「Umat Kudus Menyatakan Kemuliaan, yang Tidak Percaya Menjalani Hukuman Kekal」
Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(2 Tes. 1:7-10 [ITB])
7dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, 8dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita.
9Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, 10apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.
Ditolak! Dibuang! Akan dijauhkan dari Tuhan! Tetapi bukan dimusnahkan! Terdapat sebagian orang berkata ayat-ayat ini artinya adalah saat orang mati, mereka tidak lagi ada, seperti lampu padam. Tetapi bukan ini artinya dalam Alkitab, di sini sebaliknya berkata kekal terbenam, artinya adalah kehilangan segala yang membuat kehidupan memiliki makna, sehingga kehidupan jatuh ke dalam kehampaan dan kegelapan kekal. Terdapat sebagian orang senang dengan 「neraka」 sebagai lelucon; tetapi sepatutnya mengetahui, kata 「neraka」 di dalam Alkitab bukan lelucon. Tuhan Yesus di Perjanjian Baru sering berbicara tentang neraka. Ada sebagian orang berkata mereka tidak menolak pergi ke neraka, karena semua teman semuanya akan ada di sana. Mereka sepertinya sedang berkata 「neraka」 hanya merupakan sebuah pesta besar yang lain, di sana bisa semaunya bersantai dengan teman, tidak ada orang akan melarang atau menentang. Seorang penulis besar dari Inggris, C.S. Lewis berkata dengan bagus: 「di dalam neraka, setiap orang semuanya saling terpisah jarak yang tidak terhingga.」 Ini adalah kesepian dan kehampaan yang tidak dapat digambarkan dan dibayangkan!
Sebuah akhir yang lain dicatat di ayat 10: 「apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.」 Paulus menambahkan penjelasan kepada umat kudus: 「semua orang yang percaya」. Dalam terjemahan Internasional Inggris yang baru dijelaskan sebagai: 「engkau tercakup di dalamnya, adalah karena engkau percaya kesaksian kita.」 Ini adalah makna yang hendak Paulus jelaskan. Allah tidak akan karena kita melewati hidup yang baik lalu membuat kita menjadi mulia, Alkitab sama sekali tidak pernah meletakkan fondasinya di atas hal-hal yang demikian. Tetapi kemuliaan kita adalah diletakkan di atas fondasi Ia yang kita percaya (Yoh. 1:45) yang demi kita telah melakukan hal yang ajaib, Dia mewakili kita mati; dan Allah sedemikian sangat menghargai kematian-Nya sampai sebuah taraf, yakni bersedia menerima kita kelompok manusia yang sering gagal; dan memberikan kepada kita kesempatan bersama dengan Dia menikmati kemuliaan kekal.
Paulus menggambarkan bahwa kemuliaan Tuhan Yesus dapat dinyatakan di atas diri umat kudus, sehingga orang dapat kagum atas pekerjaan Allah di atas diri orang. Di sini Paulus bukan menggambarkan diri Tuhan sendiri dan kemuliaan-Nya, tetapi menggambarkan kemuliaan Tuhan yang dicerminkan di atas diri umat kudus, sehingga membuat seluruh alam semesta semuanya karena demikian terkagum. Ini adalah apa yang Paulus katakan di surat Roma 「Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan」(Rom. 8:19).
Renungkan: Saat Tuhan Yesus datang, Ia hendak mendapatkan kemuliaan dari diri orang percaya, hari ini sebelum Dia datang kembali, bagaimana engkau hendak melalui tubuh, perbuatan, pikiran, isi hati bisa terlebih dahulu menyatakan kemuliaan-Nya?