2 Tes. 1:11-12

「Dianggap Layak bagi Panggilan-Nya, Kasih Karunia Berkecukupan」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Tes. 1:11-12 [ITB])
11Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, 12sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

2 Tes. 1:3-10 merupakan bagian ucapan syukur dari surat ini, dua ayat yang mengikutinya adalah sebuah bagian doa, merupakan gema dari 1 Tes. 1:2-3 ia sering berdoa dan mengucapkan syukur bagi mereka. Namun jika mengatakan kedua ayat ini adalah sebuah doa syafaat, lebih sesuai jika mengatakan ini adalah sebuah harapan. Tidak seperti di 1 Tes. 3:11-13 atau 1Tes. 5:23-24 yang pasti merupakan doa Paulus bagi mereka, sebaliknya di sini ia terlebih dahulu menyatakan sering berdoa bagi mereka, kemudian memberi tahu tujuan doanya kepada orang percaya di Tesalonika. Sepertinya Paulus ingin melalui isi doanya menggairahkan orang percaya maju mengarah kepada setidaknya 3 aspek pertumbuhan ── oleh Allah dianggap layak bagi panggilan-Nya, melalui kekuatan-Nya disempurnakan kehendak untuk berbuat baik dan disempurnakan segala pekerjaan iman mereka, dan agar Allah dimuliakan pada diri mereka.

Lebih dahulu Paulus memberikan respon atas 1 Tes. 2:12 mengingatkan perbuatan orang percaya hendaknya sesuai panggilan mereka masuk ke dalam Kerajaan dan kemuliaan Allah. Selanjutnya Paulus paham bahwa walaupun orang-orang percaya ini secara iman memiliki pertumbuhan yang baik, hati yang saling mengasihi semuanya bertambah (2 Tes. 1:3), tetapi di dalam penderitaan aniaya masih tetap akan putus asa, merasa lelah, maka Paulus berdoa agar kekuatan Allah membuat kebaikan mereka menjadi kenyataan. Di 2 Tes. 1:11 kita menemukan kerjasama yang indah serta ajaib antara Allah dan manusia, panggilan Allah datang kepada orang percaya, orang percaya dengan berbuat baik sebagai respon, tetapi orang yang bersandar diri sendiri tidak dapat memenuhinya, maka Allah akan memakai kekuatan-Nya menggenapinya.

Isi doa ini memiliki dua tujuan, aspek pertama adalah agar Allah dimuliakan pada diri orang percaya, juga agar orang percaya mendapatkan kemuliaan dari diri Allah. Paulus di 2 Kor. 3:18 menyebutkan orang percaya di dunia ini melalui Tuhan Yesus mendapatkan kemuliaan Allah, juga di Rom. 8:18 disebutkan kemuliaan yang hendak dinyatakan kepada orang percaya kelak, maka Paulus di sini mengingatkan orang percaya hendaknya memakai kemuliaan Tuhan datang lagi kelak untuk memandang kesulitan dunia yang dihadapi saat ini, maka tidak akan merasa keberatan.

Renungkan: Saat kita menghadapi kesulitan, bukanlah hal yang mudah untuk terus melanjutkan berdiri tegap dengan kokoh bagi Tuhan. Misalnya jika orang non Kristen menghina atau menertawakan engkau, pasti tidak mudah mengasihi mereka. Kita walaupun berada di sebuah dunia yang sulit, kejam dan brutal, tetapi kita seharusnya sering mengingat dengan waspada, jika kita bertahan, tidak menyerah, tidak mengijinkan diri sendiri jatuh masuk ke dalam perangkap iblis, maka Tuhan Yesus akan dimuliakan pada diri kita. Ini sungguhnya doa Rasul Paulus. Kiranya kita memiliki doa ini.
Paulus berkata, engkau juga akan mendapatkan kemuliaan! Sekarang, walaupun engkau tidak dapat melihat perubahan di dalam dirimu, tetapi suatu hari saat Yesus datang kembali, kemuliaan di dalam kita akan memancarkan sinar, pengharapan ini sesungguhnya merupakan motivasi pendorong kita masih tetap melanjutkan pekerjaan iman walau menghadapi aniaya!