「Aku orang itu」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ratapan 3:1-18 [ITB])
1 Akulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya.
2 Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya. 3 Sesungguhnya, aku dipukul-Nya berulang-ulang dengan tangan-Nya sepanjang hari.
4 Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku dipatahkan-Nya.
5 Ia mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan kesusahan. 6 Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati. 7 Ia menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia mengikat aku dengan rantai yang berat.
8 Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya doaku
9 Ia merintangi jalan-jalanku dengan batu pahat, dan menjadikannya tidak terlalui. 10 Laksana beruang Ia menghadang aku, laksana singa dalam tempat persembunyian. 11 Ia membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun.
12 Ia membidikkan panah-Nya, menjadikan aku sasaran anak panah. 13 Ia menyusupkan ke dalam hatiku segala anak panah dari tabung-Nya.
14 Aku menjadi tertawaan bagi segenap bangsaku, menjadi lagu ejekan mereka sepanjang hari.
15 Ia mengenyangkan aku dengan kepahitan, memberi aku minum ipuh. 16 Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil; Ia menekan aku ke dalam debu.
17 Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan.
18 Sangkaku: 「hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN.」
Ratapan Yeremia pasal 3 adalah pusat dari lima pasal kitab Ratapan Yeremia, dan hanya di sini saja disebutkan pengharapan perjanjian. Di pasal ini sebutan puteri Sion ditinggalkan dan beralih ke 「orang itu」 maskulin laki-laki (ayat 1) dalam bentuk monolog. Tidak menyebutkan tentang Sion, Yerusalem, tembok kota, tempat kudus, imam, tua-tua, anak-anak, ibu, dll. yang terdapat dalam pasal 1, 2, dan 4, sehingga pengalaman penderitaan yang dijelaskan dalam pasal 3 ini tampaknya sudah meninggalkan Yerusalem yang hancur, yang sudah menjadi sejarah, yakni sejarah penawanan ke pengasingan pada 586 SM, beralih kepada perjalanan batin penderitaan yang bersifat lebih umum dari 「orang itu」, sehingga orang-orang yang menderita dengan penyebab dan peristiwa apa pun dapat menemukan resonansi dan menjadi 「orang itu」
Ayat 1 dimulai dengan 「akulah orang itu」, menjelaskan bahwa orang ini menerima tongkat murka TUHAN (「rod of his wrath」 KJV, CUV; terjemahan ITB agak berbeda 「cambuk murka-Nya」). Tongkat TUHAN (Yahweh) dulunya adalah tongkat penggembalaan, Dia memimpin domba ke padang rumput hijau (Mazmur 23:4), Sekarang tongkat yang sama membawa murka dan didikan disiplin kepada orang itu. Prolog pembukaan seperti itu menunjukkan bahwa pengalaman masa lalu orang tersebut terhadap Mazmur 23 telah dibalik.
Faktanya, banyak uraian di Ratapan 3:1-18 yang mirip dengan Mazmur 23. Kita bisa menggunakan daftar di bawah ini untuk menjelaskannya:
| Ratapan 3:1-13 — Mazmur 23 |
| Tongkat murka TUHAN (Rat. 3:1) Tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku (Maz. 23:4) |
| Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada terangnya (Rat. 3:2) Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang (Maz. 23:2) |
| Ia menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama mati. Ia menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia mengikat aku dengan rantai yang berat (Rat. 3:6-7) Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku (Maz. 23:4) |
| Ia membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun (Rat. 3:11) Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku (Maz. 23:5) |
Seperti yang dapat dilihat dari daftar di atas, penulisan beberapa pengalaman di Ratapan 3:1-18 mengadopsi tata bahasa Mazmur 23, yang menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) mengubah tongkat penghiburan menjadi murka, dan pada mulanya menuntun orang ke rerumputan hijau dan tepi air, berganti membawa orang ke tempat gelap; awalnya menuntun orang melewati lembah bayang-bayang kematian, tetapi sekarang menuntun orang ke tempat gelap, membuat orang seperti orang yang sudah lama mati; awalnya melindungi orang dari serangan musuh, sekarang mereka menjadi musuh orang ini, merobek-robeknya (ayat 11), pembalikan citra sebagai Gembala seperti ini membuat orang tersebut tidak dapat memahaminya. Karena Allah telah mengubah citra diri-Nya sedangkan ia tidak mengharapkan penyebab dari perubahan ini, penyair Ratapan menunjukkan dalam ayat 18 bahwa ia merasa tidak ada pengharapan pada TUHAN (Yahweh). Penyair Ratapan merasa tidak dapat menemukan harapan pada Allah karena Ia telah berubah total.
Renungkan:
Tuhan di masa lalu seperti Mazmur 23, sekarang telah menjadi gambaran yang sepenuhnya berlawanan, sehingga kita tidak dapat menggunakan pengetahuan masa lalu kita tentang Tuhan untuk memahami aku yang saat ini, 「orang itu」 yang saat ini yang dalam penderitaan. Kerangka teologis yang ada tidak cukup untuk mengatasi penderitaan saat ini. Beberapa pengalaman yang diberkati tidak dapat terulang kembali di masa sekarang pada aku yang saat ini, 「orang itu」 yang saat ini, jadi hanya dapat mengungkapkan perjalanan mental yang kontradiktif ini dalam nyanyian ratapan, dan secara terus terang menunjukkan bahwa ia merasa tidak ada harapan di dalam Tuhan. Namun, suara putus asa ini hanyalah permulaan, dan dalam renungan kita besok akan memahami sumber harapan, tetapi ketika harapan belum datang, kadang-kadang kita perlu mengalami situasi putus asa, agar pada saat yang sama dapat melihat harapan yang sejati. Harapan dalam keputusasaan seperti inilah yang diharapkan Kitab Suci untuk kita pikirkan.
Renungan pemahaman Kitab Ratapan
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.