Tag Archives: Kitab Yosua

Yosua 24:14-15

「Pilihan dan Keputusan」
Panggilan dan Pembaruan Hidup


Oleh Rev. Dr. Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯)
Alliance Bible Seminary H.K.


(Yosua 24:14-15 [ITB])
14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN. 15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!


Renungan pemahaman Penggilan dan Pembaruan 2026

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Panggilan dan Pembaruan」 ditulis oleh Dennis Kiang Lok-man (姜樂雯) yang dipublikasikan pada bulan April 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 24:29-33

「Mengakhiri dengan baik」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 24:29-33 [TB2])
25 Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. 26 Yosua menulis semuanya itu dalam kitab hukum Allah. Lalu ia mengambil sebuah batu besar dan mendirikannya di bawah pohon tarbantin, di tempat kudus TUHAN. 27 Kata Yosua kepada seluruh bangsa, Sesungguhnya batu ini akan menjadi saksi terhadap kita, sebab ia telah mendengar segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu, batu ini akan menjadi saksi terhadap kamu, supaya kamu tidak menyangkal Allahmu. 28 Sesudah itu, Yosua melepas bangsa itu pergi, masing-masing ke milik pusakanya.

[Yosua dan Eleazar meninggal, tulang-tulang Yusuf dimakamkan]
29 Sesudah peristiwa-peristiwa itu, Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, meninggal dalam usia seratus sepuluh tahun. 30 Lalu ia dikuburkan di daerah milik pusakanya, di Timnat-Serah di Pegunungan Efraim, di sebelah utara Gunung Ga’as. 31 Orang Israel beribadah kepada TUHAN semasa hidup Yosua dan para tua-tua yang hidup lebih lama daripada Yosua serta mengalami semua perbuatan yang dilakukan TUHAN bagi orang Israel.

32 Tulang-tulang Yusuf, yang dibawa orang Israel dari Mesir, mereka kuburkan di Sikhem, di tanah milik yang dibeli Yakub dengan harga seratus kesita dari anak-anak Hemor, ayah Sikhem, dan yang ditentukan bagi bani Yusuf menjadi milik pusaka mereka.

33 Kemudian Eleazar bin Harun meninggal dan dikuburkan di bukit yang diberikan kepada Pinehas, anaknya, di Pegunungan Efraim.

Pada

Refleksi:
J. Robert Clinton, mantan profesor kepemimpinan di Fuller Theological Seminary, mengkategorikan akhir para pemimpin ke dalam empat kategori utama: Pertama, Diputus Lebih Awal (Cut-Off Early), di mana Tuhan mengizinkan mereka mengakhiri perjalanan hidup mereka di usia muda karena alasan-alasan khusus. Kedua, Menyelesaikan dengan Buruk (Finishing Poorly), di mana mereka perlahan-lahan kehilangan kasih awal mereka kepada Tuhan, dan pelayanan mereka di tahun-tahun berikutnya cenderung menurun. Ketiga, Menyelesaikan Biasa Saja (Finishing So-So), di mana mereka mencapai kesuksesan besar di tahun-tahun awal tetapi tidak menemukan kebaikan maupun kesalahan di tahun-tahun berikutnya. Terakhir, keempat, Menyelesaikan dengan Baik (Finishing Well), di mana mereka mengasihi dan melayani Tuhan sepanjang hidup mereka, mempertahankan iman mereka yang murni meskipun menghadapi berbagai kesulitan dan penganiayaan. Tipe hamba Tuhan yang manakah yang Anda cita-citakan? Kiranya kita semua berusaha menjadi hamba yang mengakhiri hidup dengan baik dan memiliki akhir yang sempurna.


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 24:14-24

「Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 24:14-24 [TB2])
1 Kemudian Yosua mengumpulkan semua suku Israel di Sikhem. Ia memanggil para tua-tua dan kepala kaumnya, para hakim dan para pengatur pasukannya. Lalu mereka berdiri di hadapan Allah. 2 Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu, Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu nenek moyangmu, Terah, ayah Abraham dan Nahor, tinggal di seberang Sungai Efrat dan mereka beribadah kepada ilah-ilah lain. 3 Tetapi, Aku mengambil Abraham, leluhurmu, dari seberang Sungai Efrat, dan memerintahkan dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan dan Aku membuat keturunannya banyak. Aku memberikan kepadanya Ishak, 4 kepada Ishak Kuberikan Yakub dan Esau, kepada Esau Kuberikan Pegunungan Seir menjadi miliknya, sedangkan Yakub serta anak-anaknya pergi ke Mesir. 5 Aku mengutus Musa serta Harun dan menulahi Mesir sebagaimana telah Kulakukan di antara mereka. Lalu Aku membawa kamu keluar. 6 Ketika Aku membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir dan kamu sampai ke laut, orang Mesir mengejar nenek moyangmu dengan kereta dan tentara berkuda ke Laut Teberau. 7 Mereka berteriak-teriak kepada TUHAN, lalu la menempatkan kegelapan antara kamu dan orang Mesir dan mendatangkan air laut yang melingkupi mereka. Kamu telah melihat dengan mata kepalamu sendiri apa yang telah Kulakukan terhadap Mesir. Sesudah itu, bertahun-tahun lamanya kamu tinggal di padang gurun. 8 Aku membawa kamu ke negeri orang Amori yang tinggal di seberang Sungai Yordan. Ketika mereka memerangi kamu, mereka Kuserahkan ke dalam tanganmu. Lalu kamu menduduki negeri mereka, sedangkan mereka Kumusnahkan dari hadapanmu. 9 Ketika itu Balak bin Zipor, raja Moab, bangkit memerangi orang Israel. Ia mengirim utusannya memanggil Bileam bin Beor untuk mengutuki kamu. 10 Tetapi, Aku tidak mau mendengarkan Bileam sehingga ia pun memberkati kamu. Demikianlah Aku melepaskan kamu dari tangannya. 11 Setelah kamu menyeberangi Sungai Yordan dan sampai ke Yerikho, berperanglah melawan kamu warga Kota Yerikho, orang Amori, orang Feris, orang Kanaan, orang Het, orang Girgasi, orang Hewi, dan orang Yebus. Namun, Aku menyerahkan mereka ke dalam tanganmu. 12 Aku telah melepaskan tawon ganas mendahului kamu, sehingga binatang itu menghalau mereka dari hadapanmu, termasuk kedua raja Amori itu. Jadi, bukan oleh pedangmu atau oleh panahmu. 13 Demikianlah telah Kuberikan kepadamu tanah yang tidak kamu usahakan, kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi di dalamnya kamu tinggal, kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, tetapi hasilnya kamu nikmati. 14 Jadi, sekarang, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Singkirkanlah ilah-ilah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang Sungai Efrat dan di Mesir dan beribadahlah kepada TUHAN. 15 Namun, jika kamu menganggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah: ilah-ilah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang Sungai Efrat, atau ilah-ilah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini? Tetapi, aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! 16 Lalu bangsa itu menjawab, Sekali-kali kami tidak akan meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada ilah-ilah lain. 17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mukjizat besar ini di depan mata kita. Dialah yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh dan di antara semua bangsa yang kita lalui. 18 TUHAN telah menghalau dari hadapan kita semua bangsa, termasuk orang Amori, penduduk negeri ini. Kami pun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita. 19 Namun, Yosua berkata kepada bangsa Takkan sanggup kamu beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Allah yang cemburu. la tidak akan mengampuni pelanggaran dan dosamu. 20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada ilah-ilah asing, la akan berbalik dari kamu dan mendatangkan malapetaka atas kamu, bahkan membinasakan kamu, setelah la melakukan yang baik bagi kamu. 21 Tetapi, bangsa itu berkata kepada Yosua, Tidak! Hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah. 22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu, Kamulah saksi terhadap dirimu sendiri bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya. Jawab mereka, Kamilah saksinya! 23 la berkata, Sekarang singkirkanlah ilah-ilah asing yang ada di antara kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel. 24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua, Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan suara-Nya akan kami dengarkan. 25 Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem. 26 Yosua menulis semuanya itu dalam kitab hukum Allah. Lalu ia mengambil sebuah batu besar dan mendirikannya di bawah pohon tarbantin, di tempat kudus TUHAN. 27 Kata Yosua kepada seluruh bangsa, Sesungguhnya batu ini akan menjadi saksi terhadap kita, sebab ia telah mendengar segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu, batu ini akan menjadi saksi terhadap kamu, supaya kamu tidak menyangkal Allahmu. 28 Sesudah itu, Yosua melepas bangsa itu pergi, masing-masing ke milik pusakanya.

Pasal 24 mencatat Yosua mengumpulkan orang Israel di Sikhem dan memproklamasikan kepada siapa sepatutnya mereka harus beribadah melayani. Kata beribadah /melayani (ʿbd) sering muncul di ayat 14-24, menjadi inti dari pasal ini. Yosua pertama-tama meminta orang Israel meninjau kembali sejarah mereka, menggunakannya sebagai dasar bagi ibadah/pelayanan tunggal mereka kepada TUHAN; bagaimana TUHAN memilih dan memanggil leluhur mereka (ayat 2-4), memimpin mereka keluar dari Mesir melalui Musa (ayat 5-7), melindungi mereka selama pengembaraan mereka di padang gurun (ayat 8-10), dan akhirnya memimpin mereka masuk ke tanah perjanjian Kanaan (ayat 11-13). Sejarah ini sungguh merupakan catatan sejarah tindakan TUHAN bagi orang Israel.

Ayat 1–13, kecuali ayat 7a, menggunakan kata ganti orang pertama tunggal Aku enam kali berturut-turut, seperti Aku mengambil …, Aku memberikan …, dan Aku membawa … (ayat 3, 4 dua kali, 8, 11, dan 13). Hal ini menunjukkan campur tangan proaktif TUHAN, panggilan dan pimpinan-Nya, kasih anugerah dan keselamatan, serta kendali-Nya atas segala sesuatu. Allah berulang kali menekankan kepada bangsa Israel bahwa tidak ada yang telah mereka capai, baik pada generasi sebelumnya maupun generasi ini. Ayat 12–13 menggunakan lima kata tidak, baik itu kemenangan dalam pertempuran maupun tanah warisan yang berlimpah, semuanya sepenuhnya karena kasih karunia Allah. Dialah yang memimpin dan menggenapkan seluruh keluarnya Israel dari Mesir masuk ke Kanaan. Berdasarkan kasih anugerah Allah atas diri Israel, Yosua menantang mereka untuk beribadah/melayani TUHAN dengan tulus dan sepenuh hati.

Ayat 14-24 merupakan catatan dalam bentuk dialog tentang pidato-pidato Yosua dan tanggapan Israel sebanyak empat kali: ayat 14-18, 19-21, 22, dan 23-24. Keempat pidato ini mencakup sebuah pengingat (takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia, ayat 14a), sebuah pernyataan proklamasi (Tetapi, aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!, ayat 15b), dan sebuah tantangan (Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada ilah-ilah asing, la akan berbalik dari kamu dan mendatangkan malapetaka atas kamu, bahkan membinasakan kamu, setelah la melakukan yang baik bagi kamu, ayat 20). Ada dua hal yang berharga diperhatikan tentang tantangan Yosua.

Pertama, Yosua menantang bangsa Israel untuk memilih sekarang: melayani ilah-ilah di seberang Sungai atau beribadah melayani TUHAN dengan sepenuh hati dan sepenuh hati (ayat 14). Yosua berkata, Tetapi, aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! (ayat 15b). Ia secara terbuka menyatakan posisi dan pilihannya, secara implisit menantang mereka untuk melihat siapa dan keluarga mana yang bersedia bergabung dengannya dalam melayani TUHAN.

Kedua, ketika bangsa Israel menyatakan tekad mereka untuk tidak meninggalkan TUHAN dan bersedia melayani-Nya, Yosua tiba-tiba menanggapi dengan pernyataan yang mengejutkan: Takkan sanggup kamu beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Allah yang cemburu. la tidak akan mengampuni pelanggaran dan dosamu (ayat 19). Kata-kata Yosua dimaksudkan untuk mengoreksi fokus pelayanan Israel. Dalam ayat 17 dan 18, umat Israel menyebutkan anugerah TUHAN sebagai alasan pelayanan mereka, Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mukjizat besar ini di depan mata kita … Jika umat Israel melayani TUHAN semata-mata berdasarkan kasih karunia-Nya, itu tidak akan cukup untuk memotivasi mereka untuk terus melayani TUHAN. Jika mereka tidak bersandar pada pertolongan dan kuasa TUHAN, sesuai dengan natur dosa manusia maka pada akhirnya mereka akan gagal dan jatuh. Oleh karena itu, mereka perlu memahami lebih lanjut kepada Siapakah ditujukan pelayanan mereka

Allah adalah Tuhan yang kudus, dan mereka yang melayani-Nya harus kudus. Melayani TUHAN menuntut pengabdian yang eksklusif, karena Dia adalah Allah yang cemburu. Kata cemburu(qannôʾ) ketika digunakan untuk menggambarkan hubungan eksklusif antara dua pribadi, yang sering kali merujuk pada tidak dapat diterimanya keberadaan pihak ketiga dalam pernikahan. Kecemburuan Allah tidak berarti Dia berpikiran sempit atau tidak toleran, melainkan, seperti halnya pernikahan, Dia tidak akan menoleransi adanya pihak ketiga yang pasti merusak hubungan tersebut. Baik di Mesir, tempat bangsa Israel pernah tinggal, maupun di Kanaan, tempat mereka sekarang tinggal, sangat banyak terjadi penyembahan berbagai ilah, mulai dari bintang hingga alam. Allah menyelamatkan mereka keluar dari praktik jahat penyembahan berhala, mendorong mereka untuk sepenuhnya setia kepada TUHAN. Bangsa Kanaan menyembah ilah-ilah semata-mata karena manfaat keuntungan sesaat. Jika bangsa Israel melayani Allah hanya berdasarkan apa yang telah Dia berikan kepada mereka, ibadah/pelayanan mereka kepada TUHAN tidak akan bertahan lama. Mereka perlu memahami sifat Allah dan seperti apa Allah itu agar memiliki kekuatan untuk terus menyembah dan melayani-Nya.

Refleksi:
Ketika leluhur bangsa Israel meninggalkan penyembahan berhala, itu bukan karena mereka memilih Allah; melainkan karena Allah yang memilih mereka. Allah secara proaktif campur tangan, melindungi mereka, dan membimbing hidup mereka. Ini sepenuhnya karena kasih karunia-Nya. Apakah Anda sungguh-sungguh percaya bahwa Allah secara proaktif campur tangan dan membimbing setiap langkah hidup Anda? Mengingat kuasa kasih karunia Allah yang luar biasa, kita hendaknya melayani-Nya dengan sepenuh hati, mempertahankan kesetiaan mutlak kepada Allah yang kudus dan cemburu ini. Mari merenungkan: Apa yang menghalangi pelayanan saya yang tulus kepada-Nya?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 23:1-8

「Selalu waspada setiap saat」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 23:1-8 [TB2])
1 Lama setelah TUHAN mengaruniakan ketenteraman kepada orang Israel di segala penjuru terhadap semua musuhnya dan ketika Yosua telah tua dan lanjut usia, 2 ia memanggil seluruh orang Israel, para tua-tua dan kepala kaumnya, para hakim, dan para pengatur pasukannya. Katanya kepada mereka, Aku sudah tua dan lanjut usia. 3 Kamu telah melihat segala yang dilakukan TUHAN, Allahmu, terhadap semua bangsa di sini demi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang telah berperang bagi kamu, Ingatlah, aku telah membagikan melalui undi kepadamu bangsa-bangsa yang tersisa itu menjadi milik pusakamu menurut suku-sukumu, seperti juga semua bangsa yang telah kulenyapkan itu, dari Sungai Yordan sampai ke Laut Besar, di sebelah matahari terbenam. 5 TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan mengusir mereka demi kamu dan menghalau mereka dari hadapanmu, sehingga kamu menduduki negeri mereka, seperti yang dijanjikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. 6 Hendaklah kamu sungguh-sungguh bersiteguh memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam kitab Taurat Musa. Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri. 7 Jangan menyatu dengan bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu itu. Jangan mengakui nama ilah mereka atau bersumpah demi nama itu. Jangan beribadah kepada ilah-ilah itu atau sujud menyembahnya. 8 Sebaliknya, kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu, seperti yang kamu lakukan sampai hari ini. 9 TUHAN telah menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang besar dan kuat itu. Adapun kamu, tidak seorang pun dapat bertahan menghadapi kamu sampai hari ini. 10 Satu orang saja dari antara kamu dapat mengejar seribu orang, sebab TUHAN Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu. 11 Demi hidupmu, perhatikanlah baik-baik agar kamu mengasihi TUHAN, Allahmu! 12 Sebaliknya, jika kamu berbalik dan berpaut pada sisa bangsa-bangsa yang masih tinggal di antara kamu, kawin-mengawin dengan mereka serta menyatu dengan mereka dan mereka dengan kamu, 13 maka ketahuilah dengan sungguh-sungguh bahwa TUHAN, Allahmu, tidak akan lagi menghalau bangsa-bangsa itu dari hadapanmu. Mereka bahkan akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada punggungmu dan duri di matamu, sampai kamu lenyap dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu, 14 Sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu, insafilah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu bahwa dari segala janji yang indah, yang difirmankan TUHAN, Allahmu, kepadamu tidak ada satu pun yang gugur. Semuanya terpenuhi. Satu pun tidak ada yang gugur. 15 Sama seperti segala janji yang indah, yang difirmankan TUHAN, Allahmu, kepadamu telah terpenuhi, demikian TUHAN akan mendatangkan atas kamu segala malapetaka sampai la memusnahkan kamu dari tanah yang baik ini, yang telah diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu. 16 Apabila kamu melanggar perjanjian TUHAN, Allahmu, yang telah diperintahkan-Nya kepadamu, dan kamu pergi beribadah kepada ilah-ilah lain serta sujud menyembah mereka, murka TUHAN akan menyala-nyala terhadap kamu, sehingga kamu akan segera lenyap dari negeri yang baik, yang telah diberikan-Nya kepadamu.

Alkitab memuat banyak pesan terakhir dari para tua-tua kepada keturunan mereka, dan dari para pemimpin kepada umat Allah. Yang paling terkenal adalah pesan Yakub (Kejadian 49), Musa (Ulangan 32-33), dan Daud (2 Samuel 23:1-7). Demikian pula, pasal 23 dan 24 memuat pesan terakhir Yosua kepada bangsa Israel; pasal 23 merupakan perintah kepada para pemimpin Israel di Silo, dan pasal 24 merupakan nasihat kepada seluruh bangsa Israel di Sikhem.
Teks tersebut mengatakan, Lama setelah TUHAN mengaruniakan ketenteraman kepada orang Israel di segala penjuru terhadap semua musuhnya (ayat 1a), yang berarti bahwa bangsa itu pada umumnya damai, tanpa perang (lihat 11:23). Kemudian, disebutkan bahwa Yosua telah lanjut usia (ayat 1b). Ia memanggil perwakilan dari semua lapisan masyarakat, termasuk para tua-tua masyarakat, kepala suku, pejabat administrasi dan pengadilan, serta para pemimpin dari semua lapisan masyarakat (ayat 2), yang menunjukkan usianya yang lanjut dan sudah harus menempuh jalan segala yang fana (ayat 14a). Ia mendesak mereka untuk tetap waspada, kudus, dan menjaga identitas unik bangsa Israel.
Kata-kata terakhir Yosua menyerupai sebuah khotbah, dengan pembagian paragraf yang kurang jelas dan beberapa pengulangan, tetapi poin-poin penting pesannya dapat dipahami dengan jelas. Frasa TUHAN, Allahmu muncul di hampir setiap ayat, mengingatkan hadirin akan hubungan mereka dengan TUHAN. Istilah bangsa-bangsa juga muncul tujuh kali, tiga di antaranya merujuk pada orang Kanaan sebagai bangsa-bangsa yang tersisa/bangsa-bangsa yang masih tinggal di antaramu (ayat 4, 7, dan 12). Hal ini dengan jelas menunjukkan bahwa Yosua sedang memperingatkan orang Israel tentang keberadaan sisa-sisa kekuatan ini, agar mereka tidak terpengaruh olehnya dan menyimpang dari jalan TUHAN.
Yosua menekankan bahwa TUHAN telah berperang untuk Israel (ayat 3 dan 10) dan telah menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang besar dan kuat itu (ayat 9a). Sebelumnya, orang Kanaan telah mendengar perbuatan TUHAN, hati mereka gemetar ketakutan dan keberanian mereka lenyap (2:10; 5:1; 9:1; 10:1; 11:1), tetapi kini orang Israel diberkati dengan melihat mereka dengan mata kepala mereka sendiri (ayat 3a). Berdasarkan tindakan-tindakan-Nya di masa lalu, Allah menjamin bahwa Dia akan akan mengusir mereka demi kamu dan menghalau mereka dari hadapanmu (ayat 5a). Namun, kuncinya terletak pada bagaimana Israel menanggapi kasih anugerah Allah sekarang.
Yosua mengingatkan bangsa Israel untuk sungguh-sungguh bersiteguh memelihara dan melakukan semua yang tertulis dalam kitab Taurat Musa. Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri (ayat 6). Inilah persisnya nasihat dan dorongan yang Allah berikan kepada Yosua ketika ia mengambil alih tanggung jawab penting yang ditinggalkan Musa (1:7 kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, untuk bertindak dengan saksama sesuai dengan segenap hukum yang diperintahkan Musa, hamba-Ku, kepadamu. Jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri). Bangsa Israel harus berfokus pada firman TUHAN dan hidup di jalan-Nya. Mereka tidak boleh menyatu dengan orang Kanaan (ayat 7a); tidak merujuk pada interaksi biasa, yang pada kenyataannya mustahil. Kata ini sering digunakan secara metaforis untuk menyiratkan persekutuan yang erat, sehingga beberapa ahli berpendapat bahwa kata ini merujuk pada perkawinan campur. Jika bangsa Israel menjadi terlalu dekat dengan orang Kanaan, mereka secara bertahap akan menjauh dari TUHAN, dan bangsa-bangsa yang tersisa ini akan menjadi perangkap dan jerat bagimu, menjadi cambuk pada punggungmu dan duri di matamu, (ayat 13b), perangkap dan jerat adalah alat tersembunyi yang digunakan untuk menangkap burung dan mangsa. Ketika bahaya datang, mangsanya akan terkejut, sama seperti bangsa Israel yang tidak menyadari bahaya yang mereka hadapi. Cambuk dan duri adalah benda- benda kecil, seperti bangsa-bangsa, yang jumlahnya sedikit, tetapi dapat secara langsung dan nyata mencelakai bangsa Israel. Oleh karena itu, bangsa Israel harus selalu waspada, selalu menjaga hubungan yang erat dengan TUHAN, dan mengikuti-Nya dengan saksama (ayat 8a), alih-alih mengikuti bangsa-bangsa yang tersisa (ayat 12a).
Bangsa Israel harus sungguh-sungguh mengasihi TUHAN, Allahmu (ayat 11). Frasa mengasihi tuan adalah frasa yang digunakan dalam perjanjian antara negara-negara bawahan dan para penguasa mereka, yang menyiratkan kesetiaan dan tidak memberontak. Bangsa Israel harus setia dan tidak memberontak, bukan kepada raja yang lalim, melainkan kepada TUHAN Allah yang penuh kasih melindungi mereka dan memberi mereka tanah yang indah (ayat 13b, 15b, 16b).

Refleksi:
Meskipun bangsa Israel telah mewarisi tanah Kanaan yang indah, mereka masih harus menghadapi bangsa-bangsa yang tersisa. Tarikan tegangan ini bagaikan musuh-musuh rohani yang masih dihadapi orang percaya selama hidup di dunia. Kehidupan orang percaya sifatnya adalah dalam dunia dan pada saat keluar dari dunia. Berada di dunia melibatkan kontak dengan dunia yang tercemar dosa ini, tetapi seseorang harus berhati-hati dan waspada agar tidak diserbu oleh kuman dosa. Keluar dari dunia berarti memisahkan diri dari dunia ini, menarik garis yang jelas antara gaya hidup dan iman dengan dunia. Setiap hari, kita harus diubah oleh pembaharuan budi kita (Rm. 12:1-2) melalui firman Allah, membiarkan firman-Nya mengubah nilai-nilai kita.


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 22:10-12, 30-34

「Dari salah paham menuju rekonsiliasi」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 22:10-12, 30-34 [TB2])
9 Lalu pulanglah bani Ruben, bani Gad, dan suku Manasye yang setengah itu. Mereka pergi meninggalkan orang Israel, keluar dari Silo di tanah Kanaan untuk pergi ke tanah Gilead, ke tanah milik mereka yang mereka peroleh sesuai dengan titah TUHAN dengan perantaraan Musa. 10 Ketika bani Ruben, bani Gad, dan suku Manasye yang setengah itu sampai ke Gelilot, dekat Sungai Yordan, di tanah Kanaan, mereka mendirikan mezbah di sana, di tepi Sungai Yordan, suatu mezbah yang besar dan tampak megah. 11 Lalu terdengarlah oleh orang Israel kabar berikut, Bani Ruben, bani Gad, dan suku Manasye yang setengah itu telah mendirikan mezbah di seberang tanah Kanaan, di Gelilot dekat Sungai Yordan, di wilayah orang Israel. 12 Ketika orang Israel mendengar hal itu, berkumpullah segenap umat Israel di Silo untuk maju memerangi mereka. 13 Kemudian orang Israel mengutus Pinehas bin Eleazar, ke tanah Gilead, kepada bani Ruben, bani Gad, dan suku Manasye yang setengah itu. 14 Pinehas disertai sepuluh pemimpin, satu pemimpin kaum keluarga mewakili tiap suku Israel. Masing-masing mereka adalah kepala kaum keluarganya di antara kaum-kaum Israel. 15 Setelah mereka sampai ke tanah Gilead, kepada bani Ruben, kepada bani Gad, dan kepada suku Manasye yang setengah itu, berkatalah mereka kepada orang-orang itu, 16 Beginilah yang dikatakan segenap umat TUHAN: Mengapa kamu berlaku tidak setia terhadap Allah Israel dengan berbalik dari TUHAN hari ini, dengan mendirikan mezbah bagimu dan memberontak terhadap TUHAN hari ini? 17 Belum cukupkah bagi kita dosa yang dilakukan di Peor, yang menyebabkan umat TUHAN kena tulah, padahal kita belum menahirkan diri darinya sampai hari ini? 18 Mengapa kamu masih berbalik lagi dari TUHAN hari ini? Jika hari ini kamu memberontak terhadap TUHAN, besok la akan murka terhadap segenap umat Israel. 19 Akan tetapi, jika tanah milikmu itu najis, menyeberanglah ke tanah milik TUHAN, tempat Kemah Suci TUHAN itu berada, dan menetaplah di antara kami. Janganlah memberontak terhadap TUHAN dan terhadap kami dengan mendirikan bagi dirimu mezbah selain mezbah TUHAN, Allah kita. 20 Ketika Akhan bin Zerah berlaku tidak setia mengenai barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan itu, bukankah segenap umat Israel kena murka? Bukan hanya dia sendiri yang binasa karena dosanya! 21 Lalu jawab bani Ruben, bani Gad, dan suku Manasye yang setengah itu kepada para kepala kaum-kaum Israel itu, 22 TUHAN, Allah segala ilah! TUHAN, Allah segala ilah! Dialah yang mengetahui, dan patutlah orang Israel mengetahuinya juga! Jika hal itu terjadi dengan maksud memberontak atau berlaku tidak setia terhadap TUHAN, janganlah TUHAN meluputkan kami hari ini juga. 23 Sekiranya kami mendirikan mezbah untuk berbalik dari TUHAN dan mempersembahkan kurban bakaran, kurban sajian serta kurban keselamatan di atasnya, biarlah TUHAN sendiri yang menuntut balas! 24 Namun, sesungguhnya karena cemaslah kami melakukannya, sebab pikir kami: Di kemudian hari anak-anakmu mungkin akan bertanya kepada anak-anak kami: Apa urusanmu dengan TUHAN, Allah Israel? 25 Bukankah TUHAN telah menentukan Sungai Yordan sebagai batas antara kami dan kamu, hai bani Ruben dan bani Gad? Kamu tidak mempunyai bagian apa pun dalam TUHAN! Demikianlah mungkin anak-anak kamu membuat anak-anak kami tidak lagi takut akan TUHAN. 26 Sebab itu, kata kami: Marilah kita mendirikan bagi kita sebuah mezbah, bukan untuk kurban bakaran atau kurban sembelihan, 27 tetapi supaya mezbah itu menjadi saksi antara kami dan kamu dan antara keturunan kita kemudian bahwa kami akan tetap beribadah pada TUHAN di hadapan-Nya dengan kurban bakaran, kurban sembelihan, dan kurban keselamatan kami. Jadi, di kemudian hari anak-anakmu tidak mungkin akan berkata kepada anak-anak kami: Kamu tidak mempunyai bagian apa pun dalam TUHAN. 28 Lagi pula, kami pikir: Apabila di kemudian hari mereka berkata demikian kepada kita dan keturunan kita, kita akan menjawab: Lihatlah, bangunan yang menyerupai mezbah TUHAN! Nenek moyang kami telah membuatnya bukan untuk kurban bakaran atau kurban sembelihan, tetapi menjadi saksi antara kami dan kamu. 29 Sekali-kali kami tidak akan memberontak terhadap TUHAN dan berbalik dari TUHAN hari ini dengan mendirikan mezbah lain untuk kurban bakaran, kurban sajian atau kurban sembelihan, selain mezbah TUHAN, Allah kita, yang ada di depan Kemah Suci-Nya! 30 Setelah Imam Pinehas dan para pemimpin umat serta para kepala kaum-kaum Israel yang menyertai dia mendengar perkataan yang diucapkan oleh bani Ruben, bani Gad, dan bani Manasye itu, mereka menganggap hal itu baik. 31 Kemudian Imam Pinehas bin Eleazar berkata kepada bani Ruben, bani Gad, dan bani Manasye, Sekarang kami tahu bahwa TUHAN ada di antara kita, sebab kamu tidak berlaku tidak setia terhadap TUHAN. Justru kamu telah meluputkan orang Israel dari tangan TUHAN. 32 Sesudah itu, Imam Pinehas bin Eleazar serta para pemimpin itu meninggalkan bani Ruben dan bani Gad di tanah Gilead. Lalu mereka pulang ke Kanaan, kepada orang Israel, dan menyampaikan pembicaraan itu kepada orang Israel. 33 Hal itu dipandang baik oleh orang Israel, sehingga orang Israel memuji Allah. Mereka tidak lagi berkata hendak maju memerangi bani Ruben dan bani Gad untuk memusnahkan negeri yang mereka diami, 34 Bani Ruben dan bani Gad menamai mezbah itu Saksi, karena inilah saksi di antara kita bahwa TUHAN itulah Allah.

Sungai Yordan memisahkan dua setengah suku di timur sungai dari sembilan setengah suku di barat sungai, pemisahan geografis ini menciptakan pembatas dan perpecahan yang signifikan. Seperti kata pepatah, es setebal satu meter tidak terbentuk dalam semalam; konflik antara yang di timur dan di barat sungai bermula dari kesalahpahaman. Untungnya, pertanyaan delegasi suku-suku di barat Sungai Yoordan dijawab dengan penjelasan yang memuaskan dari suku-suku timur, yang pada akhirnya berujung pada rekonsiliasi dan penyelesaian sementara konflik tersebut.
Peristiwa itu terjadi ketika dua setengah suku di sebelah timur Sungai Yordan membangun sebuah mezbah di tepi Sungai Yordan (ayat 10). Teksnya agak samar, hanya menyatakan bahwa suatu mezbah yang besar dan tampak megah (ayat 10b) pasti mudah terlihat dan dibangun di tepi Sungai Yordan. Namun, teks tersebut menunjukkan bahwa mezbah itu dibangun di seberang tanah Kanaan (ayat 11a), sehingga kemungkinan besar mezbah itu berada di sebelah timur Sungai Yordan. Lebih lanjut, jika mezbah itu berada di sebelah barat Sungai Yordan, mezbah itu bisa saja dihancurkan di tempat, dan para utusan tidak perlu menyeberang ke sebelah timur Sungai Yordan menuju tanah Gilead untuk menuntut kebenaran (ayat 13a, 15a). Namun, masalahnya bukan terletak pada lokasinya, melainkan pada tujuan mezbah itu. Suku-suku di sebelah barat Sungai Yordan bersiap untuk menyerang suku-suku di sebelah timur Sungai Yordan karena mereka percaya bahwa mezbah itu digunakan untuk menyembah TUHAN. Kitab Ulangan dengan jelas menyatakan bahwa hanya boleh ada satu tempat untuk menyembah TUHAN (lihat Ul. 12:5; 14:23; 16:2, 6, dst.), dan bahwa Kemah Suci berada di Silo, sebelah barat Sungai Yordan (18:1). Namun, orang Israel, yang hanya mendengar kabar (ayat 11, 12) bahwa mezbah telah dibangun, berasumsi bahwa suku-suku di sebelah timur Sungai Yordan sedang membangun pusat ibadah baru dan karena itu siap menyerang saudara-saudara mereka sendiri. Untungnya, sebelum bertindak gegabah, mereka terlebih dahulu menanyai suku-suku di sebelah timur Sungai Yordan.
Imam Pinehas dan sepuluh pemimpin dari setiap suku mewakili suku-suku di wilayah barat sungai untuk menanyai mereka. Pinehas adalah putra Eleazar dan termasuk generasi ketiga para pemimpin. Dari teks yang mencatat pertanyaan yang diajukan (ayat 13-20), kita dapat melihat bahwa mereka berasumsi bahwa mezbah itu digunakan untuk menyembah TUHAN (ayat 13-20). Oleh karena itu, mereka segera menuduh suku-suku suku-suku di wilayah barat sungai telah meninggalkan, melanggar, dan memberontak terhadap TUHAN (ayat 16). Ini adalah pelanggaran serius. Pinehas mengutip dua insiden: satu, sebelum memasuki Kanaan, di Peor, di mana bangsa itu berzina dengan wanita-wanita Moab dan menyembah Ba’al-Peor, yang mengakibatkan tulah dari TUHAN yang menewaskan 24.000 orang (Bilangan 25:1-18); yang lainnya, setelah memasuki Kanaan, ketika Akhan diam-diam menyimpan barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, yang mengakibatkan kematian 36 orang dan kekalahan di Ai (7:1-5). Bangsa Israel masih merasakan dampak dari peristiwa Peor dan belum mampu melepaskan diri dari godaan dan daya tarik penyembahan berhala. Mereka masih takut bahwa dosa Akhan telah melibatkan seluruh umat Israel, dan mereka khawatir bahwa orang-orang di sebelah timur Sungai Yordan akan mencelakai seluruh jemaat Israel.
Setelah mendengar pertanyaan dari suku-suku di sebelah barat Sungai Yordan, suku-suku di sebelah timur Sungai Yordan menjelaskan kekhawatiran mereka bahwa keturunan mereka di sebelah barat Sungai Yordan mungkin mempertanyakan bahwa mereka tidak memiliki hubungan dengan TUHAN (ayat 24). Kekhawatiran ini terutama bermula dari fakta bahwa sungai yang memisahkan mereka menciptakan penghalang psikologis antara kedua wilayah tersebut, yang menciptakan arus tersembunyi dari perpecahan (ayat 25). Kekhawatiran suku-suku di sebelah timur Sungai Yordan ini bukannya tanpa dasar. Suku Ruben dan Gad khususnya khawatir, karena separuh dari suku Manasye tetap berada di sebelah barat Sungai Yordan. Oleh karena itu, dalam tanggapan mereka, suku-suku di sebelah timur Sungai Yordan hanya menyebutkan Ruben dan Gad, dan tidak menyebutkan separuh suku Manasye (ayat 25a), dan Pinehas melakukan hal yang sama (ayat 32). Lebih lanjut, suku-suku di sebelah barat Sungai Yordan juga secara tidak sadar mempertanyakan keabsahan dari tanah di sebelah timur Sungai Yordan secara hukum Allah. Oleh karena itu, ketika ditanya, mereka berkata, Akan tetapi, jika tanah milikmu itu najis, menyeberanglah ke tanah milik TUHAN, tempat Kemah Suci TUHAN itu berada, dan menetaplah di antara kami (ayat 19a). Karena kekhawatiran ini, suku-suku timur membangun replika mezbah, bukan untuk persembahan, melainkan sebagai saksi (ayat 27, 28) dan sebagai pengingat yang berbentuk konkret.
Ketika Pinehas dan para pemimpin suku di sebelah barat Sungai Yordan mendengar penjelasan dari suku-suku di sebelah timur Sungai Yordan, mereka berdua memandang situasi itu sebagai hal yang baik (ayat 30, 33). Kedua belah pihak sepakat, TUHAN ada di antara kita (ayat 31, 34). Mezbah ini tidak hanya melambangkan persatuan bangsa Israel di kedua sisi Sungai Yordan, tetapi juga mengingatkan generasi yang akan datang bahwa hanya TUHAN adalah satu-satunya yang layak menerima penyembahan dan komitmen mereka.

Refleksi:
Proses kesalahpahaman dan rekonsiliasi di kedua sisi Sungai Yordan sungguh layak untuk diteladani. Pertama, suku-suku di sebelah barat Sungai Yordan murka hanya karena mendengar kabar penuh tuduhan tersebut, tetapi untungnya, mereka menanyakan alasannya sebelum bertindak. Cepat mendengar, lambat berbicara, dan lambat marah (Yakobus 1:19b) memang merupakan cara yang baik untuk mencegah kesalahpahaman. Suku-suku di sebelah timur Sungai Yordan menyampaikan kekhawatiran mereka dengan nada yang baik dan menjelaskan alasan pembangunan mezbah, menyelesaikan kesalahpahaman, dan menghindari kemungkinan perang saudara. Mereka merupakan contoh yang baik dari jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan amarah (Amsal 15:1). Terakhir, kita perhatikan bahwa yang pada akhirnya menyatukan suku-suku di kedua sisi adalah kehadiran TUHAN di tengah-tengah mereka; iman dan tujuan ibadah mereka yang sama merupakan fondasi persatuan mereka. Pelajaran apa yang dapat kita petik dari peristiwa ini tentang persatuan gereja dan resolusi konflik?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 22:1-9

「Memenuhi janji」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 22:1-9 [TB2])
1 Setelah itu, Yosua memanggil orang Ruben, orang Gad, dan suku Manasye yang setengah itu, 2 dan berkata kepada mereka, Kamu telah memelihara segala yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, dan telah mendengarkan perkataanku, segala yang kuperintahkan kepadamu. 3 Kamu tidak meninggalkan saudara-saudaramu selama ini, sampai hari ini pun, tetapi dengan setia kamu memelihara perintah TUHAN, Allahmu. 4 Namun, sekarang TUHAN, Allahmu, telah mengaruniakan ketenteraman kepada saudara-saudaramu, seperti yang dijanjikan-Nya kepada mereka. Oleh sebab itu, pulanglah ke kemahmu, ke tanah milikmu, yang telah diberikan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, di seberang Yordan. 5 Hanya saja, lakukanlah dengan saksama perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu: mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu. 6 Yosua memberkati mereka dan melepas mereka pergi. Lalu mereka pulang ke kemah mereka. 7 Kepada suku Manasye yang setengah telah diberikan Musa bagian mereka di Basan, sedangkan kepada suku yang setengah lagi diberikan Yosua bagian mereka di antara saudara-saudara mereka di sebelah barat Sungai Yordan. Lagi pula ketika Yosua melepas mereka pergi ke kemah mereka, ia memberkati mereka 8 dan berpesan kepada mereka, Pulanglah ke kemahmu dengan kekayaan yang melimpah, dengan ternak yang sangat banyak, dengan perak, emas, tembaga, besi dan pakaian yang berlimpah ruah. Bagilah dengan saudara-saudaramu apa yang kamu jarah dari musuh-musuhmu itu. 9 Lalu pulanglah bani Ruben, bani Gad, dan suku Manasye yang setengah itu. Mereka pergi meninggalkan orang Israel, keluar dari Silo di tanah Kanaan untuk pergi ke tanah Gilead, ke tanah milik mereka yang mereka peroleh sesuai dengan titah TUHAN dengan perantaraan Musa.

Tiga pasal terakhir Kitab Yosua (pasal 22-24) merupakan nasihat perpisahan Yosua kepada berbagai kelompok: pertama kepada dua setengah suku di sebelah timur Sungai Yordan (22:1-8), kemudian kepada para pemimpin Israel (pasal 23), dan terakhir kepada seluruh Israel (24:1-27). Setiap nasihat lebih panjang dan lebih rinci daripada sebelumnya.
Yosua memanggil Ruben, Gad, dan separuh suku Manasye, yang hendak kembali ke sebelah timur Sungai Yordan. Pertama-tama, ia memuji mereka karena menaati perintah Musa dan mengindahkan peringatan Yosua (ayat 2). Lebih penting lagi, mereka menaati perintah TUHAN (ayat 3). Perintah Musa dan Yosua berasal dari garis perintah yang sama, berasal dari TUHAN. Ketika Ruben, Gad, dan separuh suku Manasye meminta tanah pusaka di sebelah timur Sungai Yordan, mereka telah berjanji kepada Musa bahwa mereka akan bergabung dengan suku-suku lain dalam pertempuran di sebelah barat Sungai Yordan sampai suku-suku lainnya mendapatkan tanah pusaka mereka dan barulah kemudian akan kembali ke sebelah timur Sungai Yordan untuk dipersatukan kembali dengan keluarga mereka (lihat Bilangan 32:16-32). Sebelum memimpin orang Israel ke Kanaan, Yosua mengulangi perintah Musa kepada kedua setengah suku ini (1:12-18). Mereka tidak meninggalkan saudara-saudara mereka dan telah memenuhi janji mereka hingga hari ini.
Sembilan setengah suku di sebelah barat Sungai Yordan telah menerima tanah warisan mereka dan menemukan ketenteraman yang diberikan TUHAN. Kini tibalah waktunya bagi dua setengah suku untuk kembali ke kemah mereka, ke tanah warisan mereka di sebelah timur Sungai Yordan (ayat 4, sekarang TUHAN, Allahmu, telah mengaruniakan ketenteraman kepada saudara-saudaramu, seperti yang dijanjikan-Nya kepada mereka. Oleh sebab itu, pulanglah ke kemahmu, ke tanah milikmu, yang telah diberikan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, di seberang Yordan). Kata kemah dalam pulanglah ke kemahmu (ayat 4b, 6b, dan 7b) merujuk pada kemah-kemah tempat para prajurit tinggal saat bertugas di medan perang, dan terlebih lagi merujuk ke rumah mereka yang telah ditentukan di sebelah timur Sungai Yordan. Singkatnya, Yosua mengumumkan kepada mereka: Sekaranglah waktunya bagimu untuk pulang.
Dua setengah suku, yang diberkati Yosua, kembali ke sebelah timur Sungai Yordan dengan jarahan perang mereka untuk dibagikan kepada saudara-saudara mereka. Mereka membawa serta banyak kekayaan, sangat banyak ternak, emas, perak, perunggu, besi, dan pakaian yang berlimpah ruah (ayat 8, Pulanglah ke kemahmu dengan kekayaan yang melimpah, dengan ternak yang sangat banyak, dengan perak, emas, tembaga, besi dan pakaian yang berlimpah ruah. Bagilah dengan saudara-saudaramu apa yang kamu jarah dari musuh-musuhmu itu). Menurut Yosua 4:13, kelompok ini, yang bersenjata lengkap untuk berperang dan kini membawa pakaian perang, kembali dengan kemenangan, mereka pergi meninggalkan orang Israel, keluar dari Silo di tanah Kanaan untuk pergi ke tanah Gilead, ke tanah milik mereka (ayat 9b), jumlah mereka sekitar 40.000 orang. Para prajurit ini, setelah meninggalkan rumah mereka dan mempertaruhkan nyawa untuk bertempur bersama suku-suku lain, akhirnya dapat kembali ke tanah pusaka mereka. Menurut Bilangan 26, dua setengah suku tersebut memiliki sekitar 110.000 orang yang mampu berperang (Bilangan 26:7, 18, 34). Empat puluh ribu prajurit berangkat berperang, meninggalkan sisanya untuk mengurus dan melindungi istri, anak-anak, dan ternak mereka. Musa menyampaikan hukum bahwa jarahan perang harus dibagi: setengahnya untuk para prajurit terbaik yang telah bertempur, dan setengahnya lagi untuk orang-orang yang tertinggal (Bilangan 31:27). Oleh karena itu, para prajurit yang kembali menerima sekitar dua kali lipat dari para prajurit yang tetap tinggal di timur Sungai Yordan.
Yosua sekali lagi mengingatkan mereka untuk terus menaati perintah dan hukum TUHAN di hari-hari mendatang. Nasihatnya menggunakan lima frasa tindakan: lakukanlah dengan saksama perintah dan hukum yang diperintahkan Musa, hamba TUHAN itu kepadamu; mengasihi TUHAN, Allahmu; hidup menurut di segala jalan-Nya; tetap mengikuti perintah-Nya; dan berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu (ayat 5). Dua setengah suku itu kembali ke tanah pusaka mereka, membawa jarahan, serta instruksi dan berkat dari Yosua.

Refleksi:
Dua setengah suku itu rela mempertaruhkan nyawa, meninggalkan rumah mereka, dan berjuang bersama suku-suku lainnya. Mereka tak hanya memenuhi janji mereka kepada TUHAN dan manusia, tetapi juga kembali dengan harta jarahan yang melimpah. Mari merenungkan dengan tenang: apakah saya pernah berjanji kepada Tuhan atau sesama manusia? Jika ya, apakah saya telah berusaha sebaik mungkin untuk memenuhinya?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 21:1-8

「Bagian yang diberikan kepada kaum Lewi」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 21:1-8 [TB2])
1 Kemudian para kepala kaum keluarga Lewi datang menghadap Imam Eleazar dan Yosua bin Nun serta para kepala kaum keluarga di antara suku-suku orang Israel, 2 lalu berkata kepada mereka di Silo, di tanah Kanaan, TUHAN telah memerintahkan dengan perantaraan Musa, supaya kepada kami diberikan kota-kota untuk dihuni serta tanah-tanah penggembalaannya untuk ternak kami. 3 Lalu orang Israel memberikan dari milik pusaka mereka kota-kota yang berikut serta tanah-tanah penggembalaannya kepada orang Lewi, sesuai dengan titah TUHAN.

4 Berikut ini undi bagi kaum-kaum Kehat: Keturunan Imam Harun dari antara orang Lewi melalui undi mendapat tiga belas kota dari suku Yehuda, dari suku Simeon dan dari suku Benyamin, 5 sedangkan keturunan Kehat lainnya melalui undi mendapat sepuluh kota dari kaum-kaum suku Efraim, dari suku Dan, dan dari suku Manasye yang setengah itu.
6 Keturunan Gerson mendapat melalui undi tiga belas kota dari kaum-kaum suku Isakhar, dari suku Asyer, dari suku Naftali, dan dari setengah suku Manasye yang di Basan itu.
7 Keturunan Merari melalui undi mendapat dua belas kota menurut kaum-kaum mereka, dari suku Ruben, dari suku Gad, dan dari suku Zebulon.
8 Demikianlah orang Israel melalui undi memberi kepada orang Lewi kota-kota itu serta tanah-tanah penggembalaannya, seperti yang diperintahkan TUHAN dengan perantaraan Musa.

9 Dari milik suku Yehuda dan suku Simeon orang Israel memberikan kota-kota yang namanya disebut berikut ini: 10 Karena mendapat undi yang pertama, kepada keturunan Harun dari kaum-kaum Kehat yang termasuk keturunan Lewi 11 diberi Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di pegunungan Yehuda serta tanah-tanah penggembalaan sekelilingnya. Arba adalah bapa leluhur orang Enaq. 12 Tetapi, tanah ladang kota itu dengan desa-desanya telah mereka berikan kepada Kaleb bin Yefune sebagai miliknya. 13 Kepada keturunan Imam Harun mereka berikan Hebron, kota perlindungan untuk pembunuh, serta tanah-tanah penggembalaan kota itu, dan Libna serta tanah-tanah penggembalaannya, 14 Yatir serta tanah-tanah penggembalaannya, Estemoa serta tanah-tanah penggembalaannya, 15 Holon serta tanah-tanah penggembalaannya, Debir serta tanah-tanah penggembalaannya, 16 Ain serta tanah-tanah penggembalaannya, Yuta serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Bet-Semes serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya sembilan kota dari kedua suku itu, 17 Dari suku Benyamin: Gibeon serta tanah-tanah penggembalaannya, Geba serta tanah-tanah penggembalaannya, 18 Anatot serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Almon serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya empat kota. 19 Kota-kota yang menjadi milik keturunan Harun, para imam itu, seluruhnya tiga belas kota serta tanah-tanah penggembalaannya. 20 Kaum-kaum Kehat lainnya, orang Lewi keturunan Kehat, melalui undi mendapat kota-kota dari suku Efraim. 21 Kepada mereka diberikan Sikhem, kota perlindungan untuk pembunuh, serta tanah-tanah penggembalaannya, di Pegunungan Efraim, Gezer serta tanah-tanah penggembalaannya, 22 Kibzaim serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Bet-Horon serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya empat kota. 23 Dari suku Dan: Elteke serta tanah-tanah penggembalaannya, Gibeton serta tanah-tanah penggembalaannya, 24 Ayalon serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Gat-Rimon serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya empat kota. 25 Dari suku Manasye yang setengah itu: Ta’anakh serta tanah-tanah penggembalaannya dan Gat-Rimon serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya dua kota. 26 Kaum Kehat yang lainnya itu mendapat seluruhnya sepuluh kota serta tanah-tanah penggembalaannya.

27 Keturunan Gerson, dari kaum Lewi mendapat dari suku Manasye yang setengah lagi: Golan, kota perlindungan untuk pembunuh, di Basan, serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Be’estera serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya dua kota. 28 Dari suku Isakhar: Kisyon serta tanah-tanah penggembalaannya, Dobrat serta tanah-tanah penggembalaannya, 29 Yarmut serta tanah-tanah penggembalaannya, dan En-Ganim serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya empat kota. 30 Dari suku Asyer: Misal serta tanah-tanah penggembalaannya, Abdon serta tanah-tanah penggembalaannya, 31 Helkat serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Rehob serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya empat kota. 32 Dari suku Naftali: Kedes, kota perlindungan untuk pembunuh, di Galilea, serta tanah-tanah penggembalaannya, Hamot-Dor serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Kartan serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya tiga kota. 33 Kaum-kaum Gerson itu mendapat seluruhnya tiga belas kota serta tanah-tanah penggembalaannya.

34 Kaum-kaum Merari, orang Lewi yang lainnya itu, mendapat dari suku Zebulon: Yokneam serta tanah-tanah penggembalaannya, Karta serta tanah-tanah penggembalaannya, 35 Dimna serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Nahalal serta tanah-tanah Penggembalaannya; jumlahnya empat kota. 36 Dari suku Ruben: Bezer, serta tanah-tanah penggembalaannya, Yahas serta tanah-tanah penggembalaannya, 37 Kedemot serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Mefa’at serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlahnya empat kota, 38 Dari suku Gad: Ramot, kota perlindungan untuk pembunuh, di Gilead, serta tanah-tanah penggembalaannya, Mahanaim serta tanah-tanah penggembalaannya, 39 Hesbon serta tanah-tanah penggembalaannya, dan Yaezer serta tanah-tanah penggembalaannya; jumlah seluruhnya empat kota. 40 Semua kota itu menjadi milik kaum-kaum orang Lewi selebihnya, yaitu kaum-kaum keturunan Merari. Kota-kota yang mereka dapat melalui undi berjumlah dua belas.

41 Kota-kota orang Lewi di antara milik orang Israel berjumlah empat puluh delapan kota serta tanah-tanah penggembalaannya. 42 Masing-masing kota itu mempunyai tanah-tanah penggembalaan di sekelilingnya. Demikianlah halnya dengan seluruh kota-kota itu.

[Ketenteraman di negeri yang dijanjikan TUHAN]
43 Jadi, TUHAN sudah memberikan kepada orang Israel seluruh negeri itu, yang dijanjikan-Nya dengan sumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan menetap di sana.
44 TUHAN mengaruniakan kepada mereka ketenteraman di segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyang mereka. Tidak satu pun musuh mereka tahan menghadapi mereka. Semua musuh mereka diserahkan TUHAN ke dalam tangan mereka. 45 Segala janji yang indah, yang difirmankan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang gugur. Semuanya terpenuhi.

Pasal 21 terutama membahas bagian untuk orang Lewi di Kanaan. Perikop ini disusun dalam beberapa bagian sederhana, dimulai dengan suku Lewi yang menghadap para leluhur, imam-imam Eleazar, dan Yosua, untuk meminta orang Israel agar memberikan tanah sesuai dengan perintah TUHAN (ayat 1-3). Bagian kedua dibagi menjadi dua bagian: deskripsi singkat tentang kota-kota yang diterima orang Lewi (ayat 4-8), diikuti dengan daftar rinci kota-kota tersebut (ayat 9-40). Bagian penutup berupa ringkasan (ayat 41-42). Tiga ayat terakhir (ayat 43-45) merangkum isi dari dua puluh satu pasal kitab ini.
Mengenai bagian orang Lewi, Kitab Yosua menyebutkan warisan mereka tiga kali (13:14, 33; 18:7). Di sini, warisan Allah bagi orang Lewi berbeda dari cara Dia memberikannya kepada suku-suku Israel. Dia membagi semua tanah di antara suku-suku lain, kemudian memerintahkan mereka untuk mengalokasikan sebagian dari tanah mereka, termasuk kota-kota dan pinggiran kota, bagi orang Lewi untuk menggembalakan ternak mereka. TUHAN telah memerintahkan dan dengan jelas menetapkan bahwa orang Lewi akan diberikan empat puluh delapan kota, dengan kota-kota perlindungan di dalamnya (Bilangan 35:2, 6-7). Singkatnya, penyediaan pemeliharaan Allah bagi orang Lewi berasal dari persembahan umat-Nya.
Sesuai dengan perintah TUHAN, orang Israel membagi warisan mereka kepada tiga suku Lewi. Suku-suku ini, jika diurutkan berdasarkan kelahiran, adalah Gerson, Kehat, dan Merari (Kejadian 46:11). Namun, karena garis keturunan imam Harun berasal dari Kehat dan memiliki kedudukan yang lebih tinggi, urutannya berubah menjadi Kehat, Gerson, dan Merari (ayat 4-8). Orang Kehat dapat dibagi menjadi dua kelompok: keturunan imam Harun (ayat 4b) dan keturunan non-imam lainnya (ayat 5). Berdasarkan lokasi, kota-kota keturunan Harun terletak di bagian tengah dan selatan Kanaan (ayat 11-19), keturunan Kehat yang lainnya terletak sedikit di utara suku Yehuda (ayat 20-26), orang Gerson terletak lebih jauh di utara (ayat 27-33), dan orang Merari diberi kota-kota di utara Kanaan dan di timur Sungai (ayat 33-40). Lebih lanjut, urutan kemunculan suku-suku Lewi umumnya berkaitan dengan pentingnya tanggung jawab mereka di Kemah Suci dan kedekatan mereka dengan Bait Suci di Yerusalem. Kota-kota yang diberikan kepada para imam keturunan Harun adalah yang paling dekat dengan Yerusalem, dan seterusnya.
Orang Lewi diberi empat puluh delapan kota dan padang rumput untuk ternak (ayat 41). Enam kota perlindungan muncul dalam daftar kota-kota orang Lewi: Hebron (ayat 13), Sikhem (ayat 21), Golan (ayat 27), Kedes (ayat 32), Bezer (ayat 36), dan Ramot (ayat 38). Kecuali Bezer, kota-kota lainnya ditetapkan sebagai kota perlindungan, untuk alasannya kita tidak bisa mengetahuinya. Tiga kota masing-masing terletak di sebelah timur Sungai Yordan dan sebelah barat Sungai Yordan, menyediakan tempat berlindung yang aman bagi mereka yang secara tidak sengaja membunuh seseorang, agar mendapatkan kesempatan pengadilan yang adil.
Apa makna rohani dari catatan terperinci tentang warisan suku Lewi ini? Pertama, orang Lewi, dengan iman mereka yang teguh akan penggenapan janji TUHAN, secara proaktif menuntut bagian mereka, seperti yang telah dilakukan Kaleb (14:6-15) dan kelima putri Zelafehad (17:3-6) sebelumnya. Kedua, mereka menerima warisan dari suku-suku Israel. Orang Israel harus memenuhi tanggung jawab mereka sesuai dengan perintah TUHAN dan memberikan bagian mereka kepada Lewi. Lewi, pada gilirannya, memahami bahwa meskipun mereka menerima warisan dari berbagai suku, pemberian utama tetap dari TUHAN. Terakhir, suku Lewi tersebar di antara suku-suku. TUHAN bermaksud agar mereka mengajarkan Firman Allah kepada umat-Nya (2 Tawarikh 17:9; 35:3), membantu dalam pekerjaan memberi keputusan dalam hal hukum TUHAN dan dalam hal perselisihan di berbagai tempat (2 Tawarikh 19:8), menerima persembahan kepada TUHAN dari suku-suku (2 Tawarikh 24:5), dan melindungi orang Israel dari pengaruh agama dan budaya orang Kanaan di sekitarnya.

Refleksi:
Allah membagikan tanah secara langsung kepada kedua belas suku dan juga melalui suku-suku kepada orang Lewi. Kedua cara penyediaan yang berbeda ini berasal dari satu sumber yang sama: TUHAN. Kedua belas suku harus setia memenuhi tanggung jawab mereka, dan orang Lewi, pada gilirannya, harus menerima upah yang setimpal atas pelayanan setia mereka kepada TUHAN. Prinsip memberi dan menerima ini mengingatkan Anda akan hal apa?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 20:1-9

「Mendirikan kota Perlindungan」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 20:1-9 [TB2])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua, 2 Katakan kepada orang Israel: Tentukanlah bagimu kota-kota perlindungan, seperti yang telah Kusampaikan kepadamu dengan perantaraan Musa. 3 Siapa yang membunuh seseorang tanpa sengaja dan tanpa rencana, dapat melarikan diri ke sana. Kota-kota itu menjadi tempat perlindungan bagimu dari penuntut utang darah. 4 Apabila ia melarikan diri ke salah satu kota itu, ia harus berdiri di depan pintu gerbang kota itu dan memberitahukan perkaranya kepada para tua-tua kota. Mereka harus menerima dia dalam kota itu dan memberinya tempat, sehingga ia dapat tinggal di antara mereka. 5 Apabila penuntut utang darah itu mengejar dia, mereka tidak boleh menyerahkan pembunuh itu ke dalam tangannya, sebab ia membunuh sesamanya tanpa rencana dan ia tidak menaruh dendam sebelumnya. 6 la harus tetap tinggal di kota itu sampai ia dihadapkan kepada jemaah untuk diadili, dan sampai imam besar yang ada pada waktu itu meninggal. Sesudah itu, barulah pembunuh itu boleh pulang ke kotanya dan ke rumahnya, ke kota dari mana ia melarikan diri. 7 Untuk itu, orang Israel mengkhususkan Kota Kedes di Galilea di pegunungan Naftali, dan Sikhem di Pegunungan Efraim, serta Kiryat-Arba, yaitu Hebron, di pegunungan Yehuda. 8 Selain itu, di seberang Sungai Yordan, di sebelah timur Yerikho, mereka menentukan Bezer, di padang gurun, di dataran tinggi, dari suku Ruben, dan Ramot di Gilead dari suku Gad, dan Golan di Basan dari suku Manasye. 9 Itulah kota-kota yang ditetapkan bagi semua orang Israel dan para pendatang yang ada di antara mereka, supaya setiap orang yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja dapat melarikan diri ke sana dan tidak dibunuh oleh tangan penuntut utang darah sebelum ia dihadapkan kepada jemaah.

Meskipun kedua belas suku Israel telah menerima bagian masing-masing untuk menjadi tanah pusaka, masih ada dua rencana pembagian tanah: enam kota perlindungan (pasal 20) dan empat puluh delapan kota untuk ditinggali dan diurus oleh orang Lewi (pasal 21). TUHAN telah memerintahkan Musa untuk mengajar orang Israel agar membangun kota-kota perlindungan, dan sekarang Ia memerintahkan Yosua untuk melaksanakannya (ayat 2). Instruksi Musa dicatat dalam Bilangan 35:9-28, Ulangan 4:41-43, dan 19:1-13. Oleh karena itu, membangun kota-kota perlindungan bukanlah perintah baru, melainkan tanda bahwa janji TUHAN telah digenapi.
Bangsa Israel mendirikan tiga kota perlindungan di sebelah barat Sungai Yordan, berurutan dari utara ke selatan. Kota paling utara adalah Kedes di Naftali, di tengah adalah Sikhem di Efraim, dan di paling selatan adalah Hebron di suku Yehuda (ayat 7). Di sebelah timur Sungai Yordan juga menyerahkan tiga kota, berurutan dari selatan ke utara. Di selatan adalah Bezer di suku Ruben, di tengah adalah Ramot di Gilead di suku Gad, dan di utara adalah Golan di Basan di suku Manasye (ayat 8). Jalan-jalan menuju kota-kota ini harus dibangun dengan baik dan mudah diakses (Ulangan 19:2-3). Bangsa Israel mengkhususkan (ayat 7a) kota-kota perlindungan ini, menjadikannya sebagai tempat-tempat suci. Kota-kota perlindungan ini adalah kota-kota yang ditetapkan bagi semua orang Israel dan para pendatang yang ada di antara mereka (ayat 9a).
Berbagai tokoh dalam narasi ini dan interaksi mereka satu sama lain menjelaskan fungsi dan tujuan kota perlindungan. Pertama, pembunuh adalah seseorang yang membunuh seseorang tanpa sengaja dan tanpa rencana (ayat 3a), tanpa sengaja(bivl i-daʿat) berarti ceroboh, tidak disengaja, tanpa rencana (šəgāgāh) merujuk pada mereka yang tahu apa yang mereka lakukan tetapi tidak menyadari bahwa mereka melanggar hukum. Para pelaku dan korban mereka tidak memiliki dendam satu sama lain (ayat 5b). Singkatnya, pembunuhan yang tidak disengaja adalah pembunuhan yang ceroboh dan tidak disengaja, tidak dimotivasi oleh kebencian, niat yang disengaja, atau pembunuhan yang direncanakan sebelumnya. Pembunuh yang tidak disengaja, baik orang Israel maupun orang asing di antara mereka (ayat 9a), dapat melarikan diri ke kota perlindungan untuk mencari perlindungan dari penuntut balas darah.
Kedua, kata penuntut utang darah muncul tiga kali dalam ayat 3, 5, dan 9. Arti asli dari penuntut utang darah (gōēl) adalah penebus. Penebus ini adalah kerabat terdekat korban, yang tanggung jawab utamanya adalah menebus tanah yang telah dijual kerabat tersebut karena kemiskinan (lihat Im. 25:25) atau menebus kerabat yang telah menjual diri mereka sebagai budak (lihat Im. 25:47-48). Singkatnya, penuntut utang bisa jadi putra atau saudara almarhum, yang bertanggung jawab untuk mencari keadilan bagi almarhum dan menebus kerugian almarhum (lihat Bilangan 35:19, 21). Penuntut utang darah mengejar pelaku dan memberinya hukuman yang pantas.
Ketiga, para tua-tua dan jemaat kota berperan sebagai penengah keadilan. Setelah mencapai gerbang kota, tempat kasus-kasus biasanya dibahas, perselisihan diselesaikan, dan proses hukum dijalankan, pembunuh yang tidak sengaja dapat memperoleh pengadilan yang adil (ayat 4b, 6a, 9c). Jika pembunuh tersebut memang melakukan kejahatan secara tidak sengaja, ia akan diberikan suaka dan tinggal di kota perlindungan. Namun, sebagaimana ditunjukkan dengan jelas oleh pemenjaraan Simei oleh raja Salomo di Yerusalem (1 Raja-raja 2:36-38), ia bertanggung jawab atas makanan, pakaian, dan tempat tinggalnya sendiri. Situasi ini serupa dengan asas praduga tak bersalah dalam hukum umum dewasa ini; pembunuh yang tidak sengaja juga dikenakan hukuman dan pembatasan yang sesuai, terbatas di kota perlindungan. Karena semua kota perlindungan terletak di kota-kota orang Lewi (lihat Bilangan 35:6), para pembunuh yang tidak sengaja akan memiliki akses yang lebih besar terhadap ajaran Firman Allah dan bimbingan orang-orang Lewi yang ahli dalam hukum Allah. Ini, seperti fasilitas pemasyarakatan modern, menyediakan kesempatan rehabilitasi bagi pembunuh yang tidak disengaja.
Terakhir, peran imam besar; kematiannya berkaitan erat dengan pembebasan sang pelindung. Meskipun orang yang menumpahkan darah mungkin telah membunuh seseorang secara tidak sengaja, ia tetap menumpahkan darah orang yang tidak bersalah. Prinsip Alkitab tetap sama: barangsiapa menumpahkan darah, oleh siapa darahnya akan ditumpahkan. Kematian imam besar melambangkan penebusan dosa, yang tidak bersalah menggantikan yang bersalah, kematiannya menggantikan kematian yang seharusnya ditanggung oleh pembunuh yang tidak sengaja, membebaskannya dan memungkinkannya untuk mendapatkan kembali kebebasannya. Ini mungkin penjelasan yang paling masuk akal untuk pernyataan bahwa la harus tetap tinggal di kota itu sampai ia dihadapkan kepada jemaah untuk diadili, dan sampai imam besar yang ada pada waktu itu meninggal. Sesudah itu, barulah pembunuh itu boleh pulang ke kotanya dan ke rumahnya, ke kota dari mana ia melarikan diri (ayat 6b).

Refleksi:
Pembentukan kota-kota perlindungan menunjukkan keadilan dan belas kasihan Allah; para pelaku kejahatan menerima pengadilan yang adil dan perlindungan yang layak. Jika pembunuhan terbukti tidak disengaja, mereka akan menerima hukuman yang pantas dan kesempatan untuk menerima pembinaan dan pembaruan. Pembentukan kota-kota perlindungan, proses pengadilan yang adil, dan hukuman yang pantas dapat menjadi acuan bagi disiplin gereja dan penyelesaian perselisihan antar umat beriman. Pelajaran apa yang Anda petik dari pembentukan kota-kota perlindungan?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 19:49-51

「Yosua mendapat pembagian tanah pusaka」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 19:49-51 [TB2])
1 Undi yang kedua keluar bagi Simeon, suku Simeon, menurut kaum mereka. Milik pusaka mereka ada di antara milik pusaka bani Yehuda. 2 Sebagai milik pusaka mereka menerima: Bersyeba, Syeba, Molada, 3 Hazar-Sual, Bala, Ezem, 4 Eltolad, Betul, Horma, 5 Ziklag, Bet-Hamarkabot, Hazar-Susa, 6 Bet-Lebaot, dan Saruhen: tiga belas kota dengan desa-desanya. 7 Ain, Rimon, Eter, dan Asan: empat kota dengan desa-desanya; 8 juga semua desa di sekeliling kota-kota tadi, sampai ke Ba’alat-Be’er, yaitu Rama yang di Tanah Selatan. Itulah milik pusaka suku Simeon menurut kaum mereka. 9 Milik pusaka bani Simeon diambil dari bagian bani Yehuda. Karena bagian bani Yehuda itu terlalu besar bagi mereka, bani Simeon menerima milik pusaka di antara mereka. [Undi ketiga: Milik pusaka suku Zebulon] 10 Undi ketiga diperoleh bani Zebulon, menurut kaum mereka. Batas milik pusaka mereka sampai ke Sarid. 11 Ke sebelah barat batas mereka itu naik ke Marala, bersinggungan dengan Dabeset dan bersinggungan dengan wadi di seberang Yokneam. 12 Dari Sarid batas itu berbalik ke timur, ke arah matahari terbit, ke daerah Kislot-Tabor, terus ke Dobrat, naik ke Yafia, 13 dari sana terus ke timur, ke arah matahari terbit, ke Gat-Hefer, ke Et-Kazin, terus ke Rimon, dan melengkung ke Nea. 14 Kemudian batas itu melingkar ke sebelah utara, ke Hanaton, dan berakhir di Lembah Yiftah-El. 15 Selain itu ada Katat, Nahalal. Simron, Yidala, dan Betlehem. Seluruhnya dua belas kota dengan desa-desanya. 16 Itulah milik pusaka bani Zebulon menurut kaum mereka, kota-kota itu dengan desa-desanya. [Undi keempat: Milik pusaka suku Isakhar] 17 Undi keempat diterima Isakhar, bani Isakhar menurut kaum mereka. 18 Wilayah mereka ialah Yizre’el, Kesulot, Sunem, 19 Hafaraim, Sion, Anaharat, 20 Rabit, Kisyon, Ebes, 21 Remet, En-Ganim, En-Hada, dan Bet-Pazes. 22 Batas wilayah mereka bersinggungan dengan Tabor, Sahazima, dan Bet-Semes. Lalu batas itu berakhir di Sungai Yordan. Seluruhnya enam belas kota dengan desa-desanya. 23 Itulah milik pusaka suku Isakhar menurut kaum mereka, kota-kota mereka dengan desa-desanya. [Undi kelima: Milik pusaka suku Asyer] 24 Undi kelima diterima suku Asyer menurut kaum mereka. 25 Wilayah mereka ialah Helkat, Hali, Beten, Akhsaf, 26 Alamelekh, Amad, dan Misal; dan batasnya bersinggungan dengan Gunung Karmel dan Sungai Libnat di sebelah barat, 27 kemudian berbalik ke arah matahari terbit, ke Bet-Dagon, bersinggungan dengan wilayah Zebulon dan Lembah Yiftah-El di sebelah utara, Bet-Emek dan Nehiel, terus ke Kabul di sebelah utara, 28 ke Ebron, Rehob, Hamon, dan Kana sampai ke Sidon Besar. 29 Kemudian batas itu berbalik ke Rama dan sampai ke Kota Tirus yang berkubu. Lalu batas itu berbalik ke Hosa dan berakhir di laut. Selain itu ada Mahalab, Akhzib, 30 Uma, Afek, dan Rehob. Seluruhnya dua puluh dua kota dengan desa-desanya. 31 Itulah milik pusaka suku Asyer menurut kaum mereka, kota-kota itu dengan desa-desanya. [Undi keenam: Milik pusaka suku Naftali] 32 Undi keenam diterima bani Naftali, bani Naftali menurut kaum mereka. 33 Batas wilayah mereka mulai dari Helef, dari pohon tarbantin di Za’ananim, Adami-Nekeb dan Yabne’el, sampai ke Lakum, dan berakhir di Sungai Yordan. 34 Kemudian batas itu berbalik ke barat, ke Aznot-Tabor, dari sana terus ke Hukok, bersinggungan dengan wilayah Zebulon di sebel sebelah selatan, bersinggungan dengan wilayah Asver di sebelah barat dan wilayah Yehuda pada Sungai Yordan, di sebelah matahari terbit. 35 Kota-kota yang berkubu ialah Zidim, Zer, Hamat, Rakat, Kineret, 36 Adama, Rama, Hazor, 37 Kedes, Edrei, En-Hazor, 38 Yiron, Migdal-El, Horem, Bet-Anat, dan Bet-Semes. Seluruhnya sembilan belas kota dengan desa-desanya. 39 Itulah milik pusaka suku Naftali menurut kaum mereka, kota-kota itu dengan desa-desanya. [Undi ketujuh: Milik pusaka suku Dan] 40 Undi ketujuh diterima suku Dan menurut kaum mereka. 41 Wilayah milik pusaka mereka ialah Zora, Estaol, Ir-Semes, 42 Sa’alabin, Ayalon, Yitla, 43 Elon, Timna, Ekron, 44 Elteke, Gibeton, Ba’alat, 45 Yehud, Bene-Berak, Gat-Rimon, 46 Me-Yarkon, dan Rakon, dengan wilayah di seberang Yafo, 47 Karena wilayah bani Dan telah menjadi terlalu sempit untuk mereka, majulah mereka memerangi Kota Lesem. Mereka merebut kota itu, menewaskan penduduknya dengan mata pedang, dan mendudukinya. Mereka menetap di sana dan menamai Lesem itu Dan, menurut nama Dan, bapa leluhur mereka. 48 Itulah milik pusaka suku Dan menurut kaum keluarga mereka, kota-kota itu dengan desa-desanya. [Milik pusaka Yosua] 49 Setelah orang Israel selesai membagikan negeri itu menjadi milik pusaka mereka menurut wilayah-wilayahnya, mereka memberikan kepada Yosua bin Nun milik pusaka di antara mereka. 50 Sesuai dengan titah TUHAN, mereka memberikan kepadanya kota yang dimintanya, Timnat-Serah di Pegunungan Efraim. Ia membangun kota itu dan menetap di sana. 51 Itulah milik pusaka yang dibagikan melalui undi di antara suku-suku orang Israel oleh Imam Eleazar, oleh Yosua bin Nun, dan para kepala kaum keluarga di Silo, di hadapan TUHAN di pintu Kemah Pertemuan. Demikianlah mereka selesaikan pembagian negeri itu.

Setelah Yosua mengawasi pembagian tanah warisan pusaka untuk suku-suku, ia juga menerima bagiannya dari tengah-tengah Israel (ayat 49). Ia menerima warisannya dari suku Efraim, kemungkinan karena ia adalah anggota suku itu (lihat Bilangan 13:8). Narasi pembagian warisan untuk suku-suku diakhiri dengan warisan Yosua. Pasal 14 membuka catatan pembagian, dimulai dengan permintaan Kaleb dan kemudian penerimaan Hebron (14:6-15), sementara pasal 19 diakhiri dengan permintaan Yosua untuk tanahnya sendiri (ayat 49-51). Kedua tokoh itu adalah hamba-hamba setia terakhir yang masih hidup yang berusia kurang lebih dua puluh tahun setelah Keluaran, mata-mata yang memiliki iman dalam penggenapan janji-janji TUHAN (Bilangan 14:6-9, 30). Kedua catatan pembagian ini dengan indah membingkai seluruh catatan pembagian warisan (pasal 14-19). Tindakan kedua hamba yang setia ini mencerminkan bahwa tanah yang telah dijanjikan TUHAN kepada orang Israel kini telah digenapi; mereka memperoleh warisan mereka melalui iman, dan itu juga mengingatkan sembilan setengah suku di sebelah barat Sungai bahwa mereka juga dapat mengusir orang Kanaan di tanah itu melalui iman dan memiliki tanah itu sepenuhnya.
Yosua menerima Timnat-Serah, juga memiliki sebutan Timnat-Heres, dari Efraim, yang terletak di utara Gunung Gaas di daerah perbukitan Efraim (Hakim-Hakim 2:9). Timnat berarti pembagian, jadi Timnat-Serah adalah bagian dari Serah. Yosua dimakamkan di sana setelah kematiannya (24:30). Teks tersebut menunjukkan bahwa Yosua memperbaiki kota itu dan tinggal di dalamnya (50b). Apa arti Timnat-Serah? Para ahli telah berpendapat tentang dua kemungkinan arti. Pertama, menurut Keluaran 26:12, Serah dapat berarti menonjol atau kelebihan, yang berarti bagian yang tersisa dari jatah suku. Kedua, Seraḥ juga disebut Heres dalam Hakim-Hakim 2:9; kata Heres dapat berarti matahari, yang menunjukkan bahwa kota itu awalnya disebut wilayah matahari dan tempat penyembahan matahari. Penulis Kitab Yosua mengubah nama ini, yang awalnya memiliki arti pagan, Serah dieja dengan cara ejaan alfabet Ibrani yang berlawanan sehingga menjadi Heres. Sebagai pemimpin Israel, Yosua tidak memprioritaskan haknya atas warisan tanah, tetapi tanah yang diperolehnya terletak di wilayah pegunungan Efraim, daerah yang relatif tandus dan membutuhkan pengolahan tanah. Akhirnya, ia mengubah tanah itu menjadi kota yang melayani TUHAN.
Perikop ini diakhiri dengan, Itulah milik pusaka yang dibagikan melalui undi di antara suku-suku orang Israel oleh Imam Eleazar, oleh Yosua bin Nun, dan para kepala kaum keluarga di Silo, di hadapan TUHAN di pintu Kemah Pertemuan. Demikianlah mereka selesaikan pembagian negeri itu (ayat 51), mengakhiri pembagian tanah di antara suku-suku dengan sempurna!

Refleksi:
Yosua tidak mencari keuntungan pribadi, apa yang diajarkan hal ini kepada kita sebagai hamba Allah? Ia menerima tanah dari Efraim yang perlu digarap, tetapi ia dengan rela menerimanya sebagai pemberian dan pemeliharaan TUHAN dan dengan tekun membangunnya menjadi kota ibadat. Maukah Anda dengan rela menerima pemberian dan pemeliharaan Allah, mewarisi bagian Anda, dan mengubahnya menjadi persembahan yang memuliakan-Nya?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yosua 18:1-10

「Berlambat-lambat dalam memperoleh tanah pusaka」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 18:1-10 [TB2])
1 Seluruh umat Israel berkumpul di Silo. Mereka mendirikan Kemah Pertemuan di sana. Negeri itu telah takluk kepada mereka, 2 tetapi di antara orang Israel masih tersisa tujuh suku yang belum menerima bagian milik pusaka mereka. 3 Berkatalah Yosua kepada orang Israel, Sampai berapa lama lagi kamu berlambat-lambat untuk pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu? 4 Ajukanlah tiga orang dari tiap-tiap suku. Aku akan mengutus mereka pergi menjelajahi negeri itu. Mereka harus membuat catatan untuk melihat bakal milik pusaka mereka, lalu kembali kepadaku. 5 Mereka harus membagi negeri itu menjadi tujuh bagian. Suku Yehuda akan tetap tinggal di wilayahnya di sebelah selatan dan keturunan Yusuf akan tetap tinggal di wilayahnya di sebelah utara. 6 Kamu harus membuat catatan mengenai tujuh bagian negeri itu, dan membawanya kemari kepadaku, dan aku akan membuang undi bagi kamu di sini, di hadapan TUHAN, Allah kita. 7 Orang Lewi memang tidak mendapat bagian di antaramu karena jabatan sebagai imam TUHAN ialah milik pusaka mereka. Suku Gad, suku Ruben, dan suku Manasye yang setengah itu telah menerima milik pusaka mereka di sebelah timur, di seberang Sungai Yordan, yang diberikan kepada mereka oleh Musa, hamba TUHAN itu.

8 Sementara orang-orang itu beranjak pergi, Yosua memerintahkan kepada mereka untuk membuat catatan mengenai negeri itu, Pergilah, jelajahi negeri itu, buatlah catatan, lalu kembalilah kepadaku. Di sini, di Silo, aku akan membuang undi bagi kamu di hadapan TUHAN. 9 Lalu berangkatlah orang-orang itu menjelajahi negeri itu. Mereka membuat catatan mengenai ke tujuh bagian negeri itu, kota demi kota, dalam satu kitab. Kemudian mereka kembali kepada Yosua di perkemahan di Silo. 10 Yosua lalu membuang undi bagi mereka di Silo, di hadapan TUHAN. Di sanalah Yosua membagi negeri itu untuk orang Israel, sesuai dengan pembagian suku mereka.

11 Suku Benyamin memperoleh undi menurut kaum mereka. Wilayah mereka melalui undi terletak di antara wilayah bani Yehuda dan wilayah bani Yusuf. 12 Batas wilayah bagi mereka pada sisi utara mulai dari Sungai Yordan, lalu batas itu naik ke lereng gunung di sebelah utara Yerikho, naik ke barat ke pegunungan, dan berakhir di Padang Gurun Bet-Awen.
13 Dari sana batas wilayah itu terus ke Lus, ke selatan, ke arah lereng gunung dekat Lus, yaitu Betel. Kemudian batas itu turun ke Atarot-Adar di pegunungan yang terletak di sebelah selatan Bet-Horon Hilir. 14 Lalu batas itu melengkung, berbelok arah dari pegunungan yang terletak di seberang Bet-Horon di sebelah selatan, menuju ke sisi barat daya dan berakhir di Kiryat-Ba’al, yaitu Kiryat-Yearim, kota bani Yehuda. Itulah sisi barat.
15 Sisi selatan mulai dari ujung Kiryat-Yearim, lalu batas itu terus ke barat, dan sampai ke mata air Me-Neftoah. 16 Selanjutnya batas itu turun ke ujung pegunungan yang terletak di seberang Lembah Ben-Hinom, di sebelah utara Lembah Refaim, kemudian turun ke Lembah Hinom, ke sebelah selatan lereng Gunung Yebus, lalu turun ke En-Rogel.
17 Lalu batas itu melengkung ke utara, menuju ke En-Semes, terus ke Gelilot di seberang pendakian Adumim, dan turun ke Batu Bohan bin Ruben, 18 terus ke utara lereng gunung di seberang Bet-Araba, lalu turun ke Araba-Yordan.
19 Kemudian batas itu terus ke sebelah utara lereng gunung dekat Bet-Hogla, dan batas itu berakhir di te luk utara Laut Asin, di sebelah selatan muara Sungai Yordan. Itulah batas selatan. 20 Sungai Yordan ialah batasnya pada sisi timur Itulah milik pusaka bani Benyamin dengan batas-batas sekelilingnya, menurut kaum mereka.
21 Kota-kota suku Benyamin menurut kaum mereka ialah Yerikho, Bet-Hogla, Emek-Kezis, 22 Bet-Araba, Zemaraim, Betel, 23 Ha’awim, Para, Ofra, 24 Kefar-Ha’amonai, Ofni dan Geba; dua belas kota dengan desa-desanya. 25 Gibeon, Rama, Be’erot, 26 Mizpa, Kefira, Moza, 27 Rekem, Yirpe’el, Tarala, 28 Zela, Elef, dan Yebus, yaitu Yerusalem, serta Gibea dan Kiryat-Yearim; empat belas kota dengan desa-desanya. Itulah milik pusaka bani Benyamin menurut kaum mereka.

Pasal 18 dan 19 mencatat pembagian tanah di antara tujuh suku yang tersisa, mengakhiri narasi pembagian yang dimulai di pasal 14. Pasal 18:11–19:48 merinci pembagian tanah yang diberikan kepada tujuh suku. Dua aspek perlu diperhatikan di sini. Pertama, tanah itu dibagi di antara tujuh suku bukan berdasarkan urutan kelahiran tetapi menurut ibu mereka. Ibu Benyamin adalah Rahel, istri tercinta Yakub (18:11-28); Simeon (19:1-9), Zebulon (19:10-16), dan Isakhar (19:17-23) memiliki Lea sebagai ibu mereka; Asyer (19:24-31) memiliki hamba perempuan Lea, Zilpa sebagai ibu mereka; dan akhirnya, Naftali (19:32-39) dan Dan (19:40-48) memiliki hamba perempuan Rahel, Bilha sebagai ibu mereka. Kedua, dari perspektif geografis, ketujuh suku tersebut diurutkan dari yang paling dekat hingga yang terjauh dari suku Yehuda. Benyamin paling dekat dengan Yehuda, diikuti oleh Simeon. Lima suku lainnya terletak di utara Yehuda dan lebih jauh. Suku Dan awalnya terletak di dataran di sepanjang pantai selatan, tetapi kemudian menjadi ke daerah terjauh dan paling utara.
Basis utama orang Israel di sebelah barat Sungai Yordan selalu berada di Gilgal (lihat 4:19; 5:10; 9:6; 10:7, 15, 43), tempat mereka mengadakan pembagian tanah (14:6). Kini, Seluruh umat Israel berkumpul di Silo. Mereka mendirikan Kemah Pertemuan di sana (ayat 1a). Apa arti penting perpindahan ini? Sebelumnya, Silo tidak memiliki jejak pemukiman orang Kanaan dan tidak terkontaminasi oleh penyembahan berhala. Mendirikan Kemah Suci di lokasi Kanaan yang belum tersentuh ini merupakan pilihan yang tepat sebagai pusat penyembahan mereka kepada TUHAN. Lebih lanjut, Silo terletak di wilayah suku Efraim (lihat 16:6), di tengah-tengah antara Sikhem dan Betel. Lokasi ini, yang hampir berada di tengah tanah Kanaan, memudahkan semua suku untuk datang ke sana untuk menyembah TUHAN. Silo tetap menjadi pusat ibadah Israel selama ratusan tahun hingga Tabut Perjanjian direbut oleh orang Filistin (1 Samuel 4), Silo dihancuran. Pembagian tanah di antara tujuh suku yang tersisa di Silo menunjukkan bahwa ibadah kepada TUHAN merupakan inti dari kehidupan seluruh bangsa Israel, yang membentuk fondasi kebangsaan mereka.
Di Silo, Yosua menyelesaikan pembagian tujuh suku yang tersisa karena mereka belum menerima bagian milik pusaka mereka (ayat 2b). Namun, mereka tidak seaktif Yehuda, bani Yusuf, dan suku-suku timur Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye yang dengan sungguh-sungguh berusaha untuk memperoleh warisan pusaka yang telah diberikan TUHAN kepada mereka. Josua berbicara kepada suku-suku itu dengan nada kecewa, mendesak, dan menegur: Sampai berapa lama lagi kamu berlambat-lambat untuk pergi menduduki negeri yang telah diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu? (ayat 3b). Kata berlambat-lambat mengacu pada kegagalan mereka untuk dengan antusias dan inisiatif datang kepada Yosua untuk mengklaim warisan yang dijanjikan. Sikap mereka yang ragu-ragu dan tidak aktif sangat kontras dengan kisah-kisah sebelumnya tentang Kaleb dari Yehuda (14:6-15) dan putri-putri Zelafehad (17:3-6). Yosua cemas dan tidak mau berlambat-lambat tentang hal ini dan mendesak mereka untuk bertindak cepat. Ia memerintahkan mereka untuk memilih tiga orang dari setiap suku, semuanya dua puluh satu orang, untuk melakukan pekerjaan survei, berjalan melintasi tanah itu dan membaginya menjadi tujuh bagian, dan kemudian kembali untuk membagi tanah itu dengan undi di hadapan TUHAN untuk memperoleh tanah yang tersisa (ayat 6-7).
Yosua mendesak ketujuh suku untuk mengambil warisan pusaka mereka di Silo. Untungnya, ketujuh suku menaati perintah Yosua, dan akhirnya tanah itu dibagi di antara mereka melalui undi di hadapan TUHAN di Silo (ayat 10), sehingga merampungkan tugas pembagian tanah di antara kedua belas suku.

Refleksi:
Ketujuh suku ini menunda-nunda, menyia-nyiakan kesempatan berharga yang diberikan Allah. Ketidakaktifan mereka sangat kontras dengan sikap giat suku-suku lainnya. Akankah Anda secara aktif mengejar janji-janji Tuhan yang jelas, atau akankah Anda menunda-nunda dan tidak bertindak?


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.