2 Samuel 22:1-4

Kidung nyanyian Daud
Oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明)
Alliance Bible Seminary H.K.

(2 Sam. 22:1-4; 23:1-7; Mazmur 18 [ITB])
22:1 Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.
2 Ia berkata: 「Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, 3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. 4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.
23:1 Inilah perkataan Daud yang terakhir: Tutur kata Daud bin Isai dan tutur kata orang yang diangkat tinggi, orang yang diurapi Allah Yakub, pemazmur yang disenangi di Israel: 2 Roh TUHAN berbicara dengan perantaraanku, firman-Nya ada di lidahku; 3 Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah, 4 ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah. 5 Bukankah seperti itu keluargaku di hadapan Allah? Sebab Ia menegakkan bagiku suatu perjanjian kekal, teratur dalam segala-galanya dan terjamin. Sebab segala keselamatanku dan segala kesukaanku bukankah Dia yang menumbuhkannya? 6 Tetapi orang-orang yang dursila mereka semuanya seperti duri yang dihamburkan; sesungguhnya, mereka tidak terpegang oleh tangan: 7 tidak ada orang yang dapat mengusik mereka, kecuali dengan sebatang besi atau gagang tombak, dan dengan api mereka dibakar habis!

Kidung nyanyian Daud (22:1-51) dan kata-kata terakhir (23:1-7) berada di tengah apendiks (pasal 21-24), menekankan pesan utama dari Kitab 2 Samuel, yaitu Daud yang diurapi oleh Allah, ditunjuk untuk memerintah atas bangsa Israel, dan perjanjian yang Ia buat dengan Daud adalah kekal tidak berubah.

Kidung nyanyian Daud hampir identik isinya dengan Mazmur 18 Ucapan syukur raja. Para peneliti berpendapat bahwa Mazmur 18 digunakan dalam liturgi, dan narator meletakkan Mazmur 18 ini di akhir Samuel untuk membuat ringkasan teologis dari kehidupan Daud. Tema Kidung nyanyian ini mirip dengan Kidung nyanyian Hana: keduanya menggunakan tanduk sebagai lambang (ayat 2; 1 Sam. 2:2), menekankan keselamatan dari Yahweh (ayat 3; 1 Sam. 2:1-2), yang diurapi TUHAN (ayat 51; 1 Sam. 2:10) , dll. Kedua nyanyian tepat membuat awal Kitab 1 Samuel tersambung dan saling menggema dengan akhir Kitab 2 Samuel (membentuk inclusio), menunjukkan bahwa TUHAN (Yahweh) sajalah yang merupakan Penyelamat dan Pelindung yang sesungguhnya, dan hanya kepada Dia saja satu-satunya ucapan syukur dan pujian kita ditujukan. Tiga kali Daud menunjukkan bahwa hanya TUHAN (Yahweh) sajalah yang menyelamatkan dia dari Saul (ayat 1), menyelamatkan dia dari musuh besar (ayat 18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah, dari pada orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku), dan menyelamatkannya dari perselisihan rakyatnya. Semua ini karena campur tangan langsung TUHAN (ayat 44 Dan Engkau meluputkan aku dari perbantahan bangsaku).

Kidung nyanyian ini dengan jelas mengungkapkan bagaimana Daud mengandalkan Allah untuk selamat musuh-musuhnya dan hidupnya yang berkemenangan. Di penghujung hidupnya, Daud hanya mengalami kesedihan atas kematian Absalom yang terlalu dini, kesulitan kelaparan selama tiga tahun, dan kelelahan fisik dan mental yang ekstrim akibat berperang melawan musuh Filistin, di akhir hidup matanya hanya berharap memandang kepada Allah. Kidung nyanyian ini secara singkat menyatakan beberapa kebenaran tentang Allah:

1. Dia adalah Juruselamat (ayat 1-20): Daud menggunakan metafora bukit batu, kubu pertahanan, gunung batu, tempat berlindung, perisai, tanduk keselamatan, kota benteng, tempat pelarian (ayat 2-3) untuk menggambarkan keselamatan dan pemeliharaan Allah. Bukit batu (selaʿ) (ayat 2) berbeda dari gunung batu (ṣûr) (ayat 3); yang terakhir mengacu pada tebing batu curam yang relatif sulit diakses tetapi memberikan keamanan bagi yang berlindung. Ketika Daud diburu oleh Saul, Allah adalah gunung batu dan perlindungannya. Kidung Hana juga menggunakan metafora ini untuk mengungkapkan pemeliharaan Allah (1 Samuel 2:2). Selain itu, orang Timur Dekat kuno menggunakan tanduk binatang untuk melambangkan kekuatan dan kekuasaan. Allah adalah Tuhan yang Maha kuasa perkasa.

2. Allah adalah Maha adil dan benar (ayat 21-28): Daud berkata: TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku (ayat 21) Allah adalah Tuhan yang membalas kebaikan dan menghukum kejahatan, Ia penyayang kepada yang penyayang, memperlakukan kebaikan kepada yang melakukan kebaikan (ayat 26). Daud mengklaim dirinya sebagai orang yang berlaku tidak bercela kepada-Nya dan dan menjaga dirinya dari dosa di hadapan Tuhan (ayat 24). Karena itu, ia mengharapkan Allah memperlakukannya dengan keadilan dan kebenaran. Daud telah berdosa dan jatuh, bagaimana mungkin dia tidak bersalah? Pengakuan Daud tidak bersalah di sini harus dipahami dari latar belakang nyanyiannya, yaitu pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul (ayat 1). Dia memiliki dua kesempatan untuk membunuh Saul (1 Samuel 24:4-6; 26:29), tetapi dia tidak berani membunuh orang yang diurapi Yahweh. Daud mengklaim bahwa dia tidak melanggar Saul dalam hal ini (1 Samuel 24:11), dan Saul juga menunjukkan bahwa Daud lebih benar darinya dan memperlakukannya dengan baik (1 Samuel 24:17 Engkau lebih benar dari pada aku, sebab engkau telah melakukan yang baik kepadaku, padahal aku melakukan yang jahat kepadamu).

3. Dialah Tuhan yang memberi kekuatan (ayat 29-46): TUHAN adalah pelita di depan kaki Daud, menerangi kegelapannya, memberitahukan agar dia tahu letak masalah dirinya, dan menuntunnya setiap langkah ke depan, TUHAN memberikan kekuatan sehingga ia menang atas musuh-musuhnya (ayat 44). Daud berperang melawan suku Benyamin yang mendukung Saul (2:8-3:1), melawan Absalom dan para pendukungnya (2 Samuel 15-18), dan juga konfrontasi Seba (2 Samuel 20), di semua saat-saat tersebut ia mendapatkan kekuatan yang diberikan Allah sehingga ia dapat menang. Daud mengatakan dengan Allahku aku berani melompati tembok (ayat 30) untuk menggambarkan dirinya seperti harimau bersayap terbang di atas benteng musuh dan masuk menyerang ke kubu pertahanan musuh.

4. Dialah Tuhan adalah harapan kita (ayat 47-51): pasang surut kehidupan Daud tidak membuatnya getir atau dendam. Dia tahu bahwa semua harapan ada pada Allah yang adil dan penuh kasih. Kasih Tuhan tidak pernah meninggalkan dia dan umat-Nya; perjanjian Allah dengan dia tidak akan pernah goyah, karena dia diurapi oleh Allah untuk memimpin umat-Nya. Meskipun Daud lemah, harapannya ada pada diri Allah yang tidak pernah berubah. Daud yang diurapi TUHAN Yahweh (ayat 51, 19:21) menunjuk pada penggenapan akhir Dia yang diurapi, keturunan Daud Yesus Kristus (Matius 1:6-16), yang merupakan harapan tertinggi dan paling utama kita.

Renungkan:
Pernahkah Anda mengalami keselamatan dan perlindungan Tuhan di saat krisis? Pernahkah Anda mengalami campur tangan-Nya yang penuh keadilan di saat-saat penderitaan? Pernahkah Anda mengalami kekuatan-Nya ketika Anda lelah dan putus asa? Pernahkah Anda memiliki pengalaman berharap karena kesetiaan-Nya dan terus maju dalam situasi putus asa? Cobalah untuk mengingat dan menghidupkan kembali pengalaman yang tak terlupakan di mana Tuhan membantu Anda, dan kemudian berikan respons kepada Dia dengan doa syukur dan pujian.

Lampiran (2 Sam. 22:1-51 [ITB])
1 Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.
2 Ia berkata: Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, 3 Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku; Engkau menyelamatkan aku dari kekerasan. 4 Terpujilah TUHAN, seruku; maka akupun selamat dari pada musuhku.
5 Sesungguhnya gelora-gelora maut telah mengelilingi aku, banjir-banjir jahanam telah menimpa aku, 6 tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.
7 Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya.
8 Lalu bergoyang dan bergoncanglah bumi, dasar-dasar langit gemetar dan bergoyang, oleh karena bernyala-nyala murka-Nya. 9 Asap membubung dari hidung-Nya, api menjilat keluar dari mulut-Nya, bara menyala keluar dari pada-Nya. 10 Ia menekukkan langit, lalu turun, kekelaman ada di bawah kaki-Nya. 11 Ia mengendarai kerub, lalu terbang, dan tampak di atas sayap angin. 12 Dan Ia membuat kegelapan di sekeliling-Nya menjadi pondok-Nya: air hujan yang gelap, awan yang tebal. 13 Karena sinar kilat di hadapan-Nya bara api menjadi menyala. 14 TUHAN mengguntur dari langit, Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya. 15 Dilepaskan-Nya panah-panah, sehingga diserakkan-Nya mereka, yakni kilat-kilat, sehingga dikacaukan-Nya mereka. 16 Lalu kelihatanlah dasar-dasar laut, alas-alas dunia tersingkap karena hardikan TUHAN karena hembusan nafas dari hidung-Nya.
17 Ia menjangkau dari tempat tinggi, mengambil aku, menarik aku dari banjir. 18 Ia melepaskan aku dari musuhku yang gagah, dari pada orang-orang yang membenci aku, karena mereka terlalu kuat bagiku. 19 Mereka menghadang aku pada hari sialku, tetapi TUHAN adalah sandaran bagiku; 20 Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku.
21 TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku, 22 sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik. 23 Sebab segala hukum-Nya kuperhatikan, dan dari ketetapan-Nya aku tidak menyimpang; 24 aku berlaku tidak bercela kepada-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan. 25 Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya.
26 Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, 27 terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit. 28 Bangsa yang tertindas Engkau selamatkan, tetapi mata-Mu melawan orang-orang yang tinggi hati, supaya mereka Kaurendahkan.
29 Karena Engkaulah pelitaku, ya TUHAN, dan TUHAN menyinari kegelapanku. 30 Karena dengan Engkau aku berani menghadapi gerombolan, dengan Allahku aku berani melompati tembok. 31 Adapun Allah, jalan-Nya sempurna; sabda TUHAN itu murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-Nya. 32 Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu selain dari Allah kita? 33 Allah, Dialah yang menjadi tempat pengungsianku yang kuat dan membuat jalanku rata; 34 yang membuat kakiku seperti kaki rusa dan membuat aku berdiri di bukit; 35 yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melengkungkan busur tembaga. 36 Juga Kauberikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, dan kebaikan-Mu telah membuat aku besar.
37 Kauberikan tempat lapang untuk langkahku, dan mata kakiku tidak goyah. 38 Aku mengejar musuhku sampai mereka kupunahkan, dan tidak berbalik sebelum mereka kuhabiskan; 39 aku menghabiskan dan meremukkan mereka, sehingga mereka tidak bangkit lagi, dan mereka rebah di bawah kakiku.
40 Engkau telah mengikat pinggangku dengan keperkasaan untuk berperang, Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku. 41 Kaubuat musuhku lari dari padaku, orang-orang yang membenci aku, mereka kubinasakan. 42 Mereka berteriak minta tolong, tetapi tidak ada yang menyelamatkan, mereka berteriak kepada TUHAN, tetapi Ia tidak menjawab mereka. 43 Aku menggiling mereka halus-halus seperti debu tanah, aku menumbuk mereka dan menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan.
44 Dan Engkau meluputkan aku dari perbantahan bangsaku; Engkau memelihara aku sebagai kepala atas bangsa-bangsa; bangsa yang tidak kukenal menjadi hambaku; 45 orang-orang asing tunduk menjilat kepadaku, baru saja telinga mereka mendengar, mereka taat kepadaku. 46 Orang-orang asing pucat layu dan keluar dari kota kubunya dengan gemetar.
47 TUHAN hidup! Terpujilah gunung batuku, dan ditinggikanlah kiranya Allah gunung batu keselamatanku, 48 Allah, yang telah mengadakan pembalasan bagiku, yang telah membawa bangsa-bangsa ke bawah kuasaku, 49 dan yang telah membebaskan aku dari pada musuhku. Dan Engkau telah meninggikan aku mengatasi mereka yang bangkit melawan aku; Engkau telah melepaskan aku dari para penindas.
50 Sebab itu aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu, ya TUHAN, di antara bangsa-bangsa, dan aku mau menyanyikan mazmur bagi nama-Mu. 51 Ia mengaruniakan keselamatan yang besar kepada raja yang diangkat-Nya, dan menunjukkan kasih setia kepada orang yang diurapi-Nya, kepada Daud dan anak cucunya untuk selamanya.


Renungan pemahaman Kitab 2 Samuel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab 2 Samuel ditulis oleh Rev. Dr. Ho Kai-Ming (何啟明) yang dipublikasi pada bulan Maret 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).