「Jangan Meninggikan Diri, Hendaklah Senantiasa di Dalam Tuhan!」
Ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) Alliance Bible Seminary H.K.
(Rom. 11:17-20 [ITB])
17 Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah, 18 janganlah kamu bermegah terhadap cabang-cabang itu! Jikalau kamu bermegah, ingatlah, bahwa bukan kamu yang menopang akar itu, melainkan akar itu yang menopang kamu.
19 Mungkin kamu akan berkata: ada cabang-cabang yang dipatahkan, supaya aku dicangkokkan di antaranya sebagai tunas.
20 Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!
Sebuah kalimat terkenal tentang pohon zaitun dari salah satu Mazmur: 「Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya」 (Maz. 52:8). Orang fasik membanggakan diri dengan melakukan kejahatan, tetapi orang benar selama-lamanya bersandar kasih setia Allah! Bentuk pohon zaitun tidak terlihat megah, tetapi adalah pohon yang dipandang sangat berharga oleh orang-orang Yahudi. Umur pohon zaitun sangat panjang, dan salah satu pohon zaitun tertua di dunia (Olive Tree of Vouves) memiliki usia lebih dari 3.000 tahun. Banyak pohon zaitun mengalami kebakaran, tapi mereka masih bisa hidup kembali. Salah satu cara untuk memanen zaitun adalah meminta para pekerja memukul pohon zaitun dan membiarkan zaitun jatuh dari ketinggian. Pohon zaitun tidak memiliki bentuk luar yang cantik untuk kita kagumi, tetapi untuk jangka waktu yang sangat lama dapat menghasilkan zaitun yang berharga, dapat digunakan untuk memasak dan sebagai minyak urapan saat mengangkat raja dan imam. Orang Israel sangat memandang penting pohon zaitun, lambang Nasional mereka adalah ranting pohon zaitun mengitari kandil lampu. Ranting pohon zaitun juga melambangkan perdamaian.
Paulus mengutip perumpamaan 「cabang zaitun liar」 dicangkokkan pada pohon zaitun yang hendak ditanam, pernah dikritik oleh beberapa sarjana peneliti Alkitab. Karena metode penanaman yang populer saat ini adalah sebaliknya, 「cabang zaitun」 yang hendak ditanamkan akan dicangkokkan ke 「pohon zaitun liar.」 Oleh karena itu, beberapa sarjana peneliti Alkitab mengkritik Paulus, memandang Paulus sebagai orang kota yang bodoh dan malang, yang tidak paham hal ini. Tapi Dr. Lancy melakukan studi yang mendalam tentang Paulus, mempelajari lebih dalam adat Timur Tengah, di daerah tersebut ada cara khusus untuk 「membuat pohon zaitun yang sudah menurun untuk menghasilkan buah kembali,」 cara yang biasa untuk merangsang pohon-pohon zaitun yang tidak kuat, yakni mencangkokkan cabang muda zaitun liar dan membiarkan cabang muda menyerap getah pohon, maka pohon ini akan menghasilkan buah lagi.
Kembali ke perumpamaan Paulus. Karena ketidakpercayaan bangsa Israel, cabang tua ini akan dipatahkan, lalu orang-orang percaya dari bangsa-bangsa lain bisa tersambung dengan Allah; tetapi janganlah kita lupa bahwa kita bisa mendapatkan anugerah karena Allah pernah berjanji kepada Abraham nenek moyang orang Israel: 「Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku」 (Kej. 22:18). Kita bisa berbagi berkat ini, adalah karena 「akar」 (lihat Rom. 11:17), ini adalah karena janji Allah kepada bangsa Israel sehingga kita juga mendapatkan berkat, dan kita sepatutnya tidak boleh memandang rendah Israel 「cabang-cabang tua.」 Paulus memperingatkan bangsa-bangsa lain yakni sebagai 「tunas liar (cabang-cabang liar)」, sekali-kali jangan sombong, dan kita bisa percaya Tuhan itu semua karena kasih karunia Allah.
(Ayat 20 terjemahan ITB「Baiklah! Mereka dipatahkan karena ketidakpercayaan mereka, dan kamu tegak tercacak karena iman. Janganlah kamu sombong, tetapi takutlah!」 terdapat kata 「tegak tercacak」 sesuai KBBI artinya adalah terpancang tegak lurus; berdiri tegak lurus; tertanam tegak.) Terjemahan literal dari Rom. 11:20 「Benar! Dalam ketidakpercayaan, mereka pernah dipatahkan; dan engkau dalam percaya sudah berdiri tegak! Engkau jangan berpikir tinggi, harus membawa rasa hormat takut.」 Kegagalan Israel adalah pada 「tidak percaya!」 Orang Kristen dapat berdiri tegak karena「iman」kita. Setelah memahami kebenaran ini, mari kita tidak berpikir diri kita terlalu tinggi, tetapi terus 「percaya (beriman)」, terhadap Tuhan senantiasa membawa hati yang penuh hormat dan takut akan Tuhan, menjaga diri sendiri senantiasa berada di dalam Tuhan. Kita tidak sepatutnya memandang rendah orang Israel, tetapi kita harus mencoba untuk memimpin mereka kepada Tuhan.
Iman yang sejati adalah percaya seumur hidup, adalah iman yang tidak meninggalkan Allah, yang tidak menjauhi Allah, senantiasa memiliki hati yang 「hormat takut!」 Orang yang percaya sejati tidak akan membawa kebanggaan, tetapi akan mengikuti Tuhan dengan rasa hormat dalam kehidupan mereka. Iman yang sejati bukan iman yang tidak berbuah, tetapi iman yang erat tersambung dengan Kristus dan berbuah banyak. Iman percaya yang sejati akan membuat kita akhirnya bersama dengan Tuhan selamanya! Sebuah perkataan Augustine yang terkenal: 「iman adalah percaya apa yang Anda tidak pernah lihat; Hadiah dari iman percaya ini adalah Anda dapat melihat apa yang Anda percaya.」《Hendaklah setia》 lagu sekolah dari Alliance Bible Seminary: 「Hendaklah setia! Hendaklah setia! Jikalaupun orang lain berubah dan mundur; Tidak peduli situasi apapun, engkau harus berdiri di samping Tuhan, kiranya Tuhan mendapati kesetiaanmu.」 Kiranya kita bisa senantiasa menjadi wakil Tuhan Yesus, seumur hidup percaya sampai pada akhirnya, semaksimalnya setia sampai akhir.
Renungkan:
Kasih karunia bukan menghendaki kita untuk menjadi sombong!
Kasih karunia bukan menghendaki kita memandang rendah orang lain!
Kasih karunia menghendaki kita untuk mengasihi Allah lebih dalam, lebih memiliki hati Kristus dan untuk lebih mengasihi sesama!
Apakah anda mengenal beberapa orang yang memiliki tampak luar yang banyak memiliki kasih karunia, tapi di dalam hatinya sedikitpun tidak mirip Tuhan kita? Anda pikir apakah Tuhan senang dengan orang-orang ini?
Apakah Anda ingin menjadi seorang yang tidak takut penderitaan, hamba yang setia sampai mati?
Daftar renungan pemahaman Surat Roma (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Roma 9-12 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan Juni 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).