Tag Archives: Kitab 2 Samuel

2 Samuel 15:13-18

Melarikan diri
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 15:13-18 [ITB])
13 Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: Hati orang Israel telah condong kepada Absalom. 14 Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem: Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, sebab jangan-jangan kita tidak akan luput dari pada Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia jangan dapat lekas menyusul kita, dan mendatangkan celaka atas kita dan memukul kota ini dengan mata pedang! 15 Para pegawai raja berkata kepada raja: Terserah kepada tuanku raja! Hamba-hambamu ini siap!
16 Lalu keluarlah raja dan seisi rumahnya mengiringi dia; sepuluh orang gundik ditinggalkan raja untuk menunggui istana. 17 Maka keluarlah raja dan seluruh orang-orangnya mengiringi dia. Dekat rumah yang terakhir mereka berhenti 18 sedang semua pegawainya berjalan melewatinya, juga semua orang Kreti dan semua orang Pleti. Juga semua orang Gat, enam ratus orang banyaknya, yang mengiringi dia sejak dari Gat, berjalan melewati raja.
19 Lalu bertanyalah raja kepada Itai, orang Gat itu: Mengapa pula engkau berjalan beserta kami? Pulanglah dan tinggallah bersama-sama raja, sebab engkau orang asing, lagipula engkau orang buangan dari tempat asalmu. 20 Baru kemarin engkau datang, masakan pada hari ini aku akan membawa engkau mengembara bersama-sama kami, padahal aku harus pergi entah ke mana. Pulanglah dan bawalah juga saudara-saudaramu pulang; mudah-mudahan TUHAN menunjukkan kasih dan setia kepadamu! 21 Tetapi Itai menjawab raja: Demi TUHAN yang hidup, dan demi hidup tuanku raja, di mana tuanku raja ada, baik hidup atau mati, di situ hambamu juga ada. 22 Lalu berkatalah Daud kepada Itai: Jika demikian, berjalanlah lewat. Kemudian lewatlah Itai, orang Gat itu, bersama-sama dengan semua orangnya dan semua anak yang menyertai dia. 23 Seluruh negeri menangis dengan suara keras, ketika seluruh rakyat berjalan lewat. Raja menyeberangi sungai Kidron dan seluruh rakyat berjalan ke arah padang gurun.
24 Dan lihat, juga Zadok ada di sana beserta semua orang Lewi pengangkat tabut perjanjian Allah. Mereka meletakkan tabut Allah itu, juga Abyatar ikut datang, sampai seluruh rakyat dari kota selesai menyeberang. 25 Lalu berkatalah raja kepada Zadok: Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. 26 Tetapi jika Ia berfirman, begini: 『Aku tidak berkenan kepadamu』, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya. 27 Lagi berkatalah raja kepada Zadok, imam itu: Jadi, engkau dan Abyatar, pulanglah ke kota dengan selamat beserta anakmu masing-masing, yakni Ahimaas anakmu dan Yonatan, anak Abyatar. 28 Ketahuilah, aku akan menanti di dekat tempat-tempat penyeberangan ke padang gurun, sampai ada kabar dari kamu untuk memberitahu aku. 29 Lalu Zadok dan Abyatar membawa tabut Allah itu kembali ke Yerusalem dan tinggallah mereka di sana. 30 Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis.
31 Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian: Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom, maka berkatalah Daud: Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN. 32 Ketika Daud sampai ke puncak, ke tempat orang sujud menyembah kepada Allah, maka datanglah Husai, orang Arki, mendapatkan dia dengan jubah yang terkoyak dan dengan tanah di atas kepala. 33 Berkatalah Daud kepadanya: Jika engkau turut dengan aku, maka engkau menjadi beban kepadaku nanti, 34 tetapi jika engkau kembali ke kota dan berkata kepada Absalom: 『Aku ini hambamu, ya raja, sejak dahulu aku hamba ayahmu, tetapi sekarang aku menjadi hambamu』, dengan demikian engkau dapat membatalkan nasihat Ahitofel demi aku. 35 Bukankah Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, ada bersama-sama engkau di sana? Jadi segala yang kaudengar dari dalam istana raja, haruslah kauberitahukan kepada Zadok dan Abyatar, imam-imam itu. 36 Ingatlah, di sana bersama-sama dengan mereka ada kedua anak mereka, Ahimaas anak Zadok dan Yonatan anak Abyatar; dengan perantaraan mereka haruslah kamu kirimkan kepadaku segala hal yang kamu dengar. 37 Dan tibalah Husai, sahabat Daud, di Yerusalem tepat pada waktu Absalom masuk ke kota itu.
16:1 Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. 2 Lalu bertanyalah raja kepada Ziba: Apakah maksudmu dengan semuanya ini? Jawab Ziba: Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah. 3 Kemudian bertanyalah raja: Di manakah anak tuanmu? Jawab Ziba kepada raja: Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: 『Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.』 4 Lalu berkatalah raja kepada Ziba: Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset. Kata Ziba: Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja.
5 Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk. 6 Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya. 7 Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk: Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila! 8 TUHAN telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah.
9 Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya. 10 Tetapi kata raja: Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: 『Kutukilah Daud』, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian? 11 Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian. 12 Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.
13 Demikianlah Daud melanjutkan perjalanannya dengan orang-orangnya, sedang Simei berjalan terus di lereng gunung bertentangan dengan dia dan sambil berjalan ia mengutuk, melemparinya dengan batu dan menimbulkan debu. 14 Dengan lelah sampailah raja dan seluruh rakyat yang ada bersama-sama dengan dia ke Yordan, lalu mereka beristirahat di sana.

Ketika Daud mengetahui bahwa Absalom telah melancarkan pemberontakan di Hebron, dan hati orang Israel telah berpaling kepadanya, dia segera mengemasi barang-barangnya dan dengan tergesa-gesa melarikan diri bersama keluarga dan para pelayannya. Narasi pemberontakan Absalom dituliskan secara ringkas (5:1-12), tetapi pelarian Daud dari Yerusalem dijelaskan secara rinci (5:13-6:14). Rute pelarian Daud, dekat rumah yang terakhir (ayat 17b) pemberhentian pertama sebelum meninggalkan Yerusalem, sampai menyeberangi sungai Kidron … berjalan ke arah padang gurun (ayat 23b) yakni di perbatasan timur Yerusalem, dan kemudian mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan berjalan dengan tidak berkasut karena malu dan terhina (ayat 30a), lalu terus sampai ke puncak (ayat 32a), dan akhirnya setelah lewat puncak sampai di Bahurim (ayat 6:5). Seluruh perjalanan pelarian itu penuh dengan kesedihan dan rasa sakit. Sebagian besar perjalanan sejauh dua belas mil ditempuh dengan bertelanjang kaki, dan Daud menjumpai serangkaian karakter di sepanjang jalan: Itai (ayat 19-23), imam Zadok dan Abyatar (ayat 24-29), penasihat Husai (ayat 32-37), Ziba (16:1-4) dan Simei (16:5-14), pelayan keluarga Saul. Dari perjumpaan Daud dengan tokoh-tokoh tersebut serta dialog dan interaksi mereka, kita bisa melihat kualitas Daud dalam dua aspek.

Kebijaksanaan Daud: Daud masih memiliki sekelompok orang setia yang menemaninya sepanjang pelariannya, dan dengan keras menangis bagi Daud (ayat 23a), dia juga memiliki kelompok bukan Yahudi: orang Kreti, orang Pleti, dan enam ratus Gat sebagai penjaga dekatnya. Daud membujuk Itai orang Gat untuk tinggal bersama raja baru Absalom (ayat 19), tetapi Itai setia dan hanya memanggil Daud raja (ayat 21), dan bersumpah untuk mengikutinya sampai mati. Meskipun Daud pergi dengan panik, dia tetap merencanakan dan mengatur dengan tenang dan hati-hati. Dia tahu betul bahwa mengetahui tindakan lawan merupakan faktor penting untuk kemenangan, jadi dia mengatur saluran berita dan memerintahkan imam Zadok dan Abyatar untuk kembali ke Yerusalem bersama putra mereka Ahimaas dan Yonatan untuk bertindak sebagai informan (ayat 27-29); mereka menyampaikan informasi kepada Daud (ayat 36) melalui pelayan wanita (ayat 17:17). Daud tahu bahwa tentara dibutuhkan untuk melarikan diri di padang belantara, dan imam serta penasihat akan berguna di tempat lain. Oleh karena itu, dia memerintahkan Husai, penasihatnya, untuk berpura-pura menyerah kepada Absalom dan bertindak sebagai agen ganda untuk melawan serangan strategi Ahitofel (ayat 33-34). Singkatnya, rangkaian pengaturan ini menunjukkan kearifan, kewaspadaan, ketenangan dan kehati-hatian Daud, dia masih memahami situasi para pemberontak saat melarikan diri.

Kesalehan Daud: tanggapan Daud selama melarikan diri menunjukkan ketergantungannya pada Allah dan kedalaman kehidupan spiritualnya. Dia meminta Zadok untuk membawa tabut itu kembali ke Yerusalem, karena Allah ada di mana-mana, dan tabut itu hanyalah benda kudus yang melambangkan kehadiran Allah. Allah adalah Tuhan, dan kita adalah hamba, manusia tidak dapat menggunakan tabut untuk memanipulasi Tuhan. Daud percaya bahwa kesulitan saat ini adalah konsekuensi dari dosa (ayat 12:10), jadi dia menyerahkan sepenuhnya di tangan Allah apakah dia dapat kembali ke Yerusalem dan menuruti kehendak-Nya (ayat 25-26). Ketika Daud mengetahui bahwa Ahitofel ada di antara para pemberontak, reaksi langsungnya adalah berdoa kepada Allah agar mengubah Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN (ayat 33). Allah segera mengabulkan permohonan Daud dan mempersiapkan Husai untuknya (ayat 32-34). Kebaikan Daud kepada Ziba, seorang pelayan keluarga Saul (hamba Mefiboset anak Yonatan), memenuhi janjinya kepada Yonatan (1 Samuel 20:15). Pada akhirnya, Simei bin Gera menuduh Daud penumpah darah, orang dursila! … segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, … engkau seorang penumpah darah (ayat 7b, 8a); dia berpendapat bahwa Daud dikutuk dan pantas mendapatkan apa yang seharusnya diterimanya. Tuduhan Simei tidak berdasar, tetapi Daud menumpahkan darah Uria prajurit yang tidak bersalah. Daud mengetahuinya dengan baik, jadi dia mencegah Abisai bin Zeruya agar tidak membalas, dan dengan rela menerima bahwa kutukan Simei berasal dari TUHAN.

Dalam pengungsian melarikan diri Daud menunjukkan ketenangannya menghadapi masalah dan kerelaan untuk tunduk pada disiplin Allah dan sepenuhnya bersandar kepada Tuhan dalam menghadapi kesulitan demi kesulitan. Daud menggabungkan sifat bijaksana dan saleh.

Renungkan:
Orang-orang percaya sering berayun di antara dua ekstrem: di satu sisi, ada lepaskan segala-galanya kepada Tuhan yang bersikap fatalistik dan mengabaikan sama sekali usaha diri; di sisi yang lain adalah sama sekali mengandalkan kekuatan diri; Daud tepat di antara keduanya. Pencerahan apa yang diberikan kebijaksanaan dan kesalehan Daud kepada kita?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 15:1-6

Konspirasi melakukan kudeta
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 15:1-6 [ITB])
1 Sesudah itu Absalom menyediakan baginya sebuah kereta serta kuda dan lima puluh orang yang berlari di depannya. 2 Maka setiap pagi berdirilah Absalom di tepi jalan yang menuju pintu gerbang. Setiap orang yang mempunyai perkara dan yang mau masuk menghadap raja untuk diadili perkaranya, orang itu dipanggil Absalom dan ditanyai: Dari kota manakah engkau? Apabila ia menjawab: Hambamu ini datang dari suku Israel anu, 3 maka berkatalah Absalom kepadanya: Lihat, perkaramu itu baik dan benar, tetapi dari pihak raja tidak ada seorangpun yang mau mendengarkan engkau. 4 Lagi kata Absalom: Sekiranya aku diangkat menjadi hakim di negeri ini! Maka setiap orang yang mempunyai perkara atau pertikaian hukum boleh datang kepadaku, dan aku akan menyelesaikan perkaranya dengan adil. 5 Apabila seseorang datang mendekat untuk sujud menyembah kepadanya, maka diulurkannyalah tangannya, dipegangnya orang itu dan diciumnya. 6 Cara yang demikianlah diperbuat Absalom kepada semua orang Israel yang mau masuk menghadap untuk diadili perkaranya oleh raja, dan demikianlah Absalom mencuri hati orang-orang Israel.
7 Sesudah lewat empat tahun bertanyalah Absalom kepada raja: Izinkanlah aku pergi, supaya di Hebron aku bayar nazarku, yang telah kuikrarkan kepada TUHAN. 8 Sebab hambamu ini, ketika masih tinggal di Gesur, di Aram, telah bernazar, demikian: 『Jika TUHAN sungguh-sungguh memulangkan aku ke Yerusalem, maka aku akan beribadah kepada TUHAN.』 9 Lalu berkatalah raja kepadanya: Pergilah dengan selamat. Maka berkemaslah Absalom dan pergi ke Hebron.
10 Dalam pada itu Absalom telah mengirim utusan-utusan rahasia kepada segenap suku Israel dengan pesan: Segera sesudah kamu mendengar bunyi sangkakala, berserulah: 『Absalom sudah menjadi raja di Hebron!』 11 Beserta Absalom turut pergi dua ratus orang dari Yerusalem, orang-orang undangan yang turut pergi tanpa curiga dan tanpa mengetahui apapun tentang perkara itu. 12 Ketika Absalom hendak mempersembahkan korban, disuruhnya datang Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya. Demikianlah persepakatan gelap itu menjadi kuat, dan makin banyaklah rakyat yang memihak Absalom.

Pasal 15 sampai 20 termasuk dalam satu bagian, termasuk konspirasi Absalom untuk memberontak, pelarian Daud yang tergesa-gesa dari Yerusalem, kematian pangeran Absalom dalam aksi, dan akhirnya perang saudara. Daud hampir kehilangan takhtanya dalam masalah ini, tetapi pada akhirnya cukup beruntung untuk mempertahankannya. Rentetan kejadian ini adalah konsekuensi langsung dan tidak langsung dari kesalahannya yang berdosa (pasal 11-12) dan penanganannya yang tidak tepat atas masalah di antara anak-anaknya (pasal 13-14). Absalom menunjukkan dirinya sebagai orang yang sabar dan terencana dengan baik untuk melakukan kudeta pemberontakan, dia menunggu empat tahun (ayat 7a) sampai waktu yang tepat untuk melancarkan kudeta. Narator hanya menggunakan dua belas ayat pendek (5:1-12) untuk menggambarkan pemberontakan Absalom secara singkat, dan ada tiga aspek yang perlu diperhatikan.

Penipuan: setelah kematian Amnon saudaranya, jika menurut urutan anak-anak Daud maka Absalom seharusnya menjadi ahli waris takhta yang sah. Apakah ada kandidat lain yang lebih cocok di benak Daud tidak diketahui. Absalom menyediakan baginya sebuah kereta serta kuda dan lima puluh orang yang berlari di depannya (ayat 1). Lima puluh adalah jumlah orang dalam satu unit tentara, dan lima puluh orang ini adalah pengawalnya. Sikap Absalom mengesankan dirinya seperti seorang raja, bahkan dia bertindak seolah-oleh raja bertugas sebagai hakim, dia bangun di pagi hari, pergi ke gerbang kota untuk mencegat orang-orang yang berselisih dan menuntut keputusan raja. Dia mampu mempermainkan kekuasaan bermain trik dan menipu orang lain, dan membuat Daud tidak tahu apa-apa selama empat tahun penuh. Mengapa Daud begitu lalai? Beberapa peneliti percaya bahwa saat ini Daud mungkin sedang sibuk membangun istana kerajaan untuk dirinya sendiri dan menyiapkan bahan untuk Bait Allah (5:9-12), dan bahkan mungkin tidak pandai mengatur keluarga, memberikan kesempatan kepada Absalom.

Apa pun alasannya, Daud bukannya tidak mampu menangani keluhan publik seperti yang dikatakan Absalom. Wanita Tekoa berhasil membuat Daud mendengarkan permohonannya, dan orang-orang dengan antusias mendatangi Daud untuk mengadu, dan narator menunjukkan bahwa Daud masih berlaku adil kepada semua orang (8:15; 1 Tawarikh 18:14). Terlihat bahwa Absalom menciptakan kebohongan, membesar-besarkan atau bahkan memutarbalikkan fakta untuk menipu rakyat.

Kudeta pemberontakan: Absalom memilih kota untuk memberontak adalah Hebron, tempat kelahirannya sekitar dua puluh mil dari Yerusalem. Hebron adalah kota tempat Daud diakui sebagai raja Yehuda. Setelah Daud menjadi raja atas seluruh Israel, dia pindah ke Yerusalem. Mungkin orang-orang dari suku Yehuda yang tinggal di Hebron mengeluh serta membenci kepindahan Daud ke Yerusalem, dan ketidaksenangan itu terus tersimpan tidak kunjung surut, sehingga mereka cenderung lebih mudah dihasut oleh Absalom. Selain itu, ini adalah tempat kelahiran Absalom, jadi seharusnya lebih banyak orang yang mendukungnya daripada di kota lain.

Rekrutmen tentara: Absalom dengan tipu daya mencuri hati orang-orang Israel (ayat 6b), kata Israel di sini seharusnya mencakup orang-orang Yehuda, karena menurut Husai disebutkan bahwa Absalom dapat mengumpulkan seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba (17:11) dan Daud dibelokkannya hati semua orang Yehuda secara serentak (19:14) Kejadian ini membuktikan bahwa Absalom tidak terbatas pada suku-suku utara. Selain itu, 200 orang yang tidak mengetahui kebenaran dan mengikuti Absalom ke Hebron juga dipaksa menjadi anggota pasukan pemberontak (ayat 11). Namun yang terpenting, dia meminta bantuan salah satu penasihat Daud Ahitofel, orang Gilo itu, penasihat Daud, dari Gilo, kotanya (ayat 12b). Ahitofel adalah seorang penasihat kelas berat, Absalom maupun Daud sangat menjunjung tinggi pendapatnya, berpikir bahwa nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah (16:23). Ahitofel adalah ayah dari Eliam (23:34), dan Eliam adalah ayah dari Batsyeba (11:3). Dengan kata lain, Ahitofel adalah kakek Batsyeba. Selain itu, Ahitofel kemudian menyarankan agar Absalom secara terbuka di depan umum mendekati para gundik yang ditinggalkan Daud (16:21). Latar belakang ini dapat membantu kita memahami mengapa Ahitofel bersedia mengikuti Absalom.

Renungkan:
Absalom berusaha merebut takhta dengan cara yang tidak sah dan tidak sesuai dengan kehendak Allah. Meskipun dia merencanakan dengan hati-hati, memenangkan hati orang-orang, dan bahkan menarik penasihat kelas berat Ahitofel, tetapi apakah Ahitofel adalah aset atau kewajiban yang harus dibayarkan (liability) bagi Absalom adalah masalah opini. Di permukaan, pemberontakan Absalom tampaknya merupakan hal yang biasa, tetapi akan selalu sia-sia untuk memperjuangkan apa yang bukan miliknya dengan cara apa pun.


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 14:21-23, 32-33

Tidak datang ke hadapan raja
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 14:21-23, 32-33 [ITB])
21 Sesudah itu berkatalah raja kepada Yoab: Baik, kukabulkan permohonan ini. Pergilah, bawalah kembali orang muda Absalom itu. 22 Lalu sujudlah Yoab dengan mukanya ke tanah dan menyembah sambil memohon berkat bagi raja. Dan Yoab berkata: Pada hari ini hambamu mengetahui bahwa tuanku raja suka kepada hamba, karena tuanku telah mengabulkan permohonan hambamu ini.
23 Lalu bangunlah Yoab, ia pergi ke Gesur dan membawa Absalom ke Yerusalem. 24 Tetapi berkatalah raja: Ia harus pergi ke rumahnya sendiri, jangan ia datang ke hadapanku. Jadi pergilah Absalom ke rumahnya sendiri dan tidak datang ke hadapan raja.
25 Di seluruh Israel tidak ada yang begitu banyak dipuji kecantikannya seperti Absalom. Dari telapak kakinya sampai ujung kepalanya tidak ada cacat padanya. 26 Apabila ia mencukur rambutnya, pada akhir tiap-tiap tahun ia mencukurnya karena menjadi terlalu berat baginya, maka ditimbangnya rambutnya itu, dua ratus syikal beratnya, menurut batu timbangan raja. 27 Bagi Absalom lahir tiga orang anak laki-laki dan seorang anak perempuan, yang bernama Tamar. Ia seorang perempuan yang cantik.
28 Setelah Absalom diam di Yerusalem genap dua tahun lamanya, dengan tidak datang ke hadapan raja, 29 maka Absalom menyuruh memanggil Yoab untuk diutus kepada raja. Tetapi ia tidak mau datang kepadanya. Kemudian disuruhnya memanggil dia lagi, untuk kedua kalinya, tetapi ia tidak mau datang. 30 Lalu berkatalah ia kepada hamba-hambanya: Lihat, ladang Yoab ada di sisi ladangku dan di sana ada jelainya. Pergilah, bakarlah itu. Maka hamba-hamba Absalom membakar ladang itu. 31 Lalu Yoab pergi mendapatkan Absalom ke rumahnya, dan bertanya kepadanya: Mengapa hamba-hambamu membakar ladang kepunyaanku itu? 32 Jawab Absalom kepada Yoab: Ya, aku telah menyuruh orang kepadamu mengatakan: datanglah ke mari, supaya aku mengutus engkau kepada raja untuk mengatakan: 『apa gunanya aku datang dari Gesur? Lebih baik aku masih tinggal di sana.』 Maka sekarang, aku mau datang ke hadapan raja. Jika aku bersalah, biarlah ia menghukum aku mati. 33 Kemudian masuklah Yoab menghadap raja dan memberitahukan hal itu kepadanya. Raja memanggil Absalom, dan ia masuk menghadap raja, lalu sujud ke hadapan raja dengan mukanya ke tanah; lalu raja mencium Absalom.

Dikatakan bahwa Yoab adalah tokoh utama dalam seluruh narasi pasal 14. Dia tidak hanya menggunakan kecerdasannya untuk membujuk Daud agar membiarkan Absalom yang melarikan diri karena takut akan kejahatan selama tiga tahun, akhirnya kembali ke Yerusalem, namanya muncul paling banyak di seluruh pasal (15 kali). Tapi dia hanya memainkan peran pendukung untuk memulai rekonsiliasi Daud dengan Absalom. Fokus narator adalah pada Absalom, dan pasal-pasal berikutnya 15 sampai 19 secara bertahap mengungkapkan pemenuhan nubuatan nabi Natan: termasuk pemberontakan Absalom, pelarian Daud yang tergesa-gesa dari ibu kota Yerusalem, perzinaan Absalom di depan publik dan penghinaan terhadap selir Daud, Absalom akhirnya terbunuh dan Daud dapat kembali ke Yerusalem.

Mengapa Yoab berusaha keras untuk membujuk Daud? Apa motifnya? Kita mungkin melihat beberapa petunjuk dari kata-kata yang dia masukkan ke mulut wanita itu. Mungkinkah Yoab berpikir bahwa perlakuan tidak toleran Daud yang terus berlanjut terhadap Absalom akan mempengaruhi stabilitas negara? Mungkinkah dia peka terhadap keinginan rakyat? (ayat 13a, 15a), atau mungkin dia malah mengira Absalom adalah pewaris takhta yang paling logis saat ini? (ayat 7b). Narator tidak menjelaskannya, tetapi jelas bahwa kesedihan dan kemarahan Daud belum sepenuhnya hilang. Daud mengizinkan Yoab untuk membawa Absalom kembali ke ibu kota, tetapi dia tidak mengizinkan Absalom untuk bertemu wajah raja (ayat 24, 28), dan itu berlangsung selama dua tahun (ayat 28b).

Topik tiba-tiba berubah, dan deskripsi tentang Absalom ditambahkan (ayat 25-28). Di permukaan, ini mungkin tampaknya di luar topik, tetapi seluruh Israel memuji Absalom sebagai yang paling tampan dan tanpa cacat dari kaki ke kepala (ayat 25). ini membuat orang teringat Saul raja pertama, seorang muda yang elok rupanya(1 Sam. 9:2a), lagi pula dari bahu ke atas lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya (1 Sam. 10:24b), dan Daud kemerah-merahan dan elok parasnya (1 Samuel 17:42b), penampilan seperti itu adalah kualitas seorang raja yang diimpikan oleh rakyat jelata. Tapi Absalom menggunakan taktik mafia, menggunakan api membakar ladang Yoab untuk memaksa Yoab menanggapi tindakannya, mengungkapkan karakternya yang cacat, membuat orang membisu, memberikan isyarat bahwa dia bukan calon yang cocok untuk penerus takhta!

Absalom tidak tahan dengan kebuntuan antara raja dan pangeran, antara ayah dan anak ini. Dua kali dia meminta Yoab untuk berbicara kepada raja atas namanya sehingga dia dapat melihat wajah raja. Mungkin Yoab tahu bahwa kemarahan Daud belum juga reda, dan belum waktunya untuk bertemu dengan raja.Oleh karena itu, Yoab mengabaikan permintaan Absalom, tetapi pada akhirnya dia tidak punya pilihan selain menemui Absalom karena ladang gandumnya telah dibakar. Absalom berkata kepada Yoab: sekarang, aku mau datang ke hadapan raja. Jika aku bersalah, biarlah ia menghukum aku mati (ayat 32b). Kata-kata Absalom dapat dipahami bahwa ia merasa tidak bersalah dalam kasus Amnon. atau dia berpikir bahwa ayahnya pada akhirnya tidak akan menghukumnya. Karena itu, dia berpikir bahwa ayahnya harus mengakhiri masalah ini lebih awal sehingga dia dapat kembali ke status putranya dan bertemu dengan raja lagi.

Daud akhirnya mendengarkan perkataan Yoab, menerima permohonan Absalom, dan mencium Absalom (ayat 33c). Namun, ini hanya sambutan resmi di depan umum. Narator hanya menggunakan raja, bukan memakai nama Daud atau bukan identitas ayah untuk menggambarkan keseluruhan peristiwa, yang menunjukkan bahwa itu hanya rekonsiliasi antara pangeran dan raja, dan tidak melibatkan hubungan antara ayah dan anak. Daud menyambut baik kembalinya Absalom, tetapi tidak mengundangnya untuk menjadi pewarisnya!

Renungkan:
Absalom menghabiskan dua tahun menunggu kesempatan untuk membunuh Amnon (ayat 13:23), dan setelah membunuh Amnon, dia pergi ke pengasingan selama tiga tahun (ayat 13:38), dan kemudian kembali ke Yerusalem selama dua tahun dan masih gagal menemui raja (ayat 14:28). Butuh tujuh tahun baginya untuk mencairkan hubungan dengan Daud. Jalan menuju rekonsiliasi memang panjang, jika dahulu tahu seperti ini, untuk apa dahulu melakukannya?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 14:1-4, 18-20

Sudah terjadi, tidak dapat dipulihkan seperti sebelumnya?
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 14:1-4, 18-20 [ITB])
1 Ketika Yoab, anak Zeruya, mengetahui, bahwa hati raja merindukan Absalom, 2 maka ia menyuruh orang ke Tekoa menjemput dari sana seorang perempuan yang bijaksana, lalu ia berkata kepada perempuan itu: Berlakulah pura-pura berkabung, dan pakailah pakaian berkabung, janganlah berurap dengan minyak, dan berlakulah seperti seorang perempuan yang telah lama berkabung karena seorang mati. 3 Kemudian masuklah menghadap raja dan berbicaralah kepadanya seperti ini, lalu Yoab menaruh perkataannya ke dalam mulut perempuan itu.
4 Ketika perempuan Tekoa itu masuk menghadap raja, sujudlah ia dengan mukanya ke tanah dan menyembah, sambil berkata: Tolonglah, ya tuanku raja! 5 Raja bertanya kepadanya: Ada apa? Jawabnya: Ah, aku ini seorang janda, sebab suamiku sudah mati. 6 Hambamu ini mempunyai dua orang anak laki-laki; mereka berkelahi di padang dan karena tidak ada yang memisahkan, maka yang satu memukul yang lain dan membunuh dia. 7 Dan sekarang seluruh kaum keluarga bangkit melawan hambamu ini, dan mereka berkata: Serahkanlah orang yang membunuh saudaranya itu, supaya kami menghukum dia mati ganti nyawa saudaranya yang telah dibunuhnya itu, dan supaya kami memunahkan juga ahli waris itu. Mereka hendak memunahkan keturunanku yang masih tersisa itu dengan tidak meninggalkan nama atau keturunan bagi suamiku di muka bumi.
8 Lalu berbicaralah raja kepada perempuan itu: Pulanglah ke rumahmu, mengenai engkau akan kuberi perintah. 9 Perempuan Tekoa itu berkata kepada raja: Aku dan keluargaku akan menanggung kesalahan itu, ya tuanku raja, tetapi raja dan takhtanya tak bersalah. 10 Lalu berkatalah raja: Jika ada orang yang mengatakan apa-apa lagi terhadap engkau, bawalah orang itu menghadap aku, maka ia tidak akan mengusik engkau lagi.
11 Kata perempuan itu: Kiranya raja ingat kepada TUHAN, Allahmu, supaya si penuntut tebusan darah jangan terlalu banyak menimbulkan kemusnahan dan supaya mereka jangan memunahkan anakku itu. Lalu berkatalah raja: Demi TUHAN yang hidup, sehelai rambutpun dari kepala anakmu itu takkan jatuh ke bumi! 12 Kemudian berkatalah perempuan itu: Izinkanlah hambamu ini berkata sepatah kata lagi kepada tuanku raja. Jawabnya: Katakanlah.
13 Berkatalah perempuan itu: Mengapa raja merancang hal yang demikian terhadap umat Allah? Oleh karena tuanku mengucapkan perkataan ini, maka tuanku sendirilah yang bersalah dengan tidak mengizinkan pulang orang yang telah dibuangnya. 14 Sebab kita pasti mati, kita seperti air yang tercurah ke bumi, yang tidak terkumpulkan. Tetapi Allah tidak mengambil nyawa orang, melainkan Ia merancang supaya seorang yang terbuang jangan tinggal terbuang dari pada-Nya.
15 Maka sekarang, aku datang mengatakan perkataan ini kepada tuanku raja karena orang banyak itu telah menakut-nakuti aku. Sebab itu pikir hambamu ini: 『baiklah aku berbicara dahulu dengan raja, mungkin raja mengabulkan permohonan hambanya ini; 16 sebab raja akan mendengarkan aku dan akan melepaskan hambanya ini dari tangan orang yang hendak memunahkan aku dan anakku bersama-sama dari milik pusaka Allah.』 17 Juga hambamu ini berpikir: 『perkataan tuanku raja tentulah akan menenangkan hati, sebab seperti malaikat Allah, demikianlah tuanku raja, yang dapat membeda-bedakan apa yang baik dan jahat. Dan TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai tuanku.』
18 Lalu raja menjawab, katanya kepada perempuan itu: Baiklah jangan sembunyikan kepadaku apa yang hendak kutanyakan kepadamu. Kata perempuan itu: Berkatalah kiranya tuanku raja! 19 Kemudian bertanyalah raja: Adakah Yoab campur tangan dengan engkau dalam semuanya ini? Perempuan itu menjawab: Demi hidupmu, tuanku raja, tidaklah mungkin untuk menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala yang tuanku raja katakan. Sesungguhnya hambamu Yoab yang memerintahkan daku; dialah yang menaruh ke dalam mulut hambamu segala perkataan ini. 20 Dengan maksud untuk mengubah rupa perkara itu maka hambamu Yoab melakukan perkara ini. Tetapi tuanku bijaksana sama seperti malaikat Allah, sehingga mengetahui semua yang terjadi di bumi.

Setelah Absalom membunuh Amnon, dia takut akan kejahatan itu dan melarikan diri ke kakeknya, Talmai bin Amihur, raja negeri Gesur, dan bersembunyi di sana selama tiga tahun (13:37a, lihat 3:3). Tiga tahun kemudian, Yoab tahu bahwa hati raja Daud ada pada Absalom. Kata hati (lēv) dalam hati raja di Absalom (the heart of the king on Absalom) (ayat 1a) hanya mengungkapkan keadaan pikiran Daud, dan tidak menegaskan bahwa dia memaafkan Absalom dan merindukan kepulangannya (ITB hati raja merindukan Absalom). Ketika Absalom kembali ke Yerusalem, dia hanya dapat kembali ke rumahnya sendiri dan tidak dapat melihat Daud selama dua tahun (ayat 24, 28, Ia harus pergi ke rumahnya sendiri, jangan ia datang ke hadapanku ). Daud berdukacita berhari-hari lamanya karena anaknya itu (13:37b) tidak secara jelas menunjukkan ia berduka atas putra yang mana, narator hanya dengan jelas menunjukkan bahwa Daud tidak lagi marah terhadap Absalom (ayat 39a), terlihat bahwa Daud hanya sedikit demi sedikit meredam amarahnya terhadap Absalom, namun ia tidak sepenuhnya memaafkan Absalom, apalagi menginginkannya untuk kembali ke Yerusalem.

Di atas adalah latar belakang dari narasi ini. Kita bisa memahami percakapan antara perempuan Tekoa dan Daud dengan dua cara:

Aspek pertama: terlebih dahulu melihat struktur narasi dan keterampilan perempuan dalam menyampaikan informasi. Percakapan ini mirip dengan narasi pertanyaan Natan terhadap Daud di pasal 12, di sini adalah seorang perempuan bijak, dan yang sebelumnya adalah nabi Natan, penasihat raja. Keduanya menggunakan perumpamaan untuk menyadarkan Daud akan situasinya. Selanjutnya percakapan ini berbentuk AXB yaitu A (ayat 4-7), X (ayat 8-14) dan B (ayat 15-17). Paragraf di tengah (X) menyela alur dialog (AB), dengan plot ketidakjelasan, ketegangan, dan relaksasi.

Dialog perempuan Tekoa dengan Daud bergerak secara halus antara dunia imajinernya dan situasi nyata Daud. Perempuan itu menggunakan peristiwa perkelahian kedua putranya terjadi pembunuhan di padang dan desakan orang-orang untuk menghukum putranya yang masih hidup untuk mengimplikasikan situasi nyata Daud. Dia selalu menempatkan dirinya dalam situasi yang tidak berdaya, tidak mengambil peran sebagai penuduh. Daud tidak menyadari apa maksud wanita itu pada awalnya, tetapi kemudian dia menjawab wanita itu, Jika ada orang yang mengatakan apa-apa lagi terhadap engkau, bawalah orang itu menghadap aku (ayat 10a). Pernyataan ini mungkin mengacu pada orang-orang yang mengejar anak laki-laki yang masih hidup atau orang yang menyuruh perempuan itu datang kepada Daud untuk meminta pertolongan (ayat 2-3). Ketika wanita itu memuji Daud karena pandai membedakan, seperti malaikat Allah, mampu membedakan yang benar dan yang salah (ayat 17, lihat ayat 20), Daud kemudian menemukan bahwa wanita itu diperintahkan oleh Yoab untuk menasihati dirinya.

Aspek kedua: inti dari narasi adalah pesan yang disampaikan oleh perempuan. Pesan perempuan itu sebenarnya adalah maksud Yoab, bahwa Yoab menaruh perkataannya ke dalam mulut perempuan itu (ayat 3b, 19b). Pesan utama Yoab adalah meminta Daud untuk memilih antara keadilan dan belas kasihan. Yoab memohon kepada Daud untuk menunjukkan belas kasihan kepada Absalom, yang telah membunuh saudaranya. Nyatanya, bukankah Daud juga dengan lunak menangani kesalahan pembunuhan Yoab atas Abner panglima Saul? (2 Samuel 3:24-25). Peristiwa Absalom membunuh saudara laki-laki dapat dikatakan sebagai fakta bahwa beras telah bubur, sudah menjadi kenyataan yang tidak bisa diubah, seperti kita pasti mati, kita seperti air yang tercurah ke bumi, yang tidak terkumpulkan (ayat 14a). Kematian Amnon telah menjadi fakta, dan sulit untuk melupakannya. Hukum menuntut agar semua pembunuh dihukum mati (Kel. 12:12; Im. 24:17). Ini adalah persyaratan yang adil, tetapi Allah itu pengasih dan penyayang. Bukankah Dia juga mengampuni perzinaan dan pembunuhan, setelah Daud mengakui dosanya dan bertobat dengan tulus, membiarkan dia terus memerintah sebagai raja? Singkatnya, di antara ketegangan antara keadilan dan belas kasihan, Allah condong kepada keselamatan, bukan kebinasaan. Pesan Yoab adalah berharap agar Daud mengampuni Absalom dan tidak mengejarnya lagi atas kejahatan menumpahkan darah manusia.

Renungkan:
Apa pun yang terjadi seperti air yang sudah tercurah, dan sulit untuk dipulihkan. Konsekuensi dosa tidak dapat dikompensasikan, tetapi selama kita dengan tulus mengaku dan bertobat, Tuhan akan mengampuni. Kita harus, dalam rahmat Tuhan, melupakan apa yang ada di belakang dan melanjutkan berjalan ke depan. Apakah ada sesuatu yang masih menghantui Anda dan membuat Anda tidak dapat dengan bebas berjalan maju ke depan?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 13:21-27

Ayah yang tidak kompeten
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 13:21-27 [ITB])
19 Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring. 20 Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu. Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri.
21 Ketika segala perkara itu didengar raja Daud sangat marahlah ia. 22 Dan Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya.
23 Sesudah lewat dua tahun, Absalom mengadakan pengguntingan bulu domba di Baal-Hazor yang dekat kota Efraim. Lalu Absalom mengundang semua anak raja. 24 Kemudian Absalom menghadap raja, lalu berkata: Hambamu ini mengadakan pengguntingan bulu domba. Kiranya raja dan pegawai-pegawainya ikut bersama-sama dengan hambamu ini. 25 Tetapi raja berkata kepada Absalom: Maaf, anakku, jangan kami semua pergi, supaya kami jangan menyusahkan engkau. Lalu Absalom mendesak, tetapi raja tidak mau pergi, ia hanya memberi restu kepadanya. 26 Kemudian berkatalah Absalom: Kalau tidak, izinkanlah kakakku Amnon pergi beserta kami. Tetapi raja menjawabnya: Apa gunanya ia pergi bersama-sama dengan engkau? 27 Tetapi ketika Absalom mendesak, diizinkannyalah Amnon dan semua anak raja pergi beserta dia.
28 Lalu Absalom memerintahkan orang-orangnya, demikian: Perhatikan! Apabila hati Amnon menjadi gembira karena anggur, dan aku berkata kepadamu: Paranglah Amnon, maka haruslah kamu membunuh dia. Jangan takut. Bukankah aku yang memerintahkannya kepadamu? Kuatkanlah hatimu dan tunjukkanlah dirimu sebagai orang yang gagah perkasa! 29 Orang-orang Absalom memperlakukan Amnon seperti yang diperintahkan Absalom. Lalu bangunlah semua anak raja itu, mereka menaiki bagalnya masing-masing dan melarikan diri.
30 Mereka masih di tengah jalan, ketika kabar sampai kepada Daud, demikian: Absalom telah membunuh semua anak raja, tidak ada seorangpun dari mereka yang lolos. 31 Lalu bangunlah raja, dikoyakkannya pakaiannya dan berbaring di lantai, dan semua pegawainya yang hadir padanya mengoyakkan pakaian mereka. 32 Maka berbicaralah Yonadab, anak Simea, kakak Daud, katanya: Janganlah tuanku menyangka, bahwa semua orang muda anak-anak raja itu, telah dibunuh. Hanya Amnon yang mati, sebab hal itu telah terlihat pada air muka Absalom, sejak Amnon memperkosa Tamar, adiknya. 33 Jadi, janganlah tuanku raja menaruh pikiran dalam hatinya, bahwa semua anak raja itu sudah mati, sebab hanya Amnon yang mati. 34 Absalom melarikan diri. Ketika orang yang berjaga-jaga melayangkan pandangnya, maka terlihatlah olehnya sejumlah besar orang datang dari jurusan Horonaim, sepanjang sisi pegunungan. 35 Berkatalah Yonadab kepada raja: Lihat, anak-anak raja datang! Benar seperti kata hambamu ini. 36 Baru saja ia habis berkata, datanglah anak-anak raja itu. Mereka menangis dengan suara nyaring. Juga raja dan semua pegawainya menangis dengan amat keras.
37 Absalom telah melarikan diri dan telah pergi kepada Talmai bin Amihur, raja negeri Gesur. Dan Daud berdukacita berhari-hari lamanya karena anaknya itu. 38 Absalom telah melarikan diri dan telah pergi ke Gesur; ia tinggal di sana tiga tahun lamanya. 39 Lalu raja tidak lagi marah terhadap Absalom, sebab kesedihan hatinya karena kematian Amnon telah surut.

Ketika Daud mendengar bahwa Amnon telah mencemari Tamar adik perempuannya, dia sangat marahlah (ayat 21b). Setelah narator menggambarkan emosi Daud dalam kalimat singkat, tidak ada yang ditambahkan. Daud tidak menegur Amnon atau menghukumnya. Perilaku Daud tampaknya sangat berbeda dari perilaku biasanya. Ketika dia tersinggung dan ditentang oleh Nabal, dia menghukum Nabal dan para pelayannya dengan marah (1 Samuel 25:21-22); ketika dia mendengar bahwa pemuda Amalek telah membuat laporan palsu bahwa dia telah membunuh Saul, dia segera mengeksekusinya di tempat itu juga (1 Samuel 1:14-15). Ketika Natan menggunakan perumpamaan tentang orang kaya yang menindas orang miskin, dia segera mengumumkan bahwa dia akan membunuh orang kaya yang curang (2 Samuel 12:5). Tapi kenapa dia hanya marah ketika putrinya diperkosa dan dihina, tapi tidak melakukan tindakan apapun?

Narator tidak mengomentari masalah ini, dan kita hanya dapat membuat spekulasi yang masuk akal. Beberapa ahli berpendapat bahwa Amnon adalah putra tertua, dan Daud sangat mencintainya dan memaafkan perilakunya. Terjemahan LuZhenzhong dan Studium Biblicum menambahan berdasarkan Septuaginta: karena dia mencintainya sebagai putra tertuanya dan karena dia adalah putra tertua, dia sangat mencintainya (lihat NRSV, NAB). Sudut pandang ini ada alasannya, tetapi di sisi lain, apakah seorang ayah yang menggunakan kekuasaannya untuk melakukan perzinaan dengan wanita yang sudah menikah akan merasa bersalah dan takut untuk mendisiplinkan putranya? Seperti kata pepatah, sulit untuk menjadi orang benar jika Anda sendiri tidak benar. Mungkin inilah alasan mengapa Daud menjadi ragu-ragu dalam hal ini dan tidak memiliki keberanian untuk menghadapinya.

Absalom tidak berkata-kata dengan Amnon, baik tentang yang jahat maupun tentang yang baik, tetapi Absalom membenci Amnon, sebab ia telah memperkosa Tamar, adiknya (ayat 22). Dia menunggu selama dua tahun penuh (ayat 23a). Ketika waktunya tepat, dia membalaskan dendam bagi Tamar adik perempuannya. Absalom membalas dendam bagi adik perempuannya, tetapi mungkin ada motif berbeda yang tercampur, termasuk motif politik. Absalom adalah putra ketiga Daud, dan putra kedua Daud, Kileab, yang lahir dari Abigail, tidak memiliki catatan yang relevan sejak kelahirannya. Oleh karena itu, Kileab mungkin telah meninggal saat itu (2 Samuel 3:3). Setelah kematian Amnon, putra ketiga Absalom akan menjadi pewaris takhta! Terlepas dari motif Absalom, mari kita kesampingkan sejenak dan fokus kembali pada kelemahan kebimbangan Daud.

Absalom mengundang Daud dan putra-putranya untuk menghadiri upacara pengguntingan bulu domba, tetapi Daud berulang kali menolak. Mungkin dia juga menganggap Absalom punya tujuan lain, jadi dia tidak hanya tidak pergi, tetapi dia juga tidak mengizinkan putra-putranya untuk berpartisipasi. Namun, setelah desakan Absalom yang terus-menerus, dia mengizinkan Amnon dan saudara-saudaranya yang lain untuk menghadiri acara Absalom. Bukankah keadaan Daud yang tidak mampu menolak undangan yang berulang kali ini sama dengan keadaan sebelumnya saat Amnon meminta berulang kali, dan akhirnya Daud menyuruh Tamar pergi seperti mengirim domba ke mulut harimau? Nyatanya, tragedi ini dan kejadian-kejadian selanjutnya berikutnya mencerminkan bahwa Daud adalah ayah yang bimbang dan tidak kompeten dalam urusan keluarga.

Ketika anak tertua Daud, Amnon, melakukan perzinaan, dia hanya sangat marah dan tidak melakukan apa-apa, karena dia sendiri adalah seorang ayah yang melakukan perzinaan. Absalom membunuh Amnon (ayat 29), Daud berdukacita berhari-hari lamanya karena anaknya itu (ayat 37b), dan dia tidak melakukan apa-apa, karena dia juga membunuh Uria, prajurit yang setia, setelah dia melakukan perzinaan dengan Batsyeba. Bagaimana mungkin seorang ayah yang tidak benar mampu memiliki keberanian untuk mengoreksi anaknya yang telah berbuat dosa? Mungkin saat ini Daud akan mengingat nubuatan yang dinyatakan oleh nabi Natan kepadanya: Pedang tidak akan meninggalkan rumahmu (ayat 12:10a). Namun, mimpi buruk ini hanyalah permulaan!

Renungkan:
Daud adalah seorang penyair, seorang pejuang yang gagah berani, seorang negarawan yang brilian, dan seorang raja yang berkenan di hati Allah. Tapi dia adalah ayah yang bimbang dan tidak kompeten dalam keluarga. Peringatan apa yang ada di sini bagi kita sebagai orang tua atau mereka yang akan memikul tanggung jawab sebagai orang tua di masa depan?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 13:1-7

Pelaku dan korban
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 13:1-7 [ITB])
1 Sesudah itu terjadilah yang berikut. Absalom bin Daud mempunyai seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar; dan Amnon bin Daud jatuh cinta kepadanya. 2 Hati Amnon sangat tergoda, sehingga ia jatuh sakit karena Tamar, saudaranya itu, sebab anak perempuan itu masih perawan dan menurut anggapan Amnon mustahil untuk melakukan sesuatu terhadap dia.
3 Amnon mempunyai seorang sahabat bernama Yonadab, anak Simea kakak Daud. Yonadab itu seorang yang sangat cerdik. 4 Katanya kepada Amnon: Hai anak raja, mengapa engkau demikian merana setiap pagi? Tidakkah lebih baik engkau memberitahukannya kepadaku? Kata Amnon kepadanya: Aku cinta kepada Tamar, adik perempuan Absalom, saudaraku itu. 5 Lalu berkatalah Yonadab kepadanya: Berbaringlah di tempat tidurmu dan berbuat pura-pura sakit. Apabila ayahmu datang menengok engkau, maka haruslah engkau berkata kepadanya: 『Izinkanlah adikku Tamar datang memberi aku makan. Apabila ia menyediakan makanan di depan mataku, sehingga aku dapat melihatnya, maka aku akan memakannya dari tangannya.』
6 Sesudah itu berbaringlah Amnon dan berbuat pura-pura sakit. Ketika raja datang menengok dia, berkatalah Amnon kepada raja: Izinkanlah adikku Tamar datang membuat barang dua kue di depan mataku, supaya aku memakannya dari tangannya. 7 Lalu Daud menyuruh orang kepada Tamar, ke rumahnya, dengan pesan: Pergilah ke rumah Amnon, kakakmu dan sediakanlah makanan baginya. 8 Maka Tamar pergi ke rumah Amnon, kakaknya, yang sedang berbaring-baring, lalu anak perempuan itu mengambil adonan, meremasnya dan membuat kue di depan matanya, kemudian dibakarnya kue itu. 9 Sesudah itu gadis itu mengambil kuali dan mengeluarkan isinya di depan Amnon, tetapi ia tidak mau makan. Berkatalah Amnon: Suruhlah setiap orang keluar meninggalkan aku. Lalu keluarlah setiap orang meninggalkan dia.
10 Lalu berkatalah Amnon kepada Tamar: Bawalah makanan itu ke dalam kamar, supaya aku memakannya dari tanganmu. Tamar mengambil kue yang disediakannya itu, lalu membawanya kepada Amnon, kakaknya, ke dalam kamar. 11 Ketika gadis itu menghidangkannya kepadanya supaya ia makan, dipegangnyalah gadis itu dan berkata kepadanya: Marilah tidur dengan aku, adikku. 12 Tetapi gadis itu berkata kepadanya: Tidak kakakku, jangan perkosa aku, sebab orang tidak berlaku seperti itu di Israel. Janganlah berbuat noda seperti itu. 13 Dan aku, ke manakah kubawa kecemaranku? Dan engkau ini, engkau akan dianggap sebagai orang yang bebal di Israel. Oleh sebab itu, berbicaralah dengan raja, sebab ia tidak akan menolak memberikan aku kepadamu.
14 Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia. 15 Kemudian timbullah kebencian yang sangat besar pada Amnon terhadap gadis itu, bahkan lebih besar benci yang dirasanya kepada gadis itu dari pada cinta yang dirasanya sebelumnya. Lalu Amnon berkata kepadanya: Bangunlah, enyahlah! 16 Lalu berkatalah gadis itu kepadanya: Tidak kakakku, sebab menyuruh aku pergi adalah lebih jahat dari pada apa yang telah kaulakukan kepadaku tadi. Tetapi Amnon tidak mau mendengarkan dia. 17 Dipanggilnya orang muda yang melayani dia, katanya: Suruhlah perempuan ini pergi dari padaku dan kuncilah pintu di belakangnya.
18 Gadis itu memakai baju kurung yang maha indah; sebab demikianlah puteri-puteri raja yang masih perawan berpakaikan baju kurung panjang. Kemudian pelayan itu menyuruh dia keluar, lalu mengunci pintu di belakangnya. 19 Lalu Tamar menaruh abu di atas kepalanya, mengoyakkan baju kurung yang maha indah yang dipakainya, meletakkan tangannya di atas kepalanya dan pergilah ia sambil meratap dengan nyaring. 20 Bertanyalah Absalom, kakaknya, kepadanya: Apakah Amnon, kakakmu itu, bersetubuh dengan engkau? Maka sekarang, adikku, diamlah saja, bukankah ia kakakmu, janganlah begitu memikirkan perkara itu. Lalu Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri.

2 Samuel pasal 13 sampai 20 dari termasuk dalam satu unit sastra dari narasi keluarga Daud, pasal 13 – 14 dan pasal 15 – 20 merupakan dalam dua sub-unit. Pasal 13 – 14 memiliki tema nafsu dan memuaskan nafsu, yaitu Amnon menjadi terobsesi dengan kegilaan dan memperkosa saudara tirinya Tamar; pasal 15 – 20 memiliki tema melarikan diri dan kembali, yaitu kisah Absalom membalaskan dendam adik perempuannya, membunuh Amnon, melarikan diri dari Yerusalem, dan akhirnya kembali. Absalom adalah karakter utama dari narasi ini, pasal 13 dimulai dengan memperkenalkan seorang adik perempuan yang cantik, namanya Tamar (ayat 1b), di akhir pasal 14 menyimpulkan: Absalom masuk menghadap raja, lalu sujud ke hadapan raja dengan mukanya ke tanah; lalu raja mencium Absalom (14:33b). Awal dan akhir saling berkorespondensi. Kisah Amnon dan Tamar, pelaku dan korban dihadirkan di hadapan pembaca dalam kerangka narasi Absalom.

Amnon adalah putra sulung Daud dengan Ahinoam dari Yizreel (2 Samuel 3:2). Amnon sebagai putra tertua memiliki identitas dan status yang berbeda, dan memiliki masa depan yang cerah, jadi secara logis dia adalah pewaris takhta. Bisa dibilang apapun yang ia inginkan bisa ia dapatkan dan orang patuh kepada dia, dan tidak ada kekhawatiran banyak putri para pejabat yang mau menikah dengannya. Namun, dia justru terobsesi dengan Tamar (ayat 20), dan bahkan menjadi jatuh sakit (ayat 2a). Dia tahu bahwa hukum melarang pernikahan saudara laki-laki dan perempuan, bahkan saudara tiri (Imamat 18:9, 11; 20:17). Dia pikirannya dibutakan nafsu, ditambah dengan nasihat dari orang kepercayaannya yang licik, Yonadab, maka ia berpura-pura sakit dan meminta ayahnya untuk mengizinkan Tamar menunggunya di kamarnya, mengambil kesempatan untuk memuaskan keinginan binatangnya (ayat 3-5). Adapun mengapa Daud begitu sembrono, setelah Amnon berulang kali memohon, dia dengan mudah menyerah, tetapi narator tidak menjelaskan dengan jelas.

Dengan cara ini, Amnon menjadi pelakunya, dan korbannya adalah Tamar yang polos dan cantik. Amnon bergerak dengan cepat dan tajam. Narator menggambarkan tindakannya dalam beberapa kata singkat: Amnon tidak mau mendengarkan perkataannya, dan sebab ia lebih kuat dari padanya, diperkosanyalah dia, lalu tidur dengan dia (ayat 14). Tindakan pemerkosaan terjadi dalam sekejap, namun tragedi yang ditimbulkan oleh keretakan itu berlangsung lama, bahkan merugikan keluarga. Kesenangan sesaat Amnon langsung digantikan oleh kebencian dan rasa jijik. Keadaan psikologis dari nafsu ke kepuasan diri hingga menjadi rasa jijik ini sulit dijelaskan, tetapi begitu nyata, mengalihkan tanggung jawab kepada korban, untuk meringankan rasa bersalahnya sendiri. Lebih lanjut, Amnon menambah kesalahannya dengan memerintahkan hamba-hambanya untuk mengusir Tamar (ayat 17). Karena menurut hukum, dia tidak hanya harus memberikan lima puluh dinar kepada ayah dari perempuan yang diperkosa sebagai mas kawin, tetapi juga untuk menikahinya sebagai istrinya (Keluaran 22:16-17; Ulangan 22:28-29). Meski tidak mungkin menikahi Tamar, setidaknya Amnon tidak boleh membuang korban dan mengusirnya!

Tamar adalah korban yang tidak bersalah dalam seluruh kejadian itu. Seorang putri yang murni dan cantik dengan masa depan yang cerah, menunggu ayahnya untuk menikahkannya dengan putra pejabat pada usia pernikahan; tetapi karena dia harus mematuhi perintah ayahnya, dia pergi untuk melayani kakak laki-lakinya Amnon, menghancurkan hidupnya. Tamar berulang kali memohon kepada Amnon, mengingatkannya bahwa mencemarkan dia adalah pelanggaran terhadap hukum TUHAN dan hal yang memalukan yang tidak boleh dilakukan di Israel (ayat 12). Dia lebih lanjut mengingatkan Amnon bahwa melakukan itu akan membuatnya sebagai orang yang bebal di Israel. Kata bebal (nābāl) adalah kata yang sama dengan Nabal yang bodoh (1 Samuel 25:25, suami Abigail). Tamar tahu bahwa saudara laki-laki dan perempuan tidak mungkin menikah, dalam keadaan kritis ia mencari jalan keluar, dia mengingatkan Amnon bahwa dia dapat meminta raja untuk mengizinkannya menikahinya, berharap untuk Amnon agar tenang dan tidak melakukan hal bodoh, tetapi pada akhirnya dia masih tidak bisa melarikan diri dari celaka ini. Dia tidak pergi diam-diam setelah dihina, tetapi merobek baju kurung yang maha indah yang melambangkan keperawanannya dan menaburkan debu di kepalanya (ayat 18-19), menandakan bahwa dia telah mengalami penghinaan yang luar biasa. Kehidupan Tamar dengan demikian dihancurkan oleh Amnon, Tamar tinggal di rumah Absalom, kakaknya itu, seorang diri (ayat 20c), yang berarti belum menikah dan tidak memiliki anak, seperti orang mati yang masih hidup. Untungnya, dia masih memiliki kakaknya Absalom untuk melindungi dan merawatnya.

Renungkan:
Memang banyak hal yang tidak menguntungkan di dunia ini, terlepas dari keluarga, masyarakat, dan negara; Amnon sesaat serakah, menyalahgunakan kekuasaannya untuk memuaskan nafsu keinginan egoisnya sendiri, menjadi pelaku, dan merusak kebahagiaan hidup Tamar. Di sisi lain, korban jangan menyalahkan diri sendiri, apalagi menyerah atas diri sendiri, tetapi harus menghadapi jalan di depan dengan berani. Bagaimanapun, mohon berbelas kasihan Tuhan, dan jangan menjadi pelaku mengorbankan atau membuat celaka orang lain.


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 12:15b-20

Apa yang ditabur, itu yang dituai
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 12:15b-20 [ITB])
Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. 16 Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah. 17 Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.
18 Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: 『anak itu sudah mati?』 Jangan-jangan ia mencelakakan diri! 19 Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: Sudah matikah anak itu? Jawab mereka: Sudah.
20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan. 21 Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan! 22 Jawabnya: Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: 『siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.』 23 Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.
24 Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini 25 dan dengan perantaraan nabi Natan Ia menyuruh menamakan anak itu Yedija, oleh karena TUHAN.
26 Yoab berperang melawan Raba, kota bani Amon dan ia merebut kota kerajaan. 27 Lalu Yoab menyuruh orang kepada Daud dengan pesan: Aku berperang melawan kota Raba, dan telah merebut pula kota air. 28 Oleh sebab itu, kumpulkanlah sisa tentara, kepunglah kota itu dan rebutlah, supaya jangan aku yang merebut kota itu dan jangan namaku menjadi juga nama kota itu. 29 Sesudah itu Daud mengumpulkan seluruh tentara, ia berangkat ke kota Raba dan berperang melawannya, lalu merebutnya. 30 Ia mengambil mahkota dari kepala raja mereka, beratnya setalenta emas, bertatahkan sebuah batu permata yang mahal dan itu dikenakan pada kepala Daud. Juga diangkutnya banyak sekali jarahan dari kota itu. 31 Penduduk kota itu diangkutnya dan dipaksanya bekerja dengan gergaji, penggerek besi dan kapak; juga dipekerjakannya mereka di tempat pembuatan batu bata. Demikianlah juga diperlakukan Daud segala kota bani Amon. Sesudah itu pulanglah Daud dengan seluruh tentara ke Yerusalem.

Pencapaian diplomasi dan militer Daud sangat menonjol, ia akhirnya mengalahkan bani Amon (ayat 26-31; 1 Tawarikh 20:1-3), ini membawakan gema narasi perang dengan bani Amon di pasal 10 dan di sini mengakhiri narasi perang terhadap luar. Namun kesalahan dalam kehidupan pribadinya menyebabkan perubahan yang tidak dapat diubah dalam keluarga. Efek langsung dari kesalahan Daud adalah kematian dini anak laki-laki yang lahir dari perzinaan.

Meskipun Allah mengampuni dosa pelanggaran Daud yang dia akui dengan tulus, tetapi konsekuensi dari dosanya tidak terhindar, TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit (ayat 15b). Narator tidak menyebutkan nama Batsyeba di pasal ini, namanya tidak muncul sampai setelah kematian anak itu, dan tidak disebut sebagai istri Daud (ayat 24a). Narator selalu menyebut dia sebagai istri Uria (ayat 9, 10), dan juga menunjukkan bahwa TUHAN menulahi anak itu adalah anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud (ayat 15b). Mengapa Batsyeba disebut demikian?

Para peneliti percaya bahwa Daud memiliki anak ini karena hubungan zinanya dengan Batsyeba, tetapi wanita itu adalah milik Uria dan merupakan istri Uria, bukan milik Daud, terlebih lagi dia bukan istri Daud. Jadi anak itu juga tidak bisa menjadi milik Daud. Oleh karena itu, Daud karena dosanya tidak dapat memperoleh berkat darah dan daging ini. Anak itu meninggal pada hari ketujuh setelah lahir (ayat 18a). Orang Yahudi biasanya menyunat bayi yang baru lahir pada hari kedelapan dan menamainya (lihat Lukas 1:59-62), tetapi bayi itu meninggal pada hari ketujuh, sehingga ia tidak memiliki nama dan tidak termasuk dalam kelompok perjanjian (Kejadian 17:12; Imamat 12:3). Daud diampuni, dia tidak akan mati, tetapi anak itu mati! Daud berdosa dan mencemarkan nama Allah, dan Daud juga harus menanggung rasa sakit atas kematian anaknya dan dipermalukan di depan semua orang.

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu (Gal. 6:7-8). Daud sangat mengerti betapa mengerikan akibat dosa, dan bahkan lebih sadar akan dampaknya yang jauh, dia tetap memohon kasih karunia di hadapan Allah, berharap bahwa faktanya masih bisa diubah. Raja yang pernah tidur (šākav) dengan Batsyeba (11:4), sekarang memohon di hadapan Allah untuk anak itu dan ia berbaring (šākav) di tanah (12:16), ketika dia mengetahui perjalanan yang harus dilalui bayi yang baru lahir itu telah menjadi fakta, dan dia tidak punya pilihan selain menghadapi kenyataan, dan hidup untuk apa yang dia miliki dan untuk saat ini. Jadi, dia kembali makan dan minum seperti biasa, hidup seperti biasa, dan mengurus pemerintahan seperti biasa.

Meskipun hukuman yang dibawa oleh dosa tidak dapat dihindari, karena TUHAN tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat (Keluaran 34:7b), tetapi TUHAN tetap TUHAN, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa (Keluaran 34:6b-7a). Ia tetap memperlakukan Daud sesuai dengan perjanjian yang Ia buat dengan Daud. Ketika peristiwa itu berakhir, Daud menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia dan melahirkan Salomo, yang akan mewarisi dinasti Daud di masa depan (ayat 24-25).

Renungkan:
Ada pepatah: Jika saya dari dulu sudah mengetahuinya lebih awal, maka tidak perlu terjadi. Kalimat ini mengingatkan kita untuk menjalani kehidupan yang waspada dan berhati-hati agar terhindar membuat kesalahan. Tetapi orang selalu memiliki kemungkinan jatuh. Daud juga melakukan kesalahan besar karena dorongan dan kesalahan sesaat, yang merugikan keturunannya bahkan mempengaruhi nasib negara. Namun dia tidak ingin terjebak dalam lumpur lagi, dan segera berbalik untuk meminta ampunan Tuhan. Seseorang berkata: Injil adalah kabar baik yang memberi orang kesempatan kedua . Tidak peduli dosa apa yang telah kita lakukan, ada konsekuensi yang harus ditanggung, tetapi masih ada awal yang baru di dalam Tuhan.


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 12:7b-15a

Aku sudah berdosa kepada TUHAN!
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 12:7b-15a [ITB])
Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: 『Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. 8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu. 9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon. 10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.』 11 Beginilah firman TUHAN: 『Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. 12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.』 13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: Aku sudah berdosa kepada TUHAN. Dan Natan berkata kepada Daud: TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. 14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.
15 Kemudian pergilah Natan ke rumahnya.
Dan TUHAN menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. 16 Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah. 17 Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka. 18 Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: 『anak itu sudah mati?』 Jangan-jangan ia mencelakakan diri! 19 Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: Sudah matikah anak itu? Jawab mereka: Sudah. 20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan. 21 Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan! 22 Jawabnya: Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: 『siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup.』 23 Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku. 24 Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. TUHAN mengasihi anak ini 25 dan dengan perantaraan nabi Natan Ia menyuruh menamakan anak itu Yedija, oleh karena TUHAN.
26 Yoab berperang melawan Raba, kota bani Amon dan ia merebut kota kerajaan. 27 Lalu Yoab menyuruh orang kepada Daud dengan pesan: Aku berperang melawan kota Raba, dan telah merebut pula kota air. 28 Oleh sebab itu, kumpulkanlah sisa tentara, kepunglah kota itu dan rebutlah, supaya jangan aku yang merebut kota itu dan jangan namaku menjadi juga nama kota itu. 29 Sesudah itu Daud mengumpulkan seluruh tentara, ia berangkat ke kota Raba dan berperang melawannya, lalu merebutnya. 30 Ia mengambil mahkota dari kepala raja mereka, beratnya setalenta emas, bertatahkan sebuah batu permata yang mahal dan itu dikenakan pada kepala Daud. Juga diangkutnya banyak sekali jarahan dari kota itu. 31 Penduduk kota itu diangkutnya dan dipaksanya bekerja dengan gergaji, penggerek besi dan kapak; juga dipekerjakannya mereka di tempat pembuatan batu bata. Demikianlah juga diperlakukan Daud segala kota bani Amon. Sesudah itu pulanglah Daud dengan seluruh tentara ke Yerusalem.

Pembaca mungkin bertanya-tanya mengapa Daud yang telah melakukan kejahatan yang sangat serius, dia melanggar tiga dari Sepuluh Perintah tetapi ia masih disebut sebagai seorang yang berkenan di hati-Nya (1 Sam. 13:14; Kis. 13:22)? Daud terus terang berkata kepada Natan, Aku sudah berdosa kepada TUHAN! (ayat 13). Saul juga berkata kepada Samuel: Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu (1 Sam. 15:24). Saul dan Daud sama-sama telah melakukan hal-hal yang jahat di mata Allah, yang sangat tidak menyenangkan Allah (1 Sam. 15:19; 2 Sam. 12:27b). Mengapa Allah menolak Saul sebagai raja Israel dan memberikan kerajaannya kepada orang lain yang lebih baik darinya (1 Samuel 15:26, 28), dan nabi Natan berkata kepada Daud: TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati (ayat 12:13b)? Singkatnya, Daud bertobat dari dosanya, mengakui kesalahannya, dan bertekad untuk meninggalkan dosanya; sedangkan Saul setelah berdosa, dia masih menutupi kesalahannya dan mencari alasan (Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka 1 Sam. 15:24).

Mazmur 53 adalah mazmur pertobatan Daud; ia mengakui bahwa dosa-dosanya selalu ada di hadapannya, dan bahwa dia berdosa terhadap TUHAN (Yahweh) (ayat 3, 4). Dia menyadari lebih dalam bahwa dia dilahirkan dalam dosa, tidak berani menutupi pelanggarannya, dan menyimpan hati yang hancur dan menyesal di hadapan Allah (ayat 17). Mazmur ini mengungkapkan tanggapan Daud saat itu. Mazmur 32 mengungkapkan perasaan Daud yang dibebaskan oleh pengampunan dosa-dosanya. Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! (Mazmur 32:1-2).

Ketika Daud mengakui pelanggarannya, mengakui bahwa dirinya telah meremehkan perintah TUHAN dan berdosa kepada Allah, maka TUHAN mengampuni dia dan menghapus dosanya. Namun Daud tetap harus menerima disiplin Allah dan menanggung konsekuensi dosa. Ada pepatah mengatakan: Setelah Anda memasang paku di papan, Anda boleh mencabut paku itu, tetapi lubangnya tetap ada. Demikian juga, dosa diampuni, tetapi konsekuensi dosa tetap mengikuti dia. Pembalasan langsung Daud adalah kematian anak yang lahir dari perzinaannya dengan Batsyeba (ayat 14b).

Apa hukumannya? Sisa 20 tahun Daud membuktikan bahwa hukuman yang diumumkan oleh nabi Natan itu benar adanya, dan sisa hidupnya memang tidak akan pernah damai! Pesan Allah melalui Natan kepada Daud dapat dibagi menjadi tiga bagian: 1. Menjelaskan bagaimana Allah telah dengan kemurahan hati memperlakukan Daud di masa lalu (ayat 7b-8); 2. Menyebutkan dosa-dosa Daud (9); 3. Memberitakan penghakiman Allah terhadap Daud (ayat 10). Ada dua hal yang perlu diperhatikan: Pertama, pedang tidak akan pernah meninggalkan rumah Daud (ayat 10a). Kekacauan dan tragedi mengikuti rumah Daud, dan ketiga putranya meninggal dengan tragis: Absalom membunuh Amnon sebagai balas dendam atas pemerkosaan Tamar adik perempuannya (2 Sam. 13:28-29); Absalom mengkhianati Daud dan akhirnya dibunuh oleh panglima Yoab (2 Sam. 18:14); dan Salomo membunuh saudara tirinya Adonia (1 Raj. 2:24-25). Kedua, dosa-dosa Daud yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi akan dibalas di bawah matahari, dan akan dilihat oleh orang Israel dan dipermalukan di hadapan semua orang (ayat 12).

Belakangan, ketika Daud melarikan diri dari Yerusalem karena pengkhianatan Absalom, Absalom dengan sengaja membentangkan kemah di atas atap rumah, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel, menyebabkan Daud dipermalukan di depan umum. Di masa depan Daud menghadapi sakit kepala, rasa malu, kebencian, dan tragedi yang tak terhitung jumlahnya, semua karena keputusan yang sembrono dan bodoh.

Renungkan:
Daud tahu bahwa dia bersalah karena melanggar firman Yahweh, jadi dia bertobat dan diampuni. Dalam konteks dosa Daud, pengakuan dan akibatnya, marilah kita merenungkan kembali Tuhan Yesus yang berkata kepada perempuan itu: Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang (Yoh. 8:11b) Apa arti pernyataan ini berarti bagi Anda dan saya? Kenapa harus waspada?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 12:1-7

Engkaulah orang itu!
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 12:1-7 [ITB])
1 TUHAN mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin. 2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; 3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. 4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu. 5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. 6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan. 7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: Engkaulah orang itu!

Ronald F. Youngblood meneliti bahwa pasal 11 dan 12 menyajikan struktur berbentuk kipas dalam sastra; poros kipas terletak di ayat 11:27, yaitu Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN. Allah tidak senang dengan apa yang telah dilakukan Daud, dan Dia ingin menghukum Daud karena dosanya, jadi Dia mengutus nabi Natan kepada Daud, untuk mempertanyakan itu kepadanya. Daud demi memuaskan keinginannya sendiri, menyalahgunakan kekuasaan raja dengan mengutus hamba-hambanya untuk bertanya tentang perempuan itu dan membawa Batsyeba kepadanya (ayat 11:3, 4), dan mengutus orang untuk memanggil Uria untuk menutupi kejahatannya (ayat 11:6), kemudian memerintahkan Yoab agar mengutus Uria ke garis depan pertempuran agar mati (ayat 11:15, 16). Daud akhirnya menyuruh Batsyeba dibawa ke istana (ayat 11:27). Sekarang, Allah mengutus hamba-Nya untuk menyampaikan pesan-Nya, Natan mulai dengan perumpamaan sederhana dan diakhiri dengan mengatakan langsung kepada Daud, Engkaulah orang itu! (ayat 12:7a). Mari kita merenungkan secara rinci waktu dari seluruh perkataan Natan, apa unik tentang pemilihan waktu, kandidat dan keterampilan berbicara.

Pertama, waktu Allah adalah yang terbaik. Ada pepatah mengatakan: Ketika orang berjalan di jalan berlumpur di hari hujan, celana akan menempel di lumpur. Saat ini, tidak disarankan untuk segera membersihkan lumpur yang basah dan licin, karena semakin banyak Anda menepuk, semakin kotor celananya, akan jatuh bersamanya. Allah tidak langsung menangani masalah Daud segera setelah ia membawa Batsyeba ke istana. Jika Natan segera pergi menemui Daud di tengah jurang dosanya dan mencela dia, hasilnya adalah mengirim seekor domba ke mulut harimau. Beberapa ahli percaya bahwa ketika Allah mengutus Natan untuk menemui Daud, itu sudah beberapa bulan setelah dia berdosa. Mungkin saat ini, emosi Daud sedang maju mundur antara menyalahkan diri sendiri dan mencari pembenaran diri, rasa malu dan penyesalan. Bagaimanapun, Allah tidak akan lalai waktu, dan Ia tahu waktu yang tepat untuk menegur.

Kedua, Allah sendiri mengutus orang-orang yang cocok untuk menanyai Daud. Narator memperjelas bahwa Allah atas inisiatif-Nya sendiri yang mengutus nabi Natan kepada Daud. Bukan Natan yang berinisiatif meminta ijin kepada Allah untuk pergi menemui Daud, dia tahu dengan jelas bahwa tugas ini sulit, karena jika dia tidak berhati-hati, dia akan membuat raja marah dan bahkan mempertaruhkan nyawanya! Ketika Natan menyelesaikan perumpamaannya dan menunjukkan bahwa orang kaya yang menindas orang miskin adalah Daud, dia berkata, Beginilah firman TUHAN, Allah Israel … (ayat 7b). Natan bukan hanya datang atas perintah TUHAN (Yahweh), tetapi juga berbicara kepada Daud atas perintah Yahweh. Natan adalah kandidat yang paling cocok karena dia adalah nabi yang sama yang sebelumnya telah menyampaikan perjanjian Allah kepada Daud (7:8-17).

Akhirnya, nabi Natan dengan terampil menyampaikan pesan untuk diucapkan. Para ahli telah menunjukkan bahwa kata-kata dari perumpamaan sederhana ini memiliki banyak kesamaan dengan kisah kejahatan Daud sebelumnya, termasuk ironi dan makna tersirat. Kata-kata ini meliputi: makan … minum … tidur (12:3; 11:13), anak domba tidur (šākav) dalam pelukannya, dan Daud tidur dengan Batsyeba (šākav) (12:3; 11:4) Orang miskin memandang domba sebagai anak perempuan (bat) menggemakan nama Batsyeba (bat-šebaʿ) dan orang kaya mengambil (lāqaḥ) domba dari sang orang miskin, sama seperti Daud mengambil Batsyeba (lāqaḥ) (12:4; 11:4), dll.

Selain keterampilan memakai kata-kata, keterampilan berbicara Natan lebih penting; dia mulai dengan orang ketiga yang tidak langsung, menggunakan si kaya dan si miskin sebagai metafora. Orang kaya memiliki banyak lembu dan domba, tetapi orang miskin tidak memiliki apa-apa selain seekor domba betina; orang kaya menindas orang miskin, dan menjamu tamu dengan satu-satunya domba milik orang miskin itu. Perumpamaan ini bertentangan dengan sikap hidup Daud yang berpegang pada jalan Tuhan dan menegakkan keadilan bagi rakyat, dan juga tergerak hati nuraninya untuk menegakkan keadilan. Oleh karena itu, Daud secara alami dipenuhi dengan kemarahan yang benar, berpikir bahwa pria itu pantas mati. Setelah ia tenang, ia akhirnya berpikir bahwa orang itu harus membayar empat kali lipat seperti yang diwajibkan oleh hukum (Keluaran 22:1). Ketika Natan menunggu Daud untuk melepaskan pertahanan dirinya, dia dengan terus terang mengatakan bahwa Daud adalah orang kaya, membuatnya langsung tidak dapat menyembunyikan diri!

Renungkan:
Umat Kristiani harus mengatakan kebenaran dalam kasih (Efesus 4:15); dengan terus terang menasihati sahabat karib dalam Tuhan adalah perwujudan dari saling menjaga, tetapi juga sangat penting untuk menggunakan kata-kata yang tepat di waktu yang tepat. Karena Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak (Amsal 25:11). Berdoa meminta hikmat dan keberanian dari Tuhan.


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 11:1-6

Keputusan bodoh
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 11:1-6 [ITB])
1 Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.
2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. 3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu. 4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya. 5 Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: Aku mengandung.
6 Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku. Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. 7 Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. 8 Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu. Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. 9 Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. 10 Diberitahukan kepada Daud, demikian: Uria tidak pergi ke rumahnya. Lalu berkatalah Daud kepada Uria: Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu? 11 Tetapi Uria berkata kepada Daud: Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu! 12 Kata Daud kepada Uria: Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi. Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya 13 Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.
14 Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. 15 Ditulisnya dalam surat itu, demikian: Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati. 16 Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. 17 Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati. 18 Kemudian Yoab menyuruh orang memberitahukan kepada Daud jalannya pertempuran itu. 19 Ia memerintahkan kepada suruhan itu, demikian: Jika engkau sudah selesai mengabarkan jalannya pertempuran itu kepada raja, 20 dan jikalau raja menjadi geram dan berkata kepadamu: Mengapa kamu demikian dekat ke kota itu untuk berperang? Tidakkah kamu tahu, bahwa orang akan memanah dari atas tembok? 21 Siapakah yang menewaskan Abimelekh bin Yerubeset? Bukankah seorang perempuan menimpakan batu kilangan kepadanya dari atas tembok, sehingga ia mati di Tebes? Mengapa kamu demikian dekat ke tembok itu? maka haruslah engkau berkata: Juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati.』」 22 Lalu pergilah suruhan itu dan sesampainya ia memberitahukan kepada Daud segala yang diperintahkan Yoab kepadanya. 23 Suruhan itu berkata kepada Daud: Orang-orang itu lebih kuat dari pada kami dan keluar menyerang kami di padang. Tetapi kami mendesak mereka kembali sampai ke lobang pintu gerbang. 24 Pada waktu itu pemanah-pemanah menembak kepada hamba-hambamu dari atas tembok, sehingga beberapa dari hamba raja mati; juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati. 25 Kemudian berkatalah Daud kepada suruhan itu: Beginilah kaukatakan kepada Yoab: Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu. Sebab itu perhebatlah seranganmu terhadap kota itu dan runtuhkanlah itu. Demikianlah kau harus kuatkan hatinya! 26 Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu. 27 Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.

Pasal 11 ini menggambarkan kejadian antara Daud dan Batsyeba yang merupakan awal kejatuhan Daud dari puncak kehidupan yang diberkati menjadi kehidupan yang terkutuk. Itu semua karena keputusan yang terburu-buru dan bodoh. Daud mula-mula berzina dengan istri Uria, lalu untuk menutupi kejahatannya maka ia memerintahkan Yoab untuk menjebak prajurit yang setia, dan akhirnya Uria dan prajurit-prajurit yang tidak bersalah tewas dalam pertempuran. Dalam hal ini, Daud melakukan kejahatan perintah ketujuh (perzinaan), perintah kesepuluh (mengingini istri orang) dan perintah keenam (pembunuhan) di antara Sepuluh Perintah. Pergolakan keluarga Daud berikutnya dan kehidupan bermasalah semuanya dimulai dengan keputusan yang terburu-buru dan bodoh. Mari kita lihat lebih dekat bagaimana keseluruhan proses kejahatan berlangsung.

Pertama-tama, Daud menghadapi pencobaan pada puncak kekuasaannya. Sebagai raja Israel, dia seharusnya memimpin pasukan berperang (1 Sam. 8:20), tetapi dia sendiri tetap tinggal di Yerusalem (ayat 1). Ada pepatah: Tangan yang menganggur adalah kesempatan iblis. Daud tidur sampai senja dan bangun, bosan. Dia berjalan di atap datar istana dan melihat seorang wanita sedang mandi. Perempuan itu sangat elok rupanya (ayat 2c). Alkitab hanya menggunakan elok parasnya (fair to look on / beautiful) untuk menggambarkan Ribka (Kejadian 26:7), Wasti (Ester 1:11 ) dan Ester (Ester 2:7), tetapi di sini di ayat 2 ditambahkan kata sangat / מְאֹד m’od elok untuk menggambarkan Batsyeba, very beautiful to look on. Terlihat bahwa dia memang cantik menggerakkan hati orang. Pantas saja Daud terpesona saat melihat Batsyeba, tertarik dengan kecantikannya dan posturnya yang menggoda hati, dia berhenti untuk menikmati nafsu mata, lalu beraksi!

TUHAN (Yahweh) pernah memerintahkan raja untuk mematuhi tiga aturan: tidak menambah kuda, tidak menambah kekayaan dan tidak memiliki gundik (Ulangan 17:14-20). Daud mengikuti dua item pertama, tetapi lemah dan tersandung pada item ketiga. Memang, di masa lalu, raja-raja memiliki alasan politik untuk menikahi selir dan gundik untuk menjalin persekutuan dengan kerajaan tetangga mereka, tetapi memiliki banyak selir tidak sesuai kehendak Yahweh. Seperti kata pepatah, Roma bukan didirikan dalam satu hari, narator tampaknya telah mengisyaratkan masalah Daud, ketika dua kali dia menyebutkan pertumbuhan kekuatan Daud (2 Samuel 3:1; 5:10, 12), dia segera menyebutkan bertambah jumlah selirnya (2 Samuel 3:2-5; 5:13-16).

Kedua, hati Daud yang tergoda berubah menjadi aksi, dan dia mengutus seseorang untuk mencari tahu siapa wanita itu. Petugas melaporkan, Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu (ayat 3b) Saat memperkenalkan wanita yang sudah menikah, orang Ibrani biasanya hanya menyebut suaminya, dan jarang menyebut nama ayah. Laporan melampaui kebiasaan tradisional, dan tampaknya memiliki petunjuk tidak langsung bahwa wanita itu lahir dalam keluarga terkenal dan sudah menikah, dan suaminya adalah salah satu prajurit Daud yang setia (2 Samuel 23:39, 1 Tawarikh 11:41), dan begitu pula ayahnya (2 Samuel 23:34). Namun, hati Daud telah tergoda kepada Batsyeba yang sangat cantik, berpikir bahwa rumput tetangga sangat hijau. Segera wanita itu dibawa ke istana Daud. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia (ayat 4b). Akhir haid adalah masa paling subur, dan Uria saat itu sedang berada di medan perang, jadi kehamilan Batsyeba pasti ada hubungannya dengan Daud.

Kemudian, untuk menutupi kejahatannya, Daud memanggil Uria kembali ke istana dan mendorong dia: Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu (ayat 8b). Kata basuhlah kakimu adalah bahasa eufemisme untuk berhubungan seks dengan istrimu. Namun, Uria setia, taat hukum, ia tidak bersetubuh dengan istrinya selama perang (Ulangan 23:9-10), maka kedua rencana Daud gagal. Oleh karena itu, Daud merencanakan lebih lanjut untuk menggunakan tangan musuh untuk membunuh Uria yang setia. Uria tanpa sadar membawa surat kematian miliknya sendiri kepada Yoab. Yoab sedikit mengubah perintah Daud agar tentara lain dibunuh di bawah tembok musuh bersama dengan Uria, agar persekongkolan itu tidak mudah terbongkar.

Daud, yang sedih dengan kematian Saul dan Abner, berduka di depan umum (1 Samuel 11-27; 3 31-39), sekarang menghibur Yoab atas kematian seorang prajurit yang setia, dengan mengatakan, Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu (ayat 25b). Ungkapan ini dapat diterjemahkan secara harfiah: Jangan biarkan hal ini menjadi jahat di matamu. Ini sangat berbeda dengan narator yang menunjukkan bahwa hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN (ayat 27b). Dapat dilihat bahwa dalam hal ini Daud telah melakukan kejahatan serius, dan kakinya sangat terjerumus ke dalam lumpur, yang sangat menyakiti hati TUHAN (Yahweh), dan konsekuensinya bahkan lebih tak terbayangkan!

Renungkan:
Ada perkataan: haruslah melarikan diri dari godaan nafsu, jangan menghadapinya (lihat juga 2 Timotius 2:22 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni ). Bapa leluhur, Yusuf adalah contoh utama kemenangan atas nafsu. Yakobus mengingatkan kita bahwa tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya. Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut (Yakobus 1:14-15). Dosa nafsu adalah dimulai dengan menyimpan pikiran nafsu, kemudian tumbuh perlahan, dan kemudian berubah menjadi perbuatan, mengakibatkan dosa. Meskipun kita tidak dapat mencegah pikiran nafsu terbang di atas kepala kita, kita dapat mencegahnya tetap jangan tersimpan berada di pikiran kita. Saat menghadapi godaan nafsu, hanya ada satu strategi, yakni larilah menjauhi, itu adalah strategi terbaik!


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).