Tag Archives: Merekomendasikan Diri

2 Korintus 2:12-3:3 (2)

「Kamu sekalian adalah surat rekomendasi bagi saya」

Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Kor. 2:12-3:3 [ITB])
12 Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati, bahwa Tuhan telah membuka jalan untuk pekerjaan di sana. 13 Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudaraku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia.
14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. 16 Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan.
Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?
17 Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah. Sebaliknya dalam Kristus kami berbicara sebagaimana mestinya dengan maksud-maksud murni atas perintah Allah dan di hadapan-Nya.
3:1 Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?
2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. 3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia.

Menghadapi sikap orang mempertanyakan kualifikasinya sebagai rasul Kristus, Paulus pertama-tama menghadapi dan menanggapi dengan hati yang penuh syukur, Sebab kami tidak sama dengan banyak orang lain yang mencari keuntungan dari firman Allah (ayat 17). Ia tidak seperti banyak orang yang menjual Firman Tuhan sebagai komoditas demi keuntungan pribadi sehingga sangat berusaha menunjukkan berbagai kualifikasi untuk mempromosikan diri, namun Paulus tidak mau seperti itu. Paulus mengakui bahwa dia hanyalah aroma Kristus, dan dengan memberitakan Injil di mana-mana agar orang mengenal Yesus Kristus dan Allah Bapa yang penuh belas kasih (1:3), dan hanya karena pimpinan dan pertolongan Yesus Kristus maka dirinya sendiri dan tim misinya dapat menjadi persembahan yang harum bagi Allah (para sarjana Alkitab menunjukkan bahwa ayat 15 bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus, frasa bau yang harum adalah korban bakaran suatu persembahan yang harum bagi TUHAN, lihat Kej. 8:21, Kel 29:18, korban api-apian yang baunya menyenangkan bagi TUHAN). Ayat 17b, di hadapan Allah dan manusia, Paulus mengaku bahwa segala sesuatu berasal dari Allah ἐκ θεοῦ [from God] (jika diterjemahkan seperti CUV atau ITB sebagai atas perintah Allah sedikit mengurangi luas kandungan maknanya), itu adalah pemilihan yang berasal dari Allah, dibukakan jalan itu juga berasal dari Allah, dipimpin juga berasal dari Allah, dan itu juga kemenangan dari Allah. Di hadapan Tuhan, Paulus dan timnya hanya berbicara dalam Kristus. Jadi, hanya Allah Bapa dan Yesus Kristus saja, selain itu perlu surat rekomendasi apa lagi? (Adakah kami memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? ayat 3:1)

Namun, jika orang benar-benar menuntut surat rekomendasi, Paulus akan meminta mereka untuk melihat gereja yang dia dirikan dan yang ia gembalakan: Kamu adalah surat pujian kami (3:2), diri kalian adalah surat rekomendasi saya. Di matanya, kualitas kehidupan orang percaya itu adalah surat rekomendasi terbesar dan paling langsung bagi seorang gembala. Apa yang ditulis oleh tangan hanyalah teks tulisan, walau ditulis dengan hati-hati dan terperinci, tetap saja sangat terbatas kemampuannya untuk menjelaskan, teks tulisan dapat dilebih-lebihkan, dan dapat juga menyembunyikan beberapa fakta. Tetapi kualitas hidup orang percaya lebih nyata, terbuka dan transparan, dan semua orang bisa melihat, membacanya dengan jelas. Seorang merupakan gembala yang bagaimana, apakah menggembalakan dengan baik atau tidak, sampai batas tertentu tercermin dalam kelompok komunitas yang ia gembalakan. Jika komunitas itu suka pertengkaran, hanya peduli pembenaran diri dan kurang rasa hormat terhadap orang, maka sulit untuk percaya bahwa gembala yang memimpin mereka adalah orang lemah lembut dan rendah hati, orang yang tahu menghargai satu sama lain. Gembala itu seperti apa, maka mereka yang ia gembalakan juga seperti apa. Jadi orang Kristen jika hendak memberitakan Injil Kristus kepada orang lain, maka gaya hidupnya perlu memiliki aroma Kristus. Ketika komunitas orang percaya benar-benar memiliki rupa Kristus, itu membuktikan bahwa gembala mereka bukan menjual Firman Allah sebagai barang dagangan yang hanya membangun kerajaan mereka sendiri, Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami (3:3), kesaksian kehidupan kelompok orang percaya pada akhirnya kembali kepada Yesus Kristus. Orang percaya adalahsurat Kristus itu ditulis oleh roh Allah yang kekal. Pertumbuhan kehidupan orang percaya adalah buah yang berasal dari Allah, karya pekerjaan Allah Tritunggal, hamba Tuhan dan pendeta hanyalah media untuk mengubah kehidupan orang lain, hanyalah bejana ( yang ditulis oleh pelayanan kami). Dengan demikian, orang percaya memiliki pertumbuhan kehidupan dan kesaksian yang baik, semua berasal dari Allah Tritunggal, dan pada saat yang sama juga membuktikan bahwa gembala tersebut adalah hamba yang tulus di hadapan Allah memberitakan firman Allah di dalam Kristus, dan yang berkenan kepada Allah. Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan (karunia) yang diberikan Tuhan kepadanya (1 Kor. 3:5) Jika demikian, orang yang memberitakan firman Tuhan bagaimana mungkin memujikan diri sendiri, merekomendasikan diri mempromosikan diri di hadapan orang?

Dalam menghadapi tindakan mempertanyakan dan tuduhan dari orang lain, Paulus sekali lagi mengajukan kesaksian komunitas orang percaya. Gereja Korintus didirikan oleh Paulus, walau ia tidak sering berada di sini, tetapi dapat dikatakan ia adalah ayah rohani mereka, berdasarkan bahwa relasi mereka adalah saling membangun satu sama lain, dan saling memahami (1:14 seperti yang telah kamu pahamkan sebagiannya dari kami, yaitu bahwa pada hari Tuhan Yesus kamu akan bermegah atas kami seperti kami juga akan bermegah atas kamu), maka tidak ada siapa pun yang lebih tepat dibandingkan jemaat Korintus sendiri yang bersaksi memberitahukan siapa diri Paulus dan apakah ia memenuhi syarat untuk menjadi rasul. Orang lain menggunakan tulisan tinta surat pujian untuk rekomendasi diri, tetapi Paulus menggunakan kualitas hidup orang percaya sebagai saksi kejujuran dan ketulusan seseorang. Mana yang lebih meyakinkan? Pembaca mengetahuinya dengan baik.

Renungkan:
Di mana kualitas hidup seorang pemberita Injil dan hasil pelayanannya bisa dinyatakan? Apa hubungan antara pemberita Injil dan kelompok orang percaya? Apa yang harus digunakan oleh seorang pemberita Injil atau pelayan Tuhan untuk mengukur kontribusi dan kegagalannya? Ketika kita mengenali komunitas orang percaya adalah surat Kristus, kesadaran ini memberikan pengingatan apa, penghibur dan dorong apa kepada kepada kita?


Renungan pemahaman Surat 2 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Roma 15:14-17

「Punya Keteladanan, Punya Misi: Rekomendasikan Diri, Patut Didukung」
Oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Rom. 15:14-17 [ITB])
14 Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.
15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, 16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. 17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.

Yoh. 13:15 sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.

1 Kor. 4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!

1 Kor. 11:1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Kis. 20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu …

Di Rom. 15:14-17, Paulus mulai merekomendasikan dirinya kepada gereja Roma yang terkenal. Paulus memiliki tiga tujuan dalam menulis surat kepada gereja Roma ini: 1) Dengan jelas dan terperinci menuliskan apakah Injil Allah itu? Ini ditinggikan oleh Reformator Martin Luther sebagai surat tentang Injil yang paling murni, sebuah berkat bagi semua generasi, membela kebenaran Kristen yaitu dibenarkan karena iman; 2) Dengan kebenaran Allah memberkati dan mendukung gereja di Roma dengan doktrin Allah, berbagi berkat rohani; 3) Merekomendasikan dirinya sendiri, agar hati gereja Roma digerakkan, bersedia menjadi mitra dalam Amanat Agung dan Paulus untuk melebarkan pekerjaan Injil ke Spanyol.

Pada awalnya, Paulus mengungkapkan ekspresi sopan dan secara tidak langsung mengingatkan gereja Roma yang mudah sombong untuk memiliki tiga kualitas spiritual: 1) Hendaknya penuh dengan kebaikan. 2) Hendaknya dipenuhi dengan segala macam pengetahuan spiritual. 3) Saling mengawasi dan mempertahankan pertumbuhan. Meskipun Paulus sopan, tetapi tidak lupa bahwa ia adalah seorang Rasul, ia dengan berani mengingatkan gereja Roma untuk menjadi gereja misionaris sejati dan menjadi rekan kerjanya untuk merealisasikan Amanat Agung. Paulus kemudian menyebut identitasnya sebagai imam Injil Allah, dan korban persembahan yang diberikannya adalah bangsa-bangsa lain mendapatkan keselamatan dan perubahan. Paulus pernah berkata, Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang (2 Kor. 3:2). Orang-orang non Yahudi percaya kepada Tuhan Yesus, dan bangsa-bangsa lain ikut ambil bagian dalam memberi persembahan membantu orang-orang kudus miskin di Yerusalem. Semua ini membuktikan bahwa Paulus benar-benar hamba Allah yang setia, hamba yang pantas mendapat dukungan dan layak menjadi rekan pekerja!

Di lingkaran gereja-gereja orang Tionghoa, kita jarang menekankan merekomendasikan diri kita sendiri! Ini tampaknya bertentangan dengan budaya yang menekankan rendah hati! Tetapi ketika pendeta dan pemimpin orang percaya yang berbeda mendorong pekerjaan pelayanan yang berbeda, mereka semua akan menghadapi masalah besar yang sama, yaitu bagaimana cara untuk merekomendasikan pekerjaan pelayanan mereka dan diri mereka sendiri, agar lebih banyak orang Kristen dan lebih banyak gereja dapat ikut menjadi rekan pelayanan bersama, memasyhurkan Injil Allah. Ketika saya menjadi dekan, Tuhan menggerakkan saya: meminta rahmat anugerah, memohon pemeliharaan Allah, dan meminta rekan pelayanan! Hamba itu tidak hanya membutuhkan penyertaan Tuhan, tetapi juga rekan pelayanan dari gereja dan banyak saudara-saudari! Pekerjaan misi itu sulit, dan menghabiskan banyak dana, biasanya tidak seketika mendapatkan buah, oleh karena itu, pekerjaan misi membutuhkan rekan yang sejalan, pemimpin yang bertanggung jawab atas pekerjaan misi terlebih lagi membutuhkan kepercayaan orang, kalau tidak, orang tidak akan mendedikasikan sumber daya untuk pelayanan yang mungkin tidak bisa terlihat hasilnya dalam jangka pendek. Paulus pada perjalanan misi yang ketiga, ia menuliskan surat 1 & 2 Korintus dan surat Roma. Di antaranya dua tema yang menjadi perhatian Paulus: 1) merekomendasikan; 2) memberikan contoh teladan untuk menarik teman sepelayanan! Dia memberikan contoh gereja Makedonia sebagai teladan … meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan untuk menginspirasi gereja Korintus agar berpartisipasi dalam penggalangan dana bagi pekerjaan pelayanan orang-orang kudus miskin di Yerusalem. Dia juga meminta saudara-saudari untuk mengikuti teladannya, seperti dia mengikuti teladan Kristus. Saat ia kembali lagi ke Korintus, ia menulis surat Roma (Kisah 20: 1-3). Setelah selesai, ia meninggalkan Korintus dan kemudian bertemu dengan para penatua gereja Efesus, meninggalkan sebuah perkataan terkenal: Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu … (Kis. 20:35). Ketika Paulus merekomendasikan dirinya sendiri, berbicara tentang anugerah yang diberikan Allah kepada dia, bukanlah ingin meninggikan diri sendiri, tetapi ingin menyentuh hati orang, menggerakkan rekan sejalan, dan sehati sepikir untuk memasyhurkan Injil! Mempengaruhi kehidupan dengan kehidupan adalah pelajaran berharga bagi gereja kita.

Berbicara tentang teladan Paulus kepada Efesus, Stuart berkata: Dalam istilah modern, Paulus tiga kali lipat secara menyeluruh memberikan teladan yang baik atas penginjilan yang mendalam . Ia menggunakan semua cara yang mungkin kepada semua orang yang mungkin, membagikan semua kebenaran yang mungkin. Dia melakukan yang terbaik pergi ke semua kota untuk mengajarkan seluruh kebenaran. Teladan pastoral penggembalaannya pasti akan tiada henti menggerakkan hati para gembala Efesus. Ketika berbicara tentang teladan hamba, Teng Jinhui berkata:Jadi yang kami mohon adalah dalam kesederhanaan bisa menyatakan Kristus, bukan menjadi superman dalam segala hal. Kita menghadirkan Kristus dalam hidup kita, dalam hal-hal kecil, dalam sikap, dalam setiap kata-kata kita, dalam setiap tindakan kita, dan dalam kepedulian kita, memanifestasikan paling nyata. Ini adalah ungkapan yang paling benar. Jika kita dapat menjadi seperti Kristus dalam hal-hal yang kecil ini, kita benar-benar seperti Kristus. Memiliki keteladanan yang baik, bisa membuat orang-orang bersedia melayani bersama dengannya, adalah hamba yang berkenan kepada Allah! Semoga Anda menjadi pelayan yang berkenan kepada Tuhan!

Renungkan:
Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku. Menjadi teman-teman sekerjaku. Sudahkah Anda dengan lantang seperti ini merekomendasikan diri Anda kepada orang-orang?

Saat ini, gereja memiliki dilema besar, yaitu kurangnya teladan! Kurangnya pelayan yang berani menjadi panutan! Apakah Anda bersedia menjadi panutan bagi banyak orang?

Apakah Anda kenal beberapa hamba yang pantas mendapatkan dukungan? Apakah Anda tahu beberapa lembaga Injil yang layak didukung? Kiranya Tuhan menggerakkan Anda dan menjadi teman sejalan mereka, dengan doa, dana, dan pelayanan, untuk mendukung mereka!


Renungan pemahaman Surat Roma (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Roma pasal 12-16 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan November 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.