「Engkau bersama aku, dan aku bersama engkau?」
Oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Raja-raja 22:1-4 [TB2])
1 Tiga tahun berlangsung tanpa perang antara Aram dan Israel. 2 Pada tahun yang ketiga Yosafat, raja Yehuda, pergi menemui raja Israel. 3 Sebelumnya raja Israel telah berkata kepada pegawai-pegawainya, 「Tahukah kamu bahwa Ramot-Gilead sebenarnya milik kita? Tetapi, kita diam saja dan tidak merebutnya dari tangan raja negeri Aram.」 4 Lalu ia berkata kepada Yosafat, 「Maukah engkau pergi bersamaku untuk memerangi Ramot-Gilead?」 Jawab Yosafat kepada raja Israel, 「Aku dan engkau bersama-sama, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu.」
Kitab 1 Raja-raja pasal 22 menceritakan peperangan di Ramot-Gilead dan narasi terakhir tentang kematian Ahab. Penulis menggunakan pasal ini untuk secara resmi meringkas pemerintahan Ahab, termasuk persekutuannya dengan Yosafat dari Yehuda dan bagaimana Allah menggenapi nubuat penghakiman yang telah disampaikan melalui nabi Elia.
Pasal 22, ayat 1 dimulai dengan menyatakan bahwa tidak ada perang antara Israel dan Aram selama tiga tahun. Hal ini membawa pembaca kembali ke pertempuran di Pasal 20, menjelaskan bahwa setelah pertempuran itu tidak ada perang antara Israel dan Aram selama tiga tahun. Hal ini juga menjelaskan bahwa narasi tentang penaklukan kebun anggur Nabot oleh Ahab terjadi selama periode ini. Pertempuran yang disebutkan dalam Pasal 20 diprakarsai oleh Benhadad, raja Aram; namun, pertempuran yang tercatat dalam Pasal 22 diprakarsai oleh Ahab, raja Israel, untuk merebut kembali Ramot-Gilead.
Ayat 3 menyebutkan bahwa Ramot-Gilead berada di tangan raja Aram. Mengapa demikian? Kita tahu dari 1 Raja-raja 4:13 bahwa Ramot-Gilead adalah distrik administratif pada zaman Salomo, yang awalnya dikuasai oleh Kerajaan Israel. Kita tidak tahu mengapa tempat ini jatuh ke tangan raja Aram. Mungkin karena raja Benhadad dari Aram awalnya telah berjanji untuk mengembalikan tanah yang telah direbut ayahnya dari Israel (1 Raj. 20:34 「Kata Benhadad kepadanya, 『Kota-kota yang telah diambil ayahku dari ayahmu akan kukembalikan. Engkau juga boleh membuka pasarmu di Damsyik, seperti yang dilalukan ayahku di Samaria.』 Kata Ahab, 『Dengan perjanjian itu aku sendiri, akan membiarkan engkau pergi.』」), tetapi kemudian tidak mengembalikan Ramot-Gilead, sehingga Ahab berharap untuk merebut kembali tanah tersebut.
Ayat 4 menggambarkan bagaimana Ahab mengajak Yosafat untuk ikut berperang bersamanya di Ramot-Gilead, tetapi Yosafat menjawab, 「Aku dan engkau bersama-sama, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu.」 (כמוני כמוך כעמי כעמך כסוסי כסוסיך kə·sū·se·ḵā kə·sū·say ḵə·‘am·me·ḵā kə·‘am·mî ḵā·mō·w·ḵā kā·mō·w·nî) Ketika kita membandingkan ayat ini dengan versi Kitab Tawarikh, kita memahami keunikan Kitab Raja-raja. Tata letak urutan kata dalam versi Kitab Tawarikh 「as your people—my people (rakyatmu—rakyatku) (כעמך עמי ‘am·mî ḵə·‘am·mə·ḵā)」 (2 Taw. 18:3), sedangkan urutan kata dalam versi Kitab Raja-raja 「rakyatku—rakyatmu」 (כעמי כעמך ḵə·‘am·me·ḵā kə·‘am·mî) (1 Raj. 22:4) 。 Dengan demikian, versi Kitab Raja-raja digambarkan Ahab tampaknya lebih unggul, terlebih dahulu menekankan 「rakyatku」 barulah kemudian rakyat Yosafat (「rakyatmu」) dimasukkan sebagai rakyatnya sendiri. Frasa 「kudaku dan kudamu」 mengingatkan kita pada perintah dalam Ulangan, 「janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda」 (Ul. 17:16). Ini menunjukkan keinginan Ahab untuk memasukkan kuda-kuda Yosafat dan juga menggambarkannya sebagai raja yang melanggar hukum Ulangan, sehingga menyoroti citra negatifnya.
Refleksi:
Yosafat digambarkan sebagai raja yang melakukan apa yang benar di mata TUHAN, namun ia bersekutu dengan raja Ahab yang jahat, bahkan sampai pada titik 「apa yang menjadi milikmu adalah milikku, dan apa yang menjadi milikku adalah milikmu.」 Yosafat tidak memahami konsekuensi bersekutu dengan raja yang jahat, mungkin karena ia juga berharap Yehuda dan Israel akan berdamai, sehingga membawa kedamaian dan ketenangan bagi negaranya sendiri. Namun, tindakannya ini tidak melihat dari perspektif apa yang benar atau salah di mata TUHAN. Sekalipun sesuatu masuk akal menurut akal dan perasaan manusia, apakah itu berarti masuk akal di mata Allah? Pernahkah Anda mengalami pengalaman serupa?
Renungan pemahaman Kitab 1 Raja-raja 18-22
Renungan pemahaman Kitab 1 Raja-raja
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 1 Raja-raja 18-22 ditulis oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.