1 Kor. 1:14-17

「Menjunjung tinggi Kristus」! 「Tidak memimpin orang kepada diri sendiri」! 「Memimpin orang kepada Tuhan」!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 1:14-17 [ITB])
14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus, 15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku. 16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis.
17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itupun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

1 Kor. 16:17, Paulus menyebutkan tiga orang: Stefanus, Fortunatus dan Akhaikus; mereka adalah utusan gereja Korintus, membawa surat yang mencatat masalah kesulitan gereja yang sulit ditangani untuk diserahkan kepada Paulus (1 Kor. 7:1). Di ayat 1:14-17 Paulus juga menyebutkan nama Krispus, Gayus, dan Stefanus. Paulus sangat menghargai saudara saudari dan rekan kerja pelayanan, dalam bagian salam di Surat1 Korintus, dia menyebutkan Sostenes; apakah dia adalah orang yang disebutkan dalam Kis. 18:17 Sostenes, kepala rumah ibadat, sebagian para peneliti masih memiliki pertimbangan atas hal ini. Tetapi banyak juga termasuk reformator agama John Calvin, melihat bahwa dia adalah Sostenes kepala rumah ibadat itu, jika demikian, ini mewakili upaya Paulus dan buah Injil. Gayus seharusnya adalah yang dikatakan dalam Roma 16:23 Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat; mampu memberi tumpangan seluruh gereja, tampaknya adalah saudara yang memiliki kedudukan dan sumber keuangan. Krispus adalah orang percaya di Korintus yang paling awal, tercatat dalam Kis. 18:8 adalah kepala rumah ibadat. Paulus dalam 1 Kor. 16:15 sekali lagi menyebutkan Stefanus dan keluarganya menggambarkan mereka sebagai orang-orang yang pertama-tama bertobat di Akhaya, dan mereka telah mengabdikan diri kepada pelayanan orang-orang kudus. Mereka yang disebutkan dalam 1 Kor. 1:1-17, Sostenes, Stefanus dan keluarganya, Fortunatus dan Akhaikus, semuanya adalah orang yang terkenal, berpengaruh, dan pelayanan yang baik. Untuk melihat apakah gembala adalah pemimpin yang baik, salah satu barometernya adalah melihat orang-orang seperti apa yang ada sekelilingnya? Apakah orang yang penuh kesaksian dan daya kehidupan? Atau, apakah orang-orang yang menghakimi, banyak fitnah dan suka berebut posisi?

Salah satu cara mempelajari kitab-kitab Alkitab, adalah dengan memperhatikan kata-kata yang sering digunakan. Dalam 13 pasal Surat 1 Korintus, jelas bahwa Paulus banyak menggunakan kasih (agape), dalam perikop 13:1-13 muncul 9 kali; Paulus mengingatkan kita, pada waktu memperlakukan satu sama lain di gereja harus dengan kasih. Ketika berbicara tentang masalah dalam Gereja, dalam Surat 1 Korintus ini Paulus berulang kali menegur gereja Korintus, sombong (puff up) (phusioo). Kata phusioo berarti mengembungkan diri, sombong, dan memegahkan diri (4:6, 18-19; 5:2; 8:1; 13:4).

Dalam menghadapi jemaat Korintus yang sombong dan memegahkan diri, arah penggembalaan pastoral Paulus adalah untuk memuliakan Kristus; Paulus dalam Korintus pasal 16 sebanyak 64 kali menyebutkan Kristus. Dalam 1 Kor. 1:1-17 kata Kristus muncul 14 kali dalam perikop pendek 17 ayat ini. Ketika perpecahan, tepuk tangan dan pujian terfokus kepada para pemimpin yang berbeda, ini menyebabkan masalah serius dalam gereja, perselisihan, terpisah-pisah, terpecah belah dan golongan-golongan, maka hamba yang setia Paulus mengembalikan fokus orang-orang kembali kepada Tuhan Yesus! Ketika kita percaya kepada Tuhan dan diselamatkan oleh kasih karunia, kita bukan ingin masuk di bawah nama pengkhotbah tertentu, juga tidak berdoa atas nama pemimpin tertentu, juga tidak bersandar kepada orang lain yang mati di kayu salib tidak bangkit! Masing-masing dari kita berpartisipasi dalam pelayanan. beberapa orang dipimpin oleh orang lain menjadi percaya kepada Tuhan, dibaptis oleh hamba Tuhan, dan dibina oleh beberapa hamba Tuhan, tetapi semua itu hanyalah bejana, hanya pekerja, tidak ada yang bisa dibanggakan, anugerah dan kuasa sesungguhnya berasal dari Allah, datang dari Allah Bapa mengutus Anak-Nya yang Tunggal Yesus Kristus. Paulus bersyukur karena tidak bertanggung jawab atas semua baptisan, karena orang banyak sering mengandalkan yang kasat mata lebih daripada iman. Karena melihat dibaptis oleh pemimpin tertentu, maka secara khusus hanya menghormati pemimpin tersebut, dan mengabaikan pelayan setia lainnya. Paulus bersyukur bahwa dia tidak memonopoli kemuliaan pelayanan, karena kemuliaan seharusnya hanya milik Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Beberapa pelayan menyukai mahkota kehormatan dari berbagai pelayanan, seremonial, dan cahaya pertemuan akbar! Apa yang mereka kejar adalah pujian dan tepuk tangan dari orang percaya! Ini bukan contoh yang patut dikejar oleh seorang hamba yang setia! Paulus berkata: aku mengucap syukur karena tidak ada seorangpun juga di antara kamu yang aku baptis! Sungguh ini adalah pengingat yang berharga! Hamba yang sejati tahu siapa tuannya! Kristuslah yang mengutus kita! Yang ditinggikan oleh hamba yang sejati adalah Tuhan yang mati di kayu salib untuk kita! Hamba yang sejati bukanlah memimpin orang lain kepada diri mereka sendiri, tetapi memimpin orang kepada Tuhan!

Lebih banyak pemimpin yang membawa orang kepada diri mereka sendiri maka akan ada lebih banyak perselisihan, perpecahan, golongan-golongan, di dalam gereja!
Dengan lebih banyak hamba Tuhan yang membawa orang kepada Tuhan, maka gereja dapat bersama-sama meninggikan Kristus dan bersatu untuk memasyhurkan Injil!

Renungkan:
• Anda pernah bertemu beberapa orang-orang melayani yang sangat cinta mahkota kehormatan dari pelayanan, seremonial acara dan cahaya pertemuan akbar? Apakah mereka memiliki krisis mental memimpin orang lain kepada diri mereka sendiri? Bagaimana kita bisa saling menasihati dan mengingatkan?
• Apakah Anda merindukan lebih banyak hamba Tuhan yang memimpin orang kepada Tuhan Yesus dan meninggikan Kristus? Apakah Anda ingin memiliki tekad hati yang seperti itu dalam melayani?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.