「Bukan Hanya Sisa 1 Orang! Allah Tidak Pernah Menyerah! Ia Masih Menyelamatkan!」
Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.
(Rom. 11:1-4 [ITB])
1Maka aku bertanya: Adakah Allah mungkin telah menolak umat-Nya? Sekali-kali tidak! Karena aku sendiripun orang Israel, dari keturunan Abraham, dari suku Benyamin.
2Allah tidak menolak umat-Nya yang dipilih-Nya. Ataukah kamu tidak tahu, apa yang dikatakan Kitab Suci tentang Elia, waktu ia mengadukan Israel kepada Allah: 3「Tuhan, nabi-nabi-Mu telah mereka bunuh, mezbah-mezbah-Mu telah mereka runtuhkan; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.」
4Tetapi bagaimanakah firman Allah kepadanya? 「Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku, yang tidak pernah sujud menyembah Baal.」
Ini adalah masalah besar orang dunia tidak mampu melihat dengan jelas diri sendiri dan tidak mampu melihat dengan jelas tindakan Tuhan, juga merupakan masalah besar Israel. Paulus menegur bangsa Israel pada zaman itu melakukan kesalahan Elia, yakni tidak melihat bahwa TUHAN menyisakan benih keselamatan bagi diri-Nya sendiri! Dalam pasal 11, Paulus membicarakan dua pertanyaan lain orang Yahudi: 1. 「Apakah Allah menolak umat-Nya?」 2. 「Apakah mereka terpeleset kaki adalah untuk membuat mereka jatuh?」 Dalam menanggapi pertanyaan pertama, Paulus menggunakan kesaksian dirinya sendiri sebagai orang Israel yang mendapat keselamatan untuk membuktikan bahwa 「Allah tidak secara total menolak umat-Nya!」 Paulus mengutip pengalaman Elia untuk membantah pertanyaan ini. John Stott berkata 「Bahkan diri Paulus yang menghujat Tuhan, menganiaya gereja, 『sekuat tenaga melawan TUHAN』, juga tidak ditolak.」 Paulus adalah juga orang Israel, dan Allah tidak secara total menolak umat-Nya! Dalam zaman Perjanjian Baru dan zaman Elia, Tuhan tidak pernah menyerah dan Allah adalah masih menyelamatkan!
Paulus juga memperkenalkan konsep 「Allah sudah mengetahui terlebih dahulu tentang umat-Nya sendiri」 」 (Rom. 11:2) — dalam Rom. 8:29 Paulus memperkenalkan konsep 「Allah mengetahui terlebih dahulu.」 Ketegaran Israel hanya mengungkapkan bahwa mereka bukan umat pilihan Allah, tetapi Allah tidak menyerah atas umat-Nya yang Ia sudah ketahui terlebih dahulu. Kemudian, Paulus mengutip 1 Raj. 19:10, 14 untuk menegur Israel yang telah melakukan kesalahan Elia. Ketika Elia jatuh dalam lembah kegagalan yang dalam, ia tidak introspeksi atas kegagalannya, tapi dengan paksa membela diri berkata: 「hanya sisa aku satu-satunya.」 Ia tidak tahu dan tidak memahami tindakan Allah. Kesalahan yang sama juga dilakukan oleh Israel pada zaman Paulus. Egois dan menolak memakai sudut pandang Tuhan untuk melihat, itu adalah kegagalan Elia, dan merupakan kesalahan dari banyak orang. Helen Keller, penulis perempuan buta tuli yang terkenal , ia berkata: 「Mengasihani diri sendiri adalah musuh terburuk kita. Jika kita menyerah kepada diri kita untuk mengasihani diri sendiri, kita tidak bisa melakukan apa pun yang berhikmat di dunia ini.」
Paulus juga memperkenalkan konsep 「benih sisa」 (Rom. 11:4, 「Aku masih meninggalkan tujuh ribu orang bagi-Ku …」), mengutip teguran Tuhan kepada Elia dalam 1 Raj. 19:18. Apa yang Elia lihat adalah 「hanya sisa dirinya satu orang,」 tapi Tuhan tahu 「7.000 orang」, perbedaan yang sangat besar! Bersikeras melihat tanpa mata Tuhan adalah kesalahan yang sering dilakukan orang.
Mari kita belajar apa yang diinginkan Tuhan untuk dipelajari Elia! Ketika kita melihat bahwa lingkungan ini sangat gelap, ketika kita merasa terisolasi dan tak berdaya, ketika gereja mengalami banyak kegagalan dan kesulitan, janganlah meragukan kuasa Tuhan, pemilihan-Nya dan tahu terlebih dahulu. Allah masih melakukan hal-hal yang luar biasa di sudut yang kita tidak bisa lihat. Ketika umat percaya gereja mula-mula dianiaya sampai jalan buntu, Allah mampu membangkitkan Paulus yang menganiaya gereja menjadi seorang rasul yang besar! Ketika gereja abad pertengahan dalam kegelapan dan kesesakan, Allah membangkitkan para reformator seperti Martin Luther. Hudson Taylor berkata: 「Lingkungan saya adalah Allah, Allah adalah lingkungan saya.」 Saya sangat menyukai perkataan terkenal dari Uskup Desmond Tutu Afrika Selatan: 「iman Kristen adalah optimisme dalam keadaan tanpa harapan, karena dibangun di atas dasar iman pada satu orang, Ia meninggal dunia di hari jumat dan semua orang mengatakan bahwa Ia telah benar-benar dikalahkan dan tanpa harapan, tetapi Ia dibangkitkan pada hari minggu. 」 Pada saat mata kita fokus pada kemuliaan kedaulatan Tuhan, terang Tuhan bersinar dan menggerakkan hati kita yang dalam kegelapan gelap. Tuhan tidak pernah menyerah, Allah masih menyelamatkan dan Tuhan pasti mampu menyelamatkan! Yohanes berkata: 「Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan mereka; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.」 (1 Yohanes 4:4)
Renungkan: apakah Anda akhir-akhir ini mengalami waktu lemah dan tanpa daya?
Apakah Anda pernah bergumul untuk menyerah berjuang?
Janganlah fokus pada kegelapan lingkungan, maupun ketidakberdayaan Anda sendiri, tetapi fokuskan mata kepada Allah!
Tuhan tidak pernah menyerah, Allah masih menyelamatkan dan Tuhan pasti akan mampu menyelamatkan!
Allah mampu, Allah tidak menyerah, maka kita tidak boleh menyerah!
Daftar renungan pemahaman Surat Roma (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).