Tag Archives: Injil Lukas

Lukas 7:36-50 (2)

「Seorang wanita berdosa diampuni dosanya (2)」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 7:36-50 [TB2])
36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan dengannya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 37 Di kota itu ada seorang perempuan yang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38 la berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya sambil menangis, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya. la mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya, Jika la ini nabi, tentu la tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menyentuh-Nya ini. Tentu la tahu bahwa perempuan itu orang berdosa. 40 Lalu Yesus berkata kepadanya, Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu. Sahut Simon, Katakanlah, Guru. 41 Ada dua orang yang berutang kepada seorang yang membungakan uang. Yang seorang berutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak mampu membayar, ia menghapuskan utang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan lebih mengasihi dia? 43 Jawab Simon, Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan utangnya. Kata Yesus kepadanya, Betul pendapatmu itu. 44 Sambil berpaling kepada perempuan itu, la berkata kepada Simon, Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan air untuk kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tidak henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 47 Karena itu, Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab itu ia telah banyak mengasihi. Namun, orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia mengasihi. 48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu, Dosamu telah diampuni. 49 Orang-orang yang makan bersama Dia, mulai bertanya-tanya di antara mereka, Siapakah la ini, sehingga la dapat mengampuni dosa? 50 Yesus berkata kepada perempuan itu, Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan damai!

Dalam 7:41-42, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan untuk membela diri-Nya, tentang dua orang yang berutang. Utang mereka masing-masing kira-kira sebesar dua bulan dan dua puluh bulan gaji. Titik balik dalam kisah ini adalah bahwa si kreditur akhirnya mengampuni keduanya, dan jumlah yang diampuni sebanding dengan besarnya rasa syukur dan kasih mereka. Perumpamaan ini dengan jelas membandingkan Allah dengan si kreditur, dan utang dengan dosa. Orang Farisi berutang lebih sedikit, sementara perempuan itu berutang lebih banyak. Allah bersedia mengampuni mereka yang berutang kepada-Nya — yaitu, dosa — dan kasih karunia anugerah-Nya kepada umat manusia melampaui apa yang dapat dipikirkan manusia. Yesus bersedia menerima, itu adalah anugerah Allah, inilah yang sungguh perlu diketahui oleh Simon, tuan rumah perjamuan itu, seseorang yang memahami luasnya pengampunan Allah akan melakukan respons kasih. Ketika Yesus bertanya kepada Simon, siapa di antara keduanya yang memiliki kasih yang lebih besar, Simon memberikan jawaban yang benar. Meskipun Simon menjawab dengan benar, ini tidak berarti ia memahami makna yang lebih dalam dari perumpamaan tersebut. Yesus kemudian menerapkan perumpamaan itu pada situasi tersebut, membandingkan tindakan Simon dan perempuan itu, termasuk membasuh kaki Yesus, mencium-Nya, dan mengurapi-Nya. Membasuh kaki belum tentu merupakan kewajiban tuan rumah, Simon tidak membasuh kaki Yesus tidak serta-merta berarti ia tidak sopan. Namun, tindakan perempuan itu membasuh kaki Yesus dengan air mata mengungkapkan kepedulian dan kasihnya kepada Yesus, bahkan lebih dari Simon, tuan rumah yang mengundang-Nya. Mencium merupakan tanda hormat dan persahabatan pada masa itu. Simon tidak memberikan penghormatan dengan mencium kepada Yesus, sementara perempuan itu mencium kaki-Nya, menunjukkan bahwa ia lebih menghormati Yesus daripada Simon. Demikian pula, Simon orang Farisi tidak mengurapi kepala Yesus; ini bukanlah sesuatu yang wajib dilakukan oleh tuan rumah, melainkan sebuah isyarat rasa hormat yang besar. Penggunaan minyak wangi termahal oleh perempuan itu untuk mengurapi kaki Yesus mengungkapkan kasihnya yang tanpa syarat dan tanpa pamrih kepada Yesus. Kesimpulannya, menurut perumpamaan yang Yesus gunakan, tindakan perempuan itu berawal dari iman dirinya akan pengampunan dan membawakan keluar ungkapan kasih dalam tindakan.
Terakhir, Yesus menggunakan perumpamaan ini kepada perempuan itu. Kasih yang diungkapkannya membuktikan bahwa ia telah menerima pengampunan Yesus. Tuhan menyatakan secara terbuka bahwa dosa-dosanya telah diampuni dan memuji bahwa di balik respons kasihnya terdapat iman dirinya kepada Yesus sebagai Tuhan yang Maha Pengampun. Sebaliknya, orang-orang Farisi yang merasa benar diri sendiri dan mereka yang meragukan otoritas pengampunan Yesus tidak dapat mengalami pengampunan dan pujian dari Tuhan Yesus.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Apakah Anda selalu dianggap baik oleh orang lain? Jika sedikit pengampunan yang Anda pernah alami, mungkin karena sebelum percaya kepada Tuhan Anda adalah orang baik, apakah itu berarti Anda kurang mengasihi Tuhan? Jawabannya tentu bukan dengan memperbanyak dosa, melainkan bagaimana Anda bisa menghindari kesalahan orang Farisi — menghindari menjadi orang yang merasa benar sendiri atas perbuatan baik diri sendiri sehingga tidak mampu melihat kasih karunia Tuhan?
• Bacalah kembali semua yang dilakukan wanita ini kepada Yesus. Dengan imajinasi Anda, sebagai pengamat, atau bahkan membayangkan diri Anda sebagai Yesus, bagaimana perasaan Anda? Tindakan apa dari wanita ini yang menyentuh hati Anda? Mengapa?
• Apa pandangan Anda tentang wanita yang membasuh kaki ini? Bagaimana ciuman hormat wanita ini kepada Tuhan Yesus dapat melambangkan sikap atau perilaku Anda terhadap Tuhan? Minyak wangi urapan dituangkan wanita ini tanpa peduli harga yang harus ia bayar, apakah bagi Anda mungkin melambangkan berapa tinggi harga yang Anda sedia bayar sebagai kurban persembahan kepada Tuhan? Ingatlah: semua ini melambangkan kasih yang kita persembahkan kepada Tuhan, yang seringkali berasal dan bermula dari pengalaman kita sendiri akan kasih Tuhan, ketika Roh Kudus mencurahkan kasih Tuhan ke dalam hati kita (Roma 5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita).


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 7:36-50

「Seorang wanita berdosa diampuni dosanya (1)」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 7:36-50 [TB2])
36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan dengannya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan. 37 Di kota itu ada seorang perempuan yang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi. 38 la berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya sambil menangis, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya. la mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya, Jika la ini nabi, tentu la tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menyentuh-Nya ini. Tentu la tahu bahwa perempuan itu orang berdosa. 40 Lalu Yesus berkata kepadanya, Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu. Sahut Simon, Katakanlah, Guru. 41 Ada dua orang yang berutang kepada seorang yang membungakan uang. Yang seorang berutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh. 42 Karena mereka tidak mampu membayar, ia menghapuskan utang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan lebih mengasihi dia? 43 Jawab Simon, Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan utangnya. Kata Yesus kepadanya, Betul pendapatmu itu. 44 Sambil berpaling kepada perempuan itu, la berkata kepada Simon, Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan air untuk kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. 45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tidak henti-hentinya mencium kaki-Ku. 46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi. 47 Karena itu, Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab itu ia telah banyak mengasihi. Namun, orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia mengasihi. 48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu, Dosamu telah diampuni. 49 Orang-orang yang makan bersama Dia, mulai bertanya-tanya di antara mereka, Siapakah la ini, sehingga la dapat mengampuni dosa? 50 Yesus berkata kepada perempuan itu, Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan damai!

Yesus menerima undangan orang Farisi untuk makan di rumah mereka menunjukkan bahwa Yesus terbuka bagi semua orang. Perjamuan di mana Ia diundang, kemungkinan besar merupakan pertemuan umum. Ia diundang kemungkinan karena orang Farisi menganggapnya seorang nabi (7:39 Jika la ini nabi, tentu la tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menyentuh-Nya ini. Tentu la tahu bahwa perempuan itu orang berdosa), dari pandangan orang Farisi tentang orang berdosa, jelas mereka percaya Yesus tahir bersih, oleh sebab itu barulah mengundang Yesus. Ada contoh lain dalam Injil Lukas di mana orang Farisi mengundang Yesus makan (11:37 dan 14:1), dicatat bahwa setiap kali Yesus menegur tuan rumah yang mengundang-Nya.

Tokoh utama dalam bagian ini adalah seorang perempuan. Namanya tidak disebutkan, tetapi ia dicatat bahwa ia adalah seorang berdosa, tanpa menjelaskan hakikat dosanya. Jelas, perempuan ini datang khusus untuk menemui Yesus, berdasarkan ajaran-ajaran-Nya sebelumnya. Lukas dengan cermat menggambarkan tindakan perempuan itu; setiap gerakan mengungkapkan kerendahan hati dan kesetiaan kepada Yesus. Air matanya melambangkan emosi batin, kemungkinan sukacita karena memiliki kesempatan untuk melayani Yesus. Tindakannya mencium kaki Yesus dan mengurapi-Nya dengan minyak wangi mengungkapkan rasa hormat yang mendalam. Orang-orang Farisi, yang mengundang Yesus makan, langsung meragukan kualifikasi kenabian Yesus, percaya bahwa jika Ia seorang nabi pasti mengetahui hakikat sejati perempuan itu. Tindakan perempuan itu menyinggung orang-orang Farisi karena ia adalah seorang pendosa yang telah menajiskan Yesus dengan menyentuh-Nya. Namun, reaksi Yesus menunjukkan penerimaan-Nya terhadap perempuan itu, dan justru reaksi inilah yang menyinggung orang-orang Farisi. Di ayat 7:39, Simon mempertanyakan apakah Yesus seorang nabi, tetapi pertanyaan ini langsung terjawab setelah ayat 7:40. Tuhan Yesus tidak hanya mengetahui siapa wanita itu, tetapi juga mengetahui apa yang dipikirkan Simon, membuktikan bahwa Dia adalah seorang Nabi.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Orang Farisi dalam catatan perikop ini entah adalah musuh atau teman, Yesus menerima undangan mereka. Apakah Anda sudah membuka diri bagi kerabat atau teman yang belum beriman? Mengapa? Tanpa kesempatan ini, bisa jadi cukup sulit untuk membawakan pengaruh kepada mereka atau mengharapkan mereka untuk bertobat, sering kali, orang Kristen sibuk di gereja dan terkadang lupa bahwa kita sibuk juga adalah bagi mereka yang belum bergabung dengan gereja.
• Perempuan dalam catatan ini tidak peduli apa yang dipikirkan oleh orang lain tentang dirinya, dan dengan bebas mengungkapkan rasa hormat dan kasihnya kepada Yesus. Apakah orang lain melihat kasih yang begitu besar kepada Tuhan dalam diri Anda? Mengapa? Atau apakah Anda sembunyikan? Apakah ada yang Anda khawatirkan? Sekarang, curahkan rasa hormat dan kasih Anda kepada-Nya! Bayangkan sebuah cara untuk mengasihi dan menghormati-Nya, menggabungkannya dengan Alkitab dan kecintaan Anda kepada-Nya.
• Pandangan orang Farisi tentang tahir kudus adalah tentang menjaga tahir bersihnya diri mereka sendiri dan menarik garis pemisah antara diri mereka dan yang najis, bukan tentang menjaga tahir bersihnya diri mereka demi bersiap untuk bersentuhan dengan yang najis. Alkitab mengajarkan untuk terlibat dalam dunia namun tidak menjadi bagian darinya, agar kita dapat bersaksi di antara mereka yang tidak mengenal Tuhan. Bagaimana Anda menarik garis pemisah? Dengan menjaga garis pemisah Anda dari dunia sambil tetap melayani mereka yang ada di dalamnya. Saya pernah mendengar seorang profesor seminari berkata bahwa ia akan menyimpan asbak di rumahnya, meskipun ia sendiri tidak merokok, tetapi ia akan mengizinkan orang-orang yang tidak percaya dan kerabatnya untuk merokok di rumahnya sebagai cara menunjukkan penerimaan atas diri mereka.


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 7:31-35

「Reaksi orang-orang terhadap Yesus dan Yohanes」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 7:31-35 [TB2])
31 Kata Yesus, Dengan apakah akan Kuumpamakan orang-orang zaman ini dan dengan apakah mereka dapat disamakan? 32 Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan:
………Kami meniup seruling bagimu, tetapi
………………kamu tidak menari,
………kami menyanyikan kidung duka,
………………tetapi kamu tidak menangis.
33 Sebab, Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: la kerasukan setan. 34 Kemudian Anak Manusia datang, la makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, la seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. 35 Namun, hikmat itu dibenarkan oleh semua orang yang menerima-Nya.

Sama seperti akhir jawaban Yesus kepada murid-murid yang diutus Yohanes, Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku! Yohanes Pembaptis dan Yesus memiliki gaya yang berbeda — Yohanes Pembaptis di padang gurun, Yesus di antara orang-orang — tetapi keduanya ditolak oleh beberapa tokoh agama. Alasan penolakan tersebut bukanlah gaya pelayanan mereka, melainkan penolakan terhadap pesan mereka. Di sini, Yesus menggunakan sebuah perumpamaan untuk menyindir dan menjelaskan mengapa orang Farisi dan ahli Taurat menolak baptisan Yohanes, dan tentu saja, mereka juga akan menolak pesan Yesus; mereka telah berpaling dari kehendak Allah (ayat 30, orang orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka dengan tidak memberi diri dibaptis oleh Yohanes).

Yesus menyamakan para tokoh agama yang menolak pesan-pesan-Nya serta Yohanes sebagai orang-orang zaman ini. Bahkan, Lukas mencatat bahwa Yesus dan kelak para rasul memiliki pandangan negatif terhadap generasi ini (9:41; 11:29-32; Kis. 2:40), terutama karena generasi ini mewarisi dosa membunuh para nabi dan menumpahkan darah mereka yang tak berdosa (11:50-51), dan yang lebih parah lagi, mereka menolak Anak Manusia (17:25), menjadikan mereka lebih buruk daripada generasi Israel yang terhilang dalam Ulangan (Ulangan 1:35; 32:5, 20). Tentu saja, tidak semua orang di generasi ini menanggapi dengan menolak Allah; misalnya, banyak pemungut cukai secara sukarela merendahkan diri dan mengakui dosa-dosa mereka. Ironisnya, mereka seringkali berasal dari kelas bawah masyarakat, sementara para tokoh agama, yang fasih dalam hukum Taurat, malah menjadi garda terdepan dalam menentang Yesus.

Oleh karena itu, dalam perumpamaan ini, Yesus bertanya, dengan apakah mereka dapat disamakan? Ia sengaja menghindari menyebut semua orang sebagai kamu angkatan yang jahat, melainkan menantang para pendengarnya untuk tidak berdiri bersama angkatan mereka yang jahat, melainkan untuk menerima pesan Yesus. Ahli Taurat dan orang Farisi diumpamakan anak-anak karena mereka bersikeras pada aturan mereka sendiri, menuntut orang lain untuk menuruti — kapan harus menari untuk pesta pernikahan, kapan harus menangis untuk pemakaman. Namun, mereka yang mengikuti Yohanes dan Yesus adalah anak-anak hikmat karena mereka melihat apa yang dilakukan keduanya, meneguhkan bahwa zaman Mesias telah tiba, dan karena itu bersedia untuk bertobat dan taat (8:21 Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya). Ketaatan dan transformasi mereka membuktikan palsu atau aslinya hikmat. Hikmat itu dibenarkan oleh semua orang yang menerima-Nya (ayat 35); dalam bahasa Inggris But wisdom is proved right by all her children (tetapi hikmat terbukti benar oleh semua anaknya).

Oleh karena itu, kejahatan generasi ini bukan hanya tentang menolak wahyu Allah, tetapi juga tentang memaksakan aturan-aturannya sendiri. Mereka menolak menerima seorang nabi yang tidak makan roti maupun minum anggur di padang gurun, dan lebih suka menggambarkan disiplin diri Yohanes sebagai kerasukan setan; mereka juga menolak menerima Yesus, Juruselamat yang rendah hati, tinggal di antara manusia dan menerima orang berdosa, dan bersikeras menggambarkan-Nya sebagai seorang yang rakus. Mereka ingin memutarbalikkan pesan Allah agar sesuai dengan metode yang mereka sukai, termasuk mengharapkan seorang mesias politik tingkat tinggi untuk memerintah Israel bersama mereka, alih-alih seorang mesias yang rendah hati, lemah lembut, dan menderita.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Kecaman Yesus terhadap generasi itu juga merupakan tantangan bagi setiap generasi. Hari ini sudahkah Anda memilih berdiri di pihak mana? Mengapa? Apa yang Anda coba hindari dan lawan, dan apa yang Anda perjuangkan agar Anda dapat berdiri di pihak Allah?
• Tuduhan Yesus terhadap generasi itu menunjukkan bahwa penghakiman Allah melampaui tingkat individu dan mencakup kolektif. Hidup di generasi ini, kita tidak hanya harus menghindari pengaruh, tetapi diam atau pasrahnya kita juga berkontribusi pada kejahatan generasi ini, dan kita mungkin, sampai batas tertentu, bertanggung jawab atas dosa-dosa mereka. Selain berdiri di pihak Allah, bagaimana kita dapat secara aktif bertanggung jawab atas generasi ini melalui doa yang hening dan memohon bimbingan-Nya?
• Dosa para tokoh agama bukan sekadar hanya terletak pada penolakan mereka terhadap Anak Manusia, tetapi juga pada egosentrisme mereka yang mendasarinya — keinginan mereka untuk memanipulasi wahyu Allah demi kesenangan dan keuntungan mereka sendiri. Hal ini menggambarkan perbedaan mendasar antara wahyu dan agama: wahyu menuntut ketaatan, sementara agama dapat menjadi alat bagi mereka yang berkuasa. Kekristenan pada hakikatnya adalah wahyu; meskipun mengandung kata agama, itu adalah gelar yang diberikan oleh orang lain. Jika Anda memegang peran kepemimpinan di gereja atau kelompok agama lain saat ini, bagaimana Anda dapat menghindari menjadi seperti orang Farisi dan ahli Taurat, yang menetapkan aturan Anda sendiri untuk melakukan apa yang Anda sukai, alih-alih apa yang menyenangkan Allah?


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 7:24-30

「Yohanes Pembaptis di mata Yesus」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 7:24-30 [TB2])
24 Setelah utusan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes, Untuk apa kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan anginkah? 25 Atau untuk apa kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian haluskah? Orang yang berpakaian indah dan hidup mewah, tempatnya di istana raja. 26 Jadi, untuk apa kamu pergi? Melihat nabikah? Benar, Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. 27 Tentang dialah ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. 28 Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripada dia. 29 Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah dengan memberi diri dibaptis oleh Yohanes. 30 Namun, orang orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka dengan tidak memberi diri dibaptis oleh Yohanes.

Yesus jarang memuji Yohanes Pembaptis. Sama seperti Yohanes yang mencari konfirmasi akan identitas Yesus, Yesus juga meneguhkan Yohanes di hadapan orang banyak. Ia menggunakan tiga pertanyaan untuk mengungkapkan penilaiannya terhadap Yohanes. Pergi ke padang gurun melambangkan penerimaan wahyu ilahi; buluh yang digoyangkan angin merupakan fenomena umum, dan tak seorang pun akan menempuh jarak sejauh itu ke padang gurun hanya demi alasan melihat buluh yang digoyangkan angin. Jawaban yang jelas ini membuka jalan bagi pertanyaan kedua: Jadi, untuk apa kamu pergi? Apa yang harus dicari? Mereka yang berpakaian halus, yang berpakaian indah dan hidup mewah adalah tokoh-tokoh bangsawan yang tinggal di istana, menyiratkan sindiran atas penindasan Herodes (13:32 Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: …). Deskripsi pakaian ini mengingatkan kita pada pakaian Yohanes yang sederhana dan kehidupannya di padang gurun. Karena tujuan pergi ke padang gurun bukan untuk melihat orang-orang istana, Yesus sendiri menjawab pertanyaan ketiga: untuk melihat Yohanes Pembaptis. Ini berarti bahwa orang-orang, di bawah penindasan politik, berkumpul di padang gurun, menerima wahyu ilahi dan jalan keluar melalui Yohanes Pembaptis. Namun, apa peran dan tempat yang ia mainkan dalam sejarah keselamatan Allah?

Ayat 26-27 … bahkan lebih daripada nabi. Tentang dialah ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.』」 Penilaian Yesus bahwa Yohanes Pembaptis jauh lebih dari sekadar nabi menggemakan nubuat dalam Lukas 1:76 engkau, hai anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi; karena engkau akan berjalan mendahului Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. Konteks Perjanjian Lama untuk nubuat ini adalah Keluaran 23:20 Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat (a messenger) berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan dan Maleakhi 3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. Konteks Keluaran menjelaskan bahwa orang yang membuka jalan ini sedang mempersiapkan masuknya bangsa Israel ke Tanah Perjanjian, yang melambangkan tongkat Musa; sementara Maleakhi berbicara tentang mempersiapkan jalan bagi Tuhan, untuk hari kedatangan Mesias, yang melambangkan kedatangan Elia yang kedua. Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis, dengan membuka jalan bagi Tuhan, mewarisi (melanjutkan) dua tokoh penting dari Perjanjian Lama.

Pujian yang tinggi bagi Yohanes sebagai Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes, karena ia hidup di era Mesianik dan apa yang ia lakukan bagi Tuhan. Ia adalah nabi terakhir yang membuka jalan bagi Mesias (Ibrani 1:1-2 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta), suatu kedudukan yang istimewa, dan penyerahan diri serta semua yang ia lakukan bagi Mesias sangat istimewa, melibatkan pengorbanan yang besar. Namun, dianggap yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripada dia, mengacu pada fakta bahwa Yohanes tidak hidup dalam zaman kekal berikutnya, era Kerajaan Allah di mana keselamatan Allah akan dialami hingga mencapai berkat tertinggi yang ultimat. Oleh karena itu, bahkan yang paling kecil sekalipun akan mengalami lebih berkelimpahan anugerah keselamatan tertinggi ini daripada yang dialami Yohanes pada zaman Yesus. Dengan demikian, pengakuan terhadap Yohanes di satu sisi menegaskan pengakuan atas misinya untuk membuka jalan bagi Mesias, menempatkannya pada posisi yang mulia dalam sejarah panjang pengutusan para nabi oleh Allah. Namun, perbandingan ini juga digunakan untuk menunjukkan berkat-berkat kerajaan kekal, yang jauh melampaui apa yang dapat kita alami dalam hidup di dunia ini.

Terakhir, disebutkan bahwa orang-orang biasa dan pemungut cukai menerima baptisan dan pengajaran Yohanes, menunjukkan pertobatan mereka, menerima perintah Allah atas kebenaran (yaitu, baptisan dan pengajaran Yohanes), dan mengakui ketidakbenaran diri mereka. Sebaliknya, orang Farisi dan ahli Taurat tidak menerima hal ini, menganggap diri mereka benar dan menolak kehendak Allah — yaitu, menolak sarana keselamatan yang telah Allah siapkan melalui Yohanes Pembaptis dan kemudian Yesus. Sungguh ironis bahwa orang-orang ini, yang paling memahami hukum Taurat, justru terpinggirkan dari keselamatan, sementara orang-orang berdosa yang mereka pandang rendah, yang dengan rendah hati mencari pertobatan, justru menjadi bagian dari lingkaran keselamatan. Sungguh sangat ironis.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Dengan menggunakan imajinasi dan pengetahuan Alkitab kita yang terbatas tentang surga, undanglah Tuhan untuk mengajak Anda dalam perjalanan melintasi Surga. Apa yang mungkin Anda lihat? Apa yang mungkin Anda alami? Apa yang mungkin Anda rasakan? Melalui latihan singkat ini, tanyakan kepada Tuhan pencerahan apa yang dapat Dia berikan dalam hidup Anda saat ini.
• Mengapa tokoh-tokoh agama kurang menerima ajaran Yesus dibandingkan orang biasa pada masa itu? Apa saja alasan mendalam yang perlu kita waspadai?
• Yesus mewartakan Injil Kerajaan Surga di bumi, bukan dengan menggunakan kuasa ilahi-Nya untuk mengubah lingkungan politik, melainkan dengan mengatasi masalah-masalah di hati manusia untuk pada akhirnya mengubah masyarakat. Ia tidak menghindar dari potensi ketidakadilan yang ditimbulkan oleh situasi politik, juga tidak menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan-Nya. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari teladan Yesus di bumi ketika menghadapi berbagai sistem politik dan ketidakadilan sosial?


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 7:18-23

「Identitas Mesias dari Yesus Kristus」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 7:18-23 [TB2])
18 Ketika Yohanes diberitahu tentang semua peristiwa itu oleh murid-muridnya, ia memanggil dua orang dari antaranya 19 dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan, Engkaukah Dia yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang yang lain? 20 Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata, Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu; Engkaukah Dia yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang yang lain? 21 Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan la mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta. 22 Lalu Yesus menjawab mereka, Pergilah, dan beritahukanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, penderita penyakit kulit yang menajiskan ditahirkan, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. 23 Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.

Yohanes Pembaptis, yang muncul dalam bagian ini, tampaknya mempertanyakan identitas Yesus sebagai Mesias dan mencari konfirmasi. Hal ini tidak sulit dipahami. Pertama, Yohanes telah dipenjara, dan pengetahuannya tentang Yesus terbatas pada informasi yang disampaikan oleh murid-muridnya, yang Lukas gambarkan sebagai semua peristiwa itu, setidaknya mereka yang ada di pasal 7:1-17. Kedua, Yohanes mungkin tahu bahwa hari-harinya telah dihitung dan sangat menginginkan konfirmasi bahwa Yesus memang Sang Mesias, setelah menyelesaikan pekerjaan perintisnya. Ketiga, mungkin juga murid-murid Yohanes membutuhkan konfirmasi dan dengan demikian mendesaknya untuk mencari Yesus. Terakhir, beberapa ahli Alkitab berpendapat bahwa pelayanan Mesianik Yesus melibatkan pergaulan dengan orang banyak, baik yang kaya dan berkuasa maupun yang miskin dan berdosa yang terpinggirkan; Yesus ada di antara mereka semua. Hal ini sangat kontras dengan khotbah Yohanes Pembaptis tentang Tuhan di padang gurun. Mengikuti logika ini, pertanyaan Yohanes mungkin bukan meragukan identitas Yesus, melainkan ingin tahu bagaimana Mesias menampilkan diri dan menyelamatkan bangsa Israel.

Penulis Injil Lukas mengulangi pertanyaan Yohanes (ayat 19) kata demi kata melalui perkataan murid-muridnya (ayat 20 Engkaukah Dia yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang yang lain?), dengan tujuan mendorong pembaca untuk menanyakan pertanyaan yang sama dan menjadikannya sebagai fokus dari perikop ini. Sebelum Yesus menjawab, Lukas memberikan konteks tambahan Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan la mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta, frasa pada saat itu dalam teks bahasa asli tidak merujuk pada jam tertentu, melainkan pada waktu yang sama, yang merangkum tindakan-tindakan Yesus baru-baru ini. Namun, ringkasan ini dipilih dengan cermat, termasuk fakta bahwa segala penyakit merujuk pada penyakit umum, sementara penderitaan mungkin merujuk pada wabah penyakit yang menyakitkan atau penganiayaan (lihat ITL bala, KJV plagues), berbeda dengan kerasukan roh jahat.

Jawaban-jawaban Yesus merujuk pada mukjizat dan penyembuhan yang dapat disaksikan dan didengar oleh kedua saksi, orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, penderita penyakit kulit yang menajiskan ditahirkan, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik, mencakup kebangkitan orang mati di pasal 7. Rangkaian peristiwa ini semuanya merujuk pada perikop-perikop Mesianik dalam Yesaya (Yesaya 35:5-6; 26:19; 29:18-19; 61:1). Peristiwa-peristiwa ini menunjukkan bahwa sebuah era baru sedang berlangsung (Yesaya 35:5-6), yang dimulai oleh kedatangan Mesias. Ini menandakan campur tangan Yesus, Anak Allah, dalam sejarah manusia, menjadi puncak wahyu Allah, dan terhubung dengan janji-janji dalam Perjanjian Lama, yang menunjuk pada pengharapan ultimat.

Kesimpulan akhir Yesus sangat menarik,Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.; ini adalah berkat, serupa dengan Khotbah di Dataran dalam pasal 6, tetapi ini menunjukkan inti dari berkat Yesus. Siapa pun yang berharap membangun hubungan dengan Tuhan dan menerima perkenanan serta berkat-Nya tidak boleh membiarkan nama Yesus menjadi penghalang atau batu sandungan. Respons seseorang kepada Yesus sering kali menentukan apakah mereka dapat membangun hubungan dengan Tuhan dan apakah mereka akan menghadapi berkat atau penghakiman-Nya.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Mencari konfirmasi di hadapan Tuhan bukanlah ketidakpercayaan atau dosa. Pencarian Yohanes Pembaptis akan konfirmasi mengingatkan kita pada Teofilus dalam pengantar Injil Lukas, di mana penulisnya mendorongnya untuk supaya engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar (1:4). Apakah Anda ingin memastikan kehendak Tuhan bagi Anda hari ini, atau mempelajari lebih lanjut tentang sifat-sifat Tuhan dan karya-Nya dalam hidup Anda? Bagikan pertanyaan Anda sendiri dengan Tuhan sekarang!
• Sambil merenungkan peperangan, penyakit, dan penderitaan dunia saat ini, bacalah perlahan-lahan mukjizat, penyembuhan, dan pembebasan yang tercantum dalam ayat-ayat perikop ini. Semua ini adalah awal dari Kerajaan Allah yang kekal, yang menunjuk ke masa depan langit dan bumi yang baru. Berdoalah dengan bebas sesuai dengan dorongan Roh Kudus.
• Sehebat apa pun prestasi, kebijaksanaan, atau kekayaan seseorang, hal terpenting dalam hidup mereka adalah respons mereka terhadap Yesus. Anda mungkin sudah percaya, tetapi kita harus tetap belajar setiap hari untuk tidak merasa malu akan nama Yesus, melainkan bersukacita menjalaninya — itulah berkat sejati. Marilah kita juga berdoa bagi orang-orang di sekitar kita yang belum mengenal Yesus, kiranya mereka memiliki respons yang indah terhadap nama Yesus dan mengalami berkat Tuhan.


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 7:11-17 (2)

「Mukjizat membangkitkan orang mati (2)」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 7:11-17 [TB2])
11 Segera setelah itu Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong pergi bersama Dia. 12 Setelah la dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu la berkata kepadanya, Jangan menangis! 14 Sambil menghampiri usungan itu la menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, la berkata, Hai anak muda, Aku berkata kepadamu: Bangkitlah! 15 Orang itu pun bangun dan duduk serta mulai berkata-kata, lalu Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata, Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya. 17 Lalu tersebarlah kabar tentang Yesus di seluruh tanah orang Yahudi dan di seluruh daerah sekitarnya.

Mukjizat kebangkitan yang dilakukan oleh Elia sangat mirip dengan mukjizat kebangkitan yang dilakukan oleh Yesus: Elia berseru kepada Allah sebagai Tuhan (LORD, 1 Raja-raja 17:21 Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya), dan Injil Lukas di ayat 13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, menyebut Yesus sebagai Tuhan. Hubungan ini penting, secara halus menggambarkan keilahian Yesus, karena sebelum kebangkitan Yesus, hanya Lukas dalam Injil Sinoptik yang menggunakan Tuhan (Κύριος Kyrios Lord) untuk merujuk kepada Yesus (10:1, 39, 41; 11:39; 12:12a; 13:15; 17:5, 6; 18:6; 19:8a; 22:61). Lebih lanjut, frasa dalam ayat 15, lalu Yesus menyerahkannya kepada ibunya, sama dengan yang dilakukan Elia (1 Raja-raja 17:23 Lalu Elia memberikannya kepada ibunya). Penulis Injil Lukas ingin kita menghubungkan Tuhan Yesus dengan Elia dan Elisa; pasal 7 adalah klimaksnya, tetapi di sepanjang pelayanan di Galilea, dari pasal 4 sampai 9, kita melihat tipologi ini (type, tokoh, peristiwa, atau benda di Perjanjian Lama, yang berfungsi sebagai bayangan awal yang merujuk kepada penggenapan di Perjanjian Baru/”anti-tipe”). Fungsi utama dari tipologi ini adalah untuk menanggapi Lukas 4:18 「『… Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, … Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya kutipan Yesus dari Kitab Yesaya, yang menyebutkan Elia sebagai nabi yang diurapi. Pelayanan Elia dan Elisa, dalam hal mukjizat dan kuasa penyembuhan, melampaui nabi-nabi Perjanjian Lama pada umumnya dan sangat mirip dengan pelayanan Yesus. Pengulangan dan transendensi Yesus atas mukjizat dan penyembuhan Elia dan Elisa memungkinkan kita untuk mengaitkan-Nya dengan Mesias yang dinubuatkan (24:19 Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.). Terakhir, kedua pelayanan mereka melibatkan pertolongan kepada orang-orang non-Yahudi, sehingga Lukas juga bermaksud untuk menunjukkan bahwa keselamatan Yesus sebagai Mesias akan menjangkau orang-orang non-Yahudi, dan bahkan kepada segala bangsa (Kisah Para Rasul 1:8).

Sebelum bagian ini berakhir, penulis Injil Lukas mencatat di ayat 17 reaksi orang banyak terhadap mukjizat yang Yesus lakukan, Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata, Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya』」 . Mereka memuliakan Allah, dan gelar nabi besar menunjukkan bahwa mereka menyadari bahwa pekerjaan Yesus melampaui pekerjaan Elia. Allah telah melawat umat-Nya merujuk pada kehadiran Allah, Lukas sering menggunakan kata ini untuk menggambarkan kehadiran Mesias (1:68; 78; Kis. 15:14), menunjukkan bahwa Allah mengutus Yesus untuk berbelas kasihan murah hati kepada mereka, terutama mereka yang terabaikan dan terpinggirkan dalam masyarakat.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Bagian ini membangkitkan ingatan orang Yahudi tentang Elia, dan pernah keliru menganggap Yesus sebagai kedatangan Elia yang kedua. Faktanya, baik Elia maupun Yohanes mempersiapkan Yesus untuk menjadi Mesias. Kedatangan Elia yang kedua sebenarnya adalah Yohanes Pembaptis; keduanya membuka jalan bagi Yesus. Allah kita menggunakan gambaran tipologi, melalui orang-orang dan hal-hal yang familiar dalam pengenalan kita, untuk memampukan kita memahami hal-hal yang belum kita pahami. Pertimbangkan pertanyaan yang belum sepenuhnya Anda pahami, seperti surga atau pahala, lalu jelajahi dan bayangkan hal itu di hadapan Tuhan berdasarkan wahyu yang jelas yang diberikan Alkitab kepada kita. Bagikan pemikiran Anda dengan Tuhan dan undanglah Dia untuk menikmati prosesnya bersama Anda, tanpa terpaku pada apakah ada jawabannya.
• Lukas sering menggunakan frasa orang banyak itu takjub untuk menggambarkan reaksi orang-orang terhadap tindakan Tuhan. Kapan terakhir kali Anda takjub akan Tuhan? Apa alasannya? Bagaimana kabar Anda sekarang? Apakah Anda sudah begitu terbiasa dengan lingkungan Kristen sehingga Anda tidak lagi merasa takjub?
• Tuhan Yesus menunjukkan bahwa hakikat hukum Taurat adalah kasih, yang melampaui aturan-aturan agamis manusia. Pelajaran atau pencerahan apa yang dibawakan hal ini kepada Anda? Mengapa?


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 7:11-17 (1)

「Mukjizat membangkitkan orang mati (1)」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 7:11-17 [TB2])
11 Segera setelah itu Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong pergi bersama Dia. 12 Setelah la dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. 13 Ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu la berkata kepadanya, Jangan menangis! 14 Sambil menghampiri usungan itu la menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, la berkata, Hai anak muda, Aku berkata kepadamu: Bangkitlah! 15 Orang itu pun bangun dan duduk serta mulai berkata-kata, lalu Yesus menyerahkannya kepada ibunya. 16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata, Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita, dan Allah telah melawat umat-Nya. 17 Lalu tersebarlah kabar tentang Yesus di seluruh tanah orang Yahudi dan di seluruh daerah sekitarnya.

Mukjizat ini, bersama dengan mukjizat penyembuhan sebelumnya, dapat dilihat sebagai pasangan. Kuncinya adalah bahwa dua orang secara bersamaan menjadi kesaksian kuasa Yesus, memenuhi syarat orang Yahudi akan dua kesaksian. Melalui persamaan dan perbedaan yang kontras, hal itu menyajikan identitas Yesus dan kuasa penyelamatan-Nya secara lebih komprehensif. Pertama, kedua orang yang mencari pertolongan berada dalam keadaan sangat tidak berdaya, karena orang sakit dan orang yang mencari pertolongan memiliki hubungan yang dekat, dan sekarang, terlebih lagi, seorang janda akan kehilangan anak tunggalnya. Kedua, Yesus menunjukkan belas kasihan tidak hanya kepada perwira yang berkuasa tetapi juga kepada janda miskin ini. Ketiga, susunan mukjizat ini berbeda dari yang sebelumnya, tidak hanya menunjukkan kuasa Yesus tetapi juga menunjuk pada identitas-Nya, karena dialog berikutnya antara Yesus dan Yohanes mengisyaratkan identitas-Nya. Keempat, aktor (protagonis) dari kedua mukjizat ini pertama-tama adalah seorang pria dan kemudian seorang wanita, yang menggambarkan bahwa keselamatan Yesus tidak mengenal gender atau status sosial.
Perikop ini dimulai dengan adegan yang mengharukan: seorang perempuan tua yang meratapi anak laki-laki yang masih muda, meninggalkan gerbang kota untuk menguburkan anak tunggalnya itu. Perempuan tua ini adalah seorang janda. Mungkin penulis Injil Lukas, ketika mencatat mukjizat ini, sudah memiliki informasi latar belakang yang lengkap, atau mungkin ia hanya mengamati ketidakhadiran seorang suami dalam prosesi pemakaman dan dengan demikian menyimpulkan bahwa perempuan itu janda. Dalam masyarakat patriarkat pada masa itu, para janda biasanya tidak memiliki status dan kekuatan ekonomi, termasuk dalam lapisan masyarakat yang lebih rendah dan menjadi terpinggirkan. Deskripsi penulis Injil Lukas tentang banyaknya orang yang menemaninya ke pemakaman menunjukkan bukan karena ia memiliki banyak teman, melainkan bahwa situasi tragisnya menuai simpati yang luas. Jika manusia memiliki belas kasih seperti itu, betapa lebih lagi seharusnya Tuhan kita? Oleh karena itu, ayat 13 menggambarkan belas kasih Yesus kepadanya. Tidak seperti mukjizat sebelumnya, Yesus campur tangan dalam kesedihannya tanpa sang janda memohon. Perintah Yesus untuk tidak menangis bukanlah kurangnya empati, melainkan indikasi bahwa Ia akan membalikkan keadaan, mengubah kesedihan menjadi sukacita. Jika Yesus tidak memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan menyelamatkan, perintah Jangan menangis akan menjadi kejam dan tidak manusiawi. Bagi seorang Yahudi, tindakan penyelamatan Yesus akan mengerikan karena Ia menyentuh mayat secara langsung (ayat 14), Ia melanggar tuntutan Hukum Penyucian. Namun, di bawah prinsip belas kasihan dan kasih, tuntutan hukum ini menjadi hal yang sekunder. Dalam mukjizat Yesus membangkitkan pemuda itu dari kematian, patut dicatat bahwa pria itu dapat berbicara, yang membuktikan kebangkitannya. Lebih lanjut, Yesus menghidupkannya kembali dengan perintah sederhana (ayat 14 Hai anak muda, Aku berkata kepadamu: Bangkitlah!). Dibandingkan dengan upaya Elia (1 Raja-raja 17:21) atau berbagai upaya Elisa (2 Raja-raja 4:31, 34-35), kuasa Yesus unik dan berada pada tingkat yang berbeda.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Dalam perikop sebelumnya, penyembuhan dimulai permohonan inisiatif orang yang memiliki iman; kali ini, Yesus, Tuhan yang penuh belas kasihan, yang mengambil inisiatif. Apa artinya ini bagi Anda? Berdirilah dengan tenang di hadapan Tuhan dan mohonkan belas kasihan-Nya, karena Dia adalah Allah yang berkuasa yang secara aktif menunjukkan belas kasihan kepada manusia.
• Yesus berkata, Jangan menangis. Apakah Anda merasakan panggilan Tuhan di hati Anda? Apakah Anda terkadang merasa bahwa Allah kita tidak memahami kita, atau bahwa Tuhan memiliki perspektif yang berbeda? Dengan berani sampaikan tangisan Anda di hadapan Tuhan, dan perhatikan kemungkinan respons-Nya. Sekalipun tidak ada respons, menangislah sejenak!
• Banyak gereja dianggap kelas menengah, dan saya tidak bermaksud menyinggung gereja mana pun, tetapi apakah ini berarti Injil tidak memiliki banyak kesempatan untuk menjangkau kelas bawah atau kelompok terpinggirkan? Mari kita doakan mereka sekarang, dan ikuti belas kasihan Tuhan untuk membantu mereka yang membutuhkan.


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 7:1-10

「Teladan iman seorang perwira」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 7:1-10 [TB2])
1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang-orang itu, masuklah la ke Kapernaum. 2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. 3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia mengutus beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta Dia datang dan menyembuhkan hambanya. Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya, la layak Engkau tolong, 5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang membangun rumah ibadat untuk kami. 6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika la tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya, Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumah-ku. Sebab itu, aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi, katakan saja sepatah kata, dan hambaku itu akan sembuh. Sebab, aku sendiri orang yang ditempatkan sebagai bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi! maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang! maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini! maka ia mengerjakannya. Mendengar perkataan itu, Yesus heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, la berkata, Aku berkata kepadamu: Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel! 10 Setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, mereka mendapati hamba itu telah sehat kembali.

Fokus mukjizat-mukjizat dalam 7:1-10 berbeda dari mukjizat-mukjizat sebelumnya (seperti 4:33-41; 5:12-26). Mukjizat-mukjizat itu tidak lagi menyingkapkan identitas dan otoritas Tuhan Yesus, melainkan iman para penerimanya. Lebih lanjut, para penerima mukjizat ini bergeser dari orang-orang dengan status sosial rendah dan latar belakang Yahudi menjadi orang non-Yahudi yang sebelumnya tidak terlihat. Pada zaman itu seorang perwira memimpin sekitar 100 orang, menikmati penghasilan yang besar. Para perwira biasanya bukan orang Yahudi; perwira yang disebutkan di sini kemungkinan besar adalah seorang non-Yahudi. Ia datang kepada Tuhan Yesus untuk meminta bantuan karena nyawa hambanya dalam bahaya. Ia tidak mendekati Yesus secara pribadi, mungkin karena ia percaya bahwa status non-Yahudinya tidak layak untuk memohon langsung kepada Yesus. Sebaliknya, ia mencari bantuan dari tua-tua Yahudi. Tua-tua ini datang kepada Yesus dan meyakinkan-Nya bahwa perwira itu layak menerima bantuan, yang mengungkapkan kemurahan hatinya yang mendalam kepada orang-orang Yahudi.
Ayat 7:6-7 menggambarkan bagaimana, ketika Yesus hendak pergi ke rumah perwira, perwira itu mengutus beberapa sahabatnya untuk menemui Yesus, memberi tahu-Nya agar Ia tidak repot-repot datang ke rumahnya. Hal ini menunjukkan kerendahan hati dan rasa tidak berharga sang perwira, tetapi ia percaya bahwa Yesus memiliki kuasa untuk melalui otoritas-Nya menyembuhkan hambanya. Ia sebagai seorang perwira, ia tunduk pada otoritas atas orang-orang di atas dirinya, demikian pula pada saat yang sama, ia sebagai seorang perwira, memiliki otoritas atas orang-orang di bawahnya. Perkataannya mencerminkan Yesus, yang tunduk kepada Bapa dan karena itu juga memiliki otoritas untuk memerintah atas kuasa yang menyebabkan hamba perwira itu jatuh sakit.
Respons Yesus kepada perwira itu adalah heran. Dalam Perjanjian Baru, keheranan Yesus hanya disebutkan dua kali (Markus 6:6), yang berarti Ia secara tak terduga dan sangat terkesan oleh perwira itu. Di sini, penggunaannya positif. Namun, dalam Markus 6:6, Yesus mendapat kesan sulit percaya dan negatif karena ketidakpercayaan orang-orang Nazaret. Keheranan Yesus atas respons rendah hati orang non-Yahudi dan pengakuan iman yang dihasilkan kepada-Nya mendorong-Nya untuk berpaling kepada orang banyak dan menunjukkan bahwa iman orang non-Yahudi ini layak menjadi teladan untuk mereka tiru — pengakuan akan otoritas Yesus dan kuasa firman-Nya. Iman ini tidak hanya menyembuhkan penyakit tetapi juga melampaui batas ruang dan waktu. Hamba perwira itu akhirnya disembuhkan (7:10), menunjukkan otoritas dan kuasa Yesus. Namun, fokus narasinya bukanlah kesembuhan hamba itu, melainkan iman perwira itu, yang patut ditiru oleh orang-orang Yahudi yang terus-menerus membanggakan bahwa diri mereka memiliki wahyu ilahi.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Anda telah bertemu dengan beberapa orang percaya baru, yang iman sederhana mereka kepada Tuhan terkadang membuat kita merasa sedikit malu. Meskipun mereka baru menjadi orang percaya lebih muda dari kita dan pengetahuan mereka tentang Alkitab relatif terbatas, iman mereka yang sederhana membuat kita yang memiliki pengetahuan Alkitab merasa malu. Selain merasa sedikit malu, kekurangan apa yang saya lihat dalam diri saya dalam contoh-contoh ini? Mengapa?
• Perwira itu, di satu sisi, sepenuhnya menyadari kuasa Yesus, tetapi di sisi lain, ia mungkin terlalu rendah hati untuk mendekati Tuhan Yesus. Cobalah menempatkan diri saya pada posisi Yesus: apa yang saya kagumi dari perwira ini? Aspek apa dari Tuhan yang belum ia pahami? Gunakan gambaran ini untuk menciptakan percakapan antara saya dan Tuhan Yesus, dan cobalah bertanya kepada-Nya: dalam hal apa saja saya belum benar-benar memahami-Nya?
• Merujuk pada Markus 6:1-6 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita? Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya. Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka. (6-6b) Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. Bandingkan dua jenis keheranan. Orang seperti apa yang Tuhan cari untuk mengikuti-Nya di bumi? Apakah saya orang seperti itu? Mengapa? Orang seperti apa yang akan membuat-Nya merasa heran atas ketidakpercayaan mereka? Bagaimana saya bisa menghindari menjadi seseorang yang bahkan Tuhan Yesus sendiri merasa merasa heran atas ketidakpercayaan mereka?


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 6:46-49

「Perumpamaan membangun rumah」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 6:46-49 [TB2])
46 Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan? 47 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya, akan Kunyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan: 48 la sama dengan seorang yang mendirikan rumah. Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. 49 Tetapi, siapa saja yang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera roboh dan hebatlah kerusakannya.

Setelah menantang para pendengar-Nya untuk mempraktikkan pentingnya introspeksi refleksi atas diri sendiri, Yesus mengakhiri pengajaran-Nya dengan memberikan contoh terakhir untuk menggambarkan pentingnya menaati firman-Nya. Pembukaannya begitu menyentuh, menghadirkan kontras yang tajam: di satu sisi, seseorang berseru, Tuhan! Tuhan!, tetapi di sisi lain, orang ini tidak bertindak sesuai dengan firman Tuhan. Seruan ini mengguncang emosi dan hati nurani kita, menyingkapkan kontradiksi dan ironi dari ketidakkonsistenan orang ini — seorang yang sungguh bebal, atau bahkan munafik. Pesan-Nya jelas: pengakuan iman tanpa ketaatan hanya mendatangkan hidup yang hampa. Lebih lanjut, perlu dicatat bahwa seruan Tuhan! tidak mengakui identitas Yesus Kristus Mesias; penggunaan ini sedikit berbeda dari Injil Matius, dan harus dianggap sebagai sebutan yang penuh hormat kepada Yesus sebagai guru dan nabi. Ayat 47 dengan gamblang menggambarkan bagaimana orang-orang datang kepada Yesus, dengan menyebutkan setiap orang datang kepada-Ku, mendengar perkataan-Ku, dan melakukannya, menggemakan orang banyak yang datang di ayat 17 Di situ ada sejumlah besar murid-Nya dan banyak orang lain dari seluruh Yudea, Yerusalem, dan daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang, meskipun dengan kebutuhan yang berbeda-beda (6:18), tetapi sekarang setelah mendengar firman kebenaran, langkah terakhir yang patut adalah menanggapi Yesus, yang mereka sebut Tuhan, dan merealisasikan dan melakukan apa yang telah mereka dengar, mengungkapkannya melalui tindakan serta perkataan.
Perumpamaan tentang membangun rumah cukup jelas: rumah itu melambangkan kehidupan rohani seseorang, membangun fondasinya di atas batu berarti mendengarkan firman Tuhan dan melakukannya, sehingga dapat menghadapi cobaan dan kesengsaraan hidup tanpa rasa takut, seperti banjir yang mungkin menghancurkan rumah. Namun, membangun fondasi di atas tanah yang tidak stabil berarti tidak menaati firman Tuhan; kehidupan rohani tidak memiliki akar dan tidak dapat menghadapi cobaan serta tantangan hidup, yang pada akhirnya mengarah pada kehancuran. Kalimat terakhir, rumah itu segera roboh dan hebatlah kerusakannya, menekankan betapa parahnya akibat bencana tersebut. Perumpamaan ini didasarkan pada kebijaksanaan hidup saat ini, yang mencerminkan tindakan orang yang benar-benar bijaksana, tidak berfokus merujuk pada penghakiman yang akan Tuhan datangkan atas kita di akhir zaman.
Perumpamaan ini merangkum Khotbah Yesus di dataran, dimulai dengan ayat 6:20-23 yang berbicara tentang janji Allah dekat serta mengakui mereka yang rendah hati dan miskin. Bagian tengah menjelaskan bahwa di bawah penindasan agama menjalani kasih yang melampaui dunia dan pengorbanan diri merupakan karakteristik yang membedakan kita dari dunia, kesempatan yang baik untuk menunjukkan belas kasih kemurahan hati serta kasih sayang Bapa, dan alasan untuk menerima perkenanan juga upah dari Bapa. Terakhir mengingatkan kita akan pentingnya introspeksi dan mempraktikkan sabda Yesus. Seluruh khotbah Yesus dipenuhi dengan contoh-contoh nyata, yang menggugah hati setiap murid, mendorong kita untuk mengambil keputusan mengikuti Tuhan dan menjadi layak disebut anak-anak Yang Mahatinggi.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Bagi umat Kristen masa kini, menyebut Tuhan pada Yesus Kristus lebih dari sekadar guru yang dihormati; melainkan Juruselamat dan Tuhan, Tuan atas hidup kita. Ketika kita berseru kepada Tuhan setiap hari, tetapi bertindak bertentangan dengan kehendak-Nya, bagaimana perasaan-Nya? Mari menyelami perasaan dan perspektif-Nya, dan berdialoglah dengan-Nya.
• Orang-orang Hong Kong menghargai rumah mereka di atas segalanya. Bayangkan tragedi, rumah yang dibeli dengan tabungan seumur hidup akhirnya hancur, membawa kerugian besar bagi pemilik dan keluarga. Kenyataannya, seluruh hidup kita, hubungan kita dengan Tuhan, mengalami kerusakan terbesar, yang berdampak langsung pada setiap aspek kehidupan kita. Dengan mengingat hal ini, renungkan cobaan atau kesengsaraan apa pun yang baru-baru ini Anda hadapi, seperti banjir. Bagaimana dampaknya terhadap Anda? Di area mana dalam hidup Anda Anda menghadapi potensi konsekuensi bencana? Mintalah Roh Kudus untuk membimbing Anda menemukan tantangan-tantangan ini, berdoa, dan bahkan bertobat.
• Alasan positif apa yang Anda temukan dalam bagian ini yang mendorong Anda untuk berbuat baik? Atau, pengingat tegas apa yang dibawakannya untuk memperingatkan Anda tentang konsekuensi dari tidak berbuat baik? Mohonlah bimbingan Tuhan untuk menemukan alasan-alasan ini dan tanggapilah Dia dalam doa yang hening.


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Lukas 6:43-45

「Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik」

Oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 6:43-45 [TB2])
43 Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. 44 Setiap pohon dikenal dari buahnya. Dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. 45 Orang yang baik mengeluarkan apa yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan apa yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Sebab, yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.

Fokus perumpamaan berikutnya adalah untuk menjelaskan perumpamaan sebelumnya, banyak terjemahan, seperti TB2, NIV dan NRSV tidak menerjemahkan kata karena di awal ayat 43 yang menghubungkan dengan perikop sebelumnya (bandingkan dengan ITB dan ITL). Mengapa kita harus merenungkan dan memeriksa diri kita sendiri terlebih dahulu? Jawabannya adalah bahwa tindakan kita mencerminkan buah kehidupan kita (misalnya, Lukas 3:8-9; Hosea 10:13; Yesaya 3:10), introspeksi dan refleksi terhadap diri sendiri dilakukan dengan fokus pada kualitas batiniah kehidupan kita. Sebagaimana pohon yang baik pasti akan menghasilkan buah yang baik, tetapi pohon yang tidak baik pasti tidak akan menghasilkan buah yang baik. Jika kita menghabiskan waktu menyalahkan buah kehidupan orang lain tanpa meluangkan waktu untuk merenungkan kualitas batiniah kehidupan kita sendiri untuk memperbaiki diri dan maju, ketika Tuhan menghakimi kita, Dia akan menghakimi kita berdasarkan buah kita, dan kemudian kita akan terlambat untuk menyesal.
Untuk mengilustrasikan hal ini lebih lanjut, Yesus menggunakan dua contoh: Dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur (ayat 44). Ini berarti buah kehidupan kita ditentukan oleh batiniah kita. Semak duri tidak akan menghasilkan buah ara, sama seperti rumput duri tidak akan menghasilkan buah anggur. Mengharapkan hidup kita menghasilkan buah yang indah tanpa membangun kehidupan batiniah kita adalah sia-sia. Yesus menggunakan analogi dua tanaman yang sangat berbeda dan menerapkannya pada manusia. Ini adalah metode yang cerdas, karena penampilan fisik setiap orang tidak jauh berbeda; mereka semua memiliki mata, telinga, hidung, mulut, tangan, dan kaki, tidak seperti bentuk tanaman yang beragam. Namun, kualitas kehidupan rohani batiniah seseorang dapat sangat bervariasi. Tuhan menggunakan perbedaan yang terlihat jelas pada buah tanaman untuk membimbing kita memahami buah kehidupan kita, alih-alih berfokus pada penampilan luar. Karena perbedaan kualitas hidup rohani, buah yang dihasilkan bisa sangat berbeda.
Kebaikan dalam diri orang baik, yang secara harfiah berarti harta karun, tersembunyi di dalam hati namun memiliki nilai yang tak terukur, yang pada akhirnya termanifestasi dalam tindakan dan perkataan mereka sebagai buah. Yesus kemudian menerapkan buah batin ini pada ucapan, sesuai dengan ajaran sebelumnya tentang jangan asal-asalan menghakimi orang lain, dan janganlah tergesa-gesa mengeluarkan serpihan kayu dari mata seseorang. Tuhan mengajarkan hal yang sama dalam Matius 7:14-23, dengan menekankan bahwa hanya perkataan yang keluar dari mulut yang dapat menajiskan seseorang. Meskipun konteksnya memberi tahu kita bahwa buah-buah ini merujuk pada perkataan kita, prinsip kebenaran ini mutlak harus diterapkan pada pikiran, niat, dan kebiasaan kita.

Merenungkan/Merefleksikan dan Bermeditasi/Berdoa:
(pilihlah semua atau beberapa di antaranya sesuai dengan jamahan Roh Kudus pada hati Anda)

• Orang suka berdandan atau membuat kesan yang baik, tetapi Tuhan menghargai hati (1 Samuel 16:7 Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati). Mari kita duduklah dengan tenang di hadapan Tuhan sekarang dan rasakan harta karun di dalam hati. Apa yang ingin saya komunikasikan dengan Tuhan? Apa yang ingin Tuhan katakan kepada saya?
• Menelaah beberapa pernyataan terbaru mungkin membuat saya gelisah atau cemas. Sikap atau penilaian nilai apa yang mendorong saya mengucapkan kata-kata ini? Kata-kata itu sudah terucap; sekarang bukan saatnya untuk menyesal, melainkan untuk menelaah pikiran dan hati di baliknya.
• Introspeksi refleksi diri memang tidak mudah, terutama ketika kita bertemu orang yang berbeda setiap hari, berbicara hal yang berbeda, dan membuat banyak keputusan. Apakah saya punya metode atau rencana yang bisa membantu saya mengevaluasi diri secara berkala?


Renungan pemahaman Injil Lukas 6-8

Renungan pemahaman Injil Lukas

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 6-8 ditulis oleh Rev. Dr. Leslie Chan Chi-ho (陳志豪) yang dipublikasi pada bulan November 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.