「Penginjil Tangguh yang Mencintai Bangsanya! Injil yang Penuh Kelembutan!」
Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.
(Rom. 10:1-4 [ITB])
1Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
2Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. 3Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
4Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
Paulus adalah seorang penginjil tangguh yang sangat mencintai bangsanya. Demi Injil, Paulus dipandang sebagai orang asing oleh bangsanya, seperti suatu wabah, dipukuli di mana-mana, dikutuk, tapi Paulus masih mencintai sesama bangsanya, dan adalah pejuang tangguh yang mempertahankan kebenaran Injil. Di Rom. 9:1-5; 10:1; 11:1 ia telah tiga kali bersaksi di depan umum: ia sebagai penginjil betapa sangat mengasihi sesama bangsanya dan bagaimana ia merindukan mereka mendapatkan keselamatan. Di zaman tertentu atau dalam lingkungan khusus, mereka yang berkeras memberitakan Injil dapat ditinggalkan dan dibenci oleh sesama bangsanya. Meskipun terus disalahpahami, ditolak dan dibenci oleh sebangsanya, namun Paulus tetap senantiasa berdoa kepada Allah untuk menyelamatkan bangsanya! Apakah kita memiliki kelembutan dari pemberita Injil yang tangguh seperti ini?
Rom. 10:2 frasa 「tanpa pengertian yang benar」 terjemahan literalnya adalah 「tidak berdasarkan pengetahuan!」 Gairah giat yang buta tanpa pengetahuan akan menghasilkan berbagai penyimpangan, kegilaan dan penolakan. Paulus menderita penolakan panjang karena kebutaan Israel: 「kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini」 (1 Kor. 4:13) Harga yang dibayar bagi pemberitaan Injil adalah demikian mahal, tetapi tanpa Injil maka saudara sebangsanya tidak dapat diselamatkan. Orang yang mencintai sebangsanya harus bersikeras memberitakan Injil dan bersedia untuk menerima harga kesalahpahaman dan penolakan dari sebangsanya.
Paulus memberikan tiga titik masalah terbesar orang Israel: 「giat yang tidak berdasarkan pengetahuan yang benar,」 「tidak mengenal kebenaran Allah dan tidak takluk kepada kebenaran Allah,」 dan 「hanya menginginkan hukum Taurat, tidak menginginkan Kristus.」 Karena semangat giat bangsa Israel tidak didasarkan pada pengetahuan kebenaran, semangat mereka adalah buta; Semangat buta ini semata-mata membawa orang menuju jalan kematian maut, karena sebangsa ingin membangun 「kebenaran mereka sendiri!」 Tetapi manusia penuh kejahatan, jika hanya mengandalkan kebenaran yang mereka sendiri (yang dibangun dengan perbuatan baik manusia), pada akhirnya tidak akan mampu bertahan atas penghakiman berat dari Tuhan, pada akhirnya adalah jalan buntu.
Israel menginginkan hukum Taurat, tidak menginginkan Kristus. Namun, kegenapan hukum Taurat adalah Kristus, karena salah satu tujuan utama dari hukum Taurat adalah agar kita tahu berdosa dan bertobat, lalu kita percaya Yesus dan diselamatkan. Orang yang 「hanya mau hukum Taurat, tidak mau Kristus,」 pada akhirnya tidak mendapat keselamatan, dan pada akhirnya adalah jalan kematian. Paulus teguh memberitakan Injil kepada sebangsanya, karena Injil adalah satu-satunya jalan keselamatan bagi dunia dan sebangsanya. Petrus pernah berkata kepada sebangsanya, 「keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.」 (Kis. 4:12)
Kiranya Allah membangunkan lebih banyak orang Kristen yang mencintai sebangsanya dan teguh mengabarkan Injil. Selama masa perang di Cina, Allah membangkitkan John Sung memberitakan Injil seluruh provinsi Cina dan Asia Tenggara. John Sung dalam buku harian sering mencatat 「kerinduan untuk Cina kembali kepada Tuhan」, 「Cina kembalilah kepada Tuhan」, dan sebagainya. Dalam buku harian 1 Januari 1931, John Sung menulis: 「Uang, ketenaran bukanlah apa yang saya cari, mohon Tuhan di tahun ini memimpin saya dapat membawa 100.000 orang kepada Tuhan.」 Ia pernah mengajarkan orang-orang percaya bahwa 「karunia dari Roh Kudus yang terbesar adalah kasih. Itu adalah hati yang sedih ketika melihat satu orang yang tidak diselamatkan, memiliki hati yang mengasihi jiwa-jiwa maka akan bersinar dalam tindakan dan perkataan, rela memikul salib demi menyelamatkan jiwa-jiwa. Allah memakai dengan berat orang-orang yang bersedia memikul salib. Tidak bersedia memikul salib, pasti kehilangan kemampuan.」 Ia memiliki sebuah tekad: 「Apa jenis pekerjaan yang lebih berbahagia dibandingkan memberitakan Injil dan menyelamatkan jiwa-jiwa? Jika dapat menyelamatkan lebih banyak jiwa, umur pendek juga tidak masalah.」 Pada saat perang, dia tiada berhenti pergi ke berbagai tempat untuk memberitakan Injil, memimpin banyak orang percaya kepada Tuhan dan membangkitkan begitu banyak gereja, tetapi ia akhirnya tenaganya terkuras habis dan beristirahat dengan tenang pada umur 43. Dalam generasi kita, apakah kita orang kristen masih seperti Paulus dan John Sung yang sungguh-sungguh memiliki kecintaan kepada sebangsa dan mengasihi jiwa-jiwa? Apakah kita berani bertekad untuk 「jika dapat menyelamatkan jiwa, tidak ada salahnya memiliki umur kehidupan yang singkat?」
Renungkan: demi mengabarkan Injil, apakah kita pernah memiliki ketegangan dengan teman dan kerabat kita yang belum percaya? Di satu sisi, kita perlu hikmat menangani ketegangan ini; tetapi di sisi lain, apakah kita masih bertahan atas kebenaran Injil?
Apakah Anda sungguh-sungguh berdoa untuk kerabat dan teman-teman Anda? Apakah Anda pernah berdukacita menangis untuk keselamatan sebangsa, dan Anda bersedia menyerahkan diri kepada Tuhan demi keselamatan mereka?
Daftar renungan pemahaman Surat Roma (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).