「Pendahuluan dan latar belakang」
Oleh Rev. Dr. Kan Kwok-kei (簡國基)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Petrus 1:1-2 [TB2])
1 Dari Petrus, rasul Yesus Kristus. Kepada orang-orang pendatang yang tersebar di Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil, dan Bitinia, yaitu mereka yang terpilih, 2 sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan dikuduskan oleh Roh, supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya anugerah dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu.
Salam Damai sejahtera bagi Anda! Selama tiga puluh hari ini, kita akan membaca ulang Surat 1 Petrus dari perspektif 「pembacaan misioner (missional reading).」 Pembacaan misioner adalah metode penafsiran Alkitab yang menafsirkan Alkitab dari perspektif 「misi Allah」 (missio Dei). Istilah 「misi Allah」 mengacu pada keyakinan bahwa misi tersebut bukan sekadar aktivitas gereja, tetapi juga tindakan proaktif dan ilahi dari Allah dalam menebus ciptaan dan memulihkan hubungan dengan Dia. Oleh karena itu, kata 「misi」 memiliki dua lapisan makna: Pertama, menekankan bahwa misi tersebut berasal dari sifat Allah Tritunggal, bukan sekadar usaha manusia. Kedua, meskipun banyak orang membatasi konsep 「misi」 pada aktivitas umat Allah, atau bahkan lebih jauh lagi membatasinya pada ranah pemberitaan verbal, konsep 「misi Allah」 sebenarnya jauh lebih luas. Yang terpenting, misi tersebut tidak berpusat pada manusia, tetapi pertama dan terutama harus berpusat pada Allah — karena misi tersebut menyangkut atribut/sifat Allah sendiri dan dimulai oleh kehendak Allah. Oleh karena itu, sarjana teolog misionaris Reformed terkenal, Michael W. Goheen, menganggap partisipasi umat Allah dalam misi penebusan Allah merupakan tema inti wahyu Alkitab. Ia mengingatkan kita bahwa hakikat sejati gereja harus selaras dengan misi Allah, dan bahwa gereja ada untuk dunia. Misi gereja (missio ecclesia) berasal dari misi Allah. Karena mereka yang percaya kepada Kristus mengikuti dan menyembah Tuhan misionaris yang sama, umat Allah seharusnya menjadi komunitas dengan tujuan misionaris. Gereja itu sendiri lahir dan ada karena misi Allah, dan harus terus diutus untuk berpartisipasi dalam misi misionaris Allah di berbagai tempat dan sepanjang generasi. Terlepas dari apakah umat Allah berada dalam keadaan baik atau buruk, misi misionaris yang kita terima harus tetap selaras dan sejalan dengan kehendak Allah.
Alasan mengapa Surat 1 Petrus merupakan pergumulan batin misionaris adalah karena surat ini mengangkat pertanyaan paling mendasar tentang gereja: bagaimana seharusnya orang Kristen hidup di masyarakat non-Kristen dan menjadi kelompok pilihan Allah dengan identitas dan cara hidup yang berbeda? Di awal surat, Petrus menyebut audiensnya sebagai orang asing (1:1, 2:11; NAS menerjemahkannya sebagai 「reside as aliens (tinggal sebagai orang asing)」), meminjam konsep orang asing yang berulang kali muncul dalam Perjanjian Lama untuk menggambarkan kelompok orang Kristen di Asia Kecil ini. Identitas orang asing merupakan tema yang kaya di sepanjang sejarah Israel; sangat penting untuk dicatat bahwa penulis menerapkan identitas ini pada kelompok yang sebagian besar terdiri dari orang Kristen non-Yahudi.
Petrus menggunakan metafora orang asing ini untuk menggambarkan identitas mereka di dunia dan mengintegrasikan orang-orang percaya ini ke dalam narasi penebusan Israel (「kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan」). Dia menghubungkan orang-orang percaya ini dengan nenek moyang dan komunitas Israel. Di suatu sudut pandang negatif, mereka seperti untuk sementara diperbudak di Mesir, dan ditawan di Babel. Sekarang, kelompok orang Kristen di Asia Kecil ini karena iman mereka telah menjadi orang asing dalam masyarakat; mereka digambarkan hidup sebagai orang-orang yang terusir, pengungsi, dan imigran, seperti Abraham, Musa, dan bangsa Israel. Namun dari sudut pandang positif, komunitas Kristen bukan hanya memiliki identitas yang mulia tetapi juga hidup di dunia dengan misi misionaris yang jelas (2:9), dan kita masih bersama menantikan kedatangan kembali Kristus di masa depan (1:13). 1 Petrus mengingatkan kita sebagai orang Kristen bahwa misi gereja adalah untuk memberi kesaksian tentang iman melalui kata-kata (pemberitaan verbal), identitas (kehidupan yang terpisah dan berbeda), dan tindakan (perilaku mulia dalam penderitaan) sampai Hari Penghakiman.
Kiranya renungan bulan ini membantu kita lebih memahami identitas kita dan mendorong kita untuk lebih mengabdikan diri pada misi misionaris Allah!
Refleksi:
1. Ketika kita memahami bahwa misi Allah (missio Dei) berasal dari sifat Allah Tritunggal, dan bukan semata-mata dari usaha manusia, apa dampaknya terhadap pandangan kita saat ini tentang pelayanan? Dan dapatkah saya memahami kehendak Allah bagi dunia?
2. Saat ini, apakah saya menganggap diri sendiri sebagai 「pengembara di bumi」? Apakah saya bersedia memperhatikan nasihat rasul Petrus dan benar-benar menghayati sikap bahwa 「dunia ini bukanlah tempat tinggal kekal saya」?
Renungan pemahaman Surat 1 Petrus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Petrus ditulis oleh Rev. Dr. Kan Kwok-kei (簡國基) yang dipublikasi pada bulan September 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.