Mazmur 1:1-2

「xxx」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Mazmur 1:1-2 [ITB])
1 Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.


Mazmur ini adalah Mazmur Hikmah dan merupakan pengantar keseluruhan Kitab Mazmur. Mazmur ini mendorong pembaca untuk menjadi orang-orang saleh yang diberkati dan menunjukkan ciri-ciri orang yang diberkati, seperti mencintai hukum Allah dan merenungkannya pada siang hari maupun malam (ayat 2). Pertanyaannya, apakah mencintai dan merenungkan hukum Tuhan bisa mendatangkan berkat? Apakah harus menaatinya? Apa maksudnya merenungkan firman Allah siang dan malam? Apakah tidak bekerja atau tidur?

Mazmur ini menggambarkan tiga tidak dan dua ya dari orang saleh yang diberkati.

Ayat 1 menggambarkan orang seperti ini dari sisi tidak, yakni tidak berjalan menurut nasehat orang fasikyang secara harafiah diterjemahkan sebagai tidak mengikuti nasehat orang fasik, tidak bertindak sesuai dengan nasehat orang fasik. Tidak berdiri di jalan orang berdosa berarti perilaku dan sikap tidak seperti orang berdosa. Tidak duduk dalam kumpulan pencemooh (orang yang sombong, meninggikan diri) artinya tidak bergabung dengan mereka. Di sini tiga tidak dimulai dari berjalan, berdiri, dan sampai duduk, menunjukkan bahwa orang-orang saleh yang diberkati tidak akan menerima nasihat (pikiran) orang jahat, bertindak seperti mereka (perilaku), atau bergabung menjadi anggota/bagian mereka (rekan).

Bagaimana mungkin orang-orang percaya mampu tidak dipengaruhi oleh orang-orang yang tidak takut akan Tuhan? Bagaimana seseorang dapat bertekad seperti Daniel untuk tidak tercemar (Dan. 1:8)?

Ayat 2 menggambarkan dua hal yang harus dilakukan oleh orang saleh yang diberkati:

Pertama, kesukaannya terhadap hukum Tuhan, kata kesukaan dapat merujuk pada suka yang artinya oerasaan mencintai pria terhadap wanita (Kejadian 34:19), dan juga mencakup berkenan kepada Allah; orang benar yang diberkati menyukai hukum Allah. Di sini hukum Allah, bisa merujuk pada Kitab Taurat (lima kitab Musa), namun pada di ayat ini lebih tepat merupakan kehendak Allah yang diwahyukan kepada manusia yakni Alkitab (termasuk kitab Mazmur), agar manusia dapat mengetahui bagaimana harus bersikap sepanjang hidupnya. Mengapa kita lebih sering membaca buku, surat kabar, dan internet daripada membaca Alkitab yang mengungkapkan isi hati Allah? Penting untuk memikirkan bagaimana Anda dan saya bisa lebih menyukai membaca Alkitab daripada aktivitas lainnya (terutama hiburan dan waktu luang). Ketika kita membaca Mazmur 136 di akhir bulan ini, kita akan mengetahui bagaimana cara merenungkan dan berdoa ayat Alkitab. Cara ini akan membantu kita mencintai firman Tuhan yang berharga.

Kedua, merenungkan Taurat itu siang dan malam , ayat ini menggunakan dua antonim untuk mewakili semua, yang berarti setiap saat. Mazmur adalah puisi dan tidak perlu diartikan secara harfiah, siang dan malam berarti sering. Mereka yang menyukai Alkitab tentu saja ingin membacanya. Kata merenungkan dalam bahasa aslinya (hgh) bisa berarti membaca, tetapi di sini berarti menghargai dan memperlakukan sebagai sesuatu yang berharga, seperti halnya singa menganggap hasil buruannya (misal kelinci) sebagai harta dan menjaganya dengan segala kemampuan agar jangan ada yang merampasnya (Yesaya 31:4 seekor singa atau singa muda menggeram untuk mempertahankan mangsanya, kata (hgh) tersebut diterjemahkan sebagai mengaum).

Orang-orang saleh yang diberkati menghargai ajaran Tuhan dan bersedia menaatinya. Yosua 1:8 renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya menunjukkan bahwa tujuan merenungkan (hgh) hukum Tuhan siang dan malam adalah menaatinya dengan seksama. Apakah kita merasakan nikmatnya membaca Alkitab atau bahkan membacanya dengan penuh semangat tidak ingin berhenti? Bagaimana kita bisa mencintai Alkitab dan menganggapnya sebagai harta karun? Mengapa melakukan Firman dapat membantu kita menjadi orang yang diberkati?

Pemazmur membandingkan menjadi bagian dari orang-orang jahat dan menghargai hukum Allah, mengingatkan kita bahwa Alkitab adalah Firman Allah yang menjauhkan manusia dari dosa, dan dosa menjauhkan manusia dari Alkitab. Bagaimana membaca Alkitab dapat menjauhkan kita dari dosa dan mengurangi keterlibatan kita dengan orang fasik? Bagaimana membaca Alkitab dapat membantu kita menghadapi godaan? Silakan lihat bagaimana Tuhan Yesus mengutip Kitab Mazmur untuk menanggapi iblis ketika dia dicobai (Matius 4:1-11). Yang penting, apakah kita benar-benar percaya bahwa dua hal sederhana yakni: tidak ikut serta bergabung dengan orang fasik dan mencintai Alkitab, bisa membuat kita menjadi orang yang diberkati?

Doa:
Tuhan! Bantulah saya mengamalkan dan menghidupinya, menjalankan ajaran kedua ayat ini agar saya bisa menjadi orang yang benar-benar diberkati.

Doa Transformasi: jadikan ayat 1 sebagai doa dengan mengubahnya memakai kata-kata sendiri.

Doa langsung: dengan sikap doa bacalah ayat 2 berulang-ulang.