Tag Archives: ranah ilahi Allah

Imamat 7:20-27

Dilenyapkan dari antara bangsanya

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 7:20-27 [ITB])
20 Tetapi seseorang yang memakan daging dari korban keselamatan yang untuk TUHAN, sedang ia dalam keadaan najis, haruslah nyawa orang itu dilenyapkan dari antara bangsanya.
21 Dan apabila seseorang kena kepada sesuatu yang najis, yakni kepada kenajisan berasal dari manusia, atau kepada hewan yang najis atau kepada setiap binatang yang merayap yang najis, lalu memakan dari pada daging korban keselamatan yang untuk TUHAN, maka haruslah nyawa orang itu dilenyapkan dari antara bangsanya.」
22 TUHAN berfirman kepada Musa:
23 Katakanlah kepada orang Israel: Segala lemak dari lembu, domba ataupun kambing janganlah kamu makan.
24 Lemak bangkai atau lemak binatang yang mati diterkam boleh dipergunakan untuk segala keperluan, tetapi jangan sekali-kali kamu memakannya. 25 Karena setiap orang yang memakan lemak dari hewan yang dipergunakan untuk mempersembahkan korban api-apian bagi TUHAN, nyawa orang yang memakan itu, haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.
26 Demikian juga janganlah kamu memakan darah apapun di segala tempat kediamanmu, baik darah burung-burung ataupun darah hewan. 27 Setiap orang yang memakan darah apapun, nyawa orang itu haruslah dilenyapkan dari antara bangsanya.

Perikop ini terutama menjelaskan ketetapan Allah mengenai dilenyapkan dari antara bangsanya (KJV cut off from his people, CUV Mandarin digunting dari antara umat-Nya). Kata dilenyapkan muncul di Imamat 7:20, 21, 25, 27, penyebab utama dilenyapkan dari antara bangsanya ada 4:

(1) Jika seseorang sedang ia dalam keadaan najis memakan daging dari korban keselamatan yang untuk TUHAN. Orang itu melalui tindakan makan, telah mencampur baur yang najis dengan yang kudus, ia menghancurkan garis batas;

(2) Seseorang kena kepada sesuatu yang najis, lalu memakan dari pada daging korban keselamatan yang untuk TUHAN, adalah melalui kontak menghancurkan garis batas antara yang najis dengan yang kudus, yang merupakan suatu tindakan yang melanggar garis batas;

(3) Orang yang memakan lemak dari hewan yang dipergunakan untuk mempersembahkan korban api-apian bagi TUHAN, seperti yang disebutkan dalam renungan sebelumnya, lemak itu milik TUHAN, makan lemak adalah merampas hal-hal yang dikhususkan untuk TUHAN (orang tersebut dirinya tinggi menyamai Allah)

(4) Makan darah, seperti yang disebutkan sebelumnya, darah adalah kehidupan, makan darah adalah tindakan tidak menghormati kedaulatan Allah atas kehidupan, tidak mengakui bahwa Allah adalah sumber kehidupan.

Dengan demikian tersebut, bagaimana kita memahami dilenyapkan dari antara bangsanya?
Ada peneliti berpendapat bahwa ini adalah hukuman ilahi dari Allah (divine penalty), karena empat situasi yang disebutkan di atas terkait dengan pelanggaran kekudusan Allah, yakni situasi (1) dan (2) adalah kekacauan mencampur aduk kekudusan dengan yang kecemaran najis. Dan situasi (3) dan (4) adalah makan hal-hal yang merupakan milik Allah (darah dan lemak), yang juga merupakan kekacauan mencampur aduk. Karena kekudusan Allah tidak dapat dikompromikan, sulit bagi mereka yang telah melakukan dosa-dosa ini untuk menjadi umat anugerah Allah, sehingga mereka harus dilenyapkan dari antara bangsanya.

Selain itu, kita juga dapat memahami arti dilenyapkan dari antara bangsanya melalui tiga ayat lainnya :
(1) Biarlah dilenyapkan keturunannya, dan dihapuskan namanya dalam angkatan yang kemudian (Maz. 109:13), ini berarti bahwa keturunannya akan terpengaruh;
(2) Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota … (Rut 4:10), dilenyapkan berarti bahwa keturunannya tidak dapat dilanjutkan;
(3) Biarlah TUHAN melenyapkan dari kemah-kemah Yakub segenap keturunan orang yang berbuat demikian, sekalipun ia membawa persembahan kepada TUHAN semesta alam!(Maleakhi 2:12) dilenyapkan berarti bahwa menghapus orang ini dari keluarganya.

Jadi kita melihat bahwa orang yang dilenyapkan dari antara bangsanya tidaklah selalu akan menerima eksekusi, tetapi menjadi terputus tidak memiliki lagi hubungan dengan umat Israel digunting dari antara umat-Nya.

Renungkan:
Dari analisis di atas, dapat dilihat bahwa dilenyapkan dari antara bangsanya / digunting dari antara umat-Nya adalah terputus dari umat Israel, karena umat Israel adalah bangsa yang kudus dan umat Allah, umat perjanjian ini harus berbagi kekudusan dan watak karakter suci, sehingga umat ini berbeda dengan bangsa-bangsa asing. Sebaliknya, jika kita tidak memiliki watak kudus Allah, maka kita sama dengan manusia duniawi, tidak dapat menghayati menghidupi identitas asli bangsa Israel sebagai umat Allah, artinya tidak peduli dengan karakter Allah, dan maka alami terputus,lenyap hubungan dari antara bangsanya. Apakah kita hidup dalam kehidupan yang telah terputus, digunting dari antara umat-Nya?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Imamat 3:12-17

Tidak boleh makan lemak dan darah

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 3:12-17 [ITB])
12 Jikalau persembahannya seekor kambing, ia harus membawanya ke hadapan TUHAN.
13 Lalu ia harus meletakkan tangannya di atas kepala kambing itu dan menyembelihnya di depan Kemah Pertemuan, lalu anak-anak Harun harus menyiramkan darahnya pada mezbah sekelilingnya.
14 Kemudian dari kambing itu ia harus mempersembahkan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu sebagai persembahannya berupa korban api-apian bagi TUHAN,
15 dan lagi kedua buah pinggang dan lemak yang melekat padanya, yang ada pada pinggang dan umbai hati yang harus dipisahkannya beserta buah pinggang itu.
16 Imam harus membakar semuanya itu di atas mezbah sebagai santapan berupa korban api-apian menjadi bau yang menyenangkan. Segala lemak adalah kepunyaan TUHAN.
17 Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah.

Imamat 3 berbicara tentang peraturan mengenai korban keselamatan, makna yang dilambangkan dalam persembahan korban ini sangat banyak, dalam kesempatan yang berbeda dilakukan korban keselamatan ini akan memiliki makna simbolis yang berbeda, yang paling utama ada tiga hal: ucapan syukur, membayar nazar dan persembahan kerelaan (apa saya senang dengan). Namun, Imamat 3 hanya hanya menjelaskan tata cara korban keselamatan, tidak mengatakan apa makna yang terkandung, jadi renungan kita hari ini berfokus pada larangan makan lemak dan darah disebutkan dalam ayat 3:17 yang menjadi kalimat kesimpulan atas aturan korban keselamatan ini.

Mengapa darah dan lemak dilarang untuk dimakan? Kemudian dari korban keselamatan itu ia harus mempersembahkan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu sebagai korban api-apian bagi TUHAN, dan lagi kedua buah pinggang dan lemak yang melekat padanya, yang ada pada pinggang dan umbai hati yang harus dipisahkannya beserta buah pinggang itu(Im. 3:3-4), Kemudian dari korban keselamatan itu ia harus mempersembahkan lemaknya sebagai korban api-apian bagi TUHAN, yakni segenap ekornya yang berlemak yang harus dipotong dekat pada tulang belakang, dan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu, dan lagi kedua buah pinggang dan lemak yang melekat padanya, yang ada pada pinggang, dan umbai hati yang harus dipisahkannya beserta buah pinggang itu (Im. 3:9-10), Kemudian dari kambing itu ia harus mempersembahkan lemak yang menyelubungi isi perut, dan segala lemak yang melekat pada isi perut itu sebagai persembahannya berupa korban api-apian bagi TUHAN, dan lagi kedua buah pinggang dan lemak yang melekat padanya, yang ada pada pinggang dan umbai hati yang harus dipisahkannya beserta buah pinggang itu (Im. 3:14-15). Berulang kali menjelaskan semua lemak dari korban harus diambil untuk dipersembahkan sebagai korban bakaran sebagai korban api-apian, ayat 3:16 memberikan alasan: segala lemak yang melekat pada isi perut adalah untuk TUHAN. Kita sangat sulit menggunakan perspektif modern untuk memahami alasannya, tetapi juga jangan menggunakan sudut pandang medis modern tentang masalah tersebut (seperti menafsirkan bahwa lemak tidak sehat untuk tubuh, dll), kita hanya dapat menerima bahwa lemak adalah untuk TUHAN, menunjukkan bahwa lemak membawa makna kudus (karena Allah adalah kudus), jika seseorang makan lemak, artinya orang tersebut mengambil bagian milik Allah, melakukan kejahatan melanggar kekudusan. Oleh karena itu, korban keselamatan adalah untuk memproklamasikan bahwa kedaulatan atas lemak adalah milik Allah.

Mengapa tidak boleh makan darah? Imamat 17:11 berkata: Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya. Darah melambangkan kehidupan, dan kedaulatan hidup adalah milik Allah. Membunuh di depan mezbah melambangkan bahwa hanya TUHAN yang memiliki kedaulatan untuk mengambil kehidupan, sehingga kedaulatan penumpahan darah adalah pada Allah bukan pada manusia. Oleh karena itu, dalam tradisi imam, pertumpahan darah adalah masalah yang sangat serius. Setiap hak untuk menumpahkan darah harus dilakukan di hadapan TUHAN, dan memproklamasikan bahwa hanya Allah saja yang memiliki hak untuk mengambil nyawa. Dengan demikian, makan darah adalah perilaku manusia merebut kedaulatan atas kehidupan dari tangan Allah, merupakan tindakan orang tidak mengenal Allah.

Darah dan lemak memiliki makna simbolis yang mirip, darah membawa simbol bahwa kedaulatan atas hidup adalah milik Allah, lemak membawa simbol sesuatu yang kudus milik Allah, keduanya tidak boleh dimakan, memiliki makna orang tidak bisa mengambil peran sebagai Allah, manusia hanya bisa menjadi manusia, Allah adalah Allah.

Renungkan:
Apakah Anda menghormati Allah? Sering kali kita memikirkan diri kita sendiri dan menempatkan hal-hal yang menjadi milik Tuhan masuk dalam kendali kita sendiri. Padahal, apa yang bisa kita kendalikan sebagai manusia sangat terbatas. Kita tidak bisa menentukan hidup kita, apalagi umur kita. Kita hanya manusia. Kita harus menerima keterbatasan diri manusia, dan jangan melampaui batas ingin mengendalikan hal-hal yang ada di ranah milik Allah. Larangan makan darah dan lemak sebenarnya adalah pengingat yang baik: Allah adalah Allah, manusia hanya bisa sebagai manusia.


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.