「Permintaan yang rendah hati dan tuntutan yang tidak masuk akal」
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yosua 17:3-6, 14-18 [TB2])
1 Berikut bagian bagi suku Manasye melalui undi. Sebab Manasye adalah anak sulung Yusuf, kepada Makhir, anak sulung Manasye dan ayah Gilead, diberikan Gilead dan Basan, karena ia seorang tentara. 2 Keturunan Manasye yang lainnya juga mendapat bagian menurut kaum mereka: bani Abiezer, bani Helek, bani Asriel, bani Sekhem, bani Hefer, dan bani Semida. Itulah keturunan laki-laki Manasye bin Yusuf, menurut kaum mereka. 3 Tetapi, Zelafehad bin Hefer bin Gilead bin Makhir bin Manasye tidak mempunyai anak laki-laki, hanya anak perempuan. Inilah nama anak-anaknya itu: Mahla, Noa, Hogla, Milka, dan Tirza. Anak-anak perempuan itu menghadap Imam Eleazar, dan Yosua bin Nun, serta para pemimpin. Kata mereka, 「TUHAN telah memerintahkan Musa untuk memberikan kepada kami milik pusaka di antara sanak saudara kami.」 Lalu kepada mereka diberikan milik pusaka di antara saudara-saudara ayah mereka, sesuai dengan titah TUHAN itu. 5 Demikianlah sepuluh bidang tanah menjadi milik suku Manasye, selain dari tanah Gilead dan Basan yang di seberang Yordan, 6 sebab keturunan perempuan dari Manasye menerima milik pusaka di antara keturunan yang laki-laki, sedangkan tanah Gilead menjadi milik anak-anak lelaki Manasye yang lain.
7 Batas wilayah Manasye ialah dari Asyer ke Mikhmetat di sebelah timur Sikhem. Kemudian batas itu terus ke selatan, ke daerah penduduk En-Tapuah. 8 Tanah Tapuah adalah milik suku Manasye, tetapi Kota Tapuah, dekat batas wilayah Manasye, adalah milik suku Efraim. 9 Kemudian batas itu turun ke Wadi Kana, ke sebelah selatan wadi itu. Kota-kota di sana adalah milik suku Efraim, sekalipun di antara kota-kota suku Manasye. Batas wilayah Manasye itu berlanjut dari sebelah utara wadi itu dan berakhir di laut. 10 Daerah ke arah selatannya milik suku Efraim, sedangkan ke utaranya milik suku Manasye, dan batas baratnya ialah laut. Di sebelah utara daerah itu bersinggungan dengan wilayah Asyer dan di sebelah timur dengan wilayah Isakhar. 11 Tetapi, di wilayah Isakhar dan Asyer ada juga milik suku Manasye, yakni Bet-Sean dengan semua kota kecilnya, Yibleam dengan semua kota kecilnya, termasuk Penduduk Kota Dor dengan semua kota kecilnya, penduduk Kota En-Dor dengan semua kota kecilnya, penduduk Ta’anakh dengan semua kota kecilnya dan penduduk Kota Megido dengan semua kota kecilnya, ketiga daerah perbukitan itu. 12 Namun, suku Manasye belum dapat menduduki kota-kota itu. Jadi, orang-orang Kanaan tetap bersikeras tinggal di negeri itu. 13 Ketika orang Israel menjadi kuat, mereka mengharuskan orang Kanaan melakukan kerja paksa, tetapi mereka tidak dihalau sepenuhnya.
14 Berkatalah keturunan Yusuf kepada Yosua, 「Mengapa engkau memberikan kepada kami hanya satu bagian tanah menjadi milik pusaka melalui undi, padahal kami bangsa yang besar jumlahnya? Bukankah TUHAN sampai sekarang memberkati kami?」 15 Jawab Yosua kepada mereka, 「Kalau kamu memang bangsa yang besar, pergilah ke hutan dan bukalah lahan bagimu di sana di negeri orang Feris dan orang Refaim, jika Pegunungan Efraim terlalu sesak bagimu.」
16 Kemudian berkatalah keturunan Yusuf, 「Pegunungan itu tidak cukup luas bagi kami, dan semua orang Kanaan yang tinggal di dataran itu mempunyai kereta besi, baik yang tinggal di Bet-Sean dengan semua kotanya maupun yang tinggal di Lembah Yizre’el.」
17 Lalu Yosua berkata kepada keturunan Yusuf, kepada Efraim dan Manasye, 「Kamu memang bangsa yang besar jumlahnya dan mempunyai kekuatan besar, sehingga bukan hanya satu bagian yang menjadi milikmu melalui undi. 18 Pegunungan itu pun akan menjadi milikmu. Karena masih hutan, kamu harus membukanya dan memilikinya sampai sedalam-dalamnya. Kamu akan menghalau orang Kanaan itu sekalipun mereka mempunyai kereta besi dan mereka kuat.」
Yosua 17:7-11, mencatat batas-batas wilayah yang diterima Manasye. Setelah menjelaskan batas-batas tersebut, teks diakhiri dengan ringkasan singkat: 「Namun, suku Manasye belum dapat menduduki kota-kota itu. Jadi, orang-orang Kanaan tetap bersikeras tinggal di negeri itu. Ketika orang Israel menjadi kuat, mereka mengharuskan orang Kanaan melakukan kerja paksa, tetapi mereka tidak dihalau sepenuhnya」 (ayat 12-13). Ringkasan ini merangkum perbedaan bagaimana 3 suku menanggapi tuntutan TUHAN,yakni suku-suku Yehuda, Efraim, dan Manasye sebagai suku-suku yang penting, berpenduduk padat, dan memiliki wilayah yang luas: Yehuda 「belum dapat」 mengusir orang Kanaan (15:63), Efraim 「tidak」 mengusir mereka (16:10), dan Manasye pada awalnya 「belum dapat (tidak mampu),」 tetapi bahkan ketika ia kemudian 「bertambah kuat,」 ia 「tidak」 mengusir mereka sepenuhnya (17:12-13).
Patut diperhatikan juga bahwa dua peristiwa diselipkan ke dalam penjelasan tentang wilayah setengah suku Manasye. Peristiwa pertama adalah permintaan kelima putri Zelofehad (ayat 4-6), dan yang kedua adalah permintaan keturunan Yusuf — Efraim dan Manasye (ayat 14-18). Peristiwa pertama adalah permintaan yang rendah hati berdasarkan janji TUHAN, sementara peristiwa kedua adalah permintaan yang tidak memiliki alasan. Perbedaan antara keduanya memang patut kita renungkan secara mendalam.
Menurut tradisi Yahudi, pembagian tanah adalah hak laki-laki. Zelofehad tidak memiliki anak laki-laki, hanya lima anak perempuan. Secara tradisi tradisional, warisannya akan diwariskan kepada kerabat terdekatnya, sehingga garis keturunannya berisiko dihapuskan dari klan. Namun, putri-putrinya datang menghadap para imam Eleazar, Yosua, dan para pemimpin lainnya, menceritakan permintaan mereka dahulu akan tanah yang telah disampaikan kepada Musa, yang telah ditanggapi dengan positif (Bilangan 27:1-11). Ternyata, kunci tanah perjanjian yang diberikan oleh TUHAN bukanlah berdasarkan garis keturunan laki-laki murni, melainkan kesetiaan kepada TUHAN. TUHAN hanya memiliki satu persyaratan bagi para wanita ini: untuk mempertahankan warisan mereka di dalam suku mereka, mereka harus menikah dengan orang dalam suku tersebut (Bilangan 36:1-9). Mengandalkan janji TUHAN, putri-putri Zelofehad dengan berani namun rendah hati meminta Yosua untuk memenuhinya. Dengan demikian, mereka akan memiliki sumber daya yang cukup untuk hidup, tanpa harus bergantung pada pria lain untuk menikahi mereka. Ketekunan dan dedikasi mereka terhadap janji TUHAN sungguh layak dihormati dan dikagumi.
Sebaliknya, tuntutan keturunan Yusuf di hadapan Yosua tampak tidak masuk akal dan sangat dipaksakan. Nada bicara mereka cukup keras. Mereka pertama-tama bertanya kepada Yosua, 「Mengapa engkau memberikan kepada kami hanya satu bagian tanah menjadi milik pusaka melalui undi, padahal kami bangsa yang besar jumlahnya? Bukankah TUHAN sampai sekarang memberkati kami?」 (ayat 14b). Mereka tampaknya percaya bahwa Yosua, sesama orang Efraim (Bilangan 13:8), telah mengabaikan dan menganiaya bangsa mereka sendiri. Namun, Yosua hanya mengikuti perintah TUHAN. Lebih lanjut, klaim keturunan Yusuf untuk mendapatkan lebih banyak tanah hanya didasarkan pada fakta bahwa 「bangsa itu besar jumlahnya」 (ayat 14). Menurut dua sensus orang Israel di padang gurun (Bilangan 1 dan 26), jumlah gabungan suku Efraim dan Manasye memang yang terbesar dari kedua belas suku, bahkan melebihi suku Yehuda. Meskipun jatah tanah Yehuda adalah yang terbesar, sebagian besarnya berada di bagian selatan yang gersang. Sebaliknya, keturunan Yusuf, Manasye, menerima tanah di kedua sisi Sungai Yordan, dan ditambah dengan jatah Efraim, wilayah itu sebenarnya cukup luas. Oleh karena itu, permintaan mereka untuk melakukan dua kali undian baggi mereka sebenarnya mengada-ada.
Tanggapan Yosua sederhana. Ia tidak mengoreksi klaim mereka yang menyatakan diri besar, melainkan perspektif mereka. Ia mendorong suku Efraim untuk merebut wilayah pegunungan mereka (ayat 15b, 18a). Ia mengingatkan Manasye bahwa meskipun orang Kanaan memiliki 「kereta perang dari besi」 tampak kuat (ayat 16b, 18b), tetapi mereka masih mampu mengusir orang-orang Kanaan tersebut. TUHAN sebelumnya telah mengalahkan musuh-musuh yang kuat dengan kereta perang dari besi (11:1-9). Perkataan Yosua menyingkapkan sikap keturunan Yusuf, kurang keberanian dan tidak memiliki tekad untuk dengan semestinya merebut tanah yang telah TUHAN berikan kepada mereka.
Refleksi:
Kelima putri Zelofehad, yang mendasarkan permohonan mereka pada janji TUHAN, bersikap rendah hati dan lembut, namun tegas. Di sisi lain, keturunan Yusuf mengandalkan jumlah kaum mereka yang besar sebagai bukti berkat TUHAN untuk menuntut warisan yang lebih besar, tetapi enggan mengandalkan kuasa Allah untuk menghadapi kesulitan untuk menggenapkan janji-Nya. Pelajaran apa yang dapat Anda petik dari kedua kontras ini?
Renungan pemahaman Kitab Yosua
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.