Gereja terberkati oleh 「gembala yang berani hadapi masalah dan mendisiplinkan jemaat」!
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 1:10-13 [ITB])
10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir (but that you be perfectly united in the same mind and the same judgment).
11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloe tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu. 12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: 「Aku dari golongan Paulus.」 Atau 「aku dari golongan Apolos.」 Atau 「aku dari golongan Kefas.」 Atau 「aku dari golongan Kristus.」
13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?
Di pembukaan Surat 1 Korintus, Paulus menekankan bahwa dia 「dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus」 (called apostle). Salah satu kunci pelayanan Paulus adalah senantiasa mengingat tugas jabatan dan panggilan Allah kepadanya. Di Kis. 20:20, Paulus meninggalkan teologi penggembalaan yang terkenal: 「Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, …」Banyak gereja jatuh karena satu alasan inti, gembala dan pemimpin menyerah menggunakan kebenaran Firman untuk mengelola diri sendiri dan gereja. Ketika para pemimpin gereja dengan menuruti kemauan diri, egois, takut masalah, mencari muka, saling meninggikan diri, saat tidak mengelola gereja menurut kebenaran Firman maka gereja akan menderita segala macam penyakit, dan gereja akan menjadi tidak seperti gereja Tuhan. Sebaliknya, dalam 2 Korintus 10:5, Paulus meninggalkan teladan dan aspirasi pastoral penggembalaan yang berharga. Ketika masalah muncul antara orang percaya dan gereja, Paulus sebagai seorang gembala bertekad untuk merobohkan semua siasat, kesombongan, dan sikap yang tidak sesuai kehendak Allah. Paulus sangat mencintai gereja, jadi dia bertekad untuk mendisiplinkan saudara saudari dan gereja. Paulus berkata: 「Kami mematahkan setiap siasat orang dan merobohkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus」 sehingga menaati Kristus. Betapa diberkatinya gereja yang 「memiliki gembala yang berani menangani masalah dan berani mendisiplinkan jemaat」!
Paragraf 1:10-17 menunjukkan perselisihan serius dan masalah perpecahan menjadi golongan-golongan dalam jemaat Korintus. Dilihat dari ayat 1:12, mereka dapat dibagi menjadi tiga atau empat golongan. Sebelum menegur mereka, Paulus menekankan bahwa dia 「menasihatkan demi nama Tuhan kita Yesus Kristus」 Kita sebagai gembala atau pemimpin, kita hanya bisa 「di dalam Tuhan Yesus, sesuai kehendak Tuhan」 untuk mengajar, membimbing dan mengelola gereja. Paulus pertama-tama menetapkan prinsip yang harus dipegang satu sama lain oleh kita semua, yaitu, kita semua harus mengatakan kebenaran yang sama yaitu 「seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kita, tetapi sebaliknya supaya kita erat bersatu dan sehati sepikir」. Kata 「sepikir」 (gnome) dapat diterjemahkan sebagai 「keputusan pendapat (judgment)」, 1 Kor. 7:25, 40 dan 2 Kor. 8:10 memperlihatkan pendapat dan keputusan penilaiannya. Ketika berhadapan dengan berbagai masalah gereja, kita harus berusaha untuk mencapai pendapat dan keputusan pendapat penilaian bersama yang setia pada prinsip-prinsip Alkitab dan berkenan kepada Tuhan.
Seharusnya seia sehati atas tujuan, tetapi yang menyedihkan adalah bahwa itu benar-benar kontraproduktif, karena saling membanding-bandingkan, karena kesalahpahaman, karena penilaian yang berbeda atas berbagai hal, gereja Korintus yang dicintai Paulus memiliki perselisihan serius dan masalah perpecahan golongan-golongan. Kloe adalah seorang saudari, dalam Perjanjian Baru tidak ada catatan lain. Bisa dibayangkan bahwa dia adalah seorang saudari yang sangat mencintai gereja dan juga mengenal akrab dengan Paulus. Ketika ada perselisihan serius di gereja, dia melangkah maju dan mengutus keluarganya menyeberangi Laut Aegea ke Efesus untuk meminta bantuan dari gembalanya. Gereja tidak hanya membutuhkan seorang gembala yang baik, tetapi juga seorang saudari yang baik yang sangat mencintai gereja.
Apolos di Efesus di bawah bimbingan Priskila dan Akwila menjadi penginjil yang luar biasa. Kemudian, dia pergi ke Akhaya, di Korintus dan tempat-tempat lain dia melayani dengan sangat baik (Kis. 18:24-28). Sangat disayangkan bahwa sifat manusia yang berdosa membuat orang percaya membandingkan dua generasi gembala; gereja membuat perpecahan antara golongan Paulus dan golongan Apolos! Yang lebih menyedihkan adalah bahwa perpecahan golongan semacam ini telah berulang kali muncul di gereja-gereja dari generasi sebelumnya, sungguh menyedihkan dan perlu mendapat teguran!
Mengapa ada golongan 「Kefas / Petrus」? Surat-surat Korintus tidak mengungkapkannya dengan jelas. Menurut para peneliti, ada dua kemungkinan: 1) mungkin Petrus pernah mengunjungi Korintus sebentar; 2) beberapa orang datang ke Korintus dan mengklaim bahwa mereka berasal dari otoritas dan garis ajaran berasal dari Petrus dan dengan sikap yang memandang rendah secara tidak langsung mengkritik Paulus dan gereja yang didirikan Paulus. Para peneliti memiliki perbedaan pendapat terhadap ada atau tidaknya 「golongan Kristus」. Salah satu kemungkinan adalah bahwa Paulus menggunakan ironi retoris, mengatakan: 「ada orang-orang yang bahkan demikian sombong dan mengklaim diri mereka milik Kristus, yang berarti bahwa mereka lebih unggul daripada semua orang yang lain.」 Semua hamba adalah hamba-hamba Kristus, dan semua sepatutnya berkehendak memimpin orang untuk mengikuti Kristus; tetapi sayangnya, mungkin ada pemimpin yang sombong, atau orang-orang yang suka membuat perpecahan golongan-golongan, menciptakan suasana budaya buruk 「cintai yang ini dan benci yang itu, memuja-muja yang ini dan sinis terhadap yang lain, dekat yang ini menyingkirkan jauh-jauh yang itu.」 Hasilnya membuat sebuah gereja yang seharusnya bersatu menjadi sebuah gereja senantiasa penuh perpecahan golongan-golongan dan perselisihan. Ini sungguh tragis dan menyedihkan! Kita harus serius menghadapi kelemahan dan kegagalan para pemimpin yang berbeda, tetapi ini tidak berarti bahwa kita memupuk budaya jahat membanding-bandingkan, persaingan, dan pembentukan golongan-golongan. Mereka yang melakukan dosa-dosa ini harus segera bertobat! Sungguh ini adalah dosa-dosa yang patut dibenci!
Paulus benar-benar tahu bahwa dia hanyalah seorang hamba Kristus! Jemaat mendapat keselamatan adalah hasil dari iman kepada Kristus yang disalibkan! Sebagai hamba Tuhan, Apa yang dapat kita banggakan? Betapa diberkatinya sebuah gereja yang memiliki pelayan-pelayan, hamba-hamba yang 「memuliakan Kristus, menghargai rekan kerja, dan membenci perpecahan golongan-golongan」!
Renungkan:
• Karena pemimpin kelompok yang berbeda, mentor, diaken, penatua, pengkhotbah, dan gembala, ada saudara dan saudari memiliki kecenderungan 「cintai yang ini dan benci yang itu, memuja-muja yang ini dan sinis terhadap yang lain, dekat yang ini menyingkirkan jauh-jauh yang itu,」 apakah Anda pernah mengalami hal yang demikian? Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda pernah menciptakan suasana budaya ini?
• Ketika kita melihat kelemahan, kekurangan dan kegagalan dari para pemimpin dan gembala yang berbeda, bagaimana kita harus menghadapinya? Apakah membikin perpecahan golongan-golongan adalah jalan keluar? Apakah Anda memikirkan ajaran dalam Alkitab yang dapat membantu kita?
• Tidak dapat dihindari untuk membandingkan gembala masa lalu dan yang saat ini! Tetapi apakah kita menghargai hal-hal positif dan kontribusi mereka masing-masing? Atau apakah mungkin karena kesukaan kita, membuat perbandingan dan perpecahan yang membuat orang-orang jatuh?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.