Markus 12:13-15

Pertanyaan yang menyusahkan

Oleh Dr. Scott Yip Ying Lam (葉應霖)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Markus 12:13-15 [ITB])
13 Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.14 Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?

Orang-orang Farisi dan Herodian mulai mengubah permusuhan mereka terhadap Yesus menjadi bentuk tindakan nyata. Strategi pertama mereka adalah menjerat Yesus dengan pertanyaan tentang kesetiaan politik yang hanya mempunyai dua kemungkinan jawaban: Apakah sah membayar pajak kepada Kaisar? Haruskah kita membayarnya? Mengapa jawaban ini bisa menjebak Yesus? Hal ini memerlukan kita meninjau kembali beberapa ingatan kolektif orang-orang Yahudi pada masa itu.

Peristiwa terjadi ketika wilayah Siria yaitu Yudea, Samaria, dan Idumea diserahkan kepada raja wilayah Arkhelaus (putra Herodes Agung) untuk memerintah setelah kematian Herodes Agung (4 SM). Namun karena pengelolaan yang buruk, Kekaisaran Romawi pada tahun 6 M menempatkan wilayah-wilayah tersebut di bawah kendali gubernur Romawi. Faktanya, orang-orang Yahudi sudah hidup di bawah Kekaisaran Romawi baik raja Herodes Agung maupun raja Arkhelaus tidak dapat dianggap sebagai pemimpin negara yang merdeka dan berdaulat. Namun, secara relatif, lebih baik dikelola oleh orang Yahudi (meskipun darah Yahudi dalam keluarga Herodes tidak murni sama sekali) daripada oleh orang Romawi yang bukan Yahudi. Oleh karena itu, ketika Kekaisaran Romawi menghapuskan kekuasaan raja Arkhelaus pada tahun 6 M, sebagian orang Yahudi merasa sangat tidak puas. Dahulu, orang-orang Yahudi masih membayar pajak kepada bangsanya sendiri, namun kini mereka harus membayar pajak kepada hegemoni rezim non-Yahudi.

Menurut Lukas 2:2, ketika Kirenius menjadi wali negeri Siria, kekaisaran melakukan operasi yang disebut Sensus Quirinius/Kirenius di provinsi Siria untuk mendaftarkan populasi Yahudi dan berbagai properti kepemilikan. Pada saat ini, sekelompok orang Yahudi menjadi bersemangat yang saleh untuk Allah dan mencoba menggunakan kekerasan untuk mengintimidasi orang Yahudi lainnya agar tidak membayar pajak. Kelompok orang ini adalah kaum Zelot, dan pendiri mereka adalah Yudas dari Galilea. Dengan memperpanjang kisah Pinehas dalam Bilangan 25 sebagai tradisi warisan, kaum Zelot percaya bahwa membayar pajak kepada orang asing bukan saja akan mengkhianati Allah, tetapi juga akan membuat mereka menjadi budak. Jika ada orang Yahudi yang melakukan hal ini, mereka akan membakar rumahnya mewakili peringatan dari Allah kepada umat-Nya.

Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya (Kis. 5:37)

Meskipun upaya kelompok orang ini tidak berhasil, sampai batas tertentu, mereka mungkin menjadi pahlawan bagi banyak orang Yahudi. Karena meski tidak berhasil, mereka seolah-olah tidak melupakan hukum nenek moyang mereka, dan jujur serta setia kepada bangsa, Allah dan diri mereka sendiri, bahkan mengorbankan nyawa mereka untuk perjuangan itu. Berdasarkan kejujuran yang saleh bersemangat ini, Yesus seharusnya meniru mereka dan tidak membayar pajak, tetapi dengan demikian Yesus melanggar hukum Kekaisaran Romawi. Namun, jika Yesus setuju untuk membayar pajak, meskipun Dia dapat menghindari ancaman Kekaisaran Romawi, Dia akan kehilangan aura di depan orang banyak Yahudi, sehingga menyebabkan orang banyak dan bahkan para murid merasa kecewa kepada-Nya, mempertanyakan kesetiaan-Nya di hadapan Allah. Bagaimana Yesus dapat menjawab hal ini?

Renungkan:
Pernahkah Anda menghadapi situasi serupa? Bagaimana tanggapan Anda?


Renungan pemahaman Injil Markus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Markus 11 – 16 ditulis oleh Dr. Scott Yip Ying Lam dipublikasi pada bulan Oktober 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).