Di Dalam Nama-Nya Semua Bangsa-bangsa akan Berharap
Matius 12:15-21
15 Tetapi Yesus mengetahui maksud mereka lalu menyingkir dari sana. Banyak orang mengikuti Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya.
16 Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia, 17 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: 18 “Lihatlah, itu Hamba-Ku yang Kupilih, yang Kukasihi, yang kepada-Nya jiwa-Ku berkenan; Aku akan menaruh roh-Ku ke atas-Nya, dan Ia akan memaklumkan hukum kepada bangsa-bangsa. 19 Ia tidak akan berbantah dan tidak akan berteriak dan orang tidak akan mendengar suara-Nya di jalan-jalan. 20 Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang. 21 Dan pada-Nyalah bangsa-bangsa akan berharap.”
Renungan
Kata “kafir” mungkin telah merugikan pembaca modern mengingat banyak dari kita yang tidak akrab dengan istilah tersebut. Istilah ini sebenarnya berasal dari bahasa latin yang berarti ‘bangsa-bangsa’. Ketika makna ini disisipkan kembali di teks, arti dari bagian teks itu menjadi jelas.
Yesus melayani di Israel. Kehadiran-Nya di sana membawa berkat besar bagi bangsa Yahudi. Hal ini dapat meninggalkan kesan bagi sebagian dari kita iri pada bangsa Yahudi, dan membuat kita berpikir : “Andaikan saja kita termasuk dalam kelompok yang diberkati itu”. Namun demikian Matius mencegah semua pikiran ini dengan mengutip Yesaya 42:1-4, dan dengan demikian menunjukkan bahwa apa yang dimaksud dengan bangsa Yahudi juga dimaksudkan untuk segala bangsa. Tidak ada satu bangsapun yang dibuang (yang tidak masuk hitungan); batas-batas kebangsaan tidak menjadi masalah lagi pada saat kita berurusan dengan berkat Tuhan yang besar! Dalam nama Yesus semua bangsa dan warga negara manapun di dunia ini boleh mempunyai pengharapan.
Dengan melakukan demikian, Yesus menggenapi Perjanjian Lama. Walaupun Perjanjian lama terutama tentang Tuhan dan bangsa Yahudi, kita menemukan beberapa bagian – khususnya bagian-bagian yang berbicara mengenai rencana akhir Tuhan – yaitu memperluas jangkauan untuk menjangkau seluruh bangsa-bangsa. Artinya selalu merupakan maksud Tuhan untuk memberkati semua bangsa-bangsa tanpa pengecualian ras atau bahasa. Ini disampaikan dalam cara yang sangat nyata melalui Yesus Kristus.
Bacaan ini juga menunjukkan kalau rencana Yesus tidak akan gagal. Keadilan dan kebenaran akan memenangkan segalanya. Apa yang dimunculkan menjadi keajaiban yang lebih besar adalah cara bagaimana itu diwujudkan. Yesus tidak akan berteriak keras atau berseteru; buluh yang terkulai tak dipatahkan-Nya. Segala kuasa Tuhan dilakukan dengan lembut pada kita! Akhir dari tujuan kita bukan di mana kita jatuh dalam malapetaka, tapi pada kelembutan tangan Tuhan yang memegang kita. Kalau kita hanya mempercayai ini dan melepaskan segala keamanan dunia, dan sebaliknya membiarkan diri kita beristirahat di dalam pelukan tangan-Nya yang abadi.
Doa
Aku seperti buluh yang patah dan sumbu yang pudar, tapi di dalam Engkau ya Tuhan, aku masih berharap. Aku tahu Engkau tidak akan mengingkari janji-Mu, dan oleh karena itu pengharapanku pada-Mu tidak akan pernah mengecewakan. Ajari aku untuk mempercayakan pada-Mu segala hal yang aku lakukan sepanjang hidupku. Amin.
Tindakan
Lepaskan hal-hal duniawi yang Anda yakini tidak dapat Anda lakukan tanpa hal-hal tersebut, tetapi percayalah sepenuhnya kepada Tuhan kita Yesus Kristus. Anda akan menemukan kebebasan sejati. Cobalah hari ini dengan memulai dengan satu hal.
Oleh
Dr Tan Kim Huat
Academic Dean
Trinity Theological College