「Moab dan Amon」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kej. 19:36-38 [ITB])
30 Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
31 Kata kakaknya kepada adiknya: 「Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. 32 Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.」 33 Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
34 Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: 「Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita.」 35 Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. 37 Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. 38 Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.
Kedua kota Sodom dan Gomora dihancurkan oleh api dari TUHAN. hanya keluarga Lot yang diselamatkan oleh malaikat. Tetapi catatan tragedi inses antara Lot dan kedua putrinya bahkan lebih menyakitkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
(1) Meskipun mereka melarikan diri dari Sodom, bayangan Sodom masih ada. Lot pertama-tama memilih untuk melarikan diri ke kota terdekat Zoar, dan kemudian dia takut untuk tinggal di Zoar. Alasannya tidak diketahui. Mungkin takut Zoar akan dihancurkan seperti Sodom. 「Zor」 (ṣô’ar) di ujung selatan Laut Mati berarti 「kecil」.
(2) Dua anak perempuan Lot berkomplot untuk membuat ayahnya mabuk dan tidur dengan ayahnya, agar memiliki keturunan dari ayahnya. Mereka memiliki ide ini, dan mereka mungkin terpengaruh oleh kejahatan orang-orang Sodom. Meskipun tahu itu salah, namun tetap tidak peduli. 「Ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun」, secara tata bahasa, kata kerja 「mengetahui」 (yāda‘) menggemakan perbuatan jahat orang Sodom di paragraf sebelumnya 「supaya kami pakai (yāda’) mereka」 .
(3) Dua putri melahirkan nenek moyang Moab dan Amon. Putri tertua melahirkan seorang anak laki-laki bernama 「Moab」 (mô’āb), yang berarti 「dari ayahku」, dia adalah nenek moyang orang Moab. Putri bungsu melahirkan seorang anak laki-laki bernama 「Ben-Ami」 (ben’ ammî), yang berarti 「anak dari kerabat saya,」 dan dia adalah nenek moyang orang Amon. Orang-orang kota Sodom hendak memperlakukan kedua malaikat itu dengan keji, kemudian ketika orang Israel meninggalkan Mesir dan melewati padang gurun, orang Moab dan orang Amon tidak menerima mereka. Bahkan orang Moab menyewa Bileam, seorang nabi asing, untuk mengutuk orang Israel, menggunakan strategi jahat untuk menjebak orang Israel melakukan perzinaan dengan wanita Moab, dan menyembah berhala asing mereka. Ini mungkin tidak terduga oleh Lot, dan Lot sendiri telah menghilang dari panggung sejarah
Sebaliknya, Abraham 「pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu, memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan」 (Kejadian 19:27-28), ia berdiri di hadapan TUHAN seperti ketika 「orang-orang itu berpaling dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN」 (Kej. 18:22). Berdiri di ketinggian spiritual, dari mata Allah dia melihat akhir dunia yang penuh dosa, yang dibakar dengan api dapur peleburan.
Renungkan:
Kesalahan Lot terjadi selangkah demi selangkah, ia memilih meninggalkan Tanah Perjanjian, dan juga memilih untuk meninggalkan berkat TUHAN, dan akhirnya menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Sebaliknya, Abraham memilih untuk mengikuti TUHAN dengan saksama dan membawa berkat yang tiada habisnya kepada generasi yang akan datang.
Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.