2 Timotius 1:6-7

「Mendobrak keterbatasan, kobarkan hati」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Tim. 1:6-7 [ITB])
6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Ayat 7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Ada orang yang berpendapat bahwa kata roh ini menurut konteksnya adalah merujuk pada Roh Kudus. Tetapi sebagian besar peneliti Alkitab percaya bahwa interpretasi paling alami dari kata roh dalam kalimat ini mengacu pada roh manusia, yaitu temperamen atau mentalitas kita, maka kata roh dapat digantikan dengan kata hati seperti dalam dalam terjemahan CUV Mandarin, dan kata roh yang membangkitkan kekuatan dapat diterjemahkan sebagai hati yang kuat, ini merupakan terjemahan parafrasa, tampaknya berpendapat bahwa Paulus menyebutkan kemampuan untuk mendorong Timotius agar tidak takut, tetapi memiliki hati yang kuat.

Dalam tradisi gereja masa lalu, secara umum diyakini bahwa Timotius adalah pemuda yang relatif lemah dan tertutup, kurang memiliki pesona kepemimpinan yang alami, sehingga Paulus berkali-kali memberinya semangat, termasuk mendorongnya untuk tidak takut dalam ayat 7. Paulus mengirimnya ke Korintus, juga berpesan kepada gereja lokal, Jika Timotius datang kepadamu, usahakanlah supaya ia berada di tengah-tengah kamu tanpa takut, sebab ia mengerjakan pekerjaan Tuhan, sama seperti aku. Jadi, janganlah ada orang yang menganggapnya rendah! … (1 Kor. 16:10-11). Jika Timotius benar-benar secara alami sifatnya agak lemah, kita harus mengakui bahwa ia bersedia menerobos keterbatasan kepribadiannya untuk memenuhi Amanat Agung Kristus, dan telah berulang kali menunjukkan keberanian dan komitmen yang luar biasa.

Pertama-tama, dalam perjalanan misi yang kedua, Paulus bertemu dengannya di kampung halaman Timotius di Listra, dan mendengar bahwa dia memiliki reputasi yang baik di antara orang-orang percaya. Saat itu, Timotius masih sangat muda, tetapi dia tidak ragu-ragu menerima ajakan Paulus untuk bergabung dengan tim misi Paulus, meninggalkan kampung halaman dan menyeberangi laut pergi ke Yunani untuk misi memberitakan kabar Injil. Kedua, Timotius pernah dua kali mewakili rasul Paulus, sendirian pergi ke gereja Tesalonika dan Korintus untuk mendorong serta menggembalakan mereka. Korintus jelas adalah gereja yang banyak masalah, Timotius tampaknya memiliki kemampuan untuk menyelesaikan. Terakhir, ketika Paulus menulis surat 1 dan 2 Timotius, Timotius sedang menggembalakan gereja Efesus untuk mengatasi ajaran palsu di kalangan pimpinan gereja. Semua ini menunjukkan dia berhasil mendobrak sifat lemah penakut dirinya, demi memenuhi Amanat Agung, ia menunjukkan keberanian dan ketekunan yang luar biasa.

Di surat pertama, 1 Tim. 1:18 Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni, Paulus mengingatkan Timotius bahwa ada nubuat yang menunjukkan bahwa Timotius memiliki karunia untuk melakukan pekerjaan Tuhan (mencakup karunia mengajar dan penginjilan), dan dalam 1 Tim. 4:14 disebutkan bahwa sidang penatua menumpangkan tangan untuk mengonfirmasi nubuatan ini di depan umum, yaitu menegaskan bahwa Timotius memiliki karunia pelayanan. Mungkin ini mirip dengan upacara pengutusan misionaris hari ini. Paulus tampaknya adalah salah satu penatua yang menumpangkan tangan pada saat itu. Dalam surat 2 Timotius ini, dia mengingatkan Timotius untuk mengingat kembali penumpangan tangan lebih dari sepuluh tahun yang lalu, melalui hal ini mendorong dia untuk kembali semangat hati mula-mulanya. Dalam ayat 6, kobarkan, teks bahasa aslinya mengacu pada bibit api yang akan padam, yang dikobarkan kembali menjadi api besar yang berkobar-kobar.

Pada hari-hari pertama setelah percaya kepada Tuhan, banyak orang yang antusias untuk melayani dan mengabdikan diri pada kehidupan gereja; tetapi setelah bertahun-tahun percaya kepada Tuhan, mereka berangsur-angsur menjadi lebih dingin, dan bahkan merasa lelah, dan tidak lagi memiliki api semangat di dalam hati mereka. Paulus mengingatkan kita dua hal: (1) kita harus rela mendobrak keterbatasan kepribadian kita sendiri agar dapat terus mengalami pembaruan hidup; (2) kita harus mendapatkan kembali hati mula-mula kita, dan aktif berusaha untuk menghidupkan kembali api di hati kita.

Renungkan:
Apakah Anda bersedia mendobrak keterbatasan Anda sendiri? Apakah Anda bersedia menyalakan kembali api di hati Anda?


Renungan pemahaman Surat 2 Timotius

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 2 Timotius ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.