「Seorang wanita berdosa diampuni dosanya (2)」
Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Lukas 7:36-50 [TB2])
36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan dengannya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
37 Di kota itu ada seorang perempuan yang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38 la berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya sambil menangis, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya. la mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya, 「Jika la ini nabi, tentu la tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menyentuh-Nya ini. Tentu la tahu bahwa perempuan itu orang berdosa.」 40 Lalu Yesus berkata kepadanya, 「Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.」 Sahut Simon, 「Katakanlah, Guru.」
41 「Ada dua orang yang berutang kepada seorang yang membungakan uang. Yang seorang berutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak mampu membayar, ia menghapuskan utang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan lebih mengasihi dia?」 43 Jawab Simon, 「Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan utangnya.」 Kata Yesus kepadanya, 「Betul pendapatmu itu.」
44 Sambil berpaling kepada perempuan itu, la berkata kepada Simon, 「Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan air untuk kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tidak henti-hentinya mencium kaki-Ku.
46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
47 Karena itu, Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab itu ia telah banyak mengasihi. Namun, orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia mengasihi.」
48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu, 「Dosamu telah diampuni.」 49 Orang-orang yang makan bersama Dia, mulai bertanya-tanya di antara mereka, 「Siapakah la ini, sehingga la dapat mengampuni dosa?」 50 Yesus berkata kepada perempuan itu, 「Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan damai!」
Dalam 7:41-42, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan untuk membela diri-Nya, tentang dua orang yang berutang. Utang mereka masing-masing kira-kira sebesar dua bulan dan dua puluh bulan gaji. Titik balik dalam kisah ini adalah bahwa si kreditur akhirnya mengampuni keduanya, dan jumlah yang diampuni sebanding dengan besarnya rasa syukur dan kasih mereka. Perumpamaan ini dengan jelas membandingkan Allah dengan si kreditur, dan utang dengan dosa. Orang Farisi berutang lebih sedikit, sementara perempuan itu berutang lebih banyak. Allah bersedia mengampuni mereka yang berutang kepada-Nya — yaitu, dosa — dan kasih karunia anugerah-Nya kepada umat manusia melampaui apa yang dapat dipikirkan manusia. Yesus bersedia menerima, itu adalah anugerah Allah, inilah yang sungguh perlu diketahui oleh Simon, tuan rumah perjamuan itu, seseorang yang memahami luasnya pengampunan Allah akan melakukan respons kasih. Ketika Yesus bertanya kepada Simon, siapa di antara keduanya yang memiliki kasih yang lebih besar, Simon memberikan jawaban yang benar. Meskipun Simon menjawab dengan benar, ini tidak berarti ia memahami makna yang lebih dalam dari perumpamaan tersebut. Yesus kemudian menerapkan perumpamaan itu pada situasi tersebut, membandingkan tindakan Simon dan perempuan itu, termasuk membasuh kaki Yesus, mencium-Nya, dan mengurapi-Nya. Membasuh kaki belum tentu merupakan kewajiban tuan rumah, Simon tidak membasuh kaki Yesus tidak serta-merta berarti ia tidak sopan. Namun, tindakan perempuan itu membasuh kaki Yesus dengan air mata mengungkapkan kepedulian dan kasihnya kepada Yesus, bahkan lebih dari Simon, tuan rumah yang mengundang-Nya. Mencium merupakan tanda hormat dan persahabatan pada masa itu. Simon tidak memberikan penghormatan dengan mencium kepada Yesus, sementara perempuan itu mencium kaki-Nya, menunjukkan bahwa ia lebih menghormati Yesus daripada Simon. Demikian pula, Simon orang Farisi tidak mengurapi kepala Yesus; ini bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan oleh tuan rumah, melainkan sebuah isyarat rasa hormat yang besar. Penggunaan minyak wangi termahal oleh perempuan itu untuk mengurapi kaki Yesus mengungkapkan kasihnya yang tanpa syarat dan tanpa pamrih kepada Yesus. Kesimpulannya, menurut perumpamaan yang Yesus gunakan, tindakan perempuan itu berawal dari iman dirinya akan pengampunan dan membawakan keluar ungkapan kasih dalam tindakan.
Terakhir, Yesus menggunakan perumpamaan ini kepada perempuan itu. Kasih yang diungkapkannya membuktikan bahwa ia telah menerima pengampunan Yesus. Tuhan menyatakan secara terbuka bahwa dosa-dosanya telah diampuni dan memuji bahwa di balik respons kasihnya terdapat iman dirinya kepada Yesus sebagai Tuhan yang Maha Pengampun. Sebaliknya, orang-orang Farisi yang merasa benar diri sendiri dan mereka yang meragukan otoritas pengampunan Yesus tidak dapat mengalami pengampunan dan pujian dari Tuhan Yesus.
Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)
• Apakah Anda selalu dianggap baik oleh orang lain? Jika sedikit pengampunan yang Anda pernah alami, mungkin karena sebelum percaya kepada Tuhan Anda adalah orang baik, apakah itu berarti Anda kurang mengasihi Tuhan? Jawabannya tentu bukan dengan memperbanyak dosa, melainkan bagaimana Anda bisa menghindari kesalahan orang Farisi — menghindari menjadi orang yang merasa benar sendiri atas perbuatan baik diri sendiri sehingga tidak mampu melihat kasih karunia Tuhan?
• Bacalah kembali semua yang dilakukan wanita ini kepada Yesus. Dengan imajinasi Anda, sebagai pengamat, atau bahkan membayangkan diri Anda sebagai Yesus, bagaimana perasaan Anda? Tindakan apa dari wanita ini yang menyentuh hati Anda? Mengapa?
• Apa pandangan Anda tentang wanita yang membasuh kaki ini? Bagaimana ciuman hormat wanita ini kepada Tuhan Yesus dapat melambangkan sikap atau perilaku Anda terhadap Tuhan? Minyak wangi urapan dituangkan wanita ini tanpa peduli harga yang harus ia bayar, apakah bagi Anda mungkin melambangkan berapa tinggi harga yang Anda sedia bayar sebagai kurban persembahan kepada Tuhan? Ingatlah: semua ini melambangkan kasih yang kita persembahkan kepada Tuhan, yang seringkali berasal dan bermula dari pengalaman kita sendiri akan kasih Tuhan, ketika Roh Kudus mencurahkan kasih Tuhan ke dalam hati kita (Roma 5:5 「Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita」).
Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8
Renungan pemahaman Injil Lukas
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.