1 Kor. 1:3-9

Kita 「memiliki Allah」, 「memiliki kasih karunia Allah」, 「memiliki Tuhan Yesus」!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 1:3-9 [ITB])
3 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. 4 Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus.
5 Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, 6 sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu.
7 Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. 8 Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat (blameless) pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. 9 Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Dalam 1 Korintus 1:1-9, Paulus menuliskan salam dan mengucap syukur; kemudian, Paulus segera menegur mereka agar tidak terjadi perpecahan dan perselisihan. 1 Korintus 1:10 sampai 4:21 seluruhnya mengurus perselisihan dan perpecahan berkelompok di gereja. Bagaimana memilah-milah garis besar seluruh Surat 1 Korintus, para peneliti memiliki dua pandangan utama. Jika dipahami menurut interaksi Paulus dengan gereja Korintus, maka Surat 1 Korintus dapat dibagi menjadi empat bagian: pertama, salam dan ucapan syukur (1:1-9); kedua, penanganan masalah yang diberitahukan oleh orang-orang keluarga Kloe (1:10 – 6:20); ketiga, menangani masalah-masalah yang disebutkan dalam surat yang dikirimkan oleh Korintus (7:1 – 16:4); keempat, kata penutup.

Jika dipelajari berdasarkan isi ayat-ayatnya untuk membuat pengelompokan bagian-bagian besarnya, maka Surat 1 Korintus dapat dibagi menjadi tujuh bagian besar: pertama, salam dan ucapan syukur (1:1-9); kedua, menangani masalah perpecahan dan faksi dalam gereja (1:10 – 4:21); ketiga, menangani masalah moral seperti zina, tuntutan, pernikahan (5:1 – 7:40); keempat, menangani masalah daging persembahan berhala (8:1 – 11:1); kelima, kekacauan dalam pertemuan gereja dan sikap terhadap satu sama lain (11:2 – 14:40); keenam, menangani pertanyaan tentang kebangkitan dan masalah pemberian bantuan kasih (15:1 – 16:4); ketujuh, kata penutup.

Dalam renungan bulan ini kita akan dengan lebih perinci mempelajari pasal 1 sampai 4, khususnya merenungkan bagaimana Paulus menyelesaikan masalah perselisihan dan perpecahan mengelompok menjadi faksi dalam gereja. Bagi mereka yang mencintai gereja Tuhan, yang paling menyedihkan bagi kita adalah melihat bahwa gereja Tuhan penuh dengan segala macam kesombongan, cara-cara licik, perselisihan, dan perpecahan menjadi kelompok-kelompok. Paulus sebelum menegur masalah perselisihan gereja, ia tidak ingin kita kehilangan pengharapan, maka pertama-tama ia terlebih dahulu mengemukakan sebuah konsep yang penting yakni gereja Tuhan ada Allah, ada Allah yang setia, ada Kasih karunia Allah, ada Tuhan yang memiliki persekutuan yang erat dengan kita, Tuhan yang menyelamatkan kita sampai akhir sampai tuntas dan menuntun kita ke jalan yang tidak bercela.

Dalam ayat 1:4-9, Paulus mengingatkan gereja-gereja yang penuh dengan masalah dan perselisihan: kita memiliki kasih karunia Allah. Kasih karunia ini membuat kita cukup dan melimpah dalam segala hal, termasuk memberi kita segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan. Namun segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan yang dikaruniakan ini seharusnya tidak membuat kita sombong, tetapi harus membuat kita menjadi berkat bagi satu sama lain dan membuat kita membangun orang lain. Paulus lebih lanjut mengatakan bahwa itu berbagai karunia Allah kepada jemaat Korintus adalah berlimpah. Ayat 7, Paulus menyebutkan bahwa dalam kelimpahan karunia ini hendaknya kita menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus, ini akan merupakan pengantar tentang kebangkitan yang akan dibicarakan dalam pasal lima belas.

Jemaat Korintus penuh dengan kegagalan, tetapi Paulus masih yakin bahwa Tuhan yang akan menguatkan kita sampai akhir, Dia akan memberikan kasih karunia dan membimbing kita sampai kepada kesudahannya, sehingga kita tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Betapa besarnya iman ini, dan ini juga mencerminkan betapa besarnya kasih karunia Tuhan. Dalam situasi pastoral penggembalaan yang begitu sulit, Paulus tidak menjadi putus asa, juga tidak meninggalkan gereja, juga tidak meninggalkan tanggung jawab untuk mendisiplinkan dan mereformasi gereja, karena dia yakin bahwa Allah itu setia! Tuhan kita adalah tidak pernah meninggalkan kita, kita senantiasa dipelihara dalam persekutuan Tuhan Yesus. Setelah kita percaya kepada Tuhan, kasih karunia Allah dan penyertaan Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkan kita dan Gereja. Oleh karena itu, Paulus masih penuh harapan dalam situasi kegagalan dan perpecahan yang menyedihkan di gereja.

Jika kita melihat bahwa gereja penuh dengan masalah dan perselisihan, kita harus mengalihkan pandangan dan memfokuskan pandangan kita kepada Tuhan Yesus. Harapan bahwa gereja dapat diperbarui dan dapat melepaskan diri dari perselisihan serta perpecahan adalah bahwa kita memiliki Tuhan Yesus!

Dalam semua jenis keputusasaan, kita harus ingat: kita memiliki Allah, memiliki kasih karunia Allah, memiliki Tuhan Yesus!

Renungkan:
• Renungkan kembali perubahan sejak Anda menjadi orang percaya! Apakah Tuhan memberi Anda banyak kasih karunia? Apakah anugerah ini dimaksudkan untuk membuat Anda sombong? Atau apakah Allah hendak membuat Anda menjadi hamba yang membangun orang lain atau menjadi hamba manusia?
• Apakah Anda mengalami frustrasi atau putus asa dalam kehidupan gereja Anda? Jika ya, dorongan dan pengingat apa yang diberikan ayat hari ini kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.