「Anugerah sepanjang hidup」
Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Mazmur 30:1-12 [ITB])
1 Mazmur. Nyanyian untuk pentahbisan Bait Suci. Dari Daud.
Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku.
2 TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.3 TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.
4 Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!5 Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
6 Dalam kesenanganku aku berkata: 「Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!」7 TUHAN, oleh karena Engkau berkenan, Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh; ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut.
8 Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru, dan kepada Tuhanku aku memohon:9 「Apakah untungnya kalau darahku tertumpah, kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu dan memberitakan kesetiaan-Mu?10 Dengarlah, TUHAN, dan kasihanilah aku, TUHAN, jadilah penolongku!」
11 Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita,12 supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.
Mazmur ini adalah ucapan syukur pribadi. Ayat 4, 9, dan 12 semuanya menggunakan kata kerja ydh 「syukur」, pemazmur bersyukur Allah mendengar seruan permohonannya dan menyembuhkannya. Judul mazmur ini menyebutkan 「Nyanyian untuk penahbisan Bait Suci」, mungkin karena bangsa Israel yang kembali dari pembuangan menggunakan mazmur ini ketika mereka mempersembahkan Bait suci yang dibangun kembali kepada Allah pada tahun 515 SM; orang Yahudi merasa dibuang ke penawanan dan Bait Suci dihancurkan adalah seperti orang jatuh sakit; kembali dari pembuangan dan pembangunan kembali Bait Suci bagaikan orang yang baru sembuh dari penyakit. Oleh karena itu, mereka menggunakan mazmur yang sama untuk mengungkapkan dua aspek ucapan syukur, maka mazmur ini juga bisa kita gunakan untuk mengucap syukur setelah menderita.
Ayat 1-3: pemazmur menunjukkan bahwa ia bersyukur karena Allah mendengar seruannya dan menyembuhkannya, mencegahnya dari sakit dan mati (ayat 2-3 「TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku. TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur」)
Ayat 4-5 pemazmur yang menasihati sanak saudara dan sahabatnya (orang-orang kudus). Ia berbagi hikmah yang didapatnya, yaitu murka Allah hanya sesaat, namun rahmat murah hati-Nya berlangsung seumur hidup. Menangis mungkin berlangsung semalam, namun kegembiraan datang di pagi hari. Pemazmur menggunakan empat rangkaian kontras:
Pertama, murka versus kasih karunia. Murka adalah respons Allah terhadap dosa dan penjahat, dengan tujuan membuat mereka bertobat; kasih karunia adalah respons Allah terhadap mereka yang mau bertobat, termasuk kasih, pengampunan, berkat, dll. Kedua, sekejap mata versus seumur hidup; murka Allah membuat manusia bertobat, murka-Nya surut dalam sekejap, tetapi kasih karunia-Nya kekal tidak berubah. Ketiga, menangis versus bersorak, pemazmur menitikkan air mata sepanjang malam, namun keesokan paginya dia bisa bersorak sebagai ganti duka. Keempat, sepanjang malam (malam) versus pagi, yang pertama adalah metafora untuk kepedihan hidup di bawah murka Allah (「kegelapan」 melambangkan ketidakbahagiaan), sedangkan pagi mengacu pada keselamatan dan kelepasan manusia (「cahaya pagi」 melambangkan kegembiraan dan harapan.)
Kita hendaknya bersyukur kepada Tuhan atas anugerah seumur hidup, kasih karunia-Nya mendesak kita untuk bertobat setelah kita berbuat dosa, yang memungkinkan murka-Nya surut, dan bahwa kita dapat bersorak dan bukannya menangis. Sayangnya, kita sering hanya mengucap syukur atas berkat materi dan jasmani, namun jarang mengucap syukur atas anugerah rohani (terutama keselamatan kekal yang diberikan oleh Tuhan). Kita juga cenderung mengucap syukur untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi jarang mengucap syukur untuk gereja dan saudara-saudari.
Ayat 6-7 menunjukkan bahwa Allah murka terhadap pemazmur karena ia melakukan dosa kesombongan dan tidak tahu mengucap syukur. Dia mengenang, 「Dalam kesenanganku aku berkata: 『Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!』」 Di sini 「kesenanganku」 mengacu pada stabilitas dan kemakmuran, dalam kemakmuran tersebut pemazmur bangga dan puas diri, dan bahkan berbicara seperti orang fasik , ia mengatakan: 「Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!」 (Lihat 10:6 「Ia berkata dalam hatinya: 『Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun-temurun.』」) Raja Nebukadnezar diturunkan hina menjadi binatang buas karena dia merasa bangga tinggal dengan damai di istana (Dan 4:4 「Aku, Nebukadnezar, diam dalam rumahku dengan tenang dan hidup dengan senang dalam istanaku」) dan berkata: 「Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?」 (Daniel 4:30)
Ketika semuanya berjalan baik bagi kita dan kita dianggap sebagai orang sukses, kita harus berhati-hati jangan sampai kita menjadi sombong, tidak bersyukur, dan acuh terhadap kenyataan bahwa semua yang kita miliki adalah pemberian Tuhan, sehingga menyebabkan kita menjadi sombong seperti pemazmur dan lupa bahwa hanya Dia yang kokoh seperti gunung,「Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh」 itu adalah adalah rahmat kemurahan Tuhan kepadanya (ayat 7). Anugerah bukanlah sesuatu yang pantas atau kita peroleh, namun diberikan tanpa syarat oleh Tuhan. Nebukadnezar kemudian mempelajari pendisiplinan ini dan mengetahui bahwa Yang Maha Tinggi memerintah dalam kerajaan manusia dan memberikan kerajaan kepada siapa pun yang Dia inginkan (Dan. 4:32), dan akhirnya dia dapat memperoleh kembali kerajaan tersebut.
Doa:
Tuhan! Bantulah aku agar tidak hanya bersyukur setelah sakit atau menderita, tetapi juga agar selalu mempunyai hati yang bersyukur di hari-hari yang lancar. Aku akan meneladani pemazmur yang berkata kepada-Mu: 「Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!」 (Mzm. 16:2) Tolong bantu aku. Engkau mengajariku untuk mengingat: 「Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan」 (Amsal 16:18).
Bacaan doa
Silakan pilih ayat dari mazmur ini untuk doa langsung, doa transformasi, dan doa syafaat.
Renungan pemahaman Mazmur Doa
Renungan pemahaman Kitab Mazmur
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Mazmur Doa ditulis oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗) yang dipublikasi pada bulan Februari 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.