「Perkataan ilahi ketiga: Carilah TUHAN」
Oleh Rev. Mài Yào Guāng (麥耀光)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amos 5:1-17 [TB2])
1 Dengarlah perkataan ini yang Kulantunkan tentang kamu sebagai ratapan, hai kaum Israel,
2 「Telah rebah, tidak akan bangkit lagi
………anak dara Israel.
………Ia terkapar di atas tanahnya,
………tidak ada yang membangkitkannya.」
3 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH kepada kaum Israel,
「Kota yang maju berperang dengan seribu orang,
………akan tersisa seratus orang,
dan dari yang maju berperang dengan seratus orang,
………akan tersisa sepuluh orang.」
4 Sesungguhnya beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel,
………「Carilah Aku, maka kamu akan hidup!
5 Janganlah mencari Betel,
………janganlah pergi ke Gilgal
………dan janganlah menyeberang ke Bersyeba,
sebab Gilgal pasti dibuang ke pembuangan
………dan Betel akan lenyap.」
6 Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup,
………supaya Ia tidak akan menyambar keturunan Yusuf
………bagaikan api, yang melahap habis
………tanpa ada yang memadamkannya bagi Betel.
7 Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi racun pahit
………dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah!
8 Dia yang telah membuat bintang Kartika dan bintang Belantik,
………yang mengubah kekelaman menjadi pagi
………dan membuat siang menjadi gelap seperti malam.
Dia yang memanggil air laut
………dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi,
………TUHAN itulah nama-Nya.
9 Dia yang membuat kebinasaan
menyambar yang kuat,
………sehingga kebinasaan menimpa kota berkubu.
10 Mereka membenci orang
yang memberi teguran di pintu gerbang,
………dan mereka muak orang yang berkata jujur.
11 Kamu menginjak-injak orang yang lemah
………dan memungut pajak gandum.
Sebab itu, sekalipun kamu telah mendirikan
rumah-rumah dari batu yang dipotong,
………kamu tidak akan mendiaminya;
sekalipun kamu membuat kebun anggur yang indah,
………kamu tidak akan minum anggurnya.
12 Aku tahu, betapa banyaknya perbuatan jahatmu
………dan betapa merajalelanya dosamu,
hai kamu yang menekan orang benar,
………yang menerima suap
………dan yang menyingkirkan orang miskin di pintu gerbang.
13 Sebab itu, orang yang berakal budi
akan berdiam diri pada waktu itu,
………karena waktu itu waktu yang jahat.
14 Carilah yang baik dan jangan yang jahat,
………supaya kamu hidup.
Dengan demikian, TUHAN, Allah Semesta alam,
akan menyertai kamu,
………seperti yang kamu katakan.
15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik;
………dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang.
Mungkin TUHAN, Allah Semesta alam,
………akan mengasihani yang tersisa
………dari keturunan Yusuf.
16 Sesungguhnya, beginilah firman
TUHAN, Allah Semesta alam, Tuhanku,
「Di semua lapangan akan ada ratapan
………dan di setiap sudut jalan
………orang akan berseru: 『Aduh! Aduh!』
Petani dipanggil untuk berkabung
………dan para peratap untuk meratap.
17 Dan di semua kebun anggur akan ada
ratapan,
………karena Aku akan melintas di tengah-tengahmu,」
………firman TUHAN.
Ayat 5:1, 「Dengarlah perkataan ini …, hai kaum Israel」 menandai permulaan bagian baru. Pasal 5 ini berisi dua perkataan ilahi, masing-masing diakhiri dengan 「firman TUHAN」 (ayat 17 dan 27). Perkataan ilahi ketiga menyerukan kepada keluarga Yusuf untuk mencari Allah (5:1-17), sedangkan perkataan ilahi keempat berkaitan dengan 「hari TUHAN」 (5:18-27).
Allah melanjutkan perkataan-Nya kepada umat Israel dalam sudut pandang orang pertama, 「Aku,」 menekankan 「Aku tahu dosa-dosamu」 (ayat 12), dan 「perkataan ini yang Kulantunkan tentang kamu sebagai ratapan」 (ayat 1). Perkataan ilahi ini dimulai dan diakhiri dengan ratapan (ayat 16-17), dan suara ratapan dapat terdengar di seluruh Israel, di alun-alun, dan di jalan-jalan. Ratapan ini menggambarkan pemandangan ketika Allah menghukum umat-Nya: orang Israel akan jatuh dan tidak dapat bangkit kembali (ayat 2), tentara mereka akan hampir sepenuhnya musnah dalam pertempuran (ayat 3), Gilgal akan ditawan (ayat 5), Betel akan dibakar (ayat 6), kehancuran akan menimpa benteng (ayat 9), mereka tidak akan diizinkan untuk tinggal di rumah-rumah batu yang telah mereka bangun (ayat 11), dan mereka tidak akan diizinkan untuk minum anggur yang telah mereka buat (ayat 11).
Mengapa Israel menghadapi hukuman yang begitu berat? Karena, 「betapa banyaknya perbuatan jahatmu dan betapa merajalelanya dosamu!」 (ayat 12). Nabi Amos kemudian menunjukkan pelanggaran mereka: mereka menginjak-injak orang miskin, memungut pajak, menganiaya orang benar, menerima suap, dan menzalimi orang miskin. Lebih buruk lagi, mereka 「racun pahit dan mengempaskan kebenaran ke tanah」 (ayat 7), sehingga membuat para hakim di gerbang kota kehilangan fungsi (ayat 10). Karena itu, api berkobar di rumah Yusuf dan membakar Betel (ayat 6). Allah menuntut 「keadilan (justice)」 dan 「kebenaran (righteousness)」 dalam masyarakat serta menasihati umat-Nya: 「Semata-mata keadilan, itulah yang harus kaukejar, supaya engkau hidup dan memiliki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu」 (Ulangan 16:20). Orang Israel kehilangan tanah mereka karena kerusakan mereka.
Allah menyampaikan dua pesan penting melalui nabi Amos. Sambil menjalankan penghakiman yang keras, Allah menawarkan harapan kepada umat-Nya. Pertama, Allah ingin umat-Nya tahu bahwa Dia akan bertindak sesuai dengan perbuatan mereka. Umat itu sedang menyimpang, dan nabi Amos menunjukkan bahwa Allah adalah penguasa yang mengubah segala sesuatu. Silakan lihat perbandingan dalam tabel di bawah ini:
| Kaum Yusuf | TUHAN |
|---|---|
| 「Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi racun pahit dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah!」 (ayat 7) | 「Dia yang telah membuat bintang Kartika dan bintang Belantik, yang mengubah kekelaman menjadi pagi dan membuat siang menjadi gelap seperti malam. Dia yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi, TUHAN itulah nama-Nya」 (ayat 8) |
Karena dosa mereka, api menimpa rumah Yusuf. Jika mereka mencari firman TUHAN, 「Mungkin TUHAN, Allah Semesta alam, akan mengasihani yang tersisa dari keturunan Yusuf」 (ayat 15). 「Mencari」 adalah kata kunci, muncul empat kali dalam perkataan ini, dua kali menyatakan, 「Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup」 (ayat 4, 6). Lebih jauh lagi, mencari kebaikan juga mendatangkan berkat. Ayat 14-15 menyajikan 「struktur bersilang」 (atau 「struktur berbentuk kiastik kipas」):
A. Carilah yang Baik (Seek Good, ayat 14a)
B. Jangan mencari Kejahatan (Not Evil, ayat 14)
C. Hidup (Live, ayat 14b)
B’ Benci Kejahatan (Hate Evil, ayat 15a)
A’ Cintailah yang Baik (Loves Good,ayat 15)
Amos dengan jelas mengungkapkan kepada umat Allah dua janji dari Allah: pertama, 「carilah kebaikan,」 dan Allah akan menyertai mereka (ayat 14); kedua, 「cintailah kebaikan … Allah akan berbelas kasih kepada sisa keturunan Yusuf」 (ayat 15).
Refleksi:
1. Nabi menggambarkan Allah sebagai 「singa」 (3:12), dan sekarang ia menggambarkan Allah sebagai api yang menghanguskan (consuming fire) (lihat Ulangan 4:24; 9:3). Bagaimana Anda memahami gambaran Allah yang diberikan nabi Amos ini?
2. Apakah Anda bersedia tidak sekadar hanya mencari dan mencintai kebaikan, tetapi juga mempraktikkannya secara konkret? Jika ya, bagaimana Anda dapat menjalani hidup yang penuh kebaikan?
3. Nabi Amos menyesalkan bahwa masyarakat bukan saja dipenuhi dengan penganiayaan terhadap orang benar, penyuapan, dan ketidakadilan terhadap orang miskin di gerbang kota (ayat 12), tetapi yang lebih buruk lagi, bahwa sebagian orang 「membenci hakim di gerbang kota dan membenci orang yang mengatakan kebenaran」 (ayat 10). Dalam lingkungan yang penuh permusuhan seperti itu, Amos berkata, 「Sebab itu, orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu waktu yang jahat.」 (ayat 13). Bagaimana hal ini dapat membantu Anda memahami ajaran nabi Amos?
Renungan pemahaman Kitab Amos
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh Rev. Dr. Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Juni 2026 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.