Ibrani 2: 1-9

28 Feb 2018 – Hari Rabu Minggu kedua, Pra Paskah

Karena itu Harus Lebih Teliti Kita Memperhatikan … Keselamatan yang Sebesar itu.

(Ibrani 2: 1-9)
1 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.
2 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,
3 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan
4 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.
5 Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini.
6 Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya:
“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya,
atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?
7 Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah
dari pada malaikat-malaikat,
dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,
8 segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.”
Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.
9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

Renungan
Seorang wanita Singapura berusia 37 tahun menerima donor jantung dari seorang siswi jurusan perawat berusia 18 tahun yang meninggal karena pembuluh darah di otaknya pecah. Penerima donor jantung tersebut adalah seorang ibu dari 3 anak, yang sangat bersyukur dan mencari orangtua sang donatur di Penang untuk mengucapkan terima kasih pada mereka. Berjanji untuk melanjutkan warisan putri mereka, dia menulis, “saya akan mendukung pasien yang mengalami gangguan jantung di Pusat Gangguan Jantung Singapura. Jadi saya berjanji padamu: Warisannya akan hidup dan saya akan mengunjungi bangsal perawatan di rumah sakit sampai jantung ini berhenti bekerja, menjadi inspirasi bagi pasien lainnya selagi jantung ini bekerja.” (Strait Times, Sep 11, 2017)

Kita semua juga, memerulkan pencangkokan hati rohani, tanpanya kita semua telah divonis untuk kematian yang kekal. Yesus telah mendonasikan hidup-Nya dengan merasakan kematian sampai sepenuhnya bagi setiap dari kita (ayat 9). Dia tidak mati secara kebetulan; Dia dipilih untuk mengalami maut di atas kayu salib.

Jika seorang yang menerima donor jantung secara fisik dapat menunjukkan ucapan syukur kepada pendonor dan keluarganya, betapa seharusnya kita lebih banyak lagi menghargai keselamatan kita karena Seseorang telah mendonorkannya bagi kita. Kata “karena Itu” dalam Ibrani 2:1 menunjukkan kembali ke pasal 1 yang menyatakan Yesus adalah:

1. Raja – Anak Allah yang “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya” (Ibrani 1: 1-9)
2. Pencipta – “Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi”. (Ibrani 1: 10-12), dan
3. Pemenang – “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?” (Ibrani 1:13)

Sungguh demikian besarnya keselamatan kita (ayat 3). Kata sifat bahasa Yunani untuk “besar” (telikoutos) adalah kata yang jarang dipergunakan, menjelaskan betapa mengerikan bahaya kematian (2 Korintus 1:10), dan gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 16:18). Ini anugerah pemberian yang besar dan berkemenangan, kita patut bersukacita dan menghidupinya.

Hidup – Pencipta menjadi Mati – Merasakan
saat kita ditenggelamkan – dosa
Tetapi Musuh – Penakluk,
Sekarang Ia dimahkotai kemuliaan dan hormat.
Hargailah dengan rasa kagum – dengan sukacita akan keselamatan yang manis ini,
Menyembah dan melayani selama jantung ini berdetak.

Doa
Biarlah hatiku dipenuhi ucapan syukur yang mendalam kepada Mu, Yesus, untuk keselamatan yang dahsyat – bahwa Tuhan atas segala yang ada telah merasakan maut bagi kita semua.

Tindakan
Apakah engkau oleh iming-iming duniawi lainnya seperti karir, ambisi, kesuksesan sehingga telah terhanyut jauh dari karya keselamatan yang dahsyat ini? Apakah melayani-Nya sebagai candu atau hak istimewa?

Rev Dr Maggie Low
Minister, Presbyterian Church in Singapore
Faculty Trinity Theological College

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)