「Penggarap kebun anggur membunuh Anak kekasih Pemilik kebun」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Markus 12:1-12 [ITB])
1 Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: 「Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.2 Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.3 Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa.4 Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan.5 Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.6 Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: 『Anakku akan mereka segani.』7 Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: 『Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.』8 Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.9 Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.10 Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: 『Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:11 hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.』」
12 Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.
(Yes.5:1-7 [ITB])
1 Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.2 Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
5 Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak;6 Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.
7 Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.
(Mzm.118:22-23 [ITB])
22 Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.
23 Hal itu terjadi dari pihak TUHAN, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
Kisah Markus 12:1-12 harus ditumpangkan pada Yesaya 5:1 -7 dan Mazmur 118:22-23 agar mempunyai makna yang utuh. Mengapa Markus sering mengutip bagian-bagian dari Perjanjian Lama? Di satu sisi, hal ini tentu saja karena Perjanjian Baru merupakan penggenapan Perjanjian Lama (Matius 5:17-19); di sisi lain, setiap kali Markus melapiskan kisah Yesus di atas kisah Perjanjian Lama, dia sebenarnya sedang berusaha mengugah ingatan masa lalu orang beriman (past memory), antisipasi masa depan (future anticipation), dan identitas saat kini (present identity). Caranya adalah dengan melihat 「garis waktu naratif」 (atau lintasan sejarah) yang dikonstruksi oleh ayat-ayat Alkitab.
Menurut konteks sastra Injil Markus, bagian ini terjadi setelah sekelompok pemimpin agama Sanhedrin Yahudi mempertanyakan Yesus yang mereka anggap mengganggu tatanan ketertiban di Bait Suci. Bagaimana bagian ini dapat dijelaskan? Dengan kata lain, jika tema 11:27-33 sebelumnya adalah bahwa Sanhedrin dan Yesus 「tidak ketemu topik pembicaraan」, maka tema perumpamaan ini adalah 「para penggarap kebun membunuh anak kekasih pemiliknya」 (12:1-12), dapat dikatakan bahwa Yesus mengambil inisiatif untuk 「membuat garis pemisah yang jelas」 dengan Sanhedrin. Untuk memahami kekuatan implikasi ini, kita perlu melihat kembali Yesaya 5:1-7
Anggur di alam liar biasanya lebih asam dan buahnya lebih kecil dibandingkan anggur yang sengaja dibudidayakan di kebun. Ketika masyarakat Israel dipenuhi dengan ketidakadilan, ketidakbenaran, pertumpahan darah serta suara tangisan meminta keadilan terus terjadi, nabi Yesaya mewakili TUHAN semesta alam dan mengirimkan pesan penghakiman kepada bangsa Israel dalam bentuk perumpamaan. Menurut Yesaya 5:1-7, meskipun pemilik kebun anggur bekerja keras mengelola kebun anggurnya, ia hanya mendapatkan buah anggur liar berkualitas rendah. Sebagai pemilik kebun anggur, TUHAN semesta alam tidak punya pilihan selain meninggalkan kebun anggur ini. Ketika bangsa Israel (kerajaan Israel di utara dan kerajaan Yehuda di selatan) ditawan ke Asyur dan Babel, penghakiman atas kebun anggur dalam perumpamaan ini sudah terjadi satu demi satu menjadi kenyataan.
Oleh karena itu, ketika Yesus berkata dalam Markus 12:9 bahwa Tuan akan datang untuk menghancurkan penggarap-penggarap itu dan mengalihkan kebun anggur itu kepada orang lain, perumpamaan ini jelas terkait dengan Yesaya 5:1-7, dan dalam resonansinya memunculkan pernyataan pesan yang sangat keras: Sama seperti bangsa Israel yang ditinggalkan oleh TUHAN dan ditawan ke negeri asing di masa lalu, kelompok pemimpin agama di Yerusalem pada abad pertama ini juga akan dihancurkan karena membunuh Yesus. Ketika Sanhedrin berpikir bahwa Yesuslah yang tidak menghormati tatanan, Yesus sebaliknya mengatakan bahwa merekalah yang tidak menghormati tatanan TUHAN Yang Mahakuasa. Tuduhan sebaliknya ini juga terdapat dalam kutipan Mazmur 118. Menurut tradisi Yahudi, batu yang dibuang oleh para tukang bangunan adalah bangsa Israel. Nantinya, Allah akan menggunakan batu ini untuk menghancurkan bangsa-bangsa asing (Dan. 2:34). Namun, Yesus membandingkan batu itu dengan diri-Nya sendiri, dan para pemimpin agama di Yerusalem yang menjadi tukang-tukang bangunan.
Apakah mereka belum membaca kitab suci ini? Tentu saja sudah. Namun, cara penggunaan mereka untuk memahami makna kontemporer dari kitab suci harus dihilangkan. Melalui hal ini Yesus menunjukkan kronologi sejarah baru: yang akan binasa bukanlah Yesus yang akan disalib, melainkan para pemuka agama Yerusalem, karena merekalah penggarap-penggarap yang membunuh anak pemilik taman di masa lalu.
Renungkan:
Merupakan pengalaman yang sangat menyakitkan bagi seseorang ketika kegelapannya disingkapkan oleh Tuhan. Namun, ketika manusia mau bertobat dan menerima teguran Tuhan, kehidupan mereka memiliki titik pembalikan. Apakah Anda percaya akan hal ini? Mengapa?
Apa konsekuensinya jika manusia tidak mau menerima atau mengakui teguran Tuhan? Apa pengalaman Anda?
Renungan pemahaman Injil Markus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Markus 11 – 16 ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan Oktober 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).