Tag Archives: Kitab 2 Samuel

2 Samuel 24:1-4

Lebih baik jatuh dalam tangan Allah
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 24:1-25; 1 Taw. 21:1 – 22:2 [ITB])
1 Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda. 2 Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka. 3 Lalu berkatalah Yoab kepada raja: Kiranya TUHAN, Allahmu, menambahi rakyat seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang, dan semoga mata tuanku raja sendiri melihatnya. Tetapi mengapa tuanku raja menghendaki hal ini?
4 Namun titah raja itu terpaksa diikuti oleh Yoab dan oleh para panglima tentara. Maka pergilah Yoab dan panglima-panglima tentara itu atas perintah raja untuk mengadakan pendaftaran di antara bangsa Israel. 5 Mereka menyeberangi sungai Yordan, lalu mulai dari Aroer dan dari kota yang terletak di tengah-tengah lembah ke arah Gad dan Yaezer. 6 Kemudian sampailah mereka ke Gilead dan ke Kadesh di negeri orang Het. Selanjutnya sampailah mereka ke Dan dan dari Dan mengambil jurusan Sidon. 7 Kemudian sampailah mereka ke tempat yang berkubu, Tirus, dan ke segala kota orang Hewi dan orang Kanaan; akhirnya tibalah mereka di bagian selatan Yehuda, di Bersyeba. 8 Setelah mereka menjelajah seluruh negeri itu, sampailah mereka kembali ke Yerusalem setelah lewat sembilan bulan dan dua puluh hari. 9 Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu.
10 Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.
11 Setelah Daud bangun dari pada waktu pagi, datanglah firman TUHAN kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian: 12 Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah firman TUHAN: 『tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu.』 13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku. 14 Lalu berkatalah Daud kepada Gad: Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.
15 Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang. 16 Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu. Pada waktu itu malaikat TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus. 17 Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku.
18 Pada hari itu datanglah Gad kepada Daud dan berkata kepadanya: Pergilah, dirikanlah mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Arauna, orang Yebus itu. 19 Lalu pergilah Daud, sesuai dengan perkataan Gad, seperti yang diperintahkan TUHAN. 20 Ketika Arauna menjenguk dan melihat raja dengan pegawai-pegawainya mendapatkannya, pergilah Arauna ke luar, lalu sujud kepada raja dengan mukanya ke tanah. 21 Bertanyalah Arauna: Mengapa tuanku raja datang kepada hambanya ini? Jawab Daud: Untuk membeli tempat pengirikan ini dari padamu dengan maksud mendirikan mezbah bagi TUHAN, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat. 22 Lalu berkatalah Arauna kepada Daud: Baiklah tuanku raja mengambilnya dan mempersembahkan apa yang dipandangnya baik; lihatlah, itu ada lembu-lembu untuk korban bakaran, dan eretan-eretan pengirik dan alat perkakas lembu untuk kayu bakar. 23 Semuanya ini, ya raja, diberikan Arauna kepada raja. Arauna berkata pula kepada raja: Kiranya TUHAN, Allahmu, berkenan kepadamu. 24 Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa. Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak. 25 Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.
Maka TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel.

Saul karena melanggar perjanjian sehingga mendatangkan hukuman bencana kelaparan (21:1-14), demikian juga pelanggaran Daud karena menghitung jumlah orang membawakan hukuman tulah (24:1-25). Kesamaan antara keduanya adalah: dosa tidak menyenangkan Allah dan tidak berkenan kepada Dia, tetapi Daud berdoa agar hukuman dihentikan; yang pertama adalah kejahatan keluarga Saul (21:1), dan yang kedua adalah kejahatan keluarga Daud (24:17). Kedua narasi diakhiri dengan TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel (21:14; 24:25). Perbedaannya, dan yang terpenting, Saul tidak bertobat, tetapi Daud segera bertobat dan membangun mezbah bagi TUHAN Yahweh.

1 Tawarikh 21 membantu memberikan gambaran lengkap tentang narasi ini. Mari kita terlebih dahulu membahas pertanyaan-pertanyaan berikut:
Mengapa Allah murka? Ayat 1a mengatakan, Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel
Kitab Suci tidak secara jelas menunjukkan alasan murka Allah; Allah murka dan membunuh Uza karena dia menyentuh tabut perjanjian (2 Samuel 6:7); murka Allah terhadap orang Israel sebagian besar terkait dengan dosa (Keluaran 32:10; Bilangan 11:33; 25:3; 32:13). Namun di sini tidak disebutkan dosa apa yang dilakukan orang Israel terhadap Yahweh.

Mengapa Allah menggerakkan Daud untuk menghitung jumlah orang? Ayat 1b mengatakan, Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: 『Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.』 Mengapa Allah menggerakkan Daud untuk menghitung lalu kemudian menghukum Daud dan Israel? Kadang-kadang karena pemberontakan keras kepala dari orang-orang atau para nabi, yang menolak untuk berubah setelah berulang kali ditegur, maka Allah melepaskan mereka, dan bahkan mengirimkan roh dusta ke dalam diri mereka, lalu mereka berbuat dosa (sesuai kekerasan hati mereka) dan mendatangkan hukuman yang lebih berat (Yeremia 4:10; 1 Raj. 22:21-23). Bileam, yang rakus akan upah yang tidak benar, menolak untuk berubah walau telah berulang kali ditegur (Bilangan 24 dan 25; 2 Petrus 2:15), dan sikap keras kepala Saul adalah contoh terbaik (1 Samuel 18:10; 19:9-10). 1 Tawarikh menambahkan bahwa Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel (1 Taw. 21:1). Paulus menunjukkan bahwa pada hari-hari terakhir Allah akan membiarkan para pendosa yang keras kepala untuk mempercayai dusta Setan, yang mengarah pada kehancuran diri (2 Tes. 2:9-12 Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan). Selain itu, Yakobus berkata: Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: 『Pencobaan ini datang dari Allah!』 Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun (1:13b) Singkatnya, Setan atau musuh di dunia adalah pihak yang memulai kejahatan, dan memprovokasi Daud menghitung jumlah orang dan atas izin Allah itu bisa terjadi.

Mengapa menghitung jumlah orang merupakan kejahatan? Allah juga memerintahkan Musa untuk menghitung jumlah orang (Keluaran 30:11-12; Bilangan 1:1-2), jadi tidak ada masalah dalam menghitung jumlah orang. Beberapa peneliti berpendapat bahwa Daud tidak mengikuti aturan dan harus membayar setengah syikal sebagai perak pendamaian bagi mereka yang dihitung (Keluaran 30:13). Tapi poin penghitungan ini jelas tidak ada hubungannya dengan deklarasi membayar syikal, ini hanya untuk menghitung kekuatan militer (ayat 2, 9). Penghitungan ini dilakukan tepat setelah narasi umum Daud (23:8-39), dan karena penghitungan ini memakan waktu sembilan bulan dan 20 hari (ayat 8), seharusnya juga dalam masa damai dan sejahtera, ketika tidak ada kebutuhan yang mendesak untuk menghitung jumlah kekuatan militer. Selain itu, Yoab menjawab, Mengapa tuanku menuntut hal ini? Mengapa orang Israel harus menanggung kesalahan oleh karena hal itu? (1 Taw. 21:3b) Masuk akal untuk memperkirakan bahwa perilaku Daud lebih mirip dengan raja-raja Timur Dekat kuno, ia lupa bahwa dia hanyalah raja yang ditunjuk oleh Yahweh di bumi, sandaran utamanya bukan pada pasukan militer, tetapi pada TUHAN sendiri (1 Samuel 14:6b; 17:47).

Perbedaan jumlah: Kitab Samuel mengatakan: Israel memiliki 800.000 prajurit dengan pedang; Yehuda memiliki 500.000 prajurit (ayat 9b); 1 Tawarikh Di antara seluruh orang Israel ada sejuta seratus ribu orang yang dapat memegang pedang, dan orang Yehuda ada empat ratus tujuh puluh ribu orang yang dapat memegang pedang (21:5b). Beberapa peneliti menunjukkan bahwa 1 Tawarikh mengacu pada seluruh Israel yaitu dua belas suku, sedangkan 2 Samuel mengacu pada Israel merujuk hanya pada kerajaan utara, jadi jumlahnya berbeda. Perbedaan angka tentang Yehuda mungkin disebabkan oleh perbedaan antara penyalinan manuskrip. Adapun jumlah tahun kelaparan, kitab Samuel mencerminkan gaya penulisan epik, menggunakan angka genap tujuh (2 Samuel 24:13b), sedangkan Tawarikh menggunakan tahun yang sebenarnya tiga tahun (1 Tawarikh 21:12).

Meski narasi ini agak sulit, ada dua poin yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah kasih Allah, Ia memilih wabah tiga hari yang lebih singkat (ayat 15) sebelum Daud menjawab; kedua, Ia mengubah dan menghentikan bencana sebelum akhir hari pertama (ayat 16); terlebih lagi, Daud tahu bahwa dia telah melanggar Allah, maka dia segera mengaku dan bertobat (ayat 10). Dia lebih suka jatuh ke tangan Allah, mengetahui bahwa Allah akan menghukum umat-Nya dengan adil dan benar (ayat 14). Dalam situasi sulit Daud tetap memedulikan rakyatnya, dan dia lebih memilih dirinya dan keluarganya yang menanggung. Dia lebih rela membayar harga untuk membeli tempat pengirikan Arauna untuk membangun mezbah bagi TUHAN untuk mempersembahkan korban, tempat ini menjadi tempat di mana raja Salomo membangun Bait Suci (1 Tawarikh 21-22).

Renungkan:
Allah memilih Daud untuk menjadi raja Israel. Daud tidak sempurna, tetapi dia mau mengakui dosanya dan bertobat dengan tulus setelah dia berbuat dosa; Allah tidak melanggar perjanjian yang Dia buat dengan Daud (2 Samuel 7), Daud bertobat dan berbalik kembali, Allah masih memakai dia. Bagaimana ini menghibur kita?

Narasi dalam Kitab Samuel dimulai dengan Hana, seorang wanita mandul, meminta seorang anak laki-laki kepada Allah (1 Samuel 1:11) dan beribadah di rumah Tuhan di Silo (1:24), dan sekarang Kitab Samuel ditutup dengan seorang raja Israel meminta belas kasihan Allah (2 Samuel 24:17) dan mendirikan mezbah persembahan korban di tempat pengirikan di Yerusalem (24:25). Puncak doa adalah berlutut menyembah dengan hormat takut. Bagaimana hal ini memberikan pencerahan bagi kehidupan doa kita?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 22:1-4

Kidung nyanyian Daud
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 22:1-4; 23:1-7; Mazmur 18 [ITB])
22:1 Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.
2 Ia berkata: 「Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, 3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. 4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.
23:1 Inilah perkataan Daud yang terakhir: Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel: 2 Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; 3 Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, 4 ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah. 5 Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya? 6 Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan: 7 tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!

Kidung nyanyian Daud (22:1-51) dan kata-kata terakhir (23:1-7) berada di tengah apendiks (pasal 21-24), menekankan pesan utama dari Kitab 2 Samuel, yaitu Daud yang diurapi oleh Allah, ditunjuk untuk memerintah atas bangsa Israel, dan perjanjian yang Ia buat dengan Daud adalah kekal tidak berubah.

Kidung nyanyian Daud hampir identik isinya dengan Mazmur 18 Ucapan syukur raja. Para peneliti berpendapat bahwa Mazmur 18 digunakan dalam liturgi, dan narator meletakkan Mazmur 18 ini di akhir Samuel untuk membuat ringkasan teologis dari kehidupan Daud. Tema Kidung nyanyian ini mirip dengan Kidung nyanyian Hana: keduanya menggunakan tanduk sebagai lambang (ayat 2; 1 Sam. 2:2), menekankan keselamatan dari Yahweh (ayat 3; 1 Sam. 2:1-2), yang diurapi TUHAN (ayat 51; 1 Sam. 2:10) , dll. Kedua nyanyian tepat membuat awal Kitab 1 Samuel tersambung dan saling menggema dengan akhir Kitab 2 Samuel (membentuk inclusio), menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) sajalah yang merupakan Penyelamat dan Pelindung yang sesungguhnya, dan hanya kepada Dia saja satu-satunya ucapan syukur dan pujian kita ditujukan. Tiga kali Daud menunjukkan bahwa hanya TUHAN (Yahweh) sajalah yang menyelamatkan dia dari Saul (ayat 1), menyelamatkan dia dari musuh besar (ayat 18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah, dari pada orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku), dan menyelamatkannya dari perselisihan rakyatnya. Semua ini karena campur tangan langsung TUHAN (ayat 44 Dan Engkau meluputkan aku dari perbantahan bangsaku).

Kidung nyanyian ini dengan jelas mengungkapkan bagaimana Daud mengandalkan Allah untuk selamat musuh-musuhnya dan hidupnya yang berkemenangan. Di penghujung hidupnya, Daud hanya mengalami kesedihan atas kematian Absalom yang terlalu dini, kesulitan kelaparan selama tiga tahun, dan kelelahan fisik dan mental yang ekstrim akibat berperang melawan musuh Filistin, di akhir hidup matanya hanya berharap memandang kepada Allah. Kidung nyanyian ini secara singkat menyatakan beberapa kebenaran tentang Allah:

1. Dia adalah Juruselamat (ayat 1-20): Daud menggunakan metafora bukit batu, kubu pertahanan, gunung batu, tempat berlindung, perisai, tanduk keselamatan, kota benteng, tempat pelarian (ayat 2-3) untuk menggambarkan keselamatan dan pemeliharaan Allah. Bukit batu (selaʿ) (ayat 2) berbeda dari gunung batu (ṣûr) (ayat 3); yang terakhir mengacu pada tebing batu curam yang relatif sulit diakses tetapi memberikan keamanan bagi yang berlindung. Ketika Daud diburu oleh Saul, Allah adalah gunung batu dan perlindungannya. Kidung Hana juga menggunakan metafora ini untuk mengungkapkan pemeliharaan Allah (1 Samuel 2:2). Selain itu, orang Timur Dekat kuno menggunakan tanduk binatang untuk melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Allah adalah Tuhan yang Maha kuasa perkasa.

2. Allah adalah Maha adil dan benar (ayat 21-28): Daud berkata: TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku (ayat 21) Allah adalah Tuhan yang membalas kebaikan dan menghukum kejahatan, Ia penyayang kepada yang penyayang, memperlakukan kebaikan kepada yang melakukan kebaikan (ayat 26). Daud mengklaim dirinya sebagai orang yang berlaku tidak bercela kepada-Nya dan dan menjaga dirinya dari dosa di hadapan Tuhan (ayat 24). Karena itu, ia mengharapkan Allah memperlakukannya dengan keadilan dan kebenaran. Daud telah berdosa dan jatuh, bagaimana mungkin dia tidak bersalah? Pengakuan Daud tidak bersalah di sini harus dipahami dari latar belakang nyanyiannya, yaitu pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul (ayat 1). Dia memiliki dua kesempatan untuk membunuh Saul (1 Samuel 24:4-6; 26:29), tetapi dia tidak berani membunuh orang yang diurapi Yahweh. Daud mengklaim bahwa dia tidak melanggar Saul dalam hal ini (1 Samuel 24:11), dan Saul juga menunjukkan bahwa Daud lebih benar darinya dan memperlakukannya dengan baik (1 Samuel 24:17 Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu).

3. Dialah Tuhan yang memberi kekuatan (ayat 29-46): TUHAN adalah pelita di depan kaki Daud, menerangi kegelapannya, memberitahukan agar dia tahu letak masalah dirinya, dan menuntunnya setiap langkah ke depan, TUHAN memberikan kekuatan sehingga ia menang atas musuh-musuhnya (ayat 44). Daud berperang melawan suku Benyamin yang mendukung Saul (2:8-3:1), melawan Absalom dan para pendukungnya (2 Samuel 15-18), dan juga konfrontasi Seba (2 Samuel 20), di semua saat-saat tersebut ia mendapatkan kekuatan yang diberikan Allah sehingga ia dapat menang. Daud mengatakan dengan Allahku aku berani melompati tembok (ayat 30) untuk menggambarkan dirinya seperti harimau bersayap terbang di atas benteng musuh dan masuk menyerang ke kubu pertahanan musuh.

4. Dialah Tuhan adalah harapan kita (ayat 47-51): pasang surut kehidupan Daud tidak membuatnya getir atau dendam. Dia tahu bahwa semua harapan ada pada Allah yang adil dan penuh kasih. Kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan dia dan umat-Nya; perjanjian Allah dengan dia tidak akan pernah goyah, karena dia diurapi oleh Allah untuk memimpin umat-Nya. Meskipun Daud lemah, harapannya ada pada diri Allah yang tidak pernah berubah. Daud yang diurapi TUHAN Yahweh (ayat 51, 19:21) menunjuk pada penggenapan akhir Dia yang diurapi, keturunan Daud Yesus Kristus (Matius 1:6-16), yang merupakan harapan tertinggi dan paling utama kita.

Renungkan:
Pernahkah Anda mengalami keselamatan dan perlindungan Tuhan di saat krisis? Pernahkah Anda mengalami campur tangan-Nya yang penuh keadilan di saat-saat penderitaan? Pernahkah Anda mengalami kekuatan-Nya ketika Anda lelah dan putus asa? Pernahkah Anda memiliki pengalaman berharap karena kesetiaan-Nya dan terus maju dalam situasi putus asa? Cobalah untuk mengingat dan menghidupkan kembali pengalaman yang tak terlupakan di mana Tuhan membantu Anda, dan kemudian berikan respons kepada Dia dengan doa syukur dan pujian.

Lampiran (2 Sam. 22:1-51 [ITB])
1 Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.
2 Ia berkata: Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, 3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. 4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.
5 Sesungguhnya gelora-gelora maut telah mengelilingi aku, banjir-banjir jahanam telah menimpa aku, 6 tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
7 Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya.
8 Lalu bergoyang dan bergoncanglah bumi, dasar-dasar langit gemetar dan bergoyang, oleh karena bernyala-nyala murka-Nya. 9 Asap membubung dari hidung-Nya, api menjilat keluar dari mulut-Nya, bara menyala keluar dari pada-Nya. 10 Ia menekukkan langit, lalu turun, kekelaman ada di bawah kaki-Nya. 11 Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin. 12 Dan Ia membuat kegelapan di sekeliling-Nya menjadi pondok-Nya: air hujan yang gelap, awan yang tebal. 13 Karena sinar kilat di hadapan-Nya bara api menjadi menyala. 14 TUHAN mengguntur dari langit, Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya. 15 Dilepaskan-Nya panah-panah, sehingga diserakkan-Nya mereka, yakni kilat-kilat, sehingga dikacaukan-Nya mereka. 16 Lalu kelihatanlah dasar-dasar laut, alas-alas dunia tersingkap karena hardikan TUHAN karena hembusan nafas dari hidung-Nya.
17 Ia menjangkau dari tempat tinggi, mengambil aku, menarik aku dari banjir. 18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah, dari pada orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku. 19 Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN adalah sandaran bagiku; 20 Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku.
21 TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, 22 sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik. 23 Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan dari ketetapan-Nya aku tidak menyimpang; 24 aku berlaku tidak bercela kepada-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan. 25 Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya.
26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, 27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. 28 Bangsa yang tertindas Engkau selamatkan, tetapi mata-Mu melawan orang-orang yang tinggi hati, supaya mereka Kaurendahkan.
29 Karena Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku. 30 Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok. 31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. 32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita? 33 Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata; 34 yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit; 35 yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga. 36 Juga Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, dan kebaikan-Mu telah membuat aku besar.
37 Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah. 38 Aku mengejar musuhku sampai mereka kupunahkan, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan; 39 aku menghabiskan dan meremukkan mereka, sehingga mereka tidak bangkit lagi, dan mereka rebah di bawah kakiku.
40 Engkau telah mengikat pinggangku dengan keperkasaan untuk berperang, Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku. 41 Kaubuat musuhku lari dari padaku, orang-orang yang membenci aku, mereka kubinasakan. 42 Mereka berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada TUHAN, tetapi Ia tidak menjawab mereka. 43 Aku menggiling mereka halus-halus seperti debu tanah, aku menumbuk mereka dan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.
44 Dan Engkau meluputkan aku dari perbantahan bangsaku; Engkau memelihara aku sebagai kepala atas bangsa-bangsa; bangsa yang tidak kukenal menjadi hambaku; 45 orang-orang asing tunduk menjilat kepadaku, baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku. 46 Orang-orang asing pucat layu dan keluar dari kota kubunya dengan gemetar.
47 TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku, 48 Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah membawa bangsa-bangsa ke bawah kuasaku, 49 dan yang telah membebaskan aku dari pada musuhku. Dan Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari para penindas.
50 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya TUHAN, di antara bangsa-bangsa, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu. 51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan anak cucunya untuk selamanya.


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 21:15-17

Daftar prajurit dan pahlawan ternama
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 21:15-22; 23:8-39 [ITB])
15 Ketika terjadi lagi peperangan antara orang Filistin dan orang Israel, maka berangkatlah Daud bersama-sama dengan orang-orangnya, lalu berperang melawan orang Filistin, sampai Daud menjadi letih lesu. 16 Yisbi-Benob, yang termasuk keturunan raksasa–berat tombaknya tiga ratus syikal tembaga dan ia menyandang pedang yang baru–menyangka dapat menewaskan Daud. 17 Tetapi Abisai, anak Zeruya, datang menolong Daud, lalu merobohkan dan membunuh orang Filistin itu. Pada waktu itu orang-orang Daud memohon dengan sangat kepadanya, kata mereka: Janganlah lagi engkau maju berperang bersama-sama dengan kami, supaya keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau. 18 Sesudah itu terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin di Gob; pada waktu itu Sibkhai, orang Husa, memukul kalah Saf, yang termasuk keturunan raksasa. 19 Dan terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, di Gob; Elhanan bin Yaare-Oregim, orang Betlehem itu, menewaskan Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun. 20 Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat; dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: dua puluh empat seluruhnya; juga orang ini termasuk keturunan raksasa. 21 Ia mengolok-olok orang Israel, maka Yonatan, anak Simea kakak Daud, menewaskannya. 22 Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya.
23:8 Inilah nama para pahlawan yang mengiringi Daud: Isybaal, orang Hakhmoni, kepala triwira; ia mengayunkan tombaknya melawan delapan ratus orang yang tertikam mati dalam satu pertempuran.
9 Dan sesudah dia, Eleazar anak Dodo, anak seorang Ahohi; ia termasuk ketiga pahlawan itu. Ia ada bersama-sama Daud, ketika mereka mengolok-olok orang Filistin, yang telah berkumpul di sana untuk berperang, padahal orang-orang Israel telah mengundurkan diri. 10 Tetapi ia bangkit dan membunuh demikian banyak orang Filistin sampai tangannya lesu dan tinggal melekat pada pedangnya. TUHAN memberikan pada hari itu kemenangan yang besar. Rakyat datang kembali mengikuti dia, hanya untuk merampas.
11 Sesudah dia, Sama, anak Age, orang Harari. Ketika orang Filistin berkumpul di Lehi, di sana ada sebidang tanah ladang penuh kacang merah, dan tentara telah melarikan diri dari hadapan orang Filistin, 12 maka berdirilah ia di tengah-tengah ladang itu, ia dapat mempertahankannya dan memukul kalah orang Filistin. Demikianlah diberikan TUHAN kemenangan yang besar.
13 Sekali datanglah tiga orang dari ketiga puluh kepala mendapatkan Daud, menjelang musim menuai, dekat gua Adulam, sedang sepasukan orang Filistin berkemah di lembah Refaim. 14 Pada waktu itu Daud ada di dalam kubu gunung dan pasukan pendudukan orang Filistin pada waktu itu ada di Betlehem. 15 Lalu timbullah keinginan pada Daud, dan ia berkata: Sekiranya ada orang yang memberi aku minum air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang! 16 Lalu ketiga pahlawan itu menerobos perkemahan orang Filistin, mereka menimba air dari perigi Betlehem yang ada dekat pintu gerbang, mengangkatnya dan membawanya kepada Daud. Tetapi Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN, 17 katanya: Jauhlah dari padaku, ya TUHAN, untuk berbuat demikian! Bukankah ini darah orang-orang yang telah pergi dengan mempertaruhkan nyawanya? Dan tidak mau ia meminumnya. Itulah yang dilakukan ketiga pahlawan itu.
18 Abisai, adik Yoab, anak Zeruya, dialah kepala ketiga puluh orang itu. Dan dialah yang mengayunkan tombaknya melawan tiga ratus orang yang mati ditikamnya; ia mendapat nama di antara ketiga puluh orang itu. 19 Bukankah ia yang paling dihormati di antara ketiga puluh orang itu? Memang ia menjadi pemimpin mereka, tetapi ia tidak dapat menyamai triwira itu.
20 Selanjutnya Benaya bin Yoyada, anak seorang yang gagah perkasa, yang besar jasanya, yang berasal dari Kabzeel; ia menewaskan kedua pahlawan besar dari Moab. Juga pernah ia turun ke dalam lobang dan membunuh seekor singa pada suatu hari bersalju. 21 Pula ia membunuh seorang Mesir, seorang yang tinggi perawakannya; di tangan orang Mesir itu ada tombak, tetapi ia mendatanginya dengan tongkat, merampas tombak itu dari tangan orang Mesir itu, lalu membunuh orang itu dengan tombaknya sendiri. 22 Itulah yang diperbuat Benaya bin Yoyada; ia mendapat nama di antara ketiga puluh pahlawan itu. 23 Di antara ketiga puluh orang itu ia paling dihormati, tetapi ia tidak dapat menyamai triwira. Dan Daud mengangkat dia mengepalai pengawalnya.
24 Asael, saudara Yoab, ada di antara ketiga puluh orang itu; selanjutnya Elhanan bin Dodo, dari Betlehem; 25 Sama, orang Harod; Elika, orang Harod; 26 Heles, orang Palti; Ira anak Ikesh orang Tekoa; 27 Abiezer, orang Anatot; Mebunai, orang Husa; 28 Zalmon, orang Ahohi; Maharai, orang Netofa; 29 Heleb anak Baana orang Netofa; Itai bin Ribai, dari Gibea orang Benyamin; 30 Benaya, orang Piraton; Hidai dari lembah-lembah Gaas; 31 Abialbon, orang Bet-Araba; Azmawet, orang Bahurim; 32 Elyahba, orang Saalbon; Yasyen, orang Guni; Yonatan 33 anak Sama orang Harari; Ahiam bin Sarar, orang Harari; 34 Elifelet anak Ahasbai orang Maakha; Eliam anak Ahitofel orang Gilo; 35 Hezrai, orang Karmel; Paerai, orang Arbi; 36 Yigal bin Natan, dari Zoba; Bani, orang Gad; 37 Zelek, orang Amon; Naharai, orang Beerot, pembawa senjata Yoab anak Zeruya; 38 Ira, orang Yetri; Gareb, orang Yetri; 39 Uria, orang Het, semuanya tiga puluh tujuh orang.

Narator menggunakan dua bagian (21:15-22; 23:8-39) untuk mencatat para pahlawan yang mengiringi Daud; bagian pertama berfokus pada kemenangan para pahlawan atas musuh nomor satu Israel, orang Filistin, dan bagian kedua secara lebih rinci mencatat para pemimpin tentara yang mengiringi Daud dan apa yang mereka capai. Dua bagian dari daftar para pahlawan terkenal ini melengkapi narasi 2 Samuel 5 – 10 yang menggambarkan prestasi militer Daud. Sebelum menganalisis secara detail dua daftar para pahlawan terkenal, pertama-tama kita harus berurusan dengan dua masalah sulit:

Siapa yang membunuh Goliat: 1 Samuel 17 dari menunjukkan bahwa Daud membunuh Goliat orang Gat, tetapi di perikop 2 Sam. 21:19b Elhanan bin Yaare-Oregim, orang Betlehem itu, menewaskan Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun. Para peniliti memiliki penjelasan yang berbeda, di antara mereka, yang lebih masuk akal dan tidak terlalu sulit adalah terdapat cacat pada gulungan kuno itu, seharusnya terdapat kata-kata … Lahmi saudara … hilang. Hal ini berdasarkan kesimpulan yang diambil dari 1 Tawarikh 20:5a, Elhanan bin Yaare menewaskan Lahmi saudara Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun. Singkatnya, Daud membunuh Goliat, dan Elhanan membunuh Lahmi saudara Goliat.

Jumlah para pahlawan: tiga puluh pahlawan disebutkan dalam 23:24a, sedangkan di bagian akhir total tiga puluh tujuh (ayat 39b). Perbedaannya mungkin karena orang yang sama memiliki dua nama yang berbeda, yang disebabkan oleh perubahan ejaan Ibrani (1 Tawarikh 11). Tetapi lebih masuk akal bahwa daftar ini mencatat para pahlawan pada berbagai tahap pemerintahan Daud. Misalnya, Asael dibunuh tidak lama setelah Daud menjadi raja Yehuda (2 Sam. 2:23), dan Uria dijebak sehingga mati terbunuh tidak lama setelah Daud menjadi raja atas seluruh Israel (2 Sam. 11:17). Oleh karena itu, daftar perwira dan prajurit akan memiliki jumlah yang berbeda pada tahapan yang berbeda.

Sekarang pencerahan apa yang diberikan analisis terperinci dari dua daftar tentara ini bagi kita.

Daftar prajurit di bagian pertama menyebutkan empat tokoh (Abisai, Sibkhai, Elhanan, dan Yonatan anak Simea kakak Daud) sebagai pejuang gagah berani yang membantai orang Filistin, musuh yang telah lama menjerat Israel, musuh-musuh ini adalah keturunan raksasa (ayat 16, 18, 20, 21). Keturunan raksasa (raphah) adalah istilah umum untuk orang Refaim; mereka adalah prajurit yang kuat menetap di sepanjang pantai Kanaan. Narator menggambarkan Daud bersama-sama dengan orang-orangnya, lalu berperang melawan orang Filistin, sampai Daud menjadi letih lesu (ayat 15b). Daud yang kuat dan gagah berani dalam pertempuran, juga ada saat lemah dan lelah, oleh karena itu para pahlawan tersebut meminta Daud untuk tidak pergi berperang dengan mereka, agar keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau (ayat 17b). Daud memainkan peran yang berbeda pada tahap yang berbeda dalam hidupnya: ketika dia masih muda dan kuat, dia masih bisa memimpin pasukan ke garis depan, tetapi seiring bertambahnya usia, dia harus mundur ke belakang untuk memimpin pasukan di belakang layar.

Daftar prajurit di bagian kedua dibagi menjadi tiga: pertama (ayat 23:8-12) mencatat prestasi tiga pahlawan ─ Isybaal, Eleazar dan Sama; bagian kedua (ayat 23:18-39) mencatat tiga puluh pahlawan, dan bagian ketiga (ayat 23:13-17) menggambarkan tiga prajurit yang setia kepada Daud yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk pergi ke Betlehem mengambil air bagi Daud yang diselipkan di tengah-tengah dua bagian, dan bagaimana Daud menghargai kebaikan mereka.

Ketika tiga prajurit mengambil risiko ke Betlehem untuk mengambil air, Daud berpikir dia tidak pantas mendapatkannya. Karena Tuhanlah yang pantas menerima pengorbanan seperti itu. Ayat 16 mengatakan: Daud tidak mau meminumnya, melainkan mempersembahkannya sebagai korban curahan kepada TUHAN mengingatkan pada tindakan persembahan kepada TUHAN sebagai persembahan (Imamat 17:10-13). Selanjutnya, setelah nama Daud muncul di ayat 8, tidak muncul lagi dalam daftar tersebut. Catatan dalam 2 Samuel ini adalah kebalikan dari kebiasaan negara-negara Timur Dekat kuno yang menghubungkan semua prestasi sebagai jasa raja. Di sini karena peran Daud hanya sebagai pemimpin bangsa Israel, segala pengorbanan jasa yang dilakukan para prajurit tidak boleh diabaikan. Juga, kemenangan terakhir adalah milik TUHAN Yahweh, seperti yang ditunjukkan oleh narator, Demikianlah diberikan TUHAN kemenangan yang besar (ayat 10b, 12b).

Renungkan:
1. Daud membutuhkan para perwira prajurit yang setia untuk membantunya berperang serta mengurus negara, kita juga bekerja sama satu sama lain dalam perluasan kerajaan surga untuk menyelesaikan tujuan besar kerajaan surga.

2. Ada pepatah: Pekerjaan rohani adalah 100% pekerjaan manusia, dan juga 100% pekerjaan Tuhan. Bagaimana Anda menanggapi kalimat ini?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 21:1-6

Mengkhianati perjanjian dan memelihara perjanjian
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 21:1-22 [ITB])
1 Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon. 2 Lalu raja memanggil orang-orang Gibeon dan berkata kepada mereka, –orang-orang Gibeon itu tidak termasuk orang Israel, tetapi termasuk sisa-sisa orang Amori dan walaupun orang Israel telah bersumpah kepada mereka, Saul berikhtiar membasmi mereka dalam kegiatannya untuk kepentingan orang Israel dan Yehuda, — 3 Daud berkata kepada orang-orang Gibeon itu: Apakah yang dapat kuperbuat bagimu dan dengan apakah dapat kuadakan penebusan, supaya kamu memberkati milik pusaka TUHAN? 4 Lalu berkatalah orang-orang Gibeon itu kepadanya: Bukanlah perkara emas dan perak urusan kami dengan Saul serta keluarganya, juga bukanlah urusan kami untuk membunuh seseorang di antara orang Israel. Tetapi kata Daud: Apakah yang kamu kehendaki akan kuperbuat bagimu? 5 Sesudah itu berkatalah mereka kepada raja: Dari orang yang hendak membinasakan kami dan yang bermaksud memunahkan kami, sehingga kami tidak mendapat tempat di manapun di daerah Israel, 6 biarlah diserahkan tujuh orang anaknya laki-laki kepada kami, supaya kami menggantung mereka di hadapan TUHAN di Gibeon, di bukit TUHAN. Lalu berkatalah raja: Aku akan menyerahkan mereka. 7 Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul. 8 Lalu raja mengambil kedua anak laki-laki Rizpa binti Aya, yang dilahirkannya bagi Saul, yakni Armoni dan Mefiboset, dan kelima anak laki-laki Merab binti Saul, yang dilahirkannya bagi Adriel bin Barzilai, orang Mehola itu, 9 kemudian diserahkannyalah mereka ke dalam tangan orang-orang Gibeon itu. Orang-orang ini menggantung mereka di atas bukit, di hadapan TUHAN. Ketujuh orang itu tewas bersama-sama. Mereka telah dihukum mati pada awal musim menuai, pada permulaan musim menuai jelai.
10 Lalu Rizpa binti Aya mengambil kain karung, dan membentangkannya bagi dirinya di atas gunung batu, dari permulaan musim menuai sampai tercurah air dari langit ke atas mayat mereka; ia tidak membiarkan burung-burung di udara mendatangi mayat mereka pada siang hari, ataupun binatang-binatang di hutan pada malam hari. 11 Ketika diberitahukan kepada Daud apa yang diperbuat Rizpa binti Aya, gundik Saul itu, 12 maka pergilah Daud mengambil tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya, dari warga-warga kota Yabesh-Gilead, yang telah mencuri tulang-tulang itu dari tanah lapang di Bet-San, tempat orang Filistin menggantung mereka, ketika orang Filistin memukul Saul kalah di Gilboa. 13 Ia membawa dari sana tulang-tulang Saul dan tulang-tulang Yonatan, anaknya. Dikumpulkanlah juga tulang-tulang orang-orang yang digantung tadi, 14 lalu dikuburkan bersama-sama tulang-tulang Saul dan Yonatan, anaknya, di tanah Benyamin, di Zela, di dalam kubur Kish, ayahnya. Orang melakukan segala sesuatu yang diperintahkan raja, maka sesudah itu Allah mengabulkan doa untuk negeri itu.
15 Ketika terjadi lagi peperangan antara orang Filistin dan orang Israel, maka berangkatlah Daud bersama-sama dengan orang-orangnya, lalu berperang melawan orang Filistin, sampai Daud menjadi letih lesu. 16 Yisbi-Benob, yang termasuk keturunan raksasa–berat tombaknya tiga ratus syikal tembaga dan ia menyandang pedang yang baru–menyangka dapat menewaskan Daud. 17 Tetapi Abisai, anak Zeruya, datang menolong Daud, lalu merobohkan dan membunuh orang Filistin itu. Pada waktu itu orang-orang Daud memohon dengan sangat kepadanya, kata mereka: Janganlah lagi engkau maju berperang bersama-sama dengan kami, supaya keturunan Israel jangan punah bersama-sama engkau. 18 Sesudah itu terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin di Gob; pada waktu itu Sibkhai, orang Husa, memukul kalah Saf, yang termasuk keturunan raksasa. 19 Dan terjadi lagi pertempuran melawan orang Filistin, di Gob; Elhanan bin Yaare-Oregim, orang Betlehem itu, menewaskan Goliat, orang Gat itu, yang gagang tombaknya seperti pesa tukang tenun. 20 Lalu terjadi lagi pertempuran di Gat; dan di sana ada seorang yang tinggi perawakannya, yang tangannya dan kakinya masing-masing berjari enam: dua puluh empat seluruhnya; juga orang ini termasuk keturunan raksasa. 21 Ia mengolok-olok orang Israel, maka Yonatan, anak Simea kakak Daud, menewaskannya. 22 Keempat orang ini termasuk keturunan raksasa di Gat; mereka tewas oleh tangan Daud dan oleh tangan orang-orangnya.

Narasi 2 Samuel, menurut perkembangan peristiwa, harus berakhir di pasal 20, dan kemudian berlanjut dengan catatan 1 Raja-Raja yang menuliskan sejarah kerajaan, 2 Samuel 21 – 24 termasuk dalam apendiks. Setiap narasi dalam empat pasal ini memiliki pesan teologisnya sendiri dan sesuai dengan isi kitab 1 Samuel pertama dan 2 Samuel. Para peneliti menunjukkan bahwa keempat pasal ini menyajikan struktur berbentuk kipas (chiastic):
A. Dosa Saul dan solusinya (21:1-14)
….B. Para pembesar pejabat Daud (21:15-22)
……..C. Mazmur Pengucapan Syukur Daud (22:1-51)
……..C’. Kata-kata penutup Daud (23:1-7)
….B’. Para pahlawan Daud (23:8-39)
A’. Dosa Daud dan solusinya (24:1-25)

Narasi dalam 21:1-14 sesuai dengan isi 1 Samuel 15 sampai 2 Samuel 4; narasi ini menunjukkan bahwa Daud adalah raja Israel yang sah, dan jatuhnya rumah Saul tidak ada kaitannya dengan Daud. Simei pernah mengatakan bahwa Daud menumpahkan darah keluarga Saul dan merebut takhta Saul, Tuduhan ini tidak memiliki dasar faktual (2 Samuel 16:8). Kejatuhan Saul dan kepunahan keturunannya disebabkan oleh perbuatan jahatnya sendiri. Salah satu pelanggarannya terhadap TUHAN adalah melanggar sumpah yang dibuat Yosua dengan orang Gibeon (Yosua 20), ia menghancurkan orang Gibeon. Tindakan jahat ini adalah penyebab utama kelaparan selama tiga tahun. Untuk melanjutkan, pertama-tama kita harus memahami dua masalah berikut.

Merab binti Saul atau Mikhal: Orang Gibeon menuntut agar kedua putra dan lima cucu Saul dieksekusi sebagai kompensasi karena melanggar perjanjian (ayat 6). Apakah kelima cucu ini lahir dari putri Saul Mikhal atau Merab (ayat 8)? Sebagian besar menerjemahkan sebagai Merab binti Saul (yaitu saudara perempuan Mikhal). Berdasarkan fakta bahwa Merab dinikahkan kepada Adriel (1 Sam. 18:19 Tetapi ketika tiba waktunya untuk memberikan Merab, anak Saul itu, kepada Daud, maka anak perempuan itu diberikan kepada Adriel, orang Mehola, menjadi isterinya), dan juga berdasarkan fakta bahwa Mikhal tidak memiliki anak sampai hari kematiannya (2 Sam. 6:23b), itu seharusnya adalah kelima anak-anak laki-laki Merab.

Hukuman Kolektif versus Hukuman Individu: Kejahatan Saul melibatkan putra dan putrinya dalam hukuman, yang mungkin sedikit membingungkan kita. Perjanjian Lama menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) berkata: sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat (Kel. 20:5; 34:7; lihat Bil. 14:18); juga ada kasus hukuman kolektif dalam Perjanjian Lama, seperti dosa dan keturunan Datan, Abiram, dan Korah (Bil. 16:27, 32). Daud berdosa dan menyebabkan pedang tidak pernah lepas dari rumahnya, dan kematian berturut-turut dari keempat putranya adalah bukti lainnya (2 Sam. 12:14-15; 13:28-29; 1 Raj. 2:25); tetapi di sisi lain, hukum Allah juga menunjukkan bahwa individu harus memikul tanggung jawab dosa mereka sendiri. Ulangan 24:16 mengatakan Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri (2 Raj. 14:6; Yeh. 18), di permukaan sepertinya terdapat kontradiksi, tetapi intinya adalah harus menilai dari situasi masing-masing kejadian, tidak bisa dinilai secara general.

Sekarang mari kita perhatikan perbedaan antara pelanggaran perjanjian oleh Saul dan pemeliharaan perjanjian oleh Daud:

Dosa dan konsekuensi Saul: Terjadi kelaparan selama tiga tahun selama pemerintahan Daud, dan TUHAN sendiri memberi tahu Daud bahwa Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon (ayat 1b), di sini hanya ada satu ayat yang menunjukkan penyebab kelaparan, dan itu adalah petunjuk yang diterima Daud secara pribadi dari Allah. Mungkinkah ini alasan yang dibuat Daud untuk membebaskan dirinya dari kejahatan? Pertama-tama, kita melihat bahwa narator sering menggunakan format berfirmanlah TUHAN kepada … (1 Samuel 3:11; 8:7, 22; 10:22; 16:1, 2, 7, 12; ; 2 Samuel 2:1; 5:19); terlebih lagi, Saul selalu memiliki hati yang cemburu dan karakter yang kejam mudah menumpahkan darah, seperti memburu dan membunuh Daud dengan segala cara (1 Samuel 19:1, 15), dan membunuh imam TUHAN yang membantu Daud (1 Samuel 22:17-18) bahkan Saul melemparkan tombaknya kepada Yonatan putranya untuk membunuhnya karena Yonatan membela Daud (1 Samuel 20:30-33) dan seterusnya. Semua ini, Saul merupakan penyebab utama kelaparan selama tiga tahun.

Salusi Daud dan menjaga perjanjian: Daud tahu akar masalahnya, dan keadilan Allah ingin dinyatakan maka harus memberikan kompensasi yang masuk akal kepada orang Gibeon. Narator tidak memberikan komentar apakah itu kehendak Allah bagi Daud untuk memenuhi tuntutan orang Gibeon, melainkan menyoroti dan menonjolkan komitmen Daud menjaga perjanjian di seluruh kejadian. Juga termasuk belas kasihnya kepada Mefiboset putra Yonatan karena perjanjiannya dengan Yonatan (ayat 7), selain itu, dia merasa kasihan pada Rizpa, maka dikumpulkanlah tulang-tulang anak-anaknya, menghindarkannya terlalu lama terpapar matahari dan hujan, lalu membawa kembali tulang-tulang Saul dan Yonatan, dan menguburkan semua di kuburan Kish, ayah Saul. Karena dalam tradisi Timur Dekat kuno jenazah tidak dapat dikuburkan merupakan hal yang sangat memalukan (1 Sam. 17:44, 46; Yer. 16:4).

Ayat 14 mengatakan, maka sesudah itu Allah mengabulkan doa untuk negeri itu, kemungkinan besar ini adalah tanggapan Allah terhadap Daud yang telah menangani mayat-mayat itu dengan benar.

Renungkan:
Satu orang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut, tetapi bencana dan akibatnya juga akan meluas ke generasi mendatang. Hal ini mengingatkan kita akan apa?
Janji adalah urusan yang serius, apa yang diingatkan kepada kita atas pelanggaran perjanjian oleh Saul dan Daud yang menjaga perjanjian?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 20:1-2

Meredanya kerusuhan sipil
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 20:1-22 [ITB])
1 Kebetulan ada di sana seorang dursila, bernama Seba bin Bikri, orang Benyamin. Ia meniup sangkakala serta berkata: Kita tidak memperoleh bagian dari pada Daud. Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu. Masing-masing ke kemahnya, hai orang Israel! 2 Lalu semua orang Israel itu meninggalkan Daud dan mengikuti Seba bin Bikri, sedangkan orang-orang Yehuda tetap berpaut kepada raja mereka, mengikutinya dari sungai Yordan sampai Yerusalem. 3 Sampailah Daud ke istananya di Yerusalem, lalu raja mengambil kesepuluh gundik yang ditinggalkannya untuk menunggui istana, kemudian dimasukkannya mereka dalam sebuah rumah di bawah penjagaan. Ia memelihara mereka, tetapi tidak dihampirinya. Mereka tetap terasing seperti janda sampai hari mati mereka.
4 Berkatalah raja kepada Amasa: Kerahkanlah bagiku orang-orang Yehuda dalam tiga hari, kemudian menghadaplah lagi ke mari! 5 Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menunda-nunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya. 6 Lalu berkatalah Daud kepada Abisai: Sekarang Seba bin Bikri lebih berbahaya bagi kita dari pada Absalom; jadi engkau, bawalah orang-orang tuanmu ini dan kejarlah dia, supaya jangan ia mencapai kota yang berkubu, dan dengan demikian ia luput dari pada kita. 7 Lalu Yoab, orang Kreti dan orang Pleti dan semua pahlawan keluar menyusul dia. Mereka keluar dari Yerusalem untuk mengejar Seba bin Bikri. 8 Ketika mereka sampai ke batu besar yang di Gibeon, maka Amasa sudah tiba di sana lebih dahulu dari pada mereka. Adapun Yoab mengenakan pakaian perang dan di luarnya ada ikat pinggang dengan pedang bersarung terpaut pada pinggangnya. Ketika ia tampil ke muka terjatuhlah pedang itu. 9 Berkatalah Yoab kepada Amasa: Engkau baik-baik, saudaraku? Sementara itu tangan kanan Yoab memegang janggut Amasa untuk mencium dia. 10 Amasa tidak awas terhadap pedang yang ada di tangan Yoab itu; Yoab menikam pedang itu ke perutnya, sehingga isi perutnya tertumpah ke tanah. Tidak usah dia ditikamnya dua kali, sebab ia sudah mati. Lalu Yoab dan Abisai, adiknya, terus mengejar Seba bin Bikri. 11 Dan seorang dari orang-orang Yoab tinggal berdiri di dekat mayat itu, sambil berkata: Siapa yang suka kepada Yoab dan siapa yang memihak kepada Daud, baiklah mengikuti Yoab! 12 Dalam pada itu Amasa terguling mati dalam darahnya di tengah-tengah jalan raya. Ketika orang itu melihat, bahwa seluruh rakyat berdiri menonton, maka disingkirkannya mayat Amasa dari jalan raya ke padang, lalu dihamparkannya kain di atasnya, karena dilihatnya, bahwa setiap orang yang datang ke sana berdiri menonton. 13 Setelah dijauhkannya mayat itu dari jalan raya, maka semua orang itu berjalan terus mengikuti Yoab untuk mengejar Seba bin Bikri.
14 Seba telah melintasi daerah semua suku Israel menuju Abel-Bet-Maakha. Dan semua orang Bikri telah berkumpul dan mengikuti dia. 15 Tetapi sampailah orang-orang Yoab, lalu mengepung dia di Abel-Bet-Maakha; mereka menimbun tanah menjadi tembok terhadap kota ini dan tembok ini merapat sampai ke tembok luar sedang seluruh rakyat yang bersama-sama dengan Yoab menggali tembok kota itu untuk meruntuhkannya. 16 Lalu berserulah seorang perempuan bijaksana dari kota itu: Dengar! Dengar! Katakanlah kepada Yoab: 『Mendekatlah ke mari, supaya aku berbicara dengan engkau.』 17 Maka mendekatlah Yoab kepada perempuan itu. Bertanyalah perempuan itu: Engkaukah Yoab? Jawabnya: Benar! Lalu berkatalah perempuan itu kepadanya: Dengarkanlah perkataan hambamu ini! Jawabnya: Baik! 18 Kemudian berkatalah perempuan itu: Dahulu biasa orang berkata begini: 『Baiklah orang minta petunjuk di Abel dan di Dan, apakah sudah dihapuskan 19 apa yang telah ditetapkan oleh orang-orang yang setia di Israel!』 Tetapi engkau ini berikhtiar membinasakan suatu kota, apalagi suatu kota induk di Israel. Mengapa engkau hendak menelan habis milik pusaka TUHAN? 20 Lalu Yoab menjawab: Jauhlah, jauhlah dari padaku untuk menelan dan memusnahkan! 21 Bukanlah begitu halnya. Tetapi seorang dari pegunungan Efraim, yang bernama Seba bin Bikri, telah menggerakkan tangannya melawan raja Daud; serahkanlah dia seorang diri, maka aku akan undur dari kota ini. Lalu berkatalah perempuan itu kepada Yoab: Baik, kepalanya akan dilemparkan kepadamu dari belakang tembok ini. 22 Kemudian masuklah pula perempuan itu dan berbicara kepada seluruh rakyat dengan bijaksana; sesudah itu mereka memenggal kepala Seba bin Bikri dan melemparkannya kepada Yoab. Yoab meniup sangkakala, lalu berserak-seraklah mereka meninggalkan kota itu, masing-masing ke tempatnya. Maka pulanglah Yoab ke Yerusalem kepada raja.
23 Yoab menjadi kepala atas segenap tentara Israel, dan Benaya bin Yoyada menjadi kepala atas orang Kreti dan orang Pleti. 24 Adoram menjadi kepala orang rodi dan Yosafat bin Ahilud menjadi bendahara negara. 25 Seya menjadi panitera negara; Zadok dan Abyatar menjadi imam. 26 Juga Ira, orang Yair itu menjadi imam pada Daud.

Perselisihan antara suku Israel dan suku Yehuda tidak berhenti karena kembalinya raja, perkataan orang-orang Yehuda itu lebih pedas dari pada perkataan orang-orang Israel (19:43c). Seba yang berasal dari suku Benyamin memanfaatkan momentum tersebut untuk menghasut bangsa Israel mengikutinya dan terus melawan Daud, yang sekali lagi memicu konflik antara bangsa Israel dan Yehuda. Ada dua hal yang bisa direnungkan tentang narasi ini.

Pertama, akhir narasi ini mencantumkan daftar para pejabat Daud (ayat 23-26), sebagai akhir dari bagian permasalahan di hadapan Daud (pasal 9-20), sedangkan daftar para pejabat yang sebelumnya (8:15-18) menjadi ringkasan dari bagian kemenangan Daud (pasal 2-8). Daftar para pejabat di sini memiliki dua karakteristik: pertama, peristiwa berdarah yang dilakukan oleh Yoab dan penurunan pangkat jangka pendek tetapi tidak memengaruhi status dan kekuasaannya. Yang kedua adalah bertambahnya jumlah pekerja pada akhir pemerintahan Daud (ayat 24).

Kedua, setelah Daud kembali ke Yerusalem, dia juga harus menghadapi masalah yang disebabkan Absalom ketika dia secara terbuka mendekati sepuluh gundik yang ditinggalkan Daud selama pemberontakannya (15:16; 16:22). Daud menahan kesepuluh gundik yang dicemarkan Absalom ini dimasukkannya mereka dalam sebuah rumah di bawah penjagaan. Ia memelihara mereka, tetapi tidak dihampirinya. Mereka tetap terasing seperti janda sampai hari mati mereka (ayat 3b). Langkah ini sejalan dengan larangan Musa untuk mendekati wanita yang sudah menikah (Ulangan 24:2-4). Oleh karena itu, Daud menangani para gundik ini dengan cara yang lebih tepat dan penuh belas kasihan.

Sekarang kesulitan terbesar Daud masih merupakan perselisihan sipil yang dibangkitkan oleh Seba, dia menganggap pemberontakan Seba lebih besar daripada pemberontakan Absalom (ayat 6a). Ini mungkin karena dia masih memiliki rasa takut akibat pemberontakan Absalom, yang mempengaruhi penilaiannya. Karena Seba telah melintasi daerah semua suku Israel menuju Abel-Bet-Maakha (ayat 14a), pada saat itu, hanya semua orang Bikri telah berkumpul dan mengikuti dia (ayat 14b). Adapun semua orang Israel itu meninggalkan Daud dan mengikuti Seba bin Bikri (ayat 2a) kemungkinan besar mengacu pada fakta bahwa orang Israel meninggalkan Daud dan kembali ke tanah mereka sendiri. Apalagi dari fakta bahwa Seba akhirnya dengan mudahnya diserahkan kepada Yoab oleh wanita bijak, terlihat bahwa sebenarnya Seba hanya menimbulkan perselisihan sipil di daerah tertentu, yang sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan pengkhianatan Absalom.

Namun Daud tidak melonggarkan tangan, dan langsung meminta Amasa untuk memanggil pasukan Yehuda dalam waktu tiga hari (ayat 4a). Namun Amasa tidak kunjung datang, bisa jadi ia lalai melapor kepada Daud dengan tergesa-gesa dan langsung mengejar Seba, inilah kemungkinan alasan mengapa ia sudah tiba di sana lebih dahulu di Gibeon, kemudian bertemu dengan Yoab (ayat 8). Ketika Daud melihat bahwa Amasa belum tiba, dia tidak sabar untuk mengirim adik Yoab, Abisai, untuk mengejar Seba. Yoab pergi dengan saudaranya, tetapi tampaknya dialah yang memegang kekuasaan besar, dan narator secara khusus menunjukkan bahwa orang-orang Yoab (ayat 8a) dan yang lainnya mengikuti Abisai. Yoab bertemu Amasa di Gibeon dan membunuhnya dengan licik (ayat 8-14). Motif Yoab membunuh Amasa mungkin karena iri hati terhadap Amasa yang menggantikan dia (ayat 4-5), atau ia mungkin tidak terlalu percaya pada Amasa karena ia adalah panglima Absalom (17:25). Namun kemungkinan besar Yoab sendiri adalah seorang panglima yang keras kepala, hanya percaya diri sendiri, merasa diri yang paling hebat, dan kejam. Dia pernah atas keputusannya sendiri secara licik membunuh Abner yang tanpa kewaspadaan (3:27), memicu konflik antara Yehuda dan Benyamin, dia bahkan bertindak semau kehendak sendiri dan melanggar perintah raja mengambil kesempatan membunuh Absalom (18:14-15). Memang, meskipun Daud tidak langsung menghukum Yoab, Daud tidak pernah melupakan perbuatan jahatnya. Di tahun-tahun terakhirnya, Daud memberi tahu Salomo janganlah biarkan yang ubanan itu turun dengan selamat ke dalam dunia orang mati (1 Raj. 2:5-6).

Pada akhirnya, seorang wanita bijak membujuk Yoab untuk tidak merebut dan menghancurkan kota tempat persembunyian Seba (ayat 19b). Orang-orang di kota itu memenggal kepala Seba serta melemparkannya ke Yoab, dan seluruh perselisihan sipil mereda (ayat 15-22).

Renungkan:
Dalam kehidupan Daud, ada tiga perkataan wanita yang membalikkan hidupnya dan nasib bangsanya. Yang pertama adalah Abigail yang menenangkan amarah Daud dan mencegahnya membunuh Nabal (1 Sam. 25:24-31); yang kedua adalah wanita Tekoa yang membujuk Daud untuk membiarkan Absalom kembali (2 Sam. 14:4-23); yang terakhir adalah wanita bijak dalam narasi ini. Dapatkah Anda menghitung bagaimana Tuhan mengubah hidup Anda melalui satu atau dua orang atau peristiwa? Bersyukurlah kepada Tuhan untuk orang-orang atau hal-hal ini.


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 19:9-15

Membawa raja kembali
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 19:9-43 [ITB])
9 Seluruh rakyat dari semua suku Israel berbantah-bantah, katanya: Raja telah melepaskan kita dari tangan musuh kita, dialah yang telah menyelamatkan kita dari tangan orang Filistin. Dan sekarang ia sudah melarikan diri dari dalam negeri karena Absalom; 10 tetapi Absalom yang telah kita urapi untuk memerintah kita, sudah mati dalam pertempuran. Maka sekarang, mengapa kamu berdiam diri dengan tidak membawa raja kembali?
11 Raja Daud telah menyuruh orang kepada Zadok dan Abyatar, imam-imam itu, dengan pesan: Berbicaralah kepada para tua-tua Yehuda, demikian: 『Mengapa kamu menjadi yang terakhir untuk membawa raja kembali ke istananya?』 Sebab perkataan seluruh Israel telah sampai kepada raja. 12 Kamulah saudara-saudaraku, kamulah darah dagingku; mengapa kamu menjadi yang terakhir untuk membawa raja kembali? 13 Dan kepada Amasa haruslah kamu katakan: 『Bukankah engkau darah dagingku? Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jika engkau tidak tetap menjadi panglimaku menggantikan Yoab.』 14 Demikianlah dibelokkannya hati semua orang Yehuda secara serentak, sehingga mereka menyuruh menyampaikan kepada raja pesan ini: Kembalilah, tuanku dan semua anak buahmu. 15 Lalu berangkatlah raja pulang dan sampailah ia ke tepi sungai Yordan. Sementara itu orang Yehuda telah sampai ke Gilgal untuk menyongsong raja dan untuk membawa raja menyeberang sungai Yordan.
16 Juga Simei bin Gera, orang Benyamin yang dari Bahurim itu, cepat-cepat datang bersama-sama dengan orang-orang Yehuda untuk menyongsong raja Daud. 17 Juga ada seribu orang dari daerah Benyamin bersama-sama dengan dia. Dan Ziba, hamba keluarga Saul, dan kelima belas anaknya laki-laki dan kedua puluh hambanya bersama-sama dengan dia datang tergesa-gesa ke sungai Yordan mendahului raja, 18 lalu menyeberang dari tempat penyeberangan untuk menyeberangkan keluarga raja dan untuk melakukan apa yang dipandangnya baik. Maka Simei bin Gera sujud di depan raja, ketika raja hendak menyeberangi sungai Yordan, 19 dan berkata kepada raja: Janganlah kiranya tuanku tetap memandang aku bersalah, dan janganlah kiranya tuanku mengingat kesalahan yang dilakukan hambamu ini pada hari tuanku raja keluar dari Yerusalem; janganlah kiranya raja memperhatikannya lagi. 20 Sebab hambamu ini tahu bahwa hamba telah berbuat dosa; dan lihatlah, pada hari ini akulah yang pertama-tama datang dari seluruh keturunan Yusuf untuk menyongsong tuanku raja. 21 Lalu berbicaralah Abisai, anak Zeruya, katanya: Bukankah Simei patut dihukum mati karena ia telah mengutuki orang yang diurapi TUHAN? 22 Tetapi Daud berkata: Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya, sehingga kamu pada hari ini menjadi lawanku? Masakan pada hari ini seorang dihukum mati di Israel! Sebab bukankah aku tahu, bahwa aku pada hari ini adalah raja atas Israel? 23 Kemudian berkatalah raja kepada Simei: Engkau tidak akan mati. Lalu raja bersumpah kepadanya.
24 Juga Mefiboset bin Saul menyongsong raja. Ia tidak membersihkan kakinya dan tidak memelihara janggutnya dan pakaiannya tidak dicucinya sejak raja pergi sampai hari ia pulang dengan selamat. 25 Ketika ia dari Yerusalem menyongsong raja, bertanyalah raja kepadanya: Mengapa engkau tidak pergi bersama-sama dengan aku, Mefiboset? 26 Jawabnya: Ya tuanku raja, aku ditipu hambaku. Sebab hambamu ini berkata kepadanya: Pelanailah keledai bagiku, supaya aku menungganginya dan pergi bersama-sama dengan raja! Sebab hambamu ini timpang. 27 Ia telah memfitnahkan hambamu ini kepada tuanku raja. Tetapi tuanku raja adalah seperti malaikat Allah; sebab itu perbuatlah apa yang tuanku pandang baik. 28 Walaupun seluruh kaum keluargaku tidak lain dari orang-orang yang patut dihukum mati oleh tuanku raja, tuanku telah mengangkat hambamu ini di antara orang-orang yang menerima rezeki dari istanamu. Apakah hakku lagi dan untuk apa aku mengadakan tuntutan lagi kepada raja? 29 Tetapi raja berkata kepadanya: Apa gunanya engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan Ziba harus berbagi ladang itu. 30 Lalu berkatalah Mefiboset kepada raja: Biarlah ia mengambil semuanya, sebab tuanku raja sudah pulang dengan selamat.
31 Juga Barzilai, orang Gilead itu, telah datang dari Ragelim dan ikut bersama-sama raja ke sungai Yordan untuk mengantarkannya sampai di sana. 32 Barzilai itu sudah sangat tua, delapan puluh tahun umurnya. Ia menyediakan makanan bagi raja selama ia tinggal di Mahanaim, sebab ia seorang yang sangat kaya. 33 Berkatalah raja kepada Barzilai: Ikutlah aku, aku akan memelihara engkau di tempatku di Yerusalem. 34 Tetapi Barzilai menjawab raja: Berapa tahun lagikah aku hidup, sehingga aku harus pergi bersama-sama dengan raja ke Yerusalem? 35 Sekarang ini aku telah berumur delapan puluh tahun; masakan aku masih dapat membedakan antara yang baik dan yang tidak baik? Atau masih dapatkah hambamu ini merasai apa yang hamba makan atau apa yang hamba minum? Atau masih dapatkah aku mendengarkan suara penyanyi laki-laki dan penyanyi perempuan? Apa gunanya hambamu ini lagi menjadi beban bagi tuanku raja? 36 Sepotong jalan saja hambamu ini berjalan ke seberang sungai Yordan bersama-sama dengan raja. Mengapa raja memberikan ganjaran yang sedemikian kepadaku? 37 Biarkanlah hambamu ini pulang, sehingga aku dapat mati di kotaku sendiri, dekat kubur ayahku dan ibuku. Tetapi inilah hambamu Kimham, ia boleh ikut dengan tuanku raja; perbuatlah kepadanya apa yang tuanku pandang baik. 38 Lalu berbicaralah raja: Baiklah Kimham ikut dengan aku; aku akan berbuat kepadanya apa yang kaupandang baik, dan segala yang kaukehendaki dari padaku akan kulakukan untukmu. 39 Kemudian seluruh rakyat menyeberangi sungai Yordan. Juga raja menyeberang, setelah berpamitan dengan Barzilai dengan ciuman. Lalu orang inipun pulanglah ke tempat kediamannya.
40 Sesudah itu berjalanlah raja terus ke Gilgal, dan Kimham ikut dengan dia. Seluruh rakyat Yehuda bersama-sama setengah dari rakyat Israel telah mengantarkan raja. 41 Tetapi seluruh orang Israel datang menghadap raja dan berkata kepada raja: Mengapa saudara-saudara kami, orang-orang Yehuda itu, menculik raja dan membawa dia menyeberangi sungai Yordan dengan keluarganya dan semua orang Daud yang menyertai dia? 42 Lalu semua orang Yehuda menjawab orang-orang Israel itu: Oleh karena raja kerabat kami. Mengapa kamu menjadi marah karena hal ini? Apakah kami makan apa-apa atas biaya raja? Apakah kami mendapat keuntungan? 43 Tetapi orang-orang Israel itu menjawab orang-orang Yehuda: Kami sepuluh kali lebih berhak atas raja. Sebagai anak sulung kami melebihi kamu. Mengapa kamu memandang kami rendah? Bukankah kami yang pertama-tama harus membawa raja kami kembali? Tetapi perkataan orang-orang Yehuda itu lebih pedas dari pada perkataan orang-orang Israel.

Absalom sudah mati, perang saudara sudah berakhir, tetapi perselisihan sipil rakyat Israel terus berlanjut, dan nubuat Natan bahwa pedang tidak akan pernah meninggalkan rumah Daud terus berlanjut. Suku-suku Israel berbantah-bantahan atas kembalinya raja ke ibu kota Yerusalem (ayat 9a), dan Daud menyalahkan suku Yehuda atas lambatnya tanggapan mereka terhadap masalah tersebut. Kedua imam Zadok dan Abyatar mengingatkan para tetua untuk mengundang raja kembali ke istana. Dalam perjalanan kembali ke Yerusalem, Daud membuat keputusan yang sekaligus mencapai tujuan lain: dia menunjuk Amasa untuk menggantikan Yoab sebagai panglima, dia menggunakan pengaruh Amasa, yang pernah menjadi panglima pemberontak Absalom, untuk mendapatkan dukungan dari orang Yehuda.

Dalam perjalanan kembali ke Yerusalem, Daud masih dalam bahaya dan menghadapi berbagai masalah, sangat sulit untuk mengatakan apakah orang yang ditemuinya adalah musuh atau teman, tulus atau palsu. Oleh karena itu, Daud masih mengambil setiap langkah, seperti menginjak es tipis, dan menanganinya dengan hati-hati. Bagaimana dia menghadapi Simei (ayat 18b-23), Mefiboset bin Saul dan Ziba (ayat 24-30), dan Barzilai (ayat 31-39) adalah tiga tokoh yang benar-benar menyaksikan hikmat dan kepiawaian Daud dalam menangani urusan ini.

Pertama-tama, yang menemui Daud adalah Simei orang Benyamin yang menghina Daud dan melempari dia dengan batu ketika dia melarikan diri sambil mengutuk dia sebagai orang yang menuai hukuman akibat dosa diri sendiri dan penumpah darah, orang dursila (16:5-8, 11-13). Kini, melihat Daud kembali dengan kemenangan, Simei berinisiatif datang ke Sungai Yordan untuk meminta pengampunan dari Daud (ayat 19). Abisai di sebelahnya hendak membunuh Simei, reaksi impulsif Abisai sangat kontras dengan respons Daud yang tenang. Daud memanggil Abisai dan berkata, Hai anak-anak Zeruya! (ayat 22a). Abisai, Yoab dan Asael, tiga orang bersaudara (1 Taw. 2:16); Daud menggunakan sebutan jamak anak-anak , seharusnya mencakup Yoab, yang menunjukkan bahwa kemarahannya terhadap Yoab tampaknya masih belum reda. Ketika Daud melarikan diri, dia menolak Abisai untuk membunuh Simei, karena dia percaya bahwa TUHAN telah datang untuk mengutuk dia melalui Simei; sekarang Daud sekali lagi melarang Abisai untuk membunuh Simei, yang merupakan tindakan bijaksana politik, menunjukkan niat baik terhadap suku Benyamin, biarlah perselisihan masa lalu dihapuskan. Karena Simei tidak lemah, dia didukung oleh seribu orang Benyamin, juga ada Ziba, seorang hamba dari keluarga Saul, lima belas anak laki-laki, dan dua puluh hamba (ayat 17). Dari fakta bahwa kelak Daud memerintahkan Salomo untuk mengeksekusi Simei sebelum kematiannya, kita dapat melihat bahwa keputusan Daud pada saat itu hanya menunda eksekusi atas Simei (1 Raj. 2:8-10).

Kedua, bagaimana Daud menghadapi Mefiboset dan Ziba memang berada dalam dilema. Lagi pula, Mefiboset atau Ziba, siapa mengatakan yang benar dan siapa mengatakan yang salah? Siapa musuh dan siapa teman? Sangat sulit untuk mengatakannya. Ziba membawakan beberapa perbekalan untuk Daud ketika dia melarikan diri, dan mengatakan bahwa Mefiboset berkata tentang takhta Saul akan dikembalikan kepadanya (16:1-4), tetapi kita melihat kecacatan fisik Mefiboset, kesedihannya atas Daud sampai-sampai dia tidak membersihkan kakinya dan tidak memelihara janggutnya dan pakaiannya tidak dicucinya sejak raja pergi sampai hari ia pulang dengan selamat (ayat 24b), dan dia tidak tertarik dengan harta yang diberikan Daud kepadanya (ayat 29-30). Dari semua ini, dapat disimpulkan bahwa dia tidak berniat merebut takhta. Daud percaya pada Mefiboset. Lalu berdasarkan kekuatan di belakang Ziba, ia tidak ingin mengasingkan Ziba dan ingin mendapatkan dukungannya, jadi dia tidak punya pilihan selain waspada terhadap Ziba, untuk sementara menahan diri dari melakukan apapun yang menyakiti perasaan kedua belah pihak, dan memecah belah. Membagikan ladang di antara mereka secara seimbang.

Terakhir, Daud bertemu dengan Barzilai orang Gilead yang selama ini mendukung dan memenuhi kebutuhannya. Barzilai sudah sangat tua saat bertemu Daud. Daud ingin membalas kebaikan Barzilai, dan mengundangnya untuk menyeberangi sungai bersamanya ke Yerusalem, untuk memelihara dia sampai usia tuanya. Barzilai menolak kebaikan Daud, dan hanya berharap bahwa Daud akan baik kepada putranya Kimham (ayat 37; lihat 1 Raj, 2:7). Setelah Daud mencium Barzilai selamat tinggal, dia mengirimnya kembali ke kampung halamannya (ayat 39). Ciuman ini adalah ciuman yang erat, dan memang jauh berbeda dengan ciuman acuh tak acuh dengan Absalom (14:33) dan ciuman licik Absalom (15:5)! Daud menepati janjinya dan menyuruh Salomo untuk memperlakukan anak-anak Barzilai dengan baik sebelum kematiannya (1 Raj. 2:7).

Daud harus berurusan dengan orang yang berbeda dalam perjalanan kembali ke Yerusalem, dan pada saat yang sama dia harus menghadapi perselisihan antara orang Yehuda dan orang Israel. Suku Yehuda bersaing untuk mendapat kasih dari suku yang sama dengan Daud, sedangkan suku Israel menolak untuk mengalah satu sama lain karena jumlah penduduknya yang banyak dan usulan mereka untuk membawa raja kembali terlebih dahulu. Akhirnya, perkataan orang-orang Yehuda itu lebih pedas dari pada perkataan orang-orang Israel (ayat 43c) membuka awal perselisihan sipil!

Renungkan:
Daud diperlakukan berbeda oleh ketiga karakter tersebut ketika dia berada di dasar hidupnya dan melarikan diri. Sekarang dia bertemu mereka lagi dalam perjalanan kembali ke Yerusalem dalam kemenangan, bagaimana dia menanggapi perselisihan satu sama lain, dan pencerahan apa yang diberikannya kepada kita?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 18:32-33

Kepedihan seorang ayah
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 18:19 – 19:8 [ITB])
19 Kemudian berkatalah Ahimaas bin Zadok: Biarlah aku berlari menyampaikan kabar yang baik itu kepada raja, bahwa TUHAN telah memberi keadilan kepadanya dengan melepaskan dia dari tangan musuhnya. 20 Tetapi berkatalah Yoab kepadanya: Pada hari ini bukan engkau yang menjadi pembawa kabar, pada hari lain boleh engkau yang menyampaikan kabar, tetapi pada hari ini engkau tidak akan menyampaikan kabar karena anak raja sudah mati. 21 Lalu berkatalah Yoab kepada seorang Etiopia: Pergilah, beritahukanlah kepada raja apa yang kaulihat. Orang Etiopia itu sujud menyembah kepada Yoab, lalu berlari pergi.
22 Tetapi berkatalah sekali lagi Ahimaas bin Zadok kepada Yoab: Apapun yang terjadi, izinkanlah juga aku berlari pergi menyusul orang Etiopia itu. Tetapi kata Yoab: Mengapa juga engkau mau berlari pergi, anakku? Apakah engkau membawa kabar yang menguntungkanmu? 23 Jawabnya: Apapun yang terjadi, aku mau berlari pergi. Lalu berkatalah Yoab kepadanya: Kalau demikian larilah. Maka berlarilah Ahimaas mengambil jalan dari Lembah Yordan, sehingga ia mendahului orang Etiopia itu.
24 Adapun Daud duduk di antara kedua pintu gerbang sedang penjaga naik ke sotoh pintu gerbang itu, di atas tembok. Ketika ia melayangkan pandangnya, dilihatnyalah orang datang berlari, seorang diri saja. 25 Berserulah penjaga memberitahu raja, lalu raja berkata: Jika ia seorang diri, maka kabar yang baiklah disampaikannya. Sementara orang itu mendekat, 26 penjaga itu melihat seorang lain datang berlari, lalu penjaga itu menyerukan kepada penunggu pintu gerbang, katanya: Lihat, ada lagi orang datang berlari, seorang diri. Berkatalah raja: Itupun pembawa kabar yang baik. 27 Sesudah itu berkatalah penjaga: Aku lihat cara berlari orang yang pertama itu seperti cara berlari Ahimaas bin Zadok. Berkatalah raja: Itu orang baik, ia datang membawa kabar yang baik.
28 Lalu Ahimaas berseru, katanya kepada raja: Selamat! Kemudian sujudlah ia menyembah kepada raja dengan mukanya ke tanah serta berkata: Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah menyerahkan orang-orang yang menggerakkan tangannya melawan tuanku raja. 29 Lalu bertanyalah raja: Selamatkah Absalom, orang muda itu? Jawab Ahimaas: Aku melihat keributan yang besar, ketika Yoab menyuruh pergi hamba raja, hambamu ini, tetapi aku tidak tahu apa itu. 30 Kemudian berkatalah raja: Pergilah ke samping, berdirilah di sini. Ia pergi ke samping dan tinggal berdiri.
31 Maka datanglah orang Etiopia itu. Kata orang Etiopia itu: Tuanku raja mendapat kabar yang baik, sebab TUHAN telah memberi keadilan kepadamu pada hari ini dengan melepaskan tuanku dari tangan semua orang yang bangkit menentang tuanku. 32 Tetapi bertanyalah raja kepada orang Etiopia itu: Selamatkah Absalom, orang muda itu? Jawab orang Etiopia itu: Biarlah seperti orang muda itu musuh tuanku raja dan semua orang yang bangkit menentang tuanku untuk berbuat jahat. 33 Maka terkejutlah raja dan dengan sedih ia naik ke anjung pintu gerbang lalu menangis. Dan beginilah perkataannya sambil berjalan: Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! Ah, kalau aku mati menggantikan engkau, Absalom, anakku, anakku!
19:1 Lalu diberitahukanlah kepada Yoab: Ketahuilah, raja menangis dan berkabung karena Absalom. 2 Pada hari itulah kemenangan menjadi perkabungan bagi seluruh tentara, sebab pada hari itu tentara itu mendengar orang berkata: Raja bersusah hati karena anaknya. 3 Sebab itu tentara itu masuk kota dengan diam-diam pada hari itu, seperti tentara yang kena malu kembali dengan diam-diam karena melarikan diri dari pertempuran. 4 Raja menyelubungi mukanya, dan dengan suara nyaring merataplah raja: Anakku Absalom, Absalom, anakku, anakku!
5 Lalu masuklah Yoab menghadap raja di kediamannya serta berkata: Pada hari ini engkau mempermalukan semua hambamu, yang telah menyelamatkan nyawamu pada hari ini dan nyawa anak-anakmu laki-laki dan perempuan dan nyawa isteri-isterimu dan nyawa gundik-gundikmu, 6 dengan mencintai orang-orang yang benci kepadamu, dan dengan membenci orang-orang yang cinta kepadamu! Karena pada hari ini engkau menunjukkan bahwa panglima-panglima dan anak buah tidak berarti apa-apa bagimu. Bahkan aku mengerti pada hari ini, bahwa seandainya Absalom masih hidup dan kami semua mati pada hari ini, maka hal itu kaupandang baik. 7 Oleh sebab itu, bangunlah, pergilah ke luar dan berbicaralah menenangkan hati orang-orangmu. Sebab aku bersumpah demi TUHAN, apabila engkau tidak keluar, maka seorangpun tidak akan ada yang tinggal bersama-sama dengan engkau pada malam ini; dan hal ini berarti celaka bagimu melebihi segala celaka yang telah kaualami sejak kecilmu sampai sekarang. 8 Lalu bangunlah raja dan duduk di pintu gerbang. Maka diberitahukanlah kepada seluruh rakyat, demikian: Ketahuilah, raja duduk di pintu gerbang. Kemudian datanglah seluruh rakyat itu menghadap raja. Adapun orang Israel sudah melarikan diri, masing-masing ke kemahnya.

Daud pertama-tama kehilangan janin bayi yang dikandung dari kejahatan Daud dengan Batsyeba (12:15-20), dan kemudian putra sulungnya, Amnon, dibunuh oleh Absalom (13:28-29), dan sekarang putra ketiga, Absalom, juga memberontak, ia ditikam sampai mati oleh Yoab di medan perang (18:9-15). Kematian Absalom adalah fakta yang sudah terjadi, tetapi bagaimana berita itu kemudian disampaikan kepada Daud? Kematian Absalom dan fakta bahwa musuh mereka yakni orang Israel sudah melarikan diri, masing-masing ke kemahnya (19:8) apakah merupakan kabar baik atau kabar buruk bagi Daud? Itu adalah kabar baik bagi Daud, raja Israel, ia merebut kembali takhtanya, tetapi pada saat yang sama sangat menyedihkan bagi Daud, sang ayah mendengar kematian Absalom. Bagaimana Daud menyelaraskan kedua perannya sebagai raja dan ayah?

Berita kematian Absalom dilaporkan kepada Daud oleh dua orang utusan (18:19-33). Ahimaas bin Zadok mengajukan diri untuk melapor kepada Daud, mengatakan kepadanya bahwa TUHAN telah memberi keadilan kepadanya dengan melepaskan dia dari tangan musuhnya (18:19), tetapi Yoab menolak permintaannya dan menunjuk orang asing Kush / Etiopia pergi melapor kepada Daud. Mengapa? Seorang pemuda Amalek pernah melaporkan kematian Saul kepada Daud (1:6-10), dan kedua perwira Saul, Rekhab dan Baana setelah membunuh Isyboset, mereka juga meminta balasan jasa kepada Daud (4:7-12), tetapi tidak satupun dari mereka mendapatkan hasil yang baik. Terlebih lagi, Daud telah berulang kali mendesak agar Absalom dibiarkan tetap hidup (lihat ayat 5b, 12), oleh karena itu, berita kematiannya seharusnya bukan kabar baik bagi Daud sebagai seorang ayah, dan siapa pun yang melaporkan kabar buruk itu akan sangat besar kemungkinan menghadapi bahaya! Oleh karena itu, Yoab mungkin ingin melindungi Ahimaas, jadi dia berkata kepadanya: pada hari ini engkau tidak akan menyampaikan kabar karena anak raja sudah mati (18:20b).

Ahimaas berulang kali memohon, dan Yoab akhirnya membiarkan dia melapor. Ahimaas berlari lebih cepat, menyusul orang Kush dan lebih duluan tiba di hadapan Daud. Ketika Daud mendengar penjaga di gerbang kota mengumumkan bahwa dia sedang berlari ke arah gerbang kota sendirian di kejauhan, dia pikir itu pasti kabar baik (18:25b), karena sekelompok tentara akan melarikan diri dengan kekalahan, dan pasti ada pengejar di belakang mereka. Namun, Ahimaas tidak secara langsung melaporkan berita kematian Absalom, dia bimbang dan menanggapi pertanyaan Daud dengan jawaban lain (18:28-30).

Kematian Absalom akhirnya dilaporkan kepada Daud oleh orang Kush sendiri (18:32). Namun, ia tidak merinci bahwa Absalom dibunuh oleh Yoab dan para prajurit mudanya (18:14-15). Berita yang disampaikan orang Kush seperti dua sisi mata uang perak. Kekalahan orang Israel adalah kabar baik bagi Daud sebagai raja, tetapi kematian Absalom adalah kabar buruk bagi Daud sebagai ayah. Khawatir akan nasib Absalom putranya, Daud dua kali bertanya kepada orang Kush, Selamatkah Absalom, orang muda itu (18:29, 32). Berita kematian Absalom seperti pisau menusuk hati Daud, dia gemetar dan menangis tersedu-sedu, berharap dialah yang mati, bukan Absalom.

Daud tidak memiliki kata-kata untuk menjawab kematian Absalom, tetapi terus mengulangi Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom! …, Absalom, anakku, anakku! (dua kata dalam bahasa Ibrani: bĕni ʾavšālôm) (18:33; 19:4). Daud menyanyikan ratapan untuk kematian Saul dan Yonatan (1:17-27), dan nyanyian yang lebih singkat untuk kematian Abner, menunjukkan bahwa dia tidak ada hubungannya dengan pembunuhan itu (3:31-39), ia juga dengan sedih menyatakan fakta yang tidak dapat diubah tentang kematian bayi janin dari Batsyeba (12:18), tetapi dia patah hati dan tidak dapat berkata-kata tentang kematian Absalom, dan hanya dapat berulang kali berteriak, Anakku Absalom, anakku, anakku Absalom. Kata-kata tidak dapat mewakili kepedihan rasa sakit seorang ayah!

Renungkan:
Dinasti Daud adalah masa yang paling makmur dan gemilang dalam sejarah Israel, tetapi peran Daud sebagai seorang ayah sangat tergerus, dan bahkan gagal. Dia tidak menghukum Amnon karena memperkosa Tamar; setelah Absalom membunuh Amnon dan melarikan diri dari ibu kota dan kembali, dia tidak sepenuhnya memaafkan Absalom dan memperbaiki hubungan ayah dan anak, dan akhirnya menyebabkan Absalom memberontak dan dibunuh. Hal ini mengingatkan apa kepada kita sebagai orang tua?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 18:1-5

Memakan buah perbuatan sendiri
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 18:1-18 [ITB])
1 Daud memeriksa barisan tentara yang bersama-sama dengan dia, kemudian ia mengangkat kepala pasukan seribu dan kepala pasukan seratus atas mereka. 2 Lalu Daud menyuruh tentara itu maju berperang, sepertiga di bawah perintah Yoab, sepertiga lagi di bawah perintah Abisai, anak Zeruya, adik Yoab, dan sepertiga lainnya di bawah perintah Itai, orang Gat itu.
Lalu berkatalah raja kepada rakyat: Aku juga akan maju berperang bersama-sama dengan kamu. 3 Tetapi tentara itu berkata: Janganlah tuanku maju berperang; sebab apabila kami terpaksa melarikan diri, maka mereka tidak akan menghiraukan kami; bahkan sekalipun mati separuh dari pada kami, mereka tidak akan menghiraukan kami; tetapi tuanku sama harganya dengan sepuluh ribu orang dari pada kami. Sebab itu, adalah lebih baik, bahwa tuanku bersedia menolong kami dari kota. 4 Kemudian berkatalah raja kepada mereka: Apa yang kamu pandang baik akan kuperbuat. Lalu berdirilah raja di sisi pintu gerbang dan seluruh tentara itu berjalan ke luar, beratus-ratus dan beribu-ribu. 5 Dan raja memerintahkan kepada Yoab, Abisai dan Itai, demikian: Perlakukanlah Absalom, orang muda itu dengan lunak karena aku. Dan seluruh tentara mendengar, ketika raja memberi perintah itu kepada semua kepala pasukan mengenai Absalom. 6 Lalu tentara itu maju ke padang menyerang orang Israel, dan terjadilah pertempuran di hutan Efraim. 7 Tentara Israel terpukul kalah di sana oleh orang-orang Daud, dan pada hari itu terjadilah di sana pertumpahan darah yang dahsyat: dua puluh ribu orang tewas. 8 Kemudian pertempuran meluas dari sana meliputi seluruh daerah itu, dan hutan itu memakan lebih banyak orang di antara tentara dari pada yang dimakan pedang pada hari itu.
9 Kebetulan Absalom bertemu dengan orang-orang Daud. Adapun Absalom menunggangi bagal. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah kepalanya pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang dikendarainya berlari terus. 10 Seseorang melihatnya, lalu memberitahu Yoab, katanya: Aku melihat Absalom tergantung pada pohon tarbantin. 11 Yoab berkata kepada orang yang memberitahu kepadanya itu: Apa? Jika engkau melihatnya, mengapa engkau tidak membanting dia ke tanah di tempat itu juga? Maka selayaknya aku memberi engkau sepuluh syikal perak dan satu ikat pinggang. 12 Tetapi orang itu berkata kepada Yoab: Sekalipun aku mendapat seribu syikal perak di telapak tanganku, takkan aku menjamah anak raja itu, sebab di depan telinga kamilah raja memberi perintah kepadamu dan kepada Abisai dan kepada Itai, katanya: 『Lindungilah Absalom orang muda itu, karena aku.』 13 Sebaliknya, jika aku mencabut nyawanya dengan khianat tidak ada sesuatupun yang tinggal tersembunyi kepada raja, maka engkau akan menjauhkan diri. 14 Tetapi Yoab berkata: Aku tidak mau membuang-buang waktu dengan kau seperti ini. Lalu diambilnyalah tiga lembing dalam tangannya dan ditikamkannya ke dada Absalom, sedang ia masih hidup di tengah-tengah dahan pohon tarbantin itu. 15 Kemudian sepuluh bujang, pembawa senjata Yoab, mengelilingi Absalom, lalu memukul dan membunuh dia.
16 Sesudah itu Yoab meniup sangkakala, sehingga tentara berhenti mengejar orang Israel; sebab Yoab mau menahan tentaranya itu. 17 Lalu mereka mengambil mayat Absalom dan melemparkannya ke dalam lobang yang besar di hutan itu, kemudian mereka mendirikan di atasnya timbunan batu yang sangat besar. Dan seluruh orang Israel melarikan diri, masing-masing ke kemahnya.
18 Sewaktu hidupnya Absalom telah mendirikan bagi dirinya sendiri tugu yang sekarang ada di Lembah Raja, sebab katanya: Aku tidak ada anak laki-laki untuk melanjutkan ingatan kepada namaku. Dan ia telah menamai tugu itu menurut namanya sendiri; sebab itu sampai hari ini tugu itu dinamai orang: tugu peringatan Absalom.

Perikop 18:1 sampai 19:8 adalah sebuah paragraf lengkap; paragraf kecil ini membentuk sebuah struktur kipas (chiastic structure), berfokus pada pembunuhan Absalom (ayat 18:9-15) dan penguburannya (ayat 18:16-18). Narasi ini dibagi menjadi dua bagian: 1. Akibat pengkhianatan Absalom adalah memakan buah perbuatan sendiri (ayat 18:1-18); 2. Daud teriris hatinya ketika mendengar berita kematian Absalom, mengungkapkan perasaannya sebagai seorang ayah (ayat 18:19-19:8).

Peperangan antara tentara Daud dan orang Israel pengikut Absalom ini terjadi di hutan Efraim (ayat 6b). Pasukan Absalom seharusnya lebih unggul dalam hal jumlah, karena Tentara Israel terpukul kalah di sana oleh orang-orang Daud, dan pada hari itu terjadilah di sana pertumpahan darah yang dahsyat: dua puluh ribu orang tewas (ayat 7b), tetapi Daudlah yang ahli dalam perang gerilya di hutan. Medan perang ini terjadi di tempat yang tertutup rapat dengan pepohonan, dan pasukan hanya dapat bertarung dalam kelompok kecil, dengan cara ini, meskipun besar, tidak ada gunanya dan tidak dapat berperan. Siapa yang menang dan siapa yang kalah sudah tertulis di dinding! Namun, bau darah perang ini tidak sekuat yang dibayangkan, karena hutan itu memakan lebih banyak orang di antara tentara dari pada yang dimakan pedang pada hari itu (ayat 8b) Situasi ini memang menghindari memperdalam permusuhan antara suku utara dan suku selatan dalam kebencian di masa depan.

Seperti biasa, Daud membagi pasukannya menjadi tiga kelompok, dipimpin oleh Yoab, Abisai, dan Itai orang Gat. Meskipun Daud dalam kesulitan dan melarikan diri, dia tetap menjadi raja Israel yang sah. Narator dengan sengaja menggunakan raja untuk merujuk pada Daud, raja kepada rakyat … raja kepada mereka … berdirilah raja di sisi pintu gerbang … raja memerintahkan Yoab … raja memberi perintah itu kepada semua kepala pasukan mengenai Absalom, dll. (lihat ayat 2b, 4a, 4b, 5a, 5b). Daud meminta agar dirinya secara pribadi memimpin pasukan dan pergi ke medan perang bersama para prajurit (ayat 2b). Namun, semua prajurit menentang Daud secara pribadi pergi ke medan perang. Hal ini mungkin karena Daud sudah cukup tua dan kekuatan fisiknya yang dulu sudah tidak ada lagi. Ketika Daud menyerang Amon sebelumnya, dia tidak keluar sendiri (ayat 11:1). Faktor lain yang menentang para prajurit mungkin adalah untuk melindungi Daud, karena mereka tahu bahwa Ahitofel menawarkan rencana kepada Absalom untuk menghancurkan Daud (ayat 17:21); terlebih lagi, Daud berulang kali mengatakan kepada para prajurit: Perlakukanlah Absalom, orang muda itu dengan lunak karena aku (ayat 5b, 12). Seperti kata pepatah, di medan perang tidak ada ayah dan anak, jika Daud pergi ke medan perang dengan rasa kontradiksi antara sebagai raja dan sebagai ayah, dan meminta para prajurit untuk membunuh musuh tanpa melukai Absalom. Itu memang tugas yang sangat sulit.

Perang berakhir dalam satu hari, dan narator menjelaskan jalannya dan hasil perang hanya dalam beberapa bait (ayat 6-8). Pemberontak dikalahkan dan dibubarkan karena Absalom menunggangi bagal. Ketika bagal itu lewat di bawah jalinan dahan-dahan pohon tarbantin yang besar, tersangkutlah kepalanya pada pohon tarbantin itu, sehingga ia tergantung antara langit dan bumi, sedang bagal yang dikendarainya berlari terus (ayat 9). Penderitaan Absalom dilihat oleh seorang pria yang melapor kepada Yoab. Meskipun Yoab menawarkan hadiah yang besar, pria itu tidak berani melanggar perintah raja Daud agar tidak membunuh Absalom. Akhirnya, Yoab menikam jantung Absalom dengan tiga tombak pendek, dan sepuluh pemuda membunuhnya (ayat 10-15).

Kematian Absalom adalah bukti buah yang ditanamnya sendiri dan dipaksakan sendiri, yang bahkan lebih ironis ia paling menyayangi rambutnya yang indah, dan bahkan lebih bangga akan hal itu, setiap tahun, dia memotong rambut yang beratnya sekitar dua kilogram (ayat 14:.26). Sekarang dia tergantung di udara karena rambutnya yang ia sombongkan, seperti orang yang tidak punya tempat untuk pergi antara hidup dan mati. Bagal adalah tunggangan raja dan pangeran (ayat 13:29). Mengendarai bagal melambangkan kekuasaan kerajaan, sama seperti Daud memerintahkan Salomo untuk menunggangi bagalnya sendiri, yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang raja yang asli (1 Raj. 1:33, 38, 44). Bagal yang ditunggangi Absalom meninggalkannya seolah-olah kerajaannya telah hilang.

Renungkan:
Melihat kembali kehidupan Absalom: dia tampan dan memiliki rambut yang indah. Dia membunuh saudara tirinya dan membakar ladang Yoab dengan amarah yang tak terbendung. Dia mempermalukan ayahnya dengan tidur dengan selir raja, ia ingin mengambil nyawa ayahnya dan naik ke takhta. Namun pada akhirnya, ia terjebak dalam buah hasil perbuatannya, dan berakhir dengan tragedi, tanpa anak dan keturunan untuk memperingati namanya (18:18 Aku tidak ada anak laki-laki untuk melanjutkan ingatan kepada namaku).


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 17:15-20

Daud terlepas bahaya
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 17:15-29 [ITB])
15 Sesudah itu berkatalah Husai kepada Zadok dan kepada Abyatar, imam-imam itu: Ini dan itu dinasihatkan Ahitofel kepada Absalom dan kepada para tua-tua Israel, tetapi ini dan itu kunasihatkan. 16 Oleh sebab itu, suruhlah dengan segera memberitahukan kepada Daud, demikian: 『Pada malam ini janganlah bermalam di tempat-tempat penyeberangan ke padang gurun, tetapi menyeberanglah dengan segera, supaya jangan raja dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia itu ditelan habis.』
17 Yonatan dan Ahimaas menunggu di En-Rogel, dan setiap kali ada seorang budak perempuan yang datang membawa kabar kepada mereka; dan merekapun langsung memberitahu raja Daud, sebab mereka tidak boleh dilihat memasuki kota. 18 Tetapi seorang anak melihat mereka, lalu memberitahu Absalom. Jadi pergilah keduanya dengan segera, dan sampailah mereka ke rumah seseorang di Bahurim yang mempunyai sumur di halamannya; maka turunlah mereka ke dalamnya. 19 Kemudian perempuan itu mengambil kain tudungan, membentangkannya di atas mulut sumur itu dan menaburkan butir-butir gandum di atasnya, sehingga tidak kelihatan apa-apa.
20 Sampailah orang-orang Absalom kepada perempuan itu di rumahnya, lalu bertanya: Di manakah Ahimaas dan Yonatan? Jawab perempuan itu kepada mereka: Mereka telah menyeberangi sungai itu. Kemudian mereka mencari, tetapi tidak mendapatnya, lalu pulanglah mereka ke Yerusalem. 21 Setelah orang-orang itu pergi, keluarlah keduanya dari sumur, lalu pergi memberitahu raja Daud, kata mereka kepada Daud: Bersiaplah dan seberangilah dengan segera sungai ini, sebab ini dan itu dinasihatkan Ahitofel terhadap kamu.
22 Lalu bersiaplah Daud dan seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia, dan mereka menyeberangi sungai Yordan. Pada waktu fajar tidak ada seorangpun yang ketinggalan, yang tidak menyeberangi sungai Yordan. 23 Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak dipedulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia ke rumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri. Demikianlah ia mati, lalu ia dikuburkan dalam kuburan ayahnya.
24 Maka sampailah Daud ke Mahanaim, ketika Absalom menyeberangi sungai Yordan dengan seluruh orang Israel yang menyertainya. 25 Absalom telah mengangkat Amasa menggantikan Yoab untuk mengepalai tentara. Amasa adalah anak seorang yang bernama Yitra, seorang Ismael yang telah memperisteri Abigal binti Nahas, saudara perempuan Zeruya ibu Yoab. 26 Lalu orang Israel dan Absalom berkemah di tanah Gilead. 27 Ketika Daud tiba di Mahanaim, maka Sobi bin Nahas, dari Raba, kota bani Amon, dan Makhir bin Amiel, dari Lodebar, dan Barzilai, orang Gilead, dari Rogelim, membawa 28 tempat tidur, pasu, periuk belanga, juga gandum, jelai, tepung, bertih gandum, kacang babi, kacang merah besar, kacang merah kecil, 29 madu, dadih, kambing domba dan keju lembu bagi Daud dan bagi rakyat yang bersama-sama dengan dia, untuk dimakan, sebab kata mereka: Rakyat ini tentu telah menjadi lapar, lelah dan haus di padang gurun.

Fokus narasi bergeser dari kubu Absalom ke pelarian Daud ke Mahanaim (ayat 24a); narator secara rinci mencatat bagaimana Daud mengoperasikan jaringan mata-matanya, bagaimana dia dengan aman menyeberangi Sungai Yordan dan menerima perbekalan serta bantuan dari orang asing, tetapi secara singkat menyebutkan keputusan Absalom untuk menunjuk Amasa sebagai panglima tertinggi, bukan Yoab (ayat 15a). Abigail, ibu Amasa, adalah saudara perempuan ibu Yoab, Zeruya, jadi mereka adalah sepupu dan keponakan Daud (1 Tawarikh 2:16-17). Klarifikasi hubungan ini dapat membantu kita memahami seluk beluk kisah.

Daud dapat melarikan diri dari bahaya dan menyeberangi Sungai Yordan, berkat kelancaran operasi jaringan mata-matanya. Sebelum Husai yakin bahwa nasihat strategi siapa yang akan dipakai oleh Absalom, dia memerintahkan dua imam, Zadok dan Abyatar, untuk memberi tahu Ahimaas dan Yonatan yang menunggu di En-Rogel, yang berada di luar kota, di selatan lembah Hinom dan Kidron, dekat mata air Gihon (ayat 17a). Mereka sangat berhati-hati dalam menyampaikan pesan mereka melalui seorang pelayan perempuan yang tidak mencolok (ayat 17b). Karena masyarakat patriarki jarang menyerahkan berita penting kepada perempuan, lebih mudah untuk menipu orang dan tidak mudah terdeteksi. Namun, karena suatu alasan, seorang pelayan laki-laki melihat mereka dan memberi tahu Absalom tentang hal tersebut (ayat 18a). Setelah beberapa liku-liku, keduanya akhirnya menyampaikan informasi yang dipercayakan oleh Husai sampai kepada Daud. Akhirnya, Daud menyeberangi Sungai Yordan dengan selamat, jadi dia pergi ke Mahanaim untuk mengulur waktu untuk menetap dan beristirahat sebelum membuat pengaturan.

Dalam proses melarikan diri dari bahaya, Daud menerima bantuan dari semua lapisan masyarakat, dan dia melihat pemeliharaan dan perlindungan Allah untuknya. Pertama, Yonatan dan Ahimaas bersembunyi di rumah seseorang di Bahurim dan lolos dari penangkapan Absalom (ayat 18-20). Bahurim adalah kampung halaman Simei, dan dia mengutuk Daud dengan kata-kata (1 Raja-raja 2:8). Saat itu, Daud tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan membalas dengan kesabaran, menyerahkan dirinya kepada Allah (2 Samuel 15:25-26). Kini mata-mata Daud dibantu dan dilindungi oleh sebuah keluarga di Bahurim, yang kemungkinan besar terkait dengan tanggapannya atas kesaksian Simei sebelumnya.

Kedua, ketika Daud tiba di Mahanaim, dia tiba-tiba menerima perbekalan material dari orang asing (ayat 25-29), yang memungkinkan tentara yang lapar dan kelelahan untuk mengisi kembali kekuatan mereka dan mengisi ulang perbekalan mereka untuk mempersiapkan pertempuran melawan tentara pemberontak Absalom. Ketika Daud tiba di Mahanaim, maka Sobi bin Nahas, dari Raba, kota bani Amon, dan Makhir bin Amiel, dari Lodebar, dan Barzilai, orang Gilead, dari Rogelim, membawa … bagi Daud dan bagi rakyat yang bersama-sama dengan dia, untuk dimakan (ayat 27-29). Daud dan Yoab menaklukkan Amon bertahun-tahun yang lalu (lih. 12:26-31), dan sekarang mereka disuplai oleh Sobi bin Nahas, raja Amon; Makhir bin Amiel dari Lodebar adalah pendukung keluarga Saul, dan dia pernah merawat Yonatan putra Mefiboset di rumahnya (9:1-6) kini juga menjadi dermawan Daud ketika dia melarikan diri; tokoh terakhir adalah Barzilai, orang Gilead, dari Rogelim, yang kemungkinan besar adalah ayah Adriel, di mana kelima anak laki-laki Merab binti Saul, yang dilahirkannya bagi Adriel bin Barzilai diserahkan Daud kepada orang Gibeon dan dieksekusi mereka (21:8-9).

Tak satu pun dari orang asing ini punya alasan untuk membantu seorang raja dalam kesusahan. Dari sini terlihat bahwa ketika Daud menyeberangi sungai Yordan menuju Mahanaim, dia justru tiba di daerah yang tidak bersahabat, namun mendapat perlakuan yang tidak terduga. Dalam situasi ini, terlepas dari balas budi orang-orang karena bagaimana Daud memperlakukan orang lain di masa lalu, tidak diragukan lagi bahwa ada tangan Allah campur tangan di dalamnya!

Renungkan:
Daud mendapat bantuan dari semua orang dalam kesusahan dan keadaan sulitnya. Karena ketika dia dihina, dia membalas kejahatan dengan kebaikan, dan akhirnya mendapat balasan kebaikan dan rezeki yang tak terduga; di sisi lain, tangan Allah yang tak terlihat ikut campur dalam semua ini. Apakah Anda percaya bahwa Tuhan akan campur tangan untuk melindungi dan memimpin Anda ketika Anda berada dalam masalah?


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


2 Samuel 16:15-19

Memberikan nasihat strategi
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 16:15-19 [ITB])
15 Maka Absalom dan seluruh rakyat, orang-orang Israel, sampailah ke Yerusalem, dan Ahitofel ada bersama-sama dengan dia.
16 Ketika Husai, orang Arki, sahabat Daud itu, sampai kepada Absalom, berkatalah Husai kepada Absalom: Hiduplah raja! Hiduplah raja! 17 Berkatalah Absalom kepada Husai: Inikah kesetiaanmu kepada sahabatmu? Mengapa engkau tidak pergi menyertai sahabatmu itu? 18 Lalu berkatalah Husai kepada Absalom: Tidak, tetapi dia yang dipilih oleh TUHAN dan oleh rakyat ini dan oleh setiap orang Israel, dialah yang memiliki aku dan bersama-sama dengan dialah aku akan tinggal. 19 Lagipula, kepada siapakah aku memperhambakan diri? Bukankah kepada anaknya? Sebagaimana aku memperhambakan diri kepada ayahmu, demikianlah aku memperhambakan diri kepadamu.
20 Kemudian berkatalah Absalom kepada Ahitofel: Berilah nasihat; apakah yang harus kita perbuat? 21 Lalu jawab Ahitofel kepada Absalom: Hampirilah gundik-gundik ayahmu yang ditinggalkannya untuk menunggui istana. Apabila seluruh Israel mendengar, bahwa engkau telah membuat dirimu dibenci oleh ayahmu, maka segala orang yang menyertai engkau, akan dikuatkan hatinya. 22 Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel. 23 Pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah; demikianlah dinilai setiap nasihat Ahitofel, baik oleh Daud maupun oleh Absalom.
17:1 Berkatalah Ahitofel kepada Absalom: Izinkanlah aku memilih dua belas ribu orang, maka aku akan bersiap dan mengejar Daud pada malam ini juga. 2 Aku akan mendatangi dia, selagi ia lesu dan lemah semangatnya, dan mengejutkan dia; seluruh rakyat yang ada bersama-sama dengan dia akan melarikan diri, maka aku dapat menewaskan raja sendiri. 3 Demikianlah aku akan membawa pulang seluruh rakyat itu kepadamu seperti seorang mempelai perempuan kembali kepada suaminya. Jadi, engkau mencari nyawa satu orang saja, sedang seluruh rakyat tetap selamat. 4 Perkataan ini disetujui oleh Absalom dan oleh semua tua-tua Israel.
5 Tetapi berkatalah Absalom: Panggillah juga Husai, orang Arki itu, supaya kita mendengar apa yang hendak dikatakannya. 6 Ketika Husai datang kepada Absalom, berkatalah Absalom kepadanya, demikian: Beginilah perkataan yang dikatakan Ahitofel; apakah kita turut nasihatnya? Jika tidak, katakanlah. 7 Lalu berkatalah Husai kepada Absalom: Nasihat yang diberikan Ahitofel kali ini tidak baik. 8 Kata Husai pula: Engkau tahu, bahwa ayahmu dan orang-orangnya adalah pahlawan, dan bahwa mereka sakit hati seperti beruang yang kehilangan anak di padang. Lagipula ayahmu adalah seorang prajurit sejati; ia tidak akan membiarkan rakyat tidur. 9 Tentulah ia sekarang bersembunyi dalam salah satu lobang atau di salah satu tempat. Apabila pada penyerangan pertama beberapa orang tewas dan ada orang mendengar hal itu, maka orang akan berkata: 『Rakyat yang telah mengikut Absalom sudah menderita kekalahan.』 10 Maka seorang gagah perkasa sekalipun yang hatinya seperti hati singa akan tawar hati sama sekali, sebab seluruh Israel tahu, bahwa ayahmu itu seorang pahlawan dan orang-orang yang bersama-sama dia adalah orang gagah perkasa. 11 Sebab itu kunasihatkan: Suruhlah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba berkumpul kepadamu, seperti pasir di tepi laut banyaknya dan engkau sendiri juga harus turut bertempur. 12 Apabila kita mendatangi dia di salah satu tempat, di mana ia terdapat, maka kita akan menyergapnya, seperti embun jatuh ke bumi, sehingga tidak ada yang lolos, baik dia maupun orang-orang yang menyertainya. 13 Dan jika ia mengundurkan diri ke suatu kota, maka seluruh Israel akan mengikat kota itu dengan tali, dan kita akan menyeretnya sampai ke sungai, hingga batu kecilpun tidak terdapat lagi di sana.
14 Lalu berkatalah Absalom dan setiap orang Israel: Nasihat Husai, orang Arki itu, lebih baik dari pada nasihat Ahitofel. Sebab TUHAN telah memutuskan, bahwa nasihat Ahitofel yang baik itu digagalkan, dengan maksud supaya TUHAN mendatangkan celaka kepada Absalom.

Daud melarikan diri dan meninggalkan ibu kota Yerusalem, sementara itu Absalom serta seluruh orang Israel datang ke Yerusalem. Fokus dari catatan narasi ini adalah pada dua penasihat, Ahitofel dan Husai; Absalom berkonsultasi dengan dua penasihat ini tentang bagaimana operasi selanjutnya harus dilakukan.

Husai dikenal sebagai sahabat Daud (ayat 16, 17), atas permintaan Daud, dia berpura-pura menyerah dan tinggal bersama Absalom sebagai mata-mata untuk menghancurkan rencana Ahitofel. Husai sangat pintar, dan memenangkan kepercayaan Absalom dengan menggunakan seni bahasa serta permainan kata-kata. Ketika dia melihat Absalom, dia berkata, Hiduplah raja! Hiduplah raja! (ayat 16b). Dia tidak secara jelas mengatakan raja mana yang diberikan salut selamat, ia membiarkan Absalom menafsirkannya sendiri. Absalom juga curiga pada awalnya, dan mempertanyakan kesetiaan Husai, tetapi Husai lolos dengan jawaban yang ambigu, dia menunjukkan bahwa sasaran kesetiaan adalah raja yang dipilih oleh Yahweh dan seluruh rakyat (ayat 18). Namun, diketahui bahwa Yahweh tidak memilih Absalom, tetapi Ia memberi tahu kepada Daud dan rakyat itu bahwa Dia memilih Daud (1 Sam. 16:1, 12; 2 Sam. 6:21). Absalom ini yang telah menipu ayahnya (2 Sam. 13:23-27; 15:7-9) sekarang ditipu oleh Husai!

Ketika Absalom melepaskan kewaspadaannya, selanjutnya adalah pertarungan Ahitofel dan Husai dalam memberikan nasihat strategi kepada Absalom. Haruskah Absalom menyerang saat besi masih panas atau berpikir dua kali? Singkatnya, strategi Ahitofel adalah menyerang saat besi panas dan mengejar kemenangan, sedangkan strategi Husai adalah berpikir dua kali dan membuat rencana jangka panjang.

Nasihat Ahitofel kepada Absalom secara sederhana dibagi menjadi dua bagian. Pertama-tama, dia mendorong Absalom untuk menunjukkan kepada semua orang tentang tekadnya berkhianat, secara terbuka memutuskan hubungan dengan Daud ayahnya, dan dengan tegas merebut takhta Daud. Absalom dinasihati agar tidur di depan umum dengan para gundik Daud untuk menunjukkan secara jelas bahwa dia telah merebut takhta Daud, suatu tindakan yang sering digunakan oleh mantan raja untuk menandakan bahwa mereka adalah ahli waris yang sah. Absalom tidur dengan sepuluh selir ayahnya Daud, melakukan kejahatan keji, dan melanggar hukum Musa (lihat Im. 18:7-8; 20:11; Ul. 22:30), tetapi tindakan ini menggenapi hukuman yang diumumkan oleh nabi Natan kepada Daud harus memberikan gundik-gundiknya kepada orang-orang di sekitarnya di siang hari bolong (ayat 12:11).

Bagian kedua dari saran Ahitofel adalah mengejar kemenangan ketika Daud lemah dan capai, saat Daud belum berdiri stabil. Ahitofel mengusulkan agar dirinya yang memimpin pasukan untuk mengejar dan hanya membunuh Daud (ayat 17:2b) Hal ini tidak hanya akan mencegah Absalom melakukan kejahatan pembunuhan ayahnya, tetapi juga mencegah kemungkinan perang saudara. Strategi Ahitofel sangat mudah, dan tujuannya adalah untuk membasmi Daud sendirian (jangan lupa bahwa Batsyeba adalah cucu perempuannya dan cucu menantunya adalah Uria), untuk mencegah konflik di antara rakyat memanas (ayat 17:3). Absalom dan para tetua menganggap nasihat Ahitofel sangat baik, tetapi karena Husai ada di antara mereka, tidak ada salahnya untuk mendengarkan nasihatnya. Maka Absalom memanggil Husai agar datang ke hadapannya.

Di permukaan, strategi Husai adalah membuat Absalom berpikir jangka panjang dan berpikir dua kali sebelum bertindak, tetapi intinya adalah mengulur waktu untuk Daud. Gambaran Husai sebenarnya terlalu meninggikan Daud dan meremehkan Absalom. Dia secara halus menunjukkan bahwa Daud adalah seorang pejuang, prajurit sejati dan bahkan pahlawan (ayat 8a, 8b, 10a). Namun, menurut usia Daud saat itu, apakah kejayaan yang dulu masih ada? Itu masih bisa diperdebatkan. Hushai bahkan membayangkan Daud sebagai beruang pemarah yang sangat mengenal gua-gua bersembunyi di hutan belantara, jadi dia tidak mudah diburu, itu pasti akan mempengaruhi semangat tentara Absalom, jadi harus dikerahkan dengan hati-hati. Pada akhirnya, Husai menghasut Absalom untuk mengumpulkan semua orang Israel dan secara pribadi memimpin pasukan untuk memburu Daud (ayat 11).

Dari sudut pandang manusia, strategi Ahitofel dan Husai dapat dikatakan berimbang. Namun, Absalom, sebelum memberontak telah menunggu selama bertahun-tahun untuk membalaskan dendam saudara perempuannya dan menanggung penghinaan selama bertahun-tahun, tidak mengadopsi apa yang dia sendiri setujui dan para tetua anggap baik (17:4), dan menolak strategi Ahitofel padahal pada waktu itu nasihat yang diberikan Ahitofel adalah sama dengan petunjuk yang dimintakan dari pada Allah (16:23a), tetapi saran Husai diterima. Apa alasannya? Sebab TUHAN telah memutuskan, bahwa nasihat Ahitofel yang baik itu digagalkan, dengan maksud supaya TUHAN mendatangkan celaka kepada Absalom (ayat 14c).

Renungkan:
Dari sudut pandang manusia, saran strategi Ahitofel dan Husai termasuk dalam lingkup aktivitas manusia, tetapi hasil akhirnya dibimbing dan dipimpin oleh Allah yang tersembunyi di belakang. Manusia memiliki pengetahuan yang terbatas, dan mereka hanya dapat menggunakan pengetahuan mereka yang terbatas untuk memenuhi hak dan tanggung jawab mereka, tetapi mereka tetap harus menaati tuntunan kedaulatan Allah apa pun hasilnya.


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).