「Di dalam Kasih Tidak Ada Ketakutan」
Apa tanda atau bukti engkau telah berada di dalam kasih Allah?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(1 Yoh. 4:15-21 [ITB])
15Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah. 16Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
17Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
18Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;
sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
19Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
20Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
21Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
Yohanes dalam perikop ini, selain mengingatkan orang percaya untuk hidup membuat nyata kasih Allah, dia juga memperkenalkan identitas Yesus: 「Yesus adalah Anak Allah」 (1 Yoh. 4:15), ditambah penulisan dalam ayat 2 tentang Yesus: 「Yesus Kristus telah datang sebagai manusia」 (1 Yoh. 4:2), Yohanes telah melakukan sebuah proklamasi teologis yang sangat penting, yakni Yesus Kristus memiliki kemanusiaan yang sempurna dan keilahian yang sempurna, ini adalah bagian dari iman orang percaya yang diserang pada saat itu.
Walaupun Yohanes bukan sejak mulai sudah menunjukkan keinginannya membicarakan kebenaran dua esensi manusia dan Allah yang dimiliki Yesus Kristus, namun dalam pembicaraannya tiada henti mengingatkan orang percaya bahwa Yesus yang pernah datang dalam sejarah umat manusia adalah Kristus, adalah Anak Allah. Karena Yesus Kristus memiliki kemanusiaan yang sempurna dan keilahian yang sempurna, Dia mati disalib tidak hanya merupakan pengorbanan dari orang yang agung, tetapi mewujudkan anugerah keselamatan yang agung yang dapat membuat orang mendapatkan pengampunan dosa. Ini bukan sekedar pengetahuan teologi di kepala Yohanes, tetapi apa yang dia alami sendiri dalam hidup sehingga tidak henti-hentinya bersaksi.
Sebelumnya Yohanes menuliskan bahwa Allah tinggal di dalam komunitas orang percaya, yakni orang percaya dalam bentuk kata jamak, juga orang percaya tinggal di dalam Allah, untuk menasehati bagaimana orang percaya hidup saling mengasihi. Kemudian saat Yohanes membicarakan Yesus adalah Anak Allah, dia menggunakan bentuk kata tunggal untuk menuliskan bagaimana orang percaya secara pribadi membangun relasi pribadi yang intim dengan Allah. Ternyata kehidupan saling mengasihi bisa ada karena Allah hidup di antara kita sekalian, sehingga kita bisa saling mempengaruhi dan saling membangun. Kemudian, perubahan hidup hanya bisa didapatkan karena seseorang secara pribadi percaya kepada Yesus Kristus dan menerima Dia. Dalam surat 1 Yohanes ada empat kali membicarakan 「kasih mendapat kesempurnaan」 atau 「kasih yang sempurna」 (1 Yoh. 2:5; 4:12, 17, 18), semuanya memiliki maksud yang sama. Seseorang selain secara pribadi mengalami kasih Allah dan hidupnya mendapatkan perubahan, jika hendak mendapatkan kasih yang sempurna atau kasih Allah di dalam kita mendapat kesempurnaan, maka harus berbagi kasih Allah dengan orang lain, yakni melalui saling mengasihi agar kasih Allah yang sempurna itu dinyatakan keluar (secara komunitas). (Perhatikan, ada 2 macam: secara komunitas dan secara pribadi).
Kasih yang sempurna ini akan membuat kita beroleh keberanian di hari penghakiman saat kedatangan Kristus yang kedua kali, karena bagaimana Dia sedemikian mengasihi orang di dunia, saat kita hidup di dunia juga seperti Dia, menjalani kehidupan yang saling mengasihi. Beroleh keberanian di dalam hati adalah berasal dari kasih yang sempurna, kasih yang sempurna yang seperti ini membuat kita tidak lagi ketakutan. Dalam bahasa aslinya Yohanes menggunakan susunan kata yang sangat indah di ayat ini untuk menonjolkan ketakutan tidak dapat memasuki kasih yang sempurna: 「ketakutan tidak di dalam kasih, tetapi kasih yang sempurna mengusir ketakutan」. Ketakutan ini tidak hanya menunjuk kepada hari penghakiman Kristus, juga boleh menunjuk kepada komunitas orang Kristen.
Paling akhir, Yohanes sekali lagi menggunakan sebuah cara pembuktian hidup agar orang percaya menjawab bagi diri sendiri: jika orang berkata mengasihi Allah tetapi membenci saudaranya, maka ia berkata dusta. Yohanes mengemukakan dua penyebab: 1. Karena saudaramu juga dilahirkan oleh Allah; 2. Jika tidak dapat mengasihi saudara yang dapat dilihat mata, lalu bagaimana dapat mengasihi Allah yang tidak dapat dilihat? Di sini mencakup unsur jauh dekatnya jarak, juga menunjuk kasih yang berbeda tingkat kesulitan. Kesimpulannya adalah orang yang membenci saudara pasti bukan orang yang mengasihi Allah, jika dirinya sendiri berkata ia mengasihi Allah, ini adalah dusta.
Renungkan: apakah anda karena hidup dalam sebuah komunitas kasih dan merasa diri sendiri juga adalah anak-anak Allah? Atau menjadi anak-anak Allah karena mengaku dosa diri sendiri kepada Yesus, menerima Dia menjadi Tuhan Juruselamat anda pribadi? Apakah anda pribadi memiliki pengalaman Allah hidup dalam hatimu, dan anda juga hidup di dalam Dia?
Yohanes menekankan saling mengasihi sesama saudara dan saudari bukan didasarkan pelaksanaan kasih secara relatif dari sesama, bukan karena saudara tertentu yang hanya berharga untuk saya kasihi, sifat dan latar belakang yang mirip atau dekat dengan saya baru mengasihi dia; Yohanes mengatakan ini adalah kebenaran dan perintah Allah yang jelas dan absolut (tanpa melihat kondisi). Saudara dan saudari, apakah anda masih mencari anggota tubuh yang hanya berharga untuk anda kasihi? Atau tetap masih mencari-cari sebuah gereja agar anda dapat menetap terlibat secara sempurna? Kiranya Roh Kudus melalui perkataan Firman Allah sekali lagi mengingatkan kita.