Mazmur dan Doa

Doa langsung, Doa Transformasi, Doa Syafaat」

Oleh Rev. Dr. Andrew Kwong (鄺炳釗)
Alliance Bible Seminary H.K.


Bulan ini kita akan merenungkan Mazmur. Mari kita membahas dulu bagaimana berdoa dengan berdasarkan Mazmur. Banyak ahli spiritual di zaman modern berpendapat bahwa ketika mempraktikkan saat teduh kerohanian, yang terbaik adalah terlebih dahulu membaca Kitab Mazmur dan kemudian berdoa dengan menggunakan ayat Alkitab. Orang beriman besar asal Inggris George Mueller membuat penemuan penting pada tahun 1841, yang kemudian ia sebutkan dalam otobiografinya:
“Dulu saya selalu bangun pagi-pagi sekali, dalam sepuluh tahun selalu mengawali hari dengan berdoa. Kini saya berpikir bahwa yang terpenting adalah merenungkan firman Tuhan agar hati saya bisa mendapatkan kekuatan, dihibur, diingatkan, dibimbing, dan diajar, agar hati saya bisa selaras dengan bersatu dengan Tuhan … Dahulu setiap pagi saat bangun tidur saya berdoa, tapi sekarang saya membaca Alkitab dan bermeditasi dahulu … Hati saya terpengaruh oleh firman Tuhan, dan saya secara alami memulai dialog dengan-Nya. Kata-kata dalam Alkitab adalah isi percakapan kita.”

George Whitefield adalah seorang penginjil yang hebat. Pada saat itu, alat komunikasi massa belum dikembangkan, dan jutaan orang mendengarkan khotbahnya. Ia mengatakan bahwa sumber kekuatannya hanya terletak pada berlutut setiap hari dan mendoakan setiap kalimat dan setiap kata dalam AlKitab.

Orang-orang besar dalam AlKitab sering mengutip firman Tuhan dalam doa mereka. Silakan merujuk pada doa Yakub (Kejadian 32:9-12), doa Daniel (Daniel 9:1-19), dan doa Nehemia (Nehemia 9:5-38) dll. Mazmur merupakan himne dan doa yang digunakan di Bait Suci yang sangat cocok untuk kita pakai dalam doa. Selain itu, pemazmur juga mengutip ayat-ayat Alkitab dalam doanya (lihat Mazmur 136). Bagaimana cara berdoa dari Mazmur atau ayat-ayat Alkitab suci lainnya? Ada tiga metode:

Pertama, doa langsung: langsung membaca sebuah ayat dan memakainya sebagai doa pribadi. Kedua, transformasikan doa: terjemahkan ayat ke dalam doa pribadi kepada Allah Bapa. Ketiga, doa syafaat: memakai ayat-ayat dengan mengubah sedikit untuk berdoa syafaat bagi seseorang atau suatu hal.

Contoh 1: TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku (Mzm. 23:1)
Doa Langsung: membaca ayat pertama, atau ayat pertama dan kedua, dalam sikap berdoa.
Doa Transformasi: Terima kasih Tuhan, Engkau bukan hanya Gembala Israel, tapi Engkau juga Gembalaku. Tuhan! Tolong bantu aku merasa bahwa Engkau adalah Gembalaku, dan dengan demikian mengurangi kekhawatiran finansialku. Bapa di surga!Tolong ingatkan saya bahwa Engkau akan menyediakan apa yang saya butuhkan, bukan apa yang saya inginkan.
Doa Syafaat: Ya Allah! Ada saudara yang sedang menganggur. Tolonglah dia dan keluarganya agar tidak berada dalam kemiskinan. Tuhan! Orang tuaku hanya mengenal-Mu sebagai pengetahuan di dalam kepala saja, tetapi mereka tidak mengenal bahwa Engkaulah gembala mereka, tolong beri mereka penegasan ini agar mereka mengenal Engaku secara pribadi dan memiliki relasi dengan Engkau!

Contoh 2: Ya TUHAN semesta alam, berbahagialah manusia yang percaya kepada-Mu! (Mzm. 84:12)
Doa Langsung: dalam sikap doa ucapkan ayat ini berulang-ulang.
Doa Transformasi: Ya Tuhan! Bantulah aku memahami bahwa Engkau adalah Tuhan semesta alam. Ya Bapa Surgawi! Tolong ajari aku bagaimana mengandalkan Engkau. Tuhan! Biarlah aku dapat menerima berkat-berkat yang datang dari ketergantunganku kepada-Mu.
Doa Syafaat: Ya Tuhan! Putriku sangat cerdas tetapi sombong. Tolong biarkan dia belajar untuk bersandar pada-Mu. Bapa Surgawi! Gereja kami adalah gereja yang sangat besar, jadi kami mengandalkan kekuatan jemaat kami lebih dari pada mengandalkan Engkau. Ubahlah pikiran kami dan juga para pemimpin gereja kami untuk mengandalkan Engkau dalam segala hal.

Contoh 3: Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami (2 Korintus 4:7)
Doa Langsung: ucapkan ini beberapa kali.
Doa Transformasi: Tuhan, tolong bantu saya untuk mengingat bahwa saya memiliki harta ini di dalam bejana tanah liat. Tolong bantu saya untuk menerima bahwa saya memiliki harta ini di dalam bejana tanah liat. Terima kasih Tuhan karena mengizinkan saya memiliki harta ini dalam bejana tanah liat.
Doa Syafaat: Tuhan, tolong bantu agar anggota keluarga saya (nama orang tersebut) bahwa dia mempunyai harta ini di dalam bejana tanah. Mohon Tuhan untuk menolong (nama orang tersebut) untuk menjadi kuat dan berani karena ia memiliki harta ini di dalam bejana tanah liat.

Renungkan:
Tuhan! Bantu saya mulai bulan ini belajar bagaimana berdoa dengan berdasarkan ayat-ayat Alkitab sehingga saya bisa berbicara dengan-Mu daripada berdoa hanya sekadar meminta-Mu untuk memberi saya sesuatu atau menyelesaikan masalah saya.