gereja Korintus! Paulus menyatakan tekadnya dan menggunakan ekspresi yang sangat menyakitkan untuk menggambarkan dirinya sebagai orang bodoh, lemah, dan orang hina! Label buruk ini mungkin merupakan gosip dari beberapa orang percaya dan pemimpin gereja Korintus yang menghakimi Paulus secara pribadi. Gereja Korintus jatuh ke dalam keadaan yang menyedihkan: sangat menyukai kemuliaan duniawi! Ketika Paulus meninggalkan Korintus, mereka dipengaruhi oleh beberapa orang yang mengajarkan kemuliaan duniawi dan memulai jalan peninggian diri mencintai kemuliaan duniawi dan menghina gembala yang miskin! Karena itu, Paulus yang sangat mencintai mereka, sangat sedih! Dalam nada yang setengah menyindir, Paulus berkata kepada orang-orang percaya di Korintus yang suka meninggikan diri sendiri: Kamu telah menjadi orang arif, orang kuat, orang mulia!

Salah satu krisis besar yang menyebabkan kemunduran gereja dan pemimpin gereja: mencintai kemuliaan duniawi, suka meniup gelembung kehormatan, memandang rendah gembala miskin dan saudara-saudari yang rendah! Ketika Paulus pertama kali tiba di Korintus, dia mengalami penganiayaan yang berkepanjangan, di Filipi ia dipukuli, dipenjarakan, dan diserang di Tesalonika, ketika dia tiba di Korintus, dia datang dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar (1 Kor. 2:3). Pada saat itu, Paulus mempertahankan agar ia melayani dan mendirikan gereja sambil melakukan pekerjaan menenun tenda agar ia tidak mengambil sedikit pun sokongan dari jemaat Korintus. Pada saat itu, orang-orang percaya di Korintus mungkin sangat menghormatinya, dapat melihat bahwa ia adalah seorang hamba yang dapat menanggung kesulitan dan melayani dengan sungguh-sungguh tanpa pamrih. Tetapi ketika Paulus pergi, penilaian menghakimi orang-orang yang mencintai dunia benar-benar menghancurkan hubungan mereka! Ia yang tidak mengambil sepeser pun dan yang melayani dengan sungguh-sungguh, tapi kini telah dipandang menjadiorang bodoh besar! Rasul yang menjalani penganiayaan, tubuh hancur dan pikiran yang letihdianggap sebagai penyakitan dan orang lemah! Pekerjaan menenun tenda dianggap melakukan pekerjaan rendahan, bodoh, dan tidak bermartabat! Semakin tanpa pamrih dan tidak mementingkan diri sendiri, sebagai gantinya adalah penghinaan dan penilaian yang menghakimi! Rasa sakit Paulus mencerminkan kejatuhan rohani yang besar dari orang-orang percaya di Korintus! Jika sebagai gembala tidak berupaya keras mendisiplinkan mereka, maka gereja Korintus akan menjadi sekelompok orang tidak memiliki pikiran Kristus, menolak salib, meninggikan diri, dan memandang remeh orang lain!

Ungkapan Paulus Kami bodoh oleh karena Kristus sangat menyentak saya dan terkejut! Saya memikirkan pengalaman saya berbicara dengan ibu saya ketika Tuhan memanggil saya ke seminari! Meninggalkan bisnis, satu malam sebelum saya masuk Alliance Bible Seminary pada musim panas tahun 1990, saya baru berani mengatakan kepada ibu saya yang saat itu bukan orang percaya, Besok saya akan masuk seminari! Ibu yang pernah bangga atas saya, tetapi sekarang paling menyakitkan baginya! Ia memandang bahwa saya telah gila, memarahi saya karena menjadi biksu barat! Setelah lebih dari sepuluh tahun, karena kasih karunia Tuhan sehingga ibu saya percaya kepada Tuhan Yesus, dan dia secara bertahap menerima dan memahami kebodohan saya dahulu itu!

Saya suka tekad pelayanan John Sung. Pada tanggal 19 Maret 1926 John Sung mengambil gelar doktor Kimia Amerika dalam pendidikan kontemporer yang sangat terhormat! Dia kembali ke Cina pada tahun 1927! Tetapi dia menolak posisi profesor yang tinggi di Peking Union Medical College, dan juga menolak perekrutan bergaji tinggi dari banyak perusahaan, ia bersedia memenuhi panggilan Tuhan, rela menjadi pemberita Injil yang miskin! Bukan hanya teman dan kerabat saja yang tidak bisa menerima hal ini, bahkan kedua orang tua yang menjadi gembala juga menolak untuk menerima hal ini! Dalam buku hariannya, dia menulis: Pada hari ini tanggal 18 November, ayah saya marah karena saya ingin melakukan pekerjaan misionaris, bukan pekerjaan yang menghasilkan uang. Ketika ayah saya marah, saya diam. Tanggal 20 November, ia berkata kepada calon istrinya: Kamu mengikutiku, harus memiliki semangat pengorbanan mutlak.

Jika bukan karena sentuhan Tuhan dan kepemimpinan yang luar biasa, Paulus tidak akan berada di jalan bodoh, ditolak oleh rekan sebangsanya dan dihakimi oleh dunia atau bahkan dianggap oleh dunia sebagai sampah dunia dan sama dengan kotoran dari segala sesuatu! Jika belum bertemu Kristus, jika belum mengalami kebaikan Kristus, jika tidak mengagumi Kristus, jika bukan demi Kristus, jika Paulus memikirkan diri, manusia yang lama maka Paulus pasti tidak akan menghidupijalan bodoh, hidup sebagai pemberita Injil yang berat! Paulus berbicara dengan keras kepada domba-domba yang tersesat: Kami bodoh! adalah demi Kristus!

John Sung yang membawa kehormatan sebagai seorang doktor Amerika, dalam perjalanan kembali ke Tiongkok ia melihat kekurangan rekan sebangsanya dan penghinaan orang asing atas kekurangan rekan sebangsanya. Dia patah hati berkata: Saya berada di kapal dan melihat rekan sebangsanya merokok ganja dan perjudian. Lalu mendengar orang asing berkata: Orang Cina lebih buruk daripada anjing.Setelah mendengar ini, saya berlari ke kamar saya dan berdoa dengan air mata: Tuhan! Tolong selamatkan rekan-rekan sebangsa saya! Saya melemparkan kunci emas doktor itu ke laut, saya bertekad untuk memberitakan Injil di Tiongkok. Bahkan jika saya harus mati, saya rela, asalkan rekan-rekan sebangsa saya diselamatkan. Dalam pandangan manusia dunia, hidup miskin melayani Tuhan adalah kebodohan! Tetapi dari sudut pandang kekekalan, sungguh suatu anugerah untuk dapat menjadi bodoh oleh karena Kristus!

Renungkan:
• Pernahkah Anda bertemu dengan beberapa orang pintar, berkuasa, dan mulia di gereja? Mereka mencintai kemuliaan duniawi, meniup gelembung membesarkan diri, memandang rendah para pelayan yang miskin dan saudara-saudari yang rendah』」! Jika pernah bertemu, bagaimana rasanya? Jika mereka adalah pemimpin gereja, apakah temperamen dan kualitas spiritual gereja akan sangat terpengaruh?

• Apakah Anda pernah mengalami seperti kata Paulus kami bodoh oleh karena Kristus? Pernahkah orang memberi Anda sebutan atau komentar bodoh ketika Anda ingin mengikuti Tuhan atau melayani Tuhan? Pengingat atau penghiburan apa yang diberikan oleh pengajaran ayat Alkitab hari ini kepada Anda? Apakah Anda bersedia untuk menjadi bodoh oleh karena Kristus sepanjang hidup Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Roma 10:1-4

「Penginjil Tangguh yang Mencintai Bangsanya! Injil yang Penuh Kelembutan!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 10:1-4 [ITB])
1Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
2Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. 3Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
4Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Paulus adalah seorang penginjil tangguh yang sangat mencintai bangsanya. Demi Injil, Paulus dipandang sebagai orang asing oleh bangsanya, seperti suatu wabah, dipukuli di mana-mana, dikutuk, tapi Paulus masih mencintai sesama bangsanya, dan adalah pejuang tangguh yang mempertahankan kebenaran Injil. Di Rom. 9:1-5; 10:1; 11:1 ia telah tiga kali bersaksi di depan umum: ia sebagai penginjil betapa sangat mengasihi sesama bangsanya dan bagaimana ia merindukan mereka mendapatkan keselamatan. Di zaman tertentu atau dalam lingkungan khusus, mereka yang berkeras memberitakan Injil dapat ditinggalkan dan dibenci oleh sesama bangsanya. Meskipun terus disalahpahami, ditolak dan dibenci oleh sebangsanya, namun Paulus tetap senantiasa berdoa kepada Allah untuk menyelamatkan bangsanya! Apakah kita memiliki kelembutan dari pemberita Injil yang tangguh seperti ini?

Rom. 10:2 frasa 「tanpa pengertian yang benar」 terjemahan literalnya adalah 「tidak berdasarkan pengetahuan!」 Gairah giat yang buta tanpa pengetahuan akan menghasilkan berbagai penyimpangan, kegilaan dan penolakan. Paulus menderita penolakan panjang karena kebutaan Israel: 「kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini」 (1 Kor. 4:13) Harga yang dibayar bagi pemberitaan Injil adalah demikian mahal, tetapi tanpa Injil maka saudara sebangsanya tidak dapat diselamatkan. Orang yang mencintai sebangsanya harus bersikeras memberitakan Injil dan bersedia untuk menerima harga kesalahpahaman dan penolakan dari sebangsanya.

Paulus memberikan tiga titik masalah terbesar orang Israel: 「giat yang tidak berdasarkan pengetahuan yang benar,」 「tidak mengenal kebenaran Allah dan tidak takluk kepada kebenaran Allah,」 dan 「hanya menginginkan hukum Taurat, tidak menginginkan Kristus.」 Karena semangat giat bangsa Israel tidak didasarkan pada pengetahuan kebenaran, semangat mereka adalah buta; Semangat buta ini semata-mata membawa orang menuju jalan kematian maut, karena sebangsa ingin membangun 「kebenaran mereka sendiri!」 Tetapi manusia penuh kejahatan, jika hanya mengandalkan kebenaran yang mereka sendiri (yang dibangun dengan perbuatan baik manusia), pada akhirnya tidak akan mampu bertahan atas penghakiman berat dari Tuhan, pada akhirnya adalah jalan buntu.

Israel menginginkan hukum Taurat, tidak menginginkan Kristus. Namun, kegenapan hukum Taurat adalah Kristus, karena salah satu tujuan utama dari hukum Taurat adalah agar kita tahu berdosa dan bertobat, lalu kita percaya Yesus dan diselamatkan. Orang yang 「hanya mau hukum Taurat, tidak mau Kristus,」 pada akhirnya tidak mendapat keselamatan, dan pada akhirnya adalah jalan kematian. Paulus teguh memberitakan Injil kepada sebangsanya, karena Injil adalah satu-satunya jalan keselamatan bagi dunia dan sebangsanya. Petrus pernah berkata kepada sebangsanya, 「keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.」 (Kis. 4:12)

Kiranya Allah membangunkan lebih banyak orang Kristen yang mencintai sebangsanya dan teguh mengabarkan Injil. Selama masa perang di Cina, Allah membangkitkan John Sung memberitakan Injil seluruh provinsi Cina dan Asia Tenggara. John Sung dalam buku harian sering mencatat 「kerinduan untuk Cina kembali kepada Tuhan」, 「Cina kembalilah kepada Tuhan」, dan sebagainya. Dalam buku harian 1 Januari 1931, John Sung menulis: 「Uang, ketenaran bukanlah apa yang saya cari, mohon Tuhan di tahun ini memimpin saya dapat membawa 100.000 orang kepada Tuhan.」 Ia pernah mengajarkan orang-orang percaya bahwa 「karunia dari Roh Kudus yang terbesar adalah kasih. Itu adalah hati yang sedih ketika melihat satu orang yang tidak diselamatkan, memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa maka akan bersinar dalam tindakan dan perkataan, rela memikul salib demi menyelamatkan jiwa-jiwa. Allah memakai dengan berat orang-orang yang bersedia memikul salib. Tidak bersedia memikul salib, pasti kehilangan kemampuan.」 Ia memiliki sebuah tekad: 「Apa jenis pekerjaan yang lebih berbahagia dibandingkan memberitakan Injil dan menyelamatkan jiwa-jiwa? Jika dapat menyelamatkan lebih banyak jiwa, umur pendek juga tidak masalah.」 Pada saat perang, dia tiada berhenti pergi ke berbagai tempat untuk memberitakan Injil, memimpin banyak orang percaya kepada Tuhan dan membangkitkan begitu banyak gereja, tetapi ia akhirnya tenaganya terkuras habis dan beristirahat dengan tenang pada umur 43. Dalam generasi kita, apakah kita orang kristen masih seperti Paulus dan John Sung yang sungguh-sungguh memiliki kecintaan kepada sebangsa dan mengasihi jiwa-jiwa? Apakah kita berani bertekad untuk 「jika dapat menyelamatkan jiwa, tidak ada salahnya memiliki umur kehidupan yang singkat?」

Renungkan: demi mengabarkan Injil, apakah kita pernah memiliki ketegangan dengan teman dan kerabat kita yang belum percaya? Di satu sisi, kita perlu hikmat menangani ketegangan ini; tetapi di sisi lain, apakah kita masih bertahan atas kebenaran Injil?
Apakah Anda sungguh-sungguh berdoa untuk kerabat dan teman-teman Anda? Apakah Anda pernah berdukacita menangis untuk keselamatan sebangsa, dan Anda bersedia menyerahkan diri kepada Tuhan demi keselamatan mereka?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).