1 Kor. 3:21-23

Memiliki Kristus, memiliki segalanya!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 3:21-23 [ITB])
21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu: 22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya. 23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

1 Kor. 3:21-23, Paulus membawakan pernyataan yang sangat mengejutkan: karena kita adalah milik Kristus, maka segala sesuatu adalah milik kita. Jika kita tidak membaca ayat ini dengan saksama, kita mungkin tidak akan menyadari betapa mengejutkannya pernyataan ini. Di ayat 21-22, Paulus dua kali menggunakan frasa Yunani panta humon (segala sesuatu milikmu; all are yours). Dalam ayat sebelumnya 3:18-20, Paulus mengingatkan kita betapa bodohnya menolak hikmat Allah dan mencari hikmat dunia ini. Sebaliknya, betapa berlimpahnya mereka yang berjalan di jalan Kristus, karena segala sesuatu sebenarnya milik kita! Di ayat 3:23 Paulus menambahkan penjelasan mengapa segala sesuatu milikmu: sebab kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah! Allah yang berdaulat dan memegang kendali atas segalanya! Kristus adalah Allah, segala di bawah kuasa Kristus dan Kristus membagikan segala sesuatu kepada kita yang adalah milik Kristus, sehingga kita dapat berbagi segala sesuatu! Sungguh suatu anugerah bagi mereka yang mengikuti jalan Tuhan! Memiliki Kristus, memiliki segalanya!

Paulus mengkritik orang-orang di Korintus karena mengambil jalan memecah belah bermain partai golongan, dengan mengatakan: 「『Aku dari golongan Paulus, dan yang lain berkata: Aku dari golongan Apolos, bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani? (ayat 4). Ungkapan dari golongan Paulus, dari golongan Apolos secara tata bahasa Yunani adalah sama dengan frasa segala sesuatu adalah milikmu; dan kamu adalah milik Kristus, dan Kristus adalah milik Allah! Ungkapan di ayat 21-23 itu sebagai jawaban atas pertanyaan yang dilontarkan di ayat 4. Paulus perlu membuat gereja Korintus waspada dan meningkatkan pandangan rohani mereka. Mengapa orang Kristen yang karena percaya kepada Kristus telah menjadi anak-anak Allah tetapi mau begitu bodoh berbangga atas orang? Orang-orang gereja yang memecah-mecah sebagai partai-partai golongan, berpikir bahwa jika tergolong milik seorang pemimpin maka memiliki sesuatu untuk dibanggakan! Mereka sangat salah! Dalam kalimat pertama Paulus sudah mencela pemikiran ini: Tidak seorang pun bisa bermegah karena manusia! Apa yang bisa seorang manusia berikan kepada kita? Bisakah seorang manusia memberi kita keselamatan pengampunan? Bisakah orang memberi kita anugerah pembenaran? Dapatkah orang memberi kita Roh Kudus? Bisakah orang memberi kita hidup yang kekal? Tidak ada manusia yang bisa memberi kita anugerah paling berharga yang bisa didapatkan oleh semua orang Kristen! Betapa bodohnya membual berbangga tentang orang! Mereka yang membanggakan Kristus barulah orang-orang yang benar-benar bijaksana berhikmat!

Paulus menekankan: Kita adalah milik Kristus! (We are Christ’s!) Karena Kristus, kita juga milik Allah! Kita adalah milik Allah! Karena Kristus, segala sesuatu di dunia ini juga menjadi milik kita. Dalam Roma, Paulus dengan jelas mengungkapkan prinsip ini: Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28; lih. Roma 8:38-39 baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita). Segala sesuatu adalah milik Allah, tentu juga milik Kristus! Allah super sangat mencintai kita! Kristus super sangat mengasihi kita! Tuhan ingin menyelamatkan kita sampai akhir, dan melalui segala sesuatu membantu kita! Oleh karena itu, baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya, adalah semua alat yang Tuhan gunakan untuk membantu anak-anak dan hamba-hamba-Nya. Deklarasi pernyataan yang luar biasa, betapa besar anugerah iniSemuanya kamu punya, segala sesuatu adalah milikmu! Ketika kita merasa putus asa, tidak berdaya, dan patah semangat, kita harus ingat: Kita milik Tuhan! Tuhan super sangat mencintai kita! Tuhan memegang kendali berkuasa atas segalanya! Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kita yang mengasihi Dia! Kita memiliki Kristus, tidak memiliki keputusasaan mutlak, karena Allah super sangat mengasihi kita!

Oleh karena itu, betapa bodohnya meninggikan pendeta, menggunakan nama hamba pelayan Allah untuk membagi-bagi golongan, dan melupakan Tuan dari para pelayan! Kita patut merenungkan, di gereja-gereja yang berbeda, di organisasi Kristen dan lingkaran Kristen, apakah kita telah terlalu banyak meninggikan diri sebagai golongan orang-orang tertentu, kelompok tertentu, dan karenanya membenci saudara-saudari lain yang merupakan milik Tuhan? Sudahkah kita melakukan dosa sangat meninggikan orang lain, gagal menghargai dan menghormati saudara dan saudari lain? Selama berabad-abad, orang-orang yang setia kepada Kristus dan mengerti bahwa mereka hanyalah hamba-hamba yang setia, mereka sering mengingatkan saudara-saudari untuk tidak atas nama mereka mengadakan golongan-golongan! Sebelum kematiannya, Calvin reformator agama meminta Jenewa untuk menguburkannya di kuburan yang tidak disebutkan namanya untuk mencegah orang meninggikan dia sebagai berhala. Martin Luther memperingatkan dunia untuk tidak memecah belah membuat golongan atas namanya: Satu hal yang pertama-tama saya minta, adalah untuk tidak meninggikan nama saya, hendaknya seseorang menyebut diri sebagai orang Kristen, bukan menyebut diri Anda sebagai seorang Lutheran. Siapakah Luther? Pengajaran bukan lahir dari saya, saya tidak pernah disalibkan untuk siapapun. Paulus dalam 1 Korintus pasal 3 tidak memperbolehkan orang Kristen menyebut diri mereka aku dari golongan Paulus atau aku golongan Apolos, hanya boleh menjadi aku milik Kristus (aku orang Kristen). Saya hanyalah seperti belatung amis, bagaimana saya bisa meminta anak-anak dari Kristus untuk disebut atas nama saya? (I ask that men make no reference to my name; let them call themselves Christians, not Lutherans. What is Luther? After all, the teaching is not mine [John 7:16]. Neither was I crucified for anyone [I Cor. 1:13]. St. Paulus, in I Corinthians 3, would not allow the Christians to call themselves Pauline or Petrine, but Christian. How then should I—poor stinking maggot-fodder that I am—come to have men call the children of Christ by my wretched name? [Martin Luther, A Sincere Admonition to All Christians to Guard Against Insurrection and Rebellion (1522)])

Renungkan:
• Di gereja kita, apakah kita bangga atau meninggikan orang-orang populer, atau pemimpin yang menonjol yang memiliki karunia? Apakah terjadi perpecahan golongan dengan golongan? Apakah ada masalah meninggikan orang-orang tertentu dan meremehkan orang-orang tertentu?

• Karena kita adalah milik Kristus, segala sesuatu adalah milik kita! Penghiburan dan pengingat apa yang diberikan oleh pengajaran dalam ayat Alkitab ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.