2 Tes. 3:16-18

「Berkat Bekerja dalam Damai Sejahtera」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Tes. 3:16-18 [ITB])
16Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian.
17Salam dari padaku, Paulus. Salam ini kutulis dengan tanganku sendiri. Inilah tanda dalam setiap surat: beginilah tulisanku.
18Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian!

Paulus di 3 ayat paling akhir sepertinya terburu-buru mengakhiri surat ini, ia di 2 Tes. 3:6-15 telah memakai penjelasan yang panjang lebar mengingatkan orang percaya di Tesalonika bagaimana menghadapi dan menyelesaikan masalah saudara-saudara yang tidak bersedia bekerja, kemudian dengan sangat tiba-tiba di ayat 16 menaikkan sebuah doa, ayat 17 meyakinkan bahwa ini adalah tulisan dari dirinya, paling akhir di ayat 18 mengakhiri dengan sebuah ucapan berkat. Ada peneliti yang berpendapat bahwa ayat 16 bisa dipandang sebagai bagian dari teks sebelumnya yang berbicara tentang disiplin gereja, Paulus memohon damai sejahtera bagi keharmonisan dan kesatuan gereja secara keseluruhan, tidak pasti merupakan bagian dari penutup surat. Sebenarnya cara seperti ini yang menggabungkan disiplin gereja dan doa permohonan damai sejahtera, juga muncul di surat Paulus yang lain (Rom. 16:17-19, 20 dan 1 Kor. 13:1-10, 11), maka Paulus di sini mungkin di satu sisi memberikan peringatan orang percaya hendaknya menghargai aturan, tingkah laku, tetapi yang lain di sisi lain juga menghargai kesatuan, keharmonisan dan damai sejahtera dalam proses menyelesaikan masalah. Namun tidak peduli bagaimana memposisikan ayat 16, permohonan dan pengharapan atas damai sejahtera di bagian akhir ini saling bersambung dengan bagian awal surat 2 Tes. 1:2 (「Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu」). Selain itu, saat lingkungan di luar terdapat aniaya dan kesulitan, lalu di bagian dalam terdapat tindakan gangguan dari anggota tubuh, orang percaya di Tesalonika sangat membutuhkan Tuhan yang datang setiap saat dalam setiap hal menganugerahkan damai sejahtera.

Dalam 1 Tes. 1:13 disebutkan Allah yang menganugerahkan damai sejahtera, di sini yang ditekankan adalah Tuhan yang menganugerahkan damai sejahtera, Paulus di 1 Tes. 3:11-13 dengan sengaja menggambarkan pembedaan anugerah Allah Bapa dan Tuhan Yesus yang diberikan kepada kita, dapat terlihat tujuan Paulus dalam ayat 16 di sini menyebutkan Tuhan yang menganugerahkan damai sejahtera dan bukan menyebutkan Allah yang menganugerahkan damai sejahtera. Yesus yang digambarkan di bagian sebelumnya dari surat ini sepertinya tidak terlalu cocok dengan pribadi yang menganugerahkan damai sejahtera, di 2 tes. 1:5-10 Tuhan Yesus dituliskan pada satu hari dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus. Selain itu, di 2 Tes. 2:8 Tuhan Yesus akan membunuh pendurhaka dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali, memakai kemuliaan kedatangan-Nya mengusir ia. Di 2 Tes. pasal 1 dan 2 berulang disebutkan bagaimana Tuhan Yesus akan menghukum dan melaksanakan keadilan, lalu di sini secara spesial menunjukkan Dia menganugerahkan damai sejahtera kepada gereja, maka ayat paling akhir ini adalah tepat sama seperti kalimat paling akhir dari surat pertama, disebutkan kasih karunia Tuhan Yesus (Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu」 1 Tes. 5:28).

Kita dapat mengetahui dari antara surat Paulus yang lain, ia memiliki permasalahan dengan matanya, maka sangat mungkin saat ia menulis surat adalah secara lisan, dan ada orang yang membantunya menuliskan. Tetapi di akhir surat ini, Paulus sepertinya mengambil alih pena dari tangan orang yang membantunya menulis, secara khusus menulis kalimat penutup kiranya kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus senantiasa menyertai mereka semua. Tidak diketahui apakah ini memiliki sebuah tujuan ── ia tidak akan melepaskan dan memakai kesempatan yang ada, sisa kekuatan yang kecil untuk bekerja. Walaupun ia memiliki masalah mata, tetapi bersandar pada damai sejahtera Tuhan, masih tetap bisa menyelesaikan pekerjaan, tidak peduli kita merasa betapa kecilnya diri kita sendiri, tidak berguna, kurang memiliki karunia talenta, tidak memiliki kemampuan, tetapi hanya perlu bersedia dipakai oleh Allah, Allah pasti akan meletakkan kita di dalam pekerjaan pelayanan yang sesuai. Membawakan damai sejahtera dan berkat bagi orang banyak.

Renungkan: Mengapakah bekerja adalah hal yang penting? Sebenarnya apakah nilai dari pekerjaan, sehingga Paulus memakai begitu banyak tulisan untuk menyelesaikan permasalahan ini? Pekerjaan di antaranya telah mencakup kehendak yang kudus dari Allah, memberikan nilai kepada kita. Ikut serta dalam pekerjaan akan membuat kita dengan realistik memahami kebahagiaan yang sesungguhnya saat berhasil menyelesaikan suatu hal. Saat kita dipecat atau tidak mampu bekerja, kita mungkin akan mendapatkan semacam perasaan jatuh, karena kehilangan pekerjaan bisa membuat orang merasa terganggu dan tertekan. Allah memberikan kepada kita pekerjaan, sebenarnya adalah sebuah kesempatan bersaksi. Pekerjaan bukan merupakan sebuah kutukan, tetapi memberikan kepada kita berkat yakni hidup lebih memiliki makna. Hari ini sangat banyak orang muda karena tidak memiliki kesempatan kerja yang sepatutnya sehingga masuk ke jalan yang salah. Apakah engkau bersedia membawakan damai sejahtera dan anugerah dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus di tempat pekerjaanmu?