「Jangan takut penghakiman manusia! Takutlah akan penghakiman Allah!」
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 4:3-4 [ITB])
3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. 4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
Karena menganggap diri sebagai hamba yang harus memberikan pertanggungjawaban kepada Allah, sehingga ketika dihakimi, diserang, atau disakiti secara tidak adil oleh dunia, atau oleh saudara, saudari, dan rekan kerja, ingatlah: dihakimi di dunia ini adalah hal yang sangat kecil, yang terpenting adalah 「bagaimana Allah menilai」 kita!
Frasa 「dihakimi … oleh suatu pengadilan manusia」 , memiliki makna 「dihakimi oleh manusia」 seperti dalam beberapa terjemahan bahasa Inggris, teks bahasa Yunani anthropinos hemera jika diterjemahkan harfiah adalah 「dihakimi oleh hari manusia」 (judged by human day). Baik Perjanjian Lama dan Baru berbicara tentang hari ketika pada akhirnya Allah akan mengadakan penghakiman (the day of judgment). Yesus berkata: 「Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada 『hari penghakiman』(the day of judgment), tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu」 (Mat. 11:22). Paulus berkata: 「pada 『hari murka』(the day of wrath) hukuman Allah yang adil akan dinyatakan」. Paulus di 1 Kor. 4:3 menyebutkan hari manusia (human day) adalah untuk dibandingan dengan 「hari Tuhan (the day of God)」 yang ditunggu dan sangat diperhatikan oleh orang Kristen, 「hari itu」 adalah hari ketika Tuhan akan menghakimi dunia.
Di dunia, kita pasti akan menemui segala macam penilaian, komentar, dihakimi, bahkan serangan. Beberapa sangat tidak sesuai kebenaran dan tidak adil, dan bahkan mengandung banyak fitnah, prasangka, kebohongan, kekejaman dan muslihat. Tetapi banyak juga nasihat peringatan yang benar, adil dan jujur, walau menusuk telinga tetapi perlu kita dengarkan dengan rendah hati dan terima, baik untuk kita. Amsal mengatakan: 「Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan」 (Amsal 19:20) 「Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak」 (Amsal 12:15) Orang-orang yang menghargai pengingat yang 「sesuai kebenaran, adil, dan jujur」 adalah bijaksana, ini juga merupakan kualitas spiritual yang harus dimiliki oleh banyak pemimpin, dan pelayan. Amsal mengingatkan kita: 「Teguran orang yang bijak adalah seperti cincin emas dan hiasan kencana untuk telinga yang mendengar」 (Amsal 25:12) Ketika pemimpin seperti raja Saul, tidak mau terima nasihat, terus berjalan memberontak terhadap Allah, sudah tidak jauh dari kerusakan dan kejatuhan negara dan umat Allah. Alkitab memperingatkan kita: 「Lebih baik seorang muda miskin tetapi berhikmat dari pada seorang raja tua tetapi bodoh, yang tak mau diberi peringatan lagi」 (Pengkhotbah 4:13). Oleh karena itu, Daniel berani memberikan nasihat kepada raja Nebukadnezar: 「Jadi, ya raja, biarlah nasihatku berkenan pada hati tuanku: lepaskanlah diri tuanku dari pada dosa dengan melakukan keadilan, dan dari pada kesalahan dengan menunjukkan belas kasihan terhadap orang yang tertindas; dengan demikian kebahagiaan tuanku akan dilanjutkan!」 (Dan. 4:27). Orang yang tidak mendengarkan nasihat bukan pelayan yang setia, bukan pemimpin yang baik!
Tetapi ada juga banyak kali, seperti yang menjadi perhatian Paulus dalam 1 Kor. 4:3-4, orang menggunakan fitnah, muslihat, bahkan kebohongan, kekejaman untuk menyakiti orang dan melukai hamba Tuhan. Jika mengalami hal-hal dan situasi ini, memohon Tuhan membantu kita seperti Paulus memiliki lapang dada yang kuat dan berani setelah introspeksi diri dan hati nurani yang bersih. Ketika kita melayani di depan orang, kita mungkin menghadapi berbagai penilaian yang dibuat oleh orang-orang di dalam atau di luar gereja, atau penilaian yang tidak benar oleh pengadilan manusia. Pada saat-saat ini, kita harus mengingat peringatan Paulus: penghakiman dan penilaian manusia adalah 「hal terkecil 」 dan 「hal yang paling tidak penting」 bagi orang yang telah memegang keselamatan hidup kekal. Terutama ketika kita melawan Setan dan kekuatan jahat, kita akan didatangi semua jenis 「kebohongan, penilaian yang kejam dan penuh muslihat」; pada saat-saat ini, kita harus mengandalkan Tuhan untuk menjadi kuat!
Paulus percaya: Hakim tertinggi dan terpenting adalah Tuhan! Jika Tuhan menyatakan bahwa kita jahat, bahkan jika kita memenangkan semua jenis tepuk tangan, semua jenis kedudukan, kemuliaan dan kemakmuran dari dunia, tetapi pada akhirnya akan datang kepada kita adalah penghakiman, malu dan hukuman kekal! Tetapi jika Tuhan menyatakan kita baik dan setia, walau jika kita mengalami fitnah, dijebak, ditinggalkan, dan ditindas dengan hukuman mati yang paling mengerikan di dunia seperti yang diterima Tuhan Yesus, kita tidak perlu takut, karena setelah salib adalah kebangkitan yang mulia! Jika kita benar-benar tidak bersalah, berhati murni dan setia pada perintah Tuhan, mengapa kita harus takut dengan penilaian, penghakiman manusia, atau hukuman tidak adil dari manusia yang mengerikan?!
Seorang hamba yang memiliki hati nurani yang bersih dan bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, tanpa takut akan celaan yang tidak benar atau penindasan dan penganiayaan yang kejam dari dunia! Petrus yang takut pada manusia dengan cepat tiga kali menyangkal Tuhan ketika penganiayaan dunia datang. Setelah mengalami kuasa kebangkitan Tuhan Yesus, Petrus yang hanya memandang pada 「hari Tuhan」, ia sepenuhnya berubah, meninggalkan kesaksian yang menyentuh: 「Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus」 (Kis. 5:41) Kiranya ayat Mazmur menjadi pengingat dan penghiburan kita hari ini:「kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?」 (Maz. 56:11)
Renungkan:
• Pernahkah Anda mengalami penilaian yang tidak benar dari manusia? Apakah ini pengalaman yang mudah? Pengingat dan penghiburan apa yang diberikan pengajaran Alkitab hari ini kepada Anda?
• Di sisi lain, apakah kita akan berjalan menuju ekstrem yang lain, yaitu menjadi orang yang merasa diri 「benar sendiri」? Kita menutup telinga, menolak saran semua orang, dan bahkan memandang setiap orang yang memberi nasihat itu sebagai orang jahat! Bahkan melakukan pembenaran atas kesalahan Anda sendiri? Apakah di gereja Anda bertemu orang atau pemimpin yang merasa 「benar diri sendiri」?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.