「Pegang kesempatan」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amsal 19:15-29 [ITB])
15 Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak,
………dan orang yang lamban akan menderita lapar.
16 Siapa berpegang pada perintah, memelihara nyawanya,
………tetapi siapa menghina firman, akan mati.
17 Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah,
………memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu.
18 Hajarlah anakmu selama ada harapan,
………tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya.
19 Orang yang sangat cepat marah akan kena denda,
………karena jika engkau hendak menolongnya, engkau hanya menambah marahnya.
20 Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan,
………supaya engkau menjadi bijak di masa depan.
21 Banyaklah rancangan di hati manusia,
………tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana.
22 Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya;
………lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.
23 Takut akan Allah mendatangkan hidup,
………maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.
24 Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan,
………tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut.
25 Jikalau si pencemooh kaupukul,
………barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak,
.. jikalau orang yang berpengertian ditegur,
………ia menjadi insaf.
26 Anak yang menganiaya ayahnya atau mengusir ibunya,
………memburukkan dan memalukan diri.
27 Hai anakku, jangan lagi mendengarkan didikan,
………kalau engkau menyimpang juga dari perkataan-perkataan yang memberi pengetahuan.
28 Saksi yang tidak berguna mencemoohkan hukum
………dan mulut orang fasik menelan dusta.
29 Hukuman bagi si pencemooh tersedia
………dan pukulan bagi punggung orang bebal.
Pasal 19:18-21 berbicara tentang teguran, memberikan pengajaran kepada anak, orang pemarah, dan para pembaca, berharap mereka akan mendengarkan nasihat yang diutarakan. Ayat 18 sedikit istimewa: 「Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya,」 ini berbicara tentang disiplin mendidik. 《Kitab Amsal》 telah berulang kali mengingatkan orang tua untuk membimbing dan mengoreksi perilaku hidup anak-anak. Orang bijak dengan semangat berseru kepada orang tua agar memberikan didikan disiplin kepada anak secepatnya selagi masih ada harapan. di sini 「harapan」 adalah mengacu pada peluang, yaitu melalui didikan pendisiplinan sehingga anak menerima pengajaran yang positif, jika tidak maka kehidupan anak akan hancur. Ada hal yang membuat pembaca tidak mengerti, apakah orang bijak menyiratkan: bahwa jika orang tua tidak mendisiplinkan tepat waktu, apakah itu 「sengaja membuat dia mati」 / 「membiarkan dia mati」? Artinya, jika orang tua tidak memanfaatkan kesempatan untuk mendisiplinkan anak, mereka akan membiarkannya menuju jalan kehancuran! Apakah demikian? Ketika anak Daud, 「Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: 『Aku ini mau menjadi raja.』 … Selama hidup Adonia ayahnya belum pernah menegor dia dengan ucapan: 『Mengapa engkau berbuat begitu?』」 (1 Raj. 1:5-6). Jelas, kesempatan emas akan hilang berlalu dengan cepat. Adonia tidak tahu bahwa kehendak Allah adalah Salomo yang menjadi raja.
Ayat 23 「Takut akan Allah mendatangkan hidup, maka orang bermalam dengan puas, tanpa ditimpa malapetaka.」Kata 「takut akan Allah」 muncul beberapa kali dalam 《Kitab Amsal》 (1:7; 9:10; 16:6), merupakan hal penting bagi orang Kristen. Orang yang takut akan Allah tidak hanya akan memperoleh kehidupan, tetapi juga dipuaskan kelimpahan jiwa kehidupan, termasuk rumah tangga yang utuh. Beberapa versi menerjemahkan kepenuhan dari orang yang takut akan Allah sebagai 「tahu rasa puas」 (CNV Mandarin) (“content”, NIV). Seperti kata pepatah: 「tahu puas adalah bahagia」. Orang tahu puas dengan apa yang sudah mereka miliki, tidak perlu membandingkan dengan orang lain, dan tidak iri untuk memiliki lebih banyak, mereka adalah orang yang bahagia. Paulus berkata dengan pasti: 「Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar」 (1 Tim. 6:6). Orang yang saleh dan bisa mengendalikan keinginan, ia bisa menikmati hidupnya.
Ayat 25 「Jikalau si pencemooh kaupukul, barulah orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, jikalau orang yang berpengertian ditegur, ia menjadi insaf.」 Ayat ini menyebutkan tiga orang yang berbeda jalan pikiran dan tanggapan mereka atas teguran. Kategori pertama adalah 「pencemooh」, adalah orang-orang yang tidak menerima ajaran orang lain karena harga dirinya yang tinggi. Kategori kedua adalah 「orang tak berpengalaman」 adalah orang yang naif dan hampa, kategori orang ini bisa menjadi lebih bijak melalui pembelajaran. Kategori ketiga adalah 「orang berpengertian」 adalah orang-orang yang peka untuk paham ketika mereka ditegur 「ia menjadi insaf.」 Mengapa narasinya begitu rumit? Orang bijak menekankan bahwa orang yang terbuka akan mendapatkan pengertian setelah dikoreksi.
Renungkan:
(1) Apakah Anda bersedia menjadi orang saleh yang tahu puas? Apakah ada hambatan? Bagaimana cara mengatasi?
(2) Berdoa agar Allah memberi kita pengertian rohani untuk memahami kebenaran, menjadi orang yang bijak, dan menghindari menjadi orang yang sombong dan tidak berpengertian.
Renungan pemahaman Kitab Amsal
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 10-22 ditulis oleh Rev. Dr. Joshua Mak (麥耀光 Mài Yào Guāng) dipublikasi pada bulan Juni 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.