「Ratapan tentang pohon anggur」
Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yehezkiel 19:10-14 [ITB])
10 Ibumu seperti pohon anggur dalam kebun anggur,
………yang tertanam dekat air,
berbuah dan bercabang
………karena air yang berlimpah-limpah.
11 Padanya tumbuh suatu cabang yang kuat
………yang menjadi tongkat kerajaan;
ia menjulang tinggi
………di antara cabang-cabangnya yang rapat,
dan menjadi kentara
………karena tingginya dan karena rantingnya yang banyak.
12 Tetapi ia tercabut di dalam kemarahan
………dan dilemparkan ke bumi;
angin timur membuatnya layu kering,
………buahnya disentakkan,
………cabang yang kuat menjadi layu kering;
………dan api menghabiskannya.
13 Dan sekarang ia tertanam di padang gurun,
………di tanah yang kering dan haus akan air.
14 Maka keluarlah api dari cabangnya
………yang memakan habis ranting dan buahnya,
………sehingga tiada lagi padanya cabang yang kuat
………dan tiada tongkat kerajaan.”
Ini adalah ratapan dan sudah menjadi ratapan.
Perjanjian Lama sering kali memakai pohon anggur atau kebun anggur untuk menggambarkan keadaan Israel atau Yehuda, fungsi utama pohon anggur adalah untuk menghasilkan buah anggur, pohon anggur yang berbuah adalah pohon anggur yang baik, pohon anggur yang tidak berbuah adalah pohon anggur yang buruk.
Ayat 10 menunjukkan bahwa kerajaan Yehuda sebagai pohon anggur ditanam di tepi air, agar menghasilkan lebih banyak buah, itu merupakan fungsi terbesar dan inti dari pohon anggur. Jika Yehuda sebagai pohon anggur dapat tenang dengan status yang ada saat itu, bersedia untuk berusaha berbuah, maka dapat menghidupi fungsinya dengan normal dan sehat, dan dapat menghidupi esensi sejati. Namun, kerajaan Yehuda ketika tumbuh menjadi pohon anggur dewasa lalu secara bertahap meninggalkan tugas asalinya untuk berbuah, dan mengejar menjadi 「cabang yang kuat」, dan 「menjulang tinggi di antara cabang-cabangnya yang rapat」, sehingga 「menjadi kentara karena tingginya dan karena rantingnya yang banyak」 (ayat 11), sumber daya kekuatan Yehuda dipakai untuk membuat diri 「tinggi」, 「besar」, 「banyak」 dan 「kuat」, tujuannya bukan untuk berbuah, tetapi 「menjadi tongkat kerajaan / penguasa」 (ayat 11). Ternyata, Yehuda karena mengejar kebanggaan dan berupaya membesarkan diri menjadi kuat dan secara bertahap mengabaikan panggilan dirinya untuk berbuah, bayangkan saja, pohon anggur itu berharga bukan tergantung pada seberapa tinggi dan kuatnya, cabang-cabangnya tidak pernah bisa lebih kuat dari pohon lain. Hal yang berharga tentang pohon anggur adalah ia bisa menghasilkan buah anggur yang tidak dapat dihasilkan oleh pohon lain, jika kehilangan fungsi berbuah ini, maka pohon anggur tidak memiliki nilai atau makna. Jika kerajaan Yehuda tidak dapat menghasilkan buah (kebenaran dan keadilan, Yesaya 5:7), bahkan jika ia berusaha sekuat tenaga menjadi besar seperti bangsa-bangsa lain, maka kehidupannya tidak akan memiliki makna yang baik. Apakah hidup kita adalah untuk mengejar citra diri 「tinggi」, 「besar」, 「banyak」 dan 「kuat」, atau berbuah dalam ketekunan?
Karena pohon anggur tidak dapat melakukan tugas berbuah, maka Allah dalam murka-Nya akan mencabutnya (ayat 12), Allah akan mematahkan cabang yang kokoh tetapi tidak berbuah itu, dan dihancurkan oleh api (ayat 12), dan seluruh pohon anggur itu dipindahkan tertanam di padang gurun yang tidak ada air (ayat 13), sehingga tidak bisa lagi memenuhi keinginannya untuk menjadi penguasa (ayat 14). Semua ini adalah metafora, menunjukkan bahwa kerajaan Yehuda yang tidak berbuah akan menghadapi kehancuran dan dijadikan gurun, tidak bisa lagi menjadi penguasa dan tidak bisa menjadi negara berdaulat.
Renungkan:
Jangan lupa hati yang mula-mula, itu sangat penting. Jika dalam keadaan baik dan saat kita kuat lalu berjalan dalam budaya sekuler, maka akan secara bertahap kehilangan hati mula-mula untuk berbuah dalam ketekunan, kita bahkan akan mengejar kemuliaan semu yang bukan milik kita, sebaliknya, panggilan milik kita secara bertahap memudar. Namun, ratapan Yehezkiel memberitahu kita tentang kehendak Allah bahwa Allah mengharapkan kita untuk berbuah. Kita kuat atau lemah, kita tidak boleh kehilangan panggilan ini.
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.