2 Tes 2:4

「Semena-mena Sombong Tiada Banding, Dua Gambaran」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Tesalonika ditulis oleh 陳耀鵬 (Chén Yào Péng) yang dipublikasi pada bulan Februari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Tes. 2:4 [ITB])
3bSebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, 4yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.

Terdapat penjelasan yang berbeda dari para peneliti Alkitab terkait Bait Allah di ayat 5 ini, juga menghasilkan pandangan yang tidak sama tentang peristiwa yang terjadi di akhir zaman, mencakup Bait Suci Yerusalem pasti akan dibangun ulang, sehingga Anti-Kristus bisa berlaku semena-mena penuh kesombongan tiada banding di Bait Suci, Yesus baru akan datang kembali. Tetapi Paulus sebenarnya memakai sebuah pengharapan orang Yahudi saat itu sebagai struktur tulisannya, untuk memberikan penghiburan kepada orang percaya di Tesalonika yang sedang menghadapi aniaya. Saat ia menuliskan surat ini, Bait Suci masih tetap berdiri, maka Paulus melalui penggambaran ini untuk memperdalam sifat realitas dari pengharapan tersebut, tidak menunjukkan bahwa Bait Suci harus ada sebelum datangnya akhir zaman, titik berat Paulus adalah menonjolkan tingkah laku penyombongan diri dan kesemena-menaan Anti-Kristus.
Setan di masa-masa dahulu melalui orang-orang yang tidak sama dan berbagai ajaran untuk menentang Allah, pada akhirnya di ujung sejarah manusia, melalui Anti-Kristus mengembangkan perlawanan ini mencapai puncak. Ayat ini memberikan dua gambaran atas tindakan pendurhaka besar yang semena-mena penuh kesombongan tiada banding.

Pertama, ia melawan Tuhan, meninggikan diri sendiri. Ia tidak hanya sombong, terlebih lagi mengangkat tinggi diri sendiri melampaui segala, sampai pada taraf menyebut diri sebagai allah. Tentu saja, segala yang menyebut diri atau disebut sebagai Allah, hanyalah alat yang dipakai iblis untuk menyesatkan orang; dan para allah palsu ini juga memiliki sebuah fungsi yang lain, yakni menonjolkan superioritas kedudukan Anti-Kristus, membuat orang menyangka ia adalah yang paling besar di antara allah-allah.

Gambaran kedua, pendurhaka besar ini duduk di dalam Bait Allah, menyebutkan diri sendiri adalah Allah. Ia bukan hanya hendak melampaui segala allah palsu, ambisi liarnya terlebih besar lagi sampai hendak memuliakan diri sendiri di Bait Allah, di dalam sejarah juga pernah muncul hal yang mirip seperti ini, misalnya tahun 168 S.M Antiochus IV Epiphanes raja Yunani dan raja Romawi Caligula tahun 47 Masehi, mereka tidak puas hanya mendirikan patung diri mereka di Bait Allah, terlebih lagi hendak duduk di tahkta kemuliaan. Yesus juga bernubuat bahwa di akhir zaman Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya (Mar. 13:14). Pemberontak paling besar akhir zaman akan menantang kemuliaan Allah dan kedaulatan Tuhan.

Renungkan: peninggian diri sendiri yang sudah menjadi ciri orang zaman sekarang. Di baik begitu banyaknya bahkan terlalu berlebihan banyaknya pilihan budaya, agama bisa menjadi semacam pengalaman pribadi. Ada iman kepercayaan orang zaman sekarang yang mengatakan, tidak peduli Kristus pernah dari bangkit dari kematian apakah merupakan kenyataan di dalam sejarah atau tidak, hanya perlu peduli apakah dalam kehidupan pribadi mengalami semacam kebangkitan dan pembaharuan. Apa yang dikatakan orang zaman sekarang tentang pengalaman rohani bisa diibaratkan kolam Jacuzzi, proses yang membuat lega kepenatan tubuh, hati, dan perasaan. Apakah engkau bersedia menjadi orang yang berserah diri kepada Allah, dengan hati Kristus Yesus sebagai hati, dan berdasarkan Roh Kudus bertindak sesuai ajaran Alkitab, untuk menyatakan sebuah kekuatan pengimbang dalam budaya masa kini yang mengutamakan hak keuntungan pribadi, menjunjung tinggi hati keinginan diri, yang menginjak kerendahan hati?