Tag Archives: Kitab Yesaya

Yesaya 9:8-12

「Israel menerima hukuman」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 9:8-12 [TB2])
8 Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub,
………dan firman-Nya itu menimpa Israel.
9 Seluruh bangsa itu, Efraim dan penduduk Samaria, mengetahuinya,
………tetapi dengan congkaknya dan tinggi hatinya mereka berkata,
10 Tembok batu bata jatuh,
………kita dirikan kembali dari batu yang dipotong;
pohon-pohon ara ditebang,
………kita ganti dengan pohon-pohon aras.
11 Maka TUHAN membangkitkan para panglima Rezin melawan mereka,
………dan menggerakkan musuh-musuh mereka:
12 Orang Aram dari timur, dan orang Filistin dari barat,
………mereka menelan Israel dengan mulut yang lebar.
Sekalipun semuanya ini terjadi,
………murka-Nya belum surut,
………dan tangan-Nya masih teracung.

13 Tetapi, bangsa itu tidak kembali kepada Dia yang menghajarnya,
………dan mereka tidak mencari TUHAN Semesta Alam.
14 Maka TUHAN menebas dari Israel kepala dan ekor,
………batang dan ranting serentak pada hari yang sama.
15 Tua-tua dan pemuka, itulah kepala,
………dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
16 Sebab, para pemimpin bangsa ini adalah penyesat,
………dan orang-orang yang dipimpin menjadi kacau.
17 Oleh sebab itu, Tuhan tidak mengasihi teruna mereka,
………dan tidak sayang kepada anak yatim dan janda mereka,
sebab, mereka sekalian murtad dan berbuat jahat,
………dan setiap mulut berbicara bebal.
Sekalipun semuanya ini terjadi,
………murka-Nya belum surut,
………dan tangan-Nya masih teracung.
18 Sungguh, kefasikan itu menyala seperti api
………yang melahap habis onak dan duri,
lalu membakar belukar di hutan
………sehingga gumpalan asap mengepul ke atas.
19 Oleh karena murka TUHAN Semesta Alam,
………terbakarlah tanah itu,
dan bangsa itu menjadi umpan api;
………seorang pun tidak mengasihani saudaranya.
20 Mereka melahap ke sebelah kanan, tetapi masih lapar,
………mereka memakan ke sebelah kiri,
………tetapi tidak kenyang,
………setiap orang memakan daging kerabatnya sendiri:
21 Manasye memakan Efraim, dan Efraim memakan Manasye,
………dan bersama-sama mereka melawan Yehuda.
Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut,
………dan tangan-Nya masih teracung.

Beberapa peneliti Alkitab menunjukkan bahwa tema Yesaya 9:8-10:4 adalah murka Allah akan datang atas Israel, dan terdapat empat nubuat penghakiman di dalamnya:
A1. Allah menggunakan Asyur untuk mendesak umat-Nya agar kembali, tetapi kaum Israel bersikap sok benar dan menolak untuk bertobat. (9:8-12)
………B1. Pemimpin membawa bencana bagi rakyatnya (9:13-17)
………B2. Allah membiarkan Israel dan Yehuda berperang (9:18-21)
A2. Asyur: penawan menjadi mangsa (10:1-4)

Tema Yesaya 9:8-12 adalah hukuman atas Israel, dan tema 9:1-7 adalah kedatangan Raja Damai. Kedua tema ini benar-benar berlawanan arah. Mengapa Yesaya 9 memiliki fenomena yang sangat bertolak belakang? Karena tema Yesaya 1-12 adalah melihat penghakiman saat ini dari perspektif pembaruan di masa depan. Oleh karena itu, setelah Yesaya 9:1-7 berbicara tentang kedatangan Raja Damai dan kelanjutan rezim Yehuda, disambung dengan Yesaya 9:8-12 yang berbicara tentang hukuman terhadap Israel (kerajaan utara) dengan unsur kritik yang sangat kuat. Ayat-ayat pembaruan di masa depan dan penghakiman saat ini disisipkan dalam Yesaya 1-12. Pada saat yang sama, Yesaya adalah seorang nabi kerajaan selatan Yehuda, pesan-pesan yang ia sampaikan semuanya adalah tentang kebangkitan Yerusalem dan Yehuda di masa depan.

Yesaya 9:8 Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel, sasaran dari firman (dāvār) dari Allah adalah ditujukan kepada kaum Yakub (bĕyaʿăqōv). Akan tetapi, preposisi kepada dapat juga diterjemahkan sebagai melawan kaum Yakub (against Jacob), ayat 8b firman-Nya itu menimpa Israel di sini menimpa (fallen) menunjukkan firman-Nya adalah kata-kata yang berat, pembacaan yang cermat dari Yesaya 9:8-12 menunjukkan bahwa ini seharusnya adalah kata-kata penghakiman. Oleh karena itu, inti ayat 8 adalah Tuhan telah mengucapkan firman tertuju terhadap kaum Yakub, dan firman-Nya itu telah menimpa kaum Israel.

Ayat 9 Seluruh bangsa itu, Efraim dan penduduk Samaria, mengetahuinya, tetapi dengan congkaknya dan tinggi hatinya mereka berkata, ayat ini mengacu pada fakta bahwa kerajaan Utara tidak belajar dari kegagalannya, masih penuh kesombongan setelah dikalahkan oleh Asyur, mereka berkata Tembok batu bata jatuh, kita dirikan kembali dari batu yang dipotong; pohon-pohon ara ditebang, kita ganti dengan pohon-pohon aras. Beberapa peneliti Alkitab berpendapat bahwa ini mengacu pada invasi raja Asyur ke kerajaan Utara pada tahun 733 SM dan pendudukan wilayah yang luas. Orang-orang kerajaan Utara dengan yakin mengatakan bahwa tidak masalah jika tembok bata runtuh, karena mereka tetap dapat membangun yang lebih baik dengan batu; pohon ara ditebang, tetapi kita akan menggantinya dengan pohon aras. Jika kita memahami kalimat ini di luar kenyataan, itu adalah kata-kata yang menarik dan menggembirakan; jika kata-kata ini diucapkan ketika Asyur menyerbu negara itu dan merampas sebagian besar tanah, itu akan membuat orang merasa berkurang rasa krisisnya. Tentu saja, dapat dimengerti untuk mempromosikan pesan-pesan positif demi menyatukan orang-orang yang berada di bawah krisis internal dan eksternal; tetapi jika yang ada hanyalah propaganda hari esok akan lebih baik tanpa menghadapi krisis secara realistis, itu hanya akan membuat masalah terus meluas dan menyerahkannya kepada generasi mendatang untuk ditanggung. Akibatnya, Asyur menaklukkan kerajaan utara Israel pada tahun 722 SM. Jika pembaca memiliki informasi latar belakang sejarah ini, akan lebih memahami mengapa Allah menghakimi kerajaan utara Israel.

Akibatnya, Maka TUHAN membangkitkan para panglima Rezin melawan mereka, dan menggerakkan musuh-musuh mereka. Allah menggunakan musuh-musuh kerajaan Israel di utara untuk menghukum Israel. Orang Aram dari timur, dan orang Filistin dari barat, mereka menelan Israel dengan mulut yang lebar, Kerajaan Israel di utara diserang dari timur dan barat, dan sulit untuk mengatasinya. Tetapi Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung, kalimat ini muncul 5 kali (Yesaya 9:12, 17, 21, 10:4, 5:25). Allah mengasihi umat-Nya, tetapi ketika umat-Nya menyimpang dari Allah dan terus menerus berbuat dosa, Allah akan menyembunyikan wajah-Nya dan bahkan menghukum umat-Nya. Beberapa hukuman adalah hukuman ringan, sementara yang lain adalah Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.

Refleksi:
• Setelah kerajaan Israel di utara mengalami kekalahan, mereka tetap bersikap sombong dan angkuh, yang mengakibatkan kekalahan yang lebih serius. Apakah kita bersedia belajar dari sejarah?
• Allah menggunakan musuh-musuh kerajaan Israel di utara untuk menghukum Israel. Apakah Anda pernah berpikir bahwa Allah akan menghukum orang-orang karena dosa-dosa mereka?
• Bila saya adalah seorang pemimpin, apakah saya bersedia merendahkan hati, dan menjauhi dosa serta menjauhi jalan yang salah, yang pada akhirnya akan mendatangkan hukuman bagi kelompok atau komunitas?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 9:1-7

「Raja Damai akan datang」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 9:1-7 [TB2])
1 Namun, tidak akan ada lagi kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, di kemudian hari Ia akan memegahkan jalur ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.
2 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan
………telah melihat terang yang besar;
mereka yang diam di negeri kekelaman,
………atasnya terang telah bersinar.
3 Engkau telah menimbulkan sorak-sorai,
………dan sukacita yang besar;
mereka bersukacita di hadapan-Mu,
………seperti sukacita di waktu panen,
………seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan.
4 Sebab, kuk yang menekannya
………dan gandar di atas bahunya
serta tongkat si penindas
………telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.
5 Sebab, setiap sepatu tentara yang berderap-derap
………dan setiap jubah yang berlumuran darah
………akan menjadi umpan api.
6 Sebab, seorang anak telah lahir untuk kita,
………seorang putra telah diberikan untuk kita;
tampuk pemerintahan ada di atas bahunya,
………dan namanya disebutkan orang:
………Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa,
………Bapa yang Kekal, Raja Damai.
7 Besar kekuasaannya,
………dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan
………di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya,
karena ia mendasarkan dan mengukuhkannya
………dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.
Kecemburuan TUHAN Semesta Alam akan melakukan hal ini.

Beberapa peneliti Alkitab menunjukkan adanya struktur (ki) dalam perikop ini:
A1: Sesungguhnya (ki) adalah pekerjaan Tuhan.
………(a): Membawa umat ke dalam terang (9:1-2)
………(b): Menambahkan sukacita umat (9:3)
A2: Karena (ki) memiliki janji keselamatan
………(a): Karena (ki) semua kuk yang berat akan dipatahkan (9:4)
………(b): Karena (ki) pertumpahan darah dan peperangan akan berakhir (9:5)
………(c): Karena (ki) Raja yang kekal akan memerintah (9:6)

Yesaya 9:1 dalam Alkitab Ibrani adalah 8:23, terjemahan Septuaginta memasukkan bagian pertama dari 8:23 menjadi bagian ayat 8:22; bagian kedua tetap di ayat 8:23. Yesaya 9:1 Namun, tidak akan ada lagi kesuraman untuk negeri yang terimpit itu. Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, di kemudian hari Ia akan memegahkan jalur ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain, di ayat ini kata merendahkan (heqal) berkorespondensi dengan memegahkan (hikbid); kata dahulu (hāriʾšôn) berkorespondensi dengan kemudian hari (hāʾaḥărôn). Mengapa Galilea, wilayah bangsa-bangsa asing, mendapat kemuliaan/memegahkan? Karena orang-orang yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar, ayat 2 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar Ayat Alkitab di sini tidak menjelaskan bagaimana terang yang besar ini datang. Namun, jelas bahwa itu berasal dari Allah. Terang dari Allah bersinar atas mereka yang tinggal di negeri yang dinaungi maut.

Ayat 3, Engkau telah menimbulkan sorak-sorai, dan sukacita yang besar; mereka bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorai di waktu membagi-bagi jarahan, terdapat tiga katasukacitatiga kali, yang merupakan tiga huruf Ibrani. Ayat 3 berkorespondensi dengan ayat 4:Sebab, kuk yang menekannya dan gandar di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian, ayat 4 terdapat tiga kata penindasan:kuk(ʿōl),gandar(sōvel),tongkat(matteh). Tiga kali sukacita adalah terkait dengan tiga penindasan yang dilepaskan.

Ayat 5, Sebab, setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Karena penindasan telah dicabut dan perang telah berakhir, baju zirah yang digunakan dalam pertempuran tidak lagi diperlukan, dan bahkan pakaian yang berlumuran darah akan dibakar seperti kayu bakar.

Mengapa perang dapat berakhir? Ayat 6: Sebab, seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; tampuk pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.』」 Karena Allah memberikan seorang anak kepada orang-orang Yahudi. Nama anak ini adalah Penasihat Ajaib(peleʾ yôʿēṣ), Allah yang Perkasa(ʾēl gibbôr), Bapa yang Kekal(ʾăviʿad), Raja Damai(śar-šālôm). Anak ini akan menjadi pemegang pemerintahan (hammiśrāh) di masa depan, yang akan selalu mencintai rakyat. Ia akan memerintah mewakili nama Tuhan Yang Mahakuasa. Ia adalah pemimpin yang mempromosikan perdamaian dan memiliki pemerintahan yang strategis.

Ayat 7: Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengukuhkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN Semesta Alam akan melakukan hal ini. Di bawah pemerintahan raja ini, negeri akan stabil dan berkembang, dan rakyat akan hidup dalam keadaan damai. Damai sejahtera (šālôm) bukan hanya berarti tidak adanya perang, tetapi juga perwujudan kehidupan rakyat yang sempurna. Kata bahasa Inggris well being dapat digunakan dengan tepat untuk menerjemahkan keadaan ini. Karena nilai-nilai inti pemerintahan raja ini adalah keadilan dan kejujuran, dan ia bertindak sesuai dengan sifat Allah, maka pemerintahannya dapat bertahan lama; yang terpenting, Allah dengan penuh semangat kehangatan-Nya mewujudkan hal ini.

Refleksi:
• Terang Allah bersinar atas mereka yang hidup dalam bayang-bayang kematian. Apakah Anda bersedia membawa terang Allah untuk menerangi mereka yang berjalan dalam kegelapan?
• Seorang putra telah diberikan untuk kita; tampuk pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Kita umat Kristen percaya bahwa nama-nama ini merujuk kepada Yesus Kristus. Apakah Anda bersedia mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan Anda?
Damai sejahtera (šālôm) adalah keadilan dan kejujuran. Apakah Anda bersedia bertindak sesuai dengan sifat Tuhan ini?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 8:11-18

「Pemimpin maupun rakyatnya semua jatuh dalam dosa」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 8:11-18 [TB2])
5 TUHAN berfirman lagi kepadaku, 6 Oleh karena bangsa ini telah menolak ………air Syiloah yang mengalir perlahan, ………dan tawar hati terhadap Rezin dan anak Remalya, 7 sebab itu, sesungguhnya, Tuhan akan membuat air sungai ………yang kuat dan besar, ………– raja Asyur dengan segala kemuliaannya – ………meluap atas mereka. Air ini akan meluap melampaui segenap salurannya ………dan mengalir melampaui segenap tepinya, 8 serta menerobos masuk ke Yehuda, ………melanda dan membanjirinya sampai ke leher. Bentangan sayap-sayapnya akan menutupi seantero negerimu ………Namun, Allah beserta kita! 9 Ketahuilah, hai bangsa-bangsa, dan terkejutlah, ………perhatikanlah, ya segala pelosok bumi, siaplah berperang, dan kamu akan terkesiap, ………siaplah berperang, dan kamu akan terkesiap! 10 Susunlah siasat, pasti akan gagal! ………Ambillah keputusan, pasti tidak terlaksana! ………Sebab, Allah beserta kami! 11 Sebab beginilah firman TUHAN kepadaku ketika tangan-Nya menguasai aku, dan Ia memperingatkan aku supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini, 12 Jangan anggap persekongkolan ………segala yang disebut bangsa ini persekongkolan, apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar. 13 Tetapi, TUHAN Semesta Alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; ………kepada-Nyalah kamu takut dan terhadap Dialah kamu gentar. 14 Ia akan menjadi tempat kudus, tetapi juga batu sentuhan ………dan batu sandungan bagi kedua kaum Israel itu, ………serta menjadi jerat dan perangkap bagi penduduk Yerusalem. 15 Banyak di antara mereka akan tersandung, ………jatuh dan luka parah, ………terperangkap dan tertawan. 16 Simpanlah kesaksian ini dan meteraikan pengajaran ini di antara murid-muridku. 17 Maka aku hendak menantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap keturunan Yakub; aku hendak berharap kepada-Nya. 18 Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan peringatan di antara orang Israel dari TUHAN Semesta Alam yang bersemayam di Gunung Sion. 19 Apabila orang berkata kepada kamu, Mintalah petunjuk kepada arwah dan roh-roh peramal yang berbisik-bisik dan komat-kamit, maka jawablah, Bukankah suatu bangsa patut meminta petunjuk kepada ilahnya? Haruskah mereka meminta petunjuk kepada orang mati bagi orang hidup 20 untuk memperoleh pengajaran dan pesan? Siapa yang tidak menjawab sesuai dengan perkataan seperti itu, baginya tidak terbit fajar. 21 Orang akan lalu-lalang di negeri itu, melarat dan lapar, dan ketika lapar, mereka akan gusar dan akan mengutuk rajanya dan Allahnya. Orang akan menengadah ke langit, 22 dan melihat ke bumi, ternyata hanya kesesakan dan kegelapan, kesuraman yang mengimpit, dan mereka akan dibuang ke dalam kegelapan.

Beberapa peneliti Alkitab berpendapat bahwa tema bagian ini adalah menunggu TUHAN yang memalingkan muka-Nya. Selain itu, beberapa peneliti Alkitab mengusulkan bahwa bagian ini mempunyai struktur kiastik (chiastic structure, bentuk penataan teks di mana ide atau konsep disusun secara simetris ABCB’A’ di antaranya A berhubungan dengan A’, B dengan B’, C di tengah-tengah sebagai titik puncak):
A. Yesaya tidak mengikuti orang banyak (8:11)
….B. Ketakutan orang-orang tidak percaya (8:12)
……….C. Orang percaya yang takut akan Allah akan menerima janji (8:13-14a)
….B’ Orang-orang yang tidak percaya akan tersandung dan jatuh (8:14b-15)
A’ Yesaya dan murid-muridnya menantikan Allah (8:16-18)

Allah tidak lagi menoleransi dosa-dosa Yerusalem dan Yehuda, Allah menyingkapkan sisi sikap keras Allah terhadap dosa. Maka … ketika tangan-Nya menguasai aku, dan Ia memperingatkan aku supaya jangan mengikuti tingkah laku bangsa ini … (ayat 11), Allah mengajar nabi Yesaya agar tidak mengikuti jalan dosa-dosa bangsa ini. Para nabi dalam Perjanjian Lama memiliki cara berpikir yang sangat unik dan berbeda dengan orang banyak, tidak mengikuti arus khalayak ramai, kontras dengan banyak orang Kristen yang menganggap diri mereka hanyalah orang percaya biasa, bukan nabi, dan kehidupan rohani mereka tidak mungkin bisa mencapai ketinggian nabi, sehingga mereka berpikir bahwa tidak ada yang salah mengikuti orang banyak. Ketika menghadapi krisis, Allah memberi tahu nabi Yesaya, Jangan anggap persekongkolan segala yang disebut bangsa ini persekongkolan, apa yang mereka takuti janganlah kamu takuti dan janganlah gentar, hendaknya tidak mengandalkan kekuatan politik atau militer persatuan Israel dan Yehuda. Dalam menganalisis situasi saat ini, bukan tanpa alasan khalayak ramai orang banyak berpikir bahwa mengandalkan kekuatan politik atau militer persatuan Israel dan Yehuda adalah mungkin. Ayat 12 terdapat dua kali penyebutan persekongkolan/persepakatan (qešer) , yang mengandung makna keputusan yang memiliki nilai berharga, keputusan semacam ini bukanlah perbandingan pelbagai keputusan atau strategi politik yang berbeda dalam tingkat manusia, tetapi sepatutnya keputusan yang dibuat pada tingkat rohaniah.

Oleh sebab itu, ayat 13 menyatakan Tetapi, TUHAN Semesta Alam, Dialah yang harus kamu akui sebagai Yang Kudus; kepada-Nyalah kamu takut dan terhadap Dialah kamu gentar. Ayat ini tidak menganalisis keputusan atau strategi politik mana yang benar, tetapi menunjukkan dari sudut pandang rohani siapa yang harus ditakuti. Apakah Allah atau musuh luar yang kuat? Apakah orang-orang Yahudi benar-benar menguduskan TUHAN? Pertimbangan politik khalayak ramai mungkin benar, dan ancaman politik dan militer eksternal itu nyata; tetapi apakah kekuatan politik atau militer Israel dan Yehuda cukup bersatu untuk menghadapinya? Keputusan apa yang paling benar dan tepat bagi Yehuda? Pemahaman nabi Yesaya adalah bahwa Allah adalah Tuhan atas sejarah, dan ancaman politik dan militer eksternal bukanlah yang utama.

Ayat 14, Ia akan menjadi tempat kudus, tetapi juga batu sentuhan dan batu sandungan bagi kedua kaum Israel itu, serta menjadi jerat dan perangkap bagi penduduk Yerusalem. Jika Allah atau firman Allah menjadi batu sandungan bagi orang Israel dan Yehuda, orang banyak akan merasa bahwa iman kepada Allah tidak realistis dan firman Allah tidak menolong, tidak heran misi yang diterima nabi Yesaya sangat berat dan sulit, di luar kemampuan manusia untuk menjelaskan firman Allah kepada orang-orang. Konflik batin nabi Yesaya adalah melihat banyak orang meninggalkan Allah dan berjalan di jalan menuju kebinasaan, Banyak di antara mereka akan tersandung, jatuh dan luka parah, terperangkap dan tertawan.

Namun, akan terdapat yang disebut umat sisa yang beriman disebut murid-murid (limmudim), Simpanlah kesaksian ini dan meteraikan pengajaran ini di antara murid-muridku. Nabi Yesaya belajar untuk menantikan Allah yang telah berpaling dari kaum keturunan Yakub, tetapi Allah ini masih bersama Sion, Maka aku hendak menantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap keturunan Yakub; aku hendak berharap kepada-Nya. Sesungguhnya, aku dan anak-anak yang telah diberikan TUHAN kepadaku adalah tanda dan peringatan di antara orang Israel dari TUHAN Semesta Alam yang bersemayam di Gunung Sion.

Refleksi:
• Apa yang Anda takuti? Apakah Anda lebih takut kepada Allah daripada kekuatan apa pun?

• Jika khalayak ramai orang banyak merasa bahwa firman Allah tidak praktis, apakah Anda bersedia mengikuti orang banyak tersebut?

• Bersediakah Anda tekun menanti Allah, sementara Dia menghakimi khalayak ramai?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 7:18-25

「Ahas tidak percaya janji Allah」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 7:18-25 [TB2])
18 Pada hari itu, TUHAN bersuit memanggil lalat
………yang ada di ujung anak-anak Sungai Nil,
dan memanggil lebah
………yang ada di tanah Asyur.
19 Lalu semuanya akan datang hinggap di lembah-lembah terjal
………dan di celah-celah bukit-bukit batu,
di semua pagar duri
………dan di semua tanah penggembalaan.

20 Pada hari itu, dengan pisau cukur yang dipinjam jauh dari seberang sungai Efrat, yakni raja Asyur, Tuhan akan mencukur kepala dan bulu di antara paha, bahkan pisau itu akan melenyapkan janggut juga.
21 Pada hari itu, setiap orang akan memelihara seekor lembu betina yang muda dan dua ekor domba, 22 dan karena banyaknya susu yang dihasilkan, mereka akan makan dadih; sungguh, dadih dan madu akan dimakan oleh setiap orang yang tertinggal di dalam negeri.
23 Pada hari itu setiap tempat, di mana biasanya tumbuh seribu pohon anggur dan yang berharga seribu syikal perak, akan menjadi tempat onak dan duri. 24 Orang pergi ke sana membawa anak panah dan busur, sebab seluruh negeri itu penuh onak dan duri. 25 Engkau tidak berani pergi ke segala lereng gunung yang biasanya dicangkul, karena takut akan onak dan duri; di sana lembu akan dilepas dan domba akan berkeliaran.

Menolak janji dan tanda-tanda dari Allah
Keempat pernyataan nabi dalam Yesaya 7:18-25 semuanya dimulai dengan kata Pada hari itu, yang merupakan perluasan dari pertanda di Yesaya 7:14. Yesaya 7:1-9, 10-17 mencatat bahwa Allah dua kali menolak rencana Aram dan Efraim; tetapi Ahas dua kali menolak permintaan Allah, karena Ahas sudah memutuskan untuk meminta pertolongan Asyur. Imanuel yang berarti Allah menyertai kita, muncul dalam Yesaya 7:14 dan 8:10, adalah janji yang diberikan oleh Allah. Allah berjanji melalui firman-Nya dan juga meneguhkan janji-Nya dengan pertanda. Kita perlu berhati-hati untuk tidak mencobai Allah dan tidak dengan asal-asalan meminta Allah untuk memberikan kita pertanda; akan tetapi, kita juga perlu berhati-hati untuk tidak dibatasi oleh kerangka berpikir manusia dan menyangkal bahwa Allah dapat melakukan mukjizat. Mengapa Ahas tidak mau percaya bahwa Imanuel adalah pertanda dan janji yang diberikan oleh Allah? Karena ia tidak beriman kepada Allah, ia melakukan analisis politik internasional berdasarkan pemikiran dan pengalaman manusia, dan percaya bahwa Yehuda tidak memiliki kemampuan untuk menahan serangan gabungan Aram dan Efraim. Meskipun Yesaya 7:4 mencatat: Jagalah agar dirimu tetap tenang. Janganlah takut dan janganlah kecut hatimu karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, karena kegeraman amarah Rezin beserta orang Aram dan anak Remalya, Ahas tidak mau menerima kata-kata itu. Di ayat 7:10-11, Allah berfirman kepada Ahas, Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, entah dari tempat sedalam dunia orang mati atau tempat setinggi langit, tetapi Ahas tidak mau dan merasa bahwa ia tidak perlu meminta kepada Allah. Pada dasarnya, Ahas merasa bahwa berdoa kepada Allah tidak ada gunanya untuk menghadapi krisis militer yang nyata.

Analisis politik yang tidak memiliki kedalaman spiritual
Dalam hal mempertimbangkan masalah politik internasional, Ahas lebih suka menggunakan metodenya sendiri dan meminta bantuan Asyur, dengan memberikan semua emas dan perak dari Bait Suci dan perbendaharaan istana kerajaan kepada Asyur. 2 Raj. 16:7-9 mencatat: Ahas menyuruh utusan-utusan kepada Tiglat-Pileser, raja Asyur, mengatakan: Aku ini hambamu dan anakmu. Majulah dan selamatkanlah aku dari tangan raja Aram dan dari tangan raja Israel, yang telah bangkit menyerang aku. Ahas mengambil perak dan emas yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja, dan mengirimnya kepada raja Asyur sebagai persembahan. Maka raja Asyur mendengarkan permintaannya dan maju melawan Damsyik, merebutnya dan mengangkut penduduknya tertawan ke Kir, tetapi Rezin dibunuhnya. Ahas bukan saja berpikir bahwa ia dapat memecahkan masalah politik dengan caranya sendiri, ia bahkan merasa mampu menyelesaikan masalah rohani dengan caranya sendiri seperti yang dicatat dalam 2 Raj. 16:1-4, Dalam tahun ketujuh belas zaman Pekah bin Remalya, Ahas anak Yotam raja Yehuda menjadi raja. Ahas berumur dua puluh tahun pada waktu ia menjadi raja dan enam belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Ia tidak melakukan apa yang benar di mata TUHAN, Allahnya, seperti Daud, bapa leluhurnya, tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan dia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel. Ia mempersembahkan dan membakar korban di bukit-bukit pengorbanan dan di atas tempat-tempat yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun Ahas pada dasarnya adalah penyembah berhala, dan ia tidak bersungguh-sungguh terhadap TUHAN Allah.

Membuang iman kepada TUHAN
2 Raj. 16:10-11 mencatat: Sesudah itu pergilah raja Ahas menemui Tiglat-Pileser, raja Asyur, ke Damsyik. Setelah raja Ahas melihat mezbah yang ada di Damsyik, dikirimnyalah kepada imam Uria ukuran dan bagan mezbah itu, menurut buatannya yang tepat. Lalu imam Uria mendirikan mezbah; tepat seperti keterangan yang dikirimkan raja Ahas dari Damsyik, demikianlah dibuat imam Uria menjelang datangnya raja Ahas dari Damsyik. Ahas bukan saja mengandalkan Asyur secara militer, tetapi juga dalam agama. Ahas telah menganggap Allah tidak penting. Ahas tidak sabar untuk mempersembahkan korban di mezbah berhala itu, Setelah raja pulang dari Damsyik, maka raja melihat mezbah itu. Lalu mendekatlah raja kepada mezbah itu, naik ke atasnya, membakar korban bakarannya dan korban sajiannya, mencurahkan korban curahannya di atas mezbah itu, dan menyiramkan darah korban keselamatannya kepadanya (2 Raj. 16:12-13)

Refleksi:
• Apakah Anda ingin belajar dari sikap Ahas yang mengabaikan janji-janji Allah dan kurangnya motivasi untuk menantikan tanda-tanda tersebut?

• Ahas memberikan semua emas dan perak di Bait Suci dan perbendaharaan istana kepada Asyur untuk meminta bantuan, Asyur menjadi sandarannya. Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari kisah ini?

• Ahas menempatkan mezbah berhala di Bait Suci TUHAN, yang mencemari iman kepada TUHAN. Pelajaran apa yang Anda dapatkan dari hal ini?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 7:10-17

「Ahaz meremehkan Firman Allah dan mezbah Allah」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 7:10-17 [TB2])
10 TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya, 11 Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, entah dari tempat sedalam dunia orang mati atau tempat setinggi langit. 12 Tetapi, Ahas menjawab, Aku tidak mau memintanya, aku tidak mau mencobai TUHAN. 13 Lalu berkatalah Yesaya, Dengarkanlah, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu membuat orang jenuh, sehingga kamu membuat Allahku juga jenuh? 14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, perempuan muda itu mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, serta menamainya Imanuel. 15 Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, 16 sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong. 17 TUHAN akan mendatangkan atasmu, atas rakyatmu, dan atas kaum keluargamu masa sulit seperti yang belum pernah datang sejak Efraim memisahkan diri dari Yehuda, melalui raja Asyur.

Ahaz meremehkan Firman Allah
Ayat 10-11 mencatat: TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya, Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, entah dari tempat sedalam dunia orang mati atau tempat setinggi langit.』」 Berharga kita perhatikan bahwa TUHANlah yang meminta Ahaz untuk meminta pertanda, tetapi Ahaz berkata, Aku tidak mau memintanya, aku tidak mau mencobai TUHAN. Kitab Suci mencatat bahwa Ahaz menolak perintah Allah untuk meminta pertanda dengan alasan bahwa ia tidak akan mencobai TUHAN, di permukaan, Ahaz sangat rohani, tetapi alasan sebenarnya adalah bahwa ia tidak percaya pada kuasa Allah. Ayat 13 mencatat: Lalu berkatalah Yesaya, 『Dengarkanlah, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu membuat orang jenuh, sehingga kamu membuat Allahku juga jenuh? Oleh karena itu, Allah berkata melalui Yesaya bahwa orang-orang Yehuda berpura-pura menjadi orang-orang yang rohani dan itu membuat Allah jenuh.

Oleh sebab itu 「Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, perempuan muda itu mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, serta menamainya Imanuel (yang berarti Allah menyertai kita).」 Ahaz tidak bersedia meminta pertanda, tetapi Allah memberinya pertanda. Anak dara perawan (parthenos) adalah terjemahan Septuaginta Yunani dari bahasa Ibrani perempuan muda (ʿalmāh), tetapi, fokus teks tidak terpengaruh. Fokus teks adalah Imanuel (yang berarti Allah menyertai kita) (ʿimmānû ʾēl). Teks dimulai dengan bentuk waktu sekarang dan kemudian berubah menjadi bentuk waktu mendatang, teks tidak menyebutkan secara spesifik siapa perempuan muda ini? Bisa jadi istri Ahaz; bisa jadi istri Yesaya.

Selanjutnya ayat 15-16, Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong. Tradisi Yahudi tidak menyebutkan secara spesifik pada usia berapa anak akan tahu untuk menolak yang jahat dan memilih yang baik, jadi artinya mungkin itu akan segera terjadi. TUHAN akan mendatangkan atasmu, atas rakyatmu, dan atas kaum keluargamu masa sulit seperti yang belum pernah datang sejak Efraim memisahkan diri dari Yehuda, melalui raja Asyur Pada tahun 722 SM, Asyur mengalahkan Efraim. Antara tahun 700-669 SM, raja Asyur memindahkan orang Israel ke negara lain dan mulai menjajah Efraim, dengan melakukan perkawinan campur dengan penduduk setempat, orang Samaria yang merupakan campuran ras ini selalu dianggap oleh orang Yahudi sebagai orang yang tidak suci imannya, lihat 2 Raj. 17:24-34.

Ahaz meremehkan mezbah TUHAN

Lalu, bagaimana status Bait Suci Allah? 2 Raj. 16:14-15 mencatat: Tetapi ia menyuruh menggeser mezbah tembaga yang ada di hadapan TUHAN dari depan rumah TUHAN, dari antara mezbah baru dengan rumah itu, dan menaruhnya di sebelah utara mezbah baru itu. Kemudian raja Ahas memerintahkan kepada imam Uria: Bakarlah di atas mezbah besar itu korban bakaran pagi dan korban sajian petang, juga korban bakaran dan korban sajian raja, lagi korban bakaran dan korban sajian dan korban-korban curahan seluruh rakyat negeri; dan siramkanlah kepadanya segenap darah korban bakaran dan segenap darah korban sembelihan; tetapi mezbah tembaga itu adalah urusanku.』」 Mezbah TUHAN tidak akan dipakai untuk mempersembahkan kurban, dan semua persembahan kurban dilakukan di atas mezbah besar berhala. Akan tetapi, Ahas tetap menyimpan mezbah tembaga itu untuk meminta petunjuk TUHAN. Dalam keadaan apa Ahas meminta petunjuk TUHAN? Jika Aram dan Efraim bersatu untuk menyerang Yehuda, ia tidak akan bertanya kepada TUHAN, tetapi akan menggunakan cara-cara manusia untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jadi, tindakan Ahaz tidak menyingkirkan mezbah tembaga bukan demi bertanya kepada TUHAN, itu hanyalah untuk fungsi simbolis saja.

Refleksi:
• Ahaz mengabaikan nasihat Yesaya dan menggunakan caranya sendiri untuk menyelesaikan krisis serangan gabungan Aram dan Efraim terhadap Yehuda. Ia meminta bantuan Asyur untuk menyelesaikan krisis tersebut. Akan tetapi, Ahaz menghabiskan banyak dana dan memperkenalkan agama asing ke Yehuda, yang menyebabkan kerusakan serius pada kehidupan rohaninya sendiri dan kehidupan rohani bangsa Yahudi. Apakah Anda bersedia belajar dari sejarah?

Imanuel adalah janji dari Allah, yang ditegaskan oleh sebuah pertanda. Ahaz tidak beriman kepada Allah. Ia menganalisis politik internasional berdasarkan pemikiran dan pengalaman manusia, dan akhirnya salah menilai situasi. Apakah Anda bersedia lebih percaya pada janji Allah daripada analisis para ahli manusia?

• Ketika Ahaz menghadapi masalah serius, ia tidak meminta pertolongan TUHAN. Ia hanya secara simbolis tidak menyingkirkan mezbah tembaga TUHAN dan menggunakan mezbah besar berhala untuk persembahan kurban. Ini sama saja dengan tidak menghormati Allah. Apakah Anda bersedia memelihara hati yang takut akan Allah?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 7:1-9

「Allah menyingkapkan bahaya mengancam Yehuda」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 7:1-9 [TB2])
1 Pada zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, majulah Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, untuk memerangi Yerusalem, namun ia tidak dapat mengalahkannya. 2 Ketika diberitahukan kepada keluarga Daud, Aram telah berkemah di wilayah Efraim, hati Ahas dan rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon hutan bergoyang ditiup angin.
3 Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya, Keluarlah menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, di ujung saluran Kolam Atas, di jalan raya pada Padang Tukang Penatu, 4 dan katakanlah kepadanya, Jagalah agar dirimu tetap tenang. Janganlah takut dan janganlah kecut hatimu karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, karena kegeraman amarah Rezin beserta orang Aram dan anak Remalya. 5 Oleh karena Aram dan Efraim dengan anak Remalya telah merancang yang jahat atasmu, dan berkata:
6 Marilah kita maju menyerang Yehuda, membuatnya gentar, dan merebutnya, lalu mengangkat anak Tabe’el sebagai raja di tengah-tengahnya, 7 maka beginilah firman Tuhan ALLAH,
….Hal itu tidak akan terlaksana,
………..dan tidak akan terjadi,
….8 sebab kepala Aram ialah Damsyik,
………..dan kepala Damsyik ialah Rezin.
….Enam puluh lima tahun lagi
………..Efraim akan diguncangkan,
………..sehingga tidak menjadi bangsa lagi.
….9 Kepala Efraim ialah Samaria,
………..kepala Samaria ialah anak Remalya.
….Jika kamu tidak teguh beriman,
………..kamu sungguh tidak akan aman.』」

Krisis yang mengancam Yehuda
Yesaya 7:1-9 mencatat Allah berbicara kepada Yesaya. Yesaya 7 pertama-tama menyebutkan krisis yang mengancam Kerajaan Yehuda, yakni Aram dan Efraim bersama-sama menyerang Yehuda. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 735 SM dan dikenal dalam sejarah sebagai Perang Siria-Efraim, bagian-bagian yang paralel dapat ditemukan dalam 2 Raj. 16 dan 2 Taw. 28:6-8.

Ayat 1 mencatat: Pada zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, majulah Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, untuk memerangi Yerusalem, namun ia tidak dapat mengalahkannya. Mengapa Aram dan Israel menyerang Yehuda? Menurut perkiraan para peneliti Alkitab, Aram dan Israel bermaksud melepaskan diri dari kekuasaan Asyur maka bermaksud mengajak Yehuda untuk bekerja sama, tetapi Yehuda tidak mau memberontak terhadap Asyur, sehingga Aram dan Israel menyerang Yehuda sebagai hukuman. Ayat 2 Ketika diberitahukan kepada keluarga Daud, Aram telah berkemah di wilayah Efraim, hati Ahas dan rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon hutan bergoyang ditiup angin, raja Ahaz dari Yehuda dan rakyatnya khawatir akan dikalahkan oleh Aram dan Israel. Kemudian TUHAN berfirman kepada Yesaya, Keluarlah menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, di ujung saluran Kolam Atas, di jalan raya pada Padang Tukang Penatu Allah memerintahkan Yesaya untuk membawa anaknya laki-laki pergi menemui Ahaz. Perlu diingat, Ahaz bukanlah orang yang saleh, dan ia mempersembahkan anak-anak sebagai korban manusia.

Allah mengingatkan
Ayat 4, TUHAN berpesan agar katakanlah kepadanya, 『Jagalah agar dirimu tetap tenang. Janganlah takut dan janganlah kecut hatimu karena kedua puntung kayu api yang berasap ini, karena kegeraman amarah Rezin beserta orang Aram dan anak Remalya Allah memerintahkan Yesaya untuk memberitahu Ahaz dengan empat kata kerja imperatif: Jagalah diri, tetap tenang, jangan takut, dan janganlah kecut hatimu, yang berarti bahwa Ahaz tidak boleh bertindak gegabah. Ayat 7 Allah menyatakan : Hal itu tidak akan terlaksana, dan tidak akan terjadi, Allah berkata bahwa rencana Aram dan Efraim tidak akan berhasil, sebab Enam puluh lima tahun lagi Efraim akan diguncangkan, sehingga tidak menjadi bangsa lagi. Selanjutnya Allah berkata, Kepala Efraim ialah Samaria, kepala Samaria ialah anak Remalya. Jika kamu tidak teguh beriman, kamu sungguh tidak akan aman. Jika kamu tidak teguh beriman (taʾĕminû), kamu sungguh tidak akan aman (tēʾāmēnû), ayat ini menekankan percaya kepada Allah. Meskipun ada krisis bahaya mengancam di depan, raja dan rakyat harus sehati dan beriman kepada Allah, jika tidak, mereka tidak dapat berdiri teguh. Allah menyuruh Yesaya untuk membawa putranya menemui Ahaz. Anak laki-laki Yesaya bernama Syear Yasyub (šĕʾār yāšûv), yang berarti umat sisa akan kembali. Keselamatan Allah lebih cepat dari yang dibayangkan orang, nubuat Yesaya terpenuhi sekitar 3 tahun kemudian.

Refleksi:
• Ketika menghadapi krisis hendaknya Jagalah diri, tetap tenang, jangan takut, dan janganlah kecut hatimu, apakah Anda bersedia belajar bersikap seperti itu?

• Ada situasi dalam hidup yang tidak terkendali. Kita mungkin salah menilai situasi dan bahkan kehilangan ketenangan diri. Apakah Anda bersedia belajar dari Yesaya dan mendengarkan suara Allah?

Percaya kepada Allah akan mencegah kita bertindak gegabah dan pada saat yang sama menanggapinya dengan iman. Apakah Anda bersedia belajar bersikap demikian?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 6:9-13

「Panggilan Yesaya (3): misi tanpa tepuk tangan」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 6:9-13 [TB2])
9 Kemudian firman-Nya:
………Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini:
Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi kamu tidak akan mengerti!
………Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi kamu tidak akan memahami!
10 Buatlah hati bangsa ini keras
………dan telinganya berat mendengar
………dan matanya melekat tertutup,
supaya jangan mereka melihat dengan matanya
………dan mendengar dengan telinganya
dan mengerti dengan hatinya,
………lalu berbalik dan menjadi sembuh.
11 Kemudian aku bertanya, Sampai berapa lama, ya Tuhan? Lalu jawab-Nya,
Sampai kota-kota menjadi puing tanpa penduduk,
………rumah-rumah tanpa penghuni,
………tanah terlantar dan sunyi sepi.
12 TUHAN akan menyingkirkan manusia jauh-jauh,
………sehingga di dalam negeri banyak tanah yang ditinggalkan.
13 Jika di sana masih tinggal sepersepuluh dari mereka,
………mereka akan dilahap api sekali lagi,
seperti pohon terbantin dan pohon besar lainnya
………yang ketika ditebang, hanya tersisa tunggulnya.
………Tunggul itu menjadi benih yang kudus!

Misi tanpa tepuk tangan
Setelah Yesaya bersedia menerima pengutusan Allah, Allah memberitahukan kepadanya isi amanat pengutusan itu, isi amanat itu adalah fokus Yesaya 6:9-13.

Ayat 9-10 Kemudian firman-Nya: Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi kamu tidak akan mengerti! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi kamu tidak akan memahami! … 』」 Isi amanat pengutusan Yesaya ini sangat sulit dipahami. Allah mengutus Yesaya untuk menyampaikan pesan kepada orang Yahudi, tetapi orang Yahudi tidak mengerti. Mengapa Allah tidak menolong orang Yahudi memahami pesan Yesaya? Bahkan ayat 10 mencatat: Buatlah hati bangsa ini keras dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh. Ternyata Allah memang bermaksud supaya orang-orang Yahudi tidak mengerti pesan yang disampaikan oleh Yesaya kepada mereka, hal ini makin membuat para pembacanya bingung, mengapa Allah bertindak demikian?

Seorang nabi yang menyampaikan pesan penghakiman
Banyak orang percaya menggunakan kerangka berpikir manusia yang membatasi pekerjaan Allah, dan tidak pernah berpikir bahwa Allah adalah Allah yang melakukan mukjizat sendirian. Pada tahun 740 SM, Kerajaan Yehuda masih kuat. Tidak seorang pun mengira bahwa kerajaan utara akan dikalahkan oleh Asyur pada tahun 722 SM, dan Yehuda akan dikalahkan oleh Babel pada tahun 586 SM. Allah memanggil Yesaya untuk menyampaikan pesan penghakiman kepada orang-orang Yahudi, di era ketika Kerajaan Yehuda masih kuat, tentu saja tidak ada seorang pun yang mau menerimanya. Yesaya bertanya, Sampai berapa lama, ya Tuhan? Jawab TUHAN: Sampai kota-kota menjadi puing tanpa penduduk, rumah-rumah tanpa penghuni, tanah terlantar dan sunyi sepi. Allah ingin Yesaya terus memberitakan pesan penghakiman sampai hari malapetaka tiba. Seperti yang dicatat di ayat 12 TUHAN akan menyingkirkan manusia jauh-jauh, sehingga di dalam negeri banyak tanah yang ditinggalkan, ayat ini menubuatkan bahwa Yehuda akan dikalahkan oleh Babel pada tahun 586 SM, dan kaum elit akan ditawan ke Babel. Ayat 13 menubuatkan bahwa Allah akan memelihara sisa-sisa yang kudus dalam bencana itu, Jika di sana masih tinggal sepersepuluh dari mereka, mereka akan dilahap api sekali lagi, seperti pohon terbantin dan pohon besar lainnya yang ketika ditebang, hanya tersisa tunggulnya. Tunggul itu menjadi benih yang kudus! Jika kita memahami pengalaman Yesaya ketika dipanggil, dan isi berita yang Allah sampaikan kepada Yesaya untuk diberitakan kepada orang-orang Yahudi, kita akan lebih memahami bahwa Kitab Yesaya penuh dengan kritik terhadap dosa-dosa orang-orang Yahudi, tetapi pada saat yang sama mencakup keselamatan Allah.

Yesaya bersedia menjadi hamba Allah yang dipandang rendah orang
Harap perhatikan bahwa Yesaya adalah saudara Uzia, dan kedudukannya adalah seorang nabi kerajaan atau nabi istana. Jika dia tidak memberitakan pesan penghakiman kepada orang-orang Yahudi, dia akan menerima tepuk tangan. Sekarang, Yesaya mengambil jalan yang dilihat dunia sebagai kebodohan. Dia memberitakan pesan penghakiman kepada orang-orang Yahudi, dan dia akan kehilangan kedudukannya sebagai nabi kerajaan atau nabi istana. Allah mengutus Yesaya untuk memberitakan pesan-Nya, tetapi komunitas Yahudi tidak akan menerimanya. Yesaya adalah seorang nabi kerajaan dan kerabat raja, jadi sebenarnya dia bisa menemukan zona nyaman dalam hidup dan melanjutkan hidup yang aman dan terjamin. Ketika Yesaya menjawab panggilan Allah, dia harus membayar harga, ia berjalan di jalan iman yang tidak ada tepuk tangan, memberitakan pesan penghakiman dari Allah yang tidak akan diterima orang-orang Yahudi. Berharga kita perhatikan bahwa Allah ingin Yesaya berjalan di jalan iman, dan tidak ada tepuk tangan; tetapi Allah bersama Yesaya dan menuntun Yesaya untuk menapak di jalan pelayanan.

Refleksi:
• Allah mengutus Yesaya untuk menyampaikan pesan penghakiman atas dosa kepada orang-orang Yahudi, tentu saja ini adalah berita yang tidak akan mendapat pujian. Yesaya bersedia menerima misi ini. Apakah Anda bersedia belajar dari Yesaya?

• Yesaya menyampaikan pesan penghakiman atas dosa, tetapi ia bukan saja tidak menerima pujian, bahkan sebagai kerabat Uzia, ia adalah seorang nabi istana dengan masa depan yang cerah, tetapi, ia rela melepaskan masa depannya sendiri agar tetap setia kepada Allah. Apakah Anda bersedia belajar dari Yesaya?

• Cara membedakan nabi sejati dan nabi palsu adalah dengan melihat apakah apa yang mereka khotbahkan terpenuhi. Pesan yang sebenarnya mungkin sesuatu yang tidak disukai orang untuk didengar. Apakah Anda lebih suka mendengar pesan yang menyenangkan kuping atau pesan dari Allah walau tidak enak didengar?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 6:5-8

「Panggilan Yesaya (2): ditahirkan, diutus」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 6:5-8 [TB2])
5 Lalu kataku:
Celakalah aku! Aku binasa!
………Sebab aku ini seorang yang najis bibir,
dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir,
………namun mataku telah melihat Sang Raja, TUHAN Semesta Alam.
6 Lalu salah satu serafim itu terbang ke arahku; di tangannya ada bara yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. 7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata,
………Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu,
………maka kesalahanmu telah disingkirkan dan dosamu telah dilenyapkan.
8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata,
………Siapakah yang akan Kuutus,
………………dan siapakah yang mau pergi untuk Kita?
………Sahutku, Ini aku, utuslah aku!

Yesaya mengalami penahiran sebelum dia diutus
Yesaya 6:5-8 mencakup tiga poin: ayat 5 mengenali jati dirinya sendiri, ayat 6-7 disucikan, dan ayat 8 diutus. Ayat 5 Celakalah aku! Aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, TUHAN Semesta Alam, menghadap Allah yang Maha Kudus dan Maha Mulia, Yesaya merasa bahwa dirinya adalah seorang yang najis bibir. Berharga kita perhatikan: Yesaya adalah seorang nabi istana, dan mereka yang dapat bekerja di istana harus berhati-hati dalam perkataan mereka. Seseorang yang berbicara dengan hati-hati, menghadapi Allah yang Maha Kudus dan Maha Mulia, tidak boleh menyombongkan diri, tetapi hanya dapat merendahkan diri dan mengakui kesalahannya yang disengaja atau tidak disengaja. Kita perhatikan bahwa Yesaya tidak hanya mengakui dosa-dosanya sendiri, tetapi juga mengakui bahwa bangsa Yahudi juga berdosa. Ayat 5 hanya menyebutkan bibir yang najis, secara lebih ketat, bangsa Yahudi bukan hanya memiliki bibir yang najis, tetapi juga memiliki banyak dosa. Setelah Yesaya mengakui dosa-dosanya, Allah memperbarui dan mengubahnya. Lalu salah satu serafim itu terbang ke arahku; di tangannya ada bara yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata, Lihat, bara ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah disingkirkan dan dosamu telah dilenyapkan.』」 Malaikat itu menyentuhkan bara api itu ke mulut Yesaya, menyatakan bahwa kesalahan Yesaya telah disingkirkan dan dosanya telah diampuni.

Setelah ditahirkan, ia menerima panggilan Allah
Fokus Yesaya 6:1-4 adalah Yesaya mengenal kekudusan dan kemuliaan Allah, sedangkan fokus Yesaya 6:5-8 adalah Yesaya mengenali jati dirinya sendiri, mengakui dosa-dosanya, menerima penyucian dari Allah, dan menerima panggilan Allah untuk diutus. Ayat 8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata, Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Kita?』」 Allah menyatakan undangan di hadapan Yesaya, tetapi sebenarnya Allah tidak menyebut nama Yesaya. Allah juga tidak menjelaskan isi dari pengutusan itu, juga tidak menjelaskan ke mana harus pergi, tetapi hanya bertanya siapakah yang bersedia pergi untuk Kita? Di sini Kita adalah bentuk jamak, bentuk jamak yang terhormat (Yang Mulia Jamak/Majesty Plural), Allah adalah satu-satunya Tuhan, Ia Maha Esa, ini adalah iman kepercayaan orang Yahudi. Yesaya menjawab: 「『Ini aku, utuslah aku!』」 Yesaya bersedia menerima pengutusan Allah dan menanggapi panggilan-Nya. Yesaya adalah seorang nabi kerajaan atau nabi istana, dan dia sudah memiliki posisi pelayanan, bisa dikatakan ia lebih saleh daripada orang percaya lainnya. Ketika dia bertemu Allah di bait suci, dia menemukan bahwa ketika dia meletakkan identitasnya sebagai pejabat agama, dia sadar pada dasarnya dirinya penuh dengan dosa. Ketika dia mengakui dosa-dosanya, mengalami pembersihan dan pengampunan, hatinya penuh dengan rasa syukur kepada Allah. Ketika Yesaya mendengar Allah berkata, Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Kita?, dia menjawab: Ini aku, utuslah aku! Yesaya mungkin sebelumnya sama sekali tidak punya rencana untuk mengubah status quo keadaan saat ini, tetapi dia bersedia menerima pengutusan dari Allah.

Refleksi:
• Yesaya mengakui dosa-dosanya untuk memperoleh pengampunan dan pembersihan dari Allah. Apakah Anda bersedia belajar dari Yesaya?

• Kehidupan batin Yesaya dibersihkan, dan Allah memanggilnya; sebaliknya, beberapa orang merasa bahwa Allah memanggilnya, tetapi kemudian tampak bahwa mereka memiliki kekurangan yang serius dalam hal spiritualitas, karakter, hubungan interpersonal, dll. Oleh karena itu, sangat penting untuk membersihkan kehidupan batin, yang merupakan faktor kunci dalam pelayanan. Apakah Anda bersedia menghadapi kekurangan dalam kehidupan batin Anda agar dibersihkan?

• Panggilan Allah kepada Yesaya tidak memiliki isi yang spesifik, tetapi Yesaya tetap bersedia untuk menanggapinya. Apakah Anda bersedia belajar dari Yesaya?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 6:1-4

「Panggilan Yesaya (1): menerima sebuah penglihatan」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 6:1-4 [TB2])
1 Pada tahun kematian raja Uzia, aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, bagian bawah jubah-Nya memenuhi Bait Suci. 2 Para serafim berdiri di sekitar-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap untuk menutupi muka mereka, dua sayap untuk menutupi kaki mereka, dan dua sayap untuk melayang-layang. 3 Mereka berseru bersahut-sahutan,
………Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Semesta Alam,
………………seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!
4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu karena suara seruan mereka dan rumah itu pun penuh dengan asap.

Zaman dan kehidupan Yesaya
Raja Uzia memerintah dari tahun 792 hingga 740 SM, pada waktu itu kerajaan itu kuat. Namun, di tahun-tahun terakhirnya, raja Uzia menjadi sombong dan membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan (2 Taw. 26:16), Allah membuat dia menderita kusta dan memaksanya untuk mundur ke belakang layar, dia memerintah bersama putranya, Yotam, selama 12 tahun. Meskipun kerajaan Yehuda makmur, kerajaan itu penuh dengan dosa dalam politik, masyarakat, moralitas, dan agama (Yesaya 5:20). Ada beberapa golongan tokoh penting dalam Perjanjian Lama: raja, nabi, imam, dan orang bijak. Imam biasanya bekerja erat dengan raja, sementara nabi dibagi menjadi nabi istana dan nabi sipil. Nabi istana biasanya bekerja erat dengan raja; nabi sipil akan membuat kritik keras terhadap ketidakadilan sosial. Nabi istana juga bisa menjadi imam. Nabi Yesaya memiliki hubungan saudara dengan Uzia, dan identitasnya adalah seorang nabi kerajaan atau nabi istana. Ketika kita merujuk pada tafsiran Alkitab, dapat dirasakan bahwa hal yang istimewa tentang bagian ini adalah bahwa Yesaya, sebagai seorang nabi istana, menerima panggilan yang berbeda dari para nabi istana biasa. Ketika generasi berganti, raja lama meninggal dan raja baru naik takhta, nabi istana secara teoritis akan menyampaikan pesan untuk menjaga stabilitas; tetapi dari penglihatan yang diterima nabi Yesaya yakni ia ditahirkan dan diutus, dan menerima misi yang mustahil ia selesaikan, Yesaya adalah seorang nabi istana yang sangat unik.

Penjelasan dan pemahaman ayat Alkitab
Yesaya 6:1 mencatat Pada tahun kematian raja Uzia, aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, bagian bawah jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Ini seharusnya menjadi pengalaman rohani spesial yang dialami Yesaya ketika ia melayani di Bait Suci, Yesaya bisa menjadi nabi istana atau imam. Berikutnya di ayat 2 dituliskan Para serafim berdiri di sekitar-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap untuk menutupi muka mereka, dua sayap untuk menutupi kaki mereka, dan dua sayap untuk melayang-layang. Serafim muncul 8 kali dalam Perjanjian Lama, satu kali sebagai nama orang, dan sisanya merujuk kepada malaikat atau ular-ular api/burning serpent (TB menerjemahkan sebagai ular tedung), yang akar katanya adalah membakar. Fungsi sayap adalah untuk terbang, untuk menaati rencana Allah. Menutupi muka dan mata berarti tidak dapat melihat langsung kepada Allah (Keluaran 33:20; Hakim-hakim 13:22). Dan Para malaikat surga berdiri dan berseru seorang kepada yang lain, mereka berseru bersahut-sahutan, Kudus, kudus, kuduslah TUHAN Semesta Alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!』」 Bahwa Allah adalah Allah yang kudus, Allah yang berkuasa, Allah yang mulia, dan kemuliaan Allah memenuhi seluruh bumi. Kita sering mengatakan berikan kemuliaan kepada Allah, yang berarti kita bersaksi tentang Allah dengan keberhasilan kita, yang merupakan sikap yang sangat baik. Namun, ada tingkatan lain tentang kemuliaan Allah, yaitu bahwa kemuliaan Allah memenuhi seluruh bumi. Kita harus mengaku tentang kedaulatan Allah dan memuji Allah untuk menunjukkan kemuliaan-Nya, sehingga bergoyanglah alas ambang pintu karena suara seruan mereka dan rumah itu pun penuh dengan asap Suara pujian kepada Allah terdengar nyaring, dasar-dasar ambang pintu juga berguncang, dan pada saat yang sama Bait Suci dipenuhi asap, yang seharusnya merupakan hasil dari pembakaran dupa.

Yesaya mengalami kehadiran Allah dan menerima penglihatan
Yesaya melihat hadirat Allah yang kudus, tetapi ia tidak melihat wajah-Nya. Yesaya melihat malaikat memuji Allah dan melihat kemuliaan Allah. Kebanyakan orang Kristen belum pernah melihat hadirat Allah. Kita hanya percaya kepada Allah dan belajar tentang Allah dari Alkitab. Oleh karena itu, kebanyakan orang Kristen mengenal Allah dalam pengertian konsep, mereka yang mempelajari teologi dapat memahami konsep tentang Allah sedikit lebih jelas, tetapi semuanya tetap pada tingkat konseptual. Meskipun kebanyakan orang Kristen belum melihat hadirat Allah, beberapa orang Kristen telah mengalami campur tangan Allah dalam hidup mereka, yang memungkinkan mereka mengalami hadirat Allah dan bimbingan Allah. Mengalami Allah dapat terjadi ketika semuanya berjalan lancar atau ketika segala sesuatunya sulit dan menyakitkan. Setiap orang yang telah mengalami Allah tidak akan pernah menjalani kehidupan yang sama lagi. Setelah Yesaya mengalami Allah, ia memiliki penemuan dan pemahaman baru tentang dirinya sendiri. Secara teori, ketika raja Uzia meninggal, era baru akan datang, dan Yesaya perlu memposisikan dirinya untuk bekerja di era baru tersebut. Menerima penglihatan kali ini membantu Yesaya melihat dirinya dari sudut pandang rohani dan melihat fokus pelayanannya di masa depan.

Refleksi:
• Yesaya melihat kehadiran Allah yang kudus. Apakah Anda ingin Allah datang dan berbicara kepada Anda?
• Yesaya melihat kemuliaan Allah dan bersedia melayani-Nya dengan rendah hati. Apakah Anda bersedia belajar dari Yesaya?
• Yesaya adalah seorang nabi istana, tetapi Allah memanggilnya untuk menjadi nabi biasa. Apakah Anda bersedia belajar dari Yesaya?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yesaya 5:21-24

「Enam celaka orang Yehuda (4)」

Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 5:21-24 [TB2])
21 Sungguh celaka orang yang memandang dirinya bijaksana,
………yang menganggap dirinya pintar!

22 Sungguh celaka orang yang jago minum
………dan juara dalam mencampur minuman keras;
23 yang membenarkan orang fasik karena suap
………dan yang memungkiri hak orang benar.
24 Sebab itu, seperti lidah api memakan jerami,
………dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api,
demikian akar-akar mereka akan membusuk,
………dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu,
karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN Semesta Alam
………dan menista firman Yang Maha Kudus, Allah Israel.

Celaka: pemimpin yang congkak meninggikan diri
Yesaya 5:21, kesombongan para pemimpin merupakan celaka kelima bagi orang Yehuda. Sungguh celaka orang yang memandang dirinya bijaksana, yang menganggap dirinya pintar! Ayat ini menunjukkan bahwa sebagian orang menganggap pandangan mereka sendiri sebagai sesuatu yang mutlak. Namun, hanya mereka yang takut akan Allah yang memiliki hikmat, sehingga dapat menjadi orang bijak yang dapat membedakan yang benar dari yang salah, bukan mendukung atau menentang secara membabi buta. Orang bijak seharusnya mendorong komunikasi dan dialog antara pihak-pihak yang berbeda pendapat, mempersempit jarak, mencapai konsensus, dan mencari situasi yang saling menguntungkan. Ketika orang yang berkuasa hanya menekankan kekuasaan mereka dan memaksa pihak lain untuk tunduk, sebenarnya sulit bagi setiap orang untuk mempercayai dia dengan benar.

Orang tanpa kedudukan sebagai pemimpin bersikap congkak memandang dirinya bijaksana dan pintar, ia akan merugikan dirinya sendiri, keluarganya, dan tempat kerjanya; jika seorang pemimpin bersikap sombong, ia bukan saja akan merugikan dirinya sendiri dan keluarganya, tetapi juga seluruh kelompoknya. Yesus menegur orang-orang beragama yang munafik seperti pemimpin yang buta, artinya mereka membawa seluruh kelompok berjalan menuju ke jurang dan secara kolektif jatuh ke dalam jurang. Oleh karena itu, mereka yang bercita-cita menjadi pemimpin harus belajar untuk rendah hati, tidak mencari tepuk tangan orang banyak, dan tidak berpikir bahwa dirinya yang mampu mengendalikan segalanya. Yesus Kristus walau adalah Tuhan, tetapi Ia memimpin dengan mentalitas seorang hamba, membentuk murid, dan mengubah dunia.

Celaka menerima suap
Yesaya 5:22-24, hakim-hakim yang tidak adil merupakan celaka keenam bagi orang-orang Yehuda. Ayat 22 Sungguh celaka orang yang jago minum dan juara dalam mencampur minuman keras; yang membenarkan orang fasik karena suap dan yang memungkiri hak orang benar. Kedua ayat ini menunjukkan bahwa para hakim suka minum anggur dan mencampur minuman keras, suka minum anggur atau mencampur minuman keras bukanlah suatu masalah, tetapi mereka menerima suap, menyalahgunakan kekuasaan mereka, dan membuat keputusan yang tidak adil dalam penghakiman. Para hakim harus menghakimi menurut sifat Allah adil (mišpāṭ) dan benar (ṣedeq). Para hakim seharusnya tidak mempertimbangkan interes pribadi orang tetapi menghakimi dengan adil. Apa yang terjadi, para hakim membenarkan orang fasik dan merampas kebenaran orang-orang benar. Sebab itu, seperti lidah api memakan jerami, dan seperti rumput kering habis lenyap dalam nyala api, demikian akar-akar mereka akan membusuk, dan kuntumnya akan beterbangan seperti abu, karena mereka telah menolak pengajaran TUHAN Semesta Alam dan menista firman Yang Maha Kudus, Allah Israel.

Pembuat hukum harus adil, penegak hukum harus adil, dan pejabat peradilan harus adil, semuanya telah diberi kekuasaan, dan penggunaan kekuasaan harus dibatasi karena sifat manusia adalah sombong dan memiliki godaan untuk menyalahgunakan kekuasaan. Kita dapat membuat berbagai mekanisme peninjauan, tetapi tidak satu pun dari mereka dapat mengubah kelemahan sifat manusia. Oleh sebab itu, harus menekankan karakter pribadi, integritas, kesetiaan, tidak mementingkan diri sendiri, menghormati orang lain, menghormati hukum alam, dan menghormati Allah. Terdapat nasihat yang menekankan agar orang menggunakan kekuatan penguasaan diri untuk menahan keinginan mereka. Namun, orang tidak pernah dapat mengatasi kelemahan sifat manusia, korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan masih terjadi.

Jadi bagaimana agar sifat manusia dapat diubah?
Bangsa Yahudi adalah umat pilihan Allah, dengan unsur-unsur keagamaan seperti sistem persembahan kurban, ibadah di Bait Suci, hukum Taurat, dan ajaran para nabi-nabi. Akan tetapi, ketika para pemimpin dan umat Yahudi menolak ajaran Allah Semesta Alam, semua perilaku keagamaan menjadi formalistik dan bersifat eksternal. Sejarah dan tradisi keagamaan menjadi dangkal dan bahkan munafik.

Jika budaya dan agama yang sudah ada sejak lama tidak dapat menyelesaikan masalah batin manusia, metode apa yang dapat menyelesaikannya? Sebagian besar agama masih berpusat pada diri mereka sendiri. Meskipun mereka menerima bahwa ada Tuhan di alam semesta, hasilnya tetap saja mementingkan diri sendiri. Kekristenan menekankan rasa hormat takut manusia kepada Allah dan pengelolaan hati mereka sendiri mengesampingkan ego mereka, dengan rendah hati mengakui ketidakmampuan mereka sendiri, dan bersedia menerima diubahkan dan dipimpin Allah, melawan sikap yang memandang dirinya bijaksana dan menganggap dirinya pintar.

Refleksi:
• Jika Anda punya kesempatan menjadi pemimpin, bagaimana Anda bisa menghindari terjadinya kerusakan pada keseluruhan situasi akibat kesombongan?
• Jika Anda seorang legislator, penegak hukum, atau pejabat pengadilan, bagaimana Anda menghindari penerimaan suap, penyalahgunaan kekuasaan, dan pengambilan keputusan yang tidak adil?
• Bagaimana kita dapat menggunakan perikop ini sebagai pengingat untuk menjadi orang yang adil dan jujur?


Renungan pemahaman Yesaya 1-12

Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.