「Melarikan diri」
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Sam. 15:13-18 [ITB])
13 Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: 「Hati orang Israel telah condong kepada Absalom.」 14 Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem: 「Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, sebab jangan-jangan kita tidak akan luput dari pada Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia jangan dapat lekas menyusul kita, dan mendatangkan celaka atas kita dan memukul kota ini dengan mata pedang!」 15 Para pegawai raja berkata kepada raja: 「Terserah kepada tuanku raja! Hamba-hambamu ini siap!」
16 Lalu keluarlah raja dan seisi rumahnya mengiringi dia; sepuluh orang gundik ditinggalkan raja untuk menunggui istana. 17 Maka keluarlah raja dan seluruh orang-orangnya mengiringi dia. Dekat rumah yang terakhir mereka berhenti 18 sedang semua pegawainya berjalan melewatinya, juga semua orang Kreti dan semua orang Pleti. Juga semua orang Gat, enam ratus orang banyaknya, yang mengiringi dia sejak dari Gat, berjalan melewati raja.
19 Lalu bertanyalah raja kepada Itai, orang Gat itu: 「Mengapa pula engkau berjalan beserta kami? Pulanglah dan tinggallah bersama-sama raja, sebab engkau orang asing, lagipula engkau orang buangan dari tempat asalmu. 20 Baru kemarin engkau datang, masakan pada hari ini aku akan membawa engkau mengembara bersama-sama kami, padahal aku harus pergi entah ke mana. Pulanglah dan bawalah juga saudara-saudaramu pulang; mudah-mudahan TUHAN menunjukkan kasih dan setia kepadamu!」 21 Tetapi Itai menjawab raja: 「Demi TUHAN yang hidup, dan demi hidup tuanku raja, di mana tuanku raja ada, baik hidup atau mati, di situ hambamu juga ada.」 22 Lalu berkatalah Daud kepada Itai: 「Jika demikian, berjalanlah lewat.」 Kemudian lewatlah Itai, orang Gat itu, bersama-sama dengan semua orangnya dan semua anak yang menyertai dia. 23 Seluruh negeri menangis dengan suara keras, ketika seluruh rakyat berjalan lewat. Raja menyeberangi sungai Kidron dan seluruh rakyat berjalan ke arah padang gurun.
24 Dan lihat, juga Zadok ada di sana beserta semua orang Lewi pengangkat tabut perjanjian Allah. Mereka meletakkan tabut Allah itu, juga Abyatar ikut datang, sampai seluruh rakyat dari kota selesai menyeberang. 25 Lalu berkatalah raja kepada Zadok: 「Bawalah tabut Allah itu kembali ke kota; jika aku mendapat kasih karunia di mata TUHAN, maka Ia akan mengizinkan aku kembali, sehingga aku akan melihatnya lagi, juga tempat kediamannya. 26 Tetapi jika Ia berfirman, begini: 『Aku tidak berkenan kepadamu』, maka aku bersedia, biarlah dilakukan-Nya kepadaku apa yang baik di mata-Nya.」 27 Lagi berkatalah raja kepada Zadok, imam itu: 「Jadi, engkau dan Abyatar, pulanglah ke kota dengan selamat beserta anakmu masing-masing, yakni Ahimaas anakmu dan Yonatan, anak Abyatar. 28 Ketahuilah, aku akan menanti di dekat tempat-tempat penyeberangan ke padang gurun, sampai ada kabar dari kamu untuk memberitahu aku.」 29 Lalu Zadok dan Abyatar membawa tabut Allah itu kembali ke Yerusalem dan tinggallah mereka di sana. 30 Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis.
31 Ketika kepada Daud dikabarkan, demikian: 「Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersepakat dengan Absalom,」 maka berkatalah Daud: 「Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN.」 32 Ketika Daud sampai ke puncak, ke tempat orang sujud menyembah kepada Allah, maka datanglah Husai, orang Arki, mendapatkan dia dengan jubah yang terkoyak dan dengan tanah di atas kepala. 33 Berkatalah Daud kepadanya: 「Jika engkau turut dengan aku, maka engkau menjadi beban kepadaku nanti, 34 tetapi jika engkau kembali ke kota dan berkata kepada Absalom: 『Aku ini hambamu, ya raja, sejak dahulu aku hamba ayahmu, tetapi sekarang aku menjadi hambamu』, dengan demikian engkau dapat membatalkan nasihat Ahitofel demi aku. 35 Bukankah Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, ada bersama-sama engkau di sana? Jadi segala yang kaudengar dari dalam istana raja, haruslah kauberitahukan kepada Zadok dan Abyatar, imam-imam itu. 36 Ingatlah, di sana bersama-sama dengan mereka ada kedua anak mereka, Ahimaas anak Zadok dan Yonatan anak Abyatar; dengan perantaraan mereka haruslah kamu kirimkan kepadaku segala hal yang kamu dengar.」 37 Dan tibalah Husai, sahabat Daud, di Yerusalem tepat pada waktu Absalom masuk ke kota itu.
16:1 Ketika Daud baru saja melewati puncak, datanglah Ziba, hamba Mefiboset, mendapatkan dia membawa sepasang keledai yang berpelana, dengan muatan dua ratus ketul roti, seratus buah kue kismis, seratus buah-buahan musim panas dan sebuyung anggur. 2 Lalu bertanyalah raja kepada Ziba: 「Apakah maksudmu dengan semuanya ini?」 Jawab Ziba: 「Keledai-keledai ini bagi keluarga raja untuk ditunggangi; roti dan buah-buahan ini bagi orang-orangmu untuk dimakan; dan anggur ini untuk diminum di padang gurun oleh orang-orang yang sudah lelah.」 3 Kemudian bertanyalah raja: 「Di manakah anak tuanmu?」 Jawab Ziba kepada raja: 「Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: 『Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku.』」 4 Lalu berkatalah raja kepada Ziba: 「Kalau begitu, kepunyaanmulah segala kepunyaan Mefiboset.」 Kata Ziba: 「Aku tunduk! Biarlah kiranya aku tetap mendapat kasih di matamu, ya tuanku raja.」
5 Ketika raja Daud telah sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus-menerus mengutuk. 6 Daud dan semua pegawai raja Daud dilemparinya dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya. 7 Beginilah perkataan Simei pada waktu ia mengutuk: 「Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila! 8 TUHAN telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, TUHAN telah menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sesungguhnya, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah.」
9 Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja: 「Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.」 10 Tetapi kata raja: 「Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya? Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila TUHAN berfirman kepadanya: 『Kutukilah Daud』, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?」 11 Pula kata Daud kepada Abisai dan kepada semua pegawainya: 「Sedangkan anak kandungku ingin mencabut nyawaku, terlebih lagi sekarang orang Benyamin ini! Biarkanlah dia dan biarlah ia mengutuk, sebab TUHAN yang telah berfirman kepadanya demikian. 12 Mungkin TUHAN akan memperhatikan kesengsaraanku ini dan TUHAN membalas yang baik kepadaku sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.」
13 Demikianlah Daud melanjutkan perjalanannya dengan orang-orangnya, sedang Simei berjalan terus di lereng gunung bertentangan dengan dia dan sambil berjalan ia mengutuk, melemparinya dengan batu dan menimbulkan debu. 14 Dengan lelah sampailah raja dan seluruh rakyat yang ada bersama-sama dengan dia ke Yordan, lalu mereka beristirahat di sana.
Ketika Daud mengetahui bahwa Absalom telah melancarkan pemberontakan di Hebron, dan hati orang Israel telah berpaling kepadanya, dia segera mengemasi barang-barangnya dan dengan tergesa-gesa melarikan diri bersama keluarga dan para pelayannya. Narasi pemberontakan Absalom dituliskan secara ringkas (5:1-12), tetapi pelarian Daud dari Yerusalem dijelaskan secara rinci (5:13-6:14). Rute pelarian Daud, dekat 「rumah yang terakhir」 (ayat 17b) pemberhentian pertama sebelum meninggalkan Yerusalem, sampai 「menyeberangi sungai Kidron … berjalan ke arah padang gurun」 (ayat 23b) yakni di perbatasan timur Yerusalem, dan kemudian 「mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan berjalan dengan tidak berkasut」 karena malu dan terhina (ayat 30a), lalu terus sampai 「ke puncak」 (ayat 32a), dan akhirnya setelah lewat puncak sampai di Bahurim (ayat 6:5). Seluruh perjalanan pelarian itu penuh dengan kesedihan dan rasa sakit. Sebagian besar perjalanan sejauh dua belas mil ditempuh dengan bertelanjang kaki, dan Daud menjumpai serangkaian karakter di sepanjang jalan: Itai (ayat 19-23), imam Zadok dan Abyatar (ayat 24-29), penasihat Husai (ayat 32-37), Ziba (16:1-4) dan Simei (16:5-14), pelayan keluarga Saul. Dari perjumpaan Daud dengan tokoh-tokoh tersebut serta dialog dan interaksi mereka, kita bisa melihat kualitas Daud dalam dua aspek.
Kebijaksanaan Daud: Daud masih memiliki sekelompok orang setia yang menemaninya sepanjang pelariannya, dan dengan keras menangis bagi Daud (ayat 23a), dia juga memiliki kelompok bukan Yahudi: orang Kreti, orang Pleti, dan enam ratus Gat sebagai penjaga dekatnya. Daud membujuk Itai orang Gat untuk tinggal bersama raja baru Absalom (ayat 19), tetapi Itai setia dan hanya memanggil Daud raja (ayat 21), dan bersumpah untuk mengikutinya sampai mati. Meskipun Daud pergi dengan panik, dia tetap merencanakan dan mengatur dengan tenang dan hati-hati. Dia tahu betul bahwa mengetahui tindakan lawan merupakan faktor penting untuk kemenangan, jadi dia mengatur saluran berita dan memerintahkan imam Zadok dan Abyatar untuk kembali ke Yerusalem bersama putra mereka Ahimaas dan Yonatan untuk bertindak sebagai informan (ayat 27-29); mereka menyampaikan informasi kepada Daud (ayat 36) melalui pelayan wanita (ayat 17:17). Daud tahu bahwa tentara dibutuhkan untuk melarikan diri di padang belantara, dan imam serta penasihat akan berguna di tempat lain. Oleh karena itu, dia memerintahkan Husai, penasihatnya, untuk berpura-pura menyerah kepada Absalom dan bertindak sebagai agen ganda untuk melawan serangan strategi Ahitofel (ayat 33-34). Singkatnya, rangkaian pengaturan ini menunjukkan kearifan, kewaspadaan, ketenangan dan kehati-hatian Daud, dia masih memahami situasi para pemberontak saat melarikan diri.
Kesalehan Daud: tanggapan Daud selama melarikan diri menunjukkan ketergantungannya pada Allah dan kedalaman kehidupan spiritualnya. Dia meminta Zadok untuk membawa tabut itu kembali ke Yerusalem, karena Allah ada di mana-mana, dan tabut itu hanyalah benda kudus yang melambangkan kehadiran Allah. Allah adalah Tuhan, dan kita adalah hamba, manusia tidak dapat menggunakan tabut untuk memanipulasi Tuhan. Daud percaya bahwa kesulitan saat ini adalah konsekuensi dari dosa (ayat 12:10), jadi dia menyerahkan sepenuhnya di tangan Allah apakah dia dapat kembali ke Yerusalem dan menuruti kehendak-Nya (ayat 25-26). Ketika Daud mengetahui bahwa Ahitofel ada di antara para pemberontak, reaksi langsungnya adalah berdoa kepada Allah agar mengubah 「Gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu, ya TUHAN」 (ayat 33). Allah segera mengabulkan permohonan Daud dan mempersiapkan Husai untuknya (ayat 32-34). Kebaikan Daud kepada Ziba, seorang pelayan keluarga Saul (hamba Mefiboset anak Yonatan), memenuhi janjinya kepada Yonatan (1 Samuel 20:15). Pada akhirnya, Simei bin Gera menuduh Daud 「penumpah darah, orang dursila! … segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja, … engkau seorang penumpah darah」 (ayat 7b, 8a); dia berpendapat bahwa Daud dikutuk dan pantas mendapatkan apa yang seharusnya diterimanya. Tuduhan Simei tidak berdasar, tetapi Daud menumpahkan darah Uria prajurit yang tidak bersalah. Daud mengetahuinya dengan baik, jadi dia mencegah Abisai bin Zeruya agar tidak membalas, dan dengan rela menerima bahwa kutukan Simei berasal dari TUHAN.
Dalam pengungsian melarikan diri Daud menunjukkan ketenangannya menghadapi masalah dan kerelaan untuk tunduk pada disiplin Allah dan sepenuhnya bersandar kepada Tuhan dalam menghadapi kesulitan demi kesulitan. Daud menggabungkan sifat bijaksana dan saleh.
Renungkan:
Orang-orang percaya sering berayun di antara dua ekstrem: di satu sisi, ada 「lepaskan segala-galanya kepada Tuhan」 yang bersikap fatalistik dan mengabaikan sama sekali usaha diri; di sisi yang lain adalah sama sekali mengandalkan kekuatan diri; Daud tepat di antara keduanya. Pencerahan apa yang diberikan kebijaksanaan dan kesalehan Daud kepada kita?
Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).