Lukas 6:43-45

「Mengenal Kepalsuan dari Kemunafikan」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 6:43-45 [ITB])
43「Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
44Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
45Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.」

Selama dua hari, kita membicarakan apa yang merupakan iman dan tingkah laku munafik, menjelaskan hati yang mula-mula dari iman orang sebenarnya adalah kesungguhan yang benar, tetapi hati yang mula-mula dari iman ini justru perlahan-lahan dilupakan di bawah 「pengelolaan manusia」, sudah melupakan untuk mempertahankan agar mulut dan hati sama. Dunia seperti tiada henti mengajarkan kita cara yang makin cerdik, terlatih dalam berbicara dan tingkah laku, tanpa disadari, kemurnian kehidupan iman kita telah digilas hancur, untuk berbicara tentang mengampuni, hendak mengasihi musuh dsb., seperti ada sedikit omong kosong, tidak mendekati kenyataan, perlahan-lahan buah yang dihasilkan dari kehidupan juga ……

Dalam perikop hari ini, membicarakan masalah dan titik kelemahan yang paling besar dari orang yang munafik, yakni bahwa orang yang munafik jikalaupun memiliki perhiasan secara penampilan luar, juga tidak ada cara menutupi kebenaran —「buah yang dihasilkan semuanya adalah buah yang tidak baik」.

Hal yang mengerikan dari ahli Taurat, orang Farisi berbagai pemimpin keagamaan adalah wajah keagamaan mereka yang khidmat, penampilan luar mereka seperti mampu memberi orang sebuah gambaran penuh kesalehan melalui hari demi hari, tutur kata mereka yang memiliki nilai, karakter dan status yang tinggi juga cukup mampu mendapatkan kepercayaan dan penilaian positif orang lain terhadap mereka, ini justru yang dibenci oleh Yesus, ini yang hendak Ia koreksi. Oleh karena itu Yesus melanjutkan mengatakan, orang dari buah yang dihasilkan maka dapat diketahui sesungguhnya merupakan orang yang bagaimana, karena dari semak duri orang tidak bisa memetik  buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Maknanya adalah bahwa sebenarnya wajah keagamaan yang khidmat orang munafik, paling akhir hanya mampu membohongi diri sendiri, tidak mampu secara jangka panjang membohongi orang lain. Penyebabnya adalah tindakan yang dilakukan orang sebenarnya apakah memiliki buah rohani atau tidak, atau yang dilakukan pada akhir nihil kosong, 「waktu」 adalah saksi yang akan membuktikan oleh dirinya sendiri, agar hati orang dapat mendapatkan peringatan waspada, agar mengetahui sebenarnya siapa yang diikut oleh diri sendiri.

Perumpamaan Yesus ini menghendaki para murid dalam komunitas baru ini dapat legah hatinya, karena saat Yesus mengajarkan kita hendaknya mengampuni dan saling memaafkan, dan saat para murid sungguh belajar mengampuni dan memaafkan, kita mungkin tidak akan mengeluarkan sedikitpun usaha atau ucapan membalas orang lain, kita hanya bisa berdiam diri agar Allah tersambung dengan kehidupan kita, agar hidup-Nya mengalir ke ribaan kita, mengalami perlindungan-Nya. Kemudian Yesus mengatakan buah yang dihasilkan orang fasik, semuanya dapat dilihat oleh orang banyak, hasil akhir ini membuat orang percaya bahwa para murid pengajaran dari komunitas baru yang sukarela menderita mengikut Yesus, penderitaan dan celaan yang mereka terima, pada akhirnya akan ada satu hari akan dapat dipahami. Komunitas yang merenungkan perkataan Yesus, menyimpan kebenaran di dalam hati, melalui berjalannya waktu, buah yang dihasilkan dapat membuktikan hati yang mula-mula yang dipertahankan oleh diri sendiri apakah termasuk pengajaran dari Allah dan Yesus.

Paling akhir, Yesus juga menyediakan sebuah pengujian yang praktis, untuk memahami apakah seseorang munafik, yakni dari perkataan yang keluar dari mulut orang untuk menentukan dan membedakan, karena perkataan yang keluar dari mulut adalah keinginan dan pikiran dari dalam hati orang. Makna dari terjemahan langsung: perkataan yang keluar dari mulut adalah keluar dari gudang baik / jahat dalam hati; perkataan yang diucapkan orang merupakan baik atau jahat hendak dilihat dari apa yang tersembunyi tersimpan di dalam gudang hati orang. Dengan kata lain, mereka yang berwajah keagamaan khidmat sebenarnya adalah orang yang setiap hari menyimpan yang jahat di dalam hati, dan membungkusnya dengan kebaikan untuk berpura-pura; tetapi mereka yang sungguh-sungguh benar termasuk milik Tuhan, mampu mengetahui kejahatan dalam hati dari perkataan yang diucapkan orang munafik.

Renungkan: Tuhan, TUHAN yang memeriksa hati orang, mohon agar hati setiap hari menyimpan kebaikan, tidak karena hati merasa tidak seimbang lalu membalas kejahatan dengan kejahatan, mohon Tuhan menolong hati terdalam kita dari awal sampai akhir sama seperti saat mula-mula mendapat panggilan, hanya karena semata-mata demi Engkau dan bertahan di dalam jalan-Mu, tidak dihambat oleh yang jahat, menghidupi perintah-Mu.