Roma 9:22-24

「Tukang Periuk Punya Hak! Terlebih Lagi Allah Punya Hak! Allah Punya Penghakiman, Juga Punya Keselamatan!」

Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 9:22-24 [ITB])
22Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan– 23justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan, 24yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain,

Terjemahan literal dari Rom. 9:22-24 adalah 「jika Allah bersedia demi menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, dengan banyak kesabaran yang dalam jangka lama dengan bertahan menerima bejana murka, yakni yang siap untuk dibinasakan, dan untuk menyatakan kemuliaan-Nya yang kaya, dinyatakan dalam bejana belas kasihan, yakni yang sudah disiapkan-Nya untuk mendapatkan kemuliaan, yakni kita yang dipanggil-Nya, tidak hanya dari orang-orang Yahudi tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain.」

Di ayat 22-24, Paulus melanjutkan penggunaan perumpamaan tentang tukang periuk dan bejana untuk berbicara tentang penghukuman Allah yang adil dan pemilihan Allah yang penuh belas kasihan. Tuhan akan menghakimi, dan Tuhan akan menyelamatkan; Allah akan menghukum orang-orang jahat dengan murka, dan dengan cuma-cuma memilih untuk menyelamatkan mereka yang Ia berbelas kasihan! Paulus menunjukkan bahwa Tuhan memiliki dua kebenaran: kebenaran penghakiman yang adil benar dan kebenaran rahmat anugerah. Tuhan memiliki kebenaran-Nya yang adil benar ketika Ia tidak memilih orang-orang berdosa tertentu, dan Ia memiliki kasih sayang yang berlimpah dalam menyelamatkan orang berdosa lainnya. Allah dalam dua aspek kebenaran ini adalah hal yang tidak dapat kita sangkal!

Paulus secara khusus menggunakan istilah 「kesabaran yang besar (yang dalam jangka lama)」 untuk menekankan bahwa Allah berlapang hati terhadap manusia. Di dalam aspek tanggung jawab manusia, Tuhan benar-benar memberikan manusia begitu banyak kesempatan untuk bertobat. Ketika Musa menghadapi Firaun, Allah memberikan banyak kesempatan kepada Firaun. Sebenarnya apakah kita boleh berbicara kepada Tuhan, atau dalam setiap percakapan menentang Allah? Martin Luther mengatakan: 「Sekarang jika ada orang degan hati takut, rendah hati dan saleh, berkata kepada Tuhan 『Mengapakah engkau membentuk aku demikian? 』 Hal ini tidak berdosa! Bahkan imannya mendapatkan pukulan yang begitu keras sehingga mungkin menghujat Allah, ia juga tidak akan binasa. Karena Tuhan kita bukan Allah yang tidak sabar atau kejam, bahkan kepada orang-orang yang tidak saleh sekalipun. Saya mengatakan ini untuk menghibur orang-orang yang sering disiksa oleh karena pernah memiliki pikiran yang menghujat, dan kini berada dalam rasa tidak aman yang sangat ekstrim.」 Kita bisa berbicara kepada Tuhan, tetapi kuncinya adalah jangan membiarkan hati yang tidak mau bertobat dan racun bersungunt-sungut memenuhi hati kita. Ayub yang dalam penderitaan besar berinisiatif berdialog dengan Tuhan, dalam sakit penderitaannya mengucapkan kata-kata yang ia tidak mengerti dan yang tidak patut, tetapi Allah tidak menolak dia, tetapi mencintai dia sampai akhir.

Kita jangan berspekulasi terlalu banyak pada pertanyaan tentang pemilihan Allah, kita tidak tahu siapa apakah yang dipilih oleh Allah, bukan hal yang dapat kita perkirakan. Ada orang yang membuat sebuah perumpamaan, tindakan Tuhan memilih dan respon manusia terhadap pemilihan Allah adalah seperti dua utas tali yang menembus langit-langit dan bagaimana mereka terkait satu sama lain di atas langit-langit yang tidak kelihatan, adalah hal yang kita tidak dapat lihat dengan jelas. Tanggung jawab orang Kristen adalah mengasihi Allah, mengabarkan Injil, bersandar percaya kepada Jesus dan memiliki banyak buah. Meskipun Paulus mengajarkan teologi pilihan, tetapi ia juga tidak peduli diri sendiri dengan rajin memberitakan Injil: 「… aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara merek.」 (1 Kor. 9:22) Ketika mengabarkan Injil, Paulus tidak tahu siapakah yang merupakan orang pilihan! Ketika Lukas mencatat Paulus berkhotbah, ia meninggalkan sepatah kata terkenal: 「… dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.」 (Kis. 13:48)

Dari ketulusan iman seseorang percaya, barulah kita dapat mengenali bahwa mereka adalah umat pilihan Allah! Petrus mengingatkan kita bahwa kita harus terus bergerak maju dalam iman dan terus tiada henti rajin berbuah, dengan demikian kita akan tahu bahwa kita adalah yang dipiliha dan menjadi lebih 「teguh tidak bergeser」 (2 Pet. 1:10). Alkitab menyatakan kehendak Tuhan memilih, bukan menghendaki kita berspekulasi, tapi agar kita beriman untuk mengandalkan Tuhan, dan jangan sombong, bukan membanggakan diri. Pemilihan adalah tindakan Tuhan, dan tugas orang Kristen adalah untuk memberitakan Injil kepada lebih banyak orang, dan tanggung jawab orang yang masih simpatisan adalah untuk benar-benar percaya dan bertobat. Tugas orang percaya adalah harus senantiasa di dalam Tuhan, dan menghasilkan buah yang banyak. Dengan ketulusan iman dan buah yang dihasilkan, kami lebih yakin bahwa kita adalah orang-orang yang disiapkan untuk kemuliaan!

Renungkan: Orang-orang yang disiapkan untuk kemuliaan adalah orang-orang yang dengan sungguh hati benar-benar percaya kepada Yesus dan yang membawa hati yang takut akan Allah, yang berusaha keras untuk menghasilkan buah setiap hari!

Orang yang sungguh hati percaya kepada Tuhan, percaya kepada Tuhan seumur hidup, dan senantiasa di dalam Tuhan, juga berusaha keras untuk senantiasa berbuah yang baik dan indah!

Di dalam gereja juga ada orang-orang munafik, ilalang dan kambing gunung ini, janganlah kami iri kepada mereka! Jika mereka tidak sungguh hati benar-benar bertobat dan percaya Tuhan, nasib mereka akan sangat menyedihkan, dan mereka harus menanggung murka Allah!


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).