「Firman Kebenaran yang Membangun Orang (4)」
Oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Petrus 1:6-9 [ITB])
6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. 7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu–yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api–sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
8 Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan, 9 karena kamu telah mencapai tujuan imanmu, yaitu keselamatan jiwamu.
- Maka engkau hendak sukacita besar,
- sekalipun sekarang butuh sedikit waktu lagi sedih oleh berbagai penderitaan
- agar imanmu yang tulus lebih berharga daripada emas yang bisa rusak
- bahkan melalui ujian api; ketika Yesus Kristus menyatakan diri,
- pada akhirnya menerima pujian, kemuliaan, kehormatan
- bahkan melalui ujian api; ketika Yesus Kristus menyatakan diri,
- agar imanmu yang tulus lebih berharga daripada emas yang bisa rusak
- Sekalipun engkau belum pernah melihat Dia, tetapi engkau tetap mengasihi-Nya.
- Sekalipun engkau belum pernah melihat Dia sekarang ini, tetapi engkau tetap percaya kepada-Nya.
- Engkau hendak sukacita besar di dalam sukacita yang tidak dapat diucapkan dan yang mulia itu,
- dan mendapatkan efek buah imanmu dan keselamatan jiwa.
- sekalipun sekarang butuh sedikit waktu lagi sedih oleh berbagai penderitaan

Kemarin, kita berbicara tentang salah satu poin utama dari perikop ini yakni tentang perbandingan antara 「waktu yang terbatas dan yang singkat」 dengan 「kekekalan tanpa batasan waktu」 untuk mengingatkan para murid bahwa yang dilihat bukan kesulitan dan penderitaan yang di depan mereka, tetapi untuk menempatkan semua pelayanan hidup dalam konsep nilai kekekalan, itu pewarisan Injil yakni Firman kebenaran yang membangun orang dapat dilanjutkan kepada generasi yang baru!
Sampailah kita di dua frasa terakhir dari paragraf ini: 「Engkau hendak sukacita besar di dalam sukacita yang tidak dapat diucapkan dan yang mulia itu, dan mendapatkan efek buah imanmu dan keselamatan jiwa.」
Pertama-tama, Petrus menggunakan kata sifat 「yang tidak dapat diucapkan」 (ἀνεκλαλήτῳ aneklalíto) untuk menggambarkan sukacita yang seharusnya kita miliki di dalam hati. Kata ini menunjukkan bahwa sukacita ini sulit untuk diberitakan melalui mulut, karena ini menjungkirbalikkan pemikiran manusia: yang kelihatan di depan mata dipandang sebagai yang sementara, sebaliknya yang tidak kelihatan mata dipandang sebagai yang kekal, itu menjadi sukacita yang tak terkatakan bagi orang percaya yang pada waktu itu menerima aniaya sedemikian banyak yang sungguh merupakan tantangan yang sangat sulit.
Ternyata sukacita ini tidak pernah merupakan semacam gairah dan kegembiraan psikologi dari tradisi kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal lahiriah, tetapi keluar dari perjuangan di hati dan penderitaan akibat terus-menerus memilih 「apa yang benar」, inilah inti dari sukacita besar. Ini seperti sepasang orang tua melakukan yang terbaik untuk merawat anak-anak mereka, sukacita kegembiraan besar mereka bukan karena tidak ada tekanan sosial, sebaliknya mereka harus berusaha menghindari untuk membandingkan anak mereka dengan orang lain, namun ketika mereka melihat rahmat anugerah Tuhan masih menyertai di rumah mereka (terutama ketika anak-anak dan orang tua bergaul secara intensif di masa epidemi), sukacita yang tidak dapat diucapkan merupakan buah dari kegigihan dan kerja keras, bukankah demikian?
Dalam tata bahasa Yunani, Petrus menggunakan partisip lain 「mulia」 (δεδοξασμένῃ dedoxasméni) bersama dengan 「yang tidak dapat diucapkan」untuk menggambarkan kata 「sukacita」, kali ini dinyatakan dengan tata bahasa bentuk sudah terjadi (perfect), berdasarkan teori tata bahasa Yunani (Aspect theory), penggunaan ini untuk menggambarkan sesuatu yang terutama berfokus pada titik tertentu, sehingga pembaca dapat memahami dan memahami penekanannya. Di sini, sukacita yang tak terkatakan ini selain merupakan sebuah konsep yang menjungkirbalikkan pemikiran manusia, tetapi yang lebih penting, itu merupakan sukacita 「mulia」. Sesuai renungan tentang 「kemuliaan」 di ayat 7, ini mengacu pada puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan yang diperoleh pada hari Yesus Kristus datang lagi menyatakan diri-Nya, diperoleh orang yang telah mengalami ujian kemurnian dengan api. Petrus sekali lagi memusatkan perhatian kita pada kemuliaan akhir zaman ini, bukan pada kemuliaan yang di depan mata kita dan reputasi diri kita sendiri, ini yang membuat orang-orang percaya untuk tidak mau terjerat kebiasaan pola pikir rohani yang hanya berpusat pada hal-hal yang di dunia, tidak akan menempatkan diri dalam kemuliaan dunia sekarang.
Renungkan:
Membangun orang tidak pernah hanya tentang mewariskan keterampilan teknis dan cara-cara, tetapi seperti yang dikatakan dalam Kitab Suci: keselamatan jiwa (σωτηρίαν ψυχῶν sotirían psychón), bentuk genitive ini paling baik diterjemahkan sebagai 「keselamatan yang totalitas」, yang berarti : keselamatan yang sejati tidak hanya untuk mengubah penampilan dan perilaku keagamaan, atau hanya penampilan luar yang hampa munafik, senyum hormat di bibir, tetapi pembaruan yang totalitas dan perubahan lengkap di dalam. Hanya dengan demikian saja kebenaran yang membangun orang dapat terus dilanjutkan, bahkan jika menerima penolakan atau pengkhianatan, kita tidak akan menyerah, bukankah demikian?
Dalam masa yang sulit ini, 「meskipun orang hidup dalam kesulitan, tetapi terdapat sukacita berkualitas」 adalah kebenaran yang sangat perlu kita beritakan di waktu ini!

Renungan pemahaman Surat 1 Petrus 1-2
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema a ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan Juni 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.
