「Kita adalah jemaat Allah」
Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.
(1 Kor. 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, 2 kepada 「jemaat Allah」 di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita.
【Referensi ayat】
(2Kor. 1:1 [ITB]) Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada 「jemaat Allah」 di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya.
Renungan bulan ini, kita akan fokus mempelajari Surat 1 Korintus pasal 1-4. Dalam tiga hari pertama kita akan menggunakan sebagian konten untuk memperkenalkan latar belakang, karakteristik, garis besar, dan materi terkait lainnya dari surat-surat Korintus. Dalam ayat 1-3 Paulus sudah membawakan tiga perhatian penting terhadap gereja tercinta: 「kita adalah jemaat Allah」, 「kita dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus」, 「saya dipanggil untuk menjadi rasul Kristus Yesus.」
Gereja Korintus adalah gereja yang sangat dicintai Paulus. Surat 1 dan 2 Korintus dituliskan oleh Paulus terkait masalah jemaat Korintus dan konflik serta kesalahpahaman mereka dengan Paulus, dari dalamnya kita belajar bagaimana dalam situasi gereja yang sulit dapat mempertahankan kebenaran, mempertahankan didikan disiplin, dan menghidupi kasih Kristus yang besar. Perasaan Paulus mengalirkan dengan jujur dalam surat 1 dan 2 Korintus, ada kekhawatiran, air mata, ada kasih dan benci, mari kita kenali gereja Korintus yang memiliki 「banyak masalah」, kita juga mengenal secara mendalam 「perasaan」 hamba yang setia, bagaimana dalam waktu yang panjang bekerja keras dan berada di dalam tarikan ketegangan tetap bertekad untuk mengikuti teladan Kristus, bersumpah untuk membuat gereja benar-benar menghidupi model rupa 「jemaat Allah」, agar 「orang-orang kudus」menjalani hidup yang sepadan dengan identitas, ini adalah surat-surat yang sangat berharga yang mengajari kita bagaimana menggembalakan gereja.
Gereja Korintus adalah gereja yang didirikan Paulus selama perjalanan misinya yang kedua. Di antara gereja-gereja yang didirikan oleh Paulus sendiri, selain gereja Efesus, Paulus tinggal paling lama di gereja Korintus (delapan belas bulan). Jika berdasarkan teori 「Galatia Selatan」, maka surat-surat Paulus yang paling awal adalah Galatia, 1 dan 2 Tesalonika, dan tiga surat berikutnya adalah 1 dan 2 Korintus, dan Surat Roma. Sekitar tahun 54-57 AD saat menuliskan Surat 1 dan 2 Korintus, dan Surat Roma, usia Paulus sekitar lima puluh tahun, ini adalah surat-surat berharga yang ia tuliskan di masa emas pelayanannya, ditulis sebelum dipenjarakan di Kaisarea dan Roma (tahun 57-62 AD).
Sejak gereja Korintus didirikan (Kis. 18:1-18) sekitar tahun 50-52 AD, hingga sekitar tahun 57 AD ia datang ke Korintus (Kis. 20:2-3; Korintus termasuk tanah Yunani), dalam periode waktu ini dituliskan Surat-surat Korintus yang berharga. Selama tujuh tahun yang panjang ini, Paulus mengalami berat dan sulitnya merintis serta membangun gereja. Selama periode merintis gereja Efesus, dia masih harus menghadapi banyak masalah gereja Korintus, kesalahpahaman dan fitnah, ia mengalami proses yang sangat berat. Beberapa peneliti mengatakan bahwa perjalanan singkatnya ke Korintus adalah 「perjalanan dukacita」 (painful visit) (2 Kor. 2:1, 「Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku, bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita」) . Akhirnya, di bawah berbagai kekhawatiran dan kelemahan, ia secara langsung mengalami cukupnya kasih karunia Tuhan Yesus. Dalam Kis. 20:2-3 , Lukas mencatat Paulus ketiga kali datang ke Korintus menyelesaikan banyak masalah dan kesalahpahaman gereja, dan di sana ia menuliskan Surat Roma yang tak lekang waktu. Dari Surat-surat Korintus berharga yang dituliskan dalam tujuh tahun yang sulit ini, kita tidak hanya sekadar mengenal bahwa berbagai masalah dapat muncul di gereja, tetapi juga bahwa berbagai kesalahpahaman, kontradiksi dan konflik dapat muncul antara gembala dan gereja, tetapi juga membuat kita menyadari bahwa cukuplah kasih karunia Tuhan Yesus.
Dalam Surat 1 dan 2 Korintus, Paulus secara khusus memakai frasa 「kepada 『jemaat Allah』 di Korintus」 (to the church of God in Corinth) untuk memulai suratnya. Dengan mengingatkan identitas 『jemaat Allah』, ia mengungkapkan kesedihan sebagai seorang gembala bahwa gereja yang ia dirikan telah menjauh dari banyak pengajaran Kristus, dan telah menjadi gereja 「banyak masalah, banyak perselisihan, dan banyak perpecahan kelompok」, bahkan perjamuan kasih berkembang menjadi 「yang seorang lapar dan yang lain mabuk」 (1 Kor. 11:21), sungguh-sungguh membuat Paulus sangat sedih. Tetapi Paulus tidak meninggalkan tanggung jawab dan otoritas rasulnya, dia bersikeras pada kebenaran, bersikeras pada disiplin didikan, terus menegur gereja, harus meneladani Kristus, dan meninggalkan kalimat yang terkenal: 「Hendaklah kamu menurut teladanku, seperti aku pun menurut teladan Kristus」[ITL] (1 Kor. 11:1)
Merenungkan gereja kita hari ini, apakah kita adalah 「jemaat Allah」 yang berkenan kepada Tuhan? Ataukah kita berjalan menurut kehendak masing-masing, sombong, perpecahan berkelompok, kesalahpahaman, menghakimi yang terus-menerus, perselisihan berlanjut, 「jemaat Allah」 yang mempermalukan?
Renungkan:
• Atas apa yang Anda tahu tentang latar belakang Surat 1 Korintus, hal apa yang paling menyedihkan Anda?
• Apakah gereja Anda, atau gereja lain yang Anda kenal, memiliki masalah serupa? Bagaimana hal ini menjadi permasalahan bagi Anda?
• Paulus bertekad untuk membangun sebuah 「jemaat Allah」. Apa pengingat dan dorongan yang Anda dapatkan? Jika ada, dapatkah diubah menjadi doa dan tekad?
Renungan pemahaman Surat 1 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.