Tag Archives: Kitab Yosua

Yosua 17:3-6, 14-18

「Permintaan yang rendah hati dan tuntutan yang tidak masuk akal」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 17:3-6, 14-18 [TB2])
1 Berikut bagian bagi suku Manasye melalui undi. Sebab Manasye adalah anak sulung Yusuf, kepada Makhir, anak sulung Manasye dan ayah Gilead, diberikan Gilead dan Basan, karena ia seorang tentara. 2 Keturunan Manasye yang lainnya juga mendapat bagian menurut kaum mereka: bani Abiezer, bani Helek, bani Asriel, bani Sekhem, bani Hefer, dan bani Semida. Itulah keturunan laki-laki Manasye bin Yusuf, menurut kaum mereka. 3 Tetapi, Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye tidak mempunyai anak laki-laki, hanya anak perempuan. Inilah nama anak-anaknya itu: Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza. Anak-anak perempuan itu menghadap Imam Eleazar, dan Yosua bin Nun, serta para pemimpin. Kata mereka, TUHAN telah memerintahkan Musa untuk memberikan kepada kami milik pusaka di antara sanak saudara kami. Lalu kepada mereka diberikan milik pusaka di antara saudara-saudara ayah mereka, sesuai dengan titah TUHAN itu. 5 Demikianlah sepuluh bidang tanah menjadi milik suku Manasye, selain dari tanah Gilead dan Basan yang di seberang Yordan, 6 sebab keturunan perempuan dari Manasye menerima milik pusaka di antara keturunan yang laki-laki, sedangkan tanah Gilead menjadi milik anak-anak lelaki Manasye yang lain. 7 Batas wilayah Manasye ialah dari Asyer ke Mikhmetat di sebelah timur Sikhem. Kemudian batas itu terus ke selatan, ke daerah penduduk En-Tapuah. 8 Tanah Tapuah adalah milik suku Manasye, tetapi Kota Tapuah, dekat batas wilayah Manasye, adalah milik suku Efraim. 9 Kemudian batas itu turun ke Wadi Kana, ke sebelah selatan wadi itu. Kota-kota di sana adalah milik suku Efraim, sekalipun di antara kota-kota suku Manasye. Batas wilayah Manasye itu berlanjut dari sebelah utara wadi itu dan berakhir di laut. 10 Daerah ke arah selatannya milik suku Efraim, sedangkan ke utaranya milik suku Manasye, dan batas baratnya ialah laut. Di sebelah utara daerah itu bersinggungan dengan wilayah Asyer dan di sebelah timur dengan wilayah Isakhar. 11 Tetapi, di wilayah Isakhar dan Asyer ada juga milik suku Manasye, yakni Bet-Sean dengan semua kota kecilnya, Yibleam dengan semua kota kecilnya, termasuk Penduduk Kota Dor dengan semua kota kecilnya, penduduk Kota En-Dor dengan semua kota kecilnya, penduduk Ta’anakh dengan semua kota kecilnya dan penduduk Kota Megido dengan semua kota kecilnya, ketiga daerah perbukitan itu. 12 Namun, suku Manasye belum dapat menduduki kota-kota itu. Jadi, orang-orang Kanaan tetap bersikeras tinggal di negeri itu. 13 Ketika orang Israel menjadi kuat, mereka mengharuskan orang Kanaan melakukan kerja paksa, tetapi mereka tidak dihalau sepenuhnya. 14 Berkatalah keturunan Yusuf kepada Yosua, Mengapa engkau memberikan kepada kami hanya satu bagian tanah menjadi milik pusaka melalui undi, padahal kami bangsa yang besar jumlahnya? Bukankah TUHAN sampai sekarang memberkati kami? 15 Jawab Yosua kepada mereka, Kalau kamu memang bangsa yang besar, pergilah ke hutan dan bukalah lahan bagimu di sana di negeri orang Feris dan orang Refaim, jika Pegunungan Efraim terlalu sesak bagimu. 16 Kemudian berkatalah keturunan Yusuf, Pegunungan itu tidak cukup luas bagi kami, dan semua orang Kanaan yang tinggal di dataran itu mempunyai kereta besi, baik yang tinggal di Bet-Sean dengan semua kotanya maupun yang tinggal di Lembah Yizre’el. 17 Lalu Yosua berkata kepada keturunan Yusuf, kepada Efraim dan Manasye, Kamu memang bangsa yang besar jumlahnya dan mempunyai kekuatan besar, sehingga bukan hanya satu bagian yang menjadi milikmu melalui undi. 18 Pegunungan itu pun akan menjadi milikmu. Karena masih hutan, kamu harus membukanya dan memilikinya sampai sedalam-dalamnya. Kamu akan menghalau orang Kanaan itu sekalipun mereka mempunyai kereta besi dan mereka kuat.

Yosua 17:7-11, mencatat batas-batas wilayah yang diterima Manasye. Setelah menjelaskan batas-batas tersebut, teks diakhiri dengan ringkasan singkat: Namun, suku Manasye belum dapat menduduki kota-kota itu. Jadi, orang-orang Kanaan tetap bersikeras tinggal di negeri itu. Ketika orang Israel menjadi kuat, mereka mengharuskan orang Kanaan melakukan kerja paksa, tetapi mereka tidak dihalau sepenuhnya (ayat 12-13). Ringkasan ini merangkum perbedaan bagaimana 3 suku menanggapi tuntutan TUHAN,yakni suku-suku Yehuda, Efraim, dan Manasye sebagai suku-suku yang penting, berpenduduk padat, dan memiliki wilayah yang luas: Yehuda belum dapat mengusir orang Kanaan (15:63), Efraim tidak mengusir mereka (16:10), dan Manasye pada awalnya belum dapat (tidak mampu), tetapi bahkan ketika ia kemudian bertambah kuat, ia tidak mengusir mereka sepenuhnya (17:12-13).
Patut diperhatikan juga bahwa dua peristiwa diselipkan ke dalam penjelasan tentang wilayah setengah suku Manasye. Peristiwa pertama adalah permintaan kelima putri Zelofehad (ayat 4-6), dan yang kedua adalah permintaan keturunan Yusuf — Efraim dan Manasye (ayat 14-18). Peristiwa pertama adalah permintaan yang rendah hati berdasarkan janji TUHAN, sementara peristiwa kedua adalah permintaan yang tidak memiliki alasan. Perbedaan antara keduanya memang patut kita renungkan secara mendalam.
Menurut tradisi Yahudi, pembagian tanah adalah hak laki-laki. Zelofehad tidak memiliki anak laki-laki, hanya lima anak perempuan. Secara tradisi tradisional, warisannya akan diwariskan kepada kerabat terdekatnya, sehingga garis keturunannya berisiko dihapuskan dari klan. Namun, putri-putrinya datang menghadap para imam Eleazar, Yosua, dan para pemimpin lainnya, menceritakan permintaan mereka dahulu akan tanah yang telah disampaikan kepada Musa, yang telah ditanggapi dengan positif (Bilangan 27:1-11). Ternyata, kunci tanah perjanjian yang diberikan oleh TUHAN bukanlah berdasarkan garis keturunan laki-laki murni, melainkan kesetiaan kepada TUHAN. TUHAN hanya memiliki satu persyaratan bagi para wanita ini: untuk mempertahankan warisan mereka di dalam suku mereka, mereka harus menikah dengan orang dalam suku tersebut (Bilangan 36:1-9). Mengandalkan janji TUHAN, putri-putri Zelofehad dengan berani namun rendah hati meminta Yosua untuk memenuhinya. Dengan demikian, mereka akan memiliki sumber daya yang cukup untuk hidup, tanpa harus bergantung pada pria lain untuk menikahi mereka. Ketekunan dan dedikasi mereka terhadap janji TUHAN sungguh layak dihormati dan dikagumi.
Sebaliknya, tuntutan keturunan Yusuf di hadapan Yosua tampak tidak masuk akal dan sangat dipaksakan. Nada bicara mereka cukup keras. Mereka pertama-tama bertanya kepada Yosua, Mengapa engkau memberikan kepada kami hanya satu bagian tanah menjadi milik pusaka melalui undi, padahal kami bangsa yang besar jumlahnya? Bukankah TUHAN sampai sekarang memberkati kami? (ayat 14b). Mereka tampaknya percaya bahwa Yosua, sesama orang Efraim (Bilangan 13:8), telah mengabaikan dan menganiaya bangsa mereka sendiri. Namun, Yosua hanya mengikuti perintah TUHAN. Lebih lanjut, klaim keturunan Yusuf untuk mendapatkan lebih banyak tanah hanya didasarkan pada fakta bahwa bangsa itu besar jumlahnya (ayat 14). Menurut dua sensus orang Israel di padang gurun (Bilangan 1 dan 26), jumlah gabungan suku Efraim dan Manasye memang yang terbesar dari kedua belas suku, bahkan melebihi suku Yehuda. Meskipun jatah tanah Yehuda adalah yang terbesar, sebagian besarnya berada di bagian selatan yang gersang. Sebaliknya, keturunan Yusuf, Manasye, menerima tanah di kedua sisi Sungai Yordan, dan ditambah dengan jatah Efraim, wilayah itu sebenarnya cukup luas. Oleh karena itu, permintaan mereka untuk melakukan dua kali undian baggi mereka sebenarnya mengada-ada.
Tanggapan Yosua sederhana. Ia tidak mengoreksi klaim mereka yang menyatakan diri besar, melainkan perspektif mereka. Ia mendorong suku Efraim untuk merebut wilayah pegunungan mereka (ayat 15b, 18a). Ia mengingatkan Manasye bahwa meskipun orang Kanaan memiliki kereta perang dari besi tampak kuat (ayat 16b, 18b), tetapi mereka masih mampu mengusir orang-orang Kanaan tersebut. TUHAN sebelumnya telah mengalahkan musuh-musuh yang kuat dengan kereta perang dari besi (11:1-9). Perkataan Yosua menyingkapkan sikap keturunan Yusuf, kurang keberanian dan tidak memiliki tekad untuk dengan semestinya merebut tanah yang telah TUHAN berikan kepada mereka.

Refleksi:
Kelima putri Zelofehad, yang mendasarkan permohonan mereka pada janji TUHAN, bersikap rendah hati dan lembut, namun tegas. Di sisi lain, keturunan Yusuf mengandalkan jumlah kaum mereka yang besar sebagai bukti berkat TUHAN untuk menuntut warisan yang lebih besar, tetapi enggan mengandalkan kuasa Allah untuk menghadapi kesulitan untuk menggenapkan janji-Nya. Pelajaran apa yang dapat Anda petik dari kedua kontras ini?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 16:4-10

「Mereka tidak menghalau orang Kanaan yang tinggal di Gezer」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 16:4-10 [TB2])
1 Kemudian keluarlah undi bagi bani Yusuf. Batas mereka mulai dari Sungai Yordan dekat Yerikho, di sebelah timur mata air Yerikho, melintasi padang gurun, lalu naik dari Yerikho ke pegunungan Betel, 2 dari Betel sampai ke Lus, melintasi daerah orang Arki, ke Atarot, 3 turun ke barat, ke daerah orang Yaflet sampai daerah Bet-Horon Hilir dan Gezer, lalu berakhir di laut. 4 Demikianlah suku Manasye dan suku Efraim, keturunan Yusuf, menerima milik pusaka mereka. 5 Inilah wilayah suku Efraim menurut kaum mereka: batas milik pusaka mereka di sebelah timur ialah Atarot-Adar sampai ke Bet-Horon Atas, 6 terus ke laut. Di sebelah utara, dari Mikhmetat batas itu membelok ke timur ke Ta’anat-Silo, dan melintasinya sampai ke sebelah timur Yanoah. 7 Dari Yanoah batas itu turun ke Atarot dan Naharat, bersinggungan dengan Yerikho dan berakhir di Sungai Yordan. 8 Dari Tapuah batas itu menuju ke barat ke Wadi Kana dan berakhir di laut. Itulah milik pusaka suku Efraim menurut kaum mereka. Selain itu, masih ada kota-kota yang dipisahkan untuk suku Efraim di antara milik pusaka suku Manasye, semua kota itu dengan desa-desanya. 10 Tetapi, orang Kanaan yang tinggal di Gezer tidak mereka halau. Itulah sebabnya orang Kanaan masih tinggal di antara suku Efraim sampai hari ini, namun mereka menjadi pekerja paksa.

Setelah pembagian tanah tersebut di antara suku Yehuda, jika menurut tradisi seharusnya berikutnya adalah giliran Ruben, putra pertama Lea dan Yakub, dan berikutnya Simeon, putra kedua, untuk menerima tanah itu (Kejadian 29:31-33). Namun, dalam berkat terakhirnya untuk anak-anak dan cucu-cucunya, Yakub menekankan dosa-dosa putra sulungnya, Ruben, yang telah menajiskan tempat tidur ayahnya dengan tidur dengan Bilha, gundik Yakub, dan Simeon, putra kedua, yang dalam kemarahannya telah melakukan pembunuhan. Ia juga menyatakan bahwa Ruben tidak akan diberi tempat pertama (Kejadian 49:3-7). Sebaliknya, Yakub memberi Yusuf berkat yang panjang dan unik (Kejadian 49:22-26), dan berkat ganda dari putra sulung jatuh kepada keturunan Yusuf (1 Tawarikh 5:1). Berkat ini menekankan kedaulatan dan pilihan Allah, serta hak putra sulung, tidak didasarkan pada usia, dan sering ditemukan dalam narasi Kitab Kejadian, dengan Ishak menggantikan Ismael, Yakub menggantikan Esau, dan Yusuf menggantikan Ruben dan Simeon. Oleh karena itu, wajar jika keturunan Yusuf akan menjadi penerima tanah berikutnya setelah suku Yehuda.

Namun, keturunan Yusuf mewarisi tanah itu melalui suku Manasye dan Efraim. Yakub mengadopsi kedua putra Yusuf di usia senjanya (Kejadian 48:5), yang berarti mereka, seperti putra-putra Yakub, akan mendapat warisan kakek mereka. Oleh karena itu, dalam ayat 1 keluarlah undi bagi bani Yusuf,kata undi (gôrāl; lot) dalam berbentuk tunggal, mencakup separuh suku Manasye (separuh suku Manasye lainnya telah menetap di sebelah timur Sungai Yordan) dan suku Efraim. Setelah menyebutkan secara singkat batas-batas tanah bagi keturunan Yusuf dalam empat ayat pertama pasal 16, tanah yang diberikan kepada Manasye dan Efraim secara spesifik disebutkan berdasarkan urutan usia (ayat 4). Namun, penulis kemudian menyebutkan suku Efraim terlebih dahulu (ayat 5-10) dan kemudian tanah suku Manasye (17:1-13). Hal ini karena ketika Yakub memberkati putra-putra Yusuf, ia menempatkan Efraim di atas Manasye, sekali lagi menumbangkan tradisi umum yang menekankan urutan senioritas usia.

Tanah yang diterima oleh Efraim dan setengah dari suku Manasye terletak di selatan tanah Kanaan. Empat ayat pertama (ayat 1-4) merinci batas-batas keturunan Yusuf, diikuti oleh deskripsi rinci tentang tanah Efraim (ayat 6-9). Pembaca mungkin tidak tertarik dengan nama-nama tempat kuno dan asing ini, dan bahkan mungkin dengan cepat membacanya sekilas. Namun, penulis menggunakan banyak kata kerja, menciptakan deskripsi tiga dimensi, lisan, dan animasi yang menghidupkannya, mencegah pembaca merasa bosan. Kata kerja ini meliputi: terus (goes up), naik (going up), sampai (goes out), melintas (crosses over), turun (goes down), sampai (are/end at) di dalam ayat 1-4; di dalam ayat 6-9: adalah (was/went from), terus (goes out), membelok (turns/curves around) (ayat 6), turun (goes down), bersinggungan (touches), sampai (goes out), berakhir (ends at).

Dua hal yang berharga diperhatikan dalam narasi ini. Pertama, beberapa kota Efraim diambil dari suku Manasye di utara (ayat 9), sebagaimana tanah pusaka Simeon berada di dalam wilayah Yehuda (19:9) dan tanah pusaka Manasye berada di dalam wilayah Isakhar dan Asyer (17:11). Alasannya sulit dilacak; mungkin, seperti beberapa suku lainnya, Manasye menerima jatah tanah yang terlalu besar sehingga memberikan beberapa kota kepada suku tetangganya, Efraim (19:9). Kedua, penulis sengaja mencatat di akhir bahwa Efraim orang Kanaan yang tinggal di Gezer tidak mereka halau. Itulah sebabnya orang Kanaan masih tinggal di antara suku Efraim sampai hari ini, namun mereka menjadi pekerja paksa (ayat 10). Yosua sebelumnya telah membunuh Horam, raja Gezer (10:33), tetapi ia tidak merebut Gezer. Efraim mendudukinya, tetapi ia tidak mengusir orang Kanaan di Gezer. Orang-orang Kanaan ini menjadi pekerja paksa bagi suku Efraim. pekerja paksa (mas) biasanya merujuk pada pekerjaan yang bersifat paksaan dari yang berwenang kepada seseorang bukan sukarela. Singkatnya, orang-orang Kanaan ini menjadi pekerja murah bagi suku Efraim.

Refleksi:
Sebelumnya suku Yehuda belum dapat (tidak memiliki kemampuan) mengusir orang Yebus (15:63); lalu Efraim tidak mengusir orang Kanaan yang tinggal di Gezer, bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan, melainkan karena keuntungan ekonomi langsung, mereka enggan mengusir orang Gezer, yang hidup berdampingan dengan mereka, mengabaikan peringatan Tuhan (Ulangan 7:1-5). Akibatnya, mereka secara bertahap dalam adat istiadat, kepercayaan, dan nilai-nilai mereka terasimilasi orang Kanaan oleh tetangga-tetangga ini. Apakah kita telah mengikuti jejak Efraim, berkompromi demi keuntungan pribadi, sehingga dipengaruhi oleh masyarakat sekuler ini, tanpa sadar menjadi bagian mereka dalam hal adat istiadat dan nilai-nilai? (Bandingkan pembagian tanah tersebut tidak mengikuti tradisi manusia, tetapi mengikuti cara dan standar Allah)


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 15:1-12, 63

「Orang Yebus belum dapat dihalau」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 15:1-12, 63 [TB2])
1 Bagian suku Yehuda melalui undi, menurut kaum-kaum mereka adalah sampai ke batas tanah Edom, ke Padang Gurun Zin, ke arah selatan sampai ke ujung selatannya, 2 Batas selatan bagi mereka mulai dari ujung Laut Asin. dari teluk yang menghadap ke selatan: 3 lalu sampai di sebelah selatan pendakian Akrabim, melintasi Zin, naik dari sebelah selatan Kades-Barnea ke Hezron, naik ke Adar, lalu membelok ke Karka, 4 terus ke Azmon, sampai di Wadi Mesir, lalu batasnya berakhir di laut. Itulah batas selatan bagi kamu. 5 Batas timur ialah Laut Asin sampai ke muara Sungai Yordan. Batas pada sisi utara mulai dari teluk di muara Sungai Yordan itu: 6 batas itu naik ke Bet-Hogla, melintas pada sebelah utara Bet-Araba, kemudian batas itu naik ke Batu Bohan bin Ruben. 7 Lalu batas itu naik dari Lembah Akhor ke Debir, menuju utara ke Gilgal, di seberang pendakian Adumim, yang di sebelah selatan sungai itu. Kemudian batas itu terus ke arah mata air En-Semes dan sampai di En-Rogel. 8 Lalu batas itu naik melalui Lembah Ben-Hinom, di sebelah selatan sepanjang lereng Gunung Yebus, yakni Yerusalem. Kemudian batas itu naik ke puncak gunung yang terletak di seberang Lembah Hinom, di sebelah baratnya, di ujung utara Lembah Refaim. 9 Lalu batas itu melengkung dari puncak gunung itu ke mata air Me-Neftoah dan sampai di kota-kota Pegunungan Efron. Selanjutnya, batas itu melengkung ke Ba’ala, yaitu Kiryat-Yearim. 10 Kemudian batas itu membelok dari Ba’ala ke barat ke Pegunungan Seir, terus ke sebelah utara lereng Gunung Yearim, yaitu Kesalon, lalu turun ke Bet-Semes dan terus ke Timna. 11 Batas itu sampai ke utara ke lereng Gunung Ekron, melengkung ke Sikron, terus ke Gunung Ba’ala, dan sampai di Yabne’el, lalu batas itu berakhir di laut. 12 Batas baratnya ialah Laut Besar dan pantainya. Itulah batas-batas sekeliling wilayah orang Yehuda menurut kaumnya. 13 Kepada Kaleb bin Yefune Yosua memberikan Kiryat-Arba, yaitu Hebron, sebagai miliknya di antara orang Yehuda, sesuai dengan titah TUHAN kepada Yosua. Arba ialah ayah Enaq. 14 Kaleb menghalau dari sana ketiga anak laki-laki Enaq: Sesai, Ahiman, dan Talmai, keturunan Enaq itu. 15 Dari sana ia menyerang penduduk Debir. Nama Debir sebelumnya ialah Kiryat-Sefer. 16 Berkatalah Kaleb, Siapa yang menggempur Kiryat-Sefer dan merebutnya, akan kuberikan Akhsa, anakku, sebagai istrinya. 17 Otniel, anak Kenas saudara Kaleb, merebut kota itu. Lalu kepadanya Kaleb memberikan Akhsa, anaknya, sebagai istrinya. 18 Ketika Akhsa tiba, ia membujuk suaminya supaya mereka meminta ladang kepada ayahnya. Pada saat Akhsa turun dari keledainya, Kaleb bertanya kepadanya, Ada apa? 19 Jawabnya, Berikanlah kepadaku hadiah tanda berkat. Engkau telah memberikan kepadaku Tanah Negeb yang gersang, berikanlah juga kepadaku mata air. Lalu Kaleb memberikan kepadanya mata air di hulu dan di hilir. 20 Inilah milik pusaka suku Yehuda menurut kaumnya, 21 Kota-kota suku Yehuda yang paling jauh di Tanah Negeb, dekat perbatasan Edom, ialah Kabze’el, Eder, Yagur, 22 Kina, Dimona, Adada, 23 Kedes, Hazor, Yitnan, 24 Zif, Telem, Bealot, 25 Hazor-Hadata, Keriot-Hezron, yaitu Hazor; 26 Amam, Sema, Molada, 27 Hazar-Gada, Hesmon, Bet-Pelet, 28 Hazar-Sual, Bersyeba dan semua kota kecilnya, 29 Ba’ala, Iyim, Ezem, 30 Eltolad, Kesil, Horma, 31 Ziklag, Madmana, Sansana, 32 Lebaot, Silhim, Ain, dan Rimon; seluruhnya dua puluh sembilan kota dengan desa-desanya. 33 Di Syefela: Estaol, Zora, Asna, 34 Zanoah, En-Ganim, Tapuah, Enam, 35 Yarmut, Adulam, Sokho, Azeka, 36 Sa’araim, Aditaim, Gedera, dan Gederotaim; empat belas kota dengan desa-desanya. 37 Zenan, Hadasa, Migdal-Gad, 38 Dilean, Mizpa, Yokte’el, 39 Lakhis, Bozkat, Eglon, 40 Kabon, Lahmas, Kitlis, 41 Gederot, Bet-Dagon, Na’ama, dan Makeda; enam belas kota dengan desa-desanya. 42 Libna, Eter, Asan, 43 Yiftah, Asna, Nezib, 44 Kehila, Akhzib dan Maresa; sembilan kota dengan desa-desanya. 45 Ekron dengan semua kota kecil dan desanya. 46 Mulai dari Ekron sampai ke laut, semua yang dekat Asdod dan desa-desanya, 47 Asdod dengan semua kota kecil dan desa-desanya, Gaza dengan semua kota kecil dan desa-desanya, sampai ke Wadi Mesir, Laut Besar dan pantainya. 48 Juga di Pegunungan: Samir, Yatir, Sokho, 49 Dana, Kiryat-Sana, yaitu Debir; 50 Anab, Estemo, Anim, 51 Gosyen, Holon, dan Gilo; sebelas kota dengan desa-desanya; 52 Arab, Duma, Esan, 53 Yanum, Bet-Tapuah, Afeka, 54 Humta, Kiryat-Arba, yaitu Hebron, dan Zior; sembilan kota dengan desa-desanya. 55 Maon, Karmel, Zif, Yuta, 56 Yizre’el, Yokdeam, Zanoah, 57 Kain, Gibea dan Timna; sepuluh kota dengan desa-desanya. 58 Halhul, Bet-Zur, Gedor, 59 Ma’arat, Bet-Anot dan Eltekon; enam kota dengan desa-desanya. 60 Kiryat-Ba’al, yaitu Kiryat-Yearim, dan Raba; dua kota dengan desa-desanya. 61 Di padang gurun: Bet-Araba, Midin, Sekaka, 62 Nibsan, Kota Garam, dan En-Gedi; enam kota dengan desa-desanya. 63 Tetapi, orang Yebus, penduduk Kota Yerusalem, belum dapat dihalau orang Yehuda. Orang Yebus itu masih tinggal bersama orang Yehuda di Yerusalem sampai hari ini.

Pasal 13 dan 14 dimulai dengan penyebutan tentang pembagian tanah, tetapi itu hanyalah pendahuluan. Pembagian utama tanah di sebelah barat Sungai Yordan dimulai di pasal 15, dengan suku Yehuda menjadi yang pertama dicatat. Setelah bangsa Israel meninggalkan Mesir, penghitungan jumlah orang di padang gurun dimulai dengan Ruben (Bilangan 1:20). Namun, ketika berangkat dan berperang, Yehuda adalah suku pertama yang berangkat (Bilangan 2:9; 10:14). Lebih lanjut, Yehuda sebelumnya telah menerima berkat Yakub (Kejadian 49:10). Oleh karena itu, kepemimpinan Yehuda secara bertahap muncul, sehingga sangat masuk akal jika pembagian tanah dimulai dengan Yehuda.
Kisah pembagian tanah untuk suku Yehuda lebih panjang dan lebih rinci daripada kisah untuk suku-suku lainnya. Pasal 15 dapat dibagi menjadi dua bagian utama: pertama, garis besar makroskopis batas-batas suku Yehuda (ayat 1-12); kedua, kisah mikroskopis kota-kota yang diperoleh (ayat 20-63). Bagian tengah mencatat lagi kisah Kaleb, Otniel keponakannya dan calon menantunya, dan putrinya Akhsa, yang dengan berani berjuang untuk tanah itu (ayat 13-19). Mungkin karena versi yang berbeda, atau penggunaan nama yang berbeda untuk beberapa kota, atau penghilangan beberapa area yang tidak penting dari total, teks tersebut mengandung beberapa duplikasi, dan perbedaan dalam nama-nama kota. Namun, karena keterbatasan ruang, hanya penyebutan singkat yang dimungkinkan. Lebih jauh lagi, teks tersebut memuat banyak nama tempat yang tidak dikenal dan membingungkan bagi pembaca modern, yang dapat menyebabkan pembaca menjadi bosan dan cepat melewati teks tersebut, sehingga kehilangan pelajaran dan pengingat yang ditawarkan oleh kisah-kisah ini.
Pembaca yang cermat dari keseluruhan narasi akan terkesan dengan penyajian naratif batas-batas tanah ini. Penulis menggunakan berbagai kata kerja, seperti mulai, naik, melalui, melintasi, melengkung,membelok, dan turun (ayat 6-11), sehingga menghadirkan gambaran nyata tentang tanah tersebut di hadapan pembaca. Layaknya seorang pemandu wisata, penulis menuntun pembaca menyusuri medan yang bergelombang dan berliku. Penulis merinci batas-batas wilayah Yehuda secara rinci, dimulai dari selatan (ayat 2-4) dan berlanjut berlawanan arah jarum jam. Batas timur (ayat 5a) dan barat (ayat 8b) relatif sederhana dan jelas, sementara batas utara (ayat 5b-8a) merupakan yang paling rinci. Deskripsi kota-kota tersebut dapat dibagi menjadi empat wilayah, yang masing-masing dibagi lagi menjadi beberapa area: satu di selatan (ayat 21-32), empat di perbukitan (ayat 33-47), lima di pegunungan (ayat 48-60), dan satu di padang gurun (ayat 61-62).
Pada hari saya menulis ini, seorang alumni seminari dari negeri yang jauh sedang berkunjung. Saya sempat menunda menulis untuk menjadi tuan rumah, menghabiskan sebagian besar hari menjamu kedua alumni tersebut. Saya juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajak mereka ke seminari tempat saya pertama kali datang ke Amerika Serikat, gereja tempat saya magang dan melayani, serta asrama terjangkau tempat saya dulu tinggal. Sambil menjelajahi daerah itu, saya mengambil foto dan menceritakan pemeliharaan serta bimbingan Tuhan. Kisah dan kesaksian yang didengar para alumni di kelas menjadi hidup di hadapan mereka. Demikian pula, orang Israel zaman dahulu tidak akan merasa bosan membaca kisah-kisah yang begitu rinci; sebaliknya, mereka akan diingatkan akan janji dan kasih karunia Tuhan. Orang Israel bukan hanya memahami asal-usul mereka, tetapi juga ingat bahwa Tuhan telah memimpin mereka ke tanah Kanaan dan telah menguasainya. Namun, penulis menyimpulkan dengan mengatakan, Tetapi, orang Yebus, penduduk Kota Yerusalem, belum dapat dihalau orang Yehuda. Orang Yebus itu masih tinggal bersama orang Yehuda di Yerusalem sampai hari ini (ayat 63), deskripsi ini mengawali narasi pembagian tanah berikutnya di mana suku-suku lain tidak sepenuhnya mengusir orang Kanaan (16:10, 17:13).

Refleksi:
Layaknya seorang pemandu wisata, penulis Kitab Yosua mengajak pembaca menjelajahi wilayah dan kota-kota yang ditaklukkan oleh suku Yehuda, memaparkan janji-janji dan kasih karunia Tuhan kepada kita. Hal ini memungkinkan kita untuk merenungkan jalan hidup yang telah Tuhan tuntun, menghitung dan mengingat kasih karunia-Nya. Lebih lanjut, meskipun suku Yehuda telah menguasai Negeb, mereka belum sepenuhnya mengusir orang Yebus. Baru pada zaman Daud bangsa Israel berhasil merebut Yerusalem (lihat 2 Samuel 5:6-10). Untuk sepenuhnya mewujudkan janji-janji Tuhan membutuhkan perjuangan yang terus-menerus dan merupakan perjalanan yang panjang. Kiranya kita terus berusaha hingga kita sepenuhnya menerima apa yang telah dijanjikan.


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 14:6-15

「Aku tetap mengikut TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 14:6-15 [TB2])
1 Inilah milik pusaka yang diterima orang Israel di tanah Kanaan, yang telah dibagikan kepada orang Israel oleh Imam Eleazar, dan Yosua bin Nun dan kepala-kepala kaum dari suku-suku mereka. 2 Milik pusaka mereka dibagikan melalui undi, seperti diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa mengenai suku-suku yang sembilan setengah itu. 3 Sebab, kepada suku-suku yang dua setengah lagi Musa telah memberikan milik pusaka di seberang Sungai Yordan, tetapi kepada orang Lewi ia tidak memberikan milik pusaka di antara mereka. 4 Anak-anak Yusuf merupakan dua suku, suku Manasye dan suku Efraim; kepada orang Lewi tidak diberikan bagian di negeri itu, kecuali kota-kota untuk dihuni serta tanah-tanah penggembalaannya untuk ternak dan segala milik mereka. 5 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, demikianlah diperbuat orang Israel. Mereka membagi-bagi tanah itu. 6 Orang Yehuda menghadap Yosua di Gilgal. Berkatalah Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, kepadanya, Engkau tahu apa yang difirmankan TUHAN kepada Musa, abdi Allah itu, tentang aku dan tentang engkau di Kades-Barnea, 7 Aku berumur empat puJuh tahun, ketika aku diutus Musa, hamba TUHAN itu, dari Kades-Barnea untuk mengintai negeri ini. Aku membawa pulang kepadanya laporan yang sejujur-jujurnya. 8 Saudara-saudaraku yang pergi ke sana bersama aku membuat umat kecut hati, namun aku tetap mengikut TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 9 Pada waktu itu, Musa bersumpah: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau tetap mengikut TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati. 10 Sekarang lihatlah, TUHAN telah memelihara hidupku, seperti yang dijanjikan-Nya. Kini empat puluh lima tahun sudah berlalu sejak TUHAN berfirman kepada Musa, dan selama itu orang Israel mengembara di padang gurun. Sekarang lihatlah, aku telah berumur delapan puluh lima tahun hari ini. 11 Namun, hari ini pun aku masih kuat seperti pada waktu aku diutus Musa. Kekuatanku sekarang sama seperti kekuatanku dulu untuk perang dan kegiatan lainnya. 12 Sekarang, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu. Engkau sendiri mendengar pada waktu itu bahwa di sana ada orang Enaq dengan kota-kota besar yang berbenteng. Mungkin saja TUHAN menyertai aku untuk menghalau mereka, seperti difirmankan TUHAN. 13 Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune, dan memberikan Hebron kepadanya menjadi milik pusakanya. 14 Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai hari ini, karena ia tetap mengikut TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati. 15 Nama Hebron sebelumnya lalah Kiryat-Arba. Arba ialah orang terbesar di antara orang Enaq. Lalu negeri itu tenteram, tanpa perang.

Yosua pasal 14-19 menampilkan empat bagian yang serupa tentang narasi pembagian tanah di antara suku-suku. Selain Kaleb (14:6-15), terdapat juga kisah tentang putri Kaleb, Akhsa (15:18-19), lima putri Zelafehad (17:3-6), dan keturunan Yusuf (17:14-18). Dalam bagian ini, narator menggunakan teknik inklusi (inclusio) ayat 14:1 dan 19:51 membentuk awal dan akhir yang saling berkorespondensi untuk menyoroti tema keseluruhan bagian —pembagian tanah.
Pasal 14 dapat dibagi menjadi dua bagian. Ayat 1-5 memperkenalkan metode pembagian tanah dan penerima tanah. Kemudian, seorang pahlawan dari suku Yehuda, Kaleb, diperkenalkan, menjelaskan iman dan keberaniannya, yang memainkan peran penting dalam seluruh proses penerimaan tanah (ayat 6-15). Kaleb adalah putra Yefune, seorang Kenas (ayat 6a, 13, 14a). Orang Kenas adalah keturunan Esau dan bukan bagian dari suku Yehuda (Kejadian 36:11, 15, 42). Kaleb bukanlah orang Israel sejati, melainkan orang asing yang datang kepada Allah dan menjadi orang Yehuda. Namun, seperti Rahab dan orang Gibeon, imannya yang teguh kepada firman TUHAN membuat dia mewarisi Tanah Perjanjian.
Frasa aku tetap mengikut TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati muncul tiga kali dalam narasi ini (ayat 8, 9, dan 14). Yang pertama adalah evaluasi diri Kaleb, saat ia berkata kepada Yosua, Saudara-saudaraku yang pergi ke sana bersama aku membuat umat kecut hati, namun aku tetap mengikut TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati (ayat 8). Kaleb tidak takut untuk tampil menonjol, atau mengikuti jalan yang tidak lazim. Seperti Yosua, ia berdiri sendiri, menentang pendapat sepuluh mata-mata yang pergi bersama dia, maka sekarang ia dapat dengan bermartabat memohon kepada Yosua untuk mendapatkan anugerah tanah. Konteks untuk kejadian kedua tercatat dalam Bilangan 13 dan 14; Kaleb menyampaikan firman Allah melalui Musa bahwa tanah yang diinjaknya akan menjadi miliknya dan keturunannya karena Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu dan anak-anakmu sampai selama-lamanya, sebab engkau (Kaleb) tetap mengikut TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati (ayat 9b). Yang ketiga adalah penilaian narator terhadap Kaleb, yang mencatat bahwa ia menerima warisan Hebron karena ia tetap mengikut TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati (ayat 14b). Frasa mengikut TUHAN, Allahku, dengan sepenuh hati digunakan dalam sebagian besar Alkitab untuk menggambarkan Kaleb. Namun, cukup menyedihkan bahwa kalimat ini juga digunakan untuk menggambarkan tahun-tahun terakhir Salomo ketika ia tidak mengikuti ayahnya, Daud, dan tidak mengikuti TUHAN dengan sepenuh hati (1 Raja-raja 11:6, Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya).
Kaleb setia mengikut TUHAN bukanlah momen yang singkat dan cepat berlalu; melainkan perjalanan yang penuh dedikasi seumur hidup menjelajahi negeri itu. Dari Keluaran hingga pembagian tanah, ia menjalani tahun-tahun yang panjang dan berat dalam pengembaraan di padang gurun bersama Yosua dan orang Israel yang berusia dua puluh tahun atau lebih saat keluar dari Mesir. Bahkan sekarang, di usia delapan puluh lima tahun, ia masih memiliki hati yang tulus, dengan antusias untuk melanjutkan penggenapan tanah Kanaan yang dijanjikan TUHAN. Ia berkata, hari ini pun aku masih kuat seperti pada waktu aku diutus Musa. Kekuatanku sekarang sama seperti kekuatanku dulu untuk perang dan kegiatan lainnya (ayat 11).
Pengalaman pribadi Kaleb tentang Keluaran, mukjizat Laut Merah, pemandangan Gunung Sinai yang megah, dan pengembaraan di padang gurun tentu saja memperkuat imannya kepada TUHAN. Namun, yang lebih penting lagi adalah imannya yang teguh kepada firman TUHAN. Ia dengan rendah hati berkata, Mungkin saja TUHAN menyertai aku untuk menghalau mereka, seperti difirmankan TUHAN (ayat 12b). Ucapan mungkin (ʾûlay) Kaleb bukanlah nada ketidakpastian, bukan ketidakyakinan, atau kurangnya iman, melainkan ungkapan rendah hati yang menunjukkan rasa hormat terhadap kedaulatan TUHAN. Ayat tersebut berulang kali menyebutkan iman Kaleb sendiri kepada TUHAN (ayat 8b, 9b) dan janji-janji yang telah TUHAN berikan kepadanya (ayat 9a, 10a, 12a), yang menunjukkan keyakinannya yang mendalam bahwa TUHAN akan bertindak sesuai dengan janji-Nya.

Refleksi:
Pepatah mengatakan, Godaan usia tua adalah keangkuhan hidup. Namun, hal ini tidak berlaku bagi Kaleb, yang dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN. Alih-alih berkutat pada prestasi masa lalu, ia meminta Yosua untuk memberinya Hebron, sebuah kota berbenteng yang dikuasai oleh suku Enak yang kuat, agar ia dapat mengusir mereka. Pelajaran apa yang dapat Anda petik dari kisah ini, yang telah menempuh perjalanan iman yang panjang? Maukah Anda, seperti Kaleb, terus mengikuti TUHAN, Allah Anda, dengan sepenuh hati?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 13:1-7

「Siapa Sandaran utama?」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 13:1-7 [TB2])
1 Ketika Yosua sudah tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah TUHAN kepadanya, Engkau sudah tua dan lanjut umur, sedangkan masih amat banyak negeri yang harus diduduki. 2 Inilah negeri yang masih tersisa: semua wilayah orang Filistin dan seluruh negeri orang Gesur, 3 mulai dari Sungai Sikhor di perbatasan Mesir sampai ke daerah Ekron di utara, semuanya itu terhitung sebagai tanah orang Kanaan dan merupakan wilayah lima raja kota orang Filistin, yakni di Gaza, Asdod, Askelon, Gat, dan Ekron, dan wilayah orang Awi 4 di sebelah selatan; juga seluruh negeri orang Kanaan, dan Meara, kota orang Sidon, sampai ke Kota Afek dan ke wilayah orang Amori. 5 Selanjutnya wilayah orang Gebal dan seluruh Pegunungan Libanon di sebelah matahari terbit, mulai dari Ba’al-Gad di kaki Gunung Hermon sampai ke Lebo Hamat, 6 semua penduduk pegunungan, dari Libanon sampai ke Misrefot-Maim, juga semua orang Sidon. Aku sendiri akan menghalau mereka dari hadapan orang Israel. Namun, undilah dahulu negeri itu di antara orang Israel menjadi milik pusaka mereka, seperti yang telah Kuperintahkan kepadamu. 7 Oleh sebab itu, bagikanlah negeri itu kepada kesembilan suku itu dan kepada suku Manasye yang setengah itu menjadi milik pusaka mereka. 8 Bersama dengan suku Manasye yang setengah lagi, suku Ruben dan suku Gad telah menerima milik pusaka mereka, yang diberikan Musa kepada mereka di seberang Sungai Yordan di sebelah timur. Inilah yang diberikan Musa, hamba TUHAN, kepada mereka: 9 dari Aroer, yang di tepi Wadi Arnon, dan kota yang di pertengahan wadi itu, serta seluruh dataran tinggi dari Medeba sampai ke Dibon, 10 dan semua kota Sihon, raja orang Amori, yang memerintah di Hesbon, sampai ke wilayah orang Amon, 11 dan Gilead serta wilayah orang Gesur dan Ma’akha, seluruh Gunung Hermon dan seluruh tanah Basan sampai ke Salkha, 12 seluruh kerajaan Og di Basan, yang memerintah di Astarot dan Edrei. Dialah yang masih hidup dari antara orang Refaim yang masih tersisa, yang telah dikalahkan dan dihalau oleh Musa. 13 Namun, orang Israel tidak menghalau orang Gesur dan orang Ma’akha itu, sehingga Gesur dan Ma’akha masih tetap tinggal di tengah Israel sampai hari ini. 14 Hanya kepada suku Lewi Musa tidak memberikan milik pusaka. Yang menjadi milik pusakanya ialah kurban yang dibakar dengan api bagi TUHAN, Allah Israel, seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. 15 Kepada suku Ruben, menurut kaum mereka, diberikan Musa bagian ini: 16 wilayah mereka mulai dari Aroer, yang di tepi Wadi Arnon, dan kota yang di pertengahan wadi itu, serta seluruh dataran tinggi dekat Medeba, 17 Hesbon dan semua kotanya di dataran tinggi itu, yakni Dibon, Bamot-Ba’al, Bet-Ba’al-Meon, 18 Yahas, Kedemot, Mefa’at, 19 Kiryataim, Sibma, Zeret-Hasahar di atas bukit di tengah lembah, 20 Bet-Peor, lereng Pisga, Bet-Yesimot, 21 semua kota di datar-an tinggi dan seluruh kerajaan Sihon, raja orang Amori yang memerintah di Hesbon. Musa mengalahkan dia dan kepala-kepala suku Midian, yang bernama Ewi, Rekem, Zur, Hur, dan Reba. Mereka penguasa-penguasa bawahan Sihon dan tinggal di negeri itu. 22 Bileam bin Beor, penenung itu, juga dibunuh oleh orang Israel dengan pedang, beserta orang-orang yang mati ditikam oleh mereka. 23 Jadi, batas wilayah suku Ruben ialah Sungai Yordan dengan wilayah tepinya. Itulah milik pusaka bani Ruben menurut kaum mereka, yakni kota-kota dengan desa-desanya. 24 Kepada suku Gad, kepada bani Gad menurut kaum mereka, diberikan Musa bagian ini: 25 wilayah mereka meliputi Yaezer dengan semua kota di Gilead serta setengah negeri orang Amon sampai ke Aroer, di dekat Kota Raba, 26 dari Hesbon sampai ke Ramat-Mizpa dan Betonim, dan dari Mahanaim sampai ke wilayah Debir, 27 juga di lembah: Bet-Haram, Bet-Nimra, Sukot dan Zafon, sisa kerajaan Sihon, raja Hesbon, Sungai Yordan dengan wilayah tepinya, sampai ke ujung Danau Kineret, di seberang Sungai Yordan di sebelah timur. 28 Itulah milik bani Gad menurut kaum mereka, yakni kota-kota dengan desa-desanya. 29 Kepada suku Manasye yang setengah itu, telah diberikan Musa suatu bagian sehingga bagian inilah yang menjadi milik suku Manasye yang setengah itu, menurut kaum mereka: 30 wilayah mereka mulai dari Mahanaim, seluruh Basan, yakni seluruh kerajaan Og, raja Basan, dan seluruh Hawot-Yair yang di Basan, enam puluh kota banyaknya; 31 selanjutnya setengah Gilead, Astarot, dan Edrei, kota-kota kerajaan Og di Basan, menjadi bagian bani Makhir, anak Manasye, tepatnya separuh dari bani Makhir, menurut kaum mereka. 32 Itulah semuanya yang dibagikan Musa sebagai milik pusaka di dataran Moab di seberang Sungai Yordan, di sebelah timur Yerikho. 33 Tetapi, kepada suku Lewi Musa tidak memberikan milik pusaka: TUHAN, Allah Israel, Dialah yang menjadi milik pusaka mereka, seperti yang di firmankan-Nya kepada mereka.

Pertempuran bangsa Israel di Kanaan sebagian besar telah berakhir, hanya menyisakan catatan pembagian tanah oleh Yosua di antara kedua belas suku. Pasal 13–21 sebagian besar berisi catatan batas-batas wilayah dan nama-nama kota. Pembaca modern yang kurang familiar dengan geografi dan kota-kota kuno sering kali merasa catatan ini sulit dipahami, dan bahkan agak membosankan, sehingga mereka sering kali melewatkannya begitu saja. Namun, catatan yang tampaknya membosankan ini penting, karena memberikan bukti penggenapan janji-janji yang dilakukan oleh TUHAN kepada Israel. Seperti yang Yosua nyatakan, tidak satu pun janji TUHAN yang tidak dipenuhi; semuanya telah digenapi! (21:45; 23:14).

Beberapa peneliti telah menunjukkan bahwa Kitab Yosua dapat dibagi menjadi empat bagian utama, masing-masing dengan kata kunci yang menyingkapkan temanya. Kata kunci untuk bagian pertama, pasal 1:1–5:12, adalah menyeberang (ʿbr; to cross); kata kunci untuk bagian kedua, pasal 5:13–12:24, adalah lqḥ; mengambil (lqḥ; to take); kata kunci untuk bagian ketiga, pasal 13:1–21:45, adalah membagi (ḥēleq; to divide); dan kata kunci untuk bagian keempat, pasal 22:1–24:33, adalah melayani (ʿbd; to serve). Pembagian tanah Kanaan oleh Yosua di antara suku-suku Israel membentuk tema sentral dari pasal 13–21 (diletakkan di tengah-tengah Kitab Yosua). Bangsa Israel tidak memperoleh Kanaan melalui kekuatan perang diri mereka atau transaksi komersial; itu adalah anugerah karunia ilahi. Allah TUHAN adalah pemilik sejati tanah itu; bangsa Israel hanya sekadar penatalayan, yang bertanggung jawab mengelola tanah yang dibagikan kepada masing-masing.

Pada saat itu, Yosua sudah tua dan lanjut umurnya, berfirmanlah TUHAN kepadanya, Engkau sudah tua dan lanjut umur, sedangkan masih amat banyak negeri yang harus diduduki. …』」 (ayat 1). Yosua memimpin bangsa Israel menaklukkan bagian tengah Kanaan, mengalahkan pasukan utara dan selatan. Musuh yang kuat telah dihancurkan, tetapi mereka belum sepenuhnya menaklukkan seluruh wilayah tersebut, dan banyak pasukan lokal masih tersisa di berbagai tempat. Jelas, masih ada jarak yang jauh antara menaklukkan tanah dan mendudukinya sebagai warisan. Bangsa Israel bahkan membiarkan beberapa wilayah tak tersentuh, seperti wilayah orang Filistin di sepanjang pantai barat (ayat 2-3). Tempat-tempat lain harus direbut kembali, seperti Hebron, yang sebelumnya telah direbut (10:36-37) dan kemudian direbut kembali karena invasi musuh yang baru (14:10-15). Yosua, yang kini telah lanjut usia, masih memiliki banyak hal yang harus diselesaikan. Dia akan membagi tanah itu di antara suku-suku sebagai warisan, dan kemudian mereka akan mengambil tanggung jawab untuk menempatinya sepenuhnya.

Meskipun setiap suku diberi jatah tanah sebagai warisan milik pusaka, teks tersebut secara khusus menyebutkan bahwa suku Lewi tidak menerima tanah. Alasannya adalah: milik pusakanya ialah kurban yang dibakar dengan api bagi TUHAN (ayat 14a) dan TUHAN, Allah Israel, Dialah yang menjadi milik pusaka mereka (ayat 33b). Kitab Yosua juga menyebutkan dua tempat lain di mana orang Lewi tidak diberi tanah sebagai warisan (14:3-4; 18:7). Suku Lewi dapat memiliki kota, tetapi hanya untuk tempat tinggal. Mereka juga dapat memiliki pinggiran kota (14:4), tetapi bukan untuk tempat tinggal manusia atau pekerjaan pertanian, melainkan untuk ternak dan penyimpanan properti. Mengapa demikian?

Warisan milik pusaka orang Lewi yang disebutkan di sini merujuk pada kurban yang dibakar dengan api dari orang Israel kepada TUHAN. Kurban yang dibakar dengan api (ʾišše) merujuk pada kurban yang dipersembahkan dengan api, tetapi tidak selalu merujuk pada persembahan yang dibakar di atas mezbah. Oleh karena itu, kurban yang dibakar dengan api yang dipersembahkan kepada TUHAN umumnya merujuk pada persembahan yang dipersembahkan umat kepada Tuhan di Bait Suci, yang menjadi bagian orang Lewi. Lebih lanjut, ayat ini menyatakan bahwa TUHAN, Allah Israel adalah warisan orang Lewi, artinya TUHAN memberikan kepada orang Lewi sepersepuluh dari persembahan orang Israel sebagai pahala atas pengabdian mereka di Kemah Suci (Bilangan 18:21, 24). Singkatnya, orang Lewi menerima apa yang dipersembahkan umat Allah kepada TUHAN; mereka bersandar sepenuhnya mengandalkan Allah untuk memenuhi kebutuhan mereka, yang diberikan melalui umat Allah, TUHAN sebagai penopang sandaran utama mereka.

Refleksi:
Allah memberikan tanah kepada setiap suku sebagai hadiah, dan mereka harus mengelola dengan tekun dan mempersembahkan sebagian dari hasil panen mereka sebagai kurban kepada Allah. Allah tidak memberikan tanah kepada orang Lewi; mereka harus berfokus melayani Allah di Kemah Suci, mengandalkan Allah untuk menyediakan penghidupan mereka melalui pemberian yang dipersembahkan oleh suku-suku kepada TUHAN. Pelajaran apa yang dapat dipetik dari hal ini bagi orang percaya dan para hamba Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 12:1-6

「Daftar raja yang ditaklukkan」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 12:1-6 [TB2])
1 Inilah raja-raja negeri yang dikalahkan oleh orang Israel. Orang Israel menduduki negeri mereka di seberang Yordan ke arah matahari terbit, dari Wadi Arnon sampai Gunung Hermon, serta seluruh Araba-Yordan di bagian timur: 2 Sihon, raja orang Amori, tinggal di Hesbon. Ia memerintah mulai dari Aroer di tepi Wadi Arnon, tepatnya di pertengahan wadi itu, meliputi setengah Gilead sampai Sungai Yabok, perbatasan daerah orang Amon, 3 dan juga atas Araba-Yordan sampai sebelah timur Danau Kinerot dan sampai sebelah timur Laut Araba, Laut Asin itu, ke arah Bet-Yesimot dan ke arah selatan sampai kaki lereng Pisga dan sekitarnya. 4 Selanjutnya Og, raja Basan, orang Refaim yang masih tersisa. Raja ini tinggal di Astarot dan Edrei. 5 la memerintah atas Gunung Hermon, atas Salkha dan seluruh Basan sampai wilayah orang Gesur dan orang Ma’akha dan atas setengah Gilead, sampai daerah Sihon, raja Hesbon. 6 Musa, hamba TUHAN itu, beserta orang Israel, telah mengalahkan mereka. Musa, hamba TUHAN itu, menyerahkan wilayah itu kepada orang Ruben, orang Gad, dan suku Manasye yang setengah itu, menjadi milik mereka. 7 Inilah raja-raja negeri yang dikalahkan oleh Yosua dan orang Israel di sebelah barat Sungai Yordan, dari Ba’al-Gad di Lembah Líbanon sampai Gunung Khalaq, yang naik ke arah Seir. Yosua menyerahkan negeri mereka kepada suku-suku Israel menjadi miliknya, menurut pembagiannya. 8 Negeri mereka mencakup Pegunungan, Syefela, Araba-Yordan, Lereng Gunung, Padang Gurun, dan Tanah Negeb, yakni negeri orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus. 9 Berikut raja-raja tersebut; raja Yerikho, satu, raja Ai, di sebelah Betel, satu; 10 raja Yerusalem, satu; raja Hebron, satu; 11 raja Yarmut, satu; raja Lakhis, satu; 12 raja Eglon, satu; raja Gezer, satu; 13 raja Debir, satu; raja Geder, satu; 14 raja Horma, satu; raja Arad. satu; 15 raja Libna, satu; raja Adulam, satu; 16 raja Makeda, satu; raja Betel, satu; 17 raja Tapuah, satu; raja Hefer, satu; 18 raja Afek, satu; raja Lasaron, satu; 19 raja Madon, satu; raja Hazor, satu; 20 raja Simron Meron, satu; raja Akhsal, satu; 21 raja Tanak, satu; raja Megido, satu; 22 raja Kedes, satu raja Yokneam di dekat Gunung Karmel, satu; 23 raja Dor di tanah bukit Dor, satu; raja Goyim di Galilea, satu; 24 raja Tirza, satu. Jumlah semua raja itu tiga puluh satu orang.

Yosua 12 berfungsi sebagai lampiran tambahan untuk paruh pertama kitab ini, pasal 1–11. Pasal 12 ini mencantumkan raja-raja yang ditaklukkan beserta wilayah-wilayah yang ditaklukkan di sebelah timur dan barat Sungai Yordan. Pasal 13, paruh kedua kitab ini, dimulai dengan pembagian tanah. Pasal 12 dapat dibagi menjadi dua bagian utama. Ayat 1–6 mengulas raja-raja yang dibunuh Israel di sebelah timur Sungai Yordan dan wilayah-wilayah yang mereka kuasai. Ayat 7–24 membahas wilayah-wilayah yang ditaklukkan di sebelah barat Sungai Yordan dan daftar raja-raja Kanaan yang dibunuh oleh Yosua. Penaklukan di sebelah timur Sungai Yordan dipimpin oleh Musa (ayat 6a), sementara penaklukan di sebelah barat Sungai Yordan dipimpin oleh Yosua.
Wilayah di sebelah timur Sungai Yordan membentang dari Lembah Arnon di selatan hingga Gunung Hermon di utara. Batas barat secara alami merujuk pada Sungai Yordan, sedangkan batas timur tidak dinyatakan dengan jelas, hanya merujuk pada seluruh Araba timur (ayat 1). Geografi wilayah di sebelah timur Sungai Yordan dijelaskan secara cukup rinci. Musa mengalahkan dua raja — Sihon, raja orang Amori di selatan, dan Og, raja Basan di utara. Ia memberikan tanah Sihon kepada suku Ruben dan Gad, dan memberikan Og, raja orang Amori, kepada setengah suku Manasye sebagai warisan (13:8-12). Setengah suku Manasye menerima wilayah yang luasnya sama dengan jumlah luas tanah Ruben dan Gad, mungkin terkait dengan pertempuran yang diperjuangkan oleh keturunan Manasye untuk mengusir orang Amori yang tersisa (ayat 6, lih. Ulangan 3:12-17). Teks tersebut secara khusus menyebutkan kemenangan Musa atas dua raja, di antaranya Og, raja Basan, seorang Refaim (ayat 4a). Menurut Ulangan 2:11, orang Refaim, seperti halnya orang Enak, adalah raksasa-raksasa yang perawakannya besar. Ranjang besi yang mereka tinggalkan panjangnya sembilan hasta (13,5 kaki) dan lebarnya empat hasta (6 kaki) (Ulangan 3:11). Narator tampaknya menyiratkan bahwa orang Israel masih harus menghadapi musuh yang sama yang mereka takuti empat puluh tahun sebelumnya.
Wilayah di sebelah barat Sungai Yordan relatif jelas, dengan Laut Mediterania yang jelas menandai batas baratnya dan Sungai Yordan sebagai batas timurnya. Oleh karena itu, teks tersebut hanya menyebutkan batas utara dan selatan. Ayat 7 dan 8 menggambarkan wilayah yang sama dengan ayat 11:17, hanya urutannya yang terbalik. Bangsa Israel telah sepenuhnya menaklukkan tanah Kanaan, karena Yosua membagikan tanah tersebut kepada Israel dari enam wilayah di selatan Kanaan (ayat 8b, lih. 10:40; 11:16) dan tanah yang awalnya milik enam bangsa Kanaan (ayat 8a). Narator kemudian melanjutkan dengan mendaftar tiga puluh satu raja yang kalah dan tidak disebutkan namanya, menggunakan format tetap raja … , satu (ayat 9-24). Dua hal yang berharga diperhatikan di sini.
Pertama, catatan pertempuran ini bersifat selektif dan tidak lengkap. Banyak kota yang tercantum tidak muncul dalam catatan perang Israel dengan bangsa Kanaan, dan beberapa kota yang direbut tidak tercatat (lihat 21:21; 24:1). Kedua, teks mencatat bahwa kota-kota raja yang kalah ini belum tentu ditaklukkan total. Bahkan, beberapa kota, seperti Yerusalem dan Gezer, baru direbut sepenuhnya pada periode pemimpin berikutnya (lihat 2 Samuel 5:6-7, 25; Hakim-Hakim 1:29). Hal ini mungkin terjadi karena orang Kanaan setempat kembali dan menduduki kembali kota-kota yang kalah ini, atau mereka memanfaatkan situasi dan menduduki kota-kota yang ditinggalkan kosong. Terlepas dari itu, faktanya bangsa Israel masih perlu melanjutkan upaya mereka untuk sepenuhnya menaati penggenapan janji Allah.

Refleksi:
Daftar geografis di sebelah timur dan barat Sungai Yordan mengingatkan kita pada: 1) Kesetiaan Allah dan upaya bangsa Israel untuk menaati janji-janji-Nya di bawah kepemimpinan Musa dan Yosua. 2) Musa dan Yosua sama-sama memenuhi peran mereka dan dengan setia melayani generasi mereka. 3) Meskipun daftar 31 raja ini mungkin tampak sepele dan berulang, daftar tersebut menunjukkan kebesaran TUHAN, yang melampaui semua raja duniawi lainnya. Bagaimana renungan ini menguatkan Anda? Apakah ini memperkuat iman Anda seraya Anda melanjutkan perjalanan Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 11:16-23

「Menaklukkan seluruh negeri/Ringkasan hasil pertempuran」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 11:16-23 [TB2])
16 Yosua merebut seluruh negeri itu, baik pegunungannya, maupun seluruh Tanah Negeb, seluruh tanah Gosyen, Syefela, Araba-Yordan, dan Pegunungan Israel dengan tanah rendahnya; 17 mulai dari Gunung Khalaq, yang naik ke arah Seir, sampai Ba’al-Gad di Lembah Libanon, di kaki Gunung Hermon, Semua raja wilayah itu ditangkapnya dan dibunuhnya, 18 Yosua berperang cukup lama melawan semua raja itu. 19 Tidak ada satu kota pun yang mengadakan perdamaian dengan orang Israel kecuali orang Hewi, penduduk Gibeon. Semua kota itu mereka rebut dengan berperang. 20 TUHANlah yang mengeraskan hati orang-orang itu, sehingga berperang melawan orang Israel, agar mereka ditumpas tanpa belas kasihan dan dipunahkan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa. 21 Pada waktu itu, Yosua pergi melenyapkan orang Enaq dari pegunungan, dari Hebron, Debir dan Anab, dari seluruh pegunung an Yehuda dan seluruh pegunungan Israel. Mereka dan kota-kota mereka dikhususkan untuk dimusnahkan oleh Yosua. 22 Tidak ada lagi orang Enaq yang tersisa di negeri orang Israel. Hanya di Gaza, Gat, dan Asdod masih ada yang tertinggal. 23 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu tepat seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Yosua pun menyerahkannya kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka sesuai dengan bagian suku-suku mereka. Lalu negeri itu tenteram, tanpa perang.

Perikop ini (ayat 16-23) termasuk dalam paruh kedua pasal 11, yang berfungsi sebagai ringkasan hasil pertempuran dan kesimpulan untuk paruh pertama pasal 9 hingga 11. Yosua berperang dalam tiga pertempuran besar di sebelah barat Yordan: pertempuran utama yang merebut Yerikho dan Ai (6:1-8:35), pertempuran selatan yang melibatkan koalisi lima raja (10:1-43), dan pertempuran utara yang lebih besar yang melibatkan tiga raja, beberapa raja regional, dan koalisi enam bangsa (11:1-23). Perikop ini dimulai dengan 「Yosua merebut seluruh negeri itu」 (ayat 16a) dan diakhiri dengan 「Yosua merebut seluruh negeri itu tepat seperti yang difirmankan TUHAN kepada Musa」 (ayat 23a), yang menciptakan efek yang korespondensi antara pembuka dan penutup. Namun, ini hanya menandakan berakhirnya pertempuran-pertempuran besar di Kanaan dan selesainya misi bertahap Yosua. Banyak kota di Kanaan masih membutuhkan penaklukan oleh bangsa Israel. Bahkan, pada awal Keluaran bangsa Israel dari Mesir, TUHAN juga telah menubuatkan bahwa Dia akan menganugerahkan tanah Kanaan kepada mereka secara bertahap, tidak sekaligus. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah tanah itu menjadi tandus dan binatang buas berkembang biak serta mengancam mereka, dan agar mereka dapat bertambah banyak dan mewarisi tanah itu (Keluaran 23:29-30). Perikop ini diakhiri dengan 「lalu negeri itu tenteram, tanpa perang」 (ayat 23b), yang menunjukkan bahwa pertempuran di sebelah barat Sungai Yordan telah berakhir. Tanah tersebut kemudian akan dibagi di antara suku-suku, tetapi sisa kekuatan musuh di setiap wilayah akan diserahkan kepada masing-masing suku Israel untuk mereka musnahkan. Ada beberapa poin penting dalam narasi ini. Pertama, tiga perang besar yang dibahas hanya dalam lima pasal (pasal 6-11) tidak berlangsung dalam beberapa bulan atau satu atau dua tahun. Ayat 18 mengatakan, 「Yosua berperang cukup lama melawan semua raja itu.」 Berapa lama perang ini berlangsung? Bangsa Israel mengembara di padang gurun selama tiga puluh delapan tahun, dan hanya Yosua dan Kaleb yang selamat dari generasi Keluaran (lihat Bilangan 13). Bilangan 14:10 menyebutkan bahwa empat puluh lima tahun berlalu dari pertempuran di Kadesh-Barnea hingga permintaan Kaleb atas tanah itu. Oleh karena itu, pertempuran Yosua melawan raja-raja Kanaan kemungkinan besar berlangsung selama tujuh tahun. Penggenapan janji Allah oleh Yosua dan bangsa Israel tidak terjadi dalam semalam; melainkan, butuh waktu lama untuk melihat hasil yang bertahap. Jelas, ini adalah perjalanan iman yang panjang. Kedua, ayat tersebut secara khusus menyebutkan bahwa, kecuali penduduk Gibeon, yang mencari perdamaian, semua bangsa lain menentang Israel, berperang melawan mereka, dan akhirnya dibasmi oleh Yosua. Reaksi permusuhan mereka disebabkan oleh 「TUHANlah yang mengeraskan hati orang-orang itu, sehingga berperang melawan orang Israel, agar mereka ditumpas tanpa belas kasihan dan dipunahkan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa」 (ayat 20). Sekilas, pernyataan ini menunjukkan bahwa mereka dikeraskan hati mereka oleh TUHAN, hal yang nyata bahwa mereka telah mendengar tentang perbuatan TUHAN dan bangsa Israel, tetapi tanggapan mereka adalah keengganan untuk tunduk kepada TUHAN. Meskipun 「hati mereka tawar, dan keberanian mereka hilang」 (lihat Yosua 2:9-11; 5:1), ini hanyalah pelunakan sementara dari sikap mereka. Ketika kesempatan datang, mereka kembali ke cara hidup mereka yang lama, melanjutkan perlawanan mereka yang keras terhadap tindakan TUHAN (lihat 9:1-2; 10:1-5). Situasi ini mirip dengan mentalitas Firaun Mesir: siklus pelunakan, pengerasan, pelunakan, dan pengerasan yang terus-menerus, hingga akhirnya menjadi semakin keras (lihat Keluaran 4-14). Oleh karena itu, ketika TUHAN mengeraskan hati mereka, sebenarnya karena hati mereka memang sudah keras. Ia melakukan ini sebagai respons terhadap kekerasan hati mereka sendiri, yang memungkinkan mereka mengikuti jalan yang telah mereka pilih. Terakhir, ringkasan di bagian akhir perikop ini secara khusus menyebutkan kehancuran orang Enaq, yang hanya menyisakan kota Gaza, Gat, dan Asdod di dataran pantai (ayat 21-22). Mata-mata Israel telah melaporkan bahwa orang Enaq di Kanaan sangat kuat dan menakutkan, sehingga membuat mereka ketakutan. Pada saat itu, kecuali Yosua dan Kaleb, orang Israel lainnya memberontak terhadap Allah, yang menyebabkan mereka mengembara di padang gurun selama empat puluh tahun. Empat puluh tahun sebelumnya, orang Enaq yang menyebabkan kegagalan dan kejatuhan mereka. Kini, Yosua memimpin orang Israel untuk sekali lagi menghadapi kemunduran dan ketakutan masa lalu, bersandar pada kekuatan yang diberikan oleh TUHAN dan melalui iman menang atas orang Enaq. Di tempat orang Israel jatuh, dari tempat tersebut kini mereka bangkit!

Refleksi:
Sebagaimana bangsa Israel berjuang keras menaklukkan tanah Kanaan, jalan pertumbuhan iman bagi orang percaya bukanlah kesuksesan instan. Jalan itu membutuhkan kasih karunia Allah dan iman yang teguh. Kekerasan hati bangsa Kanaan terhadap Allah menyebabkan kepunahan mereka. Demikian pula, kita harus berhati-hati dan menghindari keengganan untuk keluar dari jalan menyimpang kita. Jika kita tersandung, berdoalah memohon kasih karunia Tuhan, dan bangkitlah kembali di tempat yang sama di mana kita jatuh.


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 11:6-12

「Totalitas kataatan」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 11:6-12 [TB2])
1 Ketika Yabin, raja Hazor, mendengar hal itu, ia mengirim utusan kepada Yobab, raja Madon, kepada raja negeri Simron, dan raja negeri Akhsaf, 2 serta raja-raja di utara yang berada di pegunungan, di Araba-Yordan di selatan Kinerot, di Syefela, dan di tanah bukit Dor di sebelah barat. 3 Yabin juga mengirim utusan kepada orang Kanaan di bagian timur dan di bagian barat, kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Yebus di pegunungan dan kepada orang Hewi di kaki Gunung Hermon, di tanah Mizpa. 4 Kemudian raja-raja itu bergerak maju beserta seluruh tentaranya, pasukan yang besar, seperti pasir di tepi laut banyaknya, dengan kuda dan kereta yang sangat besar jumlahnya. 5 Semua raja itu bersekutu dan datang berkemah bersama-sama di dekat mata air Merom untuk memerangi orang Israel. 6 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku akan menyerahkan mereka terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka harus kaulumpuhkan dan kereta mereka harus kaubakar. 7 Lalu Yosua dengan seluruh pasukannya menyerang mereka dengan tiba-tiba dekat mata air Merom. 8 TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Israel. Mereka dikalahkan dan dikejar sampai Sidon Raba, sampai Misrefot-Maim dan Lembah Mizpa di sebelah timur. Demikianlah mereka dikalahkan sehingga tidak seorang pun dari mereka dibiarkan lolos. 9 Yosua memperlakukan mereka seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya. Ia melumpuhkan kuda mereka dan membakar kereta mereka. 10 Pada waktu itu Yosua berbalik, merebut Hazor dan membunuh rajanya dengan mata pedang. Dahulu Hazor memang paling berkuasa di antara semua kerajaan itu. 11 Semua yang hidup di dalamnya ditewaskan dengan mata pedang dan ditumpas. Dari semua yang bernapas tidak ada yang dibiarkan hidup. Hazor dibumihanguskan, 12 Semua kota raja beserta raja-rajanya ditaklukkan Yosua dan ditewaskan dengan mata pedang. Semuanya ditumpas seperti diperintahkan Musa, hamba TUHAN. 13 Tetapi, orang Israel tidak membakar kota-kota itu, yang didirikan di atas timbunan puing kota sebelumnya, kecuali Hazor yang dibakar oleh Yosua. 14 Semua barang dan ternak kota-kota itu dijarah oleh orang Israel. Namun, semua manusia ditewaskan dengan mata pedang sampai punah. Dari semua yang bernapas tidak ada yang dibiarkan hidup. 15 Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, hamba-Nya itu, demikianlah diperintahkan Musa kepada Yosua, demikianlah juga dilakukan Yosua. Dia tidak mengabaikan apa pun yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Setelah bangsa Israel mengalahkan aliansi raja-raja selatan, lalu Hazor dan kota-kota lain di utara tentu saja khawatir akan kebangkitan bangsa Israel, terutama karena jalur perdagangan mereka dari timur ke pantai barat, lalu ke selatan menuju Mesir, terancam. Hazor di utara dulunya merupakan bangsa yang makmur, satu-satunya kekuatan besar yang tidak dikuasai Mesir, dan menikmati otonomi serta pengaruh yang cukup besar. Teks tersebut tidak secara spesifik menggambarkan apa yang didengar raja Yabin dari Hazor atau reaksi batinnya, hanya menyatakan, Ketika Yabin, raja Hazor, mendengar hal itu (ayat 1a). Dengan demikian, terbentuklah sebuah koalisi yang kuat dari kerajaan-kerajaan utara, yang terdiri dari tiga raja (Yobab, Simron, dan Akhsaf), raja-raja dari beberapa wilayah (wilayah pegunungan utara, wilayah selatan, dan wilayah barat), dan enam bangsa (Kanaan, Amori, Het, Feris, Yebus, dan Hewi) (ayat 1-3). Teks tersebut tiga kali menggunakan kata besar/banyak: pasukan yang besar, sebanyak pasir di pantai, dan jumlah kuda serta kereta perang yang luar biasa banyaknya, untuk menggambarkan koalisi yang besar ini (ayat 4). Sejarawan Yahudi Yosefus menyebutkan dalam 《Antiquities of Judah》 bahwa pasukan gabungan di wilayah Galilea ini terdiri dari 300.000 infanteri, 10.000 kavaleri, dan 20.000 kereta perang.

Yosua dan pasukan Israel berangkat dari Gilgal menuju mata air Merom, yang jaraknya sekitar lima hari berjalan kaki (170 kilometer), untuk mencapai medan perang. Setibanya di sana, mereka langsung bertempur. Meskipun jumlah mereka berbeda jauh dan mereka kelelahan secara fisik, bangsa Israel mampu mengalahkan pasukan koalisi utara, hanya karena satu alasan: janji TUHAN. Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, Janganlah takut menghadapi mereka, sebab besok kira-kira waktu ini Aku akan menyerahkan mereka terbunuh semuanya kepada orang Israel. Kuda mereka harus kaulumpuhkan dan kereta mereka harus kaubakar.』」 (ayat 6, bdk. ayat 8). Namun, janji TUHAN juga menuntut respons ketaatan, barulah akan ada penggenapan janji. Narasi ini menyoroti ketaatan Yosua yang sepenuhnya kepada perintah TUHAN. Teks tersebut berulang kali menyatakan bahwa tindakan Yosua sesuai dengan perintah TUHAN dan hamba-Nya, Musa (ayat 9, 12, 15; bdk. ayat 23). Bagaimana Yosua menunjukkan ketaatan yang totalitas dan sepenuhnya kepada perintah Tuhan selama pertempuran ini?

Pertama, Yosua melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepadanya; ia melumpuhkan kuda-kuda mereka dan membakar kereta-kereta perang mereka dengan api (ayat 9). Kereta perang dan kuda merupakan senjata canggih di masa lalu, dan Alkitab sering kali menggambarkan kepemilikan kuda dan kereta perang oleh bangsa Israel secara negatif (lihat Mazmur 20:7; Yesaya 2:7). TUHAN memerintahkan bangsa Israel untuk tidak bergantung pada kuda atau kereta perang, melainkan untuk dengan sepenuh hati percaya kepada-Nya. Setelah kemenangan mereka, Yosua melumpuhkan kuda-kuda tersebut, melukai otot-otot fleksor mereka sehingga mereka tidak dapat lagi menarik kereta perang dengan kuat dalam pertempuran dan hanya dapat melakukan pekerjaan pertanian. Melumpuhkan kuda-kuda tersebut tidak hanya menghilangkan kebanggaan musuh akan kekuatan militer, tetapi juga mencegah bangsa Israel menggunakan mereka dalam pertempuran, agar mereka tidak bergantung pada kereta perang dan melupakan ketergantungan mereka kepada TUHAN, Allah mereka.

Kedua, Yosua membunuh raja Hazor dan seluruh penduduk kota itu, tanpa menyisakan seorang pun yang hidup, lalu membakar kota itu (ayat 11-12). Perlakuan Yosua terhadap Hazor sesuai dengan Seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa, hamba-Nya itu, demikianlah diperintahkan Musa kepada Yosua, demikianlah juga dilakukan Yosua (ayat 15a). Dalam Ulangan 6:10-11 dan 7:1-6, Musa berbicara tentang kehancuran total orang Kanaan karena kejahatan mereka. Mezbah dan berhala mereka harus dirobohkan, dan tidak boleh ada persekutuan atau pernikahan dengan mereka, agar orang Israel tidak tergoda untuk meninggalkan Tuhan. Namun, orang Israel harus tinggal di kota dan rumah mereka serta menikmati semua harta benda yang mereka kumpulkan. Oleh karena itu, seperti Ai, rampasan Hazor tidak perlu dibakar; orang Israel dapat menyimpannya untuk diri mereka sendiri (ayat 14, bdk. 8:27). Cara ini berbeda dengan pembakaran kota Yerikho, penduduknya, dan semua rampasannya sebagai kurban bagi TUHAN (lih. 6:18-19; Ulangan 13:15-16). Ketaatan Yosua adalah bahwa Dia tidak mengabaikan apa pun yang diperintahkan TUHAN kepada Musa (ayat 15b).

Refleksi:
Yosua dan bangsa Israel mampu mengalahkan musuh yang sedemikian besar dan banyak, walau sebagai yang kecil lemah, itu adalah karena mereka sepenuhnya menaati perintah Tuhan, maka Allah memenuhi janji-janji-Nya. Apakah kita menaati-Nya dengan sepenuh hati, atau hanya menaati perintah-perintah tertentu dari TUHAN secara selektif? Kiranya kita memohon Tuhan menolong kita untuk sepenuhnya menaati Tuhan dan melihat Ia memenuhi janji-janji-Nya.


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 10:16-27

「Mengalahkan koalisi raja-raja selatan」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 10:16-27 [TB2])
16 Sementara itu, kelima raja itu telah melarikan diri dan bersembunyi dalam gua di Makeda. 17 Kepada Yosua dikabarkan demikian, Kelima raja itu telah ditemukan bersembunyi dalam gua di Makeda. 18 Lalu perintah Yosua, Gulingkanlah batu-batu besar ke mulut gua itu dan tempatkanlah orang di sana untuk menjaga mereka. 19 Tetapi, kamu, jangan berhenti di situ, kejarlah musuhmu. Seranglah barisan belakangnya dan jangan biarkan mereka masuk ke kota-kota mereka, sebab TUHAN, Allahmu, sudah menyerahkan mereka ke dalam tanganmu! 20 Yosua dan orang Israel mengalahkan mereka dengan sangat dahsyat, meskipun beberapa orang dari mereka yang terluput melarikan diri ke kota-kota berbenteng. 21 Lalu seluruh bangsa itu kembali dengan selamat kepada Yosua, ke perkemahan di Makeda. Tak seorang pun berani melontarkan kata-kata melawan orang Israel. 22 Kemudian Yosua berkata, Bukalah mulut gua, keluarkanlah kelima raja itu dari dalamnya dan bawa mereka kepadaku. 23 Demikianlah mereka lakukan. Mereka membawa kepadanya kelima raja itu: raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis, dan raja Eglon. 24 Setelah raja-raja itu dibawa keluar kepada Yosua, dia memanggil semua laki-laki Israel, lalu berkata kepada panglima-panglima tentara, yang ikut berperang dengan dia, Mendekatlah, taruhlah kakimu pada tengkuk raja-raja itu. Mereka mendekat dan menaruh kaki mereka pada tengkuk raja-raja itu. 25 Lalu kata Yosua kepada mereka, Janganlah takut dan janganlah kecut hatimu! Kuatkan dan teguhkanlah hatimu. Seperti itulah yang akan dilakukan TUHAN terhadap setiap musuh yang kamu perangi. 26 Sesudah itu, Yosua membunuh raja-raja itu dan menggantung mereka pada lima tiang. Mereka tergantung di tiang itu sampai petang hari. 27 Menjelang matahari terbenam, Yosua memerintahkan supaya mereka diturunkan dari tiang itu dan dilemparkan ke dalam gua, tempat mereka bersembunyi. Lalu di mulut gua itu ditaruh batu-batu besar, yang masih ada sampai hari ini. 28 Pada hari itu Yosua merebut Makeda. Kota itu dan rajanya dikalahkannya dengan mata pedang. Kota itu dan semua yang hidup di dalamnya dikhususkan untuk dimusnahkan. Tidak seorang pun dibiarkannya lolos. Ia memperlakukan raja Makeda seperti ia memperlakukan raja Yerikho. 29 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Makeda ke Libna, lalu memerangi Libna. 30 TUHAN juga menyerahkan kota itu dan rajanya ke dalam tangan orang Israel. Yosua mengalahkan kota itu dan semua yang hidup di dalamnya dengan mata pedang. Tidak seorang pun di dalamnya yang dibiarkan lolos. Ia memperlakukan rajanya seperti ia memperlakukan raja Yerikho. 31 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Libna ke Lakhis, lalu berkemah mengepung kota itu dan memeranginya. 32 TUHAN menyerahkan Lakhis ke dalam tangan orang Israel. Mereka merebut kota itu pada hari kedua. Kota itu dan semua yang hidup di dalamnya dikalahkan dengan mata pedang, tepat seperti yang dilakukannya terhadap Libna. 33 Ketika itu Horam, raja Gezer, bergerak maju untuk membantu Lakhis, tetapi Yosua menewaskan dia dan pasukannya, sehingga tidak ada seorang pun yang dibiarkannya lolos. 34 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berjalan terus dari Lakhis ke Eglon, lalu mereka berkemah mengepung kota itu dan memeranginya. 35 Mereka merebut kota itu pada hari itu juga dan mengalahkannya dengan mata pedang. Semua yang hidup di dalamnya dikhususkan untuk dimusnahkan pada hari itu, tepat seperti yang dilakukannya terhadap Lakhis. 36 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel bergerak maju dari Eglon ke Hebron, lalu memeranginya. 37 Mereka merebut Hebron. Raja, semua kota kecilnya dan semua yang hidup di dalamnya dikalahkan dengan mata pedang. Tidak seorang pun dibiarkannya lolos. Tepat seperti yang dilakukannya terhadap Eglon, kota itu dan semua yang hidup di dalamnya ditumpasnya. 38 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel berbalik menuju Kota Debir dan memeranginya. 39 Debir beserta rajanya dan semua kota kecilnya direbutnya, dan dikalahkan dengan mata pedang. Semua yang hidup di dalamnya mereka tumpas. Tidak seorang pun dibiarkannya lolos. Seperti yang dilakukannya terhadap Hebron, demikianlah dilakukan terhadap Debir beserta rajanya, sama seperti yang dilakukannya terhadap Libna beserta rajanya. 40 Demikianlah Yosua mengalahkan seluruh negeri itu, Pegunungan, Tanah Negeb, Syefela, dan Lereng Gunung beserta semua raja mereka. Tidak seorang pun dibiarkannya lolos. Semua yang bernapas ditumpasnya, seperti yang diperintahkan Tuhan, Allah Israel. 41 Yosua mengalahkan mereka dari Kades-Barnea sampai Gaza, termasuk seluruh tanah Gosyen sampai Gibeon. 42 Semua raja itu dan negeri mereka sekaligus direbut oleh Yosua, karena TUHAN, Allah Israel, berperang untuk orang Israel. 43 Kemudian Yosua dengan seluruh Israel kembali ke perkemahan di Gilgal.

Kitab Yosua pasal 10 mencatat kemenangan Yosua dan seluruh Israel atas koalisi raja-raja Selatan. Kisah ini dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama merangkum fase awal pertempuran (ayat 6-15), sementara bagian kedua mencatat kelanjutan pertempuran, termasuk penanganan lima raja yang melarikan diri dan pertempuran-pertempuran yang tersisa di Kanaan (ayat 16-39). Kedua bagian ini diakhiri dengan kata-kata, Kemudian Yosua dengan seluruh Israel kembali ke perkemahan di Gilgal (ayat 15, 43). Bagian pertama bagaikan garis besar sebuah lukisan, sementara bagian kedua menambahkan detail, menghidupkan gambaran yang dilukis di hadapan pembaca (lihat renungan Yosua 6:6-16; Yosua 8:1-2, 14-23).
Kita kemudian kembali ke Makeda, sekitar tiga puluh kilometer di barat daya Gibeon, tempat kelima raja bersembunyi (ayat 10 dan 16). Yosua memerintahkan bangsa itu untuk menggulingkan batu ke pintu gua tempat kelima raja bersembunyi, yang akan dibahas nanti. Sementara itu, orang Israel mengejar pasukan musuh yang melarikan diri. Yosua dan orang Israel mengalahkan mereka dengan sangat dahsyat, meskipun beberapa orang dari mereka yang terluput melarikan diri ke kota-kota berbenteng (ayat 20). Meskipun frasa mengalahkan dengan sangat dahsyat, ditumpas sepenuhnya dan beberapa orang dari mereka yang terluput melarikan diri, tampak kontradiktif, sebenarnya frasa-frasa tersebut merupakan teknik deskriptif umum Perjanjian Lama, mirip dengan budaya daerah Timur Dekat kuno: terlebih dahulu situasi digambarkan dengan cara diperbesar dan kemudian memberikan detail yang lebih konkret dan spesifik.
Setelah bangsa itu mengejar dan memusnahkan musuh, mereka kembali dengan selamat ke perkemahan di Makeda. Hasilnya adalah Tak seorang pun berani melontarkan kata-kata melawan orang Israel (ayat 21b). Melontarkan kata-kata berarti menajamkan lidah untuk menentang, artinya tak seorang pun berani bersuara memusuhi orang Israel. Kemenangan Israel yang tak terhentikan, satu demi satu, mengintimidasi aliansi selatan. Setelah itu, Yosua kembali ke gua di Makeda, tempat kelima raja bersembunyi. Ia membuka gua itu dan Yosua membunuh raja-raja itu dan menggantung mereka pada lima tiang. Mereka tergantung di tiang itu sampai petang hari (ayat 26). Praktik ini bukanlah menggantung tahanan hidup-hidup, melainkan menggantung di pohon mayat musuh atau penjahat yang dieksekusi untuk ditunjukkan di depan umum, mempermalukan para pelaku dan berfungsi sebagai pencegah bagi orang banyak. Hukuman ini menunjukkan bahwa orang-orang ini dikutuk di hadapan Allah. Namun, praktik ini juga memiliki batasan: mayat harus diturunkan sebelum matahari terbenam agar tidak dimakan burung di malam hari (lihat Ulangan 21:22-23).
Setelah Yosua mengeksekusi lima raja-raja koalisi Selatan, ia terus merebut tujuh kota di selatan (28-39). Narator mencatat secara rinci seluruh perang di selatan sepanjang jalur yang berbentuk busur dari tenggara ke barat daya, dan beberapa poin penting patut diperhatikan.
Pertama, narasi Libna dan Lakhis dengan jelas menyatakan bahwa TUHAN-lah yang menyerahkan kota-kota ini ke tangan orang Israel (ayat 30, 32). Yosua juga meyakinkan orang Israel bahwa kemenangan dalam pertempuran ini sudah pasti karena TUHAN telah menyerahkan musuh ke tangan mereka (ayat 19b, 25b). Kedua, narator menggunakan kata-kata dan frasa yang berulang dan sedikit bervariasi untuk menggambarkan serangkaian tindakan militer orang Israel, seperti Yosua dan orang Israel menyerang seluruh kota dengan pedang (ayat 30, 32, 35, 37, 39) dan kehancuran total oleh Yosua, tanpa menyisakan satu pun yang selamat (ayat 35, 37, 39, 40). Lebih lanjut, narator berulang kali menekankan bahwa Yosua dan orang Israel bertindak seperti yang telah dilakukannya terhadap raja Yerikho (ayat 28b, 30b), yang menunjukkan bahwa semuanya dilakukan sesuai dengan perintah TUHAN dan bahwa perang ini adalah perang kudus bagi TUHAN. Akhirnya, Yosua mengalahkan seluruh negeri itu (ayat 40a) seperti yang dijanjikan TUHAN, mengakhiri kekalahan dan pendudukan koalisi raja-raja di wilayah tersebut, menjadi kesimpulan dari narasi ini.

Refleksi:
Yosua dan bangsa Israel memperlakukan kelima raja sesuai dengan hukum Perjanjian Lama. Mereka juga menaklukkan koalisi raja-raja dan mengeksekusi musuh-musuh mereka sesuai dengan perintah Allah. Petunjuk jelas apa yang telah Allah berikan kepada Anda baru-baru ini yang menghalangi Anda untuk memenuhi misi yang telah Dia percayakan kepada Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 10:6-15

「Manusia bekerja sama secara erat kepada Allah」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 10:6-15 [TB2])
1 Adoni Zedek, raja Yerusalem, mendengar bahwa Yosua telah merebut Kota Ai dan mengkhususkannya untuk dimusnahkan. Seperti yang dilakukannya terhadap Yerikho dan rajanya, demikianlah dilakukan Yosua terhadap Ai dan rajanya. Raja itu juga mendengar bahwa penduduk Kota Gibeon mengadakan perdamaian dengan orang Israel dan tinggal di antara mereka. 2 Lalu ia dan rakyatnya sangat ketakutan, sebab Gibeon itu kota besar, seperti salah satu kota kerajaan, bahkan lebih besar daripada Ai. Semua orangnya pun gagah perkasa. 3 Oleh sebab itu, Adoni-Zedek, raja Yerusalem, mengutus orang ke Hoham, raja Hebron, ke Piream, raja Yarmut, ke Yafia, raja Lakhis, dan ke Debir, raja Eglon, dengan pesan, 4 Datanglah kepadaku dan bantulah aku, supaya kita menggempur Gibeon, karena mereka telah mengadakan perdamaian dengan Yosua dan orang Israel. 5 Lalu raja Yerusalem, raja Hebron, raja Yarmut, raja Lakhis, dan raja Eglon, kelima raja orang Amori itu, dan bergerak maju dengan seluruh tentaranya. Mereka berkemah mengepung Gibeon dan memeranginya. 6 Orang-orang Gibeon pun mengirim utusan kepada Yosua, ke perkemahan di Gilgal dengan pesan, Jangan lepas tangan terhadap kami. Datanglah segera kepada kami, bantulah dan selamatkan kami, karena semua raja orang Amori yang tinggal di pegunungan, telah bergabung melawan kami. 7 Lalu Yosua bergerak maju dari Gilgal, dia dan seluruh tentara yang bersama dia. Semuanya pejuang yang gagah perkasa. 8 TUHAN berfirman kepada Yosua, Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorang pun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau. 9 Lalu Yosua menyerang mereka dengan tiba-tiba setelah semalaman bergerak maju dari Gilgal. 10 TUHAN membuat mereka kocar-kacir di hadapan orang Israel dan mengalahkan mereka dengan dahsyat di Gibeon. Orang Israel mengejar mereka ke arah lereng Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda. 11 Ketika mereka sedang melarikan diri dari hadapan orang Israel, dan sampai di jalan turun di Bet-Horon, TUHAN menghujani mereka dengan batu-batu besar dari langit sampai Azeka, sehingga tewaslah mereka. Lebih banyak yang tewas karena hujan batu es itu daripada yang ditewaskan oleh orang Israel dengan pedang. 12 Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori kepada orang Israel. Ia berkata di hadapan orang Israel, Matahari, berhentilah di atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas Lembah Ayalon! 13 Matahari pun berhenti dan bulan tidak bergerak, sampai bangsa itu melakukan pembalasan terhadap musuhnya. Bukankah hal itu tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan berlambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. 14 Belum pernah ada hari seperti itu, baik sebelum maupun sesudahnya, bahwa TUHAN mendengarkan permohonan seseorang seperti itu, sebab TUHANlah yang berperang untuk orang Israel. 15 Kemudian Yosua dan seluruh orang Israel yang menyertainya kembali ke perkemahan di Gilgal.

Ketika raja Yerusalem mendengar bahwa Gibeon telah membuat perjanjian dengan orang Israel, ia dan seluruh Yerusalem dipenuhi dengan ketakutan dan gentar (ayat 2a). Raja Adoni Zedek dari Yerusalem telah mendengar tentang kehancuran total Yerikho dan Ai. Kini, orang Gibeon, kota besar, seperti salah satu kota kerajaan, bahkan lebih besar daripada Ai. Semua orangnya pun gagah perkasa (ayat 2b), telah membuat perjanjian dengan orang Israel dan menjadi hamba mereka. Gibeon, yang terletak sekitar enam mil di barat laut Yerusalem, berfungsi sebagai zona penyangga dari selatan ke utara dan kini berada di bawah kendali Israel. Oleh karena itu, demi keamanan nasionalnya sendiri dan untuk menghukum mantan sekutunya atas pengkhianatannya, raja Yerusalem bergabung dengan raja selatan untuk membentuk koalisi lima kerajaan untuk menyerang Gibeon.
Serangan terhadap Gibeon merupakan ujian kesetiaan Israel terhadap janji mereka. Ketika pasukan Yosua mendengar berita dari Gibeon bahwa mereka membutuhkan bantuan, mereka segera bergerak maju dari Gilgal, dia dan seluruh tentara yang bersama dia. Semuanya pejuang yang gagah perkasa (ayat 7). Keputusan Yosua untuk menepati janjinya kepada orang Gibeon dan maju menghadapi mereka adalah keputusan yang tepat, karena TUHAN berfirman kepada Yosua, Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyerahkan mereka kepadamu. Tidak seorang pun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau.Maka Yosua menyerang mereka dengan tiba-tiba setelah semalaman bergerak maju dari Gilgal (ayat 9). Perjalanan ke Gibeon seharusnya memakan waktu dua hari, tetapi Yosua tiba di medan perang semalaman dan meraih kemenangan demi kemenangan, menghancurkan musuh. Pertempuran ini menggambarkan hasil bagaimana manusia kerja sama yang erat dengan Allah.
Pertama, teks tersebut menunjukkan bahwa TUHAN secara proaktif memberi tahu Yosua, Aku menyerahkan mereka (orang Amori) kepadamu. Tidak seorang pun dari mereka yang akan dapat bertahan menghadapi engkau (ayat 8a). Dinyatakan juga bahwa tindakan ajaib TUHAN yang menghentikan matahari dan bulan sebagai jawaban atas doa Yosua adalah karena TUHANlah yang berperang untuk orang Israel (ayat 14c). Kedua, terlebih dahulu TUHAN membuat mereka kocar-kacir di hadapan orang Israel dan mengalahkan mereka dengan dahsyat di Gibeon (ayat 10a), lalu orang Israel mengejar mereka ke arah lereng Bet-Horon dan memukul mereka mundur sampai dekat Azeka dan Makeda (ayat 10b). Saat orang Israel mengejar orang Amori, Allah terlebih dahulu menurunkan hujan es yang besar, menewaskan lebih banyak dari mereka daripada yang telah dibunuh orang Israel dengan pedang (ayat 11). Allah mengambil inisiatif, bekerja di garis depan, dan tindakan Yosua mengikut tindakan-Nya dari belakang.
Manusia bekerja sama yang erat dan harmonis mengikut Allah terlihat jelas dalam tata bahasa Ibrani di ayat 10. Kata kerja pertama, TUHAN membuat mereka kocar-kacir di hadapan orang Israel, dengan jelas mengidentifikasi TUHAN adalah subjek pelaku, sementara tiga kata kerja lainnya —mengalahkan, mengejar, dan memukul mundur— tidak mengidentifikasi subjek pelaku dengan jelas. Oleh karena itu, meskipun sebagian besar terjemahan bahasa Mandarin dan New International Version menyebutkan Yosua sebagai subjek pelaku untuk ketiga kata kerja, terjemahan bahasa Inggris lainnya menggunakan dia sebagai subjek, tanpa secara eksplisit mengidentifikasi TUHAN atau Yosua. Mungkin ambiguitas narator menekankan koordinasi yang erat dari tindakan manusia dengan tindakan TUHAN.
Manusia bekerja sama secara erat dengan Allah ini mencapai puncaknya pada doa Yosua agar matahari dan bulan berhenti, dan jawaban Allah atas doanya. Mukjizat ini, yang belum pernah ada hari seperti itu, baik sebelum maupun sesudahnya, telah ditafsirkan secara sederhana oleh para sarjana dalam dua cara. Pertama adalah penafsiran harfiah, yang menunjukkan bahwa itu mencerminkan mukjizat Hizkia tentang bayang-bayang mundur ke belakang sepuluh tapak pada penunjuk matahari (lihat 2 Raja-raja 20:9-11), menghilangkan satu hari dari catatan astronomi. Atau, itu menunjukkan bahwa Allah entah bagaimana menunda sinar matahari melalui hujan meteor, fenomena pembiasan sinar matahari, atau gerhana matahari. Penafsiran lain adalah yang simbolis, menafsirkan deskripsi sebagai metafora, menggunakan personifikasi untuk menggambarkan matahari dan bulan sebagai tertegun dan cemas. Beberapa bahkan menyarankan bahwa narator menggunakan bentuk puitis, mengingatkan pada lagu-lagu kemenangan yang dinyanyikan oleh orang Israel setelah perjalanan mereka yang aman melalui Laut Merah (lihat Keluaran 15:1-18). Apa pun penafsirannya, kunci berhentinya matahari dan bulan bukanlah mukjizat itu sendiri, melainkan respons Allah terhadap doa, yang selaras dengan rencana-Nya bagi perang Israel. Singkatnya, Yosua tidak meminta Allah melakukan apa pun untuknya, tetapi ia tahu betul rencana Allah, sehingga ia memanjatkan doa yang begitu berani sebagai respons.

Refleksi:
William H. W. Smith, bapak misi modern, juga berdoa, Mintalah kepada Tuhan hal-hal besar, dan lakukanlah hal-hal besar bagi Tuhan. Doa yang berani ini bukan berasal dari motif egois, melainkan dari pemahaman yang mendalam akan kehendak Tuhan dan respons iman. Rencana, kehendak, dan tindakan Tuhan didahulukan; kita merespons dengan iman dan tindakan untuk menyelesaikan tugas atas karya-Nya. Apa yang diingatkan oleh kerja sama yang erat dari manusia kepada Tuhan?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.