「Kasih Karunia Tuhan Yesus Kristus Menyertai Selalu」
Oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi)
(Fil. 4:21-23 [ITB])
21 Sampaikanlah salamku kepada tiap-tiap orang kudus dalam Kristus Yesus. Salam kepadamu dari saudara-saudara, yang bersama-sama dengan aku. 22 Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar.
23 Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus menyertai rohmu!
Dalam tiga ayat terakhir dari surat ini, kata yang paling umum adalah 「salam.」 Dalam teks aslinya muncul tiga kali , walau di dalam terjemahan CUV ditambahkan sekali lagi untuk memperjelas adanya salam dari orang-orang di istana Kaisar. Salam yang pertama adalah dalam bentuk kalimat permintaan, berpesan agar pembaca menyampaikan salam kepada tiap-tiap orang kudus, ini mungkin salam dari Paulus sendiri tetapi karena ia tidak berada di antara mereka, sehingga meminta pembaca untuk menyampaikan salam dari dirinya. Terdapat tumpang tindih dalam salam kedua dan ketiga, saudara-saudara dan orang-orang kudus semestinya merujuk pada kelompok yang sama. Tujuan dari pengulangan tampaknya adalah untuk membawakan kelompok terakhir yang hendak memberikan salam, yaitu orang-orang di istana Kaisar. Oleh karena itu, ayat 21-22 menyatakan empat unit salam kepada orang Filipi.
Kata 「salam」 pada dasarnya adalah apa yang dikatakan orang ketika mereka bertemu atau pergi berpisah, dalam terjemahan Yunani Perjanjian Lama, kata itu hanya muncul dalam Keluaran 18:7 「Lalu keluarlah Musa menyongsong mertuanya itu, sujudlah ia kepadanya dan menciumnya; mereka menanyakan keselamatan masing-masing, lalu masuk ke dalam kemah.」 Apa yang diungkapkan dalam bahasa Ibrani adalah saling bertanya keadaan damai sejahtera satu sama lain.
Salam pertama diungkapkan dalam nada permintaan. Penggunaan semacam ini paling sering muncul di akhir Surat Roma, yakni meminta pembaca untuk menyampaikan salam Paulus kepada orang-orang percaya setempat, dan yang di sini seharusnya juga merupakan penggunaan yang sama.
Salam pertama adalah dari Paulus, tetapi karena ia dipenjarakan, untuk sementara dia tidak bisa pergi ke Filipi, dan hanya bisa meminta pembaca untuk menyampaikan isi hatinya. Meskipun isi surat Filipi terutama ditujukan kepada para pemimpin gereja, dan di awal surat secara khusus disebutkan para penilik jemaat dan diaken, Paulus tidak mengabaikan orang-orang percaya lainnya, jadi ia meminta para pembaca untuk menyampaikan salam dari dirinya kepada mereka.
Salam kedua dan ketiga terjadi pengulangan, tetapi ada perbedaan. Salam kedua adalah datang dari saudara-saudara yang bersama-sama dengan Paulus, secara khusus menekankan tempat atau relasi, yang seharusnya mencakup rekan kerja Paulus seperti Timotius, Lukas, Tikhikus, dan Aristarkhus. Salam ketiga adalah dari orang-orang kudus secara lebih luas, meskipun tidak disebutkan tempat lokasi mereka, diyakini bahwa itu merujuk kepada orang-orang percaya di Roma, walau berada di tempat yang berbeda, namun di dalam Tuhan adalah satu, saling terhubung.
Kelompok terakhir yang mengirim salam berasal dari keluarga Kaisar. Secara teoretis, istilah ini dapat merujuk pada anggota keluarga kerajaan di Roma, tetapi dalam sejarah, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pada periode awal ini ada orang-orang tingkat tinggi dari rezim Romawi yang menjadi orang percaya. Penjelasan yang lebih mungkin adalah garnisun di Roma, pegawai negeri, atau budak yang bertugas di istana. Karena Filipi adalah kota kolonial, mungkin ada beberapa orang Filipi dalam kelompok yang di istana Kaisar ini.
Dari empat salam ini, kita dapat melihat bahwa Paulus sangat mementingkan hubungan antara orang-orang percaya. Meskipun mereka tidak dapat bertemu di tempat yang sama, mereka terhubung satu sama lain di dalam Kristus.
Akhirnya, Paulus mengakhiri pesan dari suratnya dengan ucapan berkat yang sederhana yakni di dalam Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, tepat seperti di awal surat, Paulus juga menggunakan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan kedamaian sebagai fokus ia berbagi dengan mereka.
Renungkan:
Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, dapatkah kita mengubah kasih karunia Tuhan Yesus Kristus dan damai sejahtera yang Dia anugerahkan kepada kita menjadi berkat bagi orang lain?
Renungan pemahaman Surat Filipi (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Filipi ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan January 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.