「Yesus mengganggu tatanan ketertiban?」
Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Markus 11:27-33 [ITB])
27 Lalu Yesus dan murid-murid-Nya tiba pula di Yerusalem. Ketika Yesus berjalan di halaman Bait Allah, datanglah kepada-Nya imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua,28 dan bertanya kepada-Nya: 「Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?」
29 Jawab Yesus kepada mereka: 「Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. Berikanlah Aku jawabnya, maka Aku akan mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.30 Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!」
31 Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: 「Jikalau kita katakan: 『Dari sorga,』 Ia akan berkata: 『Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?』32 Tetapi, masakan kita katakan: 『Dari manusia!』」 Sebab mereka takut kepada orang banyak, karena semua orang menganggap bahwa Yohanes betul-betul seorang nabi.33 Lalu mereka menjawab Yesus: 「Kami tidak tahu.」 Maka kata Yesus kepada mereka: 「Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.」
Meskipun Yerusalem secara langsung berada di bawah kendali gubernur Romawi, tetapi dalam beberapa urusan penting sehari-hari komunitas Yahudi, termasuk pengaturan dan pengadilan atas urusan sipil dan agama dikendalikan oleh 「orang mereka sendiri」. Pusat kekuasaan ini adalah Sanhedrin, atau 「majelis agama」 (συνέδριον sunedrion, Markus 13:9, 15:1). Merujuk pada praktik dalam Bilangan 11:16, imam besar akan menunjuk tujuh puluh orang (imam kepala, ahli Taurat, dan tua-tua) untuk membantunya mengadili urusan besar dan kecil Yerusalem. Pada zaman Yesus, selain gubernur Romawi Pilatus, mereka adalah otoritas tertinggi di Yerusalem.
Di hadapan kelompok pemimpin tertinggi di Yerusalem ini, identitas Yesus sekali lagi menjadi fokus. Ayat 27 「imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua bertanya kepada-Nya: 『Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu, sehingga Engkau melakukan hal-hal itu?』」Berdasarkan konteksnya, 「hal-hal itu」 seharusnya mengacu pada perkataan dan perbuatan Yesus di Bait Suci (Markus 11:15-19). Apa yang Yesus lakukan sepertinya telah menimbulkan krisis kekuasaan yang sangat besar bagi para pemimpin agama yang saat itu berhak atas urusan Bait Suci. Bahasa asli dari 「kuasa」 (ἐξουσία exousia) secara umum berarti semacam kuasa untuk mengendalikan orang lain atau situasi. Kata ini muncul 10 kali dalam Injil Markus, 4 di antaranya muncul dalam bagian ini. Dapat dilihat bahwa 「kuasa」 adalah salah satu perspektif kunci untuk memahami bagian ini. Melihat deskripsi Markus tentang 「kuasa」 Yesus, kita dapat melihat bahwa Yesus dapat menggunakan 「kuasa」 ini:
Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat (Markus 1:21-22).
Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: 「Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahatpun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.」 (Markus 1:27).
… di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa (Markus 2:10).
Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan (Markus 3:15, 6: 7).
Dari hal-hal di atas terlihat bahwa Yesus pasti berasal dari Allah dan mempunyai wewenang kuasa untuk mewujudkan kerajaan Allah di bumi dan melakukan segala sesuatu untuk Allah. Hal-hal di atas mungkin masih bisa diterima di mata otoritas Sanhedrin Yahudi. Namun, hal yang sangat tidak dapat diterima adalah masuk ke dalam Bait Suci dan mengganggu tatanan ketertiban yang ada, menuduh mereka menjadikan Bait Suci sebagai sarang penyamun.
Ketika dihadapkan pada pertanyaan Sanhedrin Yahudi, jawaban Yesus sangat menarik. Di satu sisi, Yesus tidak menjawab pertanyaan mereka secara langsung; namun di sisi lain, dengan berdasarkan otoritas Yohanes, 「Aku akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu. … Baptisan Yohanes itu, dari sorga atau dari manusia? Berikanlah Aku jawabnya!」 Pertanyaan retoris Yesus secara tidak langsung telah mengungkap identitas diri-Nya, dan juga mengungkapkan kekerasan hati para pemimpin agama tersebut. Ketika berhadapan dengan orang-orang yang berhati keras, 「rahasia mesianis (messianic secret)」 kembali berguna. Yesus berkata, 「「Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.」 Meskipun Yesus menolak secara langsung menggunakan「kata-kata」 untuk mengungkapkan identitas diri-Nya kepada para pemimpin agama, tetapi Dia tidak menolak untuk menggunakan 「sikap-Nya」 dan 「tindakan-Nya」 untuk menyucikan Bait Suci untuk menunjukkan otoritas dan kuasa ilahi diri-Nya, dan Ia menantang para pemimpin agama! Dia tidak berbicara kepada mereka yang memang aslinya tidak ingin mendengar.
Renungkan:
Mengenal Tuhan bukanlah sekedar penerimaan informasi secara pasif, melainkan sebuah perjumpaan antara kisah manusia dan kisah Allah. Apakah kisah Anda adalah milik orang-orang yang ingin mengetahui lebih banyak tentang kisah Tuhan? Mengapa?
Apakah Anda bersedia membiarkan Yesus 「mengganggu」 tatanan hidup Anda? Apakah ada bagian dalam hidup Anda yang mungkin Anda tidak ingin diubah oleh Yesus? Mengapa?
Renungan pemahaman Injil Markus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Markus 11 – 16 ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan Oktober 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).