「Penghukuman Kekal, Tertuju Kepada Dua Pihak (1)」
Pendurhaka melakukan berbagai macam perbuatan ajaib, tanda-tanda dan segala mukjizat-mukjizat.
Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(2 Tes. 2:8-12 [ITB])
8pada waktu itulah si pendurhaka baru akan menyatakan dirinya, tetapi Tuhan Yesus akan membunuhnya dengan nafas mulut-Nya dan akan memusnahkannya, kalau Ia datang kembali.
9Kedatangan si pendurhaka itu adalah pekerjaan Iblis, dan akan disertai rupa-rupa perbuatan ajaib, tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu, 10dengan rupa-rupa tipu daya jahat terhadap orang-orang yang harus binasa karena mereka tidak menerima dan mengasihi kebenaran yang dapat menyelamatkan mereka.
11Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, 12supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan.
Perikop ini menunjukkan kelak akan ada penghukuman kekal tertuju kepada dua pihak ── pendurhaka dan orang-orang yang harus binasa. Di 2 Tes. 2:8-9 disebutkan sebuah perbandingan yang sangat besar. Sebelum Tuhan Yesus melakukan penghakiman, pendurhaka bertindak seperti semaunya sesuai kerja supra natural setan, melakukan berbagai macam perbuatan ajaib, tanda-tanda dan segala mukjizat-mukjizat palsu; tetapi saat Yesus datang lagi, Dia hanya butuh memakai nafas mulut-Nya sudah bisa memusnahkannya. Tentu saja nafas mulut-Nya ini boleh diterjemahkan sebagai Roh, dan juga sangat cocok dengan apa yang disebutkan dalam teks sebelumnya 2 Tes. 2:2 dan teks sesudahnya 2 Tes. 2:15; di 2 Tes. 2:8, nafas mulut-Nya dan kedatangan-Nya yang penuh kemuliaan (tidak diterjemahkan oleh ITB di akhir ayat 8) sepertinya saling bersambutan, menonjolkan bahwa tidak peduli Anti-Kristus di dunia bisa melakukan seberapa banyak perbuatan ajaib, namun saat Kristus datang lagi dapat dengan enteng dan mudah memusnahkannya.
Berharga kita perhatikan dua buah kata di 2 Tes. 2:8-9 「menyatakan diri」 dan 「datang」. Kata 「menyatakan diri」 (apokalupsis) muncul 3 kali di pasal ini semuanya adalah menggambarkan penyingkapan diri manusia durhaka, anak kebinasaan (orang-orang yang harus binasa), pendurhaka (2 Tes. 2:3, 6, 8), dan kata ini di 2 Tes. 1:7 juga dipakai menggambarkan Kristus datang lagi. Selain itu kata 「datang」 (parousia) di 1 Tes. 2:19; 3:13; 4:15; 5:23; 2 Tes. 2:1, 8 semuanya dipakai untuk menggambarkan Kristus, dan di 2 Tes. 2:9 dipakai untuk menggambarkan kedatangan si pendurhaka. Percaya Paulus memilih sebuah kata yang sama untuk menggambarkan penyataan diri serta kedatangan Kristus dan Anti-Kristus adalah ingin menunjukkan bahwa Anti-Kristus ingin menyembunyikan identitas diri, bahkan ingin menyamar sebagai Tuhan, berharap menyesatkan orang percaya, dan orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran, melakukan berbagai macam perbuatan tidak adil dan penuh kefasikan, juga sungguh akan binasa!
Pendurhaka ini bisa memakai berbagai macam perbuatan ajaib dan tanda-tanda, adalah sesuai pekerjaan setan dan melakukan mukjizat-mukjizat palsu. Yesus dan para murid juga memakai perbuatan ajaib dan tanda-tanda (Yoh. 4:48; Kis. 2:43), tetapi tidak menunjukkan bahwa semua orang yang memakai perbuatan ajaib dan tanda-tanda pasti adalah pekerja Allah yang sungguh. Alkitab juga menyebutkan nabi palsu melakukan tanda-tanda ajaib, maka orang percaya hendaknya hati-hati waspada, baik-baik berpikir dan membedakan, berdasarkan Alkitab, agar terhindar dari penyesatan.
Renungkan: jika pendurhaka besar, anak kebinasaan (orang-orang yang harus binasa) digabungkan dengan gambaran Alkitab bagian lain tentang Anti-Kristus, kita mengetahui ia akan berusaha menyingkirkan pihak yang tidak bersekutu dengannya, merebut kekuasaan yang ada, kata-kata dan tingkah lakunya menghujat Allah TriTunggal yang Esa, terlebih lagi akan menindas umat Allah, tetapi kekuasaannya hanyalah terbatas, akhirnya harus gagal bahkan dihukum kekal, Kristus sampai akhir akan mendapat kemenangan, jika kita memikirkan kemuliaan yang datang kelak, apakah kita keberatan dan menolak kesulitan penderitaan yang ada hari ini?
Tambahan Penerjemah:
Pikirkan sesuai renungan di atas bagaimana manusia durhaka Anti-Kristus yang belum menyingkapkan diri, masih menyembunyikan identitas diri di balik kedok Allah, namun sudah bekerja, menganiaya umat Allah, atau menghujat Allah TriTunggal yang Esa, juga berusaha menyesatkan orang percaya, sudah terlihat nyata ada di dalam dunia sekarang ini. Bagaimana sikap kita untuk mengokohkan iman kita dan anak kita?