「Hatiku menengadah pandangan tertuju kepada TUHAN」
Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Mazmur 34:1-22 [ITB])
1 Dari Daud, pada waktu ia pura-pura tidak waras pikirannya di depan Abimelekh, sehingga ia diusir, lalu pergi.
Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.
2 Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
3 Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
4 Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
5 Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
6 Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
7 Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
8 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
9 Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!
10 Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.
11 Marilah anak-anak, dengarkanlah aku, takut akan TUHAN akan kuajarkan kepadamu!
12 Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik?
13 Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu;14 jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!
15 Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong;16 wajah TUHAN menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan kepada mereka dari muka bumi.
17 Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.
18 TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.
19 Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;20 Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.
21 Kemalangan akan mematikan orang fasik, dan siapa yang membenci orang benar akan menanggung hukuman.
22 TUHAN membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.
Mazmur ini adalah mazmur ucapan syukur pribadi, pemazmur diselamatkan oleh Allah (lihat ayat 4, 6-7, 15, 19, 22) dan menulis mazmur ini untuk mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah.
Keseluruhan mazmur dibagi menjadi tiga bagian: ayat 1-3, pemazmur dirinya sendiri memuji Allah dan mengajak orang lain untuk bergabung dengannya; ayat 4-8, mengemukakan alasan melakukan hal tersebut; ayat 9-22, pemazmur menceritakan pengalamannya dan menggunakannya untuk mendorong agar orang-orang yang rendah hati (ayat 2), orang Israel lainnya (umat kudus, ayat 9) dan generasi yang lebih muda (anak-anak, ayat 11). Rasul Petrus sepertinya menyukai mazmur ini dan mengutipnya tiga kali:
Pertama, 1 Petrus 2:3 「jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan」 mengutip Mazmur 34:8 「Kecaplah dan lihatlah …」 dalam bahasa aslinya memang hanya 「Kecaplah dan lihatlah …」, tidak menentukan apa yang harus dicicipi, sehingga pembaca dapat menggunakan imajinasinya untuk mengisi objek apa yang harus dicicipi tersebut. Pemazmur menitik beratkan pada tindakan 「mengecap」, yaitu secara perlahan menikmati kecapan, yaitu 「pengalaman」 langsung dan 「mengalami secara pribadi」, tidak dapat diperoleh hanya dengan mengandalkan ajaran orang lain. Mencicipinya seperti meminum air, mengetahui apakah itu dingin atau hangat. Bagaimana cara mengecap? Bagaimana cara mengalaminya? Kata asli 「ṭʽm (טָעַם ta`am)」 mengecap memiliki akar kata yang sama dengan 「ṭāʽăm」 prilaku tindakan; mengecap sepatutnya melakukan tindakan yang seharusnya ada, antara lain: takut hormat akan Dia (ayat 7, 9, 11) yang merupakan kata kunci mazmur ini; menengadah mengarahkan pandangan tertuju kepada-Nya (ayat 5), berlindung kepada-Nya (ayat 8), mencari-Nya (ayat 4, 10), dan seterusnya.
Petrus menggunakan ayat ini untuk menggambarkan mereka yang percaya kepada Tuhan perlu mengecap kasih karunia Tuhan, terus bertumbuh, dan bukan sekadar menikmati kecapan. Ibrani 6:4 juga mengutip tentang mengecap kasih karunia Tuhan, tetapi merujuk kasih karunia surgawi, 「Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus.」 Pemberian karunia yang akan datang dari surga, yakni apa yang telah digenapi oleh Allah di dalam Kristus Yesus, keselamatan yang dianugerahkan kepada orang-orang percaya.
Apa yang harus diketahui oleh mereka yang 「mengecap」? Mengetahui 「betapa baiknya TUHAN itu」 (ayat 8). Mengetahui bersumber dari fungsi mata 「melihat」 , dan respons terhadap 「mengecap」 adalah fungsi lidah. Bahasa asli 「baik」 sama dengan 「yang baik」 ṭôb di ayat 10, mencerminkan bahwa orang yang mengalami Allah akan mengetahui bahwa Dia itu sungguh baik. Apakah kita sudah merasakan kasih karunia Allah (anugerah surgawi) melalui Yesus Kristus sehingga kita bisa terus bertumbuh di dalam Tuhan?
Kedua, 1 Petrus 2:6b 「Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: 『Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.』」 Frasa 『… siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.』 yang mungkin ada kaitannya dengan Mazmur 34:6 ini 「Mereka yang memandang kepada-Nya, akan bersinar dan wajahnya tidak akan malu」(terjemahan IMB). Mereka yang mengarahkan pandangan berharap kepada Tuhan akan menerima kemuliaan dan bukannya rasa malu, digambarkan wajah mereka bersinar; mereka yang memandang kepada Tuhan tidak akan merasa malu karena Tuhan tidak menyelamatkan sehingga wajah mereka akan menjadi 「gelap dan kusam」, serupa dengan apa yang dikatakan Petrus 『siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan』; kepada-Nya adalah mengacu pada Yesus.
Kita sering merasa malu karena orang lain memandang rendah atau mengejek kita sebagai orang Kristen. Bagaimana kita bisa tidak lagi merasa malu karena kita memandang kepada Bapa Surgawi kita atau percaya kepada Sang Putra, dan bahkan wajah kita pun dapat selalu bersinar berseri-seri?
Ketiga, 1 Petrus 3:10-12 「Siapa yang mau mencintai hidup dan mau melihat hari-hari baik, ia harus menjaga lidahnya terhadap yang jahat dan bibirnya terhadap ucapan-ucapan yang menipu. Ia harus menjauhi yang jahat dan melakukan yang baik, ia harus mencari perdamaian dan berusaha mendapatkannya. Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.」Ia mengutip Mazmur 34:12-16, yang menyatakan bahwa orang-orang yang mencintai kehidupan: dalam aspek ucapan akan menahan lidahnya dari ucapan yang jahat, dan bibirnya dari ucapan yang menipu (ayat 13); aspek perilaku yakni kita harus menjauhi kejahatan dan aktif berbuat baik (ayat 14a); dalam aspek relasi: kita harus mencari perdamaian, mengejarnya dengan sepenuh hati (ayat 14b) dan segenap hati diri untuk bergaul dengan damai dengan orang lain. Mengapa melakukan ini? Petrus menyatakan: 1) Karena kita dipanggil untuk melakukan hal ini, supaya oleh sebabnya kita diberkati (1 Petrus 3:9); 2) Allah peduli terhadap orang benar, telinga-Nya mendengarkan doa-doa mereka, tetapi orang-orang yang berbuat jahat, Tuhan mengubah wajah-Nya terhadap mereka (1 Petrus 3:12).
Orang-orang yang dipanggil Allah sering kali hanya mengetahui secara mental bahwa mereka dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus, atau merasakan hal ini secara mental, namun tidak berperilaku atau bertindak sesuai dengan panggilan itu. Kita harus menghidupi sebagaimana seharusnya orang-orang kudus, tidak hanya dalam perkataan dan tindakan kita, tetapi juga dalam cara kita bergaul dengan orang lain, menghidupi karakter yang sepatutnya dimiliki orang Kristen.
Doa:
Tuhan! Tolonglah aku bukan hanya sekadar menikmati anugerah surga, tetapi juga untuk terus bertumbuh dan sedikit demi sedikit belajar untuk mengarahkan pandangan dan percaya kepada-Mu, agar aku bisa lebih sedikit berbuat dosa, memperbanyak perbuatan saleh, dan berusaha semaksimal mungkin untuk hidup membawakan kedamaian kepada orang lain.
Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.
Renungan pemahaman Mazmur Doa
Renungan pemahaman Kitab Mazmur
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur Doa ditulis oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗) yang dipublikasi pada bulan Februari 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.