Yosua 16:4-10

「Mereka tidak menghalau orang Kanaan yang tinggal di Gezer」

Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yosua 16:4-10 [TB2])
1 Kemudian keluarlah undi bagi bani Yusuf. Batas mereka mulai dari Sungai Yordan dekat Yerikho, di sebelah timur mata air Yerikho, melintasi padang gurun, lalu naik dari Yerikho ke pegunungan Betel, 2 dari Betel sampai ke Lus, melintasi daerah orang Arki, ke Atarot, 3 turun ke barat, ke daerah orang Yaflet sampai daerah Bet-Horon Hilir dan Gezer, lalu berakhir di laut. 4 Demikianlah suku Manasye dan suku Efraim, keturunan Yusuf, menerima milik pusaka mereka. 5 Inilah wilayah suku Efraim menurut kaum mereka: batas milik pusaka mereka di sebelah timur ialah Atarot-Adar sampai ke Bet-Horon Atas, 6 terus ke laut. Di sebelah utara, dari Mikhmetat batas itu membelok ke timur ke Ta’anat-Silo, dan melintasinya sampai ke sebelah timur Yanoah. 7 Dari Yanoah batas itu turun ke Atarot dan Naharat, bersinggungan dengan Yerikho dan berakhir di Sungai Yordan. 8 Dari Tapuah batas itu menuju ke barat ke Wadi Kana dan berakhir di laut. Itulah milik pusaka suku Efraim menurut kaum mereka. Selain itu, masih ada kota-kota yang dipisahkan untuk suku Efraim di antara milik pusaka suku Manasye, semua kota itu dengan desa-desanya. 10 Tetapi, orang Kanaan yang tinggal di Gezer tidak mereka halau. Itulah sebabnya orang Kanaan masih tinggal di antara suku Efraim sampai hari ini, namun mereka menjadi pekerja paksa.

Setelah pembagian tanah tersebut di antara suku Yehuda, jika menurut tradisi seharusnya berikutnya adalah giliran Ruben, putra pertama Lea dan Yakub, dan berikutnya Simeon, putra kedua, untuk menerima tanah itu (Kejadian 29:31-33). Namun, dalam berkat terakhirnya untuk anak-anak dan cucu-cucunya, Yakub menekankan dosa-dosa putra sulungnya, Ruben, yang telah menajiskan tempat tidur ayahnya dengan tidur dengan Bilha, gundik Yakub, dan Simeon, putra kedua, yang dalam kemarahannya telah melakukan pembunuhan. Ia juga menyatakan bahwa Ruben tidak akan diberi tempat pertama (Kejadian 49:3-7). Sebaliknya, Yakub memberi Yusuf berkat yang panjang dan unik (Kejadian 49:22-26), dan berkat ganda dari putra sulung jatuh kepada keturunan Yusuf (1 Tawarikh 5:1). Berkat ini menekankan kedaulatan dan pilihan Allah, serta hak putra sulung, tidak didasarkan pada usia, dan sering ditemukan dalam narasi Kitab Kejadian, dengan Ishak menggantikan Ismael, Yakub menggantikan Esau, dan Yusuf menggantikan Ruben dan Simeon. Oleh karena itu, wajar jika keturunan Yusuf akan menjadi penerima tanah berikutnya setelah suku Yehuda.

Namun, keturunan Yusuf mewarisi tanah itu melalui suku Manasye dan Efraim. Yakub mengadopsi kedua putra Yusuf di usia senjanya (Kejadian 48:5), yang berarti mereka, seperti putra-putra Yakub, akan mendapat warisan kakek mereka. Oleh karena itu, dalam ayat 1 keluarlah undi bagi bani Yusuf,kata undi (gôrāl; lot) dalam berbentuk tunggal, mencakup separuh suku Manasye (separuh suku Manasye lainnya telah menetap di sebelah timur Sungai Yordan) dan suku Efraim. Setelah menyebutkan secara singkat batas-batas tanah bagi keturunan Yusuf dalam empat ayat pertama pasal 16, tanah yang diberikan kepada Manasye dan Efraim secara spesifik disebutkan berdasarkan urutan usia (ayat 4). Namun, penulis kemudian menyebutkan suku Efraim terlebih dahulu (ayat 5-10) dan kemudian tanah suku Manasye (17:1-13). Hal ini karena ketika Yakub memberkati putra-putra Yusuf, ia menempatkan Efraim di atas Manasye, sekali lagi menumbangkan tradisi umum yang menekankan urutan senioritas usia.

Tanah yang diterima oleh Efraim dan setengah dari suku Manasye terletak di selatan tanah Kanaan. Empat ayat pertama (ayat 1-4) merinci batas-batas keturunan Yusuf, diikuti oleh deskripsi rinci tentang tanah Efraim (ayat 6-9). Pembaca mungkin tidak tertarik dengan nama-nama tempat kuno dan asing ini, dan bahkan mungkin dengan cepat membacanya sekilas. Namun, penulis menggunakan banyak kata kerja, menciptakan deskripsi tiga dimensi, lisan, dan animasi yang menghidupkannya, mencegah pembaca merasa bosan. Kata kerja ini meliputi: terus (goes up), naik (going up), sampai (goes out), melintas (crosses over), turun (goes down), sampai (are/end at) di dalam ayat 1-4; di dalam ayat 6-9: adalah (was/went from), terus (goes out), membelok (turns/curves around) (ayat 6), turun (goes down), bersinggungan (touches), sampai (goes out), berakhir (ends at).

Dua hal yang berharga diperhatikan dalam narasi ini. Pertama, beberapa kota Efraim diambil dari suku Manasye di utara (ayat 9), sebagaimana tanah pusaka Simeon berada di dalam wilayah Yehuda (19:9) dan tanah pusaka Manasye berada di dalam wilayah Isakhar dan Asyer (17:11). Alasannya sulit dilacak; mungkin, seperti beberapa suku lainnya, Manasye menerima jatah tanah yang terlalu besar sehingga memberikan beberapa kota kepada suku tetangganya, Efraim (19:9). Kedua, penulis sengaja mencatat di akhir bahwa Efraim orang Kanaan yang tinggal di Gezer tidak mereka halau. Itulah sebabnya orang Kanaan masih tinggal di antara suku Efraim sampai hari ini, namun mereka menjadi pekerja paksa (ayat 10). Yosua sebelumnya telah membunuh Horam, raja Gezer (10:33), tetapi ia tidak merebut Gezer. Efraim mendudukinya, tetapi ia tidak mengusir orang Kanaan di Gezer. Orang-orang Kanaan ini menjadi pekerja paksa bagi suku Efraim. pekerja paksa (mas) biasanya merujuk pada pekerjaan yang bersifat paksaan dari yang berwenang kepada seseorang bukan sukarela. Singkatnya, orang-orang Kanaan ini menjadi pekerja murah bagi suku Efraim.

Refleksi:
Sebelumnya suku Yehuda belum dapat (tidak memiliki kemampuan) mengusir orang Yebus (15:63); lalu Efraim tidak mengusir orang Kanaan yang tinggal di Gezer, bukan karena mereka tidak memiliki kemampuan, melainkan karena keuntungan ekonomi langsung, mereka enggan mengusir orang Gezer, yang hidup berdampingan dengan mereka, mengabaikan peringatan Tuhan (Ulangan 7:1-5). Akibatnya, mereka secara bertahap dalam adat istiadat, kepercayaan, dan nilai-nilai mereka terasimilasi orang Kanaan oleh tetangga-tetangga ini. Apakah kita telah mengikuti jejak Efraim, berkompromi demi keuntungan pribadi, sehingga dipengaruhi oleh masyarakat sekuler ini, tanpa sadar menjadi bagian mereka dalam hal adat istiadat dan nilai-nilai? (Bandingkan pembagian tanah tersebut tidak mengikuti tradisi manusia, tetapi mengikuti cara dan standar Allah)


Renungan pemahaman Kitab Yosua

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yosua ditulis oleh Rev. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.