Tag Archives: Taman Eden

Keluaran 20:7-11

Nama kudus dan hari kudus

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 20:7-11 [ITB])
7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: 9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, 10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. 11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.

Perintah ketiga, Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, berbicara tentang semangat ibadah. Nama TUHAN melambangkan sifat kudus-Nya. Salah penggunaan nama Allah adalah penghinaan besar bagi-Nya. Kitab Keluaran khusus mencatat makna dari nama Allah yang dinyatakan kepada untuk wahyu Musa (Kel. 3:14), setelah insiden anak lembu emas, TUHAN lebih mengizinkan permohonan Musa bersama dengan dia menyatakan nama kudus Allah, dan sifat kasih karunia-Nya (33:19 Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama TUHAN di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani; 34:6-7 Berjalanlah TUHAN lewat dari depannya dan berseru: TUHAN, TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat』」).

Perintah ketiga ini dilandaskan pada dasar ini, menuntut kita untuk menghormati nama TUHAN. Baik dalam pikiran dan perkataan, harus ada rasa hormat yang sebesar-besarnya, dan tidak boleh ada sikap yang tidak hormat, sehingga sembarangan menggunakan nama kudus Allah, termasuk menyalahgunakan nama Allah untuk bersumpah dan mengutuk orang. Dan bukan saja tidak menyalahgunakan nama Allah, tetapi juga harus menggunakan nama Allah dengan benar, seperti: berdoa, memuji, bersaksi, dan memasyhurkan, memberitakan.

Perintah keempat, Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat, berbicara tentang saat menyembah. Ini adalah perintah positif yang pertama, bukan perintah larangan, dan merupakan perintah terpanjang. Haruslah mengingat hari Sabat, dalam Ulangan 5:12-15, itu harus menjadi mengingat menjaga hari Sabat, dan alasan yang berbeda. Keluaran dari Mesir adalah mengenang akan ciptaan Allah, dan Ulangan adalah mengenang akan keselamatan Allah, dan hari Sabat harus memelihara sebagai hari raya.

Kata Ibrani yôm haššabbāt hari Sabat yang artinya adalah bahwa salah satu dari tujuh hari adalah hari kudus dikhususkan bagi TUHAN. Pada hari ini, orang harus beristirahat, pekerjaan apapun tidak boleh dilakukan (Kel. 16:25). Hari Sabat berasal dan ditentukan oleh Allah, setelah Dia selesai menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, Dia beristirahat dan menetapkan hari ini sebagai hari yang kudus (Kejadian 2:3).

Arti utama hari Sabat adalah untuk mengakui bahwa TUHAN adalah Tuhan penguasa atas waktu. Meskipun Dia adalah Allah Tuhan atas seluruh sejarah, tetapi Dia telah secara khusus menetapkan waktu bagi orang-orang untuk dikhususkan dipisahkan sebagai yang kudus dan khusus hanya untuk Dia saja, sehingga hari ini akan menjadi tempat kudus dalam dimensi waktu. Sama seperti Dia adalah Allah Tuhan atas seluruh bumi, Dia menempatkan manusia di Taman Eden dan menghendaki mereka untuk membangun tabernakel dan bait suci, sebagai tempat kudus dalam dimensi ruang tempat, agar manusia menyembah Dia.

Renungkan:
(1) Sabat adalah waktu kudus, semua orang di hari ini istirahat secara jasmani, pembaruan rohani, sukacita menikmati pemeliharaan Allah yang kaya dan penyertaan-Nya.
(2) Nenek moyang jatuh ke dalam dosa dan diusir dari Taman Eden, kehilangan istirahat (sabat) mereka.
(3) Orang-orang percaya hari ini menerima keselamatan di dalam Kristus, menggunakan hari Tuhan (hari minggu) untuk menyembah Allah, kembali ke tempat kudus rohani, dan menikmati istirahat rohani (dalam hati, jiwa dan roh).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.