「Israel menerima hukuman」
Oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yesaya 9:8-12 [TB2])
8 Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub,
………dan firman-Nya itu menimpa Israel.
9 Seluruh bangsa itu, Efraim dan penduduk Samaria, mengetahuinya,
………tetapi dengan congkaknya dan tinggi hatinya mereka berkata,
10 「Tembok batu bata jatuh,
………kita dirikan kembali dari batu yang dipotong;
pohon-pohon ara ditebang,
………kita ganti dengan pohon-pohon aras.」
11 Maka TUHAN membangkitkan para panglima Rezin melawan mereka,
………dan menggerakkan musuh-musuh mereka:
12 Orang Aram dari timur, dan orang Filistin dari barat,
………mereka menelan Israel dengan mulut yang lebar.
Sekalipun semuanya ini terjadi,
………murka-Nya belum surut,
………dan tangan-Nya masih teracung.
13 Tetapi, bangsa itu tidak kembali kepada Dia yang menghajarnya,
………dan mereka tidak mencari TUHAN Semesta Alam.
14 Maka TUHAN menebas dari Israel kepala dan ekor,
………batang dan ranting serentak pada hari yang sama.
15 Tua-tua dan pemuka, itulah kepala,
………dan nabi yang mengajarkan dusta, itulah ekor.
16 Sebab, para pemimpin bangsa ini adalah penyesat,
………dan orang-orang yang dipimpin menjadi kacau.
17 Oleh sebab itu, Tuhan tidak mengasihi teruna mereka,
………dan tidak sayang kepada anak yatim dan janda mereka,
sebab, mereka sekalian murtad dan berbuat jahat,
………dan setiap mulut berbicara bebal.
Sekalipun semuanya ini terjadi,
………murka-Nya belum surut,
………dan tangan-Nya masih teracung.
18 Sungguh, kefasikan itu menyala seperti api
………yang melahap habis onak dan duri,
lalu membakar belukar di hutan
………sehingga gumpalan asap mengepul ke atas.
19 Oleh karena murka TUHAN Semesta Alam,
………terbakarlah tanah itu,
dan bangsa itu menjadi umpan api;
………seorang pun tidak mengasihani saudaranya.
20 Mereka melahap ke sebelah kanan, tetapi masih lapar,
………mereka memakan ke sebelah kiri,
………tetapi tidak kenyang,
………setiap orang memakan daging kerabatnya sendiri:
21 Manasye memakan Efraim, dan Efraim memakan Manasye,
………dan bersama-sama mereka melawan Yehuda.
Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut,
………dan tangan-Nya masih teracung.
Beberapa peneliti Alkitab menunjukkan bahwa tema Yesaya 9:8-10:4 adalah 「murka Allah akan datang atas Israel,」 dan terdapat empat nubuat penghakiman di dalamnya:
A1. Allah menggunakan Asyur untuk mendesak umat-Nya agar kembali, tetapi kaum Israel bersikap sok benar dan menolak untuk bertobat. (9:8-12)
………B1. Pemimpin membawa bencana bagi rakyatnya (9:13-17)
………B2. Allah membiarkan Israel dan Yehuda berperang (9:18-21)
A2. Asyur: penawan menjadi mangsa (10:1-4)
Tema Yesaya 9:8-12 adalah hukuman atas Israel, dan tema 9:1-7 adalah kedatangan Raja Damai. Kedua tema ini benar-benar berlawanan arah. Mengapa Yesaya 9 memiliki fenomena yang sangat bertolak belakang? Karena tema Yesaya 1-12 adalah melihat penghakiman saat ini dari perspektif pembaruan di masa depan. Oleh karena itu, setelah Yesaya 9:1-7 berbicara tentang kedatangan Raja Damai dan kelanjutan rezim Yehuda, disambung dengan Yesaya 9:8-12 yang berbicara tentang hukuman terhadap Israel (kerajaan utara) dengan unsur kritik yang sangat kuat. Ayat-ayat pembaruan di masa depan dan penghakiman saat ini disisipkan dalam Yesaya 1-12. Pada saat yang sama, Yesaya adalah seorang nabi kerajaan selatan Yehuda, pesan-pesan yang ia sampaikan semuanya adalah tentang kebangkitan Yerusalem dan Yehuda di masa depan.
Yesaya 9:8 「Tuhan telah melontarkan firman kepada Yakub, dan firman-Nya itu menimpa Israel,」 sasaran dari 「firman (dāvār) 」 dari Allah adalah ditujukan kepada kaum Yakub (bĕyaʿăqōv). Akan tetapi, preposisi 「kepada」 dapat juga diterjemahkan sebagai 「melawan kaum Yakub」 (against Jacob), ayat 8b 「firman-Nya itu menimpa Israel」 di sini 「menimpa」 (fallen) menunjukkan firman-Nya adalah kata-kata yang berat, pembacaan yang cermat dari Yesaya 9:8-12 menunjukkan bahwa ini seharusnya adalah kata-kata penghakiman. Oleh karena itu, inti ayat 8 adalah 「Tuhan telah mengucapkan firman tertuju terhadap kaum Yakub, dan firman-Nya itu telah menimpa kaum Israel.」
Ayat 9 「Seluruh bangsa itu, Efraim dan penduduk Samaria, mengetahuinya, tetapi dengan congkaknya dan tinggi hatinya mereka berkata,」 ayat ini mengacu pada fakta bahwa kerajaan Utara tidak belajar dari kegagalannya, masih penuh kesombongan setelah dikalahkan oleh Asyur, mereka berkata 「Tembok batu bata jatuh, kita dirikan kembali dari batu yang dipotong; pohon-pohon ara ditebang, kita ganti dengan pohon-pohon aras.」 Beberapa peneliti Alkitab berpendapat bahwa ini mengacu pada invasi raja Asyur ke kerajaan Utara pada tahun 733 SM dan pendudukan wilayah yang luas. Orang-orang kerajaan Utara dengan yakin mengatakan bahwa tidak masalah jika tembok bata runtuh, karena mereka tetap dapat membangun yang lebih baik dengan batu; pohon ara ditebang, tetapi kita akan menggantinya dengan pohon aras. Jika kita memahami kalimat ini di luar kenyataan, itu adalah kata-kata yang menarik dan menggembirakan; jika kata-kata ini diucapkan ketika Asyur menyerbu negara itu dan merampas sebagian besar tanah, itu akan membuat orang merasa berkurang rasa krisisnya. Tentu saja, dapat dimengerti untuk mempromosikan pesan-pesan positif demi menyatukan orang-orang yang berada di bawah krisis internal dan eksternal; tetapi jika yang ada hanyalah propaganda 「hari esok akan lebih baik」 tanpa menghadapi krisis secara realistis, itu hanya akan membuat masalah terus meluas dan menyerahkannya kepada generasi mendatang untuk ditanggung. Akibatnya, Asyur menaklukkan kerajaan utara Israel pada tahun 722 SM. Jika pembaca memiliki informasi latar belakang sejarah ini, akan lebih memahami mengapa Allah menghakimi kerajaan utara Israel.
Akibatnya, 「Maka TUHAN membangkitkan para panglima Rezin melawan mereka, dan menggerakkan musuh-musuh mereka.」 Allah menggunakan musuh-musuh kerajaan Israel di utara untuk menghukum Israel. 「Orang Aram dari timur, dan orang Filistin dari barat, mereka menelan Israel dengan mulut yang lebar,」 Kerajaan Israel di utara diserang dari timur dan barat, dan sulit untuk mengatasinya. Tetapi 「Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung,」 kalimat ini muncul 5 kali (Yesaya 9:12, 17, 21, 10:4, 5:25). Allah mengasihi umat-Nya, tetapi ketika umat-Nya menyimpang dari Allah dan terus menerus berbuat dosa, Allah akan menyembunyikan wajah-Nya dan bahkan menghukum umat-Nya. Beberapa hukuman adalah hukuman ringan, sementara yang lain adalah 「Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.」
Refleksi:
• Setelah kerajaan Israel di utara mengalami kekalahan, mereka tetap bersikap sombong dan angkuh, yang mengakibatkan kekalahan yang lebih serius. Apakah kita bersedia belajar dari sejarah?
• Allah menggunakan musuh-musuh kerajaan Israel di utara untuk menghukum Israel. Apakah Anda pernah berpikir bahwa Allah akan menghukum orang-orang karena dosa-dosa mereka?
• Bila saya adalah seorang pemimpin, apakah saya bersedia merendahkan hati, dan menjauhi dosa serta menjauhi jalan yang salah, yang pada akhirnya akan mendatangkan hukuman bagi kelompok atau komunitas?
Renungan pemahaman Yesaya 1-12
Pengantar Kitab Yesaya (Pembagian, tema-tema besar, dan garis besar Kitab Yesaya)
Renungan pemahaman Kitab Yesaya
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Yesaya 1-12 ditulis oleh Rev. Dr. Benedict Kwok Hung-biu yang dipublikasi pada bulan Mei 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.