「Lebih baik jatuh dalam tangan Allah」
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Sam. 24:1-25; 1 Taw. 21:1 – 22:2 [ITB])
1 Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: 「Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.」 2 Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: 「Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.」 3 Lalu berkatalah Yoab kepada raja: 「Kiranya TUHAN, Allahmu, menambahi rakyat seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang, dan semoga mata tuanku raja sendiri melihatnya. Tetapi mengapa tuanku raja menghendaki hal ini?」
4 Namun titah raja itu terpaksa diikuti oleh Yoab dan oleh para panglima tentara. Maka pergilah Yoab dan panglima-panglima tentara itu atas perintah raja untuk mengadakan pendaftaran di antara bangsa Israel. 5 Mereka menyeberangi sungai Yordan, lalu mulai dari Aroer dan dari kota yang terletak di tengah-tengah lembah ke arah Gad dan Yaezer. 6 Kemudian sampailah mereka ke Gilead dan ke Kadesh di negeri orang Het. Selanjutnya sampailah mereka ke Dan dan dari Dan mengambil jurusan Sidon. 7 Kemudian sampailah mereka ke tempat yang berkubu, Tirus, dan ke segala kota orang Hewi dan orang Kanaan; akhirnya tibalah mereka di bagian selatan Yehuda, di Bersyeba. 8 Setelah mereka menjelajah seluruh negeri itu, sampailah mereka kembali ke Yerusalem setelah lewat sembilan bulan dan dua puluh hari. 9 Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu.
10 Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: 「Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.」
11 Setelah Daud bangun dari pada waktu pagi, datanglah firman TUHAN kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian: 12 「Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah firman TUHAN: 『tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu.』」 13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: 「Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku.」 14 Lalu berkatalah Daud kepada Gad: 「Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.」
15 Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang. 16 Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: 「Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu.」 Pada waktu itu malaikat TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus. 17 Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: 「Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku.」
18 Pada hari itu datanglah Gad kepada Daud dan berkata kepadanya: 「Pergilah, dirikanlah mezbah bagi TUHAN di tempat pengirikan Arauna, orang Yebus itu.」 19 Lalu pergilah Daud, sesuai dengan perkataan Gad, seperti yang diperintahkan TUHAN. 20 Ketika Arauna menjenguk dan melihat raja dengan pegawai-pegawainya mendapatkannya, pergilah Arauna ke luar, lalu sujud kepada raja dengan mukanya ke tanah. 21 Bertanyalah Arauna: 「Mengapa tuanku raja datang kepada hambanya ini?」 Jawab Daud: 「Untuk membeli tempat pengirikan ini dari padamu dengan maksud mendirikan mezbah bagi TUHAN, supaya tulah ini berhenti menimpa rakyat.」 22 Lalu berkatalah Arauna kepada Daud: 「Baiklah tuanku raja mengambilnya dan mempersembahkan apa yang dipandangnya baik; lihatlah, itu ada lembu-lembu untuk korban bakaran, dan eretan-eretan pengirik dan alat perkakas lembu untuk kayu bakar. 23 Semuanya ini, ya raja, diberikan Arauna kepada raja.」 Arauna berkata pula kepada raja: 「Kiranya TUHAN, Allahmu, berkenan kepadamu.」 24 Tetapi berkatalah raja kepada Arauna: 「Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dari padamu dengan membayar harganya, sebab aku tidak mau mempersembahkan kepada TUHAN, Allahku, korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa.」 Sesudah itu Daud membeli tempat pengirikan dan lembu-lembu itu dengan harga lima puluh syikal perak. 25 Lalu Daud mendirikan di sana mezbah bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan.
Maka TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel.
Saul karena melanggar perjanjian sehingga mendatangkan hukuman bencana kelaparan (21:1-14), demikian juga pelanggaran Daud karena menghitung jumlah orang membawakan hukuman tulah (24:1-25). Kesamaan antara keduanya adalah: dosa tidak menyenangkan Allah dan tidak berkenan kepada Dia, tetapi Daud berdoa agar hukuman dihentikan; yang pertama adalah kejahatan keluarga Saul (21:1), dan yang kedua adalah kejahatan keluarga Daud (24:17). Kedua narasi diakhiri dengan 「 TUHAN mengabulkan doa untuk negeri itu, dan tulah itu berhenti menimpa orang Israel」 (21:14; 24:25). Perbedaannya, dan yang terpenting, Saul tidak bertobat, tetapi Daud segera bertobat dan membangun mezbah bagi TUHAN Yahweh.
1 Tawarikh 21 membantu memberikan gambaran lengkap tentang narasi ini. Mari kita terlebih dahulu membahas pertanyaan-pertanyaan berikut:
Mengapa Allah murka? Ayat 1a mengatakan, 「Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel」
Kitab Suci tidak secara jelas menunjukkan alasan murka Allah; Allah murka dan membunuh Uza karena dia menyentuh tabut perjanjian (2 Samuel 6:7); murka Allah terhadap orang Israel sebagian besar terkait dengan dosa (Keluaran 32:10; Bilangan 11:33; 25:3; 32:13). Namun di sini tidak disebutkan dosa apa yang dilakukan orang Israel terhadap Yahweh.
Mengapa Allah menggerakkan Daud untuk menghitung jumlah orang? Ayat 1b mengatakan, 「Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: 『Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda.』」 Mengapa Allah menggerakkan Daud untuk menghitung lalu kemudian menghukum Daud dan Israel? Kadang-kadang karena pemberontakan keras kepala dari orang-orang atau para nabi, yang menolak untuk berubah setelah berulang kali ditegur, maka Allah melepaskan mereka, dan bahkan mengirimkan roh dusta ke dalam diri mereka, lalu mereka berbuat dosa (sesuai kekerasan hati mereka) dan mendatangkan hukuman yang lebih berat (Yeremia 4:10; 1 Raj. 22:21-23). Bileam, yang rakus akan upah yang tidak benar, menolak untuk berubah walau telah berulang kali ditegur (Bilangan 24 dan 25; 2 Petrus 2:15), dan sikap keras kepala Saul adalah contoh terbaik (1 Samuel 18:10; 19:9-10). 1 Tawarikh menambahkan bahwa 「Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel」 (1 Taw. 21:1). Paulus menunjukkan bahwa pada hari-hari terakhir Allah akan membiarkan para pendosa yang keras kepala untuk mempercayai dusta Setan, yang mengarah pada kehancuran diri (2 Tes. 2:9-12 「Dan itulah sebabnya Allah mendatangkan kesesatan atas mereka, yang menyebabkan mereka percaya akan dusta, supaya dihukum semua orang yang tidak percaya akan kebenaran dan yang suka kejahatan」). Selain itu, Yakobus berkata: 「Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: 『Pencobaan ini datang dari Allah!』 Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun」 (1:13b) Singkatnya, Setan atau musuh di dunia adalah pihak yang memulai kejahatan, dan memprovokasi Daud menghitung jumlah orang dan atas izin Allah itu bisa terjadi.
Mengapa menghitung jumlah orang merupakan kejahatan? Allah juga memerintahkan Musa untuk menghitung jumlah orang (Keluaran 30:11-12; Bilangan 1:1-2), jadi tidak ada masalah dalam menghitung jumlah orang. Beberapa peneliti berpendapat bahwa Daud tidak mengikuti aturan dan harus membayar setengah syikal sebagai perak pendamaian bagi mereka yang dihitung (Keluaran 30:13). Tapi poin penghitungan ini jelas tidak ada hubungannya dengan deklarasi membayar syikal, ini hanya untuk menghitung kekuatan militer (ayat 2, 9). Penghitungan ini dilakukan tepat setelah narasi umum Daud (23:8-39), dan karena penghitungan ini memakan waktu sembilan bulan dan 20 hari (ayat 8), seharusnya juga dalam masa damai dan sejahtera, ketika tidak ada kebutuhan yang mendesak untuk menghitung jumlah kekuatan militer. Selain itu, Yoab menjawab, 「Mengapa tuanku menuntut hal ini? Mengapa orang Israel harus menanggung kesalahan oleh karena hal itu?」 (1 Taw. 21:3b) Masuk akal untuk memperkirakan bahwa perilaku Daud lebih mirip dengan raja-raja Timur Dekat kuno, ia lupa bahwa dia hanyalah raja yang ditunjuk oleh Yahweh di bumi, sandaran utamanya bukan pada pasukan militer, tetapi pada TUHAN sendiri (1 Samuel 14:6b; 17:47).
Perbedaan jumlah: Kitab Samuel mengatakan: 「Israel memiliki 800.000 prajurit dengan pedang; Yehuda memiliki 500.000 prajurit」 (ayat 9b); 1 Tawarikh 「Di antara seluruh orang Israel ada sejuta seratus ribu orang yang dapat memegang pedang, dan orang Yehuda ada empat ratus tujuh puluh ribu orang yang dapat memegang pedang」 (21:5b). Beberapa peneliti menunjukkan bahwa 1 Tawarikh mengacu pada 「seluruh Israel」 yaitu dua belas suku, sedangkan 2 Samuel mengacu pada 「Israel」 merujuk hanya pada kerajaan utara, jadi jumlahnya berbeda. Perbedaan angka tentang Yehuda mungkin disebabkan oleh perbedaan antara penyalinan manuskrip. Adapun jumlah tahun kelaparan, kitab Samuel mencerminkan gaya penulisan epik, menggunakan angka genap 「tujuh」 (2 Samuel 24:13b), sedangkan Tawarikh menggunakan tahun yang sebenarnya 「tiga」 tahun (1 Tawarikh 21:12).
Meski narasi ini agak sulit, ada dua poin yang perlu diperhatikan. Yang pertama adalah kasih Allah, Ia memilih wabah tiga hari yang lebih singkat (ayat 15) sebelum Daud menjawab; kedua, Ia mengubah dan menghentikan bencana sebelum akhir hari pertama (ayat 16); terlebih lagi, Daud tahu bahwa dia telah melanggar Allah, maka dia segera mengaku dan bertobat (ayat 10). Dia lebih suka jatuh ke tangan Allah, mengetahui bahwa Allah akan menghukum umat-Nya dengan adil dan benar (ayat 14). Dalam situasi sulit Daud tetap memedulikan rakyatnya, dan dia lebih memilih dirinya dan keluarganya yang menanggung. Dia lebih rela membayar harga untuk membeli tempat pengirikan Arauna untuk membangun mezbah bagi TUHAN untuk mempersembahkan korban, tempat ini menjadi tempat di mana raja Salomo membangun Bait Suci (1 Tawarikh 21-22).
Renungkan:
Allah memilih Daud untuk menjadi raja Israel. Daud tidak sempurna, tetapi dia mau mengakui dosanya dan bertobat dengan tulus setelah dia berbuat dosa; Allah tidak melanggar perjanjian yang Dia buat dengan Daud (2 Samuel 7), Daud bertobat dan berbalik kembali, Allah masih memakai dia. Bagaimana ini menghibur kita?
Narasi dalam Kitab Samuel dimulai dengan Hana, seorang wanita mandul, meminta seorang anak laki-laki kepada Allah (1 Samuel 1:11) dan beribadah di rumah Tuhan di Silo (1:24), dan sekarang Kitab Samuel ditutup dengan seorang raja Israel meminta belas kasihan Allah (2 Samuel 24:17) dan mendirikan mezbah persembahan korban di tempat pengirikan di Yerusalem (24:25). Puncak doa adalah berlutut menyembah dengan hormat takut. Bagaimana hal ini memberikan pencerahan bagi kehidupan doa kita?
Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).