Ibrani 10:1-18

14 Mar 2018 – Hari Rabu Minggu keempat, Pra Paskah

Pengorbanan melalui Yesus Sekali untuk Semuanya

(Ibrani 10:1-18)
1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri.
Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya. 2 Sebab jika hal itu mungkin, pasti orang tidak mempersembahkan korban lagi, sebab mereka yang melakukan ibadah itu tidak sadar lagi akan dosa setelah disucikan sekali untuk selama-lamanya. 3 Tetapi justru oleh korban-korban itu setiap tahun orang diperingatkan akan adanya dosa. 4 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.

5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki–tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku–.
6 Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.

7 Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”
8 Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” –meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat–.
9 Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.

10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.
11 Selanjutnya setiap imam melakukan tiap-tiap hari pelayanannya dan berulang-ulang mempersembahkan korban yang sama, yang sama sekali tidak dapat menghapuskan dosa.
12 Tetapi Ia, setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya di sebelah kanan Allah,13 dan sekarang Ia hanya menantikan saatnya, di mana musuh-musuh-Nya akan dijadikan tumpuan kaki-Nya.

14 Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.
15 Dan tentang hal itu Roh Kudus juga memberi kesaksian kepada kita,16 sebab setelah Ia berfirman: “Inilah perjanjian yang akan Kuadakan dengan mereka sesudah waktu itu,” Ia berfirman pula: “Aku akan menaruh hukum-Ku di dalam hati mereka dan menuliskannya dalam akal budi mereka,17 dan Aku tidak lagi mengingat dosa-dosa dan kesalahan mereka.”

18 Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.

Renungan
Renungan kita hari ini menyampaikan beberapa kontras kitab Perjanjian Lama dan Baru. Penting bagi kita untuk memperhatikan tipe-tipe (model) di Perjanjian Lama untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik. Allah menutupi manusia dengan kulit binatang setelah pelanggaran di taman (Kejadian 3:21). Ini adalah korban yang dapat diterima pada masa itu, tetapi semata-mata menunjukkan pengorbanan ultimat (tertinggi dan terakhir) dari kematian dan darah Kristus yang tercurah, yang nantinya mengambil tempat di Salib Kalvari. Sepanjang kitab Perjanjian Lama secara terus menerus darah dicurahkan; persembahan ini tidak dapat menghancurkan dosa atau membersihkan hati nurani manusia. Jalan satu-satunya dapat diwujudkan melalui jalan Salib.
Apa yang telah digenapi Yesus di atas Kayu Salib sekali dan untuk semuanya berkorban untuk dosa; digenapi dan menyeluruh tanpa perlu korban persembahan lebih lanjut.

Ada pertanyaan yang timbul; apakah pengudusan dan apakah arti dari Perjanjian Baru? Adalah penting untuk memperhatikan di ayat 14 bahwa pengudusan adalah proses. Di dalam perjalanan kita sebagai orang percaya, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan. Kita dapat menyerah pada daging dan keinginan daging atau kepada Roh (Roma 8:1, 4)? Apakah kita memilih untuk berjalan di dalam terang Firman dan jalan Allah? Jika ya, ada proses pengudusan yang akan mengambil tempat dikarenakan kuasa penyucian oleh darah Yesus (I Yoh 1:7). Ya, pengorbanan Yesus digenapi sekali untuk semua, akan tetapi ada pengudusan dan penyelesaian tugas-Nya selagi kita belajar untuk berkata ya pada Tuhan saat memilih untuk mengabaikan nafsu kedagingan. Kiranya masa Pra Paskah dapat menolong untuk menghubungkan pola Perjanjian Lama dengan realitas di Perjanjian Baru.

Doa
Tuhan, tolonglahku untuk menjadi hamba yang taat untuk belajar bersukacita mengerjakan kehendak-Mu setiap hari. Tolonglahku untuk mengenal apa yang dimaksudkan dengan orang percaya Perjanjian Baru di mana Taurat-Mu dan jalan-Mu menjadi tertulis dan diekspresikan di dalam hati dan pikiran kami (Ibrani 10:16, Mazmur 51:6, Yeremia 31:33). Ajarlahku untuk tidak hanya menjadi pendengar, melainkan pelaku Firman-Mu.

Tindakan
Ambil waktu untuk belajar dan meneliti tipe-tipe dan pola dalam Perjanjian Lama. Penulis kitab Ibrani secara konstant mengacu ke Perjanjian Lama dalam menyatakan tulisannya di hadapan kaum Yahudi. Apakah engkau pernah merasakan kayanya kitab Imamat? Pesan pengudusan dan penyucian darah dijabarkan di dalam pasal-pasalnya. Ini hanyalah suatu contoh bagaimana Allah kita yang dashyat berkomunikasi dengan orang percaya saat ini.

Rev Tim O’ Connell
Pastor
Cornerstone Community Church

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)